0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
164 tayangan110 halaman

Modul Metopen BK (MBK)

Modul ini membahas metodologi penelitian dalam bidang Bimbingan dan Konseling (BK), mencakup definisi, ruang lingkup, dan perkembangan terkini dalam penelitian BK. Terdapat penjelasan tentang paradigma penelitian, desain penelitian, teknik pengumpulan data, analisis data, serta etika penelitian yang harus diperhatikan. Modul ini bertujuan untuk membekali mahasiswa program magister BK dengan keterampilan dan pengetahuan yang diperlukan untuk melakukan penelitian yang berkualitas dan bermanfaat.

Diunggah oleh

nuzulula12
Hak Cipta
© © All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
164 tayangan110 halaman

Modul Metopen BK (MBK)

Modul ini membahas metodologi penelitian dalam bidang Bimbingan dan Konseling (BK), mencakup definisi, ruang lingkup, dan perkembangan terkini dalam penelitian BK. Terdapat penjelasan tentang paradigma penelitian, desain penelitian, teknik pengumpulan data, analisis data, serta etika penelitian yang harus diperhatikan. Modul ini bertujuan untuk membekali mahasiswa program magister BK dengan keterampilan dan pengetahuan yang diperlukan untuk melakukan penelitian yang berkualitas dan bermanfaat.

Diunggah oleh

nuzulula12
Hak Cipta
© © All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

HALAMAN SAMPUL

MODUL METODOLOGI PENELITIAN BIMBINGAN DAN


KONSELING i
MODUL
METODOLOGI
PENELITIAN
BIMBINGAN DAN KONSELING

Disusun oleh:
Dr. Dody Hartanto, M.Pd.

PROGRAM STUDI MAGISTER BIMBINGAN DAN


KONSELING FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU
PENDIDIKAN UNIVERSITAS AHMAD DAHLAN
2024
DAFTAR ISI

HALAMAN SAMPUL......................................................................................i
HALAMAN JUDUL.........................................................................................ii
DAFTAR ISI.....................................................................................................iii

PENDAHULUAN.............................................................................................1
A. Definisi dan Ruang Lingkup Metodologi Penelitian dalam BK
..................................................................................................................1
B. Perkembangan Terkini Penelitian dalam BK..............................1
C. Etika Penelitian dalam BK...............................................................2

PARADIGMA PENELITIAN DALAM BIMBINGAN DAN


KONSELING.....................................................................................................4
A. Penelitian Kuantitatif, Kualitatif, dan Mixed Method...............4
B. Kerangka Filosofis Penelitian.........................................................5
C. Worksheet: Analisis Paradigma Penelitian................................7

DESAIN PENELITIAN DALAM BIMBINGAN DAN KONSELING


...............................................................................................................................G
A. Desain Penelitian Eksperimental..................................................9
B. Desain Penelitian Non-Eksperimental......................................10
C. Desain Penelitian Kualitatif..........................................................11
D. Penelitian Tindakan Bimbingan dan Konseling.....................12

TEKNIK PENGUMPULAN DATA..........................................................14


A. Wawancara Mendalam dalam Penelitian BK.........................14
B. Observasi dan Dokumentasi.......................................................15
C. Pengembangan Instrumen Penelitian.......................................17
D. Worksheet: Merancang Instrumen Penelitian.........................19

ANALISIS DATA DALAM PENELITIAN BK.....................................21


A. Analisis Data Kuantitatif................................................................21
B. Analisis Data Kualitatif..................................................................24

MODUL METODOLOGI PENELITIAN BIMBINGAN DAN iii


KONSELING
C. Pemanfaatan Aplikasi Analisis Data Terkini..........................26
D. Worksheet: Latihan Analisis Data.............................................29

PENULISAN PROPOSAL DAN LAPORAN PENELITIAN...........31


A. Struktur Proposal Penelitian........................................................31
B. Teknik Penulisan Ilmiah.................................................................37
C. Publikasi Hasil Penelitian..............................................................43
D. Worksheet: Outline Proposal Penelitian....................................49

TREN DAN ISU MUTAKHIR PENELITIAN DALAM BK..............55


A. Penelitian Berbasis Teknologi.....................................................55
B. Penelitian Kolaboratif dan Interdisipliner................................59
C. Worksheet: Analisis Tren Penelitian..........................................63

DAFTAR PUSTAKA....................................................................................67

MODUL METODOLOGI PENELITIAN BIMBINGAN DAN iv


KONSELING
PENDAHULUAN

A. Definisi dan Ruang Lingkup Metodologi Penelitian


dalam BK
Metodologi penelitian dalam Bimbingan dan Konseling
(BK) merupakan serangkaian metode ilmiah yang digunakan
untuk mengkaji fenomena, permasalahan, dan solusi dalam
konteks layanan bimbingan dan konseling. Dalam ranah
pendidikan tinggi, khususnya pada jenjang magister, penguasaan
metodologi penelitian menjadi kompetensi fundamental bagi
calon konselor profesional dan peneliti di bidang BK. Metodologi
penelitian tidak hanya menyangkut teknik pengumpulan dan
analisis data, tetapi juga kerangka berpikir ilmiah yang
mendasari seluruh proses penelitian.
Ruang lingkup metodologi penelitian dalam BK mencakup
berbagai aspek, mulai dari perumusan masalah penelitian yang
relevan dengan konteks BK, pemilihan pendekatan dan metode
yang sesuai, hingga teknik analisis dan interpretasi data. Dalam
konteks Indonesia, penelitian BK juga perlu mempertimbangkan
aspek budaya, sosial, dan kebijakan pendidikan nasional yang
memengaruhi implementasi layanan BK.
Seperti dinyatakan oleh Rahardjo dan Zamroni (2022),
penelitian dalam BK bukan sekadar aktivitas akademik, tetapi
juga berkontribusi pada pengembangan praktik profesional dan
peningkatan kualitas layanan. Modul ini dirancang untuk
membekali mahasiswa program magister BK dengan landasan
teoretis dan keterampilan praktis dalam melakukan penelitian
yang berkualitas dan bermanfaat bagi pengembangan profesi
BK di Indonesia.

B. Perkembangan Terkini Penelitian dalam BK


Penelitian dalam bidang BK telah mengalami perkembangan
signifikan dalam dekade terakhir, baik dalam hal paradigma,
metode, maupun fokus kajian. Beberapa perkembangan terkini
yang perlu diperhatikan oleh peneliti BK antara lain:
1. Integrasi Pendekatan Berbasis Bukti (Evidence-Based
Approach)
Tren global menunjukkan pergeseran menuju praktik BK
berbasis bukti yang mensyaratkan penggunaan metode

MODUL METODOLOGI PENELITIAN BIMBINGAN DAN 1


KONSELING
penelitian yang ketat untuk menghasilkan bukti empiris
tentang efektivitas intervensi BK. Penelitian Widiantoro dkk.
(2023), menunjukkan bahwa implementasi pendekatan

MODUL METODOLOGI PENELITIAN BIMBINGAN DAN 2


KONSELING
berbasis bukti dalam layanan BK di Indonesia masih
memerlukan penguatan, khususnya dalam aspek metodologi
penelitian yang digunakan.
2. Penelitian Berfokus pada Kesehatan Mental
Isu kesehatan mental menjadi fokus utama dalam
penelitian BK kontemporer, terutama pasca pandemi COVID-
19. Penelitian tentang strategi konseling untuk mengatasi
kecemasan, depresi, dan trauma telah meningkat secara
signifikan. Seperti dilaporkan oleh Supri atna dan Ifdil (2024),
terdapat kebutuhan mendesak untuk mengembangkan model
intervensi BK yang responsif terhadap isu kesehatan mental
di berbagai konteks pendidikan.
3. Pemanfaatan Teknologi dan Analitik Data
Kemajuan teknologi telah membuka peluang baru dalam
penelitian BK, termasuk penggunaan kecerdasan buatan,
analitik data besar (big data analytics), dan metode
pengumpulan data digital. Penelitian Pratama dan Kurniawan
(2023), menunjukkan potensi pemanfaatan teknologi dalam
meningkatkan presisi dan jangkauan penelitian BK di era
digital.
4. Penelitian Lintas Budaya dan Inklusi
Kesadaran akan pentingnya aspek budaya dan inklusi
dalam praktik BK telah mendorong berkembangnya penelitian
yang berfokus pada kompetensi multikultural konselor dan
layanan BK yang inklusif. Studi oleh Rahmawati dan Hidayah
(2024), menggarisbawahi pentingnya metodologi penelitian
yang sensitif budaya dalam konteks masyarakat Indonesia
yang majemuk.

C. Etika Penelitian dalam BK


Etika penelitian menjadi aspek krusial dalam penelitian BK,
mengingat sensitivitas isu yang diteliti dan keterlibatan subjek
manusia dalam proses penelitian. Prinsip-prinsip etika
penelitian yang perlu diperhatikan oleh peneliti BK meliputi:
1. Informed Consent
Setiap partisipan penelitian harus mendapatkan
informasi yang jelas tentang tujuan, proses, risiko, dan hak-
hak mereka dalam penelitian, serta memberikan
persetujuan secara sukarela untuk

MODUL METODOLOGI PENELITIAN BIMBINGAN DAN 3


KONSELING
berpartisipasi. Seperti ditekankan oleh Mappiare dan Hidayah
(2022), prosedur informed consent harus didokumentasikan
dengan baik dan menggunakan bahasa yang dipahami
partisipan.
2. Kerahasiaan dan Perlindungan Data
Peneliti wajib menjamin kerahasiaan data partisipan dan
melindungi identitas mereka. Dalam era digital, perlindungan
data menjadi semakin kompleks dan mensyaratkan protokol
keamanan yang ketat. Asrori dan Musyarofah (2023)
menekankan pentingnya kepatuhan terhadap regulasi
perlindungan data dalam penelitian BK yang melibatkan data
pribadi.
3. Penghindaran Kerugian (Non-maleficence)
Penelitian harus dirancang untuk meminimalkan potensi
kerugian fisik maupun psikologis pada partisipan. Ini
mencakup pertimbangan cermat terhadap desain
penelitian, protokol wawancara, dan pengelolaan situasi
yang berpotensi menimbulkan distres.
4. Sensitivitas Budaya dan Inklusivitas
Penelitian BK harus menghormati keragaman budaya,
status sosial, dan karakteristik personal partisipan. Metodologi
yang digunakan harus sensitif terhadap konteks budaya dan
menghindari bias yang dapat merugikan kelompok tertentu.
Penelitian Nuraeni dan Prasetya (2024), menggarisbawahi
pentingnya pendekatan metodologis yang inklusif dalam
penelitian BK di Indonesia.
5. Integritas Ilmiah
Peneliti BK dituntut untuk menjunjung tinggi kejujuran,
objektivitas, dan transparansi dalam seluruh tahapan
penelitian, mulai dari perencanaan hingga publikasi hasil.
Plagiarisme, fabrikasi data, dan praktik tidak etis lainnya
harus dihindari.

