0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
78 tayangan34 halaman

Anemia: Definisi, Penyebab, dan Penanganan

Laporan ini membahas tentang anemia, yaitu kondisi rendahnya kadar hemoglobin dan sel darah merah di bawah normal. Anemia dapat disebabkan oleh berbagai faktor seperti kekurangan zat besi, asam folat, vitamin B12, kehilangan darah berlebihan, dan gangguan produksi sel darah merah. Manifestasi klinis anemia antara lain kelelahan, pusing, dan bibir serta mukosa membran pucat. Penatalaksanaan anemia meliputi pemberian

Diunggah oleh

Rizki Januar
Hak Cipta
© © All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
78 tayangan34 halaman

Anemia: Definisi, Penyebab, dan Penanganan

Laporan ini membahas tentang anemia, yaitu kondisi rendahnya kadar hemoglobin dan sel darah merah di bawah normal. Anemia dapat disebabkan oleh berbagai faktor seperti kekurangan zat besi, asam folat, vitamin B12, kehilangan darah berlebihan, dan gangguan produksi sel darah merah. Manifestasi klinis anemia antara lain kelelahan, pusing, dan bibir serta mukosa membran pucat. Penatalaksanaan anemia meliputi pemberian

Diunggah oleh

Rizki Januar
Hak Cipta
© © All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

LAPORAN PENDAHULUAN

Sistem Kardiovaskuler : Anemia


Ditujukan untuk memenuhi salah satu tugas mata kuliah KMB I

Disusun oleh :

Fikri Baroya E.0105.19.014

Program Studi Diploma III Keperawatan STIKes


Budi Luhur Cimahi
2021
1. Definisi
Anemia adalah istilah yang menunjukan rendahnya hitung sel darah merah dan
kadar hemoglobin dan hematokrit dibawah normal. Anemia bukan merupakan
penyakit, melainkan merupakan pencerminan keadaan suatu penyakit atau gangguan
fungsi tubuh. Secara fisiologis, anemia terjadi apabila terdapat kekurangan jumlah
hemoglobin untuk mengangkut oksigen ke jaringan.
Terdapat berbagai macam anemi. Sebagian akibat produksi sel darah merah
tidak mencukupi, dan sebagian lagi akibat sel darah merah prematur atau
penghancuran sel darah merah yang berlebihan. Faktor penyebab lainnya meliputi
kehilangan darah, kekurangan nutrisi, faktor keturunan, dan penyakit kronis. Anemia
kekurangan besi adalah anemia yang terbanyak diseluruh dunia.
Anemia akibat defesiensi besi untuk sisntesis Hb merupakan penyakit darah
yang paling sering pada bayi dan anak. Frekuensinya berkaitan dengan aspek dasar
metabolisme besi dan nutrisi tertentu. Tubuh bayi baru lahir mengandung kira-kira 0,5
g besi, sedangkan dewasa kira-kira 5 g. untuk mengejar perbedaan itu rata-rata 0,8 mg
besi harus direabsorbsi tiap hari selama 15 tahun pertam kehidupan. Disamping
kebutuhan pertumbuhan ini, sejumlah kecil diperlukan untuk menyeimbangkan
kehilangan besi normal oleh pengelupasan sel, karena itu untuk mempertahankan
keseimbangan besi positif pada anak, kira-kira 1 mg besi harus direabsorbsi setiap
hari.
2. Etiologi
Penyebab anemia pada dewasa terbagi menjadi dua, yakni :
A. Kehilangan sel darah merah
a) Perdarahan

Perdarahan dapat diakibatkan berbagai penyebab diantaranya adalah trauma,


ulkus, keganasan, hemoroid, perdarahan pervaginam, dan lain-lain.

b) Hemolisis yang berlebihan

Penghancuran sel darah merah dalam sirkulasi dikenal sebagai hemolisis,


terjadi jika gangguan pada sel darah merah itu sendiri memperpendek siklus hidupnya
(kelainan intrinsik) atau perubahan lingkungan yang menyebabkan penghancuran sel
darah merah (kelainan ekstrinsik).Sel darah merah mengalami kelainan pada
keadaan : - Hemoglobinopati atau hemoglobin abnormal yang diwariskan, contohnya
adalah pada penderita penyakit sel sabit (sickle cell anemia)
- Gangguan sintesis globin, contohnya pada penderita thalassemia
- Kelainan membrane sel darah merah, contohnya pada sferositosis
herediter dan eliptositosis
- Difisiensi enzim, seperti defisiensi glukosa 6-fosfat dehidrogenase
(G6PD) dan defisiensi piruvat kinase (Price, 2006).
B. Kekurangan zat gizi seperti Fe, asam folat, dan vitamin B12.
3. Patofisiologi
Adanya suatu anemia mencerminkan adanya suatu kegagalan sumsum atau
kehilangan sel darah merah berlebihan atau keduanya. Kegagalan sumsum (misalnya
berkurangnya eritropoesis) dapat terjadi akibat kekurangan nutrisi, pajanan toksik,
invasi tumor atau penyebab lain yang belum diketahui. Sel darah merah dapat hilang
melalui perdarahan atau hemolysis (destruksi).
Apabila sel darah merah mengalami pennghancuran dalam sirkulasi, (pada
kelainan hemplitik) maka hemoglobin akan muncul dalam plasma (hemoglobinemia).
Apabila konsentrasi plasmanya melebihi kapasitas haptoglobin plasma (protein
pengikat untuk hemoglobin bebas) untuk mengikat semuanya, hemoglobin akan
berdifusi dalam glomerulus ginjal dan kedalam urin (hemoglobinuria) .
Kesimpulan mengenai apakah suatu anemia pada pasien disebabkan oleh
penghancuran sel darah merah atau produksi sel darah merah yang tidak mencukupi
biasanya dapat diperoleh dengan dasar :
A. Hitung retikulosit dalam sirkulasi darah
B. Derajat proliferasi sel darah merah muda dalam sumsum tulang dan cara
pematangannya, seperti yang terlihat dalam biopsi; dan ada tidaknya
hiperbilirubinemia dan hemoglobinemia.

