Anda di halaman 1dari 7

Labotarium Konstruksi dan Pemetaan

Departemen Teknik Sipil & Lingkungan - Fakultas Teknik


Universitas Indonesia

Anggota Kelompok : 1. Karisa Ismaratri Utomo – 2106732701


2. Airizya Nurmariam Rizadh– 2006578841
3. M. Riski Maulanna – 2106653501
4. Selvia Kamalia – 2106655066
5. Rasendriya Daffa –1806187360
Kelompok : 19
Hari/Tanggal Praktikum : Senin, 6 November 2023
Judul Praktikum : 04 – Pematokan (Staking Out)
Nama Asisten : Joserico
Tanggal Pengumpulan : Sabtu, 11 November 2023

A. TUJUAN
Praktikum ini bertujuan menentukan posisi patok di lapangan berdasarkan
koordinat patok yang di rencanakan dari titik acuan/benchmark (BM) dan
mengetahui perbedaan antara di peta rencana dengan lapangan.
B. DASAR TEORI
Salah satu pekerjaan penting dalam surveying rekayasa adalah melakukan
pematokan setting-out/staking-out). Implementasi staking-out geometri horisontal
dan vertikal yang dilakukan adalah untuk memenuhi akurasi tertentu yang
diinginkan. Staking out dibutuhkan dalam pekerjaan Teknik Sipil untuk
mengetahui batasan konstruksi sebuah proyek yang akan dikerjakan, sehingga
dapat dilakukan pembangunan yang lebih teliti dan sesuai dengan peta rencana.
Pada modul 4 ini, staking out dilakukan dengan bantuan alat Total Station.
Instrumen ini digunakan untuk mendapat jarak Easting & Northing titik yang
ditinjau.

C. DATA PRAKTIKUM
Tabel 1. Titik Koordinat yang diinstruksikan
Koordinat lokal dari BM (m)
Titik Keterangan
North (N) East (E)
A 10 3 Instruksi diberikan
B 5 7 dari asisten
Sumber: Hasil Pengamatan (2023)
Labotarium Konstruksi dan Pemetaan
Departemen Teknik Sipil & Lingkungan - Fakultas Teknik
Universitas Indonesia

Tabel 2. Titik Lapangan


Koordinat dari BM
Iterasi A B Keterangan
North (N) East (E) North (N) East (E)
1 9.871 0.875 6.5 7.384
Pengamatan
2 10.302 1.577 5.283 6.131
Praktikan
3 10.558 2.684 5.377 6.822

Sumber: Hasil Pengamatan (2023)

D. PENGOLAHAN DATA

Tabel 3. Panjang AB Instruksi


I j Panjang
Panjang AB instruksi (m')
-5 -4 6.4031
Sumber: Hasil Perhitungan Pengamatan (2023)

Tabel 4. Panjang AB Percobaan 1

I J Panjang
Panjang AB lapangan (m')
-3.371 6.509 7.330
Sumber: Hasil Perhitungan Pengamatan (2023)

Tabel 5. Panjang AB Percobaan 2

i J Panjang
Panjang AB lapangan (m')
-5.019 4.554 6.777
Sumber: Hasil Perhitungan Pengamatan (2023)

Tabel 6. Panjang AB Percobaan 3


i j Panjang
Panjang AB lapangan (m')
-5.181 4.138 6.631
Sumber: Hasil Perhitungan Pengamatan (2023)

Tabel 7. Error Percobaan


ERROR
A B
ITERASI Panjang AB
North (N) East (E) North (N) East (E)
1 1.29% 70.8% 30.00% 5.49% 14.48%
2 3.02% 20.3% 5.66% 12.41% 5.84%
Labotarium Konstruksi dan Pemetaan
Departemen Teknik Sipil & Lingkungan - Fakultas Teknik
Universitas Indonesia

ERROR
3 5.58% 10.5% 7.54% 2.54% 3.55%
Sumber: Hasil Pengamatan (2023)

