Anemia: Definisi, Penyebab, dan Penanganan
Anemia: Definisi, Penyebab, dan Penanganan
Disusun oleh :
Pathway
ANEMIA
Defisit Nutrisi
4. Manifestasi Klinik
A. Keletihan, malaise, atau mudah mengantuk
B. Pusing atau kelemahan
C. Sakit kepala
D. Lesi pada mulut dan lidah
E. Anoreksia, mual atau muntah
F. Kulit pucat
G. Mukosa membrane atau konjungtiva pucat
H. Dasar kuku pucat
I. Takikardi
5. Penatalaksanaan
A. Penatalaksaan Medis
a) Transpalasi sel darah merah
Prosedur untuk memperbarui sumsum tulang yang rusak dan tidak lagi
mampu memproduksi sel darah yang sehat. Transplantasi sumsum
tulang disebut juga transplantasi sel induk atau sel punca (stem cell).
b) Pemberian obat antibiotic untuk pencegahan infeksi
c) Permberian suplemen asam folat untuk merangsang pembentukan sel
darah merah
B. Penatalaksanaan Non Medis
a) Memberikan asupan makanan yang mengandung zat besi
b) Memberikan asupan vitamin b12
c) Memberikan asupan asam folat
6. Komplikasi
A. Perkembangan otot menurun
B. Kemampuan memperoleh informasi yang di dengar menurun
C. Daya konsentrasi menurun
D. Kesulitan melakukan aktivitas akibat kelelahan
E. Masalah pada jantung
F. Gangguan pada paru paru
G. Rentan terkena infeksi
7. Pengkajian Identitas
Identitas klien meliputi Nama lengkap, Umur, Jenis Kelamin, Suku, Bangsa,
Agama, Pekerjaan, pendidikan, status perkawinan, golongan darah, Alamat, Tanggal
masuk rumah sakit, tanggal pengkajian, Cara Masuk rumah sakit, diagnosa Medis,
NO RM. Alasan dirawat, upaya yang telah dilakukan, terapi/operasi yang pernah
dilakukan. Identitas penanggung jawab umur, jenis kelalttin, agarna, pendidikan,
pekerjaan, hubungan dengan klien dan alamat.
A. Keluhan Utama
Pada pasien anemia biasanya mengalami kelemahan, lesu, letih, lelah, lunglai,
bibir pucat, napas pendek, lidah licin, denyuut jantung meningkat, susah BAB, nafsu
makan berkurang, pusing dan mudah mengantuk
Merupakan penjelasan dari keluhan utama misalnya yang sering terjadi pada
pasien anemia adalah sering mengeluh lelah dan pusing
Adanya riwayat penyakit sistemik yang dimiliki oleh pasien seperti hipertensi ,
magh dan penyakit metabolism lainnya.
Dikaji apakah aggota dalam keluarga klien ada yang menderita penyakit
seperti anemia.Jika ada riwayat penyakit keturunan dibuat genogram.
Tidak tampak pulpasi iktus cordis, pasien terlihat lesu, dan cepat lelah juga
sesak napas, iktus kortis teraba, nadi meningkat dengan cepat, Tidak ada nyeri tekan,
Batas atas jantung ICS II Sinistra, batas bawah jantung paa ICS V, batas kanan
jantung PSL dextra, batas kiri jantung MCL Sinistra ICS V, irama jantung menurun
dan terdengar suara murmur.
b. Sistem Penglihatan
Konjungtiva (+), sklera icterus (-), reflex pupil (+) dan tidak ada nyeri tekan.
c. Sistem Pendengaran
Simetris, sekret (-) dan tidak nyeri tekan.
d. Sistem Pernafasan
e. Sistem Pencernaan
f. Sistem Persyarafan
Pada klien anemia biasanya mengalami rasa pusing, sakit kepala, gangguan
keseimbangan, rasa kesemutan dan pada anemia yang berat dapat menimbulkan
kematian, kelemahan pada otot, perasaan dingin pada ekstrimitas, dan biasanya
mengalami kram otot.
g. Sistem imun
h. Sistem integument
i. Sistem musculoskeletal
F. Pemeriksaan Diagnostik
A. Laboratorium
- Hitung sel darah lengkap dan asupan darah : untuk tujuan praktis serta
pemeriksaan untuk mengetahui jumlah sel-sel darah secara lengkap.
