TES KETERAMPILAN CABANG OLAHRGA KARATE
Tes keterampilan cabang olahraga karate terdiri dari :
1. Tes Kihon pukulan
2. Tes Kihon tendangan
3. Tes Sparing Kumite
Tes keterampilan teknik dasar cabang olahraga karate secara detail dijelaskan sebagai berikut :
1. Tes Kihon Tangan/Pukulan
1.1 Pukulan Kizame Tchuki
Tes serangan tangan/pukulan Kizame Tchuki merupakan tes menggunakan salah satu teknik serangan
pukulan memakai tangan yang di depan ( kizami Tchuki )yang harus dikuasai.
A. Tujuan Tes
Untuk mengetahui bentuk teknik gerakan dasar pukulan Kizame Tcuki yang benar.
B. Alat Tes
1) Stopwach
2) Peluit
3) Hand Protectors
4) Punching pad
5) Matras 8 x 8 atau 10x10m
C. Pelaksanaan
1) Menjelaskan kepada atlet model test yang akan dilakukan
2) Menyediakan sasaran/target (punching pad) yang dapat dinaik-turunkan sesuai dengan ketinggian
atatlet yng melakukan tes, atau dengan petugas/atlet lain yang memegang sasaran/target dengan
menyesuaikan jarak sasaran/target.
3) Menyediakan petugas pencatat waktu, perhitungan jumlah pukulan dan penilai pukulan yang masuk
menurut peraturan pertandingan kumite.
4) Atlet melakukan teknik gerakan pukulan Kizame Tchuki menghadap ke depan, sebanyak-banyaknya
selama 30 detik
5) Aba-aba pelaksanaan : “SHOBU-HAJIME” atau dengan peluit.
6) Aba-aba menghentikan : “STOP atau YAME” atau dengan peluit.
Adapun tabel nilai keterampilan dapat dilihat pada gambar di bawah ini :
Kizame Tcuki SK
Skala
No Sub Variabel Indikator Deskriptor
1 2 3 4 5
Sikap Awal
1. Posisi Gedan barai (buka kaki selebar bahu)
1. 2. Sikap Kumite (Salah satu kaki di depan)
3. Salah satu tangan didepan dan satunya lagi di
dada
Perkenaan
1. Melurus tangan yang didepan dengan kepalan
2. Kizame 2. Memutar pergelangan tangan
Tchuki
3. Perkenaan (impack) pada kepalan tangan ke
sasaran wajah
Sikap Akhir 1. Menarik tangan
3. 2. Memutar pergelangan tangan
3. Kembali ke posisi Salah satu tangan didepan dan
satunya lagi di dada
Keterangan :
Nilai 5 : Sangat Baik (Tidak ada kesalahan)
Nilai 4 : Baik (Ada sedikit kesalahan)
Nilai 3 : Cukup (Ada beberapa kesalahan)
Nilai 2 : Kurang Baik (Teknik banyak kesalahan tidak sesuai dengan seharusnya)
Nilai 1 : Sangat Kurang Baik (Melakukan kesalahan teknik yang ditempilkan)
Perhitungan Nilai :
Rumus Pmax : ∑S x ∑Xi Rumus Interval : Pmax /Pmin
Pmin : ∑S x ∑Xi
Pmax = Skor Maksimal I = Interval
Pmin = Skor Mininal
∑Sa = Jumlah skala yang terbesar
∑Sb = Jumlah skala yang terkecil
∑Xi = Jumlah Deskriptor
Kategori :
Nilai Interval Keterangan
41-45 Sangat baik
33-40 Baik
25-32 Cukup
17-24 Kurang Baik
≤16 Sangat Kurang
1.2 Pukulan Giyaku Tchuki
Tes serangan tangan/pukulan Giyaku Tchuki merupakan tes menggunakan salah satu teknik serangan pukulan
dengan memakai tangan belakang yang harus dikuasai
A. Tujuan Tes
Untuk mengetahui bentuk teknik gerakan dasar pukulan Giyaku Tchuki yang benar.
B. Alat Tes
1) Stopwach
2) Peluit
3) Hand Protectors
4) Punching pad
5) Matras 8 x 8 atau 10x10m
C. Pelaksanaan
1) Menjelaskan kepada atlet model test yang akan dilakukan
2) Menyediakan sasaran/target (punching pad) yang dapat dinaik-turunkan sesuai dengan ketinggian
atatlet yng melakukan tes, atau dengan petugas/atlet lain yang memegang sasaran/target dengan
menyesuaikan jarak sasaran/target.
3) Menyediakan petugas pencatat waktu, perhitungan jumlah pukulan dan penilai peukulan yang masuk
menurut peraturan pertandingan menurut peraturan pertandingan kumite.