MODUL METODOLOGI PENELITIAN BIMBINGAN DAN 4


KONSELING
PARADIGMA PENELITIAN DALAM
BIMBINGAN DAN KONSELING

A. Penelitian Kuantitatif, Kualitatif, dan Mixed Method


Paradigma penelitian dalam BK mencakup tiga pendekatan
utama: kuantitatif, kualitatif, dan metode campuran (mixed
method). Masing- masing paradigma memilikiasumsi filosofis,
metodologi, dan kontribusi unik terhadap pengembangan
keilmuan dan praktik BK.
1. Paradigma Kuantitatif dalam Penelitian BK
Penelitian kuantitatif dalam BK berfokus pada
pengukuran dan analisis statistik untuk menguji hipotesis,
mengevaluasi efektivitas intervensi, atau mengidentifikasi
pola dan hubungan antar variabel. Menurut Supriyanto dan
Hendiani (2023), pendekatan kuantitatif sangat bermanfaat
untuk mengevaluasi program BK secara sistematis dan
menghasilkan data yang dapat digeneralisasi. Beberapa desain
penelitian kuantitatif yang umum digunakan dalam BK antara
lain:
a. Penelitian eksperimental dan kuasi-eksperimental untuk
menguji efektivitas intervensi,
b. Penelitian survei untuk memetakan persepsi, sikap, atau
perilaku
dalam skala besar,
c. Penelitian korelasional untuk mengidentifikasi
hubungan antar variabel,
d. Penelitian longitudinal untuk memahami
perkembangan dan perubahan dalam jangka
panjang.

2. Paradigma Kualitatif dalam Penelitian BK


Pendekatan kualitatif dalam penelitian BK
menekankan pada pemahaman mendalam tentang
pengalaman, perspektif, dan makna subjektif individu.
Menurut Gading dan Kushendar (2024), penelitian
kualitatif memungkinkan peneliti BK mengeksplorasi
kompleksitas fenomena konseling yang sulit diukur secara
kuantitatif, seperti proses terapeutik, dinamika relasi

MODUL METODOLOGI PENELITIAN BIMBINGAN DAN 5


KONSELING
konseling, atau pengalaman klien. Beberapa pendekatan
kualitatif yang relevan dalam penelitian BK meliputi:
a. Fenomenologi untuk memahami esensi pengalaman
konseling

MODUL METODOLOGI PENELITIAN BIMBINGAN DAN 6


KONSELING
b. Grounded theory untuk mengembangkan teori
berdasarkan data empiris
c. Etnografi untuk memahami praktik BK dalam
konteks budaya tertentu
d. Studi kasus untuk analisis mendalam terhadap kasus
konseling spesifik
e. Narrative inquiry untuk memahami cerita dan makna
personal dalam konteks konseling

3. Mixed Method dalam Penelitian BK


Pendekatan mixed method mengintegrasikan elemen
kuantitatif dan kualitatif untuk memperoleh pemahaman
komprehensif tentang fenomena yang diteliti. Menurut
Fatchurahman dan Setiawan (2023), pendekatan ini semakin
popular dalam penelitian BK karena kemampuannya
mengatasi keterbatasan masing-masing metode dan
menghasilkan pemahaman yang lebih holistik. Beberapa
desain mixed method yang sering digunakan dalam
penelitian BK antara lain:
a. Sequential explanatory design: pengumpulan dan
analisis data kuantitatif diikuti oleh fase kualitatif
b. Sequential exploratory design: pengumpulan dan
analisis data kualitatif diikuti oleh fase kuantitatif
c. Concurrent triangulation design: pengumpulan data
kuantitatif dan kualitatif secara bersamaan
d. Embedded design: salah satu metode menjadi
pendukung bagi metode utama.

B. Kerangka Filosofis Penelitian


Memahami landasan filosofis yang mendasari berbagai
paradigma penelitian merupakan aspek penting dalam
metodologi penelitian BK. Landasan filosofis ini memengaruhi
asumsi epistemologis, ontologis, dan aksiologis yang
mengarahkan proses penelitian.
1. Positivisme dan Post-positivisme
Paradigma positivis dan post-positivis umumnya
mendasari penelitian kuantitatif dalam BK. Positivisme
menekankan objektivitas, netralitas peneliti, dan pengujian
hipotesis melalui observasi dan pengukuran. Post-
positivisme, sebagai perkembangan dari positivisme,

MODUL METODOLOGI PENELITIAN BIMBINGAN DAN 7


KONSELING
mengakui keterbatasan dalam mencapai objektivitas absolut
namun tetap menekankan pendekatan sistematis dan terukur.
Seperti dijelaskan oleh Hidayat dan Yusuf (2023), paradigma
post-positivis dalam penelitian BK memungkinkan peneliti
mengevaluasi efektivitas intervensi konseling menggunakan
metode ilmiah yang ketat sambil tetap mempertimbangkan
kompleksitas fenomena manusia.
2. Konstruktivisme dan Interpretivisme
Paradigma konstruktivis dan interpretivis umumnya
mendasari penelitian kualitatif dalam BK. Konstruktivisme
memandang realitas sebagai konstruksi sosial yang
terbentuk melalui interaksi dan interpretasi. Menurut
Rahmawati dan Cahyawulan (2022), paradigma ini sangat
relevan dalam penelitian BK karena mengakui subjektivitas
pengalaman konseling dan memungkinkan eksplorasi makna
yang dibangun dalam proses terapeutik.
3. Paradigma Kritis dan Transformatif
Paradigma kritis menekankan analisis relasi
kekuasaan dan bertujuan mengungkap ketidakadilan
sosial. Dalam konteks BK, paradigma ini mendorong
penelitian yang mengeksplorasi isu-isu seperti bias dalam
konseling, aksesibilitas layanan, atau dampak faktor sosio-
politik terhadap kesejahteraan psikologis. Sunaryo dan
Fitriana (2024), menunjukkan bahwa penelitian BK dengan
paradigma kritis dapat berkontribusi pada pengembangan
praktik konseling yang lebih adil dan inklusif.
4. Pragmatisme
Paradigma pragmatis menekankan fleksibilitas
metodologis dan fokus pada solusi praktis terhadap masalah.
Pragmatisme sering menjadi landasan filosofis bagi penelitian
mixed method dalam BK. Menurut Faisal dan Rahman (2023),
pendekatan pragmatis memungkinkan peneliti BK memilih
metode yang paling sesuai untuk menjawab pertanyaan
penelitian tertentu, tanpa terikat secara kaku pada satu
paradigma.

MODUL METODOLOGI PENELITIAN BIMBINGAN DAN 8


KONSELING
C. Worksheet: Analisis Paradigma Penelitian

Judul Worksheet: Mengidentifikasi Paradigma Penelitian

dalam Studi BK Tujuan:


 Mengidentifikasi paradigma penelitian yang
mendasari artikel penelitian BK
 Menganalisis kesesuaian antara paradigma, metode, dan
pertanyaan penelitian
 Meningkatkan keterampilan kritis dalam mengevaluasi
penelitian BK

Langkah-langkah:
1. Pilih dua artikel penelitian BK terbaru (satu kuantitatif dan
satu kualitatif) dari jurnal terakreditasi.
2. Untuk setiap artikel, identifikasi dan analisis komponen
berikut: a. Paradigma penelitian yang mendasari (positivis,
konstruktivis, kritis, atau pragmatis) b. Bukti tekstual yang
menunjukkan paradigma tersebut (kutip kalimat spesifik)
c. Pertanyaan/tujuan penelitian d. Metode pengumpulan
dan analisis data e. Kesesuaian antara paradigma,
pertanyaan penelitian, dan metode
3. Refleksi kritis: a. Bagaimana paradigma penelitian
memengaruhi
interpretasi hasil? b. Apakah terdapat limitasi yang terkait
dengan paradigma yang digunakan? c. Bagaimana
penelitian tersebut dapat diperkuat dengan
mengintegrasikan paradigma alternatif?