Tujuannya antara lain untuk mendeteksi penyakit, memantau
perkembangan penyakit, dan mengevaluasi
efektivitas pengobatan. Pemeriksaan hitung darah lengkap dilakukan
dengan mengambil sampel darah, umumnya dari pembuluh darah di
lengan, untuk kemudian diperiksa di laboratorium guna mengetahui
jumlah dari komponenkomponen yang ada di dalam darah. Asupan
darah tepi memberikan evaluasi morfologo eritrosit, hitung jenis
leukosist dan perkiraan keadekuatan trombosit.
Pembagian derajat anemia menurut WHO dan NCI (National Cancer Institute).
DERAJAT WHO NCI
Derajat 0 (nilai normal) >11.0 g/dl Perempuan 12.0 – 16.0 g/dl,
Laki-laki 14.0 18.0 g/dl
Derajat 1 (ringan) 9.5 – 10.9 g/dl 10.0 g/dl – nilai normal
Derahjat 2 (sedang) 8.0 – 9.4 g/dl 8.0 10.0 g/dl
Derajat 3 (berat) 6.5 – 7.9 g/dl 6.5 – 7.9 g/dl
Derajat 4 (mengancam jiwa) <6.5 g/dl <6.5 g/dl
G. Analisa Data
No Data Etiologi Masalah
1 Ds: Anemia Perfusi tidak
a. Parastesia Perifer
efektif
b. Nyeri ekstrimitas Transport 02 menurun
(klaudikasi intermiten) Do:
Perfusi perifer tidak
a. Pengisian kapiler >3 detik
efektif
b. Nadi perifer menurun atau
tidak teraba
c. Akral teraba dingin
d. Warna kulit pucat
e. Turgor kulit menurun
f. Edema
g. Penyembuhan luka lambat
h. Indeks ankle-brachial <0.90
i. Bruit femoral
- Pemeriksaan laboratorium:
Hitung sel darah lengkap
(mengancam
jiwa)
2 Ds: Anemia Keletihan
a. Merasa energy tidak pulih
Transport 02 menurun
walaupun telah tidur
b. Merasa kurang tenaga
Hipoksia sel dan
c. Mengeluh lelah jaringan
d. Merasa bersalah akibat tidak
mampu menjalankan
Metabolism anaerob
tanggungjwab
e. Libido menurun Do:
Penumpukan asam laktat
pada jaringan
a. Tidak mampu
mempertahankan aktivitas Kelelahan
rutin
b. Tampak lesu Keletihan
c. Kebutuhan istirahat
meningkat
- Pemeriksaan laboratorium:
Hitung sel darah lengkap dan
asupan darah
d. Motivasi meningkat
tanggungjwab, libido e. Verbalisasi lelah a. Jelaskan pentingnya melakukan aktivitas Edukasi
menurun, tidak mampu menurun fisik/ olahraga secara rutin a. Menjelaskan pentingnya melakukan
mempertahankan aktivitas
rutin, tampak lesu, f. Lesu menurun b. Anjurkan terlibat dalam aktivitas aktivitas fisik/ olahraga secara rutin
kebutuhan istirahat g. Gangguan konsentrasi kelompok, aktivitas bermain atau b. Menganjurkan terlibat dalam
meningkat
menurun kreativitas lainnya aktivitas kelompok, aktivitas
h. Sakit kepala menurun c. Anjurkan menyusun jadwal aktivitas dan bermain atau kreativitas lainnya
i. Sakit tenggorokan istirahat c. Menganjurkan menyusun jadwal
menurun d. Anjurkan cara mengidentifikasi aktivitas dan istirahat
j. Mengi menurun kebutuhan istirahat d. Menganjurkan cara mengidentifikasi
k. Sianosis menurun e. Ajarkan cara mengidentifikasi target dan kebutuhan istirahat
l. Gelisah menurun jenis aktivitas sesuai kemampuan e. Mengajarkan cara mengidentifikasi
m. Frekuensi napas target dan jenis aktivitas sesuai
menurun Intervensi Tambahan : Dukungan tidur kemampuan
n. Perasaan bersalah Observasi
menurun a. Identifikasi pola aktivitas dan tidur Intervensi Tambahan : Dukungan
o. Selera makan b. Identifikasi factor pengganggu tidur tidur