4) Atlet melakukan teknik gerakan pukulan Kizame Tchuki menghadap ke depan, sebanyak-banyaknya
selama 30 detik
5) Aba-aba pelaksanaan : “SHOBU-HAJIME” atau dengan peluit.
6) Aba-aba menghentikan : “STOP atau YAME” atau dengan peluit.
Adapun tabel nilai keterampilan dapat dilihat pada gambar di bawah ini :
Giyaku Tchuki
Skala
Sub
No Indikator Deskriptor Sk
Variabel 1 2 3 4 5
Sikap Awal
1. Posisi Gendanbarai (buka kaki selebar bahu)
1. 2. Sikap Kumite (Salah satu kaki di depan)
3. Salah satu tangan didepan dan satunya lagi di dada
Perkenaan 1. melurus tangan yang dibelakang dengan kepalan
2. Giyaku 2. memutar pergelangan tangan
Tchuki
3. Perkenaan (impack) pada kepalan tangan ke
sasaran perut
Sikap Akhir 1. Menarik tangan
3. 2. Memutar pergelangan tangan
3. Kembali ke posisi Salah satu tangan didepan dan
satunya lagi di dada
Keterangan :
Nilai 5 : Sangat Baik (Tidak ada kesalahan)
Nilai 4 : Baik (Ada sedikit kesalahan)
Nilai 3 : Cukup (Ada beberapa kesalahan)
Nilai 2 : Kurang Baik (Teknik banyak kesalahan tidak sesuai dengan seharusnya)
Nilai 1 : Sangat Kurang Baik (Melakukan kesalahan teknik yang ditempilkan)
Perhitungan Nilai :
Rumus Pmax : ∑S x ∑Xi Rumus Interval : Pmax /Pmin
Pmin : ∑S x ∑Xi
Pmax = Skor Maksimal I = Interval
Pmin = Skor Mininal
∑Sa = Jumlah skala yang terbesar
∑Sb = Jumlah skala yang terkecil
∑Xi = Jumlah Deskriptor
Kategori :
Nilai Interval Keterangan
41-45 Sangat baik
33-40 Baik
25-32 Cukup
17-24 Kurang Baik
≤16 Sangat Kurang
2. Tes Kihon Kaki/Tendangan
2.1 Tendangan Maegeri, Mawashi Geri dan Ura Mawasi
Tes kihon tendangan merupakan tes menggunakan salah satu teknik serangan kaki/tendangan yang harus
dikuasai.
A. Tujuan Tes
Untuk mengetahui bentuk teknik gerakan dasar tendangan yang benar.
B. Alat Tes
1) Stopwach
2) Peluit
3) Hand Protectors
4) Punching pad
5) Matras 8 x 8 atau 10x10m
C. Pelaksanaan
1) Menjelaskan kepada atlet model test yang akan dilakukan
2) Menyediakan sasaran/target (punching pad) yang dapat dinaik-turunkan sesuai dengan ketinggian
atatlet yng melakukan tes, atau dengan petugas/atlet lain yang memegang sasaran/target dengan
menyesuaikan jarak sasaran/target.
3) Menyediakan petugas pencatat waktu, perhitungan jumlah tendangan dan penilai tendangan yang
masuk menurut peraturan pertandingan menurut peraturan pertandingan kumite.
4) Atlet melakukan teknik gerakan tendangan menghadap ke depan, sebanyak-banyaknya selama 30 detik
5) Aba-aba pelaksanaan : “SHOBU-HAJIME” atau dengan peluit.
6) Aba-aba menghentikan : “STOP atau YAME” atau dengan peluit.
Adapun tabel nilai keterampilan dapat dilihat pada gambar di bawah ini :
Tendangan Maegeri SK
Skala
No Sub Variabel Indikator Deskriptor
1 2 3 4 5
Sikap Awal
1. Posisi Gidanbarai (buka kaki selebar bahu)
1. 2. Sikap Kumite (Salah satu kaki di depan)
3. Salah satu tangan didepan dan satunya lagi di
dada
Perkenaan
1. Menggangkat kaki belakang dengan melipat lutut
setinggi pinggang
2. Tendangan
Maegeri 2. Melecutkan kaki secara lurus
3. Perkenaan (impack) pada dada kaki ke sasaran
perut
Sikap Akhir
1. Melipat lutut
3.
