0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
648 tayangan10 halaman

Pemeriksaan Clavicula Dislokasi

Teknik pemeriksaan clavicula pada kasus dislokasi di Instalasi Radiologi Rumah Sakit Panti Rahayu Yakkum Purwodadi menggunakan proyeksi Serendipity View. Penelitian ini bertujuan mengetahui teknik pemeriksaan clavicula pada kasus dislokasi dan apakah proyeksi Serendipity View dapat menegakkan diagnosa. Metode penelitian menggunakan observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasilnya

Diunggah oleh

Dian Narwastu25
Hak Cipta
© © All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
648 tayangan10 halaman

Pemeriksaan Clavicula Dislokasi

Teknik pemeriksaan clavicula pada kasus dislokasi di Instalasi Radiologi Rumah Sakit Panti Rahayu Yakkum Purwodadi menggunakan proyeksi Serendipity View. Penelitian ini bertujuan mengetahui teknik pemeriksaan clavicula pada kasus dislokasi dan apakah proyeksi Serendipity View dapat menegakkan diagnosa. Metode penelitian menggunakan observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasilnya

Diunggah oleh

Dian Narwastu25
Hak Cipta
© © All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

TEKNIK PEMERIKSAAN ClAVICULA PADA KASUS

DISLOKASI DI INSTALASI RADIOLOGI RUMAH SAKIT


PANTI RAHAYU YAKKUM PURWODADI

Diajukan Sebagai Syarat untuk Memenuhi Tugas Akhir


Outline Karya Tulis Ilmiah

Oleh:

AYU DIAN NARWASTU


1701015

PRODI DIII TEKNIK RONTGEN


STIKES WIDYA HUSADA SEMARANG
2019
A. LATAR BELAKANG

Clavicula atau tulang selangka merupakan tulang yang membentuk

huruf ”S”. Clavicula termasuk tulang panjang yang terletak horizontal diatas

Costae I. Bagian medial melengkung lebih besar dan menuju ke anterior.

Lengkungan bagian lateral lebih kecil dan menghadap ke posterior. Ujung

medial clavicula disebut extremitas sternalis, membentuk persendian dengan

sternum, dan ujung lateral disebut extremitas acrominalis, membentuk

persendian dengan acromion. Clavicula 1/3 bagian lateralnya merupakan

tulang pipih, sedang 2/3 medialnya mempunyai bentuk bulat atau prisma.

Facies superior dari 1/3 bagian lateral pipih dan kasar; dimana di depan

ditandai oleh suatu lekuk untuk perlekatan Musculus Detoideus dan di

belakang untuk perlekatan Musculus Trapzius. Facies Inferior datar dimana

dekat Margo Posterior dijumpai tonjolan yang disebut Tuberculum

Concideum untuk perlekatan Ligamentum Concideum. Dari Tuberculum ini

kita jumpa rigi yang berjalan miring ke lateral depan yang disebut sebagai

Line Trapezoidea untuk perlekatan Ligamentum Trapezoideum. 2/3 bagian

medial, bentuk prisma membulat mempunyai 3 margo: anterior,superior dan

posterior dan 3 permukaan : anterior, posterior/inferior dan superior (Evelyn

C Pearce 2009).

Clavicula mempunya beberapa sendi yang mengubungkan dengan

tulang-tulang lainnya yaitu, sternoclavicular joint adalah sendi yang

menghubungkan klavikula atau tulang selangka dengan sternum yang


merupakan tulang besar di tengah dada dan acromioclavicular joint adalah

sendi yang menguhubungkan acromion dan scapula (tulang belikat).

