0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
192 tayangan7 halaman

Rencana Pembukaan Lahan Tambang Batubara

Diunggah oleh

rizki bintang
Hak Cipta
© © All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
192 tayangan7 halaman

Rencana Pembukaan Lahan Tambang Batubara

Diunggah oleh

rizki bintang
Hak Cipta
© © All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

CV.

RIZKI BINTANG

BAB II
RENCANA PEMBUKAAN LAHAN

2.1. Area Penambangan


2.1.1. Lokasi Dan Luas Lahan yang dibuka
Berdasarkan laporan studi kelayakan CV. Rizki Bintang yang telah
disusun menunjukkan angka 2.405.275 ton batubara dengan estimasi lapisan
penutup sebesar 10.431.275 BCM sehingga stripping ratio 1 : 4,34.
Total tonase batubara sebesar itu akan menjadikan areal sebesar 70,4
Ha sebagai areal bukaan tambang, ditambah dengan areal lain yang terganggu
untuk aktifitas kelangsungan tambang sebesar 29,96 Ha terdiri dari areal
disposal (waste dump area) settling pond, jalan dan lain-lain.
Berdasarkan data eksplorasi sebelumnya serta telah adanya bukaan
tambang yang dikombinasikan dengan 22 data bor didukung singkapan dan
bekas bukaan tambang maka didapatkan rata-rata ketebalan batubara 0,5
meter hingga 4,2 meter dengan arah jurusan N 222 o E hingga N 250o E dengan
kemiringan sebesar 30o sampai 40o dan jumlah keseluruhan semua seam : 6
seam utama dan 10 subseam.
Bentuk endapan batubara berupa lapisan, ada yang membaji dan sering
terjadi “splitting” dengan penyebaran yang memperlihatkan monoklin berarah
Barat Daya – Timur Laut.
2.1.2. Rencana dan Realisasi Produksi, Stripping Ration dll.
Dari hasil eksplorasi ditemukan cadangan batubara (multiple seam) dan
dip yang relatif landai. Dengan karakteristik dan bentuk endapan batubara
tersebut maka pengelolaan penambangan dapat dilaksanakan untuk tambang
terbuka (open pit mine) dengan metode penambangan : penggalian dan
penimbunan kembali areal bekas tambang “back fill digging method”.

DOKUMEN RENCANA REKLAMASI II-1


CV. RIZKI BINTANG

Diagram 2.1
Skema Kegiatan Penambangan

Metode tambang terbuka dipilih berdasarkan factor-faktor teknis yang


mencakup model geologi, kondisi bahan galian batubara (penyebaran, diameter
ketebalan), kondisi lapisan penutup (overburden) serta pertimbangan jumlah
sumberdaya bahan galian batubara.
Teknik penambangan yang diterapkan berupa “open pit mining”
merupakan teknik penambangan bahan galian batubara yang dinilai cocok dan
sesuai untuk diterapkan pada desain penambangan bahan galian batubara CV.
Rizki Bintang. Teknik penambangan open pit mining ini dilakukan dengan
penggalian bahan galian batubara pada batas-batas penambangan (out pit
limit) dari arah singkapan (cropline) menuju kebawah searah dengan kondisi
cebakan bahan galian batubara berdasarkan pada peta data hasil pemboran.
Penggalian ini dikerjakan dengan membentuk jenjang-jenjang atau
lereng (multy bech) yang memiliki geometri tertentu berdasarkan hasil
persamaan kajian tentang geoteknik. Dengan teknik penambangan ini
diharapkan bahan galian batubara dapat ditimbang dengan metode yang
ditetapkan.