membaik c. Identifikasi makanan dan minuman yang Observasi
p. Pola napas membaik mengganggu tidur a. Mengidentifikasi pola aktivitas dan
d. Identifikasi obat tidur yang dikonsumsi tidur
q. Libido membaik
r. Pola istirahat Terapeutik
membaik a. Modifikasi lingkungan
b. Batasi waktu tidur siang,jika perlu b. Mengidentifikasi factor
c. Fasilitasi menghilangkan stress sebelum pengganggu tidur
tidur c. Mengidentifikasi makanan dan
d. Tetapkan jadwal tidur rutin minuman yang mengganggu tidur
e. Lakukan prosedur untuk meningkatkan d. Mengidentifikasi obat tidur yang
kenyamanan dikonsumsi
f. Sesuaikan jadwal pemberian obat Terapeutik
dan/atau tindakan untuk menunjang a. Memodifikasi lingkungan
siklus tidur-terjaga b. Membatasi waktu tidur siang,jika
Edukasi perlu
a. Jelaskan pentingnya tidur cukup selama c. Memfasilitasi menghilangkan
sakit stress sebelum tidur
b. Anjurkan menepati kebiasaan waktu d. Menetapkan jadwal tidur rutin
tidur e. Melakukan prosedur untuk
c. Anjurkan menghindari meningkatkan kenyamanan
makanan/minuman yang mengganggu f. Menyesuaikan jadwal pemberian
tidur obat dan/atau tindakan untuk
d. Anjurkan penggunaan obat tidur yang menunjang siklus tidur-terjaga
tidak mengandung supresor terhadap
Edukasi
tidur REM
a. Menjelaskan pentingnya tidur cukup
selama sakit
e. Ajarkan factor-faktor yang berkontribusi b. Menganjurkan menepati kebiasaan
terhadap gangguan pola tidur waktu tidur
f. Ajarkan relaksasi otot autogenic atau cara c. Menganjurkan menghindari
nonfarmakologi lainnya makanan/minuman yang
mengganggu tidur
d. Menganjurkan penggunaan obat
tidur yang tidak mengandung
supresor terhadap tidur REM
3 Deficit nutrisi B.d Setelah dilakukan Intervensi utama: Manajemen nutrisi Intervensi utama: Manajemen nutrisi
ketidakmampuan menelan intervensi keperawatan Observasi Observasi
makanan, selama 2x24 jam, maka a. Identifikasi status nutrisi a. Mengidentifikasi status nutrisi
ketidakmampuan status nutrisi membaik, b. Identifikasi alergi dan intoleransi b. Mengidentifikasi alergi dan
mencerna makanan, dengan kriteria hasil : makanan intoleransi makanan
ketidakmampuan a. Porsi makan yang c. Identifikasi makanan yang disukai c. Mengidentifikasi makanan yang
mengabsorsi nutrient, dihabiskan disukai
d. Identifikasi kebutuhan kalori dan jenis
peningkatan kebutuhan
metabolism, factor meningkat nutrient d. Mengidentifikasi kebutuhan kalori
ekonomi, factor psikologis b. Kekuatan otot e. Identifikasi perlunya penggunaan selang dan jenis nutrient
D.d cepat kenyang setelah mengunyah
nasogatrik e. Identifikasi perlunya penggunaan
makan, kram/nyeri meningkat
f. Monitor asupan makanan selang nasogatrik
g. Monitor berat badan f. Monitor asupan makanan
abdomen, nafsu makan c. Kekuatan otot h. Monitor hasil pemeriksaan laboratorium g. Monitor berat badan
menurun, berat badan menelan meningkat Terapeutik h. Monitor hasil pemeriksaan
menurun minimal 10% di d. Serum albumin a. Lalukan oral hygiene sebelum makan laboratorium
bawah rentang ideal, meningkat b. Fasilitasi menentukan pedoman diet Terapeutik
