Anda di halaman 1dari 3

Nama : Dahas Syabana Affandi

Jurusan : Ilmu Hukum

NIM : 050605997

1. Jelaskan pengertian administrasi dilihat dari sudut pandang proses, fungsional, dan
institusional serta sebutkan catur tertib pertanahan!

2. Sebutkan beberapa penyebab timbulnya permasalahan pertanahan!

3. Sebutkan dan jelaskan asas-asas pendaftaran tanah menurut PP No. 24 Tahun 1997 !

Jawaban :

1. - Di lihat dari sudut pandang proses, administrasi ialah segala kegiatan yang di lakukan
untuk mencapai tujuan dari mulai proses pemikiran, proses pelaksanaan, sampai proses
tercapainya tujuan itu sendiri.
- Dari sudut fungsional, administrasi sebagai fungsi menunjukkan keseluruhan tindakan
dari sekelompok orang dalam suatu kerja sama sesuai dengan fungsi-fungsi tertentu
hingga tercapai tujuan. Yang mana fungsi yang satu berhubungan dengan fungsi lain
dalam satu rangkaian tahapan aktivitas.
-Dari sudut institusional atau kelembagaan adalah suatu totalitas kelembagaan ketika
dalam lembaga itu terdapat kegiatan-kegiatan yang di lakukan untuk mencapai tujuan.

Menurut keputusan presiden nomor 7 tahun 1979, ada 4 catur tertib pertanahan yaitu:

a. Tertib hukum pertanahan

b. Tertib administrasi pertanahan

c. Tertib penggunaan tanah

d. Tertib pemeliharaan tanah lingkungan hidup.

2. Ada penyebab timbulnya permasalahan dalam bidang pertanahan, yaitu:

Dari berbagai pendapat tentang akar masalah pertanahan yang akhirnya menjadi
sengketa tanah terjadi di Indonesia di sebabkan oleh7: (1) kurang tertibnya administrasi
pertanahan masa lalu; (2) ketimpangan struktur penguasaan dan pemilikan tanah; (3) sistem
publikasi pendaftaran tanah yang negative; (4) meningkatnya kebutuhan tanah, sehingga
harga tanah tidak dapat dikendalikan karena ulah mafia tanah; (5) peraturan perundangan
saling tumpang tindih, baik secara horizontal maupun vertical, demikian juga substansi
yang diatur; (6) masih banyaknya terdapat tanah terlantar; (7) kurang cermat notaries dan
pejabat pembuat akta tanah dalam menjalankan tugasnya; (8) belum terdapat pelaksanaan
persepsi atau intrepetasi para penegak hukum khususnya hakim terhadap peraturan
perundang-undangan di bidang pertanahan; dan (9) para penegak hukum belum kurang
berkomitmen untuk melaksanakan peraturan perundang-undangan secara konsumen dan
konsisten.

Mengacu pada beberapa konflik pertanahan teraktual yang terjadi belakangan ini, bahwa
penyebab umum timbulnya konflik pertanahan dapat dikelompokkan dalam dua factor, yaitu
faktor hukum dan faktor nonhukum8. Faktor Hukum meliputi : tumpang tindih peraturan,
regulasi kurang memadai, tumpang tindih peradilan, penyelesaian dan birokrasi yang
berbelit-belit. Sementara factor nonhukum meliputi: tumpang tindih penggunaan tanah,
nilai ekonomis tanah tinggi, ksadaran masyarakat meningkat, tanah tetap penduduk
bertambah dan kemiskinan.

a. Masalah pertanahan yang bersifat administratif, yaitu masalah-masalah yang


menyangkut tidak dipenuhinya kewajiban-kewajiban oleh pemegang hak sesuai
persyaratan yang ditetapkan dan sesuai ketentuan yang berlaku, misalnya pemegang
hak berubah kewarganegaraan, tumpang tindih pemegang hak (sertifikat ganda)
karena kekeliruan administrasi.
b. Masalah yang bersifat yuridis perdata, yaitu masalah-masalah yang menyangkut
gugatan terhadap suatu dasar hak/peralihan hak yang digunakan sebagai dasar
pemberian hak atas tanah (originair) atau pencatatan pemindahan hak/balik nama
(derivatif). Misalnya tanah dijual dua kali.
c. Masalah yang bersifat yuridis administratif, yaitu masalah yang menyangkut
perselisihan mengenai suatu hak utama (prioritas) untuk memperoleh hak atas tanah
seperti sengketa yang menyangkut batas tanah karena penunjukan batas yang tidak
benar.

3. Asas pendaftaran tanah menurut peraturan pemerintah nomor 24 tahun 1997 yaitu :

a. Asas sederhana

Dimaksudkan agar ketentuan-ketentuan pokok ataupun prosedurnya dengan mudah


dapat di pahami oleh pihak-pihak yang berkepentingan, terutama oleh para pemegang
hak atas tanah.

b. Asas aman

Dimaksudkan untuk menunjukkan bahwa pendaftaran tanah perlu di selenggarakan


secara teliti dan cermat sehingga hasilnya dapat memberikan jaminan kepastian
hukum sesuai tujuan pendaftaran tanah itu sendiri.

c. Asas terjangkau
Keterjangkauan bagi pihak-pihak yang memerlukan, khususnya dengan
memperhatikan kebutuhan dan kemampuan golongan ekonomi lemah.

d. Asas mutakhir

Dimaksudkan kelengkapan yang memadai dalam pelaksanaannya dan kesinambungan


dalam pemeliharaan datanya.

e. Asas terbuka

Mengandung arti bahwa data yang ada pada kantor pertanahan harus dapat di peroleh
secara terbuka oleh masyarakat.

Terimakasih !!!

Anda mungkin juga menyukai