Pathway
ANEMIA

Transport O2 Perfusi perifer tidak


Menurun efektif

Merangsang system Hipoksia sel


saraf simpatis dan jaringan
Metabolisme
anaerob
Aliran darah Kompensasi oleh jantung
GIT menurun dengan meningkatkan HR
Penumpukan asam
laktat pada jaringan
Ostipasi Peristaltic Kerja jantung meningkat
usus menurun
Kelelahan
Resiko perfusi Otot jantung
Peningkatan mengalami hipertorpy
gastrointestinal
isi lambung-
tidak efektif Keletihan Bedrest
Mual/muntah
Kemampuan kompensasi
menurun
Anoreksia Ketidakmampuan
memenuhi ADL

Intake Gagal jantung


menurun Defisit
perawatan diri
Berat badan
menurun

Defisit Nutrisi
4. Manifestasi Klinik
A. Keletihan, malaise, atau mudah mengantuk
B. Pusing atau kelemahan
C. Sakit kepala
D. Lesi pada mulut dan lidah
E. Anoreksia, mual atau muntah
F. Kulit pucat
G. Mukosa membrane atau konjungtiva pucat
H. Dasar kuku pucat
I. Takikardi
5. Penatalaksanaan
A. Penatalaksaan Medis
a) Transpalasi sel darah merah
Prosedur untuk memperbarui sumsum tulang yang rusak dan tidak lagi
mampu memproduksi sel darah yang sehat. Transplantasi sumsum
tulang disebut juga transplantasi sel induk atau sel punca (stem cell).
b) Pemberian obat antibiotic untuk pencegahan infeksi
c) Permberian suplemen asam folat untuk merangsang pembentukan sel
darah merah
B. Penatalaksanaan Non Medis
a) Memberikan asupan makanan yang mengandung zat besi
b) Memberikan asupan vitamin b12
c) Memberikan asupan asam folat
6. Komplikasi
A. Perkembangan otot menurun
B. Kemampuan memperoleh informasi yang di dengar menurun
C. Daya konsentrasi menurun
D. Kesulitan melakukan aktivitas akibat kelelahan
E. Masalah pada jantung
F. Gangguan pada paru paru
G. Rentan terkena infeksi
7. Pengkajian Identitas
Identitas klien meliputi Nama lengkap, Umur, Jenis Kelamin, Suku, Bangsa,
Agama, Pekerjaan, pendidikan, status perkawinan, golongan darah, Alamat, Tanggal
masuk rumah sakit, tanggal pengkajian, Cara Masuk rumah sakit, diagnosa Medis,
NO RM. Alasan dirawat, upaya yang telah dilakukan, terapi/operasi yang pernah
dilakukan. Identitas penanggung jawab umur, jenis kelalttin, agarna, pendidikan,
pekerjaan, hubungan dengan klien dan alamat.
A. Keluhan Utama

Pada pasien anemia biasanya mengalami kelemahan, lesu, letih, lelah, lunglai,
bibir pucat, napas pendek, lidah licin, denyuut jantung meningkat, susah BAB, nafsu
makan berkurang, pusing dan mudah mengantuk

B. Riwayat Kesehatan Sekarang

Merupakan penjelasan dari keluhan utama misalnya yang sering terjadi pada
pasien anemia adalah sering mengeluh lelah dan pusing

C. Riwayat Kesehatan yang Lalu

Adanya riwayat penyakit sistemik yang dimiliki oleh pasien seperti hipertensi ,
magh dan penyakit metabolism lainnya.

D. Riwayat Kesehatan Keluarga

Dikaji apakah aggota dalam keluarga klien ada yang menderita penyakit
seperti anemia.Jika ada riwayat penyakit keturunan dibuat genogram.

E. Pemeriksaan Fisik Persistem


a. Sistem Kardiovaskuler

Tidak tampak pulpasi iktus cordis, pasien terlihat lesu, dan cepat lelah juga
sesak napas, iktus kortis teraba, nadi meningkat dengan cepat, Tidak ada nyeri tekan,
Batas atas jantung ICS II Sinistra, batas bawah jantung paa ICS V, batas kanan
jantung PSL dextra, batas kiri jantung MCL Sinistra ICS V, irama jantung menurun
dan terdengar suara murmur.

b. Sistem Penglihatan
Konjungtiva (+), sklera icterus (-), reflex pupil (+) dan tidak ada nyeri tekan.

c. Sistem Pendengaran
Simetris, sekret (-) dan tidak nyeri tekan.

d. Sistem Pernafasan

Biasanya sesak napas dan frekuensi napas biasanya tarkipneu,

e. Sistem Pencernaan

Biasanya pasien mengalami mual dan muntah,bising usus meningkat,tidak ada


nyeri tekan, terdapat lesi, hepar dan lien tidak terabadan tidak ada nyeri ketok CVA(-).

f. Sistem Persyarafan

Pada klien anemia biasanya mengalami rasa pusing, sakit kepala, gangguan
keseimbangan, rasa kesemutan dan pada anemia yang berat dapat menimbulkan
kematian, kelemahan pada otot, perasaan dingin pada ekstrimitas, dan biasanya
mengalami kram otot.

g. Sistem imun

Terdapat pembesaran kelenjar getah bening (-), JVP 0 CMh2O.

