0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
34 tayangan2 halaman

Audit PPI dan Kepatuhan Hand Hygiene Puskesmas

Laporan audit Tim PPI UPTD Puskesmas Bener Kelipah menunjukkan angka kepatuhan mencuci tangan tenaga medis masih rendah yakni sekitar 95%. Saran termasuk meningkatkan sosialisasi pentingnya mencuci tangan, menyediakan fasilitas cuci tangan di setiap unit, serta melakukan advokasi kepada pimpinan tentang pentingnya menurunkan infeksi nosokomial.

Diunggah oleh

indahismatul81
Hak Cipta
© © All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
34 tayangan2 halaman

Audit PPI dan Kepatuhan Hand Hygiene Puskesmas

Laporan audit Tim PPI UPTD Puskesmas Bener Kelipah menunjukkan angka kepatuhan mencuci tangan tenaga medis masih rendah yakni sekitar 95%. Saran termasuk meningkatkan sosialisasi pentingnya mencuci tangan, menyediakan fasilitas cuci tangan di setiap unit, serta melakukan advokasi kepada pimpinan tentang pentingnya menurunkan infeksi nosokomial.

Diunggah oleh

indahismatul81
Hak Cipta
© © All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd

PEMERINTAH KABUPATEN BENER MERIAH

DINAS KESEHATAN
UNIT PELAKSANA TEKNIS DAERAH
PUSKESMAS BENER KELIPAH
Jln.Ramung Jaya-Pondok Baru Kec Bener Kelipah Kab.Bener Meriah
Kode Pos 24583 E-Mail : bkelipah@gmail.com

LAPORAN AUDIT PPI UPTD PUSKESMAS BENER KELIPAH

A. Pendahuluan
Infeksi nosokomial atau HAIs adalah infeksi yang di dapat atau timbul pada waktu
pasien di rawat di Puskesmas atau faskes kesehatan lainnya. Hais dapat disebabkan oleh bakteri
yang berada di lingkungan Puskesmas atau dari pasien sendiri. Berdasarkan penyebabnya maka
kejadian HAIs secara potensial dapat dicegah atau diturunkan angka kejadiannya. Sehubungan
dengan besarnya masalah dan akibat infeksi. HAIs yg di timbulkan, maka perlu di tingkatkan
pengendalian infeksi HAIs dan Kesehatan Lingkungan.
Sasaran yang ingin di capai melaui pengendalian infeksi HAIs adalah peningkatan mutu
pelayanan di Puskesmas dan efisiensi pelayanan terhadap keamanan dan keselamatan pasien
pencegahan dan pengendalian infeksi merupakan bagian kegiatan peningkatan mutu dan
keselamatan pasien di Puskesmas Bener Kelipah Tim PPI dalam kegiatan pengendalian dan
pencegahan Infeksi di Puskesmas Bener Kelipah. Tim PPI menentukan Indikator angka Infeksi
HAIs di Puskesmas Bener Kelipah. Salah satu upaya menurunkan angka Infeksi HAIs adalah
dengan melakukan audit PPI pada Indikator area klinis dan area Keselamatan pasien. Audit PPI
meliputi audit Hand Hygiene, audit & fasilitas cuci tangan, dan audit APD. Pengumpulan dan
Indikator dilakukan oleh tim PPI. Setelah di lakukan analisis, Hasil evaluasi di laporkan pada
saat rapat Koordinasi. Tim PPI memberi masukan dan rekomendasi serta melaporkan hasil
rekomendasi serta melaporkan hasil evaluasi akhir kepada pimpinan Puskesmas Bener Kelipah.

B. Tujuan
1. Untuk standarisasi proses identifikasi pelaksanaan dan kepatuhan mencuci tangan di
Puskesmas Bener Kelipah.
2. Untuk memberikan pedoman yang jelas mengenai proses, momen, dan cara mencuci tangan
dengan benar.

C. Rekomendasi dan Tindak Lanjut


1. Tetap melakukan sosialisasi kepatuhan hand hygiene kepada petugas, pasien dan pengunjung
dalam rangka menggalakkan kepatuhan melakukan cuci tangan
2. Follow up untuk penambahan sarana kebersihan tangan di unit berisiko seperti farmasi, dan
aula.
3. Menyediakan sarana leaflet dan banner kebersihan tangan di TPP karena banyak aktivitas
dilakukan di unit tersebut dan salah satu pintu masuk pasien dan pengunjung untuk pelayanan.
D. Hasil dan Analisis Data
Data audit Tim PPI tahun 2022 di dapatkan data sebagai berikut :
 Angka kepatuhan Hand Hygiene adalah
 Dokter : 95%
 Perawat dan Bidan : 95%
 Tenaga Kesehatan lain : 95,%
 Angka audit HH fasilitas adalah: 90%
 Angka audit APD: 75%
 Angka audit Limbah:75%
Analisis data di dapatkan rendahnya angka kepatuhan cuci tangan, pemakaian APD berkaitan
dengan beberapa hal sebagai berikut diantaranya adalah data dari Audit PPI tentang Hand
Hygiene diatas adalah kesadaran dalam melakukan nya masih rendah hanya sebagian besar saja
yang melakukannya pada saat datang dan pulang dinas serta setelah prosedur maupun setelah
kontak dengan pasien. Etika batuk juga masih dibawah standar, Karena petugas belum memiliki
pemahaman bahwa berguna untuk mencegah penyebaran virus ke udara sehingga tidak
menularkan kepada orang lain.
Sedangkan data audit lainnya juga masih rendah dikarenakan kurangnya kegiatan audit Tim
PPI dan Sosialisasi Tim PPI.

E. KESIMPULAN
Dari hasil Analisis data diatas dapat disimpulkan bahwa faktor yang mempengaruhi
rendahnya angka audit tim PPI di karenakan masih rendahnya kesadaran tenaga kesehatan
melakukan kepatuhan Mencuci Tangan (Hand Hygiene) , Penatalaksanaan sampah.

F. SARAN
1. Perlunya peningkatan pengawasan terhadap Hand Hygiene
2. Perlunya peningkatan pengawasan terhadap Hand hygiene disetiap unit pelayanan Puskesmas
Bener Kelipah
3. Perlunya penyediaan alat alat / fasilitas cuci tangan di setiap wastafel puskesmas, dan disetiap
unit perawatan
4. Melakukan sosialisasi kepada para dokter dan melakukan advokasi kepada pimpinan
Puskesmas tentang pentingnya pemeriksaan Kultur Kuman pada pasien di Puskesmas Bener
Kelipah.

Bener Kelipah, 31 Oktober 2023


Kepala UPTD Puskesmas Bener Kelipah

IFNI GUNAWAN, S.Kep, Ners


NIP. 19760601 200604 1 006

Anda mungkin juga menyukai