USUL PENERIMA ENTREPRENEURSHIP
AWARD VIII TAHUN 2024
ES KRIM RIMBA
POLITEKNIK JAMBI
NAMA PENGUSUL :
1. Royhan Andre (Ketua)
2. Beny Juanda Pasaribu (Anggota 1)
3. Karmewe (Anggota 2)
4. Sarboyni (Anggota 3)
Kategori : Rencana
Bisnis
ENTREPRENEURSHIP AWARD VIII
LLDIKTI WILAYAH X – UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH JAMBI
2024
LEMBAR PENGESAHAN
1. Nama Ketua Pengusul : Royhan Andre
2. Tempat/Tgl Lahir : Surabaya, 04 Juni 2004
3. Pendidikan Saat ini : D4
4. Program Studi : Teknologi Rekayasa Perangkat Lunak
5. HP/Nomor WhatsApp : 082241870951
6. Alamat Email : royhan.trpl22@politeknikjambi.ac.id
7. Alamat Rumah : Parit Garuda,RT.08,Desa Suak Samin,Kec.Pengabuan
8. Judul Proposal : Es Krim Rimba
9. Lokasi Bisnis : Kota Jambi
10. Modal atau RAB yang diperlukan : Rp. 7.162.150
11. Anggota Tim Pengusul (jika ada):
1) Beny juanda Pasaribu
2) Karmewe
3) sarboyni
12. Dosen Pendamping:
Nama : Rezagi Meilano,M.Kom
NIP/NIDN : 0103057903
13. Produk/Hasil yang ada atau direncanakan : Direncanakan
……., …………… 2024
Menyetujui Pengusul
Wakil Pimpinan Perguruan Tinggi Bidang
Kemahasiswaan
Cap/Stempel PT
Syukriati, S.Kom Royhan Andre
NIK. 1050060132 NIM.220658302018
“Judul Usaha/Bisnis”
Sektor Industri (Berdasarkan KBLI https://oss.go.id/informasi/kbli-berbasis-risiko )
Kelompok Industri : Industri Pengolahan
Turunan Industri : Industri Kuliner
Kategori Bisnis : ☑ Rencana Bisnis ☐ Bisnis Berjalan
POLITEKNIK JAMBI
JL. Lingkar Barat II Lrg. Veteran, Kel. Bagan Pete. Kec, Alam Barajo Kab. Kota Jambi Telp.
0741-5917-477 WA: 0822-8006-9039
Profil Singkat Usaha
Es Krim Rimba adalah es krim tradisional yang terbuat dari bahan-bahan alami berkualitas seperti
susu segar, santan, dan buah-buahan lokal seperti durian, mangga, dan alpukat. Dengan cita rasa
khas buah tropis, Es Krim Rimba menawarkan pengalaman menikmati dessert yang menyegarkan
dan menyehatkan dari bahan-bahan pilihan terbaik daerah setempat.
Data/Dokumen Dukung Kepemilikan Usaha, Kategori Rencana Bisnis:
Ketua Tim Nama Lengkap : Royhan Andre
Tanggal Lahir : Surabaya, 04 Juni 2004
NIM 220658302018
Program Studi : Teknologi Rekayasa Perangkat Lunak
Kompetensi yang dimiliki terkait usaha/bisnis:
Mahir penggunaan Teknologi Informasi.
Pelatihan/seminar/coaching klinik berkaitan dengan
kewirausahaan baik di kampus maupun di luar kampus:
Seminar Bisnis.
Anggota 1 Nama Lengkap : Beny Juanda Pasaribu
Tanggal Lahir : Jambi, 28 Januari 2005
NIM 220621401017
Program Studi : Teknik Mesin
Kompetensi yang dimiliki terkait usaha/bisnis:
Mahir penggunaan Teknologi Informasi
Pelatihan/seminar/coaching klinik berkaitan dengan
kewirausahaan baik di kampus maupun di luar kampus:
Seminar Bisnis
Anggota 2 Nama Lengkap : Karmewe
Tanggal Lahir : Narso Kecil, 21 Oktober 2004
NIM 220620401011
Program Studi : Teknik Elektronika
Kompetensi yang dimiliki terkait usaha/bisnis:
Keahlian Masak
Pelatihan/seminar/coaching klinik berkaitan dengan
kewirausahaan baik di kampus maupun di luar kampus:
Seminar Bisnis
Anggota 3 Nama Lengkap : Sarboyni
Tanggal Lahir : Bukit Berantai, 06 Januari 2005
NIM 230658302012
Program Studi : Teknologi Rekayasa Perangkat Lunak
Kompetensi yang dimiliki terkait usaha/bisnis:
Mahir penggunaan Teknologi Informasi.
