0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
819 tayangan60 halaman

Modul Design and Construction 1

Modul ini membahas pengenalan Program Studi Teknik Perancangan dan Konstruksi Kapal di Politeknik Negeri Surabaya. Pada bagian D-III, memuat visi menjadi program studi bereputasi global dalam perancangan kapal dan teknologi penunjangnya. Misi meliputi pendidikan vokasi, penelitian terapan, kemasyarakatan, dan jejaring dengan industri. Capaian lulusan terdiri atas sikap religius, nilai kemanusiaan, dan kontribusi m
Hak Cipta
© © All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
819 tayangan60 halaman

Modul Design and Construction 1

Modul ini membahas pengenalan Program Studi Teknik Perancangan dan Konstruksi Kapal di Politeknik Negeri Surabaya. Pada bagian D-III, memuat visi menjadi program studi bereputasi global dalam perancangan kapal dan teknologi penunjangnya. Misi meliputi pendidikan vokasi, penelitian terapan, kemasyarakatan, dan jejaring dengan industri. Capaian lulusan terdiri atas sikap religius, nilai kemanusiaan, dan kontribusi m
Hak Cipta
© © All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd

MODUL DESIGN AND CONSTRUCTION 2016

MODUL PENGHANTAR STUDI DC


EDISI 1

Penanggung Jawab : Aang Wahidin, ST.,MT.


Tri Triyasmihadi, ST.,MT.

Penyusun : Abdul Aziz Amin.

Chakti Maharani E.W.P.

Fajar Roro Egi Pangesti.

Editor : Ruddianto, ST.,MT.


Hariyanto Soeroso, Ir.,MT.
Rachmad Tri Soelistijono, ST.,MT.
Tri Karyono, ST.,MT.

Teknik Perancangan dan Konstruksi Kapal 1


MODUL DESIGN AND CONSTRUCTION 2016

DAFTAR ISI

DAFTAR ISI .............................................................................................................................. 2


KATA PENGANTAR ............................................................................................................... 4
BAB I MARS DC ...................................................................................................................... 5
BAB II PENGENALAN PRODI TEKNIK PERANCANGAN DAN KONSTRUKSI
KAPAL ...................................................................................................................................... 6
2.1 D-III Teknik Perancangan dan Konstruksi Kapal ....................................................... 6
2.1.1 Visi: ...................................................................................................................... 6
2.1.2 Misi: ..................................................................................................................... 6
2.1.3 Capaian Pembelajaran Lulusan ............................................................................ 6
2.2 D-IV Teknik Perancangan dan Konstruksi Kapal ....................................................... 9
2.2.1 Visi: ...................................................................................................................... 9
2.2.2 Misi: ..................................................................................................................... 9
2.2.3 Capaian Pembelajaran Lulusan .......................................................................... 10
BAB III DATA PENGURUS HIMADEC 2016/2017 ............................................................ 14
BAB IV TUGAS GAMBAR PRODI DC ................................................................................ 17
4.1 Tugas Gambar Rencana Garis ................................................................................... 17
4.2 Tugas Gambar Rencana Umum ................................................................................ 20
4.2.1 Langkah-langkah dalam menggambar Rencana Umum: ................................... 21
4.2.2 Yang termasuk Ruang Utama: ........................................................................... 21
4.2.3 Gambar Terkait .................................................................................................. 22
4.3 Tugas Gambar Hydrostatic dan Bonjean .................................................................. 25
4.3.1 Tugas Gambar Hydrostatic ................................................................................ 25
4.3.2 Tugas Gambar Bojean........................................................................................ 35
4.4 Tugas Gambar Konstruksi Kapal .............................................................................. 37
4.4.1 Pengertian Konstruksi Kapal ............................................................................. 37
4.4.2 Macam-Macam Sistem Konstruksi Kapal ......................................................... 37
4.5 Denah Kamar Mesin.................................................................................................. 44
4.5.1 Latar belakang dan tujuan .................................................................................. 44
4.5.2 Ruang lingkup .................................................................................................... 44
4.5.3 Prinsip-prinsip dalam layout kamar mesin ........................................................ 44

Teknik Perancangan dan Konstruksi Kapal 2


MODUL DESIGN AND CONSTRUCTION 2016

4.5.4 Relevansi ............................................................................................................ 44


4.6 Production Drawing .................................................................................................. 47
BAB V PERUSAHAAN PERKAPALAN DI JAWA TIMUR ............................................... 50
5.1 PT PAL Indonesia (PERSERO) ................................................................................ 50
5.2 PT DOK dan Perkapalan Surabaya ........................................................................... 53
5.3 PT Adiluhung Saranasegara Indonesia ..................................................................... 56
5.4 PT F1 Perkasa............................................................................................................ 57
5.5 PT. Dumas Tanjung Perak ........................................................................................ 57
DAFTAR PUSTAKA .............................................................................................................. 59

Teknik Perancangan dan Konstruksi Kapal 3


MODUL DESIGN AND CONSTRUCTION 2016

KATA PENGANTAR

Dengan menyebut nama Allah SWT yang Maha Pengasih lagi Maha Panyayang, Kami
panjatkan puja dan puji syukur atas kehadirat-Nya, yang telah melimpahkan rahmat, hidayah,
dan inayah-Nya kepada kami, sehingga kami dapat menyelesaikan makalah ilmiah tentang
limbah dan manfaatnya untuk masyarakat.
Buku Modul DC ini telah kami susun dengan maksimal dan mendapatkan bantuan dari
berbagai pihak sehingga dapat memperlancar pembuatan modul ini. Untuk itu, kami
menyampaikan banyak terima kasih kepada semua pihak yang telah berkontribusi dalam
pembuatan buku Modul DC ini.
Terlepas dari semua itu, kami menyadari sepenuhnya bahwa masih ada kekurangan baik
dari segi susunan kalimat maupun tata bahasanya. Oleh karena itu dengan tangan terbuka
kami menerima segala saran dan kritik dari pembaca agar kami dapat memperbaiki makalah
ilmiah ini.
Akhir kata kami berharap semoga buku Modul DC dapat bermanfaat dan digunakan
sebagaimana mestinya
.

Surabaya, Desember 2016

Penyusun

Teknik Perancangan dan Konstruksi Kapal 4


MODUL DESIGN AND CONSTRUCTION 2016

1 BAB I
MARS DC

Kami datang menyingsingkan lengan

Kami datang menegakkan dagu

Kami datang menuju masa depan baru

Kamilah DC yang sebenarnya

Tak mungkin menyerah dan tak mungkin tergoyah

Apapun halangannya kita tetap bersama

Kamilah DC yang sesungguhnya

Yang kenal rasa hormat, tak kenal rasa takut

Tekat, kuat, tak mudah terjatuh

Memang sudah jiwa kami

Satu suara satu tujuan itulah semangat kami

Terimakasih kawan-kawanku

DC.. DC.. jayalah selalu

Teknik Perancangan dan Konstruksi Kapal 5


MODUL DESIGN AND CONSTRUCTION 2016

2 BAB II
PENGENALAN PRODI TEKNIK PERANCANGAN DAN KONSTRUKSI KAPAL

2.1 D-III Teknik Perancangan dan Konstruksi Kapal

2.1.1 Visi:
Menjadi progam studi bereputasi global dalam melaksanakan dan mengembangkan
teknologi perancangan kapal dan teknologi penunjangnya serta berperan aktif
mengimplementasikannya.

2.1.2 Misi:
Melaksanakan progam pendidikan vokasi dan penelitian terapan di bidang
teknologi perancangan kapal dan industri penunjangnya.
Berperan dalam kegiatan kemasyarakatan secara aktif dan produktif, untuk
mengembangkan teknologi perancangan kapal dan industri penunjangnya.
Membangun masyarakat akademis berkualitas dibidang perancangan kapal dan
penunjangnya yang mampu berkompetisi secara global.
Membentuk jejaring kerja dengan sektor industri kemaritiman serta berbagai
institusi terkait untuk merealisasikan sistem pendidikan di bidang perancangan
kapal dan penunjangnya yang komprehensif.
Mengintregasikan pengembangan kepribadian dalam proses pembelajaran dan atau
kegiatan ekstra kurikuler untuk meningkatkan keimanan dan ketakwaan pada
Tuhan Yang Maha Esa serta kemuliaan akhlak.

2.1.3 Capaian Pembelajaran Lulusan

2.1.3.1 Rumusan Sikap


1. Betakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa dan mampu menunjukkan sikap
religius.
2. Menjunjung tinggi nilai kemanusiaan dalam menjalankan tugas
berdasarkan agama, moral dan etika.
3. Berkontribusi dalam peningkatan mutu kehidupan bermasyarakat,
berbangsa, bernegara, dan peradaban berdasarkan Pancasila.
4. Berperan sebagai warga Negara yang bangga dan cinta tanah air,
memiliki nasionalisme serta rasa tanggungjawab pada negara dan bangsa.

Teknik Perancangan dan Konstruksi Kapal 6


MODUL DESIGN AND CONSTRUCTION 2016

5. Menghargai keanekaragaman budaya, pandangan, agama, dan


kepercayaan, serta pendapat atau temuan orisinal orang lain.
6. Bekerja sama dan memiliki kepekaan sosial serta kepedulian terhadap
masyarakat dan lingkungan.
7. Taat hukum dan disiplin dalam kehidupan bermasyarakat dan bernegara.
8. Menginternalisasi nilai, norma, dan etika akademik.
9. Menunjukkan sikap bertanggungjawab atas pekerjaan di bidang
keahliannya secara mandiri.
10. Menginternalisasi semangat kemandirian, kejuangan, dan kewirausahaan.

2.1.3.2 Rumusan Keterampilan


1. Mampu menyelesaikan pekerjaan berlingkup luas dan menganalisis data
dengan beragam metode yang sesuai, baik yang belum maupun yang
sudah baku.
2. Mampu menunjukkan kinerja bermutu dan terukur.
3. Mampu memecahkan masalah pekerjaan dengan sifat dan konteks yang
sesuai dengan bidang keahlian terapannya, didasarkan pada pemikiran
logis, inovatif, dan bertanggung jawab atas hasilnya secara mandiri.
4. Mampu menyusun laporan hasil dan proses kerja secara akurat dan sahih,
serta mengomunikasikannya secara efektif kepada pihak lain yang
membutuhkan.
5. Mampu bekerja sama, berkomunikasi dan berinovatif dalam
pekerjaannya.
6. Mampu bertanggungjawab atas pencapaian hasil kerja kelompok dan
melakukan supervise dan evaluasi terhadap penyelesaina pekerjaan yang
ditugaskan kepada pekerja yang berada dibawah tanggungjawabnya.
7. Mampu melakukan proses evaluasi diri terhadap kelompok kerja yang
berada dibawah tanggungjawabnya, dan mengelola pengembangan
kompetensi kerja secara mandiri.
8. Mampu mendokumentasikan, menyimpan, mengamankan, dan
menemukan kembali data untuk menjamin kesahihan dan mencegah
plagiasi.

