Anda di halaman 1dari 13

MAKALAH TEKNIK RADIOGRAFI DASAR

TEKNIK PEMERIKSAAN FRACTURE OS ANKLE JOINT


DosenPengampu :AnnisaS.Tr. Rad

Disusun Oleh:

Depri Yandi 18002007

PROGRAM STUDI DIII RADIOLOGI


SEKOLAH TINGGI ILMU KESEHATANAWAL BROS
PEKANBARU
TahunAjaran 2018/2019
KATAPENGANTAR
Segala puji syukur penulis panjatkan ke hadirat Tuhan Yang Maha
Esa atas berkat-Nya sehingga penulis dapat menyelesaikan tugas laporan
dengan judul ” TEKNIK PEMERIKSAAN RADIOGRAFI ANKLE JOINT
PADA KASUS FRACTURE. ”
Adapun makalah Teknik Radiografi Dasar ini telah kami
usahakan semaksimal mungkin,namun tidak lepas dari semua itu,kami
menyadari sepenuhnya bahwa ada kekurangan baik dari segi penyusun
bahasan ya maupun segi lainnya.Oleh karena itu dengan lapang dada dan
tangan terbuka kami membuka selebar-lebarnya bagi pembaca yang ingin
member saran dan kritik kepada kami sehingga kami dapat memperbaiki
makalah ini.
Akhirnya kami mengharapkan semoga dari makalah ini dapat
diambil hikmah dan manfaatnya sehingga dapat memberikan inspirasi
terhadap pembaca.

Pekanbaru, 18 Desember2018

Penulis
DAFTAR ISI

KATAPENGANTAR ......................................................................................
DAFTARISI .....................................................................................................
BABI PENDAHULUAN ..........................................................................................................................................................................................
A. Latar Belakang ...........................................................................................................................................................
B. Rumusan Masalah .........................................................................................................................................................................
C. Tujuan Penulisan.............................................................................................................................
D. Manfaat Penulisan .......................................................................................
BAB II LANDASAN TEORI ..........................................................................
A. Anatomi Os Ankle joint..............................................................................................................................................
B. Fisiologi Os Ankle joint...................................................................................................
C. Patologi Os Ankle joint .......................................................................................................
D. Prosedur Pemeriksaan...................................................................................................................................................
BAB III HASIL DAN PEMBAHASAN ..........................................................
A. Hasil pemeriksaan .....................................................................................................
BAB IV PENUTUP ........................................................................................
A. Kesimpulan ................................................................................................
B. Saran ...........................................................................................................
DAFTAR PUSTAKA
BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Pemeriksaan Radiologi saat ini semakin berkembang seiring
berkembangnya ilmu pengetahuan dan teknologi dibidang kedokteran.
Pemeriksaan radiologi itu sendiri memiliki peran penting dalam bidang
kedokteran yaitu mendiagnosa suatu penyakit.
Pada saat ini organ dan sistem di dalam tubuh kita dapat diperiksa
secara Radiologi, bahkan dengan ditemukannya kontras media yang
berguna memperlihatkan kelainan pada organ sehingga dapat
didiagnosa.Pemeriksaan Radiologi secara garis besar dibagi menjadi dua
bagian, yaitu Pemeriksaan Radiologi tanpa kontras media dan Pemeriksaan
Radiologi dengan menggunakan kontras media.
Pemeriksaan yang juga memerlukan kreatifitas yang optimal
adalah pemeriksaan ekstremitas bawah dalam hal ini ankle joint yang
bertujuan untuk memberikan gambaran struktur fisiologi dan patologi dari
ankle joint. Pemeriksaan ini dapat mengevaluasi agar gambar tampak lebih
jelas dan dapat memberikan informasi yang optimal.
Jenis pemeriksaan radiologi ini yang sering kita temui di unit
radiologi adalah pemeriksaan ankle joint dengan proyeksi antero posterior
(AP) dan lateral namun untuk memperjelas gambaran radiograf dari ankle
joint khususnya proyeksi AP digunakan proyeksi yang disebut dengan
Mortise View. Dari tugas yang diberikan oleh dosen Teknik Radiografi
tentang pemeriksaan ankle joint maka dibuatlah tugas ini dengan judul “
TEKNIK PEMERIKSAAN ANKLE JOINT.“
B. Rumusan Masalah
Untuk mempermudah pembahasan, penulis menyusun rumusan masalah,
sebagai berikut :
1. Bagaimanakah prosedur teknik pemeriksaan ankle joint proyeksi AP dan
AP Oblique dan Lateral?
2. Apakah proyeksi AP sudah cukup untuk menegakkan diagnosa
pada Kasus fractur ankle joint?