Format Laporan:
Artikel 1 Artikel 2
Aspek Analisis
(Kuantitatif) (Kualitatif)
Referensi lengkap artikel

MODUL METODOLOGI PENELITIAN BIMBINGAN DAN 9


KONSELING
Paradigma penelitian

Artikel 1 Artikel 2
Aspek Analisis
(Kuantitatif) (Kualitatif)
Bukti tekstual paradigma

Pertanyaan/tujuan penelitian

Metode pengumpulan C
analisis data

Kesesuaian paradigma-
pertanyaan- metode

Refleksi kritis

Rekomendasi pengembangan

MODUL METODOLOGI PENELITIAN BIMBINGAN DAN 10


KONSELING
DESAIN PENELITIAN DALAM
BIMBINGAN DAN KONSELING

A. Desain Penelitian Eksperimental


Desain eksperimental merupakan pendekatan penelitian
yang bertujuan untuk menguji hubungan sebab-akibat antara
variabel independen (intervensi) dan variabel dependen (hasil).
Dalam konteks BK, desain eksperimental sering digunakan
untuk mengevaluasi efektivitas teknik, pendekatan, atau
program intervensi konseling.
1. True Experimental Design
Desain eksperimental murni mensyaratkan randomisasi
dalam penempatan subjek ke dalam kelompok eksperimen
dan kontrol. Menurut Ambarwati dan Setyowati (2023),
meskipun desain ini memiliki validitas internal yang kuat,
penerapannya dalam praktik BK sering terkendala oleh
pertimbangan etis dan praktis. Komponen utama desain
eksperimental murni meliputi:
a. Randomisasi
b. Kelompok kontrol
c. Manipulasi variabel independen
d. Pengukuran variabel dependen pre dan post intervensi

2. Ǫuasi-Experimental Design
Desain kuasi-eksperimental tidak mensyaratkan
randomisasi penuh, sehingga lebih aplikatif dalam konteks BK
di sekolah atau institusi lain. Nugraha dan Mulawarman
(2024), menunjukkan bahwa desain kuasi-eksperimental
dengan time-series analysis atau nonequivalent control group
design sering digunakan dalam penelitian efektivitas layanan
BK di Indonesia. Beberapa varian desain kuasi-eksperimental
yang relevan dalam penelitian BK:
a. Nonequivalent control group design
b. Time series design
c. Multiple baseline design
d. Switching replication design

MODUL METODOLOGI PENELITIAN BIMBINGAN DAN 11


KONSELING
3. Single-Subject Design
Desain subjek tunggal fokus pada perubahan perilaku
individu sebelum, selama, dan setelah intervensi, dengan
individu berperan sebagai kontrol bagi dirinya sendiri. Menurut
Lestari dan Hartanto (2023), desain ini sangat bermanfaat
dalam praktik konseling karena memungkinkan analisis
mendalam terhadap respons individual terhadap intervensi.
Beberapa tipe desain subjek tunggal dalam penelitian BK:
a. A-B Design (baseline-intervention)
b. A-B-A Design (baseline-intervention-baseline)
c. A-B-A-B Design (baseline-intervention-baseline-intervention)
d. Multiple baseline design across behaviors, settings, or
subjects

B. Desain Penelitian Non-Eksperimental


Penelitian non-eksperimental dalam BK mencakup
berbagai desain yang tidak melibatkan manipulasi variabel
secara langsung, namun tetap menggunakan pendekatan
kuantitatif dalam pengumpulan dan analisis data.
1. Penelitian Survei
Desain survei memungkinkan peneliti mengumpulkan
data dalam skala besar tentang sikap, persepsi, atau perilaku
terkait layanan BK. Arjanto dan Saputra (2023), menekankan
bahwa penelitian survei dapat memberikan gambaran
komprehensif tentang kebutuhan layanan BK di tingkat
institusi, daerah, atau nasional. Komponen penting dalam
desain survei:
a. Sampling yang representatif
b. Pengembangan instrumen yang valid dan reliabel
c. Teknik analisis data yang sesuai
d. Generalisasi hasil secara tepat

2. Penelitian Korelasional
Penelitian korelasional bertujuan mengidentifikasi
hubungan antar variabel tanpa menyimpulkan kausalitas.
Dalam konteks BK, penelitian korelasional sering digunakan
untuk mengeksplorasi hubungan antara faktor psikologis,
karakteristik konselor, atau aspek proses konseling dengan
hasil layanan. Menurut Wibowo dan Andriyani (2024),

MODUL METODOLOGI PENELITIAN BIMBINGAN DAN 12


KONSELING
penelitian

MODUL METODOLOGI PENELITIAN BIMBINGAN DAN 13


KONSELING
korelasional dengan pendekatan multivariate dapat
mengungkap kompleksitas faktor yang memengaruhi
efektivitas layanan BK.

3. Penelitian Longitudinal dan Cross-Sectional


Penelitian longitudinal menyelidiki perubahan atau
perkembangan dalam jangka waktu tertentu, sementara
penelitian cross-sectional mengumpulkan data pada satu titik
waktu. Hastuti dan Nurhudaya (2023), menunjukkan bahwa
desain longitudinal sangat berharga untuk memahami
perkembangan karir atau dampak jangka panjang dari
intervensi BK, meskipun pelaksanaannya lebih menantang
dibanding desain cross-sectional.

C. Desain Penelitian Kualitatif


Pendekatan kualitatif dalam penelitian BK memungkinkan
eksplorasi mendalam terhadap pengalaman subjektif, proses,
dan makna dalam konteks layanan bimbingan dan konseling.
1. Fenomenologi
Pendekatan fenomenologis berfokus pada pemahaman
esensi pengalaman dari perspektif individu yang
mengalaminya. Dalam konteks BK, fenomenologi sangat
bermanfaat untuk memahami pengalaman klien dalam
proses konseling atau pengalaman konselor dalam
memberikan layanan tertentu. Menurut Habsy dan Wibowo
(2024), penelitian fenomenologis dalam BK memungkinkan
pemahaman mendalam tentang aspek terapeutik dalam
relasi konseling yang sulit diungkap melalui pendekatan
kuantitatif.

2. Grounded Theory
Grounded theory bertujuan mengembangkan teori
berdasarkan data empiris melalui proses analisis induktif.
Pendekatan ini sangat berguna untuk mengembangkan
model konseptual tentang proses konseling atau fenomena
dalam praktik BK yang belum memilikilandasan teoretis yang
kuat. Hidayat dan Lestari (2023), mendemonstrasikan
bagaimana pendekatan grounded theory dapat menghasilkan
model teoretis tentang proses adaptasi konselor dalam

MODUL METODOLOGI PENELITIAN BIMBINGAN DAN 14


KONSELING
implementasi konseling daring di Indonesia.

MODUL METODOLOGI PENELITIAN BIMBINGAN DAN 15


KONSELING
3. Studi Kasus
Studi kasus melibatkan eksplorasi mendalam terhadap
individu, kelompok, atau fenomena spesifik dalam konteks
alamiahnya. Dalam penelitian BK, studi kasus sering
digunakan untuk memahami kompleksitas kasus konseling
atau implementasi program BK dalam konteks tertentu.
Ramli dan Flurentin (2022), menekankan bahwa studi kasus
kolektif (multiple case study) dapat menghasilkan
pemahaman yang lebih kaya tentang variasi dalam praktik
BK di berbagai konteks.

4. Ethnografi
Pendekatan etnografis melibatkan observasi partisipatif
dan immersive dalam konteks sosial-budaya yang diteliti.
Dalam BK, etnografi dapat digunakan untuk memahami
bagaimana layanan BK berfungsi dalam konteks budaya
tertentu atau bagaimana faktor budaya memengaruhi proses
konseling. Penelitian etnografis oleh Kushendar dan Fitri
(2023), mengungkap bagaimana nilai-nilai budaya lokal
terintegrasi dalam praktik konseling indigenous di komunitas
adat di Indonesia.

D. Penelitian Tindakan Bimbingan dan Konseling


Penelitian tindakan (action research) dalam BK merupakan
pendekatan sistematis untuk meningkatkan praktik melalui
siklus perencanaan, tindakan, observasi, dan refleksi. Menurut
Astuti dan Farozin (2023), penelitian tindakan memungkinkan
konselor mengembangkan dan mengevaluasi inovasi dalam
layanan BK secara berkelanjutan.
1. Karakteristik Penelitian Tindakan BK
a. Berfokus pada peningkatan praktik
b. Kolaboratif dan partisipatif
c. Siklikal dan reflektif
d. Kontekstual dan responsif terhadap kebutuhan spesifik
e. Mengintegrasikan teori dan praktik

2. Tahapan Penelitian Tindakan BK


a. Identifikasi masalah dalam praktik BK
b. Perencanaan intervensi atau perubahan

MODUL METODOLOGI PENELITIAN BIMBINGAN DAN 16


KONSELING
c. Implementasi tindakan

MODUL METODOLOGI PENELITIAN BIMBINGAN DAN 17


KONSELING
d. Observasi dan pengumpulan data
e. Refleksi dan evaluasi
f. Perencanaan ulang untuk siklus berikutnya

3. Aplikasi Penelitian Tindakan dalam Konteks BK


Purwanto dan Mappiare (2024), menunjukkan bahwa
penelitian tindakan dapat diaplikasikan dalam berbagai
konteks BK, seperti:
a. Pengembangan program BK berbasis kebutuhan
b. Peningkatan keterampilan konseling guru BK
c. Inovasi dalam layanan responsif
d. Pengembangan media BK yang adaptif
e. Implementasi strategi kolaboratif dalam layanan BK

MODUL METODOLOGI PENELITIAN BIMBINGAN DAN 18


KONSELING
TEKNIK PENGUMPULAN DATA

A. Wawancara Mendalam dalam Penelitian BK


Wawancara mendalam (in-depth interview) merupakan
teknik pengumpulan data yang sangat penting dalam penelitian
kualitatif BK. Teknik ini memungkinkan peneliti menggali
pengalaman, perspektif, dan makna subjektif dari partisipan
penelitian.
1. Jenis Wawancara dalam Penelitian BK
a. Wawancara Terstruktur
Menggunakan panduan pertanyaan yang telah
ditentukan sebelumnya dengan urutan yang tetap.
Menurut Purwanti dan Nurhidayah (2023), wawancara
terstruktur berguna dalam penelitian BK yang memerlukan
standardisasi data, namun kurang fleksibel untuk
mengeksplorasi isu yang muncul selama wawancara.
b. Wawancara Semi-terstruktur
Menggunakan panduan pertanyaan namun
memungkinkan fleksibilitas dalam urutan dan
pengembangan pertanyaan. Rahmawati dan Kadarwati
(2024), menyarankan pendekatan ini untuk penelitian BK
karena menyediakan keseimbangan antara fokus dan
fleksibilitas.
c. Wawancara Tidak Terstruktur
Menggunakan pertanyaan terbuka dan mengalir
secara alami berdasarkan respons partisipan. Teknik ini
sangat berguna untuk eksplorasi mendalam terhadap
pengalaman konseling yang kompleks dan personal.

2. Teknik Probing dalam Wawancara BK


Probing merupakan teknik menggali informasi lebih
dalam melalui pertanyaan lanjutan. Menurut Hidayat dan
Ramli (2023), keterampilan probing dalam wawancara
penelitian BK mirip dengan keterampilan konseling, namun
dengan tujuan berbeda. Beberapa teknik probing yang efektif
meliputi:
a. Elaboration probes: "Bisakah Anda menjelaskan lebih
lanjut tentang hal itu?"