Teknik Perancangan dan Konstruksi Kapal 7


MODUL DESIGN AND CONSTRUCTION 2016

2.1.3.3 Penguasaan Pengetahuan


1. Menguasai konsep teoritis secara umum tentang sains alam, prinsip-
prinsip rekayasa (engineering principles), sains rekayasa dan perancangan
rekayasa yang diperlukan untuk analisis dan perancangan bentuk &
karakteristik lambung (hullform), denah (layout), komponen konstruksi,
proses justifikasi, dan bagian-bagian rancangan sistem kapal serta
bangunan apung lainnya.
2. Menguasai konsep teoritis secara umum cara-cara pengujian dan
pengukuran stabilitas, penentuan titik berat (G), buoyancy (B), serta
metacenter (M) kapal serta bangunan apung lainnya,.
3. Menguasai pengetahuan karakteristik secara umum tentang material ferro
dan non ferro untuk material pembuatan kapal serta bangunan apung
lainnya.
4. Menguasai pengetahuan tentang codes dan standard (Class Rules, Solas,
Marpol, ILLC, ISM Code, IMO dan ISO) yang berlaku untuk proses
menggambar dan mendesain kapal dan bangunan apung lainnya.
5. Menguasai prinsip dan issue terkini mengenai proses desain kapal
aluminium dengan mempertimbangkan aspek teknis, ekonomi, ssosial
dan ekologi (lingkungan).
6. Menguasai pengetahuan tentang teknik berkomunikasi secara efektif
untuk bekerja dalam tahapan proses desain kapal dan bangunan apung
lainnya.
7. Menguasai pengetahuan tentang perkembangan teknologi desain kapal
kecil ( small craft) terbaru dan terkini.
8. Menguasai pengetahuan prosedural dan standar kerja (SOP) di
bengkel/area kerja laboratorium, serta mengaplikasikan prinsip
keselamatan dan kesehatan kerja (K3) dalam proses desain kapal dan
bangunan apung lainnya.

2.1.3.4 Kemampuan Kerja Khusus


1. Mampu menerapkan matematika, sains alam, dan prinsip rekayasa ke
dalam prosedur perancangan dan praktek pembuatan detail gambar kapal
serta bangunan apung lainnya untuk menyelesaikan masalah rekayasa

Teknik Perancangan dan Konstruksi Kapal 8


MODUL DESIGN AND CONSTRUCTION 2016

yang terdefinisi dengan jelas (well defined) pada bidang perancangan


kapal.
2. Mampu mengidentifikasi dan menyelesaikan masalah rekayasa bidang
perancangan, detail gambar kapal dan bangunan apung lainnya, yang
terdefinisi dengan jelas (well defined) menggunakan analisis data yang
relevan dari codes, database dan referensi, serta memilih metode dengan
memperhatikan faktor-faktor ekonomi, kesehatan, keselamatan public,
dan lingkungan.
3. Mampu merancang dan merealisasikan bentuk dan karakteristik lambung
(hullform), denah (layout), komponen konstruksi, proses justifikasi, dan
bagian-bagian rancangan sistem kapal serta bangunan apung lainnya
secara well defined yang memenuhi kebutuhan spesifik dengan
pertimbangan yang tepat terhadap masalah keamanan dan kesehatan kerja
dan lingkungan.
4. Mampu melakukan pengujian dan pengukuran stabilitas dan penentuan
titik berat (G), buoyancy (B), serta metacenter (M) kapal serta bangunan
apung lainnya berdasarkan prosedur dan standar, menganalisa,
menginterpretasi dan menerapkan sesuai kriteria codes.
5. Mampu menggunakan software untuk menggggambar dan mendesain
(CADD) kapal serta bangunan apung lainnya dalam melaksakan
pekerjaan mulai dari gambar dasar (key plan) sampai dengan gambar
produksi (production drawing).

2.2 D-IV Teknik Perancangan dan Konstruksi Kapal

2.2.1 Visi:
Menjadi progam studi bereputasi global dalam melaksanakan dan mengembangkan
teknologi detail perancangan lambung dan interior kapal dan teknologi
penunjangnya serta berperan aktif mengimplementasikannya.

2.2.2 Misi:
Melaksanakan progam pendidikan vokasi dan penelitian terapan di bidang
teknologi detail perancangan lambung dan interior kapal dan industri
penunjangnya.

Teknik Perancangan dan Konstruksi Kapal 9


MODUL DESIGN AND CONSTRUCTION 2016

Berperan dalam kegiatan kemasyarakatan secara aktif dan produktif, untuk


mengembangkan teknologi detail perancangan lambung dan interior kapal dan
industri penunjangnya.
Membangun masyarakat akademis berkualitas dibidang detail perancangan
lambung dan interior kapal dan penunjangnya yang mampu berkompetisi secara
global.
Membentuk jejaring kerja dengan sektor industri kemaritiman serta berbagai
institusi terkait untuk merealisasikan sistem pendidikan di bidang perancangan
kapal dan penunjangnya yang komprehensif.
Mengintregasikan pengembangan kepribadian dalam proses pembelajaran dan atau
kegiatan ekstra kurikuler untuk meningkatkan keimanan dan ketakwaan pada Tuhan
Yang Maha Esa serta kemuliaan akhlak.

2.2.3 Capaian Pembelajaran Lulusan

2.2.3.1 Rumusan Sikap


1. Betakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa dan mampu menunjukkan sikap
religius.
2. Menjunjung tinggi nilai kemanusiaan dalam menjalankan tugas
berdasarkan agama, moral dan etika.
3. Berkontribusi dalam peningkatan mutu kehidupan bermasyarakat,
berbangsa, bernegara, dan peradaban berdasarkan Pancasila.
4. Berperan sebagai warga Negara yang bangga dan cinta tanah air,
memiliki nasionalisme serta rasa tanggungjawab pada negara dan bangsa.
5. Menghargai keanekaragaman budaya, pandangan, agama, dan
kepercayaan, serta pendapat atau temuan orisinal orang lain.
6. Bekerja sama dan memiliki kepekaan sosial serta kepedulian terhadap
masyarakat dan lingkungan.
7. Taat hukum dan disiplin dalam kehidupan bermasyarakat dan bernegara.
8. Menginternalisasi nilai, norma, dan etika akademik.
9. Menunjukkan sikap bertanggungjawab atas pekerjaan di bidang
keahliannya secara mandiri.
10. Menginternalisasi semangat kemandirian, kejuangan, dan kewirausahaan.

Teknik Perancangan dan Konstruksi Kapal 10


MODUL DESIGN AND CONSTRUCTION 2016

2.2.3.2 Rumusan Keterampilan


1. Mampu menerapkan pemikiran logis, kritis, inovatif, bermutu, dan
terukur dalam melakukan pekerjaan yang spesifik dibidang keahlian serta
sesuai dengan standar kompetensi kerja bidang yang bersangkutan.
2. Mampu menunjukkan kinerja bermutu dan terukur.
3. Mampu mengkaji kasus penerapan ilmu pengetahuan dan teknologi dan
memperhatikan dan menerapkan nilai humaniora sesuai dengan bidang
keahlian dalam rangka menghasilkan prototype, prosedur baku, desain
atau karya seni, menyusun hasil kajiannya, dalam bentuk kertas kerja,
spesifikasi desain, atau esai seni, dan mengunggahnya dalam laman
perguruan tinggi.
4. Mampu menyusun laporan hasil kajian tersebut diatas dalam bentuk
kertas kerja, spesifikasi desain, atau esai seni, dan mengunggahnya dalam
laman perguruan tinggi.
5. Mampu mengambil keputusan secara tepat berdasarkan prosedur baku,
spesifikasi desain, persyaratan keselamatan dan keamanan kerja dalam
melakukan supervisi dan evaluasi pada pekerjaannya.
6. Mampu memelihara dan mengembangkan jaringan kerjas ama dan hasil
kerja sama didalam maupun diluar lembaganya.
7. Mampu bertanggungjawab atas pencapaian hasil kerja kelompok dan
melakukan supervise dan evaluasi terhadap penyelesaina pekerjaan yang
ditugaskan kepada pekerja yang berada dibawah tanggungjawabnya.
8. Mampu melakukan proses evaluasi diri terhadap kelompok kerja yang
berada dibawah tanggungjawabnya, dan mengelola pengembangan
kompetensi kerja secara mandiri.
9. Mampu mendokumentasikan, menyimpan, mengamankan, dan
menemukan kembali data untuk menjamin kesahihan dan mencegah
plagiasi.

2.2.3.3 Penguasaan Pengetahuan


1. Menguasai konsep teoritis secara umum tentang sains alam, prinsip-
prinsip rekayasa (engineering principles), sains rekayasa dan perancangan
rekayasa yang diperlukan untuk analisis dan perancangan bentuk &
karakteristik lambung (hullform), denah (Layout), komponen konstruksi,

Teknik Perancangan dan Konstruksi Kapal 11


MODUL DESIGN AND CONSTRUCTION 2016

proses justifikasi, dan bagian-bagian rancangan sistem kapal serta


bangunan apung lainnya.
2. Menguasai konsep teoritis secara umum cara-cara pengujian dan
pengukuran stabilitas, penentuan titik berat (G), buoyancy (B), serta
metacenter (M) kapal serta bangunan apung lainnya,.
3. Menguasai pengetahuan karakteristik secara umum tentang material ferro
dan non ferro untuk material pembuatan kapal serta bangunan apung
lainnya.
4. Menguasai pengetahuan tentang codes dan standard (Class Rules, Solas,
Marpol, ILLC, ISM Code, IMO dan ISO) yang berlaku untuk proses
menggambar dan mendesain kapal dan bangunan apung lainnya.
5. Menguasai pengetahuan tentang material pembuat kapal dan material
interior kapal beserta pengaplikasiannya.
6. Menguasai prinsip dan issue terkini mengenai proses desain kapal
aluminium dengan mempertimbangkan aspek teknis, ekonomi, ssosial
dan ekologi (lingkungan).
7. Menguasai pengetahuan tentang teknik berkomunikasi secara efektif
untuk bekerja dalam tahapan proses desain kapal dan bangunan apung
lainnya.
8. Menguasai pengetahuan tentang perkembangan teknologi desain kapal
kecil ( small craft) terbaru dan terkini.
9. Menguasai pengetahuan prosedural dan standar kerja (SOP) di
bengkel/area kerja laboratorium, serta mengaplikasikan prinsip
keselamatan dan kesehatan kerja (K3) dalam proses desain kapal dan
bangunan apung lainnya.