h. Sistem integument

Biasanya kulit terlihat pucat,

i. Sistem musculoskeletal

Kelemahan pada otot, kram otot, kelemahan saat beraktivitas

F. Pemeriksaan Diagnostik
A. Laboratorium
- Hitung sel darah lengkap dan asupan darah : untuk tujuan praktis serta
pemeriksaan untuk mengetahui jumlah sel-sel darah secara lengkap.
Tujuannya antara lain untuk mendeteksi penyakit, memantau
perkembangan penyakit, dan mengevaluasi
efektivitas pengobatan. Pemeriksaan hitung darah lengkap dilakukan
dengan mengambil sampel darah, umumnya dari pembuluh darah di
lengan, untuk kemudian diperiksa di laboratorium guna mengetahui
jumlah dari komponenkomponen yang ada di dalam darah. Asupan
darah tepi memberikan evaluasi morfologo eritrosit, hitung jenis
leukosist dan perkiraan keadekuatan trombosit.
Pembagian derajat anemia menurut WHO dan NCI (National Cancer Institute).
DERAJAT WHO NCI
Derajat 0 (nilai normal) >11.0 g/dl Perempuan 12.0 – 16.0 g/dl,
Laki-laki 14.0 18.0 g/dl
Derajat 1 (ringan) 9.5 – 10.9 g/dl 10.0 g/dl – nilai normal
Derahjat 2 (sedang) 8.0 – 9.4 g/dl 8.0 10.0 g/dl
Derajat 3 (berat) 6.5 – 7.9 g/dl 6.5 – 7.9 g/dl
Derajat 4 (mengancam jiwa) <6.5 g/dl <6.5 g/dl
G. Analisa Data
No Data Etiologi Masalah
1 Ds: Anemia Perfusi tidak
a. Parastesia Perifer

efektif
b. Nyeri ekstrimitas Transport 02 menurun
(klaudikasi intermiten) Do: 
Perfusi perifer tidak
a. Pengisian kapiler >3 detik
efektif
b. Nadi perifer menurun atau
tidak teraba
c. Akral teraba dingin
d. Warna kulit pucat
e. Turgor kulit menurun
f. Edema
g. Penyembuhan luka lambat
h. Indeks ankle-brachial <0.90
i. Bruit femoral

- Pemeriksaan laboratorium:
Hitung sel darah lengkap

Derajat anemia menurut WHO dan


NCI
DERAJAT WHO NCI
Derajat 0 >11.0 Perempuan
g/dl
(nilai 12.0 – 16.0
normal) g/dl,
Lakilaki
14.0
18.0 g/dl
Derajat 1 9.5 – 10.0 g/dl –
(ringan) 10.9 nilai
g/dl
normal
Derahjat 2 8.0 – 8.0 10.0
(sedang) 9.4 g/dl
g/dl

Derajat 3 6.5 – 6.5 – 7.9


7.9 g/dl
(berat)
g/dl

Derajat <6.5 <6.5 g/dl


4 g/dl

(mengancam
jiwa)
2 Ds: Anemia Keletihan

a. Merasa energy tidak pulih
Transport 02 menurun
walaupun telah tidur

b. Merasa kurang tenaga
Hipoksia sel dan
c. Mengeluh lelah jaringan
d. Merasa bersalah akibat tidak 
mampu menjalankan
Metabolism anaerob
tanggungjwab

e. Libido menurun Do:
Penumpukan asam laktat
pada jaringan
a. Tidak mampu 
mempertahankan aktivitas Kelelahan
rutin 
b. Tampak lesu Keletihan
c. Kebutuhan istirahat
meningkat

- Pemeriksaan laboratorium:
Hitung sel darah lengkap dan
asupan darah

3 Ds: Cepat kenyang setelah makan Anemia Defisit Nutrisi


a. Kram/nyeri abdomen 
b. Nafsu makan menurun Transport 02 menurun
c. 
Do: Berat badan menurun minimal Hipoksia sel dan
a. 10% dibawah jaringan
rentang ideal 
Bising usus hiperaktif Merangsang system
b. Otot pengunyah lemah saraf simpatis, Aliran
c. Otot menelan lemah darah GIT menurun
d. Membrane mukosa pucat 
e. Sariawan Peristaltik usus
f. Serum albumin turun menurun,
g. Rambut rontok berlebihan 
h. Diare Peningkatan isi
i. lambung, Mual muntah

Anoreksia

Intake menurun

Berat badan menurn

Deficit Nutrisi

4 Ds: Anemia Defisit perawatan diri



a. Menolak melakukan
Transport 02 menurun
perawatan diri Do:

a. Tidak mampu mandi /
Hipoksia sel dan jaringan
mengenakan pakaian / makan /

ke toilet / berhias secara
Metabolism anaerob
mandiri
b. Minat melakukan perawatan 

diri kurang Penumpukan asam laktat


pada jaringan

Kelelahan

Bedrest

Ketidakmampuan
memenuhi ADL

Defisit Perawatan diri

5 Faktor risiko Anemia Resiko perfusi


a. Perdarahan gastrointestinal gastrointestinal tidak

efektif
akut Transport 02 menurun
b. Trauma abdomen 
c. Sindroma kompartemen Hipoksia sel dan jaringan
abdomen 
d. Aneurisma aorta abdomen Merangsang system
saraf simpatis, Aliran
e. Varises gastroesofagus
darah GIT menurun
f. Penurunan kinerja ventrikel
kiri
g. Koagulcpati 
h. Penurunan konsentrasi Hb Ostipasi
i. Keabnormalan masa 
prothrombin dan/atau masa Risiko perfusi
trombolastin parsial gastrointestinal tidak
j. Disfungsi hati efektif
k. Disfungsi ginjal
l. Disfungsi gastrointestinal
m. Hiperglikemia
n. Ketidakstabilan hemodinamik
o. Efek agen farmakologis
p. Usia >60 tahun
q. Efek samping tindakan