Pelatihan/seminar/coaching klinik berkaitan dengan
kewirausahaan baik di kampus maupun di luar kampus:
Seminar Bisnis
BISNIS MODEL CANVAS
Key Partners Key Aktivities Value Propsitions Customer Relationship Customer
Warung Penelitian Bahan Keunikan Rasa Lokal Memberikan pelayanan yang personal Segments
Lokal Lokal yang Menyajikan es krim kepada pelanggan Masyarakat
Influencer berkualitas dengan inovasi Kreatif Mendorong interaksi sosial dengan Umum
Eksperimen Mengedepankan mengadakan pameran es krim
pengembangan kualitas premium Mendengarkan secara aktif umpan balik
resep Menyesuaikan Resep dari pelanggan serta meningkatkan kualitas
dengan Budaya Membangun Komunitas Online
Kolaborasi Membangun Menawarkan diskon
dengan Ahli Kemitraan dengan Memberikan informasi dan edukasi
es krim Pemasok Lokal kepada pelanggan tentang asal-usul
Pengujian Pasar bahan lokal dengan membuat es krim
tersebut.
Produksi
Pemasaran
Key Resources Channeis
Bahan baku Restoran
Lokal Kemitraan dengan Hotel
Promosi/sosial media yaitu melalui
WhatsApp, Instagram, Tiktok dan
Facebook.
Cost Structure Revenue Streams
Bahan baku Penjualan langsung
Peralatan dan Infrastruktur Promosi
Operasional Harian
I. Pendahuluan
1.1. Latar Belakang
Ide "Es Krim Rimba" timbul karena pikiran kami takut terlalu 'dingin' untuk
bersaing dengan es krim lainnya. Sebagai warga kota yang seringkali terlewatkan oleh tren
kuliner, kami pikir, mengapa tidak memberikan sentuhan lokal ke dalam dunia es krim?
Bayangkan saja, sambil menikmati es krim, Anda bisa merasakan hutan rimba dan
keindahan alam Jambi. Mungkin, dengan es krim ini, orang akan berbondong-bondong
datang untuk mendapatkan sensasi es krim alam pedesaan di tengah kota.
Kisah "Es Krim Rimba" dimulai ketika kami menyadari bahwa hutan di Jambi,
sayangnya, tidak bisa dimakan. Jadi, alih-alih merenung dalam diam, kami memutuskan
untuk membawa keunikan hutan itu ke dunia es krim. Apakah rasanya seperti hutan? Yah,
tunggu sampai es krimnya leleh di lidah Anda, dan Anda mungkin merasa seperti berada di
tengah-tengah rimba yang dingin dan menyegarkan.
Namun, jangan salah, Es Krim Rimba bukan hanya tentang 'meng-forest' es krim
biasa. Kami ingin memberikan warna lokal pada rasa es krim, dan mungkin, nantinya,
orang akan menyebut es krim biasa sebagai es krim 'kota' yang membosankan. Jadi, mari
bersama-sama merayakan sensasi dingin sambil bersenang-senang, mengukir jejak di dunia
es krim, dan mungkin, hanya mungkin, merubah hutan menjadi 'hip'!
1.2. Rumusan Masalah
1. Bagaimana proses produksi Es Krim Rimba ?
2. Bagaimana cara pemasaran Es Krim Rimba ?
3. Bagaimana melakukan inovasi untuk Es Krim Rimba ?
1.3. Tujuan
1. Menghasilkan sebuah produk kuliner yang akan dipasarkan dimasyarakat umum.
1.4. Manfaat
1. Alternatif menyegarkan dengan rasa yang unik, memperkaya pengalaman kuliner
masyarakat yang mencari variasi dan kearifan dalam produk makanan mereka.
2. Meningkatkan taraf hidup komunitas setempat, menciptakan lapangan kerja, dan
mendukung keberlanjutan ekonomi di tingkat lokal.
3. penekanan pada kualitas bahan baku dan nilai nutrisi, produk ini diharapkan dapat
meningkatkan kesadaran akan pola makan yang seimbang.