MODUL METODOLOGI PENELITIAN BIMBINGAN DAN 19


KONSELING
b. Clarification probes: "Apa yang Anda maksud ketika
mengatakan...?"

MODUL METODOLOGI PENELITIAN BIMBINGAN DAN 20


KONSELING
c. Silence as probe: Memberikan jeda yang nyaman
untuk memungkinkan partisipan merefleksikan
jawabannya
d. Experience probes: "Bagaimana pengalaman Anda
dalam situasi tersebut?"
e. Emotion probes: "Bagaimana perasaan Anda ketika
mengalami hal tersebut?"

3. Ethical Considerations dalam Wawancara BK


Wawancara dalam penelitian BK sering melibatkan topik
sensitif yang memerlukan pertimbangan etis yang cermat.
Penelitian oleh Kushendar dan Nurfitri (2024),
menggarisbawahi beberapa pertimbangan etis yang perlu
diperhatikan:
a. Informed consent yang komprehensif
b. Kerahasiaan dan perlindungan identitas partisipan
c. Kesiapan untuk manajemen distres emosional selama
wawancara
d. Batasan yang jelas antara peran peneliti dan konselor
e. Debriefing pasca wawancara untuk topik yang
berpotensi menimbulkan distres.

B. Observasi dan Dokumentasi


1. Observasi dalam Penelitian BK
Observasi merupakan metode pengumpulan data
melalui pengamatan sistematis terhadap fenomena yang
diteliti. Dalam konteks BK, observasi dapat diterapkan untuk
mengamati proses konseling, dinamika kelompok, atau
implementasi program BK. Beberapa jenis observasi yang
relevan dalam penelitian BK:
a. Observasi Partisipan
Peneliti terlibat dalam aktivitas yang diamati. Menurut
Wibowo dan Supriyo (2023), observasi partisipan dapat
memberikan pemahaman mendalam tentang dinamika
kelompok dalam konseling kelompok, namun memerlukan
keseimbangan antara keterlibatan dan objektivitas.

MODUL METODOLOGI PENELITIAN BIMBINGAN DAN 21


KONSELING
b. Observasi Non-partisipan
Peneliti mengamati tanpa terlibat langsung. Teknik
ini sering digunakan untuk mengamati sesi konseling
atau implementasi program BK di sekolah.
c. Observasi Terstruktur
Menggunakan instrumen pengamatan terstandar
seperti checklist atau rating scale. Supriyanto dan Hendiani
(2024) menunjukkan efektivitas observasi terstruktur
dalam mengevaluasi keterampilan konseling mahasiswa
praktikan BK.
d. Observasi Tidak Terstruktur
Menggunakan catatan lapangan terbuka untuk
merekam fenomena yang diamati. Pendekatan ini
memungkinkan fleksibilitas dalam mengidentifikasi pola
atau tema yang tidak terantisipasi sebelumnya.

2. Analisis Dokumentasi dalam Penelitian BK


Analisis dokumentasi melibatkan pengumpulan dan
pengkajian dokumen sebagai sumber data penelitian.
Dalam konteks BK, analisis dokumentasi dapat mencakup:
a. Catatan kasus konseling
b. Program BK sekolah
c. Rencana Pelaksanaan Layanan (RPL)
d. Laporan evaluasi program
e. Jurnal reflektif konselor
f. Rekaman audio/video sesi konseling.
Menurut Prayitno dan Amti (2023), analisis dokumentasi
berperan penting dalam penelitian BK, terutama untuk
mengevaluasi implementasi kebijakan atau program BK
dalam skala besar. Namun, perlu ada protokol ketat untuk
menjamin kerahasiaan dan perlindungan data sensitif dalam
dokumen.

MODUL METODOLOGI PENELITIAN BIMBINGAN DAN 22


KONSELING
C. Pengembangan Instrumen Penelitian
1. Prinsip Pengembangan Instrumen dalam Penelitian
BK
Pengembangan instrumen yang valid dan reliabel
merupakan aspek krusial dalam penelitian BK. Menurut
Marlina dan Dharsana (2023), instrumen penelitian BK harus
memenuhi beberapa kriteria:
a. Validitas isi, konstruk, dan kriteria yang memadai
b. Reliabilitas yang dapat diandalkan
c. Sensitivitas terhadap perubahan (terutama untuk
instrumen evaluasi intervensi)
d. Kemudahan administrasi dan interpretasi
e. Kesesuaian dengan konteks budaya dan perkembangan.
Dalam pengembangan instrumen, peneliti BK perlu
mempertimbangkan aspek teoretis, psikometrik, praktis, dan
budaya secara simultan.

2. Jenis Instrumen dalam Penelitian BK


Beberapa jenis instrumen yang sering digunakan dalam
penelitian BK meliputi:
a. Skala Psikologis
Mengukur konstruk psikologis seperti kecemasan,
efikasi diri, atau kematangan karir. Azmi dan Nurihsan
(2023), menekankan pentingnya adaptasi dan validasi
skala psikologis untuk konteks Indonesia.
b. Kuesioner
Mengumpulkan data tentang persepsi, sikap, atau
perilaku terkait layanan BK. Kuesioner dapat bersifat
terstruktur (dengan pilihan jawaban tetap) atau semi-
terstruktur (dengan pertanyaan terbuka).
c. Checklist Observasi
Mengarahkan pengamatan sistematis terhadap
perilaku atau fenomena spesifik. Aprilia dan Suwarjo
(2023), mengembangkan checklist observasi untuk
mengevaluasi implementasi keterampilan konseling mikro
oleh konselor sekolah.
d. Protokol Wawancara
Memandu proses wawancara untuk mengumpulkan

MODUL METODOLOGI PENELITIAN BIMBINGAN DAN 23


KONSELING
data kualitatif yang kaya dan mendalam. Protokol ini perlu
didesain secara

MODUL METODOLOGI PENELITIAN BIMBINGAN DAN 24


KONSELING
cermat untuk memfasilitasi eksplorasi mendalam
sambil tetap menjaga fokus penelitian.
e. Tes Proyektif
Mengungkap aspek psikologis yang sulit diakses
melalui pengukuran langsung. Meskipun memiliki
keterbatasan psikometrik, Hartinah dan Sugiharto (2024),
menunjukkan potensi teknik proyektif sebagai pelengkap
dalam asesmen konseling anak.

3. Adaptasi dan Validasi Instrumen


Adaptasi instrumen dari konteks budaya berbeda
memerlukan proses sistematis yang melampaui sekadar
penerjemahan. Berdasarkan penelitian Hidayat dan Yusuf
(2024), proses adaptasi instrumen dalam konteks BK di
Indonesia sebaiknya mencakup:
a. Translasi dan back-translation
b. Review oleh panel ahli untuk validitas budaya dan bahasa
c. Cognitive interviewing dengan sampel target
d. Uji coba skala kecil untuk analisis item awal
e. Validasi psikometrik skala besar
f. Pengembangan norma lokal

MODUL METODOLOGI PENELITIAN BIMBINGAN DAN 25


KONSELING
D. Worksheet: Merancang Instrumen Penelitian

Judul Worksheet: Pengembangan Instrumen

Penelitian BK Tujuan:
 Mengembangkan keterampilan dalam merancang instrumen
penelitian yang valid dan reliabel
 Memahami proses operasionalisasi konstruk teoretik
menjadi item pengukuran
 Mengembangkansensitivitas terhadap aspek budaya
dalam pengembangan instrumen

Langkah-langkah:
1. Pilih satu konstruk psikologis yang relevan dengan
penelitian BK (misalnya resiliensi akademik, efikasi diri
dalam konseling, kematangan karier, dll.)
2. Definisikan konstruk tersebut berdasarkan minimal 3
sumber literatur terkini.
3. Identifikasi dimensi atau aspek dari konstruk tersebut.
4. Kembangkan kisi-kisi instrumen dengan format:
Dimensi Indikator Nomor Item

5. Kembangkan minimal 20 item berdasarkan kisi-kisi tersebut.


Pastikan setiap item:
a. Jelas dan tidak ambigu
b. Mengukur satu ide pada satu waktu (tidak double-barreled)
c. Menggunakan bahasa yang sesuai dengan responden
target
d. Bebas dari bias budaya, gender, atau sosial-ekonomi
6. Tentukan skala pengukuran yang sesuai (misalnya Likert,
semantic differential, dll.)
7. Susun petunjuk pengisian yang jelas.
8. Rancang strategi untuk menguji validitas dan reliabilitas
instrumen.

MODUL METODOLOGI PENELITIAN BIMBINGAN DAN 26


KONSELING
Format Laporan:
1. Pendahuluan (latar belakang dan tujuan pengembangan
instrumen)
2. Definisi konseptual dan operasional konstruk
3. Kisi-kisi instrumen
4. Draft instrumen lengkap
5. Rencana uji validitas dan reliabilitas
6. Refleksi tentang tantangan dalam pengembangan instrumen
7. Referensi

MODUL METODOLOGI PENELITIAN BIMBINGAN DAN 27


KONSELING
ANALISIS DATA DALAM PENELITIAN BK

A. Analisis Data Kuantitatif


Analisis data kuantitatif dalam penelitian BK mencakup
berbagai teknik statistik untuk mengolah dan menginterpretasi
data numerik. Pemilihan teknik analisis harus sesuai dengan
jenis data, desain penelitian, dan pertanyaan penelitian yang
diajukan.
1. Analisis Statistik Deskriptif
Statistik deskriptif digunakan untuk merangkum dan
menggambarkan karakteristik data melalui ukuran tendensi
sentral, dispersi, dan distribusi. Menurut Supriyanto dan
Hendiani (2023), analisis deskriptif berperan penting dalam
penelitian BK untuk:
a. Identifikasi profil kebutuhan layanan BK
b. Deskripsi karakteristik sampel penelitian
c. Analisis tren dalam implementasi program BK
d. Evaluasi preliminer efektivitas intervensi
Teknik visualisasi data seperti grafik, diagram, dan plot
distribusi dapat memperkaya penyajian hasil analisis
deskriptif.