8. Diagnosa Keperawatan Prioritas


A. Perfusi perifer tidak efektif B.d hiperglikemia, penurunan konsentrasi Hb,
peningkatan tekanan darah, kekurangan volume cairan, penurunan aliran arteri
dan/atau vena, kurang terpapar informasi tentang factor pemberat, kurang
terpapar informasi tentang proses penyakit,kurang aktivitas fisik D.d
parastesia, nyeri ektrimitas, pengisian kapiler >3 detik, nadi perifer menurun
atau tidak teraba,akral teraba dingin, warna kulit pucat, turgor kulit menurun,
edema, penyembuhan luka lambat, indeks ankle-brachial <0,90, bruit femoral
B. Keletihan B.d gangguan tidur, gaya hidup monoton, kondisi fisiologis,
program perawatan/pengobatan jangka panjang, peristiwa hidup negatif, stress
berlebihan, depresi D.d merasa energy tidak pulih walaupun telah tidur, merasa
kurang tenaga, mengeluh lelah, merasa bersalah akibat tidak mampu
menjalankan tanggungjwab, libido menurun, tidak mampu mempertahankan
aktivitas rutin, tampak lesu, kebutuhan istirahat meningkat
C. Deficit nutrisi B.d ketidakmampuan menelan makanan, ketidakmampuan
mencerna makanan, ketidakmampuan mengabsorsi nutrient, peningkatan
kebutuhan metabolism, factor ekonomi, factor psikologis D.d cepat kenyang
setelah makan, kram/nyeri abdomen, nafsu makan menurun, berat badan
menurun minimal 10% di bawah rentang ideal, bising usus hiperaktif, otot
pengunyah lemah, membrane mukosa pucat,sariawan, serum albumin turun,
rambut rontok berlebihan, diare
D. Deficit perawatan diri B.d gangguan musculoskeletal, gangguan
neuromuskuler, kelemahan, gangguan psikologis dan/atau psikotik,penurunan
motivasi/minat D.d menolak melakukan perawatan diri, tidak mampu mandi/
menggunakan pakaian/ makan/ ke toilet/ berhias secara mandiri, minat
melakukan perawatan diri kurang.
E. Resiko perfusi gastrointestinal tidak efektif D.d Perdarahan gastrointestinal
akut, trauma abdomen, sindroma kompartemen abdomen, aneurisma aorta
abdomen, varises gastroesofagus, penurunan kinerja ventrikel kiri,
koagulcpati, penurunan konsentrasi Hb, keabnormalan masa prothrombin
dan/atau masa trombolastin parsial, disfungsi hati, disfungsi ginjal, disfungsi
gastrointestinal, Hiperglikemia, ketidakstabilan hemodinamik, efek agen
farmakologis, Usia >60 tahun, efek samping tindakan
9. Rencana Asuhan Keperawatan
NO DX Kep Tujuan Intervensi Rasional
1 Perfusi perifer tidak efektif Setelah dilakukan Intervensi utama: Perawatan sirkulasi Intervensi utama: Perawatan sirkulasi
B.d hiperglikemia, intervensi keperawatan Observasi Observasi
penurunan konsentrasi Hb, selama 2x24 jam, maka a. Periksa sirkulasi perifer (mis. Nadi perifer, a. Memeriksa sirkulasi perifer (mis.
peningkatan tekanan
darah, kekurangan volume perfusi perifer edema, pengisian kapiler, warna, suhu, Nadi perifer, edema, pengisian
cairan, penurunan aliran meningkat, dengan ankle-brachial index) kapiler, warna, suhu, ankle-brachial
arteri dan/atau vena,
kriteria hasil : b. Identifikasi factor risiko gangguan index)
kurang terpapar informasi
tentang factor pemberat, a. Denyut nadi perifer sirkulasi (mis. Diabetes, perokok, orang b. Mengidentifikasi factor risiko
kurang terpapar informasi meningkat tua, hipertensi, dan kadar kolesterol gangguan sirkulasi (mis. Diabetes,
tentang proses
penyakit,kurang aktivitas b. Penyembuhan luka tinggi) perokok, orang tua, hipertensi, dan
fisik D.d parastesia, nyeri meningkat c. Monitor panas, kemerahan, nyeri, atau kadar kolesterol tinggi)
ektrimitas, pengisian c. Sensasi meningkat bengkak pada ekstremitas c. Memonitor panas, kemerahan, nyeri,
kapiler >3 detik, nadi
perifer menurun atau tidak d. Warna kulit pucat Terapeutik atau bengkak pada ekstremitas
teraba,akral teraba dingin, menurun a. Hindari pemasangan infus atau Terapeutik
warna kulit pucat, turgor
e. Edema perifer pengambilan darah di area keterbatsan
kulit menurun, edema, a. Menghindari pemasangan infus atau
penyembuhan luka menurun perfusi pengambilan darah di area
f. Nyeri ekstrimitas b. Hindari pengukuran tekanan darah pada keterbatsan perfusi
menurun ekstremitas dengan keterbatasan perfusi
g. Parastesia menurun c. Hindari penekanan dan pemasangan
tourniquet pada area yang cedera
lambat, indeks ankle- h. Kelemahan otot d. Lakukan pencegahan infeksi b. Menghindari pengukuran tekanan
brachial <0,90, bruit menurun e. Lakukan perawatan kaki dan kuku darah pada ekstremitas dengan
femoral
i. Kram otot menurun f. Lakukan hidrasi keterbatasan perfusi
j. Bruit femoralis Edukasi c. Menghindari penekanan dan
menurun a. Anjurkan berhenti merokok pemasangan tourniquet pada area
k. Nekrosis menurun b. Anjurkan berolahraga rutin yang cedera
l. Pengisian kapiler c. Anjurkan mengecek air mandi untuk d. Melakukan pencegahan infeksi
membaik menghindari kulit terbakar e. Melakukan perawatan kaki dan kuku
m. Akral membaik d. Anjurkan menggunakan obat penurun f. Melakukan hidrasi
n. Tutgor kulit tekanan darah, antikoagulan, dan penurun Edukasi
membaik kolestrol
a. Menganjurkan berhenti merokok
o. Tekanan darah e. Anjurkan minum obat pengontrol tekanan
b. Menganjurkan berolahraga rutin
siastolik membaik darah secara teratur
c. Menganjurkan mengecek air mandi
p. Tekanan darah f. Anjurkan menghindari penggunaan obat
untuk menghindari kulit terbakar
diastolic membaik penyekat beta
d. Menganjurkan menggunakan obat
q. Tekanan arteri g. Anjurkan melakukan perawatan kulit
penurun tekanan darah,
ratarata membaik yang tepat
antikoagulan, dan penurun kolestrol
r. Indeks anklebrachial h. Anjurkan program rehabilitasi vascular
e. Menganjurkan minum obat
membaik i. Anjurkan program diet untuk pengontrol tekanan darah secara
memperbaiki sirkulasi teratur
j. Informasikan tanda dan gejala darurat yang f. Menganjurkan menghindari
harus dilaporkan penggunaan obat penyekat beta
g. Menganjurkan melakukan
Intervensi Pendukung: Pemantauan tanda perawatan kulit yang tepat
vital h. Menganjurkan program rehabilitasi
Observasi vascular
a. Monitor tekanan darah i. Menganjurkan program diet untuk
b. Monitor nadi ( frekuensi, kekuatan, irama) memperbaiki sirkulasi
c. Monitor pernapasan (frekuensi, j. Menginformasikan tanda dan gejala
kedalaman) darurat yang harus dilaporkan
d. Monitor suhu tubuh
e. Monitor oksimetri nadi
Intervensi Pendukung: Pemantauan
f. Monitor tekanan nadi (selisih TDS dan tan vital
TDD) Observasi
g. Identifikasi penyebab perubahan tanda
a. Memonitor tekanan darah
vital
b. Memonitor nadi ( frekuensi,
Terapeutik
kekuatan, irama)
a. Atur interval pemantauan sesuai kondisi
c. Memonitor pernapasan (frekuensi,
pasien
kedalaman)
b. Dokumentasikan hasil pemantauan
d. Memonitor suhu tubuh
Edukasi e. Memonitor oksimetri nadi
a. Jelaskan tujuan dan prosedur pemantauan f. Memonitor tekanan nadi (selisih
b. Informasikan hasil pemantauan. Jika TDS dan TDD)
perlu g. Mengidentifikasi penyebab perubahan
tanda vital
Terapeutik