II. Metode Pelaksanaan
2.1. Lokasi Bisnis
Lokasi perencanaan dan penjualan bisnis ini dilakukan di setiap area wisata yang ada di kota
jambi.
2.2. Alat dan Bahan
Tabel 1. Tabel Bahan Tabel 2. Tabel Alat
2.3 Pelaksanaan Ide Bisnis
Dimulai dengan membuat rencana bisnis yang komprehensif. Identifikasi tujuan, analisis
pasar, strategi pemasaran, keuangan dan operasional, dan tetap konsisten dalam pembuatan es krim
akan dapat membangun dan mengelola bisnis es krim yang sukses dan berkelanjutan.
2.4 Gambar Design Produk
Gambar1. Logo Produk Gambar 2. Foto Produk
2.5 Faktor faktor pendorong rencana usaha
Permintaan yang tinggi dari pasar untuk produk es krim dapat menjadi faktor pendorong
utama. Terutama didaerah dengan iklim tropis atau musim panas yang panjang, permintaan akan es
krim bisa sangat tinggi.
III. RENCANA PELAKSANAAN
3.1 Rincian Ide Rencana Bisnis
Menyediakan berbagai macam pilihan rasa es krim yang dapat di customize dengan
pilihan topping yang unik. Memanfaatkan pemasaran kreatif melalui media sosial, kolaborasi
dengan influencer, untuk menarik pelanggan lokal.
3.2 Keunggulan/Keunikan Produk
Varian rasa es krim tidak hanya mencerminkan kekayaan kuliner lokal, tetapi juga
menggambarkan keindahan hutan rimba melalui cita rasa yang unik. Penggunaan bahan baku lokal,
seperti buah-buahan dan rempah khas Jambi, memberikan sentuhan autentik pada setiap sendok es
krim. Selain itu, Es Krim Rimba menyajikan produk dengan kemasan ramah lingkungan,
menunjukkan komitmen pada keberlanjutan dan pelestarian lingkungan.
3.3 Kompetitor
Di dalam pasar es krim yang dinamis di Kota Jambi, Es Krim Rimba akan bersaing dengan
berbagai kompetitor, termasuk gerai es krim konvensional, toko-toko kue khas lokal, dan merek es
krim internasional yang memiliki kehadiran di daerah tersebut. Beberapa pesaing mungkin
menekankan kekhasan rasa dan keberagaman menu, sementara yang lain mungkin menonjolkan
citra merek dan strategi pemasaran yang agresif.
3.4. Kondisi dan Potensi Pasar
Kondisi daerah dengan populasi yang didominasi oleh kelompok usia muda dan keluarga
memiliki potensi pasar yang besar untuk membeli es krim.
Potensi konsumen muda dan keluarga sering mencari tempat yang menyenangkan untuk
bersantai dan menikmati makanan penutup bersama, menciptakan permintaan yang stabil untuk es
krim.
3.5 Ketersediaan Bahan Baku dan SDM
Bahan baku seperti susu, gula, buah buahan, cokelat merupakan bahan yang cukup mudah
ditemukan dan menjadi potensi kami untuk menjadikan pembuatan es krim menjadi bisnis.
Ketersediaan SDM yang cukup mudah ditemukan dengan pengalaman yang dengan
memastikan ketersediaan bahan baku yang berkualitas dan memiliki tim SDM yang terampil bisnis
es krim dapat berjalan dengan lancar.
3.6 Rencana Pemasaran
Memanfaatkan pemasaran kreatif melalui media sosial, kolaborasi dengan
influencer, membuat variasi rasa untuk menarik pelanggan lokal.
3.7 Manfaat Terhadap Sosial dan Lingkungan
Bisnis es krim dapat membantu membangun ekonomi local dengan menciptakan lapangan
kerja bagi penduduk setempat, baik dalam produksi, penjualan, atau layanan pelanggan.
Bisnis es krim dapat mengurangi penggunaan kemasan plastik sekali pakai dengan
menggunakan wadah yang ramah lingkungan.
