Anda di halaman 1dari 5

ANKLE JOINT Ankle Joint (pergelangan kaki) merupakan persendian yang paling sering mengalami cidera pada orang

dewasa. Penentuan bagaimana penanganannya biasanya hanya berdasarkan pemeriksaan klinis dan interpretasi dari foto rontgen. Anatomi Fisiologi Stabilitas pada mortise ankle bergantung pada struktur tulang-tulang dan ligamen. Persendian utama berada diantara talus dan cekungan tibia. Talus yang berbentuk seperti pelana kuda sangat pas kedudukannya dengan cekungan tibia dan benturan kecil saja pada keharmonisan dari tibiotalar joint ini akan mengurangi contact area dan akan membebani articular cartilago yang akan menyebabkan arthrosis. Pada sisi medial talotibial joint di topang dengan kuat oleh medial malleolus dan ligamen medial collateral, yang lebih kuat dari ligamen di sisi lateralnya. Pada sisi lateral terdapat penopang fleksibel yang dibentuk oleh lateral complex yang terdiri dari fibula, syndesmosis dan lateral Collateral bands.

Syndesmosis merupakan serat pengubung antara tibia dan fibula yang dibentuk oleh ligamen tibiofibular anterior dan posterior yang letaknya setinggi cekungan tibia dan ligamen intraosseus yang tebal, berada di bawah membran intraosseus dan terletak 2 cm di atas cekungan tibia dimana ruang kecil bagian superior dari persendian berakhir. Ligamen tibiofibula anterior dan posterior sering sebut sebagai syndesmosis anterior dan posterior. Ligamen lateral collateral menghubungkan distal fibula dengan talus dan calcaneus. Fleksibilitas dari lateral complex membuat talus dan fibula bergerak dan berputar selama pergerakan normal dari ankle. Pergerakan fibula ini pada syndesmosis merupakan bagian penting dari fungsi normal ankle. Teknik Radiografi Proyeksi yang sering digunakan pada pemeriksaan ankle joint adalah AP dan Lateral. Namun untuk memperjelas gambaran radiograf dari ankle khususnya proyeksi AP digunakan proyeksi yang disebut dengan Mortise View. Berikut adalah Teknik Radiografi dari masing-masing proyeksi tersebut.

Proyeksi AP (Kaset ukuran 18x24 Cm, tanpa Grid) Posisi Pasien Pasien diminta untuk supine di atas meja pemeriksaan. Untuk pemeriksaan ankle joint ini tidak disarankan diambil posisi pasien erect. Hal ini dikarenakan klinis-klinis yang membawa seseorang di foto ankle joint nya biasanya adalah kasus cidera pada ankle joint yang menyebabkan fraktur, dislokasi maupun ruptur pada ligamen. Jadi posisi pasien yang erect dikhawatirkan akan menambah rasa sakit pada pasien. Posisi Objek Bagian pertengahan ankle diposisikan pada pertengahan kaset dengan jari-jari kaki menghadap ke atas. Untuk proyeksi AP ini, kaki tidak dirotasikan kemana pun, jadi pasien diminta untuk menahan posisi jari-jari kaki menghadap ke atas selama pemeriksaan berlangsung.

Central Ray (CR) dan Central Point (CP) CR diarahkan tegak lurus vertikal terhadap kaset dengan CP pada pertengahan dari kedua malleolus (medial dan lateral malleolus). Malleolus adalah bagian yang terasa menonjol pada bagian samping dari ankle joint. Medial malleolus merupakan tonjolan yang bisa terasa pada sisi bagian dalam ankle joint yg merupakan milik dari os Tibia sedangkan Lateral malleolus merupakan tonjolan yang bisa terasa pada sisi bagian luar ankle joint merupakan milik dari osFibula.