a. Atur interval pemantauan sesuai


kondisi pasien
2 Keletihan B.d gangguan Setelah dilakukan Intervensi utama: Edukasi Intervensi utama: Edukasi aktivitas
tidur, gaya hidup monoton, intervensi keperawatan aktivita/istiraha /istirahat
kondisi fisiologis, program Edukasi
perawatan/pengobatan selama 2x24 jam, maka Edukasi
jangka panjang, peristiwa tingkat keletihan a. Identifikasi kesiapan dan kemampuan a. Mengidentifikasi kesiapan dan
hidup negatif, stress menerima informasi Trapeutik:
menurun, dengan kemampuan menerima informasi
berlebihan, depresi D.d
kriteria hasil: a. Sediakan materi dan media pengaturan Trapeutik:
merasa energy tidak pulih
walaupun telah tidur, a. Verbalisasi kepulihan aktivitas dan istirahat a. Menyediakan materi dan media
merasa kurang tenaga, b. Jelaskan pemberian pendidikan kesehatan
mengeluh lelah, merasa energy meningkat pengaturan aktivitas dan istirahat
bersalah akibat tidak b. Tenaga meningkat sesuai kesepakatan b. Menjelaskan pemberian pendidikan
mampu menjalankan c. Kemampuan c. Berikan kesempatan kepada pasien dan kesehatan sesuai kesepakatan
melakukan aktivitas keluarga untuk bertanya c. Memberikan kesempatan kepada
rutin meningkat Edukasi pasien dan keluarga untuk bertanya

d. Motivasi meningkat
tanggungjwab, libido e. Verbalisasi lelah a. Jelaskan pentingnya melakukan aktivitas Edukasi
menurun, tidak mampu menurun fisik/ olahraga secara rutin a. Menjelaskan pentingnya melakukan
mempertahankan aktivitas
rutin, tampak lesu, f. Lesu menurun b. Anjurkan terlibat dalam aktivitas aktivitas fisik/ olahraga secara rutin
kebutuhan istirahat g. Gangguan konsentrasi kelompok, aktivitas bermain atau b. Menganjurkan terlibat dalam
meningkat
menurun kreativitas lainnya aktivitas kelompok, aktivitas
h. Sakit kepala menurun c. Anjurkan menyusun jadwal aktivitas dan bermain atau kreativitas lainnya
i. Sakit tenggorokan istirahat c. Menganjurkan menyusun jadwal
menurun d. Anjurkan cara mengidentifikasi aktivitas dan istirahat
j. Mengi menurun kebutuhan istirahat d. Menganjurkan cara mengidentifikasi
k. Sianosis menurun e. Ajarkan cara mengidentifikasi target dan kebutuhan istirahat
l. Gelisah menurun jenis aktivitas sesuai kemampuan e. Mengajarkan cara mengidentifikasi
m. Frekuensi napas target dan jenis aktivitas sesuai
menurun Intervensi Tambahan : Dukungan tidur kemampuan
n. Perasaan bersalah Observasi
menurun a. Identifikasi pola aktivitas dan tidur Intervensi Tambahan : Dukungan
o. Selera makan b. Identifikasi factor pengganggu tidur tidur
membaik c. Identifikasi makanan dan minuman yang Observasi
p. Pola napas membaik mengganggu tidur a. Mengidentifikasi pola aktivitas dan
d. Identifikasi obat tidur yang dikonsumsi tidur
q. Libido membaik
r. Pola istirahat Terapeutik
membaik a. Modifikasi lingkungan
b. Batasi waktu tidur siang,jika perlu b. Mengidentifikasi factor
c. Fasilitasi menghilangkan stress sebelum pengganggu tidur
tidur c. Mengidentifikasi makanan dan
d. Tetapkan jadwal tidur rutin minuman yang mengganggu tidur
e. Lakukan prosedur untuk meningkatkan d. Mengidentifikasi obat tidur yang
kenyamanan dikonsumsi
f. Sesuaikan jadwal pemberian obat Terapeutik
dan/atau tindakan untuk menunjang a. Memodifikasi lingkungan
siklus tidur-terjaga b. Membatasi waktu tidur siang,jika
Edukasi perlu
a. Jelaskan pentingnya tidur cukup selama c. Memfasilitasi menghilangkan
sakit stress sebelum tidur
b. Anjurkan menepati kebiasaan waktu d. Menetapkan jadwal tidur rutin
tidur e. Melakukan prosedur untuk
c. Anjurkan menghindari meningkatkan kenyamanan
makanan/minuman yang mengganggu f. Menyesuaikan jadwal pemberian
tidur obat dan/atau tindakan untuk
d. Anjurkan penggunaan obat tidur yang menunjang siklus tidur-terjaga
tidak mengandung supresor terhadap
Edukasi
tidur REM
a. Menjelaskan pentingnya tidur cukup
selama sakit
e. Ajarkan factor-faktor yang berkontribusi b. Menganjurkan menepati kebiasaan
terhadap gangguan pola tidur waktu tidur
f. Ajarkan relaksasi otot autogenic atau cara c. Menganjurkan menghindari
nonfarmakologi lainnya makanan/minuman yang
mengganggu tidur
d. Menganjurkan penggunaan obat
tidur yang tidak mengandung
supresor terhadap tidur REM