DOKUMEN RENCANA REKLAMASI II-2


CV. RIZKI BINTANG

2.2. Timbunan
2.2.1. Timbunan Tanah Zona Pengakaran.
Tanah pucuk dibatasi dengan Batasan 0,5 – 1 m dari permukaan tanah
atau menyesuaikan ketebalan tanah pucuk diseluruh permukaan lokasi
tambang dan akan ditempatkan dekat rencana tambang dengan jarak setiap
500 m, ini dimaksudkan agar setelah bekas tambang ditimbun kembali, tanah
pucuk dikembalikan lagi agar dapat dimanfaatkan untuk proses
revegetasi/lahan usah baru. Karena bersifat sementara, timbunan tanah pucuk
ini tidak akan didapatkan dan hanya ditempatkan pada lokasi yang aman
mudah dalam pengambilan kembali sewaktu-waktu akan dipindahkan.
Penimbunan tanah zona pengakaran harus dipisahkan dan dipelihara
tersendiri agar tidak tercampur atau terkontaminasi dengan batuan penutup.
Dipersiapkan total 4,1 Ha area tempat penimbunan tanah sementara yang
dimaksudkan sebagai penyimpanan sementara tanah pucuk.
2.2.2. Penimbunan Lapisan Tanah Penutup.
Tempat pembuangan tanah penutup dibedakan menjadi dua, yaitu:
- Pembuangan tanah penutup ke luar areal tambang (out side dump).
- Pembuangan tanha penutup yaitu digunakan sebagai penimbun kembali
bekas tambang (backfilling).
1. Penimbunan Tanah Penutup di Luar Tambang
Pertimbangan yang mempengaruhi dalam pemilihan lokasi penimbunan
adalah:
- Jarak angkut yang tidak terlalu jauh dari permukaan kerja
- Lokasi yang dipilih tidak ada lapisan batubara yang akan ditambang dengan
cara tambang terbuka
- Tidak mengganggu daerah yang akan ditambang
- Topografi permukaan berupa lembah atau daratan
Penimbunan untuk waste dump atau disposal dapat dilakukan hingga
ketinggian 40 meter dengan lebar berm 3 meter dan sudut keseluruhan 31 o.
Timbunan keseluruhan disposal ini dibuat dengan lereng tunggal tinggi 10
meter sudut 35o.

DOKUMEN RENCANA REKLAMASI II-3


CV. RIZKI BINTANG

Keseluruhan area penimbunan tanah penutup di luar tambang sebesar


15,3 Ha tersebar pada keseluruhan pit.
2. Penimbunan Tanah Penutup di Dalam Tambang
Penimbunan tanah/batuan penutup di dalam tambang segera akan
dilakukan apabila telah terbentuk area bekas tambang system ini dikenal “back
fill digging method”. Penimbunan tanah/batuan penutup di dalam tambang
dikenal ramah lingkungan Karena tidak banyak lokasi yang terganggu dan
mempercepat terjadinya reklamasi.
Untuk back filling jarak antara permukaan tambang dengan timbunan
adalah sekitar 100 m. Hal ini untuk memberikan ruang operasi yang lapang.
Batas penimbunan tersebut akan maku mengikuti arah penambangan.
Keseluruhan area kegiatan “back filling” sebesar 60,16 Ha dari seluruh bukaan
tambang sebesar 70,4 Ha. Dengan demikian tersisa 10,24 Ha bekas pit
tambang yang terbuka.
2.2.3. Penimbunan Batubara
Stockpile di CV. Rizki Bintang berada di pinggiran jalan PT. Talenta Bumi
merupakan stockpile mini sebesar 4,6 Ha atau merupakan stockpile temporary.
Apabila dimungkinkan hasil penggalian batubara akan langsung diangkut
langsung ke stockpile pihak ketiga yang menjadi mitra CV. Rizki Bintang yang
berada di pelabuhan PT. Talenta Bumi.
2.2.4. Penimbunan Limbah Sarana Penunjang.