2.2.3.4 Kemampuan Kerja Khusus


1. Mampu menerapkan matematika, sains alam, dan prinsip rekayasa ke
dalam prosedur perancangan dan praktek pembuatan detail gambar kapal
serta bangunan apung lainnya untuk menyelesaikan masalah rekayasa
yang terdefinisi dengan jelas (well defined) pada bidang perancangan
kapal.
2. Mampu mengidentifikasi dan menyelesaikan masalah rekayasa bidang
perancangan, detail gambar kapal dan bangunan apung lainnya, yang

Teknik Perancangan dan Konstruksi Kapal 12


MODUL DESIGN AND CONSTRUCTION 2016

terdefinisi dengan jelas (well defined) menggunakan analisis data yang


relevan dari codes, database dan referensi, serta memilih metode dengan
memperhatikan faktor-faktor ekonomi, kesehatan, keselamatan public,
dan lingkungan.
3. Mampu merancang dan merealisasikan bentuk dan karakteristik lambung
(hullform), denah (Layout), komponen konstruksi, proses justifikasi, dan
bagian-bagian rancangan sistem kapal serta bangunan apung lainnya
secara well defined yang memenuhi kebutuhan spesifik dengan
pertimbangan yang tepat terhadap masalah keamanan dan kesehatan kerja
dan lingkungan.
4. Mampu melakukan pengujian dan pengukuran stabilitas dan penentuan
titik berat (G), buoyancy (B), serta metacenter (M) kapal serta bangunan
apung lainnya berdasarkan prosedur dan standar, menganalisa,
menginterpretasi dan menerapkan sesuai kriteria codes.
5. Mampu menggunakan software untuk menggggambar dan mendesain
(CADD) kapal serta bangunan apung lainnya dalam melaksakan
pekerjaan mulai dari gambar dasar (key plan) sampai dengan gambar
produksi (production drawing).
6. Terampil dalam mengaplikasikan ilmu pengetahuan dan teknologi bidang
pembuatan detail rancangan lambung, layout, interior, eksterior dan
struktur kapal (naval architect).
7. Mampu mengidentifikasi kegagalan struktur, material, layout penyebab
kegagalan perancangan kapal.
8. Mampu menganalisa kenyamanan desain kapal berbasis ergonomic dan
keindahan (estetika).
9. Menguasai ketrampilan manajerial secara professional bidang
perancangan, struktur kapal dan inspeksi pembangunan kapal.
10. Mampu bekerja di atas air dengan aman dan selamat.
11. Mampu melaksanakan riset terapan bidang pembuatan detail rancangan
dan struktur kapal sesuai dengan kaidah-kaidah ilmiah.

Teknik Perancangan dan Konstruksi Kapal 13


MODUL DESIGN AND CONSTRUCTION 2016

3 BAB III
DATA PENGURUS HIMADEC 2016-2017
KABINET BERSATU ( Berani, Solid, Amanah, Menyatu )

NO NAMA JABATAN NOMOR HP


1. Yayang Candra R Ketua Himpunan 087755399200
2. Imam Mushofi Wakil Ketua Himpunan 085731756454
3. Nurul Istiqomah Sekretaris Umum 085785925879
4. Havinda Nur S Bendahara Umum 085235847281
Kepala Departemen Luar
5. Jayanti Wulandari 083831269133
Negeri (Lugri)
Staff Depatemen
6. Tri Ayuning Sari 08564559587
Luar Negeri
Staff Depatemen
7. Masfiyah 085732351956
Luar Negeri
Staff Depatemen
8. Panggih Arung K 081259709681
Luar Negeri
Staff Depatemen
9. Bayu Tri Susisno 085645425241
Luar Negeri
Staff Depatemen
10. Reynalda Maulana 081334267011
Luar Negeri
Staff Depatemen
11. Helmi Setyawan 085748908862
Luar Negeri
Kepala Departemen Dalam
12. Salim A Bazher 087773337397
Negeri (Dagri)
Staff Departemen
13. Nada Ayu Salsabela 085745901320
Dalam Negeri
Staff Departemen
14. Ratna Rahayu S 085706966484
Dalam Negeri
Staff Departemen
15. Revo Yudha Perwira 085649997999
Dalam Negeri
Staff Departemen
16. Yoshua Dicky Ardana 081331777304
Dalam Negeri
Staff Departemen
17. Lambang Bimantara 081555446444
Dalam Negeri
Kepala Departemen
18. Richo Amirul F Pengembangan Sumber Daya 081234536722
Mahasiswa (PSDM)
Staff Departemen
19. Arum Mujayanah Pengembangan Sumber Daya 081934747380
Mahasiswa
Staff Departemen
20. Ainun Hanna Pengembangan Sumber Daya 085648268864
Mahasiswa
Staff Departemen
21. Isroin Badriyah Pengembangan Sumber Daya 085607568453
Mahasiswa

Teknik Perancangan dan Konstruksi Kapal 14


MODUL DESIGN AND CONSTRUCTION 2016

Staff Departemen
22. Muhammad Faris Pengembangan Sumber Daya 085741245945
Mahasiswa
Staff Departemen
23. Puguh Aris K Pengembangan Sumber Daya 085655823095
Mahasiswa
Staff Departemen
24. Irfan Farisyandi Pengembangan Sumber Daya 089515702989
Mahasiswa
Staff Departemen
25. Alfathan Hayyan R Pengembangan Sumber Daya 085647800446
Mahasiswa
Kepala Departemen
26. Chakti Maharani 082331011851
Riset dan Teknologi (Ristek)
Staff Departemen
27. Fajar Roro Egi P 085852490304
Riset dan Teknologi
Staff Departemen
28. Avista Nuraini 082230708742
Riset dan Teknologi
Staff Departemen
29. Lailatul Afifah 082214794273
Riset dan Teknologi
Staff Departemen
30. Izzul Fikry 087750698283
Riset dan Teknologi
Staff Departemen
31. M Imam Jazuli 085708790339
Riset dan Teknologi
Kepala Departemen
32. Wahdani Naufal H Komunikasi dan Informasi 085785482977
(Kominfo)
Staff Departemen
33. Fitri Puspa Aryanti 081334230547
Komunikasi dan Informasi
Staff Departemen
34. Widya Wulansari 081330310992
Komunikasi dan Informasi
Staff Departemen
35. Frick Ihya A F 085815563602
Komunikasi dan Informasi
Staff Departemen
36. Muhammad Adam 085641363123
Komunikasi dan Informasi
Staff Departemen
37. Wahyu W Rahadian 081252658646
Komunikasi dan Informasi
Kepala Departemen
38. Riza Nur Alfunniam 08996988457
Minat dan Bakat (Minbat)
Staff Departemen
39. Ahmi Arofatur Rizkia 081357831504
Minat dan Bakat
Staff Departemen
40. Rikad S Y 085784332465
Minat dan Bakat
Staff Departemen
41. Arya Tahan 082232524690
Minat dan Bakat
Staff Departemen
42. Wahyu Setyo P 085603061705
Minat dan Bakat
Staff Departemen
43. Elha Novaldy Adam 085748922255
Minat dan Bakat

Teknik Perancangan dan Konstruksi Kapal 15


MODUL DESIGN AND CONSTRUCTION 2016

Kepala Departemen
44. M Hilman Maulana 085225533040
Kewirausahaan (KWU)
Staff Departemen
45. M Bachtiar N 082244650155
Kewirausahaan
Staff Departemen
46. Yusuf Dwi N 082333733152
Kewirausahaan
Staff Departemen
47. Alvine Fadhila S 088217037517
Kewirausahaan

Teknik Perancangan dan Konstruksi Kapal 16


MODUL DESIGN AND CONSTRUCTION 2016

4 BAB IV
TUGAS GAMBAR DI PRODI DC

4.1 Tugas Gambar Rencana Garis


Rencana Garis atau juga disebut dengan istilah Linesplan, merupakan mata kuliah
dalam bentuk Tugas Gambar yang dilakukan untuk merencanakan bentuk dari lambung kapal
berdasarkan data ukuran utama kapal yang ada. Untuk mendesain bentuk lambung tersebut,
data minimal dari ukuran utama kapal yang harus diketahui meliputi panjang kapal (L), lebar
kapal (B), tinggi kapal (H), sarat kapal (T) dan kecepatan rata-rata kapal (Vs). Bentuk
lambung kapal yang didesain tersebut ditampilkan dalam 3 pandangan utama yang dikenal
dengan istilah Bodyplan, Halfbreadthplan dan Sheerplan.

Body plan merupakan kumpulan bentuk penampang melintang kapal atau dikenal
dengan istilah station, digambarkan sepanjang kapal yang umumnya dibagi menjadi 20
bagian yang sama yaitu mulai dari AP sampai FP. Bentuk penampang ini pada dasarnya
sama dengan bentuk hasil perpotongan antara suatu bidang tegak terhadap dasar kapal dan
sejajar bidang proyeksi yang berimpit midship dengan badan kapal. Pada body plan proyeksi
station digambar separoh karena bentuknya simetris terhadap bidang centreline, sehingga
station station dibelakang midship berada disebelah kiri bidang centreline dan station station
didepan midship disebelah kanan bidang centreline. Adapun bentuk ilustrasi dari gambar
bodyplan dapat dilihat seperti pada gambar dibawah ini :

Gambar 1. Gambar ilustrasi potongan gambar bodyplan.

Half breadth plan merupakan kumpulan dari proyeksi lengkungan garis garis air (WL)
yaitu hasil perpotongan suatu bidang' horisontal yang memanjang kapal dan sejajar
permukaan air tenang dengan badan kapal, kemudian diproyeksikan pada bidang proyeksi
yang berimpit dengan dasar kapal. Garisgaris potong yang mendatar ini disebut garis air (
water line) dan mulai dari bawah diberi nama WL O, WL 1,WL 2, WL 3 dan seterusnya.

Teknik Perancangan dan Konstruksi Kapal 17


MODUL DESIGN AND CONSTRUCTION 2016

Hasil potongan mendatar terbentuklah beberapa bentuk bidang proyeksi yang disebut bidang
garis air. Garis dasar ( base line ) adalah garis air yang paling bawah. Dalam hal ini adalah
garis air 0 atau WL 0. Adapun bentuk ilustrasi dari gambar potongan-potongan bidang garis
air (Half breadthplan) dapat dilihat seperti pada gambar dibawah ini :

Gambar 2. Gambar ilustrasi potongan bidang garis air.

Sheerplan adalah kumpulan dari gambar Buttock Line yang merupakan pandangan
samping dari lambung kapal yang dipotong secara vertikal memanjang dari badan kapal, atau
merupakan kumpulan proyeksi dari hasil perpotongan antara suatu bidang tegak memanjang
kapal dan sejajar bidang centreline dengan badan kapal dan disebut lengkungan lengkungan
buttock line (BL). Karena badan kapal secara memanjang berbentuk simetris cukup digambar
pada satu sisi. Dalam gambar sheer plan juga teriihat proyeksi geladak utama, geladak kimbul
atau geladak akil secara memanjang baik garis geladak tepi atau garis geladak centre (dengan
sheer atau tanpa sheer), dan geladak dilengkapi dengan kubu kubu (bulkwark) setinggi 1000
mm beserta lengkungannya (direncanakan). Adapun ilustrasi bentuk gambar Sheerplan dapat
dilihat seperti pada gambar dibawah ini :

Gambar 3. Gambar ilustrasi bentuk Sheerplan

Teknik Perancangan dan Konstruksi Kapal 18


MODUL DESIGN AND CONSTRUCTION 2016

Teknik Perancangan dan Konstruksi Kapal 19


MODUL DESIGN AND CONSTRUCTION 2016

4.2 Tugas Gambar Rencana Umum


Rencana umum dari sebuah kapal dapat didefinisikan sebagai perancangan di
dalam penentuan atau penandaan dari semua ruangan yang dibutuhkan, ruangan yang
dimaksud seperti ruang muat, ruang mesin dan akomodasi, dalam hal ini disebut
superstructure (bangunan atas). Disamping itu juga direncanakan penempatan
peralatan-peralatan dan letak jalan-jalan dan beberapa sistem serta perlengkapan
lainnya. Dalam pembuatan sebuah kapal meliputi beberapa pekerjaan yang secara garis
besar dibedakan menjadi dua kelompok pengerjaan yakni kelompok pertama adalah
perancangan dan pembangunan badan kapal sedangkan kelompok yang kedua adalah
perancangan dan permesinan kapal.