2. Analisis Komparatif
Analisis komparatif bertujuan membandingkan
perbedaan antar kelompok atau kondisi. Beberapa teknik
yang sering digunakan dalam penelitian BK:
a. T-test
Membandingkan dua kelompok atau kondisi. Wibowo
dan Andriyani (2023) menggunakan independent samples
t-test untuk membandingkan efektivitas dua pendekatan
konseling karir pada mahasiswa.
b. ANOVA
Membandingkan lebih dari dua kelompok.
Nurhidayah dan Rahmawati (2024) mengaplikasikan
ANOVA untuk menguji perbedaan efikasi diri konselor
berdasarkan latar belakang pendidikan.

MODUL METODOLOGI PENELITIAN BIMBINGAN DAN 28


KONSELING
c. ANCOVA
Membandingkan kelompok dengan mengontrol
variabel kovariat. Teknik ini sering digunakan dalam
penelitian eksperimental BK untuk mengontrol perbedaan
pre-test.
d. MANOVA/MANCOVA
Membandingkan kelompok pada beberapa variabel
dependen secara simultan. Hasanah dan Nurfitri (2023)
menggunakan MANOVA untuk mengevaluasi dampak
program konseling kelompok terhadap multiple outcome
measures.
e. Non-parametric Tests
Digunakan ketika asumsi normalitas tidak terpenuhi,
seperti
Mann-Whitney U, Kruskal-Wallis, atau Wilcoxon Signed-Rank
Test.

3. Analisis Korelasional dan Prediktif


Analisis korelasional menyelidiki hubungan antar
variabel, sementara analisis prediktif
mengeksplorasikemampuan satu atau lebih variabel untuk
memprediksi variabel lain. Teknik yang relevan meliputi:
a. Korelasi Pearson/Spearman
Mengukur kekuatan dan arah hubungan antar
variabel. Hidayat dan Fadhilah (2023) menggunakan
korelasi untuk mengeksplorasi hubungan antara
kompetensi multikultural konselor dan efektivitas
konseling.
b. Regresi Linear
Memodelkan hubungan prediktif antara prediktor dan
kriteria. Kushendar dan Wibowo (2024) mengaplikasikan
regresi berganda untuk mengidentifikasi prediktor
keberhasilan konseling karir.
c. Regresi Logistik
Memprediksi variabel kategorikal. Ramli dan Suwarjo
(2023) menggunakan regresi logistik untuk memprediksi
faktor yang memengaruhi keputusan siswa mencari
layanan konseling.
d. Path Analysis

MODUL METODOLOGI PENELITIAN BIMBINGAN DAN 29


KONSELING
Mengkaji hubungan kompleks antar variabel yang
melibatkan efek langsung dan tidak langsung. Lestari dan
Rahmawati (2024) mengaplikasikan path analysis untuk
mengidentifikasi mekanisme yang mendasari efektivitas
intervensi BK.

MODUL METODOLOGI PENELITIAN BIMBINGAN DAN 30


KONSELING
e. Structural Equation Modeling (SEM)
Mengintegrasikan analisis faktor dan path analysis
untuk menguji model teoretis kompleks. Menurut Hartinah
dan Sugiharto (2023), SEM sangat berguna untuk menguji
model konseptual dalam penelitian BK karena
kemampuannya menangani variabel laten dan mengontrol
measurement error.

4. Analisis Data Longitudinal


Penelitian longitudinal memerlukan teknik analisis
khusus yang dapat mengakomodasi data berulang dan
perubahan antar waktu. Beberapa teknik yang relevan:
a. Repeated Measures ANOVA
Membandingkan pengukuran berulang pada sampel
yang sama. Teknik ini sering digunakan dalam evaluasi
program BK dengan multiple follow-up.
b. Growth Curve Modeling
Memodelkan trajektori perubahan individual dan
faktor yang memengaruhinya. Astuti dan Farozin (2024)
menggunakan teknik ini untuk menelusuri perkembangan
keterampilan sosial siswa setelah intervensi konseling.
c. Multilevel Modeling
Mengakomodasi struktur data hierarkis, seperti siswa
dalam kelas atau konseli dalam kelompok konseling.
Marlina dan Dharsana (2023) menerapkan multilevel
modeling untuk mengevaluasi efektivitas program BK di
tingkat sekolah dengan mempertimbangkan variasi antar
kelas.

5. Effect Size dan Practical Significance


Signifikansi statistik tidak selalu mencerminkan
signifikansi praktis dari hasil penelitian. Marlina dan
Kusumawati (2023) menekankan pentingnya melaporkan dan
menginterpretasi effect size dalam penelitian BK untuk
memahami magnitude dampak intervensi. Beberapa ukuran
effect size yang relevan:
a. Cohen's d untuk t-test
b. Partial eta squared untuk ANOVA

MODUL METODOLOGI PENELITIAN BIMBINGAN DAN 31


KONSELING
c. Odds ratio untuk regresi logistik
d. R² dan adjusted R² untuk regresi linear

B. Analisis Data Kualitatif


Analisis data kualitatif dalam penelitian BK melibatkan
proses sistematis untuk mengidentifikasi pola, tema, dan makna
dalam data tekstual atau visual. Berbagai pendekatan analisis
kualitatif dapat diterapkan sesuai dengan tujuan penelitian dan
paradigma yang mendasarinya.
1. Thematic Analysis
Thematic analysis merupakan metode untuk
mengidentifikasi, menganalisis, dan melaporkan pola (tema)
dalam data. Menurut Gading dan Nurfitri (2023), thematic
analysis sangat fleksibel dan dapat diaplikasikan dalam
berbagai paradigma penelitian kualitatif BK. Tahapan thematic
analysis meliputi:
a. Familiarisasi dengan data
b. Pengkodean awal
c. Pencarian tema
d. Review tema
e. Definisi dan penamaan tema
f. Penulisan laporan
Flurentin dan Ramli (2024) mengaplikasikan thematic
analysis untuk memahami pengalaman konselor sekolah
dalam implementasi program trauma-informed care pasca
bencana.

2. Phenomenological Analysis
Analisis fenomenologis berfokus pada esensi
pengalaman subjektif partisipan. Beberapa varian analisis
fenomenologis yang digunakan dalam penelitian BK:
a. Interpretative Phenomenological Analysis (IPA)
Menekankan pada interpretasi mendalam terhadap
makna pengalaman individu. Habsy dan Wibowo (2024)
menggunakan IPA untuk mengeksplorasi pengalaman
mahasiswa dalam proses konseling.

MODUL METODOLOGI PENELITIAN BIMBINGAN DAN 32


KONSELING
b. Descriptive Phenomenological Analysis
Berfokus pada deskripsi fenomena sebagaimana
dialami, dengan bracketing asumsi peneliti. Kushendar dan
Fitri (2023) menerapkan pendekatan ini untuk memahami
pengalaman konselor dalam memberikan layanan daring.

3. Grounded Theory Analysis


Analisis grounded theory bertujuan mengembangkan
teori berdasarkan data empiris melalui proses pengkodean
sistematis:
a. Open coding: Identifikasi konsep dalam data
b. Axial coding: Menghubungkan kategori dan sub-kategori
c. Selective coding: Integrasi kategori untuk membentuk
teori
Hidayat dan Lestari (2023) mengaplikasikan grounded
theory analysis untuk mengembangkan model teoretis
tentang proses adaptasi konselor sekolah terhadap tuntutan
digital.

4. Narrative Analysis
Narrative analysis berfokus pada struktur dan fungsi
cerita dalam mengkonstruksi makna. Dalam konteks BK,
teknik ini berguna untuk memahami bagaimana klien atau
konselor mengkonstruksi narasi tentang pengalaman
mereka. Purwanto dan Mappare (2023) menggunakan
narrative analysis untuk mengeksplorasi perjalanan karir
konselor sekolah senior.

5. Discourse Analysis
Discourse analysis mengkaji bagaimana bahasa
digunakan untuk mengkonstruksi realitas sosial. Dalam
penelitian BK, pendekatan ini dapat digunakan untuk
menganalisis dinamika kekuasaan dalam proses konseling
atau konstruksi identitas profesional konselor. Rahmawati dan
Cahyawulan (2024) menerapkan discourse analysis untuk
mengkaji bagaimana kebijakan pendidikan mengkonstruksi
peran konselor sekolah.

MODUL METODOLOGI PENELITIAN BIMBINGAN DAN 33


KONSELING
6. Content Analysis
Content analysis melibatkan kategorisasi sistematis
konten tekstual atau visual. Teknik ini dapat bersifat
kuantitatif (menghitung frekuensi kategori) atau kualitatif
(interpretasi makna). Purwanti dan Nurhidayah (2023)
mengaplikasikan content analysis untuk mengevaluasi materi
program bimbingan karir di sekolah menengah.

7. Computer-Assisted Ǫualitative Data Analysis (CAQDAS)


Perangkat lunak seperti NVivo, ATLAS.ti, atau MAXQDA
dapat memfasilitasi analisis data kualitatif yang kompleks.
Sunaryo dan Fitriana (2024) menekankan bahwa penggunaan
CAQDAS dapat meningkatkan rigour analisis kualitatif dalam
penelitian BK, namun peneliti tetap perlu memahami prinsip
dasar analisis kualitatif.

8. Trustworthiness dalam Analisis Kualitatif


Untuk memastikan kualitas analisis kualitatif, peneliti BK
perlu memperhatikan aspek trustworthiness yang meliputi:
a. Credibility: Melalui triangulasi, member checking,
atau peer debriefing
b. Transferability: Melalui thick description dan purposive
sampling
c. Dependability: Melalui audit trail dan reflexive
journaling
d. Confirmability: Melalui dokumentasi
proses pengambilan keputusan
analitis.