C. Tujuan Penulisan
Berdasarkan rumusan masalah, maka tujuan dari penulisan ini adalah sebagai
berikut :
1. Untuk mengetahui indikasi pada pemeriksaan os ankle joint.
2. Untuk mengetahui teknik pemeriksaan os ankle joint.
3. Untuk mengetahui hasil teknik pemeriksaan os ankle joint.

D. Manfaat Penulisan
Manfaat dari penulisan ini adalah sebagai berikut :
1. Untuk memperdalam pengetahuan penulis tentang penatalaksanaan teknik
pemeriksaan os ankle joint.
2. Dapat dijadikan sebagai acuan literatur atau bacaan oleh mahasiswa STIKes
Awal Bros Pekanbaru.
3. Sebagai pertimbangan untuk melakukan teknik pemeriksaan os ankle joint.
BAB II
LANDASAN TEORI

A. Anatomi Ankle joint


Sendi pergelangan kaki (ankle joint) juga adalah sendi engsel yang
dibentuk antara ujung bawah beserta maleolus medialisnya, dan maleolus
lateralis dari fibula yang bersama-sama membentuk sebuah tulang untuk
menerima badan talus. Kapsul sendi diperkuat oleh ligament-ligamen
penting yang bersangkutan. Ligament deltoid di sisi medial berjalan dari
maleolus medial ke tulang-tulang tarsal yang mendampinginya dan sering
mengalami robek yang parah bila pergelangan kaki terkilir.

Gambar 1.1 http://gudangmedis.blogspot.com

Gambar 1.2 http://gudangmedis.blogspot.com


B. Fisiologi Ankle joint
Gerakan sendi pergelangan kaki adalah fleksi (gerakan melipat sendi)
dan ekstensi (gerakan membuka sendi) atau lebih biasa disebut dorsi-fleksi
dan plantar-fleksi.Stabilitas pada mortise ankle joint bergantung pada struktur
tulang-tulang ligamen.persendian utama yang berada di antara talus dan
cekungan tibia.

C. Patologi Ankle joint


Fractur ankle joint ialah patah tulang pada pergelangan kaki yaitu
pada distal fibula atau lateral malleolus,distal medial tibia atau medial
malleolus.

D. Prosedur Pemeriksaan

1. Persiapan Pasien
Tidak memerlukan persiapan kusus, hanya melepas atau
menyingkirkan benda yang dapat mengganggu gambaran radiograf.

2. Teknik Pemeriksaan
a. Proyeksi ap
1) Posisi Pasien : Pasien diposisikan duduk atau supine diatas
meja pemeriksaan.
2) Posisi Objek :
- kaki ekstens
- pedis di fleksikan
- atur angkle joint pada posisi AP
- atur angkle pada pertengahan pasien
- pastikan nantinya tidak ada gambaran yang terpotong
3) Central point (CP) : pertengahan angkle (diantara kedua
maeolus)
4) Central Ray (CR) : vertikal tegak lurus kaset
5) FFD : 100 cm
6) Kaset : 18x24 atau 24x30cm dibagi dua

Gambar 2.1 http://gudangmedis.blogspot.com/2015/01/teknik-radiografi-


anklejoint.html?m=1
Gambar 2.2 http://gudangmedis.blogspot.com/2015/01/teknik-radiografi-
anklejoint.html?m=1

Kriteria Radiograf : - tampak tibiolatar joint space


- talus superposisi dengan distal fibula
- tampak maeolus medial dan lateral
- angkle joint pada pertengahan

b. Proyeksi Lateral (Latero medial)


1) Posisi Pasien : Pasien diposisikan duduk atau supine diatas meja
pemeriksaan.
2) Posisi Objek :
- kaki sedikit fleksi
- atur angkle joint pada posisi Lateral
- pastikan angkle joint dalam posisi true lateral
- atur angkle pada pertengahan pasien
- pastikan nantinya tidak ada gambaran yang terpotong
3) Central point (CP) : pertengahan angkle (tembusan maeolus
medial)
4) Central Ray (CR) : vertikal tegak lurus kaset
5) FFD : 100 cm
6) Kaset : 18x24 atau 24x30cm dibagi dua

Gambar 2.3 http://gudangmedis.blogspot.com/2015/01/teknik-radiografi-


anklejoint.html?m=1
Kriteria Radiograf : - tampak tibiolatar joint space
- maeolus medial dan lateral saling superposisi
- angkle joint pada pertengahan kaset