Pengerjaan atau pembangunan kapal yang terpenting adalah perencanaan untuk


mendapatkan sebuah kapal yang dapat bekerja dengan baik harus diawali dengan
perencanaan yang baik pula. Pengerjaan kelompok pertama meliputi perencanaan
bentuk kapal yang menyangkut kekuatan dan stabilitas kapal. Sedangkan untuk
perencanaan penggerak utama, sistem propulsi, sistem instalasi dan sistem permesinan
kapal merupakan tugas yang berikutnya.

Dalam perencanaan Rencana Umum terdapat beberapa hal yang perlu dijadikan
pertimbangan yaitu:

1. Ruang muat merupakan sumber pendapatan, sehingga diusahakan kamar mesin


sekecil mungkin agar didapat volume ruang muat yang lebih besar.
2. Pengaturan sistem dalam kapal seoptimal mungkin agar mempermudah dalam
pengoperasian, pemeliharaan, perbaikan, pemakaian ruangan yang kecil dan
mengefisiensi waktu pada saat kapal sedang bongkar muat di pelabuhan.

3. Pemilihan Ruang Akomodasi dan ruangan lain termasuk kamar mesin dilakukan
dengan seefisien dan seefektif mungkin dengan hasil yang optimal.
4. Penentuan jumlah ABK seefisien dan seefektif mungkin dengan kinerja yang
optimal pada kapal agar kebutuhan ruangan akomodasi dan keperluan lain dapat
ditekan.
5. Dalam pemilihan Mesin Bongkar Muat dilakukan dengan mempertimbangkan
bahwa semakin lama kapal sandar di pelabuhan bongkar muat, maka semakin
besar biaya yang dikeluarkan untuk keperluan tambat kapal.

Teknik Perancangan dan Konstruksi Kapal 20


MODUL DESIGN AND CONSTRUCTION 2016

Rencana umum adalah suatu proses yang berangsurangsur disusun dan ini dari
percobaan, penelitian, dan masukan dari data-data kapal yang sudah ada (pembanding).
Informasi yang mendukung pembuatan rencana umum:

1. Penentuan besarnya volume ruang muat tergantung dengan tipe dan jenis muatan
yang dimuat.
2. Metode dari sistem bongkar muat.
3. Volume ruangan ditentukan dari tipe mesin dan dimensi mesin.
4. Penentuan tangki-tangki seperti tangki untuk minyak, ballast, dan pelumas mesin.
5. Penentuan volume ruangan akomodasi jumlah crew, penumpang dan standar
akomodasi.
6. Penentuan pembagian sekat melintang.

4.2.1 Langkah-langkah dalam menggambar Rencana Umum:


1. Menentukan rute pelayaran,
2. Menentukan jumlah ABK,
3. Menghitung BHP mesin,
4. Menghitung DWT,
5. Menentukan ruang utama Kapal.
6. Menentukan batas-batas dari ruangan-ruangan di dalam kapal.
7. Menyediakan jalan ke ruangan-ruangan akomodasi
8. Memilih & menempatkan peralatan / perlengkapan ( peralatan bongkar muat dan
peralatan tambat).

4.2.2 Yang termasuk Ruang Utama:


1. Ruang Muat ( Cargo Hold / Cargo Tank )
2. Ruang mesin ( Machinery Spaces )
3. Ruang Anak Buah Kapal ( Crew )
4. Tangki-tangki ( bahan bakar, air tawar, ballast dan pelumas )

Teknik Perancangan dan Konstruksi Kapal 21


MODUL DESIGN AND CONSTRUCTION 2016

4.2.3 Gambar Terkait

Gambar 4. Gambar Rencana Umum Kapal dilihat dari samping dan pembagian ruang pada
rumah geladak pada kapal tanker

Teknik Perancangan dan Konstruksi Kapal 22


MODUL DESIGN AND CONSTRUCTION 2016

Gambar 5. Contoh desain ruang muat dan desain double botttom pada kapal tanker

Teknik Perancangan dan Konstruksi Kapal 23


MODUL DESIGN AND CONSTRUCTION 2016

Teknik Perancangan dan Konstruksi Kapal 24


MODUL DESIGN AND CONSTRUCTION 2016

4.3 Tugas Gambar Hydrostatic dan Bonjean

4.3.1 Tugas Gambar Hydrostatic


Merupakan kumpulan kurva-kurva yang menggambarkan karakteristik badan
kapal yang tercelup dalam air laut, dan kurva-kurva ini digambarkan pada berbagai
sarat (T) pada saat kapal even keel. Cara yang paling umum untuk menggambarkan
kurva hidrostatik adalah dengan membuat dua sumbu saling tegak lurus. Sumbu
mendatar adalah garis dasar kapal (base-line) sedangkan garis vertikal menunjukkan
sarat tiap water line yang dipakai sebagai titik awal pengukuran kurva hidrostatik.

Kurva-kurva hidrostatik digambar sampai sarat penuh dan tidak berlaku untuk
kondisi kapal trim. Ada 19 lengkungan dalam Lengkung Hidrostatik. Lengkung-
lengkung tersebut adalah:
1. Displacement ()

Displacement adalah berat air laut yang dipindahkan karena adanya volume
badan kapal yang tercelup ke dalam air (karene) termasuk juga akibat tambahan
adanya pelat karene. Jadi displacement di sini adalah penjumlahan dari
displacement moulded dengan shell displacement.
a. (Disp) : Displacement Moulded
adalah displasement bersih, massa air yang dipindahkan oleh badan kapal
yang tercelup dalam air pada kondisi tanpa kulit (ton). Nilai ini didapat dari
perkalian volume karene dengan berat jenis air laut yaitu 1,025.

b. (Disp) : Displacement Including Shell

adalah massa air yang dipindahkan oleh badan kapal yang tercelup dalam air
dengan kulit (ton).

2. KB : Keel of Buoyancy

Jarak pusat titik tekan dari dasar kapal (m).

Teknik Perancangan dan Konstruksi Kapal 25


MODUL DESIGN AND CONSTRUCTION 2016

3. B : Lengkung Letak Titik Tekan Terhadap Penampang Tengah Kapal

Jarak titik benam terhadap titik tengah memanjang kapal (m) . Tanda negatif (-)
dan positif (+) menunjukkan letaknya. Jika ada di depan midship (+) dan di
belakang midship (-). Jika kapal terapung di air tenang, akan bekerja 2 unit gaya :
a. Gaya grafitasi mengarah kebawah.
b. Gaya apung (buoyancy) mengarah keatas.
Gaya grafitasi adalah resultan atau gabungan gaya, meliputi berat semua bagian
konstruksi kapal, peralatan, muatan dan penumpang. Gaya grafitasi dianggap
sebagai gaya tunggal yang bekerja kebawah melalui titik berat kapal.

Gaya apung (buoyancy) juga gaya komposit, merupakan resultan tekanan air
pada lambung kapal.

Gambar 6. Titik Bouyanci Kapal

4. TKM : Transverse Keel of Mentacentre

Jarak metacenter melintang diatas dasar kapal (meter). Menunjukkan jarak


antara dasar kapal (Keel) terhadap Titik Metacentre secara melintang kapal.

TKM TBM KB

TKM

Gambar 7. Jarak metacenter melintang kapal

Teknik Perancangan dan Konstruksi Kapal 26


MODUL DESIGN AND CONSTRUCTION 2016

5. LKM : Longitudinal Keel of Mentacentre

Jarak metacenter memanjang diatas dasar kapal (meter). Merupakan jarak


antara pusat Metacentre terhadap dasar kapal (Keel) secara memanjang kapal.

LKM LBM KB

LKM Gambar 8. Jarak metacenter memanjang kapal

6. F : Longitudinal Centre of Floutation

Jarak titik titik berat garis air terhadap penampang tengah kapal untuk tiap-
tiap sarat kapal (m). Seperti juga Lcb, tanda (-) menunjukkan bahwa titik F
terletak di belakang midship dan (+) menunjukkan bahwa titik F terletak di
depan midship. Bila dilihat secara memanjang kapal sarat kapal sebelum terjadi
trim dan setelah mengalami trim akan berpotongan disatu titik yaitu titik F
(Floutation). Grafik displasement pada Kurva Hidrostatik bisa dipakai bila kapal
tidak mengalami trim atau titik F tepat pada midship.

Gambar 9. Titik Apung Kapal

Teknik Perancangan dan Konstruksi Kapal 27


MODUL DESIGN AND CONSTRUCTION 2016

7. WSA : Wetted Surface Area

Luas permukaan basah badan kapal ( ). Menunjukkan luas permukaan


badan kapal yang tercelup air pada tiap tiap WL (Water Line). WSA didapat
dari jumlah perkalian half girth dengan faktor luas pada setiap station dan setiap
water line-nya. Secara matematis dirumuskan sebagai berikut:
2 L
WSA PP 8
3 20
Dimana 8 = jumlah perkalian half girth dengan faktor luas

8. WPA : Water Plan Area

Luasan bidang garis air ( ). Menunjukkan Luasan bidang garis air yang
sejajar dengan bidang dasar untuk tiap tiap sarat.
9. MSA : Midship Section Area

Luas midship pada sarat tertentu ( ). Menunjukkan luas bidang tengah kapal
pada tiap tiap sarat. Harga MSA untuk tiap sarat dapat diketahui dari perhitungan
hidrostatik untuk main part atau dari AP ke FP.

10. TPC : Ton Per Centimetre Immersion

Bila kapal mengalami perubahan displasemen yang tidak begitu besar,


misalnya adanya pemindahan, penambahan atau pengurangan muatan yang kecil,
hal ini berarti tidak terjadi penambahan atau pengurangan sarat yang besar. Maka
untuk menentukan sarat kapal bisa digunakan grafik TPC.

TPC adalah jumlah berat (ton) yang diperlukan untuk mengadakan perubahan
sarat kapal sebesar 1 cm air dilaut, perubahan sarat kapal ditentukan dengan
membagi perubahan displasemen dengan TPC.

Gambar 10. Kapal saat Tpc

Teknik Perancangan dan Konstruksi Kapal 28


MODUL DESIGN AND CONSTRUCTION 2016

Jika kapal tenggelam sebesar 1 cm diair laut, maka penambahan volume


adalah hasil perkalian luas bidang garis air ( ) dengan tebal 0.01 m,

t
Berat (ton) = TPC = Awl * 0.01 m * 1.025
m3

Dimana Aw (Luas Garis Air) dimana lengkungan ini menunjukkan luas bidang
garis air dalam meter persegi untuk tiap bidang garis air.