Gambar 2.1
Desain Tempat Penyimpanan Sementara B3

DOKUMEN RENCANA REKLAMASI II-4


CV. RIZKI BINTANG

Tempat Penyimpanan Sementara (TPS) limbah B3 dibuat dengan desain


yang memenuhi persyaratan dan peraturan yang berlaku. Rencana desain TPS
limbah B3 dapat dilihat pada gambar berikut.
Oli/minyak bekas ditampung di dalam drum untuk kemudian diserahkan
pengelolaannya sesuai peraturan perundang-undangan yang berlaku. Guna
mengantisipasi kemungkinan kebocoran oli bekas dari bengkel maka dibuat
outlet saluran pembuangan limbah oli dipasang pada oil trap. Penanganan
masalah oli/minyak bekas ini mengacu pada Keputusan Mentri Dalam Negri
Nomor 86 tahun 1989. Oli/minyak bekas ditampung badan usaha/perusahaan
yang telah ditunjuk. Untuk desain oil trap dapat dilihat pada gambar berikut.

Gambar 2.2
Design Oil Trap
2.3. Jalan
Jalan tambang dibuat di lokasi tambang sepanjang 2,87 km yang berada
di seluruh ruas penghubung dari permuka kerja stockpile sementara di
tambang. Luas area tersebut telah mencakup seluruh pit. Jalan tambang dibuat
untuk dua jalur pengangkutan dump truck dengan kecepatan maksimum 40
km/jam dengan kecepatanbermuatan ditikungan tidak boleh lebih dari 25
km/jam.
Dimensi untuk lebar jalan angkut direkomendasikan 4 kali lebar alat
angkut terbesar. Dengan asumsi alat angkut terbesar adalah dump truck
dengan kapasitas angkut tanah sebesar 30 ton, dan lebar 2 meter maka lebar
jalan angkut adalah 8 meter. Sedangkan kemiringan maksimum (grade) 8%. Di
kedua sisi jalan angkut perlu dibuat tanggul (safety berm) yang tingginya sekitar
0,25 meter (0,5 x tinggi ban dump truck kapasitas 30 ton sebesar 0,5 m)

DOKUMEN RENCANA REKLAMASI II-5


CV. RIZKI BINTANG

Material penyusun pondasi jalan tambang terdiri dari :


1. Lapisan sub base dengan fungsi sebagai pendukung beban, membantu
menyebarkan beban pada roda dan mencegah tanah dasar masuk kedalam
lapis pondasi, materialnya berupa sand clay (tanah setempat yang lebih baik
dari tanah dasar dengan tebal 300 mm).
2. Lapisan base berfungsi untuk menahan beban kendaraan dan
mendistribusikannya kelapisan dibawahnya, materialnya berupa batu pecah
dengan ketebalan minimum 200 mm. Lapisan ini dipadatkan dengan
kompaktor.

2.4. Kolam Sedimen


Kolam pengendapan (settling pound) adalah tempat untuk menangkap
runoff dan menahan air ketika tanah dan kotoran lain dalam air mengendap
menjadi sedimen. Kebanyakan kolam pengendap diperlukan karena air
keluaran yang mengandung banyak Total Suspended Soil atau residu
tersuspensi yang melampaui baku mutu kualitas keluaran air. Secara garis
besar kolam pengendapan bias dibuat dengan membangun tanggul penahan
atau menggali lubang untuk tampungan air atau sedimen.
Kolam pengendapan yang dibangun sebesar 0,07 Ha untuk keseluruhan
titik letak settling pound untuk menampung air tambang. Dari saluran-saluran
yang dibentuk dialirkan ke dalam settling pound yang terdiri dari 3 bentuk
persegi dengan kedalaman lebih kuran 2 meter, panjang masing-masing bak
15 meter dan lebar 10 meter. Hal ini disesuaikan dengan kondisi di lapangan.
Pada bak pertama air yang masuk diendapkan secara fisik, kemudian dari bak
pertama masuk ke bak 2 yang merupakan perlakuan secara kimia dan yang ke
3 secara biologi.

2.5. Fasilitas Penunjang


Sarana penunjang 3 Ha yang tersebar ke seluruh letak pit tambang. Luas
area tersebut dipergunakan untuk bangunan kantor, tempat tinggal karyawan,
sarana ibadah, bengkel, gudang dan pendukung lainnya.

DOKUMEN RENCANA REKLAMASI II-6


CV. RIZKI BINTANG

DOKUMEN RENCANA REKLAMASI II-7

Anda mungkin juga menyukai