bising usus hiperaktif, otot e. Verbalisasi c. Sajikan makanan secara menarik dan a. Melalukan oral hygiene sebelum
pengunyah lemah, keinginan untuk suhu sesuai makan
membrane mukosa meningkatkan nutrisi d. Berikan makanan tinggi serat untuk b. Memfasilitasi menentukan pedoman
pucat,sariawan, serum meningkat mencegah konstipasi diet
albumin turun, rambut f. Pengetahuan tentang e. Berikan makanan tinggi kalori dan tinggi c. Menyajikan makanan secara
rontok berlebihan, diare pilihan makanan protein menarik dan suhu sesuai
yang sehat f. Berikan suplemen makanan d. Memberikan makanan tinggi serat
meningkat g. Hentikan pemberian makan melalui untuk mencegah konstipasi
g. Pengetahuan tentang selang nasogatrik jika asupan oral dapat e. Memberikan makanan tinggi kalori
pilihan minuman ditoleransi dan tinggi protein
yang sehat Edukasi f. Memberikan suplemen makanan
meningkat a. Anjurkan posisi dudujk g. Menghentikan pemberian makan
h. Pengetahuan tentang b. Anjurkan diet yang diprogramkan melalui selang nasogatrik jika
standar asupan asupan oral dapat ditoleransi
Kolaborasi
nutrisi yang tepat
meningkat a. Kolaborasi pemberian medikasi sebelum Edukasi
makan a. Menganjurkan posisi dudujk
i. Penyiapan dan b. Kolaborasi dengan ahli gizi untuk b. Menganjurkan diet yang
penyimpanan menentukan jumlah kalori dan jenis diprogramkan
minuman yang aman nutrient yang dibutuhkan Kolaborasi
meningkat c. Berkolaborasi pemberian medikasi
j. Penyiapan dan Intervensi pendukung: Pemantauan sebelum makan
penyimpanan nutrisi d. Berkolaborasi dengan ahli gizi
makanan yang aman Observasi untuk menentukan jumlah kalori
meningkat a. Identifikasi factor yang mempengaruhi dan jenis nutrient yang dibutuhkan
k. Sikap terhadap asupan gizi
makanan/ minuman b. Identifikasi perubahan berat badan Intervensi pendukung: Pemantauan
sesuai dengan tujuan c. Identifikasi kelainan pada kulit, rambut, nutrisi
kesehatan meningkat kuku, rongga mulut dan eliminasi Observasi
l. Perasaan cepat d. Identifikasi pola makan a. Mengidentifikasi factor yang
kenyang menurun e. Identifikasi kemampuan menelan mempengaruhi asupan gizi
m. Nyeri abdomen f. Monitor mual dan muntah b. Mengidentifikasi perubahan berat
menurun g. Monitor asupan oral badan
n. Sariawan menurun h. Monitor warna konjungtiva c. Mengidentifikasi kelainan pada
o. Rambut rontok i. Monitor hasil laboratorium kulit, rambut, kuku, rongga mulut
menurun Terapeutik dan eliminasi
p. Diare menurun a. Timbang berat badan d. Mengidentifikasi pola makan
b. Ukur antropometri komposisi tubuh
q. Berat badan c. Hitung perubahan berat badan e. Mengidentifikasi kemampuan
membaik d. Atur interval waktu pemantauan sesuai menelan
r. IMT Membaik dengan kondisi pasien f. Memonitor mual dan muntah
s. Frekuensi makan e. Dokumentasikan hasil pemantauan g. Memonitor asupan oral
membaik Edukasi h. Memonitor warna konjungtiva
t. Nafsu makan a. Jelaskan tujuan dan prosedur pemantauan i. Memonitor hasil laboratorium
membaik b. Informasikan hasil pemantauan Terapeutik
u. Bising usus a. Menimbang berat badan
membaik b. Mengukur antropometri komposisi
v. Tebal lipatan kulit tubuh
trisep membaik c. Menghitung perubahan berat badan