3 Deficit nutrisi B.d Setelah dilakukan Intervensi utama: Manajemen nutrisi Intervensi utama: Manajemen nutrisi
ketidakmampuan menelan intervensi keperawatan Observasi Observasi
makanan, selama 2x24 jam, maka a. Identifikasi status nutrisi a. Mengidentifikasi status nutrisi
ketidakmampuan status nutrisi membaik, b. Identifikasi alergi dan intoleransi b. Mengidentifikasi alergi dan
mencerna makanan, dengan kriteria hasil : makanan intoleransi makanan
ketidakmampuan a. Porsi makan yang c. Identifikasi makanan yang disukai c. Mengidentifikasi makanan yang
mengabsorsi nutrient, dihabiskan disukai
d. Identifikasi kebutuhan kalori dan jenis
peningkatan kebutuhan
metabolism, factor meningkat nutrient d. Mengidentifikasi kebutuhan kalori
ekonomi, factor psikologis b. Kekuatan otot e. Identifikasi perlunya penggunaan selang dan jenis nutrient
D.d cepat kenyang setelah mengunyah
nasogatrik e. Identifikasi perlunya penggunaan
makan, kram/nyeri meningkat
f. Monitor asupan makanan selang nasogatrik
g. Monitor berat badan f. Monitor asupan makanan
abdomen, nafsu makan c. Kekuatan otot h. Monitor hasil pemeriksaan laboratorium g. Monitor berat badan
menurun, berat badan menelan meningkat Terapeutik h. Monitor hasil pemeriksaan
menurun minimal 10% di d. Serum albumin a. Lalukan oral hygiene sebelum makan laboratorium
bawah rentang ideal, meningkat b. Fasilitasi menentukan pedoman diet Terapeutik
bising usus hiperaktif, otot e. Verbalisasi c. Sajikan makanan secara menarik dan a. Melalukan oral hygiene sebelum
pengunyah lemah, keinginan untuk suhu sesuai makan
membrane mukosa meningkatkan nutrisi d. Berikan makanan tinggi serat untuk b. Memfasilitasi menentukan pedoman
pucat,sariawan, serum meningkat mencegah konstipasi diet
albumin turun, rambut f. Pengetahuan tentang e. Berikan makanan tinggi kalori dan tinggi c. Menyajikan makanan secara
rontok berlebihan, diare pilihan makanan protein menarik dan suhu sesuai
yang sehat f. Berikan suplemen makanan d. Memberikan makanan tinggi serat
meningkat g. Hentikan pemberian makan melalui untuk mencegah konstipasi
g. Pengetahuan tentang selang nasogatrik jika asupan oral dapat e. Memberikan makanan tinggi kalori
pilihan minuman ditoleransi dan tinggi protein
yang sehat Edukasi f. Memberikan suplemen makanan
meningkat a. Anjurkan posisi dudujk g. Menghentikan pemberian makan
h. Pengetahuan tentang b. Anjurkan diet yang diprogramkan melalui selang nasogatrik jika
standar asupan asupan oral dapat ditoleransi
Kolaborasi
nutrisi yang tepat
meningkat a. Kolaborasi pemberian medikasi sebelum Edukasi
makan a. Menganjurkan posisi dudujk
i. Penyiapan dan b. Kolaborasi dengan ahli gizi untuk b. Menganjurkan diet yang
penyimpanan menentukan jumlah kalori dan jenis diprogramkan
minuman yang aman nutrient yang dibutuhkan Kolaborasi
meningkat c. Berkolaborasi pemberian medikasi
j. Penyiapan dan Intervensi pendukung: Pemantauan sebelum makan
penyimpanan nutrisi d. Berkolaborasi dengan ahli gizi
makanan yang aman Observasi untuk menentukan jumlah kalori
meningkat a. Identifikasi factor yang mempengaruhi dan jenis nutrient yang dibutuhkan
k. Sikap terhadap asupan gizi
makanan/ minuman b. Identifikasi perubahan berat badan Intervensi pendukung: Pemantauan
sesuai dengan tujuan c. Identifikasi kelainan pada kulit, rambut, nutrisi
kesehatan meningkat kuku, rongga mulut dan eliminasi Observasi
l. Perasaan cepat d. Identifikasi pola makan a. Mengidentifikasi factor yang
kenyang menurun e. Identifikasi kemampuan menelan mempengaruhi asupan gizi
m. Nyeri abdomen f. Monitor mual dan muntah b. Mengidentifikasi perubahan berat
menurun g. Monitor asupan oral badan
n. Sariawan menurun h. Monitor warna konjungtiva c. Mengidentifikasi kelainan pada
o. Rambut rontok i. Monitor hasil laboratorium kulit, rambut, kuku, rongga mulut
menurun Terapeutik dan eliminasi
p. Diare menurun a. Timbang berat badan d. Mengidentifikasi pola makan
b. Ukur antropometri komposisi tubuh
q. Berat badan c. Hitung perubahan berat badan e. Mengidentifikasi kemampuan
membaik d. Atur interval waktu pemantauan sesuai menelan
r. IMT Membaik dengan kondisi pasien f. Memonitor mual dan muntah
s. Frekuensi makan e. Dokumentasikan hasil pemantauan g. Memonitor asupan oral
membaik Edukasi h. Memonitor warna konjungtiva
t. Nafsu makan a. Jelaskan tujuan dan prosedur pemantauan i. Memonitor hasil laboratorium
membaik b. Informasikan hasil pemantauan Terapeutik
u. Bising usus a. Menimbang berat badan
membaik b. Mengukur antropometri komposisi
