A.
Persamaan-Persamaan Parabola
1. Persamaan Parabola yang Berpuncak di O (0,0)
Untuk menentukan persamaan parabola yang berpuncak di O (0,0), kita pilih
suatu parabola dengan sumbu simetri berimpit dengan sumbu X, titik fokus di
F(p,0), dan persamaan direktris x = -p (perhatikan gambar 6-2).
Misalkan titik P (x,y) adalah sembarang titik pada parabola. Berdasarkan defenisi
parabola, haruslah berlaku:
Y
P(x,y)
Q(-p,y)
D(-p,0)
X
O F(p,0)
Garis C’
direktrik
X=-p
y2=4px Gambar 6-2
Jarak PF = jarak PQ
Jarak PF = x p 2 y 02
x p 2 y2
dan jarak PQ = x p , sehingga diperoleh hubungan :
x p2 y 2 x p
(x - p) + y = (x + p)2
2 2
x2 -2px + p2 + y2 = x2 + 2px + p2
y2 = 4px
Dengan demikian, kita dapat mengambil kesimpulan
Persamaan parabola yang berpuncak di O (0,0) dan fokus di F (p,0) adalah
y2 = 4px
Pada gambar 6-3 diperlihatkan suatu parabola
yang berpucak di O(0, 0), sumbu simetri Y
berimpit dengan sumbu X, titik fokus F(-p, 0),
dan persamaan direktris x = p. P(x,y) Q
Dapat di tunjukkan bahwa , persamaan parabola
ini adalah X
y2 = -4px
F(-p,0) O
Jika parabola berpuncak di O(0, 0), sumbu Garis direktris g
simerti berimpit dengan sumbuY, titik fokus
F(0, p), dan persamaan direktris y = -p, maka
persamaan parabola itu dapat ditunjukkan Gambar 6-3
x2 = 4py
Perhatikan gambar 6-4a dan gambar 6-4b, parabola berpusat di O(0, 0), sumbu
simetri berimpit dengan sumbu Y, titik fokus F(0, -p), dan persamaan direktris
y = p. Dapat ditunjukkan bahwa persamaan parabola adalah
x2 = -4py
Y Garis direktris gY
Q
P(x,y)
O
X
F(0,p) F(0,-p)
X
P(x,y)
O
Q
Garis direktris g
(a) (b)
Gambar 6-4
Dari uraian diatas, kita telah memperoleh empat macam bentuk baku persamaan
parabola yang berpuncak di O(0, 0). Keempat bentuk baku persamaan parabola itu
adalah
(1). y2 = 4px, merupakan parabola mendatar (horizontal) yang terbuka kekanan
(2). y2 = -4px, merupakan parabola mendatar (horizontal) yang terbuka kekiri
(3). x2 = 4py, merupakan parabola tegak (vertikal) yang terbuka keatas,
(4). x2 = -4py, merupakan parabola tegak (vertikal) yang terbuka kebawah.
pada tiap persamaan diatas, nilai p positif dan p menyatakan jarak dari fokus
ketitik puncak parabola.
Contoh 6.1:
y2 = -8x = -4(2)x, maka diperoleh p = 2, parabola ini merupakan parabola
horizontal yang terbuka ke kiri.