w. Membrane mukosa d. Mengatur interval waktu
membaik
pemantauan sesuai dengan kondisi
pasien
e. Mendokumentasikan hasil
pemantauan
Edukasi
a. Menjelaskan tujuan dan prosedur
pemantauan
b. Informasikan hasil pemantauan
4 Deficit perawatan diri B.d Setelah dilakukan Intervensi Utama : Dukungan perawatan Intervensi Utama : Dukungan
gangguan musculoskeletal, intervensi keperawatan diri perawata diri
gangguan neuromuskuler, selama 2x24 jam, maka Observasi Observasi
kelemahan, gangguan perawatan diri a. Identifikasi kebiasaan aktivitas perawatan a. Mengidentifikasi kebiasaan aktivitas
psikologis dan/atau meningkat, dengan diri sesuai usia perawatan diri sesuai usia
psikotik,penurunan kriteria hasil : b. Monitor tingkat kemandirian b. Memonitor tingkat kemandirian
motivasi/minat D.d a. Kemampuan mandi c. Identifikasi kebutuhan alat bantu c. Mengidentifikasi kebutuhan alat
menolak melakukan
meningkat kebersihan diri, berpakaian, berhias dan bantu kebersihan diri, berpakaian,
perawatan diri, tidak
mampu mandi/ b. Kemampuan makan berhias dan makan
menggunakan pakaian/ mengenakan pakaian Terapeutik Terapeutik
makan/ ke toilet/ berhias
meningkat a. Sediakan lingkungan yang terapeutik a. Menyediakan lingkungan yang
secara mandiri, minat
melakukan perawatan diri c. Kemampuan makan b. Siapkan keperluan pribadi terapeutik
kurang. meningkat c. Damping dalam melakukan perawatan diri b. Menyiapkan keperluan pribadi
d. Kemampuan ke sampai mandiri c. Mendampingi dalam melakukan
toilet ( BAB/BAK) d. Fasilitasi untuk menerima keadaan perawatan diri sampai mandiri
meningkat ketergantungan d. Memfasilitasi untuk menerima
e. Verbalisasi e. Fasilitasi kemandirian, bantu jika tidak keadaan ketergantungan
keinginan
mampu melakukaun perawatan diri e. Memfasilitasi kemandirian, bantu
melakukan
f. Jadwalkan rutinitas perawatan diri jika tidak mampu melakukaun
perawatan diri
perawatan diri
meningkat Edukasi
f. Minat melakukan a. Jelaskan prosedur, termasuk sensai yang f. Menjadwalkan rutinitas perawatan
perawatan diri mungkin dialami diri
meningkat Kolaborasi Edukasi
g. Mempertahankan a. Anjurkan melakukan perawatan diri secara a. Menjelaskan prosedur, termasuk
kebersihan diri konsisten sesuai kemampuan sensai yang mungkin dialami
meningkat Kolaborasi
h. Mempertahankan Intervensi pendukung : Manajemen a. Menganjurkan melakukan perawatan
kebersihan mulut
lingkungan diri secara konsisten sesuai
meningkat
Observasi kemampuan
a. Identifikasi keamanan dan kenyamanan
lingkungan Intervensi pendukung : Manajemen
Terapeutik lingkungan
a. Atur posisi furniture dengan rapid an Observasi
terjangkau a. Mengidentifikasi keamanan dan
b. Atur suhu lingkungan yang sesuai kenyamanan lingkungan
c. Sediakan ruang berjalan yang cukup Terapeutik
dana man a. Mengatur posisi furniture dengan
d. Sediakan tempat tidur dan lingkungan rapid an terjangkau
yang bersih dan nyaman b. Mengatur suhu lingkungan yang
e. Sediakan pewangi ruangan sesuai
f. Hindari pandangan langsung kekamar c. Menyediakan ruang berjalan yang
mandi, toilet, atau peralatan untuk cukup dana man
eliminasi d. Menyediakan tempat tidur dan