11. DDT : Displacement Due To Trim One Centimetre.

Perubahan / pemindahan / pengurangan displasement yang mengakibatkan


trim kapal sebesar I cm.

Sedangkan trim itu sendiri adalah perbedaan sarat depan dan belakang. Dalam
hal DDT ini sarat belakang lebih besar dari sarat haluan, trim buritan (trim by
stren). Trim terjadi bila ada aktivitas dikapal yang menyebabkan sarat depan dan
belakang berbeda bila dibandingkan sebelum ada aktivitas tersebut, saat kapal
belum mengalami trim.

Grafik displasement pada Kurva Hidrostatik bisa dipakai bila kapal tidak
mengalami trim atau titik F tepat pada midship.

Gambar 11. Posisi kapal trim

W1L 2 , garis air saat belum trim.

W2 L 3 , garis air saat trim, tetapi dibuat rata sejajar dengan garis air W1L2,
melewati titik F saat kapal trim.

W3 L1 , garis air kapal saat trim buritan.

Teknik Perancangan dan Konstruksi Kapal 29


MODUL DESIGN AND CONSTRUCTION 2016

Gambar 12. Posisi kapal trim buritan

DDT dapat digunakan untuk menghitung besarnya displasemen saat trim,


seperti gambar diatas adalah displasemen saat even keel (garis air W1L1 ) ditambah
DDT.

Besarnya DDT adalah =

DDT
F TPC
LPP

12. MTC : Moment To Change One Centimetre Trim

Menunjukkan besarnya momen untuk mengubah kedudukan kapal dengan trim


sebesar 1 cm.

Gambar 13. Kapal saat MTC

Dimana = MTC
LBM
100 L PP

Teknik Perancangan dan Konstruksi Kapal 30


MODUL DESIGN AND CONSTRUCTION 2016

13. TBM : Transverse Buoyancy Of Mentacentre.

Jarak titik tekan kapal terhadap titik mentacentre melintang kapal (meter).
Merupakan jarak antara titik metacentre dengan titik bouyancy kapal (B) secara
melintang kapal.

TBM

Gambar 14. Titik tekan kapal terhadap titik metacenter kapal

14. LBM : Longitudinal Buoyancy Of Metacentre

Jarak titik tekan keatas sampai dengan titik metacentre memanjang kapal
(meter). Merupakan jarak antara titik Metacentre (M) dengan titik Bouyancy (B)
secara memanjang kapal. LBM =

LBM

Gambar 15. Jarak Titik tekan Keatas dengan titik metacenter kapal

15. Cb : Coeffisien Block

Perbandingan antara volume carena dengan balok yang mengelilinginya.

( L x B x T ).

Teknik Perancangan dan Konstruksi Kapal 31


MODUL DESIGN AND CONSTRUCTION 2016

Gambar 16. Gambar Cb

16. Cp : Coeffisien Prismatic

Perbandigan antara volume carene dengan volume silinder yang luas penampang
Am dan panjang L.

Gambar 17. Gambar Cp

Dengan perhitungan lebih lanjut Cp dapat dirumuskan sebagai berikut:


C
Cp B
MSA L CM

17. Cm : Coeffisien Midship

Perbandingan antara luasan midship dengan kotak yuang mengelilinginya.

(BxT)

Gambar 18. Gambar Cm

Teknik Perancangan dan Konstruksi Kapal 32


MODUL DESIGN AND CONSTRUCTION 2016

MSA Am
CM atau C M
B T B T
18. Cw : Coeffisien Water Line

Perbandingan antara Luas garis air dengan luas kotak yang mengelilinginya

( L x B ).

Gambar 19. Gambar Cwp

Dengan menggunakan tabel hydrostatic, kita dapat mencari besar dari nilai
variabel-variabel diatas pada sarat tertentu dengan cepat dan mudah. Berikut ini
adalah manfaat tabel hydrostatic:

a. Dari Hydrostatic Curve dapat dicari nilai-nilai dari karakteristik kapal seperti
, , WPA, WSA, MSA, TKM, TBM, LBM, LKM, MTC, DDT, TPC,
KB, B, F, Cb, Cp, Cm, Cw pada kondisi even keel ataupun trim.
b. Dengan Hydrostatic Curve dapat menentukan ukuran utama kapal (misalnya
Lpp, B, H,dll) koefisien-koefisien bentuk pada suatu sarat tertentu yang
ditinjau.

Teknik Perancangan dan Konstruksi Kapal 33


MODUL DESIGN AND CONSTRUCTION 2016

(Sumber: Laporan Tugas Gambar Hydrostatic dan Bonjean mahasiswa Teknik Perancangan dan
Konstruksi Kapal)

Teknik Perancangan dan Konstruksi Kapal 34


MODUL DESIGN AND CONSTRUCTION 2016

4.3.2 Tugas Gambar Bojean


Bonjean curva adalah kurva yang menunjukkan luasan tiap-tiap station sebagai
fungsi dari sarat. Dengan gambar tersebut kita dapat menghitung volume tanpa kulit
untuk suatu kapal pada suatu sarat pada kondisi sarat yang ditinjau sampai geladak
teratas kapal baik dalam keadaan even keel maupun dalam keadaan trim.

Berikut adalah beberapa manfaat dari kurva Bojean:

1. Dengan Bonjean Curve dapat dicari displacement kapal pada kondisi even keel
ataupun trim serta dapat dicari harga B ataupun LCB.
2. Bonjean Curve dapat pula digunakan untuk mencari volume ruang muat kapal,
baik volume ruang muat total ataupun volume ruang muat antara dua sekat.

Teknik Perancangan dan Konstruksi Kapal 35


MODUL DESIGN AND CONSTRUCTION 2016

(Sumber: Laporan Tugas Gambar Hydrostatic dan Bonjean mahasiswa Teknik Perancangan dan
Konstruksi Kapal)

Teknik Perancangan dan Konstruksi Kapal 36


MODUL DESIGN AND CONSTRUCTION 2016

4.4 Tugas Gambar Konstruksi Kapal


Kapal merupakan salah satu sarana transportasi yang memiiki sistem konstruksi
yang sedikit berbeda dengan sistem konstruksi pada bangunan darat pada umumnya.
Dan kita sebagai arsitek harus mengetahui bagaimana kapal itu dibangun sesuai
dengan urutan-urutannya, bagaimana hubungan-hubungan dari bagian-bagian
konstruksi kapal tersebut serta bagaimana cara penyambungannya. Hal inilah yang
mendasari bahwa pentingnya konstruksi dalam bidang perkapalan.

Pada umunnya konstruksi kapal terdiri dari konstruksi badan kapal, konstruksi
bangunan atas kapal dan konstruksi rumah geladak kapal. konstruksi Badan kapal
terdiri dari lambung, lunas dan beberapa geladak. konstruksi Bangunan atas kapal
adalah bangunan tambahan yang terletak di bagian atas geladak kapal, panjangnya
sebagian panjang geladak dan pada beberapa hal mungkin sepanjang geladak.
konstruksi Bangunan atas kapal yang terletak di depan kapal mulai dari tinggi buritan
disebut poop deck.

Pada geladak utama biasanya terdapat rumah geladak kapal. Dimana rumah
geladak selalu lebih kecil dari pada lebar geladak kapal.

4.4.1 Pengertian Konstruksi Kapal


Konstruksi kapal secara umum berarti komponen-komponen suatu bangunan yang
mendukung suatu bangunan. Dalam bidang perkapalan, konstruksi kapal merupakan
susunan komponen-komponen pada bangunan kapal yang mana terdiri dari badan
kapal beserta bangunan atas (super structure).

4.4.2 Macam-Macam Sistem Konstruksi Kapal


Sistem kerangka/konstruksi kapal (framing system) dibedakan
dalam dua jenis utama; yaitu sistem kerangka melintang (transverse
framing system) dan sistem membujur atau memanjang (longitudinal
framing system). Dari kedua sistem utama ini maka dikenal pula sistem
kombinasi (combination/mixed framing system).

1. Sistem Rangka Konstruksi Melintang kapal

Sistem rangka konstruksi melintang kapal ialah merupakan konstruksi dimana


beban yang bekerja pada konstruksi diterima oleh pelat kulit dan balok-balok

Teknik Perancangan dan Konstruksi Kapal 37


MODUL DESIGN AND CONSTRUCTION 2016

memanjang dari kapal dengan pertolongan balok-balok yang terletak melintang


kapal.

Biasanya digunakan pada kapal yang mempunyai panjang 90 m , atau kapal yang
dikategorikan kapal pendek. Karena kapal kapal yang berukuran pendek, kekuatan
membujur kapal tidak terlalu besar sehingga konstruksi melintang sudah cukup
untuk menumpu kekuatan kapal.

Kebaikan dari rangka konstruksi melintang:


a. Menghasilkan konstruksi yang sederhana
b. Mudah dalam pembangunannya
c. Kekuatan melintang kapal baik sekali dengan adanya gading-gading utama
d. Jumlah dinding sekat melintang diperkecil
e. Memperkecil ruang palka
Kekurangan dari sistem rangka konstruksi melintang:
a. Modulus penampang melintang kapal adalah kecil dimana balok-balok
memanjang hanyalah pelat geladak, dasar ganda dan kulit dasar serta penumpu
tengah yang tak terpotong dan penumpu geladak.
b. Kestabilan dari pelat kulit lebih kecil.
c. Sistem konstruksi ini hanya dipakai pada kapal-kapal yang pendek dimana
kekuatan memanjang kapal sebagai akibat momen lengkung kapal tidak besar
dan tidak begitu berbahaya.

Main Frame Web Frame

Gambar 20. Gambar Konstruksi Melintang pada bagian tengah kapal (Midship)

Teknik Perancangan dan Konstruksi Kapal 38


MODUL DESIGN AND CONSTRUCTION 2016

2. Sistem Rangka Konstruksi Memanjang


Sistem konstruksi rangka memanjang ialah konstruksi dimana padanya bekerja
beban yang diterima oleh rangka konstruksi dan diuraikan pada hubungan-
hubungan kaku melintang kapal dengan pertolongan balok-balok memanjang.
Kebaikan dari sistem rangka konstruksi memanjang ialah:
a. Dengan adanya balok-balok memanjang yang tidak terpotong akan
memperbesar modulus penampang melintang kapal.
b. Dengan melekatnya balok-balok memanjang pada pelat dasar ganda berarti akan
lebih kaku konstruksi-konstruksi tersebut serta memperbesar kestabilannya.
Kekurangan dari sistem rangka konstruksi memanjang ialah:
a. Mengharuskan membuat dinding sekat melintang yang banyak pada kapal.
b. Memperbesar jumlah lubang palka.
c. Mempersatukan operasi pemuatan dan pembongkaran barang.
d. Sulit mengangkat barang-barang berukuran besar.

Gambar 21. Gambar Konstruksi Memanjang pada bagian tengah kapal (Midship)

3. Sistem rangka konstruksi kapal kombinasi.


Mengingat akan kekurangan-kekurangan pada sistem konstruksi melintang maka
timbul pemakaian sistem rangka konstruksi kombinasi. Sistem rangka konstruksi
kombinasi ialah gabungan dari sistem rangka konstruksi melintang dan sistem
rangka konstruksi memanjang. Pada konstruksi kombinasi, biasanya untuk

Teknik Perancangan dan Konstruksi Kapal 39


MODUL DESIGN AND CONSTRUCTION 2016

konstruksi deck, bottom nya menggunakan konstruksi memanjang, sedangkan


untuk konstruksi side nya menggunakan konstruksi melintang.

