Anda di halaman 1dari 2

PERAKTEK CARA PEMBAGIAN WARISAN

yandi aphamudin
Praktek cara pembagian warisan, hanya bisa dilaksankan jika memahami ketentuan dalam fiqih mawaris,
seperti siapa saja yang menjadi ahli waris, disertai bagian masing-masing; terpenuhinya syarat dan rukun
waris, serta adanya kepastian tidak adanya halangan (mawani') menerima waris.
Disambping itu, kita perlu mengetahui ilmu berhitung atau cara menghitung harta warisan. Ada kaidah-
kaidah perhitungan yang harus diketahui, sehingga selain memudahkan cara pembagiannya, juga dapat
membagi harta warisan dengan benar.

a. Asal masalah

Diantara cara menghitung bagian masing-masing ahli waris adalah dengan cara dicari dahulu asal
masalahnya, yaitu bilangan bulat yang digunakan untuk membagi harta warisan, atau dalam istilah
matematika disebut sebagai "Kelipatan persekutuan terkecil" (KPT), yang dapat dibagi oleh setiap penyebut
al-furudl al-muqaddarah (bagian tertentu) para ahli waris yang ashabul furudl.

Caranya adalah sebagai berikut :

1. Jika ahli waris hanya terdiri dari ahli waris 'ashabah binafsih maka asal masalahnya adalah sejumlah ahli
waris yang ada :

contoh :

Ahli waris terdiri dari 6 orang anak laki-laki. Maka asal masalahnya adalah 6. Cara pembagian warisannya
langsung dibagi 6, dan masing-masing ahli waris mendapat satu bilangan.

2. Jika ahli waris hanya terdiri dari ahli waris 'ashabah laki-laki dan perempuan, maka untuk laki-laki dua
kali lipat perempuan, dengan cara dikalikan dua.
Contoh :
Ahli waris terdiri dari 3 orang anak laki-laki dari 3 orang anak perempuan. Cara mencari asal masalahnya :
(3x2)+3=9. Cara pembagian harta warisannya: Harta dibagi 9; untuk anak laki-laki masing-masing 2 bagian
dan masing-masing anak perempuan satu bagian.

3. Jika ahli waris hanya satu orang ahli waris ashabul furudl, atau satu orang ahli waris ashabul furudl dan
satu orang 'ashabah maka asal masalahnya adalah angka "penyebut" bagian ahli waris yang bersangkutan.

Contoh :
Ahli waris hanya seorang anak perempuan. Bagian seorang anak perempuan adalah 1/2. Maka asal
masalahnya adalah 2. Cara pembagian harta warisan adalah : harta warisan :2= bagian anak perempuan.
Atau anak perempuan bersama bapak. Bagian seorang anak perempuan adalah 1/2, sedangkan sisanya untuk
bapak.

4. Jika ahli waris terdidri ahli waris ashabul furudl dua orang atau lebih, baik ada ahli waris 'ashabah atau
tidak, maka mencari asal masalahnya dengan mencari (KPT) dari angka penyebut bagian masing-masing
ahli waris.

Contoh Seseorang meninggal dunia, meninggalkan harta sebanyak Rp. 96 juta. Ahli warisnya terdiri dari
istri, ibu dan 2 anak lak-laki.
Maka hasinya :
Bagian istri 1/6, bagian ibu 1/8, 2 anak laki-laki adalah 'ashabah / sisa. Sehingga, asal masalah antara 1/6 dan
1/8 (kelipatan perasekutuan terkecil dari bilangan penyebut, 6 dan 8) adalah 24. Maka pembagiannya adalah.

Ibu = 1/6 x 24 = 4
Istri = 1/8 x 24 = 3
2 anak lk = 24-(4+3)= 17
Langkah akhir pembagian harta warisannya :

Ibu = 4/24 x Rp. 96 Juta = Rp. 16 Juta


Istri = 3/24 x Rp. 96 Juta = Rp. 12 Juta
2 anak lk = 17/24 x Rp. 96 Juta = 68 Juta
@ Rp. 68 Juta : 2 = 34 Juta
Jumlah semuanya Rp. 96 Juta

b. Tashihhu al- masalah

Pada contoh yang ke empat diatas, jumlah anak laki-lakinya 2 orang, tentunya disamping membagi hasil
akhir menjadi dua, ada penyelesaian lain, yakni menemukan bilangan pembagi yang sama sebelum
mengalikan dengan harta peninggalan. Hal ini, mengingat angka 17 (pada bilangan untuk 2 anak lk) tidak
dapat dibagi dengan dua (yang hasilnya bilangan bulat).
Untuk itu, agar bagian mereka tetep ekuivalen (sama nilainya), maka saham yang lain serta asal masalahnya
harus disesuaikan dengan dikalikan dua.
Jadi dalam contoh diatas, saham istri yang semula 4 menjadi 8. Ibu yang semula 3 menjadi 6, dan 2 anak
yang semula 17 menjadi 34, sementara, asal masalah yang semula 24 menjadi 48. Perubahan asal masalah
agar memudahkan pembagian dengan bilangan bulat inilah yang disebut tashihhu al-masalah.

Contoh :
Seseorang meninggal dunia, meninggalkan harta sebanyak Rp. 96 Juta. Ahli warisnya terdiri dari istri, ibu
dan 2 anak laki-laki.
Penyelesaiannya :
Bagian istri 1/6, bagian ibu 1/8, 2 anak laki-laki adalah 'ashabah. Sehingga, asal masalah antara 1/6 dan 1/8
(kelipatan persekutuan terkecil dari bilangan penyebut, 6 dan 8) adalah 24. Maka pembagiannya :
ibu =1/6 x 24=4
istri =1/8 x 24=3
2 anak lk =24-(4+3)=17

Karena anak laki-lakinya berjumlah dua, maka untuk memudahkan, semua saham dan asal masalah
dikalikan 2, menjadi :

ibu =4 x 2=8
istri =3 x 2=6
2 anak lk =17 x 2=34
asal masalah 24 x 2 = 48

Langkah akhir pembagian harta warisannya :

ibu = 8/24 x Rp. 96 Juta = Rp. 16 Juta


istri = 6/48 x Rp. 96 Juta = Rp. 12 Juta
2 anak lk = 34/48 x Rp. 96 Juta = 68 Juta
@ = 17/48 x Rp. 96 Juta = Rp. 34 Juta
Jumlah = Rp. 96 Juta

Anda mungkin juga menyukai