C. Pemanfaatan Aplikasi Analisis Data Terkini


Perkembangan teknologi telah memungkinkan peneliti
BK memanfaatkan berbagai aplikasi yang memudahkan
analisis data yang kompleks. Pemilihan aplikasi harus
mempertimbangkan kesesuaiannya dengan jenis data,
metode analisis, dan pertanyaan penelitian.
1. Aplikasi Analisis Data Kuantitatif
a. SPSS: Software yang umum digunakan untuk analisis
statistik dalam penelitian BK. Azmidan Nurihsan (2023)
merekomendasikan SPSS untuk analisis deskriptif,

MODUL METODOLOGI PENELITIAN BIMBINGAN DAN 34


KONSELING
komparatif, dan korelasional dasar.
b. JASP/Jamovi: Alternatif open-source untuk SPSS dengan
antarmuka yang user-friendly dan fitur analisis
Bayesian. Hasanah

MODUL METODOLOGI PENELITIAN BIMBINGAN DAN 35


KONSELING
dan Nurfitri (2024) menggunakan JASP untuk analisis
regresi dan ANOVA dalam penelitian efektivitas program
konseling.
c. R: Bahasa pemrograman statistik yang powerful dengan
fleksibilitas tinggi. Wibowo dan Andriyani (2024)
menggunakan R untuk analisis data longitudinal dan
multilevel modeling yang kompleks.
d. Mplus: Aplikasi khusus untuk structural equation
modeling dan latent variable analysis. Hartinah dan
Sugiharto (2023) mengaplikasikan Mplus untuk
menguji model teoretis dalam penelitian konseling
karir.
e. G*Power: Software untuk analisis power statistik dan
estimasi ukuran sampel. Menurut Hidayat dan Fadhilah
(2023), penggunaan G*Power dalam perencanaan
penelitian BK dapat meningkatkan validitas kesimpulan
statistik.

2. Aplikasi Analisis Data Kualitatif


a. NVivo: Software komprehensif untuk analisis data
kualitatif dengan kemampuan koding, query, dan
visualisasi. Gading dan Nurfitri (2023) menggunakan
NVivo untuk thematic analysis data wawancara dengan
konselor sekolah.
b. ATLAS.ti: Aplikasi dengan fitur network view yang
memfasilitasi analisis relasional. Flurentin dan Ramli
(2024) memanfaatkan ATLAS.ti untuk menganalisis data
observasi dan wawancara dalam penelitian tentang
dinamika konseling kelompok.
c. MAXQDA: Software yang mendukung mixed methods
analysis dengan integrasi data kuantitatif dan kualitatif.
Sunaryo dan Fitriana (2024) mengaplikasikan MAXQDA
untuk analisis konten media BK digital.
d. Dedoose: Aplikasi berbasis web yang mendukung
kolaborasi dan analisis mixed method. Rahmawati dan
Cahyawulan (2024) menggunakan Dedoose untuk proyek
penelitian kolaboratif tentang implementasi program BK
komprehensif.

MODUL METODOLOGI PENELITIAN BIMBINGAN DAN 36


KONSELING
3. Aplikasi Analisis Teks dan Sosial Media
a. LIWC (Linguistic Inquiry and Word Count): Menganalisis
aspek linguistik dan psikologis dalam teks. Kushendar
dan Fitri (2023) mengaplikasikan LIWC untuk
menganalisis transkrip sesi konseling.
b. Voyant Tools: Platform open-source untuk analisis teks
dan visualisasi. Purwanto dan Mappare (2023)
menggunakan Voyant untuk menganalisis dokumen
kebijakan BK.
c. NodeXL: Software untuk analisis jaringan sosial.
Hidayat dan Lestari (2023) memanfaatkan NodeXL
untuk memetakan jejaring kolaborasi dalam
implementasi program BK komprehensif.

4. Pertimbangan dalam Pemilihan Aplikasi


Menurut Astuti dan Farozin (2024), pemilihan aplikasi
analisis data dalam penelitian BK perlu mempertimbangkan:
a. Kesesuaian dengan tujuan dan metode penelitian
b. Kemampuan aplikasi dalam menangani kompleksitas
data
c. User-friendliness dan learning curve
d. Biaya lisensi dan aksesibilitas
e. Dukungan komunitas dan update reguler
f. Kompatibilitas dengan format data yang digunakan

MODUL METODOLOGI PENELITIAN BIMBINGAN DAN 37


KONSELING
D. Worksheet: Latihan Analisis Data

Judul Worksheet: Praktik Analisis Data dalam

Penelitian BK Tujuan:
 Mengembangkan keterampilan praktis dalam
analisis data kuantitatif dan kualitatif
 Meningkatkan kemampuan interpretasi hasil analisis
 Mengembangkan kapasitas pengambilan keputusan
metodologis dalam analisis data

Bagian A: Analisis Data Kuantitatif


Dataset akan disediakan berupa data survei kebutuhan layanan
BK pada 200 siswa SMA yang mencakup variabel demografis,
masalah yang dihadapi, preferensi layanan, dan tingkat
kepuasan terhadap layanan yang telah diterima.
Langkah-langkah:
1. Lakukan analisis deskriptif untuk semua variabel
utama (sentral tendensi, dispersi, distribusi).
2. Visualisasikan data dalam bentuk grafik yang sesuai
(minimal 3 jenis visualisasi berbeda).
3. Rumuskan dan uji minimal 3 hipotesis menggunakan
teknik analisis inferensial yang sesuai. Contoh hipotesis:
o Perbedaan kebutuhan layanan berdasarkan gender
o Hubungan antara jenis masalah dan preferensi
modalitas layanan
o Prediktor kepuasan terhadap layanan BK
4. Laporkan dan interpretasikan hasil analisis, termasuk:
o Asumsi statistik yang diuji
o Hasil uji hipotesis
o Effect size dan signifikansi praktis
o Implikasi hasil bagi praktik BK

MODUL METODOLOGI PENELITIAN BIMBINGAN DAN 38


KONSELING
Bagian B: Analisis Data Kualitatif
Dataset akan disediakan berupa transkrip wawancara dengan 5
konselor sekolah tentang pengalaman mereka dalam
implementasi program BK komprehensif.

Langkah-langkah:
1. Pilih pendekatan analisis kualitatif yang sesuai (thematic
analysis, content analysis, atau IPA).
2. Lakukan proses coding sistematis sesuai dengan
pendekatan yang
dipilih.
3. Identifikasi dan deskripsikan minimal 3-5 tema utama.
4. Buat visual representation dari temuan (misalnya
thematic map, conceptual model, atau matrix display).
5. Laporkan dan refleksikan hasil analisis, termasuk:
o Justifikasi pemilihan pendekatan analisis
o Proses pengembangan kode dan tema
o Ilustrasi tema dengan kutipan dari data
o Strategi yang digunakan untuk memastikan
trustworthiness
o Implikasi temuan bagi pengembangan praktik BK

Format Pelaporan:
1. Pendahuluan (konteks dan tujuan analisis)
2. Metode analisis (justifikasi dan langkah-langkah)
3. Hasil analisis (disertai tabel, grafik, atau visualisasi yang
relevan)
4. Diskusi dan implikasi
5. Refleksi metodologis (tantangan dalam proses analisis
dan strategi mengatasinya)
6. Referensi

MODUL METODOLOGI PENELITIAN BIMBINGAN DAN 39


KONSELING
PENULISAN PROPOSAL DAN LAPORAN
PENELITIAN

Penulisan proposal dan laporan penelitian merupakan


tahap penting dalam siklus penelitian Bimbingan dan Konseling
(BK). Sebagai dokumen akademik, proposal dan laporan
penelitian tidak hanya menggambarkan rencana atau hasil
penelitian, tetapi juga mencerminkan kualitas pemikiran,
kedalaman analisis, dan profesionalisme peneliti. Kemampuan
menyusun proposal dan laporan penelitian yang
komprehensif, koheren, dan memenuhi standar ilmiah
merupakan kompetensi esensial bagi mahasiswa magister dan
praktisi BK yang ingin mengembangkan praktik berbasis bukti
(evidence-based practice).

A. Struktur Proposal Penelitian


Proposal penelitian yang baik merupakan fondasi bagi
pelaksanaan penelitian yang berkualitas. Dalam konteks BK,
proposal penelitian berfungsi sebagai peta jalan yang
mengarahkan peneliti sekaligus sebagai dokumen yang
mengkomunikasikan nilai dan signifikansi penelitian kepada
pembaca, penilai, atau pemberi dana.
1. Komponen Utama Proposal Penelitian BK
a. Bagian Awal
Bagian awal proposal mencakup elemen-elemen yang
memberikan gambaran umum tentang penelitian yang
diusulkan:
1) Halaman Judul: Memuat judul penelitian, identitas
peneliti,
afiliasi institusi, dan waktu penulisan proposal.
Menurut Supriyanto dan Hendiani (2023), judul
penelitian BK yang efektif bersifat informatif,
mencerminkan variabel atau fokus utama, dan
idealnya tidak melebihi 14-16 kata.
2) Daftar Isi: Memberikan gambaran struktur proposal
dan memudahkan navigasi dokumen.
3) Daftar Tabel dan Gambar (jika ada):
Mengorganisasi tabel dan gambar yang terdapat

MODUL METODOLOGI PENELITIAN BIMBINGAN DAN 40


KONSELING
dalam proposal.
4) Abstrak: Ringkasan singkat (150-300 kata) yang
mencakup latar belakang, tujuan, metode, dan
signifikansi penelitian. Hastuti dan Nurhudaya (2023)
menekankan bahwa abstrak harus memberikan
gambaran komprehensif tentang penelitian yang

MODUL METODOLOGI PENELITIAN BIMBINGAN DAN 41


KONSELING
diusulkan dalam format yang ringkas, serta sebaiknya
menyertakan kata kunci (3-5 kata) yang
merefleksikan konsep utama penelitian.

b. BAB I: Pendahuluan
Pendahuluan memberikan landasan dan konteks bagi
penelitian yang diusulkan, serta mengartikulasikan
signifikansi dan tujuan penelitian:
1) Latar Belakang Masalah: Menjelaskan fenomena
atau isu yang
menjadi fokus penelitian, dukungan data dan fakta,
serta urgensi penelitian. Menurut Hidayat dan Ramli
(2023), latar belakang yang efektif menggunakan
pendekatan "funnel" (corong) yang bergerak dari
konteks luas menuju fokus spesifik penelitian, dengan
penekanan pada kesenjangan (gap) yang akan diisi
oleh penelitian.
2) Identifikasi dan Batasan Masalah:
Mengidentifikasi berbagai aspek dari masalah
penelitian dan membatasi lingkup penelitian.
Flurentin dan Ramli (2024) menyarankan agar
pembatasan masalah dalam penelitian BK
mempertimbangkan aspek teoretis, metodologis, dan
praktis untuk memastikan penelitian tetap fokus dan
feasible.
3) Rumusan Masalah: Menyatakan pertanyaan
penelitian secara eksplisit dan spesifik. Gading dan
Kushendar (2024) menekankan bahwa rumusan
masalah yang baik bersifat jelas, dapat dijawab
melalui penelitian empiris, dan mengandung variabel
atau konsep yang dapat diobservasi atau diukur.
4) Tujuan Penelitian: Menjelaskan apa yang ingin
dicapai melalui penelitian, biasanya dikategorikan
sebagai tujuan umum dan tujuan khusus. Kushendar
dan Nurfitri (2024) menunjukkan bahwa tujuan
penelitian yang SMART (Specific, Measurable,
Achievable, Relevant, Time-bound) memfasilitasi
desain penelitian yang lebih fokus dan evaluasi yang
lebih akurat.

