Basic Ventilator
Nafas dibantu alat - ventilator
Mengapa Pasien perlu di pasang Respirator
Tidak bernafas/apnea
Bernafas tapi tidak adekwat
Diperkirakan akan ada
ancaman gangguan nafas
1. Memasukkan oksigen ke paru
2. Jika tidak berhasil masuk paru, alat itu memberi tahu
3. Jika kita salah, alat itu memberi tahu
4. Jika kita tetap salah, alat itu melakukan kompensasi
NAFAS ADEKWAT
Mampu mempertahankan
PaO2 PaCO2 pH
80 – 100 mmHg 35 - 45 mmHg 7.35 – 7.45 mmHg
Kasus
•Seorang wanita 60 tahun, berat badan 50 kg di
temukan tidak sadar di rumah.
•Menurut keluarga yang membawa, pasien
punya riwayat tekanan darah tinggi dan DM
yang tidak terkontrol.
Kondisi saat di bawa :
Airway : Ngorok
Breathing : Rate Nafas 34 x/Menit, Suara Nafas Vesikuler
+/+, Rhonki -/-, SpO2 90 %
Circulation : TD :170/100, Nadi 120 x/menit
Kesadaran : Respon to pain, GCS 1-1-3, Pupil bulat isokor
Gas Darah : Ph 7.23 ; PCO2 25; PO2 70 ; BE -1
Oleh dokter yang jaga di UGD, Pasien dikonsulkan untuk dilakukan
intubasi..
Kemudian pasien di intubasi menggunakan Sedasi dan muscle relaxan.
Sementara nafas pasien di kontrol menggunakan Jackson Rees 10 LPM..
Bagaimana kita melakukan pengaturan
respirator pada pasien ini?
GAGAL NAFAS
Nafas dibantu alat - ventilator
Terminologi
• Tidal Volume (TV) : Volume udara sekali bernafas (6 – 8 cc/kgBB)
• Frekuensi (F) : Jumlah Nafas dalam 1 Menit (12 – 20 x/menit)
• Minute Volume (MV) : Volume udara dalam 1 menit (100 cc/kgBB)
• MV = TV x F
• FiO2 : Fraksi / Konsentrasi Oksigen
• PEEP : Tekanan positif di akhir ekspirasi ( 5 cmH2O)
• I:E : Perbandingan inspirasi dan ekspirasi (1:2 / 1:3)
Seorang wanita 60 tahun, berat badan 50 kg di temukan tidak sadar di
rumah.
TV : 6 – 8 cc/kgBB = (6 – 8 ) x 50 = 300 – 400 cc
MV = 100 cc/kgBB = 100 cc x 50 = 5000 cc = 5 L
MV = TV x Frekuensi → Frekuensi = MV/TV = 5000 / (300 – 400)
= 12.5 - 16.6 → 15 x/menit
PEEP = 5 cmH2O
I:E = 1:2 FiO2 = 100 %
Settings
Hasil Yang Keluar
Yang Di Settings
Setelah itu→ Monitoring
• Dengarkan bunyi nafas kiri dan kanan → Simetris / tidak
• Lihat saturasi oksigen di monitor
• Lihat Hemodinamik
• Lab → Gas Darah
SETTING AWAL
RESPON
• Klinis
• Laboratoris
Evaluasi
Atur lagi
SaO2 > 90% PaCO2 35-45 mmHg MODE
PaO2 > 70 mmHg atur minute volume CMV
• atur FiO2 ACV
• atur PEEP SIMV
• atur I:E PS/VS
CPAP
17
KRITERIA PONTOPPIDAN
Close Intubation
Criteria Normal monitoring,oxygen, Ventilation
physical Tx tracheostomy
Mechanics :
• Respiratory rate/Min 12 -25 25 – 35 >35, <10
•Vital capacity mml/kg 70 – 30 30 – 15 < 15
•Inspiratory force cm h2o 100 - 50 50 – 25 < 25
Oksigenation :
• A – a DO2 mm hg 50 – 200 200 – 350 > 350
• PaO2 mm Hg 100 – 75 200 – 70 < 70
(air) (mask O2) (mask O2)
Ventilation :
• VD/VT 0,3 – 0,4 0,4 – 0,6 > 0,6
•PaCO2 mm hg 35 – 45 45 – 60 > 60
19
Praktek
• Melakukan kalibrasi ventilator
• Melakukan setting ventilator
• Mengecek DOPE
• Penggunaan NIV
Soal 1
• Seorang pasien laki-laki usia 40 tahun, BB 75 kg, dibawa ke IGD
karena KLL, wajah hancur dan mengeluarkan darah. Pasien tampak
sesak, GCS E3V2M5, RR 35x/menit ves/ves, TD 160/100, N 140
x/menit. Pada pasien dilakukan intubasi dan direncakan masuk ICU.
• Bagaimana settingan ventilator untuk pasien tsb?
• TV 75x6 = 450 cc – 75x8= 600 cc
• Frekuensi 16 x /menit
• PEEP 5
• FiO2 100%
• I:E 1:2
Soal 2
• Pasien perempuan usia 50 tahun, BB 65 kg dibawa ke IGD dengan DM
tidak terkontrol. Kondisi saat datang airway ngorok, RR 40 x/menit
ves/ves, TD 170/100, N 120 x/menit, respon to pain. Oleh dokter,
pasien diintubasi, dipasang ETT dan dipersiapkan masuk ke ICU dan
dipasang ventilator.
• Bagaiman settingan ventilator untuk pasien tsb?
• TV 65x6 = 390 cc – 65x8 = 520 cc
• Frekuensi 16
• PEEP 5
• I:E 1:2
• FiO2 100%