LAPORAN PRAKTIKUM CT SCAN DASAR
REKONSTRUKSI CITRA CT SCAN
Oleh:
Dannis Virendo
413221040
PROGRAM STUDI D-IV TEKNOLOGI RADIOLOGI PENCITRAAN
FAKULTAS VOKASI UNIVERSITAS AIRLANGGA
2024
BAB I
PENDAHULUAN
1.1 Dasar Teori
Computed Tomography (CT) Scan merupakan sebuah teknik pencitraan medis
yang sangat diperlukan dalam pemeriksaan radiodiagnostik. Perkembangan Ct Scan
dimulai pada awal tahun 1970-an dimana pada 1972, Sir Godfrey Newbold Houndfield dan
Ambors, di London, Inggris berhasil menghasilkan sebuah gambaran klinis pertama CT
Scan kepala. Pada saat itulah perakatan Computed Tomography yang merupakan
perpanduan peralatan pencitraan sinar X dengan komputer pengolah data dapat
menampilkan potongan melintang (transver/axial) dari bagian tubuh manusia yang
berkembang dengan sangat cepat dan menjadi teknologi imaging yang sangat
mengagumkan dalam dunia medis ( Muzammil, 2016). Kelebihan dari CT Scan
dibandingkan dengan radiografi konvensional adalah dapat membedakan soft tissue,
lemak, udara, dan tulang pada irisan cross-sectional dan dapat direkonstruksi menjadi 3
dimensi sehingga gambaran organ terlihat jelas tanpa terlahang oleh jaringan.Tentunya hal
ini sangat membantu radiolog untuk dapat melihat anatomi dari suatu organ dengan tujuan
menentukan diagnosa suatu kelainan/patologi dengan akurat. Sampai saat ini
perkembangan CT Scan yang sangat cepat telah mampu menampilkan gambaran anatomi
dari organ atau jaringan yang kecil dengan kualitas yang baik.
Image reformation merupakan proses mengolah dan menampilkan data hasil
pemindaian radiologi seperti CT-Scan atau MRI agar lebih informatif dan mudah
diinterpretasikan. Salah satu teknik reformation yang paling umum digunakan adalah
Multiplanar Reformation (MPR). MPR memungkinkan penyajian data dalam format dua
dimensi (2D) dari berbagai sudut pandang seperti axial, coronal, dan sagittal. Pada
pemeriksaan CT-Scan, data awalnya berupa irisan axial dari tubuh pasien. Melalui MPR,
data ini dapat direkonstruksi untuk menghasilkan tampilan coronal (depan-belakang) dan
sagittal (samping kiri-kanan). Proses MPR melibatkan interpolasi data irisan aksial asli
untuk menghasilkan citra baru pada orientasi yang diinginkan. Algoritma khusus
digunakan untuk memproyeksikan dan merekontruksi data, menghasilkan tampilan akurat
dan berkualitas tinggi. Hal ini memungkinkan radiolog mengamati struktur anatomi secara
lebih jelas dan mendetail dibandingkan hanya tampilan aksial. MPR meminimalkan efek
penebalan irisan yang dapat menyembunyikan detail struktur pada tampilan aksial tunggal.
Keunggulan utama MPR adalah membantu mengevaluasi kelainan atau kondisi
tertentu yang lebih mudah diamati dari sudut pandang spesifik. Misalnya, tampilan sagital
dapat memberikan gambaran sistem ventrikel otak, sedangkan koronal memperlihatkan
struktur sinus paranasal dan telinga. MPR memberikan gambaran komprehensif struktur
anatomi dengan melihat dari berbagai orientasi. Dalam pemeriksaan CT-Scan Kepala,
MPR sangat penting untuk memperoleh gambaran lengkap struktur otak dan tulang
tengkorak. Tampilan sagital menunjukkan sistem ventrikel, koronal memperlihatkan sinus
paranasal dan telinga, sehingga membantu evaluasi dan interpretasi hasil dengan lebih
akurat. Aplikasi MPR juga luas, seperti pada pemeriksaan CT abdomen untuk evaluasi
organ dan pembuluh darah, atau muskuloskeletal untuk evaluasi tulang, sendi, dan jaringan
lunak.