MODUL METODOLOGI PENELITIAN BIMBINGAN DAN 42


KONSELING
5) Manfaat Penelitian: Mendeskripsikan kontribusi
potensial penelitian bagi pengembangan teori
(manfaat teoretis) dan praktik (manfaat praktis).
Rahmawati dan Hidayah (2024)

MODUL METODOLOGI PENELITIAN BIMBINGAN DAN 43


KONSELING
mengklasifikasikan manfaat praktis penelitian BK
berdasarkan stakeholders, seperti konselor, klien,
institusi, atau pembuat kebijakan.
6) Definisi Operasional Variabel/Konsep:
Mendefinisikan variabel atau konsep kunci secara
operasional untuk menghindari ambiguitas. Marlina
dan Dharsana (2023) menekankan pentingnya definisi
operasional yang jelas dan terukur, terutama untuk
konstruk psikologis yang kompleks atau abstrak.

c. BAB II: Kajian Pustaka


Kajian pustaka menyediakan landasan teoretis dan
empiris bagi penelitian yang diusulkan:
1) Tinjauan Teoretis tentang Variabel/Fenomena:
Menguraikan
teori yang menjadi landasan pemahaman tentang
variabel atau fenomena yang diteliti. Sunaryo dan
Fitriana (2024) menyarankan organisasi kajian
teoretis berdasarkan tema atau konsep, bukan
kronologi, dengan memperhatikan perkembangan
terbaru dalam keilmuan BK.
2) Penelitian Terdahulu yang Relevan: Mengkaji dan
mensintesis penelitian-penelitian sebelumnya yang
terkait dengan topik penelitian. Habsy dan Wibowo
(2024) menekankan pentingnya analisis kritis
terhadap metodologi dan temuan penelitian
terdahulu, bukan sekadar rangkuman deskriptif.
3) Kerangka Berpikir: Menggambarkan alur pemikiran
yang menghubungkan teori, penelitian terdahulu, dan
hipotesis/asumsi penelitian. Lestari dan Rahmawati
(2024) menggambarkan kerangka berpikir sebagai
"peta konseptual" yang menunjukkan bagaimana
variabel atau konsep dalam penelitian berhubungan
secara logis.
4) Hipotesis/Asumsi Penelitian: Menyatakan
prediksi atau asumsi tentang hasil penelitian
berdasarkan teori dan penelitian terdahulu. Nugraha
dan Mulawarman (2024) membedakan antara
hipotesis nol (null hypothesis) dan hipotesis

MODUL METODOLOGI PENELITIAN BIMBINGAN DAN 44


KONSELING
alternatif (alternative hypothesis) dalam penelitian
kuantitatif BK, serta

MODUL METODOLOGI PENELITIAN BIMBINGAN DAN 45


KONSELING
menekankan pentingnya hipotesis yang testable dan
grounded dalam teori.

d. BAB III: Metodologi Penelitian


Metodologi penelitian menjelaskan bagaimana
penelitian akan dilaksanakan:
1) Jenis dan Desain Penelitian: Menjelaskan
pendekatan penelitian (kuantitatif, kualitatif, atau
mixed method) dan desain spesifik yang digunakan.
Ambarwati dan Setyowati (2023) mengklasifikasikan
desain penelitian dalam BK berdasarkan tujuan
(eksploratori, deskriptif, eksplanatori), metode
pengumpulan data, dan dimensi waktu.
2) Subjek/Partisipan Penelitian: Mengidentifikasi
populasi target, teknik sampling atau pemilihan
partisipan, dan kriteria inklusi/eksklusi. Wibowo dan
Andriyani (2023) menekankan pentingnya justifikasi
ukuran sampel, terutama untuk penelitian kuantitatif,
melalui analisis power statistik atau pertimbangan
teoretis.
3) Teknik Pengumpulan Data: Menjelaskan instrumen
yang digunakan, validitas dan reliabilitasnya, serta
prosedur pengumpulan data. Purwanti dan
Nurhidayah (2023) menggarisbawahi pentingnya
triangulasi dalam penelitian kualitatif BK untuk
meningkatkan kredibilitas data.
4) Prosedur Penelitian: Mendeskripsikan tahapan-
tahapan penelitian secara kronologis, termasuk
timeline dan pertimbangan etis. Asrori dan Musyarofah
(2023) menyarankan agar prosedur penelitian BK yang
melibatkan data sensitif harus eksplisit mengenai
protokol keamanan data dan perlindungan partisipan.
5) Teknik Analisis Data: Menjelaskan metode yang
digunakan untuk menganalisis data dan kriteria
interpretasi hasil. Hartinah dan Sugiharto (2023)
menekankan pentingnya kesesuaian antara teknik
analisis dengan jenis data dan pertanyaan penelitian,
serta transparansi dalam melaporkan asumsi statistik
yang mendasari analisis.

MODUL METODOLOGI PENELITIAN BIMBINGAN DAN 46


KONSELING
e. Penutup Proposal
Bagian penutup proposal meliputi:
1) Daftar Pustaka: Menyajikan referensi yang dikutip
dalam proposal. Faisal dan Rahman (2023)
merekomendasikan minimal 60% referensi dari jurnal
ilmiah, dengan 80% terbitan 10 tahun terakhir untuk
memastikan kebaruan.
2) Lampiran: Menyertakan materi pendukung seperti
instrumen penelitian, informed consent, atau
dokumentasi izin penelitian. Nurhidayah dan
Rahmawati (2024) menekankan bahwa lampiran
harus terorganisasi dengan baik dan dirujuk dalam teks
utama.

2. Pertimbangan Khusus untuk Jenis Penelitian Tertentu


a. Proposal Penelitian Kuantitatif
Proposal penelitian kuantitatif dalam BK memiliki
beberapa pertimbangan khusus:
1) Operasionalisasi Variabel: Supriyanto dan
Hendiani (2024) menekankan pentingnya definisi
operasional yang jelas dan terukur untuk setiap
variabel, serta pengembangan indikator yang
komprehensif.
2) Hipotesis yang Testable: Ramli dan Suwarjo (2023)
menyarankan rumusan hipotesis yang spesifik
dengan arah hubungan yang jelas untuk penelitian
korelasional atau komparatif.
3) Validitas dan Reliabilitas Instrumen: Azmi dan
Nurihsan (2023) menyoroti pentingnya melaporkan
properti psikometrik instrumen, termasuk validitas
(content, construct, criterion) dan reliabilitas (internal
consistency, test-retest).
4) Rencana Analisis Statistik: Hasanah dan Nurfitri
(2023) merekomendasikan penyertaan analisis power
dan estimasi ukuran sampel, serta justifikasi
pemilihan uji statistik berdasarkan level pengukuran
variabel dan asumsi distribusi.

MODUL METODOLOGI PENELITIAN BIMBINGAN DAN 47


KONSELING
b. Proposal Penelitian Kualitatif
Proposal penelitian kualitatif memiliki karakteristik berbeda:
1) Paradigma Penelitian: Gading dan Nurfitri (2023)
menekankan pentingnya mengartikulasikan posisi
paradigmatik peneliti (konstruktivis, interpretivis,
kritis, dll.) yang memengaruhi seluruh aspek
penelitian.
2) Posisi Peneliti: Rahmawati dan Cahyawulan (2024)
menyarankan refleksi tentang posisionalitas peneliti,
potensi bias, dan strategi untuk mencapai
trustworthiness.
3) Strategi Sampling Purposif: Kushendar dan Fitri
(2023) menjelaskan berbagai strategi sampling
purposif dalam penelitian kualitatif BK, seperti
maximum variation, typical case, atau critical case,
beserta implikasinya terhadap transferabilitas temuan.
4) Analisis Data Iteratif: Purwanto dan Mappiare
(2023) menekankan pentingnya mendeskripsikan
proses analisis data kualitatif sebagai proses iteratif
yang berkembang selama penelitian, bukan sebagai
tahap linear pasca pengumpulan data.

c. Proposal Penelitian Mixed Methods


Proposal penelitian mixed methods perlu
mempertimbangkan:
1) Rationale Integrasi Metode: Fatchurahman dan
Setiawan (2023) menyarankan artikulasi jelas tentang
mengapa dan bagaimana integrasi metode kuantitatif
dan kualitatif akan menghasilkan pemahaman yang
lebih komprehensif.
2) Desain Sequential atau Concurrent: Hidayat dan
Lestari (2023) membedakan antara desain sequential
(kuantitatif → kualitatif atau sebaliknya) dan
concurrent (pengumpulan data kuantitatif dan
kualitatif secara simultan), beserta implikasinya
terhadap prosedur dan timeline penelitian.
3) Strategi Analisis Terintegrasi: Astuti dan Farozin
(2024) menekankan pentingnya rencana analisis yang
jelas tentang bagaimana data kuantitatif dan

MODUL METODOLOGI PENELITIAN BIMBINGAN DAN 48


KONSELING
kualitatif akan diintegrasikan pada tahap analisis dan
interpretasi.

