Pitfall trap
Pitfall trap adalah salah satu alat yang umum digunakan dalam entomologi untuk
menangkap serangga yang bergerak di permukaan tanah. Alat ini biasanya terdiri
dari wadah (seperti ember atau botol) yang diletakkan di dalam tanah dengan bibir
bagian atas sejajar dengan permukaan tanah. Ketika serangga berjalan, mereka
bisa jatuh ke dalam wadah tersebut dan terperangkap (Supriyadi & Rachman,
2020).
Supriyadi, A. & Rachman, I. (2020). Pendugaan Keanekaragaman Jenis Serangga
Menggunakan Pitfall Trap di Kawasan Hutan Lindung, Kabupaten Bogor. Jurnal
Biodiversitas: 21(4): 1450-1458.
Pitfall trap bekerja berdasarkan prinsip fisik, ketika serangga berjalan, mereka
tidak menyadari adanya wadah tersebut dan jatuh ke dalamnya. Keberhasilan
penangkapan tergantung pada beberapa faktor, termasuk lokasi pengaturan trap,
waktu pengamatan, dan jenis umpan (jika digunakan) serta kondisi cuaca (Rini &
Ibrahim, 2019).
Rini, H. dan Ibrahim, M. (2019). Dampak Pemakaian Pitfall Trap Terhadap
Koleksi Serangga di Daerah Pertanian. Jurnal Pertanian dan Lingkungan: 2(1):
55-60.
Pitfall trap umumnya efektif untuk menangkap berbagai jenis serangga, termasuk
Kumbang (Coleoptera), kumbang ini adalah kelompok yang paling umum
terperangkap, termasuk berbagai spesies kumbang tanah yang aktif di permukaan.
Serangga pemakan daging (Depredator), seperti semut dan beberapa jenis laba-
laba, juga dapat terperangkap. Serangga Herbisida (Herbivores), beberapa
serangga herbivora yang bergerak di permukaan tanah, seperti beberapa jenis ulat
dan kutu, juga dapat terperangkap. Arthropoda Lainnya : Selain serangga,
arthropoda lain seperti kutu dan laba-laba juga dapat terjerat (Sukandar & Jamil,
2017).
Sukandar, H., & Jamil, H. (2017). Evaluasi Metode Pitfall Trap dalam
Pengamatan Komunitas Serangga Tanah. Jurnal Entomologi Indonesia: 14(2):
134-142.
Sweep net
Sweeping net atau jaring sapu adalah alat yang sering digunakan dalam
entomologi untuk mengumpulkan serangga yang terbang atau bergerak di
vegetasi. Alat ini terdiri dari jaring yang dirangkai dengan batang panjang, yang
memungkinkan peneliti untuk mengayunkan jaring di area tertentu, seperti padang
rumput, kebun, atau hutan, untuk menangkap serangga (Sahil & Rahman, 2018).
Sahil, M., dan Rahman, M. (2018). Penggunaan Metode Sweep Net untuk
Mengidentifikasi Keanekaragaman Serangga di Kebun Sayur. Jurnal Elektronik
Pertanian dan Lingkungan: 5(2): 89-95.
Sweeping net bekerja dengan cara mengayunkan jaring melalui vegetasi. Ketika
jaring diayunkan, serangga yang berada di dalam area tersebut akan terjaring dan
terperangkap di dalam jaring. Sebagian besar serangga yang tertangkap adalah
yang jemarinya (antenanya) bersentuhan dengan jaring saat diayunkan, serta tidak
dapat melarikan diri dengan cepat (Lestari, 2019).
Lestari, D. (2019). Evaluasi Keberagaman Serangga Menggunakan Metode
Sweep Net di Daerah Perkotaan. Jurnal Entomologi Indonesia: 16(3): 123-130.
Jenis Serangga yang Dapat Terperangkap Dengan menggunakan sweep net,
berbagai jenis serangga dapat tertangkap berupa Kupu-kupu (Lepidoptera) Kupu-
kupu dan ngengat sangat mungkin tertangkap dengan teknik ini, terutama di area
berbunga. Berbagai jenis serangga terbang, seperti lalat (Diptera), lebah
(Hymenoptera), dan tawon dapat tertangkap. Banyak serangga yang memakan
tanaman, seperti belalang (Orthoptera) dan kutu daun (Aphididae) juga dapat
terperangkap saat melaju di vegetasi. Beberapa predator di taman seperti laba-laba
(Araneae) dan kupu-kupu predator juga bisa diperoleh (Utami & Sudaryanto,
2020).
Utami, D., dan Sudaryanto, A. (2020). Keanekaragaman Serangga Terbang
Menggunakan Jaring Sapu (Sweep Net) di Area Persawahan. Jurnal Ilmu
Pertanian: 8(1): 45-50.
Pengamatan Langsung
Pengamatan langsung adalah metode yang digunakan untuk mempelajari serangga
di habitat alaminya tanpa menggunakan alat tangkap seperti jaring atau
perangkap. Dalam metode ini, peneliti mengamati dan mencatat jenis serangga
yang ditemukan, perilaku mereka, dan interaksi dengan lingkungan (Rosida &
Sari, 2020).
Rosida, N., & Sari, M. (2020). Pengamatan Serangga Pada Kawasan Hutan
Lindung Di Kabupaten Sukabumi. Jurnal Biodiversitas: 21(3): 846-855.
Pengamatan langsung merupakan metode yang berguna untuk memahami
keanekaragaman, perilaku, dan ekologi serangga dalam habitat mereka tanpa
mengganggu mereka dengan alat tangkap. Metode ini juga dapat membantu dalam
penelitian spesies langka atau terancam yang mungkin sensitif terhadap jenis
pengambilan sampel lainnya (Yuniarsih & Pramono, 2021).
Yuniarsih, T., & Pramono, A. (2021). Studi Perilaku Serangga Herbivora Melalui
Pengamatan Di Padang Rumput. Jurnal Entomologi: 8(1): 45-52.
Jenis Serangga yang Dapat Teramati Dengan metode pengamatan langsung,
berbagai jenis serangga yang dapat teramati berupa Kupu-kupu dan Ngengat
(Ordo Lepidoptera) yang dapat diamati saat mereka mencari nektar. Serangga
Pemakan Tanaman (Ordo Hemiptera) Seperti kutu daun dan wereng, sering
terpantau pada daun tanaman. Kumbang (Ordo Coleoptera) dapat diamati saat
mereka bergerak di permukaan tanah atau vegetasi. Belalang (Ordo Orthoptera)
dapat dengan mudah terlihat di padang terbuka atau area tanaman, terutama saat
mereka melompat. Dan serangga Seperti lalat (Diptera) dan lebah (Hymenoptera)
yang aktif terbang di sekitar bunga (Fitria & Setiawan, 2019).
Fitria, D., & Setiawan, Y. (2019). Keanekaragaman Serangga Terbang Di Kebun
Bunga: Sebuah Studi Kasus. Jurnal Ilmu Pertanian dan Lingkungan: 6(2): 112-
119.