Gambar 22. Gambar Konstruksi kombinasi pada bagian tengah kapal (Midship)

Teknik Perancangan dan Konstruksi Kapal 40


MODUL DESIGN AND CONSTRUCTION 2016

(Sumber: Laporan Tugas Gambar Konstruksi Kapal mahasiswa Teknik Perancangan dan Konstruksi
Kapal)

Teknik Perancangan dan Konstruksi Kapal 41


MODUL DESIGN AND CONSTRUCTION 2016

Selain menggambarkan sistem konstruksi kapal, pada materi ini juga terdapat rencana
bukaan kulit yang merupakan petunjuk bagi pekerja untuk mengetahui susunan pelat, ukuran
pelat dan tebal masing-masing pelat. Demikian juga saat perbaikan (pergantian) pelat kulit,
dapat diketahui bagian kulit kapal yang harus diganti (replating) sesuai peraturan yang
diikuti.

Karena pelat kulit kapal berbentuk lengkung sesuai bentuk badan kapal, maka
diperlukan teknik khusus yang digunakan untuk mendapatkan ukuran dan bentuk masing-
masing lembar pelat secara benar, terutama untuk pengukuran, pemotongan dan pembentukan
pelat dari suatu pelat datar yang disesuaikan dengan ukuran dan bentuknya di badan kapal.
Ukuran pelat datar haruslah sesuai dengan yang tersedia di gudang galangan atau di pasaran.
Umumnya lebar pelat standar adalah 1,5 m, 1,8 m, 2,4 m dan panjang pelat standar adalah 6
m, 9 m, 12 m. Harus diusahakan agar sisa pelat terpotong sekecil mungkin.

Untuk penggambaran bukaan kulit dibutuhkan gambar rencana garis (lines plan) dan
rencana konstruksi (construction plan / steel plan). Pada gambar rencana garis lebih dahulu
dibuat body plan untuk setiap nomor gading (body plan untuk station dihapus, tidak dipakai
lagi).

Bagian konstruksi yang berhubungan dengan kulit kapal haruslah digambarkan, baik
yang membujur ataupun melintang, misalkan penumpu tengah dan penumpu sisi (centre
girder, side girder),pelantaian (floor), gading melintang (transverse framing) dan senta sisi
(side stringer), gading membujur (longitudinals) dan pelintang (transverses), tanktop, pondasi
motor induk, platform di kamar mesin, sekat melintang dan membujur (bulkhead), geladak
kedua dan seterusnya (untuk kapal lebih dari satu geladak) dan konstruksi lainnya.

Teknik Perancangan dan Konstruksi Kapal 42


MODUL DESIGN AND CONSTRUCTION 2016

(Sumber: Laporan Tugas Gambar Konstruksi Kapal mahasiswa Teknik Perancangan dan
Konstruksi Kapal)

Teknik Perancangan dan Konstruksi Kapal 43


MODUL DESIGN AND CONSTRUCTION 2016

4.5 Denah Kamar Mesin

4.5.1 Latar belakang dan tujuan


Perencanaan Kamar Mesin, merupakan salah satu perencanaan dari sebuah
kapal yang sangat vital setelah pekerjaan Hull selesai. Tata letak bagian dari sistem-
sistem harus dibuat sedemikian rupa sehingga relevan dengan keadaan yang
sebenarnya, seimbang antara kiri dan kanan serta memudahkan dalam pengoperasian,
reparasi serta perawatan. Juga diusahakan pipa sependek mungkin serta pertimbangan
efisiensi ruangan, sebab hal itu sangat berpengaruh terhadap biaya (cost) pembuatan
kapal secara keseluruhan.

4.5.2 Ruang lingkup


1. Lingkup Materi
Dalam perencanaan Layout kamar mesin masalah produk yang kami tekankan
adalah pemilihan daya pengerak, sistem dalam kapal, perhitungan general service
pump, perhitungan instalasi bongkar muat dan perlengkapan, daya di ruang
akomodasi, juga daya listrik yang dibutuhkan kapal.
2. Lingkup Operasional
Dalam Perencanaan Layout Kamar Mesin ini mengambil data berupa lines
plan, general arrangement, Longitudinal Section serta Transverse Section dari
tugas tugas Gambar terdahulu.

4.5.3 Prinsip-prinsip dalam layout kamar mesin


1. General arrangement dari dari kamar mesin harus mencakup segala sistem yang
ada di dalam kamar mesin.
2. Harus relevan dengan keadaan yang sebenarnya dalam peletakan diusahakan
harus seimbang antara kiri dan kanan dan harus ada ruangan untuk operation,
repair dan maintenance.
3. Wiring diagram instalasi listrik harus dikelompokkan sesuai dengan fungsi
masingmasing ( kabel ) Pipa dirancang sependek mungkin.

4.5.4 Relevansi
Dengan perencanaan Layout kamar mesin ini diharapkan diperoleh besarnya
tenaga penggerak kapal, jumlah sistem yang melayani. Dengan demikian akan didapat
sebuah hasil perencanaan kapal secara keseluruhan dengan baik, sehingga diperoleh

Teknik Perancangan dan Konstruksi Kapal 44


MODUL DESIGN AND CONSTRUCTION 2016

biaya yang minimal karena pembuatan yang mudah dan sedikitnya material yang
digunakan.

Teknik Perancangan dan Konstruksi Kapal 45


MODUL DESIGN AND CONSTRUCTION 2016

(Sumber: Laporan Tugas Gambar Denah Kamar Mesin mahasiswa Teknik Perancangan dan
Konstruksi Kapal)

Teknik Perancangan dan Konstruksi Kapal 46


MODUL DESIGN AND CONSTRUCTION 2016

4.6 Production Drawing


Production drawing (gambar produksi) yaitu gambar kerja yang akan dikirim ke
bengkel produksi (Sub Assembly dan Assembly) untuk dibuat benda aslinya. Gambar kerja
tersebut harus jelas, berisi tentang detail konstruksi, dimensi, marking, berbagai informasi
dan metode assembly karena merupakan suatu bentuk komunikasi yang ingin disampaikan
drafter kepada pihak yang melaksanakan pekerjaan di bengkel produksi. Kejelasan dari
production drawing tersebut merupakan faktor penentu keberhasilan produksi. Karena
semakin lengkap informasi yang diikutsertakan dalam gambar akan mengurangi kesalahan
pembangunan konstruksi. Pihak bengkel produksi akan lebih mudah menginterpretasikan
maksud drafter. Sehingga pembangunan konstruksi akan lebih ekonomis dan efektif.

Production drawing meliputi beberapa bagian gambar konstruksi besar yaitu yard
plan, block division dan lines plan. Dari ketiga gambar konstruksi besar tersebut akan
dipecah menjadi beberapa bagian gambar yang lebih komplek, menurut block divisionnya
masing-masing. Gambar konstruksi yang dimaksud adalah working drawing/shop drawing,
dilengkapi dengan data perhitungan berat konstruksi yang disebut material list. Working
drawing/shop drawing yaitu gambar konstruksi dari satu block yang dilengkapi dengan detail
konstruksi, marking pelat, dimensi dan informasi lainnya. Yang perlu juga disertakan pada
working drawing adalah metode pembangunan block tersebut (Assembly Method) dan
langkah-langkah pengelasan antar bagian pada block tersebut harus dijelaskan pada
Assembly Sequence. Hal ini untuk menghindari kesalahan urutan pengelasan masing-masing
profile maupun panel. Sehingga jelas panel mana yang harus dikerjakan di bengkel sub
assembly maupun bengkel assembly.

Working drawing meliputi beberapa bagian, yaitu:

1. Picture (Gambar Konstruksi)


2. Dimension (Ukuran)
3. Marking (Simbol)
4. Abbreviation (Singkatan Kata)
5. Information (Informasi)
6. Cover/Title (Judul)
Dari working drawing dan material list, selanjutnya akan dipecah lagi menjadi bagian
yang lebih kecil dan dibuat gambar benda kerja tiap-tiap profil. Gambar benda kerja ini
disebut piece drawing dan profile sketch. Setelah profile sketch selesai maka dari gambar ini

Teknik Perancangan dan Konstruksi Kapal 47


MODUL DESIGN AND CONSTRUCTION 2016

akan dibuatkan benda aslinya. Untuk itu perlu dibuatkan alur potong yang sesuai dengan
mesin CNC, agar tidak banyak pelat yang terbuang. Sehingga perlu dibuatkan nesting plate,
cutting plan dan steel list. Setelah semua selesai, kemudian dibuatkan NC program dan
dimasukkan ke mesin CNC untuk dilakukan pemotongan secara otomatis.

Alur pembuatan production drawing dapat dilihat dalam gambar berikut:

PRODUCTION DRAWING

YARD PLAN BLOCK DIVISION BODY PLAN

WORKING DRAWING

MATERIAL LIST

PIECE DRAWING

PROFILE SKETCH

NESTING PLATE

CUTTING PLAN

STEEL LIST

NC PROGRAM

Gambar Alur pembuatan Production Drawing.

Teknik Perancangan dan Konstruksi Kapal 48


MODUL DESIGN AND CONSTRUCTION 2016

Gambar Assembly metode

(Sumber: Laporan Tugas Gambar Production Drawing mahasiswa Teknik Perancangan dan
Konstruksi Kapal)

Teknik Perancangan dan Konstruksi Kapal 49


MODUL DESIGN AND CONSTRUCTION 2016

5 BAB V
PERUSAHAAN PERKAPALAN DI JAWA TIMUR

5.1 PT PAL Indonesia (PERSERO)


PT PAL Indonesia (PERSERO) bermula dari sebuah galangan kapal yang
bernama MARINE ESTABLISHMENT (ME) dan diresmikan oleh pemerintah
Belanda pada tahun 1939. Pada masa pendudukan Jepang, Perusahaan ini beralih nama
menjadi Kaigun SE 2124. Setelah kemerdekaan, Pemerintah Indonesia menasionalisasi
Perusahaan ini dan merubah namanya menjadi Penataran Angkatan Laut (PAL). Pada
tanggal 15 April 1980, Pemerintah merubah status Perusahaan dari Perusahaan Umum
menjadi Perseroan Terbatas sesuai dengan akta No. 12, yang dibuat oleh Notaris Hadi
Moentoro, SH.

Lokasi Perusahaan di Ujung Surabaya, dengan kegiatan utama memproduksi


kapal perang dan kapal niaga, memberikan jasa perbaikan dan pemeliharaan kapal,
serta rekayasa umum dengan spesifikasi tertentu berdasarkan pesanan.

PT PAL Indonesia (PERSERO) mempunyai reputasi sebagai kekuatan utama


untuk pengembangan industri maritim nasional. Sebagai usaha untuk mendukung
pondasi bagi industri maritim, PT PAL Indonesia (PERSERO) bekerja keras untuk
menyampaikan pengetahuan, ketrampilan dan teknologi untuk masyarakat luas industri
maritim nasional. Usaha ini telah menjadi relevan sebagai pemegang kunci untuk
meningkatkan industri maritim nasional.