Kriteria Gambaran - Tampak Ankle Joint pada proyeksi AP, tanpa mengalami rotasi - Tampak kira-kira 1/3 distal dari Os Tibia dan Fibula - Tampak Os Tibia bagian lateral overlap dengan Os Fibula - Ossa Pedis tidak begitu jelas terlihat, hanya talus yang jelas terlihat

Proyeksi Lateral Posisi Pasien Pasien diposisikan duduk di atas meja pemeriksaan dengan kedua tungkai kaki diluruskan.

Posisi Objek Tungkai kaki dari ankle joint yang akan diperiksa dirotasikan lateral sesuai dengan bagian mana yang terasa sakit. Jika bagian medial yang sakit, maka rotasikan kaki sehingga bagian medial menempel pada kaset, begitu sebaliknya. Bagian tungkai kaki yang tidak diperiksa, difleksikan sehingga menjauhi ankle joint yang akan diperiksa. Kedua lengan tangan menempel pada meja pemeriksaan. Ini semua dimaksudkan agar pasien merasa nyaman dengan posisi ini. Central Ray (CR) dan Central Point (CP) CR diarahkan tegak lurus vertikal terhadap kaset. Pada proyeksi mediolateral (sinar lebih dulu mengenai sisi medial) maka CP pada Medial Malleolus, kemudian pada proyeksi lateromedial (sinar lebih dulu mengenai sisi lateral) maka CP pada Lateral Malleolus. Kriteria Gambaran - Tampak gambaran dari ankle joint proyeksi lateral - Tampak Os Tibia dan Fibula Overlap pada bagian distalnya - Tampak Calcanus pada proyeksi lateral - Tampak space antara talus dengan tibia dan fibula (talo-tibia fibular joint)

Proyeksi Mortise View Posisi Pasien Sama seperti proyeksi AP, pasien pada proyeksi mortise view diminta untuk supine di atas meja pemeriksaan. Posisi Objek Bagian pertengahan ankle diposisikan pada pertengahan kaset kemudian kaki di rotasikan ke arah dalam (endorotasi) sebesar 15 derajat. Hal ini dimaksudkan supaya ketinggian lateral malleolus sejajar dengan medial malleolus (dalam keadaan kaki lurus tanpa rotasi, lateral malleolus lebih rendah dibandingkan dengan medial malleolus), sehingga nantinya akan memperlihatkan dengan jelas kedua space persendian baik lateral maupun medial. Central Ray (CR) dan Central Point (CP) CR diarahkan tegak lurus vertikal terhadap kaset dan CP nya pada pertengahan kedua malleolus. Kriteria Gambaran - Tampak kedua space persendian baik lateral maupun medial jelas terlihat, tanpa mengalami overlap terutama pada lateral malleolus - Tampak 1/3 distal dari os tibia dan os fibula - Tampak ossa tarsalia mengalami overlap satu sama lain, karena posisi oblique akibat endorotasi

Perbandingan foto antara foto ankle joint proyeksi AP dengan Mortise View

Pada perbandingan foto di atas dapat dilihat bahwa foto ankle joint proyeksi AP mengalami overlap pada daerah lateral malleolus. Pada foto proyeksi mortise view, tampak dengan jelas space dari persendian di ankle joint pada sisi medial dan sisi lateral.

Interpretasi Radiograf dari Beberapa Kasus Pada Foto Ankle Joint Pada foto disamping, tampak fraktur pada medial malleolus. Fraktur jenis ini dapat disebut dengan avulsion fraktur. Dari letak fraktur yang berada di medial malleolus mengindikasikan bahwa saat terjadi cidera, kaki berada pada posisi pronasi. Oleh karena itu cidera seperti ini disebut dengan pronation exorotation injury (PER) tingkat 1 atau lebih.

Pada foto disamping, tampak fraktur transversal yang memanjang dari lateral malleolus sampai ke talus (lihat panah)

Pada foto disamping, tampak erjadi dislokasi pada ankle joint akibat fraktur pada kedua malleolus. Lateral malleolus terdorong dari anterior ke posterior. Fraktur dimulai dari ankle joint dan terus ke arah proximal.