Menurut (Bontrager, 2014) pada pemeriksaan clavicula umumnya

menggunakan proyeksi AP dan AP Axial. Tetapi pemeriksaan Clavicula

dengan kasus Dislokasi di Rumah Sakit Panti Rahayu Yakkum Purwodadi

dilakukan menggunakan pemeriksaan sinar-X konvensional dengan proyeksi

yang jarang digunakan yaitu, Serendipity View. Beradasarkan hal tersebut

penulis ingin mengetahui lebih jauh dan menyajikan dalam outline dan

diangkat sebagai Karya Tulis Ilmiah yang berjudul “TEKNIK PEMERIKSAAN

CLAVICULA PADA KASUS DISLOKASI DI INSTALASI RADIOLOGI

RUMAH SAKIT PANTI RAHAYU YAKKUM PURWODADI”

B. RUMUSAN MASALAH

1. Bagaimana teknik pemeriksaan clavicula pada kasus dislokasi di Instalasi

Radiologi Rumah Sakit Panti Rahayu Yakkum Purwodadi?

2. Apakah pada pemeriksaan clavicula pada kasus dislokasi di Instalasi

Radiologi Rumah Sakit Panti Rahayu Yakkum Purwodadi menggunakan

proyeksi Serendipity View sudah menegakkan diagnosa?

C. TINJAUAN TEORI

1. Anatomi

Clavicula mempunyai fungsi memberikan kaitan kepada beberapa otot

leher dan bahu sehingga clavicula bekerja sebagai penopang lengan.


C

B
A D

Anatomi Clavicula tampak superior, (Merrill’s, 2003)

Keterangan

A. Exteremitas Sternalis
B. Corpus Claviculae
C. Tuberculum Conoideum
D. Extremitas Acromialis

C
A B

K
H
E
J G F

Anatomi Clavicula tampak inferior (Merrill’s, 2003).

Keterangan :
A. Extremitas Sternalis F. Tuberculum Conoideum
B. Corpus Claviculae G. Sulcus Musculi Sublcavii
C. Facies Articularis Acromialis H. Foramen Nutricium
D. Extremitas Acromialis I. Impressio Ligamenti Costovlavicularis
E. Linea Trapezoidea J. Facies Articularis Strenalis
2. Patologi

Indikasi (Bontrager, 2014)

a. Fraktur

b. Dislokasi

Pemeriksaan secara radiologi sternoclavicular joint jarang ditemukan

karena kasus cedera sternoclavicular joint juga jarang terjadi.

Presentasinya 3% dari cidera-cidera yang terjadi pada pectoral girdle dan

1% dari semua dislokasi (Koval, 2006).

Sendi sternoclavicular joint adalah sendi sinovial yang dibentuk

ujung besar disebelah sternum clavicula dan yang bersendi dengan faset

untuk clavicula di atas sternum. Dislokasi adalah pemisahan lengkap

permukaanpermukaan yang disebabkan tertariknya kapsul.Dislokasi

dapat merupakan komplikasi pada fraktur ujung atas humerus.

Sternoclavicular joint dapat mengalami dislokasi ke depan atau ke

belakang sebagai akibatjatuh dengan keras di atas bahu (Pearce, 2009).

3. Teknik Pemeriksaan Clavicula (Bontrager, 2014)

a. Proyeksi AP (Antero Posterior)

1) Posisi Pasien : Pasien berdiri dengan kaset vertikal

di belakang sendi bahu yang difoto

atau tidur telentang di atas meja

pemeriksaan dan kaset diletakkan

horisontal dibawah sendi bahu yang

akan difoto.
2) Posisi Objek : Sendi bahu yang tidak difoto diganjal

sedikit, bahu yang difoto

punggungnya menempel pada kaset

dan lengan lurus ke bawah di

samping tubuh.

3) Arah sinar : tegak lurus terhadap pertengahan

clavicula.

4) Titik bidik : pada pertengahan clavicula.

5) FFD : 90-100 cm.

6) Kaset : 24 x 30 cm.

b. AP Axial

1) Posisi Pasien : Pasien berdiri dengan kaset vertikal

di belakang sendi bahu yang difoto

atau tidur telentang di atas meja

pemeriksaan dan kaset diletakkan

horisontal dibawah sendi bahu yang

akan difoto.

2) Posisi Objek : bahu yang difoto punggungnya

menempel pada kaset dan lengan

lurus ke bawah di samping tubuh.

3) Arah sinar : 15o – 30o chepalad pada

pertengahan clavicula.

4) Titik bidik : pada pertengahan clavicula.