Kemampuan rancang bangun yang menonjol dari PT PAL Indonesia


(PERSERO) telah memasuki pasaran internasional dan kualitasnya telah diakui dunia.
Kapal-kapal produksi PT PT PAL Indonesia (PERSERO) telah melayari perairan di
seluruh dunia. Sebagai galangan kapal dengan pengalaman lebih dari dua dasawarsa,
PT PAL Indonesia (PERSERO) memiliki beragam produk-produk berkualitas seperti
dijabarkan di bawah:

a. Produk kapal niaga


Pengembangan produk kapal niaga diarahkan pada pasar internasional,
pengembangan model-model industri pelayaran nasional dan pelayaran perintis
bagi penumpang dan barang (cargo). Kapasitas produksi per tahun saat ini
mencapai 3 unit kapal dengan ukuran 50,000 DWT dan 2 unit kapal dengan

Teknik Perancangan dan Konstruksi Kapal 50


MODUL DESIGN AND CONSTRUCTION 2016

ukuran 20,000 DWT per tahun. Pada saat ini PT PAL INDONESIA (PERSERO)
telah menguasai teknologi produksi untuk kapal-kapal seperti Kapal Bulker
sampai dengan 50.000 DWT, kapal container sampai dengan 1.600 TEUS, kapal
tanker sampai dengan 30,000 DWT, kapal penumpang sampai dengan 500 PAX.
Sementara itu produk yang telah dikembangkan antara lain kapal container sampai
dengan 2.600 TEUS, kapal Chemical Tanker sampai dengan 30,000 DWT, kapal
LPG Carrier sampai dengan 5.500 DWT.

b. Produk kapal cepat kapal khusus


Saat ini PT. PAL INDONESIA (PERSERO) tengah mengembangkan produk-
produk yang akan dipasarkan di dalam negeri, terutama untuk memenuhi
kebutuhan badan-badan pemerintah pusat seperti Departemen Pertahanan,
Kepolisian Rl, Departemen Kelautan, Departemen Keuangan/Direktorat Jenderal
Bea & Cukai serta Otonomi Daerah maupun swasta. Produk yang telah dikuasai
antara lain:
Kapal Landing Platform Dock 125 M
Kapal Patroli Cepat Lambung Baja klas 57 m
Kapal Patroli Cepat/ Kapal Khusus Lambung Aluminium klas sampai dengan
38 m
Kapal Tugboat dan Anchor Handling Tug/Supply sampai dengan klas 6.000
BHP
Kapal Ikan sampai dengan 600 GRT
Kapal Ferry dan Penumpang sampai dengan 500 pax

c. Produk harkan
Produk Jasa harkan kapal maupun non kapal meliputi jasa pemeliharaan dan
perbaikan kapal tingkat depo dengan kapasitas docking 600.000 DWT per tahun.
Selain itu jasa yang disediakan adalah annual/ special survey dan overhaul bagi
kapal niaga dan kapal perang, pemeliharaan dan perbaikan elektronika dan senjata
serta overhaul kapal selam. Peluang pasar untuk kategori pelayanan jasa seperti ini
berasal dari TNI - AL, swasta, pemerintah serta kapal-kapal yang singgah dan
berlabuh di Surabaya, dengan jumlah yang mencapai 6.800 kapal per tahun.

Teknik Perancangan dan Konstruksi Kapal 51


MODUL DESIGN AND CONSTRUCTION 2016

d. Rekayasa umum
Pada saat ini PT PAL INDONESIA (PERSERO) telah menguasai teknologi
produksi komponen pendukung industri pembangkit tenaga listrik seperti Boiler
dan Balance of Point. Kemampuan ini akan terus ditingkatkan sampai pada taraf
kemampuan modular dan EPC bagi industri pembangkit tenaga listrik skala kecil
menengah sampai dengan 50 Mega Watt.

Saat ini PT PAL INDONESIA (PERSERO) telah menguasai produk Rekayasa


Umum seperti Steam Turbine Assembly sampai dengan 600 MW, Komponen
Balance of Plant dan Boiler sampai dengan 600 MW, Compressor Module 40
MW, Barge Mounted Power Plant 30 MW, Pressure Vessels dan Heat
Exchangers, Generator Stator Frame s.d 600 MW. Sementara itu produk rekayasa
umum yang sedang dikembangkan adalah Steam Turbine Power Plant, Jacket's
structure sampai dengan 1000 ton serta Monopod dan Anjungan (Platform)
sampai dengan 1000 ton.

e. Pengembangan sumber daya manusia


Sejarah telah membuktikan kemampuan insan Indonesia sebagai pelaut yang
tersohor, namun untuk dapat bersaing di arena internasional yang semakin keras,
PT PAL INDONESIA (Persero) menyadari bahwa sejarah dan tradisi dapat
menjadi pendorong, namun pendidikan dan training bagi para karyawannya adalah
mutlak untuk menghasilkan Sumber Daya manusia yang tangguh dan memiliki
kemampuan tinggi. Sebagai tulang punggung perusahaan, bidang Sumber Daya
Manusia mendapat perhatian yang khusus dengan beragam kegiatan yang
bertujuan meningkatkan basis kompetensi dari para karyawan PT PAL
INDONESIA (Persero).
Dengan jumlah karyawan mencapai 2.685 personil, PT PAL INDONESIA
(Persero) menerapkan langkah-langkah strategis pengelolaan Sumber Daya
Manusia yang meliputi :

Pemangkasan bisnis proses dengan membangun sistim informasi SDM dengan


penggunaan sofware SDM yang disebut ASP.
Penataan fungsi organisasi, dengan memisahkan fungsi-fungsi Non-core/
pendukung tidak lagi dikelola oleh perusahaan tetapi dengan cara outsourcing

Teknik Perancangan dan Konstruksi Kapal 52


MODUL DESIGN AND CONSTRUCTION 2016

Peningkatan kompetensi, dengan membangun standard kompetensi baik


fungsional maupun structural sebagai bahan assessment.
Restrukturisasi personil yang kompetensinya tidak bisa dikembangkan secara
optimal.
Penggunaan outsourcing.
Mendukung peningkatan produksi disertai dengan pelatihan peningkatan
keahlian seperti misalnya pengelasan.

Selama kurun waktu 5 tahun terakhir ini, PT PAL INDONESIA (Persero) telah
berhasil menerapkan sistem yang dapat meningkatkan kompetensi, keahlian dan
manajemen Sumber Daya manusia serta pemagangan (apprenticeship) Kesemuanya ini
menunjukkan upaya yang sungguh-sungguh dari PT PAL INDONESIA (Persero) untuk
meningkatkan kemampuan inti (core competence) dari para karyawannya.

PT PAL INDONESIA (Persero) menyadari posisinya sebagai sebuah


perusahaan besar di tengah-tengah masyarakat Indonesia yang majemuk dan tugasnya
dalam melestarikan alam sekitarnya. Keperdulian PT PAL INDONESIA (Persero)
terhadap masyarakat dan lingkungannya tersebut diwujudkan dalam berbagai kegiatan
amal dan gerakan pelestarian lingkungan.

Perusahaan menerapkan standar manajemen lingkungan ISO 14001 dan


memberikan bantuan untuk korban bencana alam, pendidikan (beasiswa) dan fasilitas
sekolah, sarana ibadah (mushola, masjid dan gereja), pembangunan prasarana umum,
peningkatan kesehatan masyarakat dan peningkatan prestasi olahraga masyarakat.

Bentuk-bentuk kemitraan yang telah dikembangkan oleh perusahaan meliputi


pemberian pinjaman lunak untuk modal kerja dan investasi kepada para pengusaha
berskala kecil di wilayah Jawa Timur dan program pelatihan untuk mitra binaan. Saat
ini jumlah mitra binaan mencapai 880 usaha kecil.

5.2 PT DOK dan Perkapalan Surabaya


DPS secara strategis berada di Surabaya, kota terbesar kedua di Indonesia, dengan
akses mudah dari kota-kota besar di dunia. Hanya penerbangan 1 jam dari Jakarta, 2
jam dari Singapura, 3 jam dari Kuala Lumpur dan 4 jam dari Tokyo. Surabaya
dikelilingi oleh tempat-tempat yang indah. Bali, Yogyakarta, Bromo menyambut Anda.

Teknik Perancangan dan Konstruksi Kapal 53


MODUL DESIGN AND CONSTRUCTION 2016

Sementara Anda menunggu kapal Anda diperbaiki atau dibangun, Anda memiliki
kesempatan untuk mengunjungi salah satu dari tujuh keajaiban dunia - Candi
Borobudur - atau rasa lezat kuliner. Keuntungan lain dari galangan kami adalah sangat
dekat dengan pelabuhan Tanjung Perak Surabaya, salah satu pelabuhan internasional di
Indonesia.

Sejarah DPS dimulai pada September 22, 1910 ketika pemerintah kolonial
Belanda didirikan NV Drogdok Maatschappij. Hal itu awalnya ditujukan untuk layanan
kapal Belanda di Indonesia. Antara1942 dan 1945, perusahaan ini dikelola oleh
Pemerintah Jepang dengan nama Harima Zosen.

Setelah nasionalisasi perusahaan pada tanggal 1 Januari 1961, NVMaatschappij


Droogdok Soerabaja menjadi sebuah perusahaan milik negara bernama PN Dok dan
Perkapalan Surabaya. BerdasarkanKeputusan Menteri Komunikasi Laut pada tahun
1963, galanganSumber Bhaita diintegrasikan ke dalam perusahaan. Kemudian,sejak 8
Januari 1976 perusahaan telah diasumsikan status hukum baru sebagai PT. Dok dan
Perkapalan Surabaya (Persero).

Sejak dinasionalisasi pada tahun 1961, DPS telah menjadi perusahaan terkemuka
di bidang perbaikan kapal dengan berbagai jenis dan ukuran kapal yang diorder oleh
Klien dari berbagai belahan dunia. Dalam pembuatan kapal & teknik, DPS telah
menjalankan berbagai macam order di luar negeri selama beberapa tahun. Kami
memiliki catatan prestasi dalam teknologi konversi kapal dan jasa non-kapal, termasuk
produk desain dan rekayasa, konstruksi lepas pantai, fabrikasi crane dan perakitan, dan
setiap fabrikasi baja struktur lain yang berkaitan dengan kompetensi inti kami. DPS
memiliki tingkat produktivitas baja 10.000 ton per tahun yang sama dengan kapasitas
pembangunan kapal baru dari empat kapal 6.500 DWT per tahun.

Tujuan Perusahaan secara umum adalah turut melaksanakan dan menunjang


kebijaksanaan dan program pemerintah di bidang ekonomi dan pembangunan nasional
melalui penyelenggaraan usaha galangan kapal disamping memberikan keuntungan atau
manfaat besar bagi pemegang saham, konsumen, karyawan, perusahaan serta
masyarakat.