Perhitungan

1. Panjang AB
Dari data-data praktikum yang didapat, dicari jarak antar patok dengan cara
sebagai berikut:
𝐴𝐵 = √(N2 − N1) 2 + (E2 − E1) 2 = √(i) 2 + (j) 2
AB = jarak antara titik A dan B
N2 = jarak ke Utara patok B
N1 = jarak ke Utara patok A
E2 = Jarak ke Timur patok B
E1 = Jarak ke Timur patok A
i = Koordinat Easting B – Koordinat Easting A
j = Koordinat Northing B – Koordinat Northing A

Contoh perhitungan Panjang AB berdasarkan koordinat yang diberikan asisten


adalah sebagai berikut:
𝐴𝐵 = √(5 − 10) 2 + (7 − 3) 2 = √(−5) 2 + (−4) 2 = 6.4031 meter
2. Error
𝐸𝑎𝑠𝑡𝑖𝑛𝑔 𝐼𝑛𝑠𝑡𝑟𝑢𝑘𝑠𝑖 𝐴−𝐸𝑎𝑠𝑡𝑖𝑛𝑔 𝑃𝑒𝑟𝑐𝑜𝑏𝑎𝑎𝑛 𝐴
• Easting A = | | × 100%
𝐸𝑎𝑠𝑡𝑖𝑛𝑔 𝐼𝑛𝑠𝑡𝑟𝑢𝑘𝑠𝑖 𝐴

𝑁𝑜𝑟𝑡ℎ𝑖𝑛𝑔 𝐼𝑛𝑠𝑡𝑟𝑢𝑘𝑠𝑖 𝐴−𝑁𝑜𝑟𝑡ℎ𝑖𝑛𝑔 𝑃𝑒𝑟𝑐𝑜𝑏𝑎𝑎𝑛 𝐴


• Northing A =| | × 100%
𝑁𝑜𝑟𝑡ℎ𝑖𝑛𝑔 𝐼𝑛𝑠𝑡𝑟𝑢𝑘𝑠𝑖 𝐴

𝐸𝑎𝑠𝑡𝑖𝑛𝑔 𝐼𝑛𝑠𝑡𝑟𝑢𝑘𝑠𝑖 𝐵−𝐸𝑎𝑠𝑡𝑖𝑛𝑔 𝑃𝑒𝑟𝑐𝑜𝑏𝑎𝑎𝑛 𝐵


• Easting B =| | × 100%
𝐸𝑎𝑠𝑡𝑖𝑛𝑔 𝐼𝑛𝑠𝑡𝑟𝑢𝑘𝑠𝑖 𝐵

𝑁𝑜𝑟𝑡ℎ𝑖𝑛𝑔 𝐼𝑛𝑠𝑡𝑟𝑢𝑘𝑠𝑖 𝐵−𝑁𝑜𝑟𝑡ℎ𝑖𝑛𝑔 𝑃𝑒𝑟𝑐𝑜𝑏𝑎𝑎𝑛 𝐵


• Northing B =| | × 100%
𝑁𝑜𝑟𝑡ℎ𝑖𝑛𝑔 𝐼𝑛𝑠𝑡𝑟𝑢𝑘𝑠𝑖 𝐵

Berikut merupakan contoh perhitungan error pada Easting A percobaan 1:


Labotarium Konstruksi dan Pemetaan
Departemen Teknik Sipil & Lingkungan - Fakultas Teknik
Universitas Indonesia

