KONSTRUKSI
KAPAL I
A. Sistem Konstruksi Kapal :
• Sistem konstruksi kapal (framing system), sistem konstruksi melintang
(Transverse Framing system) dan sistem konstruksi memanjang atau
membujur (Longitudinal Framing System), dari kedua sistem utama tersebut
maka dikenal dengan sistem kombinasi (Combination / Mixed Framing
System).
1. Konstruksi Melintang :
• Dalam sistem ini frame dipasang secara vertical mengikuti bentuk Body Plan
dengan jarak (spacing) kearah memanjang kapal. Pada main deck, maupun
deck – deck yang lain dipasang Deck Beam, dengan jarak yang sama seperti
jarak antara frame (frame spacing) pada masing-masing ujung Deck Beam
ditumpu oleh frame.
• Pada alas dipasang Floor dengan jarak yang sama (frame spacing), sehingga
Deck Beam, Frame dan Floor membentuk sebuah rangkaian yang saling
berhubungan dan terletak pada satu bidang vertical sesuai pada penampang
melintang kapal dan dipasang sepanjang kapal. Rangkaian ini ditiadakan
apabila pada tempat yang sama dipasang Transverse Bulkhead atau Web
Frame. Pada Web Frame ini pada ujung-ujungnya juga dihubungkan juga
dengan Deck Beam. Sesuai dengan kebutuhan untuk Web Frame ini
umumnya dipasang dengan jarak antara sekitar 3 sampai 5m.
• Transverse Bulkhead, Frame, Web frame dan Deck Beam merupakan unsur
kekuatan melintang kapal.
KONSTRUKSI MELINTANG
Elemen Longitudinal Yang dipasang
Pada Sitem Transverse
• Pada Bottom :
Center Girder (penumpu tengah) dan Side Girder (penumpu samping)
Center Girder adalah plat yang dipasang vertical memanjang kapal tepat
pada Center Line.
Side Girder adalah plat vertical yang dipasang Longitudinal pada bottom,
side girder ini dipasang disebelah center girder. Jarak antara side girder ke
center girder, jarak antara side girder ke side girder dan jarak antara side
girder ke sisi kapal atau side shall adalah : 1.8 – 3.5 m
• Pada Side Shall :
Side Stringer umumnya dipasang pada daerah fore Peak dan Engine room,
dapat juga di ruang muat (Cargo Hold) jarak side stringer menurut BKI
untuk di E/R atau FP minimal 2.6 m.
• Pada deck :
Deck girder untuk kapal Cargo dengan hanya 1 Cargo Hold, pada tiap ruang
muat atau Cargo Hold tersebut dapat dipasang 1 – 3 Deck Girder tergantung
pada lebar kapal
2. Konstruksi Memanjang :
• Dalam sistem ini frame dipasang secara memanjang atau Longitudinal pada
sisi kapal dengan jarak yang diukur kearah vertical sekitar 700 – 1000 mm,
frame ini dinamakan Side Longitudinal, pada setiap jarak ± 3–5m dipasang
Side transverse. Pada bottom dan inner bottom dipasang pembujur-pem
bujur yang dinamakan Bottom Longitudinal dan Inner Bottom Longitudinal
Pada bottom juga dipasang Floor dan dihubungkan pada pelintang sisi.
Floor pada sistem memanjang disebut pelintang alas (Bottom Transverse)
Pada deck juga dipasang pembujur (Deck Longitudinal), konstruksi lainnya
seperti pada konstruksi melintang,dengan demikian pada sistem memanjang
elemen yang dipasang untuk memanjang lebih dominan dari pada kekuatan
secara melintang.
Konstruksi Memanjang
3. Konstruksi Kombinasi :
• Sistem kombinasi ini diartikan bahwa sistem melintang dan sistem
memanjang dipakai bersama-sama. Dalam sistem ini deck dan bottom
dibuat menurut sistem memanjang sedangkan sedangkan sisinya menurut
sistem melintang. Jadi sisinya diperkuat dengan frame-frame melintang,
sedangkan deck dan bottom diperkuat dengan deck longi dan bottom longi
Konstruksi Kombinasi
Konstruksi Kombinasi
B. Sistem Konstruksi Kapal :
1. Bahan Dan Profil :
• Bahan yang umum digunakan untuk pembuatan kapal antara lain :
- Baja
- Aluminium
- Fiberglas
- Kayu
- Cemen (Ferro Cement)
- Karet (rubber)
- Laminasi
KAPAL BAJA
KAPAL ALUMINIUM
KAPAL FIBERGLAS
KAPAL KAYU
KAPAL FERRO
CEMENT
KAPAL RUBBER
KAPAL LAMINASI
2. Funfsi Dan Pokok Elemen Kapal :
• Geladak kekuatan, alas dan sisi-sisi kapal berperan sebagai bolok kotak
(Box Girder) sehingga sering disebut sebagai hull girder ship girder yang
menerima beban lengkung (longitudinal bending) dan beban-beban lainnya
yang bekerja pada konstruksi badan kapal. Geladak cuaca, alas dan sisi-sisi
kapal juga berfungsi sebagai dinding-dinding kedap yang menahan air dari
luar dan menerima gaya tekan air ke atas (bouyancy) sehingga kapal dapat
terapung. Elemen-elemen lainnya membantu langsung fungsi - fungsi
tersebut dan sebagian hanya berperan sebagai pendukung atau penunjang
agar elemen-elemen pokok tersebut selalu tetap pada kedudukannya
sehingga dapat berfungsi secara efektif.
3. Beban Yang Diterima Badan Kapal :
• Beban-beban (Load) yang bekerja pada badan kapal pada hakekatnya dapat
dibedakan dalam dua kelompok yaitu :
a. Beban-beban yang berpengaruh pada konstruksi dan bentuk kapal secara
keseluruhan (structural load). Termasuk dalam kelompok ini adalah
beban lengkung longitudinal ( Hogging dan Sagging)
Racking : efek-efek tekanan air ( effect of water pressure)