2. Memutar pinggang
3. Menarik kaki (menjatuhkan ke posisi semula)
Tendangan Mawashi Geri SK
Skala
No Sub Variabel Indikator Deskriptor
1 2 3 4 5
Sikap Awal
1. Posisi Gidanbarai (buka kaki selebar bahu)
1. 2. Sikap Kumite (Salah satu kaki di depan)
3. Salah satu tangan didepan dan satunya lagi di
dada
Perkenaan 1. Mengangkat kaki belakang dengan melipat lutut
setinggi pinggang bersamaan dengan memutar
pinggang
Tendangan
2. Mawashi
Geri 2. Melecutkan kaki secara lurus
3. Perkenaan (impack) pada punggung kaki ke
sasaran wajah
Sikap Akhir
1. Melipat lutut
3.
2. Memutar pinggang
3. Menarik kaki (menjatuhkan ke posisi semula)
Tendangan Ura Mawashi SK
Skala
No Sub Variabel Indikator Deskriptor
1 2 3 4 5
Sikap Awal
1. Posisi Gidanbarai (buka kaki selebar bahu)
1. 2. Sikap Kumite (Salah satu kaki di depan)
3. Salah satu tangan didepan dan satunya lagi di
dada
Perkenaan 1. Mengangkat kaki belakang dengan melipat lutut
setinggi pinggang berlawanan arah, bersamaan
dengan memutar pinggang
Tendangan
2.
Ura Mawashi 2. Melecut kaki secara lurus
3. Perkenaan (impack) pada telapak kaki ke sasaran
wajah
Sikap Akhir
1. Melipat lutut
3.
2. Memutar pinggang
3. Menarik kaki (menjatuhkan ke posisi semula)
Keterangan :
Nilai 5 : Sangat Baik (Tidak ada kesalahan)
Nilai 4 : Baik (Ada sedikit kesalahan)
Nilai 3 : Cukup (Ada beberapa kesalahan)
Nilai 2 : Kurang Baik (Teknik banyak kesalahan tidak sesuai dengan seharusnya)
Nilai 1 : Sangat Kurang Baik (Melakukan kesalahan teknik yang ditempilkan)
Perhitungan Nilai :
Rumus Pmax : ∑S x ∑Xi Rumus Interval : Pmax /Pmin
Pmin : ∑S x ∑Xi
Pmax = Skor Maksimal I = Interval
Pmin = Skor Mininal I=7
∑Sa = Jumlah skala yang terbesar
∑Sb = Jumlah skala yang terkecil
∑Xi = Jumlah Deskriptor
Kategori :
Nilai Interval Keterangan
41-45 Sangat baik
33-40 Baik
25-32 Cukup
17-24 Kurang Baik
≤16 Sangat Kurang
3. Tes Sparing (Kumite)
Tes Kumite meruakan tes uji tanding/pertarungan kumite 1 lawan 1 untuk mengetahui kemampuan atlet dalam
menggunakan seluruh teknik, taktik/strategi dan mental yang dimiliki dalam menghadapi lawan.
A. Tujuan Tes
Mengukur kemampuan atlit menggunakan seluruh teknik, taktik/strategi dan mental yang dimiliki dalam
pertandingan kumite yang sesungguhnya
B. Alat Tes
1) Stopwach
2) Hand Protectors
3) Leg dan Shin Guard
4) Body protector
5) Gumsil
6) Chest protector bagi atlet putri
7) Matras 8 x 8 atau 10x10m
8) Wasit
C. Pelaksanaan
1) Menjelaskan kepada atlet model test yang akan dilakukan
2) Atllet melakukan tes sparing kumite selama 2 x 1 menit bersih
3) Tes dilakukan secara berpasangan
4) Aba-aba pelaksanaan. “SHOBU-HAJIME”
5) Aba-aba menghentikan : “STOP atau YAME”.
6) Kesempatan sparing bias dilakukan dua kali kesempatan
D. Penilaian
Hitung total skor sesuai peraturan pertandingan
E. Norma Tes
Tendangan Maegeri SK
Skala
No Sub Variabel Indikator Deskriptor
1 2 3 4 5
1. Keberanian Menyerang
Mental
1. 2. Kesiapan Saat diserang
3. SIkap “etitude”
1. Offensive
Karakter
2. Kumite 2. Deffensive
3. Conter Attack
1. Pola Pengambilan Poin
Strategi
3. 2. Pola Mempertahankan Poin
3. Pola Membaca Lawan (situasi)
Lampiran. Form Tes Keterampilan Cabang Olahraga Karate
Form Keterampilan Cabang Olahraga Karate
Tanggal Tes :
Nama :
KeLas :
No Tes Keterampilan Cabang Olahraga Karate Skor yang
Diperoleh
1. Tes Kihon Pukulan Kizame Tchuki
2. Tes Kihon Pukulan Giyaku Tchuki
3. Tes Kihon Tendangan Mae Gery
4. Tes Kihon Tendangan Mawashi Geri
5. Tes Kihon Tendangan Ura Mawashi
6. Kumite
Nilai rata-rata (no. 1 s.d 6)/5