𝐸𝑎𝑠𝑡𝑖𝑛𝑔 𝐼𝑛𝑠𝑡𝑟𝑢𝑘𝑠𝑖 𝐴−𝐸𝑎𝑠𝑡𝑖𝑛𝑔 𝑃𝑒𝑟𝑐𝑜𝑏𝑎𝑎𝑛 𝐴


Easting A = | | × 100%
𝐸𝑎𝑠𝑡𝑖𝑛𝑔 𝐼𝑛𝑠𝑡𝑟𝑢𝑘𝑠𝑖 𝐴

3−0.875
=| | × 100% = 70.8%
3

E. ANALISIS
Analisis Percobaan
Praktikum Modul 04 untuk menentukan posisi patok di lapangan
berdasarkan koordinat titik yang diinstruksikan. Alat yang dibutuhkan adalah
Total Station untuk mencari titik yang diinstruksikan, caranya dengan
menembakkan laser ke levelling staff. Selain itu, dibutuhkan tripod untuk
meletakkan Total Station, pita ukur untuk mengukur jarak antar titik secara
manual.
Langkah-langkah untuk melakukan praktikum ini yaitu, pertama praktikan
menentukan titik yang akan menjadi acuan/benchmark. Titik acuan ini
merupakan tempat diletakkannya Total Station yang terpasang pada di atas
tripod. Posisi tripod harus rata horizontal dengan cara mengatur panjang kaki
tripod menggunakan levelling screw. Selanjutnya atur alat Total Station hingga
gelembung nivo berada di tengah lingkaran kecil. Pastikan bahwa arah bidik
vertikal Total Station sebesar 90o agar rata horizontal. Kemudian atur alat ke
posisi utara menggunakan bantuan kompas yang dapat diakses smartphone.
Dengan menggunakan estimasi menggunakan Langkah kaki, praktikan
mencari posisi A dan B dengan menggunakan koordinat Northing dan Easting
yang telah diberikan sesuai dengan instruksi. Setelah menemukan posisi titik
yang ditinjau secara manual, letakkan levelling staff di atas posisi perkiraan.
Lalu, bidikkan laser Total Station ke arah levelling staff dan catat koordinat dari
hasil pembacaan instrument tersebut. Ulangi pencarian titik ukur ini sampai
tiga kali percobaan agar mendapatkan hasil yang yang mendekati titik yang
diinstruksikan.

Analisis Hasil
Dari praktikum yang telah dilakukan, praktikan dapat mengetahui letak titik
yang diinstruksikan. Praktikan melakukan percobaan sebanyak 3 kali hingga
mendapatkan koordinat yang mendekati titik ukur. Dengan selisih koordinat
Labotarium Konstruksi dan Pemetaan
Departemen Teknik Sipil & Lingkungan - Fakultas Teknik
Universitas Indonesia

Northing dan Easting yang diperoleh, praktikan kemudian menghitung jarak


dari A dan B menggunakan rumus phytagoras.

Tabel 9 Nilai Error Percobaan


ERROR
A B
ITERASI Panjang AB
North (N) East (E) North (N) East (E)
1 1.29% 70.8% 30.00% 5.49% 14.48%
2 3.02% 20.3% 5.66% 12.41% 5.84%
3 5.58% 10.5% 7.54% 2.54% 3.55%

Sumber: Hasil Perhitungan Pengamatan (2023)

Pada percobaan pertama di titik A terdapat didapatkan nilai Northing (N)


sebesar 9.871 meter dan Easting (E) sebesar 0.875 meter. Nilai error Northing
(N) sebesar 1.29% dan Easting (E) sebesar 70.8%. Dapat dilihat bahwa terdapat
error yang sangat besar pada percobaan pertama di titik A pada Easting (E), hal
ini menunjukkan bahwa saat pengambilan data dilapangan terjadi kesalahan
praktikan sehingga mempengaruhi titik pematokan. Pada titik B didapat nilai
Northing (N) 6.5 meter dan Easting E sebesar 7.384 meter. Nilai error Northing
(N) 30% dan Easting (E) sebesar 5.49%. Pada jarak AB didapatkan Panjang
7.330 meter dengan nilai error sebesar 14.48%.
Pada percobaan kedua di titik A didapat nilai Northing (N) sebesar 10.302
meter dan Easting (E) sebesar 1.577 meter. Nilai error Northing (N) sebesar
3.02% dan Easting (E) sebesar 20.3%. Pada titik B didapat nilai Northing (N)
sebesar 5.383 meter dan Easting (E) sebesar 6.131 meter. Nilai error Northing
(N) sebesar 5.66% dan Easting (E) sebesar 12.41%. Pada jarak AB didapat nilai
6.777 meter dengan nilai error sebesar 5.84%.
Pada percobaan ketiga di titik A didapat nilai Northing (N) sebesar 10.558
meter dan Easting (E) sebesar 2.684 meter. Nilai error Northing (N) sebesar
5.58% dan Easting (E) sebesar 10.5%. Pada titik B didapat nilai Northing (N)
sebesar 5.377 meter dan Easting (E) sebesar 6.822 meter. Nilai error Northing
Labotarium Konstruksi dan Pemetaan
Departemen Teknik Sipil & Lingkungan - Fakultas Teknik
Universitas Indonesia