Teknik Perancangan dan Konstruksi Kapal 54


MODUL DESIGN AND CONSTRUCTION 2016

Agar lebih fokus dalam menjalankan bisnisnya, tujuan perusahaan secara umum
tersebut perlu dijabarkan secara spesifik ke dalam suatu tujuan khusus agar sesuai
dengan visi dan misi perusahaan.

Visi:

" Menjadi perusahaan jasa pemeliharaan, perbaikan dan pembangunan kapal yang
terdepan di Indonesia."

Misi:

1. Menyediakan jasa pemeliharaan dan perbaikan kapal serta alat apung lainnya
yang memberikan profitabilitas optimal secara berkesinambungan.
2. Tumbuh dan berkembang untuk mampu membangun kapal dan alat apung
lainnya yang memberikan nilai tambah.
3. Menerapkan budaya kerja tepat biaya, tepat mutu dan tepat waktu untuk
kepuasan pelanggan.
4. Memiliki SDM yang kompeten dan handal dalam memberikan solusi terbaik
sesuai prinsip tata kelola yang baik (GCG).
5. Menyelenggarakan kegiatan usaha secara profesional yang mengutamakan
kesehatan dan keselamatan kerja serta ramah lingkungan.

Sebagai persiapan untuk menjadi perusahaan kelas dunia, PT DOK dan Perkapalan
Surabaya terus meningkatkan tenaga kerja melaluiberbagai program pendidikan dan
pelatihan teknis serta pengetahuan manajemen. Selain itu, penelitian kami
&pengembangan diarahkan untuk meningkatkan produktivitas dan teknik manajemen
operasional.

Teknik Perancangan dan Konstruksi Kapal 55


MODUL DESIGN AND CONSTRUCTION 2016

5.3 PT Adiluhung Saranasegara Indonesia

PT. Adiluhung Saranasegara Indonesia didirikan pada tahun 1992 untuk


mendukung transportasi laut secara nasional dan untuk merespon tingginya kebutuhan
jasa perbaikan kapal dan kapasitas pembangunan kapal baru. Pada bulan September
tahun 2007, PT. Adiluhung Saranasegara menjadi bagian dari pelayanan PT. Dharma
Lautan Utama yaitu sebagai fasilitas perawatan dan perbaikan armada kapal PT.
Dharma Lautan Utama guna menunjang transportasi laut. Peningkatan kapasitas
pembangunan baru, reparasi kapal dan rekayasa umum, sumber daya manusia, fasilitas
dan peralatan secara berkesinambungan dilaksanakan guna menjamin kesiapan
menangani pekerjaan-pekerjaan baik yang bersifat rutin maupun emergency.

Selain menunjang sektor maritim, berkaitan dengan letak geografis galangan yang
berada di wilayah Madura, PT. Adiluhung Saranasegara Indonesia merupakan posisi
yang strategis dalam menunjang pertumbuhan infrastruktur di Madura. Dengan
didukung oleh tenaga-tenaga profesional, Perguruan Tinggi dari Institut Teknologi
Sepuluh Nopember (ITS), Biro Klasifikasi (BKI), Departemen Perindustrian dan
Asosiasi Iperindo PT. Adiluhung Saranasegara Indonesia optimis dapat menghasilkan
produk yang berkualitas.

Tentunya PT. Adiluhung Saranasegara Indonesia bukan hanya memberikan


kualitas produksi yang terbaik, tetapi juga harga yang kompetitif sesuai dengan Motto
KAMI MEMBERIKAN SOLUSI DAN PRODUK TERBAIK. Dengan kepercayaan
dari Pemerintah dan masyarakat pelayaran yang sudah demikian tinggi terhadap PT.
Adiluhung Saranasegara Indonesia, maka PT. Adiluhung Saranasegara Indonesia
memberikan layanan yang maksimal dengan menyediakan tempat pengedokan yang
bersih dan aman, peralatan produksi yang memenuhi syarat dan berteknologi tinggi,
ditunjang tenaga produksi yang bersertifikat, pelaksanaan pelatihan yang
berkesinambungan dan memberikan fasilitas kenyamanan kepada pelanggan dari sisi
Sumber Daya Manusia (SDM) yaitu tempat istirahat yang dilengkapi dengan Air
Conditioner (AC) dan TV, Ruang Meeting, Kantin, Musholla, Arena Olahraga dan
senam rutin.

PT. Adiluhung Saranasegara Indonesia telah membangun Kapal Baru dengan


berbagai tipe dan ukuran seperti Kapal Patroli, Kapal Ferry Ro-Ro, Kapal Cargo dan

Teknik Perancangan dan Konstruksi Kapal 56


MODUL DESIGN AND CONSTRUCTION 2016

berbagai tipe lainnya dengan kapasitas yang terus ditingkatkan serta telah dipercaya
untuk membangun kapal-kapal dari pemerintah dan swasta. Pembangunan kapal baru di
PT. Adiluhung Saranasegara Indonesia dilaksanakan dengan kualitas yang terbaik
sesuai spesifikasi teknis yang disyaratkan, penyelesaian pekerjaan dan pengiriman yang
tepat waktu serta dengan harga yang bersaing membawa PT. Adiluhung Saranasegara
Indonesia sebagai penunjang transportasi laut dalam menyatukan pulau-pulau di
Indonesia.

Selain itu, PT. Adiluhung Saranasegara Indonesia juga menyediakan galangan


untuk docking kapal. Galangan ini mulai tahun 1996 sampai dengan tahun 2007 telah
melaksanakan Reparasi Kapal sebanyak 323 kapal. Rata-rata dapat dilaksanakan
reparasi sebanyak 45 kapal per-tahun dengan fasilitas pengedokan Slipway dan akan
terus ditingkatkan dengan beroperasinya Floating Dock.

5.4 PT F1 Perkasa
PT F1 Perkasa adalah perusahaan perkapalan yang didirikan oleh alumni
Politeknik Perkapalan Negeri Surabaya. Pendirinya adalah Suyadi, Angkatan 1990
Politeknik Perkapalan Negeri Surabaya. PT F1 Perkasa bergerak di bidang pembuatan
kapal yang terbuat dari fiber. Letaknya adalah di Kabupaten Banyuwangi.

5.5 PT. Dumas Tanjung Perak


PT. Dumas Tanjung Perak dimulai sebagai sebuah perusahaan yang memberikan
layanan perbaikan kapal, tetapi sekarang telah mampu membangun kapal-kapal baru
yang memenuhi standar internasional dan peraturan.

PT. Dumas telah membangun banyak kapal yang tidak hanya memenuhi
kebutuhan pasar lokal, tetapi juga tuntutan pasar global. Kualitas dan ketepatan waktu
pengerjaan telah menyebabkan PT. Dumas menjalini kerjasama sebagai mitra
operasional Damen Shipyard Gorinchem (Belanda) untuk membantu mereka
membangun kapal-kapal baru untuk permintaan internasional.

Pengalaman dalam membuat berbagai jenis kapal telah diperkuat kepercayaan


dalam menghadapi era globalisasi di industri galangan kapal agar tetap selangkah lebih
maju dari kompetisi. Kesiapan menghadapi kompetisi menantang dengan galangan
kapal lokal maupun asing dikembangkan sepanjang pendirian dan diperkuat dengan
kepercayaan bahwa produk yang dapat membantu mendukung industri Maritim lokal.

Teknik Perancangan dan Konstruksi Kapal 57


MODUL DESIGN AND CONSTRUCTION 2016

Untuk menghadapi meningkatnya kebutuhan industri, PT. Dumas telah berhasil


melaksanakan prosedur jaminan mutu sesuai dengan standar ISO 9001: 2008,
disertifikasi oleh Lloyd Register. Penyempurnaan lebih jauh juga dilakukan untuk
memenuhi standar yang diperlukan oleh tukang las cek kinerja kualifikasi (WPQ),
dikonfirmasi oleh klasifikasi masyarakat.

Visi PT Dumas adalah untuk tetap berkomitmen dalam menciptakan sebuah


galangan kapal yang berpegang dengan mutu internasional standar. Pernyataan kualitas
PT Dumas adalah untuk terus meningkatkan kualitas, untuk menjamin kepuasan
pelanggan dengan memastikan kualitas dan ketepatan waktu dalam pengiriman,
meningkatkan kualitas karyawan kami dalam hal pengerjaan dan kesejahteraan, dan
menjadi bagian-bagian penunjang industri Maritim Nasional.

Untuk tetap kompetitif, PT. Dumas juga didukung oleh beberapa faktor:

1. Komitmen manajemen untuk mengajukan sistem manajemen mutu.


2. Penyediaan fasilitas yang baik untuk pembangunan kapal baru.
3. Metode pembuatan kapal baru yang canggih.
4. Pengalaman pembuatan kapal yang lebih dari 40 tahun.

Teknik Perancangan dan Konstruksi Kapal 58


MODUL DESIGN AND CONSTRUCTION 2016

6 DAFTAR PUSTAKA
Informasi dan Pengenalan Politeknik Perkapalan Negeri Surabaya 2015

Informasi dan Pengenalan Politeknik Perkapalan Negeri Surabaya 2016

SEKRETARIS HIMADEC, Anggota HIMADEC 2016/2017

Indra Kusna Djaya, M. S. (2008). Teknik Konstruksi Kapal Baja Jilid 1. In M. S. Indra Kusna
Djaya, Teknik Konstruksi Kapal Baja Jilid 1 (pp. 1336-139).

Indra Kusna Djaya, M. S. (2008). Teknik Konstruksi Kapal Jilid 1. In M. S. Indra Kusna
Djaya, Teknik Konstruksi Kapal Jilid 1 (pp. 60-113).

Laporan Tugas Gambar mahasiswa Teknik Perancangan dan Konstruksi Kapal

Habibi.BAGIAN-BAGIAN KAPAL.2014.http://teori-bangunan-
kapal.blogspot.co.id/2014/02/bagian-bagian-kapal_9.html

http://teori-bangunan-kapal.blogspot.co.id/2014/02/bagian-bagian-kapal_9.html

Hidayat Rahmat.2015.KOMPONEN-KOMPONEN SISTEM KEMUDI.


http://www.kitapunya.net/2014/12/komponen-komponen-sistem-kemudi.html

Sanjaya, R. (2014). Sejarah PT. PAL INDONESIA (Persero). Retrieved Desember 8, 2016,
from http://navale-engineering.blogspot.co.id/2013/02/pt-pal-indonesia-persero.html

Member API. (t.thn.). Dipetik Desember 8, 2016, dari Asosiasi Pengelasan Indonesia (API-
IWS): http://www.api-iws.org/index.php/member-api/member-platinum

Sejarah Perusahaan. (t.thn.). Dipetik Desember 8, 2016, dari PT ADILUHUNG


SARANASEGARA INDONESIA DLU MAINTENANCE FACILITY:
http://assishipyard.com/in/sejarah

DPS-PT Dok dan Perkapalan Surabaya (Persero). (t.thn.). Dipetik Desember 8, 2012, dari
PUBinfo: http://www.pubinfo.id/instansi-536-dps--pt-dok-dan-perkapalan-surabaya-
persero.html

Teknik Perancangan dan Konstruksi Kapal 59

Anda mungkin juga menyukai