Selain MPR, terdapat teknik reformation lain seperti Curved Planar Reformation
(CPR) untuk memvisualisasikan struktur berkelok, Maximum/Minimum Intensity
Projection (MIP/MinIP) untuk visualisasi pembuluh darah atau rongga udara, Surface
Shaded Display (SSD) untuk permukaan objek, dan Volume Rendering (VR) untuk
visualisasi 3D struktur anatomi. Masing-masing teknik memiliki kegunaan spesifik dalam
mengoptimalkan visualisasi dan interpretasi hasil citra pada pemeriksaan CT Scan maupun
MRI.
BAB II
METODOLOGI PENELITIAN
2.1 Alat dan Bahan
computer yang terinstall PACS
2.2 Langkah Kerja
NO NAMA KETERANGAN GAMBAR
1. Multiplanar Merupakan reformating
Reformation untuk menunjukkan
(MPR) anatomi 2 dimensi. Tidak
seperti tampilan 3 dimensi,
display 2 dimensi dapat
merepresentasikan nilai
attenuasi CT sebenarnya.
2. Curved Penyajian data dilakukan
MPR (CPR) dengan tegak lurus pada
curved line objek yang
dievaluasi. CPR masih
menjadi bagian dari MPR
3. Maximum memproyeksikan voxel den
Intensity gan nilai atenuasi tertinggi
Projection( pada setiap tampilan
MIP) sepanjang volume ke
gambar 2D. Digunakan
untuk menampilkan citra
yang memiliki HU
Maximal. Biasa dibuat
untuk evaluasi ct angiografi
4. Minimum Metode visualisasi untuk
Intensity organ yang memiliki
Projection densitas rendah. Optimal
(MinIP) untuk evaluasi kelainan di
paru-paru
5. Surface Digunakan untuk
Shade visualisasi struktur
Display permukaan objek.
(SSD)
6. Volume Visualisasi 3 dimensi.
Rendering Merupakan implementasi
(VR) dari data tomografi.
BAB III
HASIL DAN PEMBAHASAN
3.1 Hasil Citra MPR
3.2 Langkah-langkah mengoperasikan PACS
Cari nama pasien pada patient id, kemudian klik pada sub menu series list tentukan slices
yang akan digunakan, lalu klik 3D viewer klik start application
Pilih bagian organ pada gambar, klik 3D viewer
Klik forcibly load all
Buka pada new tab di atas “Laura Ayu Az-zahra” untuk menampilkan proyeksi axial,
sagittal, coronal.
Kemudian ubah nilai ww dan wl menjadi 80 dan 40
Pindah plain type dari orthogonal menjadi oblique
Kemudian simetriskan garis horizontal dan vertical tepat di tengah atau mid nasal pada
potongan axial, dan atur garis horizontal pada potongan sagittal serta coronal supaya pada
gambaran axial simetris.
Lalu klik logo persegi hitam di sebelah kiri (dekat tanggal bulan tahun). Kemudian muncul
tulisan “save snapshot” beri nama snapshot dan klik OK
Lakukan cek apakah hasil citra telah di simpan, dengan kembali pada study list. Kemudian
pada sub menu series list, cari dan klik slices yang kita butuhkan (misal 384)
klik MPR reformat dan start application
Klik forcibly load all
Klik tab “Laura Ayu Az-zahra”. pada hasil citra sagittal tarik garis kuning memanjang,
tekan logo kotak di atas lingkaran hitam putih (dekat tanggal, bulan, tahun)
kemudian klik pada sub menu definition of slices, dan ubah number slices menjadi 20 dan
lakukan save
Pada bagian series number ubah dengan kode yang telah ditentukan di awal (user 8 tapi
karena server tidak bisa maka ditulis 28) dan save.