(N) sebesar 7.54% dan Easting (E) sebesar 2.54%. Pada jarak AB didapat nilai
6.631 meter dengan nilai error sebesar 3.55 %.
Semakin banyak percobaan maka nilai error yang muncul akan semakin
kecil. Berkurangnya nilai error pada percobaan ini menandakan bahwa
nilai/data yang didapat pada praktikum sudah mendekati hasil Northing (N) dan
Easting (E) koordinat titik A dan B dari BM (target) yang telah diinstruksikan
oleh asisten.
Analisis Kesalahan
Kesalahan pada praktikum kali ini dapat disebabkan oleh beberapa faktor, yaitu:
1. Tidak tepat dalam membidik levelling staff pada saat melakukan
pengukuran dengan Total Station
2. Centering Total Station yang kurang baik sehingga posisi nivo tidak berada
pas di tengah.
3. Kecerobohan praktikan dalam meletakan levelling staff sehingga tidak
berdiri tegak 90 derajat saat melakukan pengukuran.
4. Kemungkinan terjadinya error alat Total Station yang masih di atas 10 detik.
5. Kecerobohan praktikan dalam meletakan levelling staff sehingga tidak
berdiri tegak 90 derajat saat melakukan pengukuran.

F. APLIKASI
Aplikasi dari praktikum modul 04 yaitu:
1. Untuk mengetahui batas-batas konstruksi bangunan maupun jalan, sehingga
dapat dilakukan pembangunan yang sesuai dengan rencana.
2. Menentukan titik as bangunan
3. Menentukan patok untuk membuat tikungan jalan.
4. Untuk mengetahui atau menetapkan posisi satu titik-tiitk lain terhadap titik
tetap yang akan membantu seorang engineer dalam memperoleh bentuk
profil/relief dari permukaan tanah yang akan didirikan bangunan

G. KESIMPULAN
Kesimpulan yang didapat dari ptaktikum ini adalah:
Labotarium Konstruksi dan Pemetaan
Departemen Teknik Sipil & Lingkungan - Fakultas Teknik
Universitas Indonesia

1. Error atau kesalahan relatif terbesar berada pada percobaan pertama dengan
nilai error sebesar 70.8% terhadap kordinat Easting (E) titik A, terhadap
koordinat Northing (N) titik B sebesar 30%, dan untuk jarak AB sebesar
14.48%.
2. Error atau kesalahan relatif terkecil berada pada percobaan pertama dengan
nilai error sebesar 1.29% terhadap kordinat Northing (N) titik A, serta pada
percobaan ketiga terhadap koordinat Northing (N) titik B sebesar 2.54%,
dan untuk jarak AB pada percobaan ketiga sebesar 3.55%.
3. Dalam praktikum pematokan, praktikan dapat mencari letak patok yang
mendekati koordinat yang diinstruksikan oleh asisten.
4. Semakin banyak melakukan pengukuran manual, maka titik koordinat yang
ditemukan semakin mendekati titik instruksi

H. REFERENSI
(2023). Modul Praktikum Pemetaan. Fakultas Teknik Universitas Indonesia
Tim Dosen Ilmu Ukur Tanah. (2023). Levelling & Topografi. Fakultas Teknik
Universitas Indonesia
Hedriangtiningsih, S. (2008). Aplikasi Stake-Out Titik dengan Akurasi Tinggi.
dot.state.wy.us. (2013). Section III Measurements and Errors. Jurnal Teoritis
dan Terapan Bidang Rekayasa Sipil, 15(2), 59.

I. LAMPIRAN

Gambar 1. Proses Pengukuran dengan bantuan Total Station


Sumber: Dokumentasi Praktikan (2023)

Anda mungkin juga menyukai