3.8 Rencana Pemasaran
a. Target Pasar
Anak anak dan remaja sering menjadi konsumen es krim, karena dapat
menargetkan kelompok usia ini dengan menawarkan rasa rasa yang menarik dan kemasan
yang disesuaikan dengan preferensi mereka.
b. Proyeksi Permintaan dan penawaran
Tabel 3. Proyeksi Permintaan dalam 5 Tahun kedepan
Tahun Permintaan
2024 33.600 Cup
2025 36.960 Cup
2026 40.656 Cup
2027 44.722 Cup
2028 49.194 Cup
Tabel 4. Proyeksi Penawaran dalam 5 Tahun Kedepan
Tahun Penawaran
2024 30.000 Cup
2025 33.000 Cup
2026 36.000 Cup
2027 39.000 Cup
2028 42.000 Cup
Total Penawaran Selama 5 Tahun = 30.000 + 33.000 + 36.000 + 39.000 + 42.000
= 180.000 Cup.
Proyeksi ini menunjukkan bahwa dengan peningkatan kapasitas produksi sebesar 10% per
tahun, es krim Rimba akan mampu meningkatkan penawaran secara signifikan setiap
tahun, mencapai total penawaran 205.140 cup dalam lima tahun.
c. Asumsi Penawaran dan permintaan
Asumsi yang digunakan dalam membuat proyeksi permintaan dan penawaran
yaitu, jumlah pelanggan yang akan mengkonsumsi ES Krim Rimba dalam sebulan pada
tahun 2024 pada sebesar 2.800 cup. Dengan demikian, jumlah pelanggan dalam setahun
adalah sebesar 33.600 cup dan setiap tahun diprediksi akan ada kenaikan jumlah pelanggan
sebesar 10% dari tahun sebelumnya.
Proyeksi permintaan dan penawaran memiliki angka yang sama dikarenakan usaha
Es Krim ini merupakan usaha yang bergerak di bidang kuliner dimana sistem penjualannya
adalah berdasarkan kehadiran pelanggan datang ke lokasi usaha atau memesan ES Krim
Rimba maka pada saat itulah pelanggan akan mendapatkan daftar menunya. Dengan
demikian penawaran dari usaha ES Krim ini tentu akan sama/menyesuaikan dengan
permintaan pelanggan.
d. Sumber Dana
Sumber dana yang diterima ialah dari LLDIKTI.
3.9 Strategi Pemasaran
Memanfaatkan pemasaran kreatif melalui media sosial, kolaborasi dengan
influencer, dan memanfaatkan popularitas merek global untuk menarik pelanggan local
yang sudah akrab dengan merek tersebut.
IV. RENCANA ANGGARAN BIAYA
4.1 Anggaran Biaya
Tabel 5. Anggaran Biaya
Keterangan :
Tabel 6. Anggaran Peralatan Penunjang (terlampir pada lampiran 3) Tabel 7.
Anggaran Bahan Habis Di Pakai (terlampir pada lampiran 3)
4.2 Harga Penjualan
Quantity = 100 Cup/Hari atau 180 Kg/bulan HPP =
TC = Rp.453.900 = Rp. 4.539.,00/Cup
Q 100
Ket: TC : Biaya bahan + biaya lain-lain Q :
Jumlah perkiraan produksi
4.3 Proyeksi Permintaan
Proyeksi pendapatan perbulan:
No JENIS ITEM JUMLAH
1. Jumlah penjualan per bulan 2.800 Cup
2. Harga per produk Rp. 6.000
TOTAL PENDAPATAN PENJUALAN Rp. 16.800.000
Asumsi dari proyeksi permintaan yang dapat dijelaskan yaitu pendapatan penjualan
perbulan 2.800 cup, harga produk Rp.6.000 total pendapatan penjualan Rp.16.800.000
4.4 Asumsi Yang Digunakan Untuk Proyeksi Dan Perhitungan NPV
Modal awal = Rp. 7.162.150
Suku bunga pinjaman= 10% (0,10)
NPV = 𝑐1 𝑐2 𝑐3 𝑐4 𝑐5 – co
1+𝑟
+ (1+𝑟)2 + (1+𝑟)3 + (1+𝑟)4 + (1+𝑟)5
Rp201.600.000 Rp.221.760.000 Rp.243.936.000 Rp.268.332.000 Rp.295.164.000
NPV = 1+0,10 + (1+0,10)2 + (1+0,10)3 + (1+0,10)4 + (1+0,10)5 – Rp.7.162.150
NPV =183.272.727+100.800.000 +73.920.000 +60.984.545 +55.666.181 –Rp.7.162.150 NPV
=Rp.474.613.453 – Rp. 7.162.150
NPV = Rp. 467.451.303 : 60 bulan per 5 tahun
= Rp.7.790.855 per bulan
Jadi nilai NPV nya adalah = Rp. 7.790.855 per bulan sehingga rancangan bisnis ini layak dijalankan.