5) FFD : 100 cm.

6) Kaset : 24 x 30 cm.

D. METODE PENELITIAN

1. Jenis penelitian

Jenis penelitian yang digunakan dalam outline ini adalah penelitian

kualitatif deskriptif.

2. Waktu dan tempat pengambilan data

Tempat pengambilan data di Instalasi Radiologi Rumah Sakit Panti

Rahayu Yakkum Purwodadi.

3. Kerangka konsep

Variabel bebas Variabel terikat


Teknik pemeriksaan Clavicula Hasil pemeriksaan
pada kasus Dislokasi Clavicula pada
kasus Dislokasi.
1. Persiapan alat dan bahan

2. Persiapan pemeriksaan

3. Teknik Pemeriksaan

4. Proyeksi pemeriksaan
yang digunakan

4. Variabel penelitian

a. Variabel bebas

Variabel yang menjadi sebab timbulnya atau berubahnya variabel


terikat, variabel bebas pada kasus ini adalah Teknik pemeriksaan
calvicula pada kasus dislokasi.
b. Variabel terikat

Variabel terikat adalah variabel yang dipengaruhi atau menjadi akibat

adanya variabel bebas. Pada kasus ini variabel terikatnya adalah

hasil radiografi pada pemeriksaan clavicula pada kasus dislokasi.

c. Subjek

Subjek dalam penelitian ini adalah radiografer, radiolog dan dokter

pengirim.

d. Obyek

Obyek penelitian ini adalah pemeriksaan clavicula pada kasus

dislokas di instalasi radiologi Rumah Sakit Panti Rahayu Yakkum

Purwodadi.

5. Metode pengumpulan data

a. Observasi

Pengumpulan data yang diperlukan penulis melakukan pengamatan

terhadap teknik pemeriksaan clavicula pada kasus dislokasi di

Instalasi Radiologi Rumah Sakit Panti Rahayu Purwodadi.

b. Wawancara

Dalam melengkapi data-data yang diperlukan, penulis melaukan

wawancara pada radografer, radiolog dan dokter pengirim.

c. Dokumentasi

Peneliti mendapatkan data-data dan informasi yang berkaitan dengan

pemeriksaan clavicula pada kasus dislokasi dalam bentuk catatan


atau rekam medis, foto rontgen dan bacaan radiolog di Instalasi

Radiolologi Rumah Sakit Panti Rahayu Yakkum Purwodadi.

6. Pengolahan dan analisis data

Analisis yang digunakan dalam penulisan Karya Tulis Ilmiah ini

adalah analisa deskripsi, hasil observasi dan wawancara dibuat dalam

bentuk transkrip, selanjutnya dilakukan pemilihan data untuk menemukan

kategori-kategori data berdasarkan tujuan penelitian. Setelah reduksi

data, tabel kategorisasi lalu dilakukan koding untuk memudahkan

pengelompokkan informasi sehingga mudah untuk dianalisa dan

meningkatkan validitas dari data yang telah dikumpulkan. Setelah

dilakukan koding, penulis melakukan pengkajian data dengan teknik

kuotasi. Melalui pembahasan hasil penelitian, data yang ada

dihubungkan dan dibandingkan dengan kriteria dari kategori dari teori

yang ada, untuk selanjutntya ditarik kesimpulan.

E. DAFTAR PUSTAKA

Bontrager, L. L. (2014). Textbook of Radiographic Positioning and Related

Anatomy. Mosby Inc: An affiliate of Elsevier Inc. St.Louis

Missouri.UK.

Koval, Kenneth J. dan Joseph D. Zuckerman. 2006. Handbook of

Fractures,Third Edition. Philadelphia : Lippincott Williams &

Wilkins.
Long, Bruce W, et al. 2003. Merrill’s Atlas of Radiographic Psitioning&

Procedures. Volume 1. Edisi 13. Elsevier: USA

Pearce, Evelyn C.2009. Anatomi dan Fisiologi untuk Paramedis. Jakarta : PT.

Gramedia Pustaka Utama

Anda mungkin juga menyukai