Kembali pada tab study list, cek hasil rekonstruksi pada sub menu series list
3.3 Pembahasan Hasil Citra
Pada praktikum ini, saya mengaplikasikan teknik Multiplanar Reformation (MPR)
dengan menggunakan perangkat lunak pengolah citra medis PACS 3D Viewer. Data yang
digunakan adalah hasil pemindaian CT Scan kepala dengan parameter FOV (Field of
View) 222,8 x 222,8 mm, slice thickness 0,6 mm, dan total 384 slices. Resolusi spasial
yang tinggi pada data ini memungkinkan visualisasi detail struktur anatomi kepala dengan
sangat baik.
Teknik MPR memungkinkan saya untuk merekonstruksi citra 2D dari data volume
3D CT Scan pada bidang irisan yang berbeda-beda. Selain mengamati irisan axial
(horizontal) yang merupakan tampilan standar CT Scan, saya juga dapat
memvisualisasikan irisan coronal (dari depan ke belakang) dan irisan sagittal (dari samping
ke samping). Hal ini memberikan perspektif yang lebih lengkap dalam memahami
hubungan spasial atau spatial resolution antara organ-organ di dalam kepala.
Selain ketiga utama tersebut(axial, coronal, sagittal), teknik MPR juga
memungkinkan saya untuk menyesuaikan bidang irisan secara bebas (oblique) sesuai
kebutuhan. Fitur ini sangat bermanfaat ketika saya ingin menganalisis area tertentu yang
mencurigakan atau mengalami kelainan secara lebih detail dari sudut pandang yang
spesifik. Dalam mengambil data irisan sagital, saya menempatkan garis horizontal sejajar
dengan garis Orbita Meatus Line (OML) dan melewati titik Meatus Acusticus Externa
(MAE). Ini dilakukan untuk memastikan citra sagittal tidak mengalami distorsi atau rotasi
dari struktur kepala. Sementara untuk irisan axial, garis vertikal harus sejajar dengan garis
tengah tulang hidung (mid os nasal) agar organ-organ terlihat simetris dan sejajar.
Melalui visualisasi MPR, saya dapat mengamati dengan jelas berbagai struktur
penting seperti ventrikel lateral, corpus callosum, pons, otak besar (cerebrum), dan otak
kecil (cerebellum). Namun, untuk mengamati detail anatomi pembuluh darah (vascular),
teknik Maximum Intensity Projection (MIP) lebih unggul dibandingkan MPR. Salah satu
keunggulan MPR adalah kemampuannya dalam meningkatkan resolusi spasial citra.
Resolusi spasial yang baik sangat penting dalam mengidentifikasi dan membedakan objek-
objek berukuran kecil dengan densitas yang berbeda di antara organ-organ kepala. Hal ini
menjadi kunci dalam mendiagnosis kondisi medis terkait struktur anatomi kepala secara
akurat. Selain visualisasi, perangkat lunak MPR juga dilengkapi dengan alat pengukuran
dan anotasi yang memungkinkan saya untuk melakukan analisis kuantitatif. Saya dapat
mengukur dimensi organ tertentu, volume lesi, atau jarak antara struktur anatomi yang
berbeda. Fitur ini sangat berguna dalam perencanaan tindakan medis atau penelitian lebih
lanjut. Secara keseluruhan, praktikum ini memberikan banyak manfaat bagi saya dalam
mengaplikasikan teknik visualisasi canggih seperti MPR pada data CT Scan kepala yang
sesungguhnya. Eksplorasi dari berbagai sudut pandang, resolusi spasial yang tinggi, serta
kemampuan analisis kuantitatif menjadikan MPR sebagai alat yang amat penting dalam
mempelajari dan mendiagnosis kondisi medis terkait struktur anatomi kepala secara lebih
optimal, akurat, detail dan komprehensif.
BAB IV
PENUTUP
3.1 Kesimpulan
Melalui praktikum ini, saya memperoleh pemahaman yang komprehensif tentang
manfaat dan aplikasi teknik Multiplanar Reformation (MPR) dalam visualisasi dan analisis
citra CT Scan kepala. MPR terbukti sangat efektif dalam mengeksplorasi detail struktur
anatomi dari berbagai sudut pandang secara mendalam.