V. Analisis Resiko Bisnis
Rencana keberlanjutan bisnis Es Krim Rimba mencakup komitmen pada aspek lingkungan,
sosial, dan ekonomi yang berkelanjutan. Pertama, dalam upaya menjaga lingkungan, kami
berencana untuk memperkuat inisiatif berkelanjutan melalui penggunaan bahan baku lokal dan
organik yang diperoleh dari peternak dan petani setempat.
Kedua, dalam aspek sosial, Es Krim Rimba akan berperan aktif dalam membangun
hubungan yang berkelanjutan dengan komunitas lokal. Rencana keberlanjutan ini akan memastikan
bahwa Es Krim Rimba tidak hanya menjadi pelaku bisnis yang sukses tetapi juga mitra yang
berperan aktif dalam memajukan lingkungan dan masyarakat di sekitarnya.
Analisa keberlanjutan rencana bisnis sebagai berikut :
1. Strength (Kekuatan)
a) Penggunaan bahan baku lokal yang berkualitas tinggi dan inovasi dalam bumbu
menciptakan pengalaman kuliner yang unik.
b) Pekerja yang handal dan bekerja sama dengan baik.
c) Harga bersaing dari Es Krim Rimba dapat menjadi daya tarik utama bagi
konsumen.
2. Weakness (Kelemahan)
a) Fluktuasi harga atau ketersediaan pasokan buah-buahan lokal dapat
mempengaruhi biaya produksi dan stabilitas bisnis.
3. Opportunities (Peluang)
a) Semakin banyak konsumen yang mencari pengalaman kuliner lokal dan autentik.
b) Peluang untuk menjalin kolaborasi atau kemitraan dengan bisnis kuliner lainnya,
4. Threats (Ancaman)
a) Adanya persaingan antar penjual Es Krim atau sejenisnya.
b) Adanya ketidakcocokan cita rasa dengan lidah masyarakat.
VI. SIMPULAN & PENUTUP
6.1 Simpulan
Es Krim Rimba memiliki potensi besar untuk mengubah panorama kuliner lokal di Kota
Jambi. Dengan menyatukan rasa klasik es krim dengan sentuhan modern yang unik, proyek ini
tidak hanya akan memikat selera para pecinta kuliner, tetapi juga akan mengeksplorasi kekayaan
alam dan budaya Jambi, memberikan pengalaman yang tak terlupakan bagi para pelanggan.
6.2 Penutup
Dukungan dan investasi dalam bisnis Es Krim Rimba ini akan membawa manfaat jangka
panjang bagi masyarakat setempat, merangsang pertumbuhan ekonomi di kawasan, dan
memperkenalkan kelezatan kuliner daerah secara lebih luas.
Demikian Proposal Rencana Bisnis ini dibuat, semoga dapat bermanfaat dan Rencana
Bisnis ini dapat berjalan sesuai dengan rencana yang sudah diusulkan.
DAFTAR PUSTAKA
Badan Pusat Statistik. (2021). Statistik Industri Manufaktur Indonesia 2021.
Jakarta: Badan Pusat Statistik.
FAO. (2022). Global Dairy Sector: Status and Trends. Rome: Food and Agriculture
Organization of the United Nations.
Gunawan, A. W. (2020). Peluang dan Tantangan Industri Es Krim di Indonesia.
Jurnal Ekonomi dan Bisnis, 8(2), 112-125.
Kementerian Perindustrian Republik Indonesia. (2022). Kebijakan Pengembangan Industri
Makanan dan Minuman. Jakarta: Kementerian Perindustrian Republik Indonesia.
Kotler, P., & Armstrong, G. (2018). Principles of Marketing (17th ed.). Harlow: Pearson
Education Limited.
Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi Wilayah X. (2024). Pedoman Entrepreneurship
Award VIII Tahun 2024. Jambi: LLDIKTI Wilayah X.
Nurjayanti, E. D., & Nugraha, A. (2021). Analisis Kelayakan Usaha Es Krim dengan
Bahan Baku Susu Sapi Perah. Jurnal Ilmiah Agribisnis, 6(1), 37-48.