v. Tebal lipatan kulit tubuh
trisep membaik c. Menghitung perubahan berat badan
w. Membrane mukosa d. Mengatur interval waktu
membaik
pemantauan sesuai dengan kondisi
pasien
e. Mendokumentasikan hasil
pemantauan
Edukasi
a. Menjelaskan tujuan dan prosedur
pemantauan
b. Informasikan hasil pemantauan
4 Deficit perawatan diri B.d Setelah dilakukan Intervensi Utama : Dukungan perawatan Intervensi Utama : Dukungan
gangguan musculoskeletal, intervensi keperawatan diri perawata diri
gangguan neuromuskuler, selama 2x24 jam, maka Observasi Observasi
kelemahan, gangguan perawatan diri a. Identifikasi kebiasaan aktivitas perawatan a. Mengidentifikasi kebiasaan aktivitas
psikologis dan/atau meningkat, dengan diri sesuai usia perawatan diri sesuai usia
psikotik,penurunan kriteria hasil : b. Monitor tingkat kemandirian b. Memonitor tingkat kemandirian
motivasi/minat D.d a. Kemampuan mandi c. Identifikasi kebutuhan alat bantu c. Mengidentifikasi kebutuhan alat
menolak melakukan
meningkat kebersihan diri, berpakaian, berhias dan bantu kebersihan diri, berpakaian,
perawatan diri, tidak
mampu mandi/ b. Kemampuan makan berhias dan makan
menggunakan pakaian/ mengenakan pakaian Terapeutik Terapeutik
makan/ ke toilet/ berhias
meningkat a. Sediakan lingkungan yang terapeutik a. Menyediakan lingkungan yang
secara mandiri, minat
melakukan perawatan diri c. Kemampuan makan b. Siapkan keperluan pribadi terapeutik
kurang. meningkat c. Damping dalam melakukan perawatan diri b. Menyiapkan keperluan pribadi
d. Kemampuan ke sampai mandiri c. Mendampingi dalam melakukan
toilet ( BAB/BAK) d. Fasilitasi untuk menerima keadaan perawatan diri sampai mandiri
meningkat ketergantungan d. Memfasilitasi untuk menerima
e. Verbalisasi e. Fasilitasi kemandirian, bantu jika tidak keadaan ketergantungan
keinginan
mampu melakukaun perawatan diri e. Memfasilitasi kemandirian, bantu
melakukan
f. Jadwalkan rutinitas perawatan diri jika tidak mampu melakukaun
perawatan diri
perawatan diri
meningkat Edukasi
f. Minat melakukan a. Jelaskan prosedur, termasuk sensai yang f. Menjadwalkan rutinitas perawatan
perawatan diri mungkin dialami diri
meningkat Kolaborasi Edukasi
g. Mempertahankan a. Anjurkan melakukan perawatan diri secara a. Menjelaskan prosedur, termasuk
kebersihan diri konsisten sesuai kemampuan sensai yang mungkin dialami
meningkat Kolaborasi
h. Mempertahankan Intervensi pendukung : Manajemen a. Menganjurkan melakukan perawatan
kebersihan mulut
lingkungan diri secara konsisten sesuai
meningkat
Observasi kemampuan
a. Identifikasi keamanan dan kenyamanan
lingkungan Intervensi pendukung : Manajemen
Terapeutik lingkungan
a. Atur posisi furniture dengan rapid an Observasi
terjangkau a. Mengidentifikasi keamanan dan
b. Atur suhu lingkungan yang sesuai kenyamanan lingkungan
c. Sediakan ruang berjalan yang cukup Terapeutik
dana man a. Mengatur posisi furniture dengan
d. Sediakan tempat tidur dan lingkungan rapid an terjangkau
yang bersih dan nyaman b. Mengatur suhu lingkungan yang
e. Sediakan pewangi ruangan sesuai
f. Hindari pandangan langsung kekamar c. Menyediakan ruang berjalan yang
mandi, toilet, atau peralatan untuk cukup dana man
eliminasi d. Menyediakan tempat tidur dan
g. Ganti pakaian secara berkala lingkungan yang bersih dan nyaman
h. Hindari paparan langsung dengan cahaya e. Menyediakan pewangi ruangan
matahari atau cahaya yang tidak perlu f. Menghindari pandangan langsung
i. Izinkan membawa benda-benda yang kekamar mandi, toilet, atau
disukai dari rumah peralatan untuk eliminasi
j. Izinkan keluarga untuk tinggal g. Mengganti pakaian secara berkala
mendampingi pasien h. Menghindari paparan langsung
k. Fasilitasi penggunaan barang-barang dengan cahaya matahari atau cahaya
pribadi yang tidak perlu
l. Pertahankan konsistensi kunjungan i. Mengizinkan membawa bendabenda
tenaga kesehatan yang disukai dari rumah
m. Berikan bel atau komunikasi untuk j. Mengizinkan keluarga untuk tinggal
memanggil perawat mendampingi pasien
Edukasi k. Memfasilitasi penggunaan
a. Jelaskan cara membuat lingkungan barangbarang pribadi
rumah yang aman l. Mempertahankan konsistensi
b. Jelaskan cara menghadapi bahaya kunjungan tenaga kesehatan
kebakaran
c. Ajarkan pasien dan keluarga/pengunjung m. Memberikan bel atau komunikasi
tentang upaya pencegahan infeksi untuk memanggil perawat
Edukasi
a. Menjelaskan cara membuat
lingkungan rumah yang aman
b. Menjelaskan cara menghadapi
bahaya kebakaran
c. Ajarkan pasien dan
keluarga/pengunjung tentang upaya
pencegahan infeksi