g. Ganti pakaian secara berkala lingkungan yang bersih dan nyaman
h. Hindari paparan langsung dengan cahaya e. Menyediakan pewangi ruangan
matahari atau cahaya yang tidak perlu f. Menghindari pandangan langsung
i. Izinkan membawa benda-benda yang kekamar mandi, toilet, atau
disukai dari rumah peralatan untuk eliminasi
j. Izinkan keluarga untuk tinggal g. Mengganti pakaian secara berkala
mendampingi pasien h. Menghindari paparan langsung
k. Fasilitasi penggunaan barang-barang dengan cahaya matahari atau cahaya
pribadi yang tidak perlu
l. Pertahankan konsistensi kunjungan i. Mengizinkan membawa bendabenda
tenaga kesehatan yang disukai dari rumah
m. Berikan bel atau komunikasi untuk j. Mengizinkan keluarga untuk tinggal
memanggil perawat mendampingi pasien
Edukasi k. Memfasilitasi penggunaan
a. Jelaskan cara membuat lingkungan barangbarang pribadi
rumah yang aman l. Mempertahankan konsistensi
b. Jelaskan cara menghadapi bahaya kunjungan tenaga kesehatan
kebakaran
c. Ajarkan pasien dan keluarga/pengunjung m. Memberikan bel atau komunikasi
tentang upaya pencegahan infeksi untuk memanggil perawat
Edukasi
a. Menjelaskan cara membuat
lingkungan rumah yang aman
b. Menjelaskan cara menghadapi
bahaya kebakaran
c. Ajarkan pasien dan
keluarga/pengunjung tentang upaya
pencegahan infeksi
5 Risiko perfusi Setelah dilakukan Intervensi utama: Konseling nutrisi Intervensi utama: Konseling nutrisi
gastrointestinal tidak intervensi keperawatan Observasi Observasi
efektif D.d Perdarahan
gastrointestinal akut, selama 2x24jam, maka a. Identifikasi kebiasaan makan dan perilaku a. Mengidentifikasi kebiasaan makan
trauma abdomen, perfusi gastrointestinal makan yang akan diubah dan perilaku makan yang akan
sindroma kompartemen
meningkat , dengan b. Identifikasi kemajuan moofikasi diet diubah
abdomen, aneurisma aorta
abdomen, varises kriteria hasil : secara regular b. Mengidentifikasi kemajuan
gastroesofagus, penurunan a. Nafsu makan c. Monitor intake dan outpue cairan, nilai moofikasi diet secara regular
kinerja ventrikel kiri,
koagulcpati, penurunan meningkat Hb, tekanan darah, kenaikan berat badan c. Memonitor intake dan outpue
b. Mual/muntah dan kebiasaan membeli makanan cairan, nilai Hb, tekanan darah,
menurun kenaikan berat badan dan kebiasaan
Terpeutik membeli makanan
a. Bina hubungan terapeutik
konsentrasi Hb, c. Nyeri abdomen b. Sepakati lama waktu pemberian Terpeutik
keabnormalan masa menurun konseling a. Membina hubungan terapeutik
prothrombin dan/atau d. Asites menurun c. Tetapkan tujuan jangka pendek dan b. Menyepakati lama waktu pemberian
masa trombolastin parsial, e. Konstipasi menurun jangka panjang yang realistis konseling
disfungsi hati, disfungsi f. Diare menurun d. Gunakan standar nutrisi sesuai program c. Menetapkan tujuan jangka pendek
ginjal, disfungsi g. Bising usus diet dalam mengevaluasi kecukupan dan jangka panjang yang realistis
gastrointestinal, membaik asupan makanan d. Menggunakan standar nutrisi sesuai
Hiperglikemia, e. Pertimbangkan factor-faktor yang program diet dalam mengevaluasi
ketidakstabilan mempengaruhi pemenuhan kebutuhan kecukupan asupan makanan