Osterwalder, A., & Pigneur, Y. (2010). Business Model Generation: A Handbook for
Visionaries, Game Changers, and Challengers. Hoboken, NJ: John Wiley & Sons.
Peraturan Presiden Republik Indonesia Nomor 41 Tahun 2020 tentang Kebijakan
Pengembangan Industri Kuliner.
Widowati, S., & Marwanti, S. (2019). Strategi Pemasaran Industri Kecil Es Krim.
Jurnal Ekonomi dan Bisnis, 5(2), 164-177.
Lampiran 1
SURAT PERNYATAAN
Yang bertandatangan dibawah ini :
Nama : Royhan Andre
No. KTP :1505040411040001
NIM : 220658302018
Alamat : Parit Garuda,RT.08,Desa Suak Samin,Kec.Pengabuan
Nomor HP : 082241870951
Dengan ini menyatakan bahwa Usulan Penerima Entrepreneurship Award VII Tahun
2024 dengan judul Es Krim Rimba bersifat asli, karya sendiri, dan belum pernah
mendapat kejuaraan dalam lomba/kompetisi dan saat ini tidak sedang diikutkan
lomba/kompetisi di tempat lain.
Jika di kemudian hari ditemukan ketidaksesuaian dengan pernyataan ini, maka saya
bersedia dituntut dan diproses dengan ketentuan yang berlaku dan mengembalikan
hadiah yang sudah diterima (jika menang) ke Panitia EA VII Tahun 2024.
Mengetahui Jambi,……………… 2024
Wakil Pimpinan Perguruan Tinggi Pengusul
Bidang Kemahasiswaan
Syukriati, S.Kom Royhan Andre
NIK. 1050060132 NIM.220658302018
Lampiran 2
Lampiran 3
Tabel 6. Anggaran Peralatan Penunjang
No. JENIS ANGGARAN JUMLAH NORMALISASI
BIAYA Jumlah Harga Total
1. Alat : Investasi
1. Panci Stainles 1 Buah Rp. 140.000 Rp. 140.000 dalam
Steel peralatan dan
2. Mixer 1 Buah Rp. 1.970.000 Rp. 1.970.000 mesin modern
3. Spatula 2 Buah Rp. 10.000 Rp. 20.000 akan
4. Mangkuk Stainless 3 Buah Rp. 125.000 Rp. 375.000 meningkatkan
Steel efisiensi
5. Loyang Almunium 3 Buah Rp. 25.000 Rp. 75.000 produksi dan
6. Sendok Es Krim 6 Buah Rp. 12.000 Rp. 72.000 kualitas produk
Stainless Stell akhir.
7. Cold Storage 1 Unit Rp. 260.000 Rp. 260.000
8. Mesin Es Krim 1 Unit Rp. 3.030.000 Rp. 3.030.000
9. Frezer 1 Unit Rp. 550.000 Rp. 550.000
10. Kemasan Es Cup 100 Pcs Rp. 16.250 Rp. 16.250
Plastik
Jumlah : Rp. 6.508.250
Tabel 7. Anggaran Bahan Habis Di Pakai
NO. JENIS ANGGARAN JUMLAH NORMALISASI
BIAYA Jumlah Brg Harga Total
1. Bahan :
1. Susu Full Cream 3 Liter Rp. 20.000 Rp. 60.000
2. Gula Pasir 500 Gram Rp. 8.000 Rp. 8.000 Normalisasi
3. Kuning Telur 12 Butir Rp. 1.800 Rp. 21.600 memudahkan
4. Tepung Maizena 150 Gram Rp. 12.000 Rp. 12.000 perbandingan
5. Santan Kental 1 Liter Rp. 32.000 Rp. 32.000 biaya bahan
6. Pasta Durian 200 Gram Rp. 40.000 Rp. 40.000 yang berbeda,
7. Daging Buah 250 Gram Rp. 10.750 Rp. 10.750 memastikan
Durian efisiensi
8. Pasta Mangga 200 Gram Rp. 26.800 Rp. 26.800 pengeluaran,
9. Daging Buah 250 Gram Rp. 12.500 Rp. 12.500 dan membantu
Mangga dalam
10. Pasta Alpukat 200 Gram Rp. 24.000 Rp. 24.000 perencanaan
11. Daging Buah 250 Gram Rp. 6.250 Rp. 6.250 anggaran
Alpukat dengan lebih
akurat.
Jumlah: Rp. 253.900