Koordinat fokus di F(-2,
0) Y
(-4 ,6)
Sumbu simetri berimpit
6
dengan sumbu X, y = 0
Persamaan direktrisnya
adalah garis x=2 C(-2,4) 4
Untuk x = -2, didapat:
2
y2 = -8(-2) = 16
X
y = 4,
O 2
koordinat titik ujung latus -4 F(-2,0)
rectum adalah (-2,4) -2
dan (-2, -4)
panjang latus rectum = 8 C/(-2,-4) -4
Sketsa parabola y2 = -8x -6
diperlihatkan pada gambar (-4 ,-6) Direktris x = 2
6-5
Gambar 6-5
2. Persamaan Parabola yang Berpuncak di A (a,b)
Pada gambar 6-6 diperlihatkan parabola berpuncak di A(a, b), sumbu simetri
sejajar sumbu X dengan persamaan y = b, titik fokus berjarak p satuan disebelah
kanan titik puncak dengan koordinat F(a+p,b), garis direktris sejajar sumbu Y dan
berjarak p satuan di sebelah kiri titik puncak dengan persamaan x= a – p atau
x–a+p=0
Y Puncak A(a,b)
Q
Sumbu simetri P(x,y)
F(a+p,b)
O
X
Gambar 6-6
g = garis direktris
Persamaan parabola itu dapat ditentukan sebagai berikut. Misalkan titik P(x, y)
adalah sembarang titik pada parabola. Berdasarkan defenisi parabola, haruslah
berlaku:
Jarak PF = jarak
x PQ
a p2 ( y b)2 xa p
Dengan menguadratkan kedua ruas persamaan, didapat:
x2 + a2 + p2 – 2ax – 2px + 2ap +(y - b)2 = x2 + a2 + p2 – 2ax + 2px – 2ap
(y - b)2 = 4px – 4ap
(y - b)2 = 4p(x – a)
Persamaan parabola yang berpuncak di A(a, b) dan fokus di F(a + p, b) adalah;
(y - b)2 = 4p(x – a)
Perhatikan gambar 6-8, Untuk parabola yang berpuncak di A(a, b), sumbu simetri
sejajar sumbu X dengan persamaan y = b, titik fokus berjarak p satuan disebelah
kiri titik puncak dengan persamaan x= a+ p atau x – a –p = 0, maka persamaan
parabola itu adalah (y - b)2 = -4p(x – a)
Puncak A(a,b)
P(x,y)
Q
Sumbu simetri
F(a-p,b)
Gambar 6-8 O
X
g = garis direktris
Sekarang perhatikan gambar 6-9(a) parabola yang berpuncak di A(a,b), sumbu
simetri sejajar sumbu Y dengan persamaan x = a, titik fokus berjarak p satuan
diatas titik puncak dengan koordinat F(a, b + p), garis direktris sejajar sumbu X
dan berjarak p satuan dibawah titik puncak dengan persamaan y = b – p
atau y – b + p = 0. bahwa persamaan parabola itu adalah (x - a)2 = 4p(y – b)
Pada gambar 6-9(b) diperlihatkan parabola berpuncak di A(a, b), sumbu simetri
sejajar sumbu Y dengan persamaan x = a, titik fokus berjarak p satuan di bawah
titik puncak dengan koordinat F(a, b – p), garis direktris sejajar sumbu X dan
berjarak p satuan di atas titik puncak dengan persamaan y = b + p atau
y – b – p = 0. dapat ditunjukkan bahwa persamaan parabola ini adalah sebagai
berikut. (x - a)2 = -4p(y – b)
Y
Y
X
O g = garis direktris
F(a,b+p)
A(a,b)
P(x,y)
A(a,b) F(a,b-p) P(x,y)
g = garis direktris sumbu simerti
X
O sumbu simerti
(a) Gambar 6-9 (b)
Dengan demikian, ada empat macam bentuk baku persamaan parabola yang
berpuncak di A(a, b), yaitu:
(i) (y – b)2 = 4p(x – a), merupakan parabola horizontal yang terbuka kekanan
(ii) (y – b)2 = -4p(x – a), merupakan parabola horizontal yang terbuka kekiri
(iii) (x – a)2 = 4p(y – b), merupakan parabola vertikal yang terbuka keatas
(iv) (x – a)2 = -4p(y – b),merupakan parabola vertikal yang terbuka kebawah
Pada tiap persamaan diatas, nilai p positif dan p menyatakan jarak fokus ketitik
puncak parabola.
Contoh 6.2:
Diketahui parabola dengan persamaan y2 + 4y – 4x + 8 = 0
a). Nyatakan persamaan parabola itu dalam bentuk (y – b)2 = 4p(x – a)
b).Tentukan 1. Koordinat titik puncak, 2. Persamaan sumbu simetri, 3. Koordinat
fokus, 4. Persamaan direktris
c). Gambarlah sketsa parabola itu!
Jawab:
a). y2 + 4y – 4x + 8 = 0 Jadi, bentuk baku dari persamaan parabola
y2 + 4y = 4x – 8 y2 + 4y – 4x + 8 = 0 adalah (y + 2)2 = 4(x – 1)
(y + 2)2 – 4 = 4x – 8
(y + 2)2 = 4(x – 1)
b). Dari jawaban a) parabola itu merupakan parabola horizontal yang terbuka
kekanan.