Salah satu keunggulan utama MPR adalah kemampuannya merekonstruksi citra 2D
dari data volume 3D CT Scan pada bidang irisan yang beragam, seperti aksial (horizontal),
koronal (depan-belakang), dan sagital (samping). Tidak hanya itu, bidang irisan juga dapat
disesuaikan secara bebas (oblique) sesuai kebutuhan spesifik. Fleksibilitas ini memberikan
wawasan yang lebih lengkap dalam mempelajari hubungan spasial atau resolusi spasial
antara organ-organ di dalam kepala. Salah satu fitur penting lainnya dalam perangkat lunak
MPR adalah ketersediaan alat pengukuran dan anotasi. Fitur ini memfasilitasi analisis
kuantitatif terhadap struktur anatomi, seperti mengukur dimensi organ, volume lesi, atau
jarak antara struktur anatomi yang berbeda. Kemampuan ini sangat bermanfaat dalam
perencanaan tindakan medis atau penelitian lebih lanjut terkait kondisi medis tertentu.
Secara keseluruhan, teknik Multiplanar Reformation (MPR) terbukti menjadi alat
visualisasi yang sangat bermanfaat dalam mengoptimalkan interpretasi data CT Scan
kepala. Eksplorasi dari berbagai sudut pandang, resolusi spasial yang tinggi, serta
kemampuan analisis kuantitatif yang diberikan oleh MPR memberikan wawasan yang
lebih lengkap, detail, dan akurat dalam mempelajari kondisi medis terkait struktur anatomi
kepala.
Teknik ini memungkinkan para profesional di bidang radiologi dan kedokteran
untuk melakukan evaluasi yang lebih menyeluruh terhadap struktur anatomi kepala,
mengidentifikasi kelainan atau area yang mencurigakan dengan lebih mudah, serta
melakukan perencanaan tindakan medis atau penelitian dengan lebih tepat sasaran. MPR
menjadi alat yang sangat penting dalam meningkatkan kualitas diagnosis dan perawatan
pasien dengan kondisi medis terkait kepala.
3.2 Saran
Untuk memaksimalkan manfaat dari praktikum ini, hal pertama yang perlu saya
lakukan adalah saya harus terus berlatih mengoperasikan perangkat lunak MPR. Semakin
terampil menggunakan berbagai fitur dan alat yang tersedia, semakin baik pula hasil
visualisasi dan analisis yang bisa didapatkan.Waktu praktikum harus digunakan dengan
sebaik-baiknya untuk mengeksplorasi seluruh fungsi pada perangkat lunak tersebut.
Selanjutnya, saya juga harus menguasai dengan baik pengetahuan mengenai anatomi
normal struktur kepala dari berbagai sudut pandang irisan, baik axial, coronal, maupun
sagittal agar memudahkan saya untuk mendeteksi bila ada kelainan dengan mudah.
Untuk server PACSnya harap ditingkatkan lagi performanya karena saya harus
sharing dengan teman agar mendapatkan akun untuk login ke servernya.
Daftar Pustaka
Bontrager, Kenneth, L. 2001. Textbook of Radiographic Positioning and Related Anatomi.
Fifth edition. Mosby Inc. Missiouri
Rasad, S. 2000. Radiologi Diagnostik, Cetakan kedua. Balai penerbit FKUI : Jakarta
Seeram, Euclid, RT. 2001. Computed Tomography, Physical Principle, Clinical
Application and quality control, Second edition. WB Saunder Company : Philadelphia.
Fortin F, Chieng R, Bell D, et al. Multiplanar reformation (MPR). Reference article,
Radiopaedia.org (Accessed on 26 Mar 2024) https://doi.org/10.53347/rID-65727
Bushong, S. C. 2001. Computed Tomography. The MacGraw-Hill Companies : New York