hemodinamik, efek agen gizi e. Mempertimbangkan factor-faktor
farmakologis, Usia >60 Edukasi yang mempengaruhi pemenuhan
tahun, efek samping a. Informasikan perlunya modifikasi diet kebutuhan gizi
tindakan b. Jelaskan program gizi dan persepsi Edukasi
pasien, pengurangan kolestrol a. Menginformasikan perlunya
Kolaborasi modifikasi diet
a. Rujuk pada ahli gizi, jika perlu b. Menjelaskan program gizi dan
persepsi pasien, pengurangan
Intervensi dukungan: Perawatan jantung kolestrol
Kolaborasi
Observasi
a. Identifikasi tanda/gejala primer a. Merujuk pada ahli gizi, jika perlu
penurunan curah jantung
b. Identifikasi tanda/gejala sekunder Intervensi dukungan: Perawatan
penurunan curah jantung jantung
c. Monitor tekanan darah, intake dan Observasi
output cairan, saturasi oksigen, keluhan a. Mengidentifikasi tanda/gejala
nyeri dada primer penurunan curah jantung
d. Monitor EKG12 sadapan, artitmia, nilai b. Mengidentifikasi tanda/gejala
laboratorium jantung, fungsi alat pacu sekunder penurunan curah jantung
jantung c. Memonitor tekanan darah, intake
e. Periksa tekanan darah dan frekuensi dan output cairan, saturasi oksigen,
nadi sebelum dan sesudah aktivitas keluhan nyeri dada
f. Periksa tekanan darah dan frekuensi d. Memonitor EKG12 sadapan,
sebelum pemberian obat artitmia, nilai laboratorium jantung,
Terapeutik fungsi alat pacu jantung
a. Posisikan pasien semi-fowler atau e. Memeriksa tekanan darah dan
fowler dengan kaki ke bawah atau posisi frekuensi nadi sebelum dan sesudah
nyaman aktivitas
b. Berikan diet jantung yang sesuai f. Memeriksa tekanan darah dan
c. Gunakan stocking elastis atau frekuensi sebelum pemberian obat
pneumatic intermiten
d. Fasilitasi pasien dan keluarga untuk Terapeutik
modifikasi gaya hidup sehat a. Memposisikan pasien semi-fowler
e. Berikan terapi relaksasi untuk atau fowler dengan kaki ke bawah
mengurangi stress atau posisi nyaman
f. Berikan dukungan emosional dan b. Memberikan diet jantung yang
spiritual sesuai
g. Berikan oksigen untuk c. Menggunakan stocking elastis atau
mempertahankan saturasi oksigen pneumatic intermiten
>94% d. Memfasilitasi pasien dan keluarga
Edukasi untuk modifikasi gaya hidup sehat
a. Anjurkan beraktivitas fisik sesuai e. Memberikan terapi relaksasi untuk
toleransi mengurangi stress
b. Anjurkan beraktivitas fisik secara f. Memberikan dukungan emosional
bertahap dan spiritual
c. Anjurkan berhenti merokok g. Memberikan oksigen untuk
d. Ajarkan pasien dan keluarga mengukur mempertahankan saturasi oksigen
berat badan harian >94%
e. Ajarkan pasien dan keluarga mengukur Edukasi
intake dan output cairan harian a. Menganjurkan beraktivitas fisik
sesuai toleransi
Kolaborasi
a. Kolaborasi pemberian antiaritmia
b. Rujuk ke program rehabilitasi jantung b. Menganjurkan beraktivitas fisik
secara bertahap
c. Menganjurkan berhenti merokok
d. Mengajarkan pasien dan keluarga
mengukur berat badan harian
e. Mengajarkan pasien dan keluarga
mengukur intake dan output cairan
harian Kolaborasi
a. Berkolaborasi pemberian
antiaritmia
b. Merujuk ke program rehabilitasi
jantung
10. Daftar Pustaka