1. Koordinat titik puncak adalah A(1, -2)
2. Persamaan sumbu simetrinya adalah y+ 2 = 0 atau y = -2
3. 4p = 4 p = 1 Koordinat focus F(2, -2)
4. Persamaan direktris; x = 1 – p = 0
c). Dengan menggunakan jawaban b), sketsa parabola y2 + 4y – 4x + 8 = 0
diperlihatkan pada gambar 6-10
2 (3 ,1) (5,2)
1
(2,0)X
O
1 2 3 4 5
-1
-2 A(1,2)
F(2,-2)
-3
(2,-4)
-4 Sumbu simetri y = -2
-5
-6 (-3 ,-5)
(5,-6)
direktris x = 0
Gambar 6-10
3. Kedudukan Garis Terhadap Parabola
Secara geometri, tempat garis g terhadap parabola dapat diperlihatkan pada
gambar 6-12 berikut:
Y g
A(x1,y1)
X
O
B(x2,y2)
Y g Y g
s(xs,ys)
X X
O O
(a) (b) (c)
Gambar 6-12
Gambar 6-12a. Garis g memotong parabola di dua titik berlainan, yaitu di titik
A(x1, y1), dan di titik B(x2, y2).
Gambar 6-12b. Garis g memotong parabola di satu titik (dikatakan garis g
menyinggung parabola), yaitu di titik S(xs, ys).
Gambar 6-12c. Garis g tidak memotong maupun menyinggung parabola.
Kedudukan garis g dan parabola dapat dianalisis secar aljabar dengan
menggunakan konsep diskriminan sebagai berikut.
Misalkan persamaan garis g adalah y = mx + n, sedangkan persamaan parabola
adalah y2 = 4px. Subtitusikan y = mx + n kepersamaan parabola y2 = 4px,
didapat:
(mx + n)2 = 4px
m2x2 + 2mnx + n2 = 4px
m2x2 + (2mn – p)x + n2 = 0, merupakan persamaan kuadrat gabungan
antara garis dan parabola.
Nilai diskriminan persamaan kuadrat gabungan
D = (2mn – 4p)2 – 4(m)2(n)2
D = 4m2n2 – 16 mnp + 16p2 – 4m2n2
D = 16p2 – 16mnp
Kedudukan garis g dan parabola ditentukan oleh nilai diskriminan D sebagai
berikut.
(1). D > 0, garis g memotong parabola didua titik yang berlainan .
(2). D = 0, garis g menyinggung parabola
(3). D < 0, garis g tidak memotong dan tidak menyinggung parabola.
Contoh 6.3:
a. Tunjukkan bahwa garis y = 2x – 4 memotong parabola y2 = 4x didua titik
berlainan.
b. Tentukan koordinat kedua titik potng itu
c. Hitunglah panjang ruas garis yang dihubungkan oleh kedua titik potong
itu. Jawab :
a. sumbtitusi y = 2x – 4 ke y2 = 4x, didapat (2x – 4)2 = 4x
4x2 – 16x + 16 = 4x 4x2 – 20x + 16 = 0 x2 – 5x + 4 = 0
Nilai diskriminan :
D = (-5)2 – 4(1)(4) = 9
Oleh karena D = 9 > 0, maka garis y = 2x – 4 memotong parabola y2 = 4x didua
titik yang berlainan.
b. dari persamaan x2 – 5x + 4 = 0, didapat:
(x – 1)(x – 4) = 0
x = 1 atau x = 4
Untuk x = 1, y = 2(1) – 4 = -2 (1, -2)
Untuk x = 4, y = 2(4) – 4 = 4 (4, 4)
Jadi, koordinat titik potong garis y = 2x – 4 dengan parabola y2 = 4x adalah A(1,
-2) dan B(4, 4)
c. panjang ruas garis hubung titik singgung adalah jarak A(1, -2) dan B(4, 4).
AB = 1 42 2 42
AB = 9 36 45 35
Jadi, panjang ruas garis yang dihubungkan oleh titik A dan titik B adalah AB
= 35 satuan.
3.1. Garis Singgng Melalui Suatu Titik pada Parabola
(1) Untuk Parabola-parabola yang Berpuncak di O(0, 0)
Misalkan titik P(x1, y1) terletak pada
parabola y2 = 4px. Melalui titik P(x1, y1) Y g = garis singgung
ini dapat dibuat sebuah garis yang
menyinggung parabola, disebut garis
singgung parabola (perhatikan gambar 6- P(x1,y1)
13) . Masalahnya adalah bagaimana cara X
menentukan persamaan garis singgung
O
yang melalui titik P(x1, y1) pada parabola
y2 = 4px? Persamaan garis singgung ini y2 = 4px
dapat dicari dengan memakai konsep
persamaan garis singgung kurva. Gambar 6-13
Garis singgung melalui titik P(x1, y1),
maka persamaannya adalah;
y – y1 = m(x – x1)
Karena titik P(x1, y1) terletak pada parabola, maka nilai gradien m dapat ditentukan
dengan menggunakan tafsiran geometri turunan : m = ( )
dy
dx (X1, Y1)