Gambar 2.4 http://gudangmedis.blogspot.com/2015/01/teknik-radiografi-


anklejoint.html?m=1

3 . Proyeksi AP oblique
1) Posisi pasien : Pasien diminta untuk supine di atas meja
pemeriksaan.
2) Posisi objek :
- Bagian pertengahan ankle diposisikan pada pertengahan kaset
-kemudian kaki di rotasikan ke arah dalam (endorotasi) sebesar
15 derajat. Agar ketinggian lateral malleolus sejajar dengan
medial malleolus (dalam keadaan kaki lurus tanpa rotasi, lateral
malleolus lebih rendah dibandingkan dengan medial
malleolus), sehingga nantinya akan memperlihatkan dengan
jelas kedua space persendian baik lateral maupun medial.
3) Central Ray (CR) : Central Ray diarahkan tegak lurus
vertikal terhadap kaset.
4) Central Point (CP) : Central Pointnya pada pertengahan
kedua malleolus.
Gambar 2.5 http://gudangmedis.blogspot.com/2015/01/teknik-radiografi-
anklejoint.html?m=1

Kriteria Gambar : - Tampak kedua space persendian baik lateral maupun


medial jelas terlihat, tanpa mengalami overlap terutama pada lateral malleolus

- Tampak 1/3 distal dari os tibia dan juga tampak os fibula

- Tampak ossa tarsalia mengalami overlap satu sama lain, karena posisi oblique
akibat endorotasi

Gambar 2.6 http://gudangmedis.blogspot.com/2015/01/teknik-radiografi-


anklejoint.html?m=1
BAB III
HASIL DAN PEMBAHASAN
A. Hasil pemeriksaan
1. Paparan Kasus
Pada tanggal 21 november 2018 pasien datang ke Rumah Sakit
Umum Daerah (RSUD) Arifin Ahmad dengan keluhan nyeri disekitar
sendi pergelangan kaki dan tidak dapat bertumpu pada kakinya.lalu dokter
melakukan pemeriksaan Ankle Joint dengan proyeksi AP.

Nama : Ny. Dian


Umur : 18 th
Diagnosis klinis : Fractur pada ankle joint
2. Persiapkan Pasien
Melepaskan benda-benda yang dapat mengganggu gambaran
radiograf yang berupa logam atau benda-benda padat lainnya di area
tubuh.
3. Persiapan Alat
a. Pesawat sinar X
b. Kaset ukuran
c. Film
d. Marker
4. Teknik Pemeriksaan
Pada kasus ini dilakukan 1 proyeksi yaitu AP:
1) Posisi Pasien : Pasien diposisikan duduk atau supine diatas meja
pemeriksaan.
2) Posisi Objek :
- kaki ekstens
- pedis di fleksikan
- atur angkle joint pada posisi AP
- atur angkle pada pertengahan pasien
- pastikan nantinya tidak ada gambaran yang terpotong
3) Central point (CP) : pertengahan angkle (diantara kedua maeolus)
4) Central Ray (CR) : vertikal tegak lurus kaset
5) FFD : 100 cm
6) Kaset : 18x24 atau 24x30cm dibagi dua

Kriteria Radiograf : - tampak tibiolatar joint space


- talus superposisi dengan distal fibula
- tampak maeolus medial dan lateral
- angkle joint pada pertengahan
BAB IV

PENUTUP

1. Kesimpulan
Dari hasil analisa diatas maka dapat disimpulkan bahwa : Ankle joint
adalah persendian yang paling sering mengalami cidera pada orang dewasa.
Pemeriksaan ankle jaoint dilakukan dengan tiga cara yaitu dengan proyeksi
AP, Lateral dan APOblique yang akan memperlihatkan tampilan berbeda-
beda dalam dalam pemberian diagnose yang tergantung kebutuhan. Namun
yang di pakai ap dan lat di karenakan pasien tidak bisa menggerakan kaki nya
2. Saran
Teknik radiografi khususnya ankle joint agar memberikan informasi tepat
sehingga tidakterjadi kesalahan dalam suatu pemeriksaan atau diagnose.
Radiographer hendaknya mampumemposisikan pasien senyaman mungkin
dan mengambil gambar dengan tepat sehingga dapat meminimalkan
terjadinya pengulangan foto, diperlukan pula ketelitian dari radiographer
mulai dari pengambilan foto,sampai pemrosesan , agar diagnosa nantinya
dapat ditegakkan dengan akurat
DAFTAR PUSTAKA

Ballinger, Philip; Eungene Frank. 2003. Merill’s Atlas of Radiographic positions


& Radiologic Procedures 10th Edition volume 1. St. Louis, Missouri:
Mosby.

Bontrager, K.L., 2001, Textbook of Radiographic and Related Anatomy, Mosby


Inc., Missouri.

Annisa, Aulia. 2017. Modul 1 Panduan Praktek Radiologi. Pekanbaru : STIKes


AWAL BROS PEKANBARU

Soetikno, Ristaniah.D. 2011. Radiologi Emergensi. Bandung : Refika Aditama


http://gudangmedis.com

Anda mungkin juga menyukai