5 Risiko perfusi Setelah dilakukan Intervensi utama: Konseling nutrisi Intervensi utama: Konseling nutrisi
gastrointestinal tidak intervensi keperawatan Observasi Observasi
efektif D.d Perdarahan
gastrointestinal akut, selama 2x24jam, maka a. Identifikasi kebiasaan makan dan perilaku a. Mengidentifikasi kebiasaan makan
trauma abdomen, perfusi gastrointestinal makan yang akan diubah dan perilaku makan yang akan
sindroma kompartemen
meningkat , dengan b. Identifikasi kemajuan moofikasi diet diubah
abdomen, aneurisma aorta
abdomen, varises kriteria hasil : secara regular b. Mengidentifikasi kemajuan
gastroesofagus, penurunan a. Nafsu makan c. Monitor intake dan outpue cairan, nilai moofikasi diet secara regular
kinerja ventrikel kiri,
koagulcpati, penurunan meningkat Hb, tekanan darah, kenaikan berat badan c. Memonitor intake dan outpue
b. Mual/muntah dan kebiasaan membeli makanan cairan, nilai Hb, tekanan darah,
menurun kenaikan berat badan dan kebiasaan
Terpeutik membeli makanan
a. Bina hubungan terapeutik
konsentrasi Hb, c. Nyeri abdomen b. Sepakati lama waktu pemberian Terpeutik
keabnormalan masa menurun konseling a. Membina hubungan terapeutik
prothrombin dan/atau d. Asites menurun c. Tetapkan tujuan jangka pendek dan b. Menyepakati lama waktu pemberian
masa trombolastin parsial, e. Konstipasi menurun jangka panjang yang realistis konseling
disfungsi hati, disfungsi f. Diare menurun d. Gunakan standar nutrisi sesuai program c. Menetapkan tujuan jangka pendek
ginjal, disfungsi g. Bising usus diet dalam mengevaluasi kecukupan dan jangka panjang yang realistis
gastrointestinal, membaik asupan makanan d. Menggunakan standar nutrisi sesuai
Hiperglikemia, e. Pertimbangkan factor-faktor yang program diet dalam mengevaluasi
ketidakstabilan mempengaruhi pemenuhan kebutuhan kecukupan asupan makanan
hemodinamik, efek agen gizi e. Mempertimbangkan factor-faktor
farmakologis, Usia >60 Edukasi yang mempengaruhi pemenuhan
tahun, efek samping a. Informasikan perlunya modifikasi diet kebutuhan gizi
tindakan b. Jelaskan program gizi dan persepsi Edukasi
pasien, pengurangan kolestrol a. Menginformasikan perlunya
Kolaborasi modifikasi diet
a. Rujuk pada ahli gizi, jika perlu b. Menjelaskan program gizi dan
persepsi pasien, pengurangan
Intervensi dukungan: Perawatan jantung kolestrol
Kolaborasi
Observasi
a. Identifikasi tanda/gejala primer a. Merujuk pada ahli gizi, jika perlu
penurunan curah jantung
b. Identifikasi tanda/gejala sekunder Intervensi dukungan: Perawatan
penurunan curah jantung jantung
c. Monitor tekanan darah, intake dan Observasi
output cairan, saturasi oksigen, keluhan a. Mengidentifikasi tanda/gejala
nyeri dada primer penurunan curah jantung
d. Monitor EKG12 sadapan, artitmia, nilai b. Mengidentifikasi tanda/gejala
laboratorium jantung, fungsi alat pacu sekunder penurunan curah jantung
jantung c. Memonitor tekanan darah, intake
e. Periksa tekanan darah dan frekuensi dan output cairan, saturasi oksigen,
nadi sebelum dan sesudah aktivitas keluhan nyeri dada
f. Periksa tekanan darah dan frekuensi d. Memonitor EKG12 sadapan,
sebelum pemberian obat artitmia, nilai laboratorium jantung,
Terapeutik fungsi alat pacu jantung
a. Posisikan pasien semi-fowler atau e. Memeriksa tekanan darah dan
fowler dengan kaki ke bawah atau posisi frekuensi nadi sebelum dan sesudah
nyaman aktivitas
b. Berikan diet jantung yang sesuai f. Memeriksa tekanan darah dan
c. Gunakan stocking elastis atau frekuensi sebelum pemberian obat
pneumatic intermiten
d. Fasilitasi pasien dan keluarga untuk Terapeutik
modifikasi gaya hidup sehat a. Memposisikan pasien semi-fowler
e. Berikan terapi relaksasi untuk atau fowler dengan kaki ke bawah
mengurangi stress atau posisi nyaman
f. Berikan dukungan emosional dan b. Memberikan diet jantung yang
spiritual sesuai
g. Berikan oksigen untuk c. Menggunakan stocking elastis atau
mempertahankan saturasi oksigen pneumatic intermiten
>94% d. Memfasilitasi pasien dan keluarga
Edukasi untuk modifikasi gaya hidup sehat
a. Anjurkan beraktivitas fisik sesuai e. Memberikan terapi relaksasi untuk
toleransi mengurangi stress
b. Anjurkan beraktivitas fisik secara f. Memberikan dukungan emosional
bertahap dan spiritual
c. Anjurkan berhenti merokok g. Memberikan oksigen untuk
d. Ajarkan pasien dan keluarga mengukur mempertahankan saturasi oksigen
berat badan harian >94%
e. Ajarkan pasien dan keluarga mengukur Edukasi
intake dan output cairan harian a. Menganjurkan beraktivitas fisik
sesuai toleransi
Kolaborasi
a. Kolaborasi pemberian antiaritmia
b. Rujuk ke program rehabilitasi jantung b. Menganjurkan beraktivitas fisik
secara bertahap
c. Menganjurkan berhenti merokok
d. Mengajarkan pasien dan keluarga
mengukur berat badan harian
e. Mengajarkan pasien dan keluarga
mengukur intake dan output cairan
harian Kolaborasi
a. Berkolaborasi pemberian
antiaritmia
b. Merujuk ke program rehabilitasi
jantung
10. Daftar Pustaka

Standar Diagnosis Keperawatan Indonesia(SDKI) Edisi I Cetakan


III(Revisi).Jakarta

Standar Intervensi Keperawatan Indonesia(SIKI) Edisi I Cetakan II.Jakarta

Laporan Pendahuluan Askep Anemia pdf doc (perawatkitasatu.com)

(DOC) LAPORAN PENDAHULUAN ANEMIA | Hasan udin - Academia.edu

Hitung Darah Lengkap, Ini yang Harus Anda Ketahui - Alodokter

Anda mungkin juga menyukai