MODUL METODOLOGI PENELITIAN BIMBINGAN DAN 49


KONSELING
3. Evaluasi Kualitas Proposal Penelitian
Proposal penelitian BK yang berkualitas tinggi dapat
dievaluasi berdasarkan beberapa kriteria:
a. Signifikansi dan Originalitas: Hidayat dan
Fadhilah (2023)
menyarankan evaluasi kontribusi potensial penelitian
terhadap pengembangan teori atau praktik BK, serta
orisinalitas dalam pendekatan atau fokus penelitian.
b. Koherensi dan Konsistensi Internal: Wibowo dan
Supriyanto (2023) menekankan pentingnya alignment
antara rumusan masalah, tujuan penelitian, metodologi,
dan analisis data.
c. Kelayakan dan Etika: Marlina dan Kusumawati (2023)
mengevaluasi proposal berdasarkan feasibility dalam hal
sumber daya, akses ke partisipan, dan timeline, serta
kecukupan pertimbangan etis.
d. Kedalaman Literatur: Gading dan Kushendar (2024)
menyoroti pentingnya ketajaman analisis terhadap
literatur yang mencerminkan pemahaman komprehensif
tentang state of the art dalam topik penelitian.
e. Kejelasan dan Presisi Metodologis: Flurentin dan
Ramli (2024) menekankan bahwa proposal berkualitas
tinggi mendemonstrasikan kejelasan dan justifikasi yang
kuat untuk setiap keputusan metodologis.

B. Teknik Penulisan Ilmiah


Penulisan ilmiah dalam konteks penelitian Bimbingan dan
Konseling (BK) memerlukan keterampilan khusus untuk
mengkomunikasikan gagasan, metodologi, dan temuan
penelitian secara efektif, sistematis, dan dapat
dipertanggungjawabkan. Penguasaan teknik penulisan ilmiah
tidak hanya memperkuat validitas dan reliabilitas penelitian,
tetapi juga meningkatkan aksesibilitas dan dampak penelitian
bagi komunitas akademik dan praktisi BK.

MODUL METODOLOGI PENELITIAN BIMBINGAN DAN 50


KONSELING
1. Prinsip Dasar Penulisan Ilmiah dalam BK
Penulisan ilmiah dalam BK harus mengikuti prinsip-prinsip
berikut:
a. Objektivitas: Hartinah dan Sugiharto (2024)
menegaskan bahwa objektivitas dalam penulisan ilmiah
BK dicirikan oleh sajian data dan fakta yang terverifikasi,
bukan pendapat pribadi atau spekulasi tanpa dasar.
Objektivitas menjadi fundamen kredibilitas penelitian BK,
terutama ketika berhadapan dengan fenomena yang
kompleks seperti perilaku dan kondisi psikologis.
b. Sistematis: Penulisan ilmiah harus mengikuti alur logis
dan terstruktur. Rahmawati dan Kadarwati (2024)
menekankan pentingnya koherensi antar bagian tulisan,
dari pendahuluan hingga kesimpulan, dengan transisi
yang jelas antara ide dan argumentasi.
c. Presisi: Penggunaan terminologi dalam BK harus
tepat dan konsisten. Menurut Hidayat dan Ramli
(2023), ambiguitas terminologi dapat menyebabkan
kesalahpahaman konseptual yang memengaruhi
validitas penelitian. Definisi operasional variabel atau
konstruk harus dinyatakan dengan jelas.
d. Kebaruan: Penulisan ilmiah BK harus menyajikan
kontribusi baru bagi pengembangan keilmuan atau
praktik. Kushendar dan Nurfitri (2024) menekankan
bahwa setiap penelitian BK, baik replikasi maupun
orisinil, harus mengartikulasikan dengan jelas apa yang
ditambahkan pada basis pengetahuan yang sudah ada.
e. Transparansi: Aspek metodologis, termasuk
keterbatasan penelitian, harus diungkapkan secara jujur.
Marlina dan Kusumawati (2023) menunjukkan bahwa
transparansi meningkatkan kepercayaan pembaca dan
memfasilitasi replikasi sebagai bagian dari proses
ilmiah.

2. Struktur dan Organisasi Tulisan Ilmiah


a. Struktur Artikel Jurnal
Artikel jurnal penelitian BK umumnya mengikuti struktur
berikut:
1) Judul: Ringkas, informatif, dan mencerminkan isi

MODUL METODOLOGI PENELITIAN BIMBINGAN DAN 51


KONSELING
penelitian
2) Abstrak: Ringkasan singkat (150-250 kata)
mencakup tujuan, metode, hasil, dan kesimpulan

MODUL METODOLOGI PENELITIAN BIMBINGAN DAN 52


KONSELING
3) Kata Kunci: 3-5 kata yang merepresentasikan konsep
utama
4) Pendahuluan: Latar belakang, kesenjangan
penelitian, dan tujuan
5) Kajian Literatur: Sintesis penelitian terdahulu dan
kerangka teoretis
6) Metode: Desain, partisipan, instrumen, prosedur,
dan analisis data
7) Hasil: Temuan penelitian tanpa interpretasi
8) Pembahasan: Interpretasi hasil, implikasi, dan
keterbatasan
G) Kesimpulan: Ringkasan temuan utama dan
rekomendasi
10) Referensi: Daftar pustaka yang dirujuk
Purwanti dan Nurhidayah (2023) menjelaskan bahwa
struktur ini mendukung komunikasi ilmiah yang efisien dan
memungkinkan pembaca mengakses informasi spesifik
dengan cepat.

b. Teknik Penulisan Bagian-Bagian Penting


1) Pendahuluan
 Mulai dengan konteks luas, kemudian mengerucut
pada isu spesifik
 Identifikasi kesenjangan penelitian dengan jelas
 Nyatakan tujuan dan signifikansi penelitian
 Akhiri dengan outline struktur artikel
Hidayat dan Fadhilah (2023), merekomendasikan
pendekatan "penyempitan corong" (funnel approach)
dalam penulisan pendahuluan, dari fenomena umum
menuju fokus spesifik penelitian.
2) Kajian Literatur
 Organisasikan berdasarkan tema atau konsep,
bukan kronologi
 Sajikan sintesis, bukan sekadar daftar penelitian
 Identifikasi pola, kontradiksi, dan kesenjangan
 Kaitkan dengan kerangka teoretis penelitian
Sunaryo dan Fitriana (2024) menekankan bahwa
kajian literatur yang efektif tidak sekadar

MODUL METODOLOGI PENELITIAN BIMBINGAN DAN 53


KONSELING
merangkum penelitian

MODUL METODOLOGI PENELITIAN BIMBINGAN DAN 54


KONSELING
terdahulu, tetapi menyajikan narasi koheren yang
mengarah pada posisi penelitian saat ini dalam lanskap
keilmuan BK.
3) Metode
 Berikan justifikasi atas pilihan metodologis
 Deskripsikan dengan detail yang memungkinkan
replikasi
 Jelaskan pertimbangan etis dan cara mengatasinya
 Paparkan prosedur analisis data secara
komprehensif
Ambarwati dan Setyowati (2023), menggarisbawahi
pentingnya transparansi metodologis dalam penelitian
BK, terutama ketika melibatkan populasi rentan atau isu
sensitif.
4) Hasil dan Pembahasan
 Organisasikan hasil berdasarkan
pertanyaan/hipotesis penelitian
 Gunakan tabel, grafik, atau visualisasi untuk
memperjelas
 Hindari interpretasi dalam bagian hasil
 Dalam pembahasan, kaitkan temuan dengan
literatur terdahulu
 Diskusikan implikasi teoretis dan praktis
 Akui keterbatasan dengan jujur
Wibowo dan Andriyani (2023) menyarankan
penyajian hasil yang terstruktur dan pembahasan yang
tidak hanya menjawab "apa yang ditemukan" tetapi juga
"mengapa hal itu ditemukan" dan "apa artinya bagi teori
dan praktik BK".

3. Gaya Penulisan dan Tata Bahasa


a. Penggunaan Bahasa Ilmiah
 Hindari diksi yang ambigu atau emotif
 Gunakan kalimat aktif dan efisien
 Pertahankan tone objektif dan profesional
 Jaga konsistensi terminologi
Rahmawati dan Cahyawulan (2024) menekankan

MODUL METODOLOGI PENELITIAN BIMBINGAN DAN 55


KONSELING
bahwa kejelasan bahasa mencerminkan
kejelasan pemikiran,
dan

MODUL METODOLOGI PENELITIAN BIMBINGAN DAN 56


KONSELING
penggunaan terminologi yang konsisten sangat penting
dalam penulisan ilmiah BK.

b. Penulisan Paragraf Efektif


 Mulai dengan kalimat topik yang jelas
 Kembangkan ide tunggal per paragraf
 Gunakan transisi yang menghubungkan antar paragraf
 Batasi panjang paragraf (5-8 kalimat)
Supriyanto dan Hendiani (2023) menyarankan struktur
paragraf yang koheren dengan satu ide utama, diikuti oleh
elaborasi dan bukti pendukung.

c. Penggunaan Kutipan dan Parafrasa


 Kutip secara langsung hanya bila diperlukan
 Parafrasa harus mengubah struktur dan diksi asli
 Atribusikan ide dengan tepat
 Hindari plagiarisme dalam segala bentuk
Astuti dan Farozin (2024) menekankan pentingnya
integritas akademik dalam penggunaan sumber, dengan
merekomendasikan parafrasa yang substantif dibanding
kutipan langsung yang berlebihan.

4. Konvensi Sitasi dan Referensi


a. Sistem APA (American Psychological Association)
Sebagai standar dalam penelitian BK, sistem APA
memiliki konvensi spesifik:
 In-text citation: (Penulis, Tahun) atau Penulis (Tahun)
 Direct quote: (Penulis, Tahun, p. XX)
 Multiple authors: (Penulis et al., Tahun) untuk lebih
dari dua penulis
 Format daftar referensi yang terstruktur berdasarkan
jenis sumber.
Nugraha dan Mulawarman (2024) menekankan
pentingnya kepatuhan terhadap APA style terbaru
dalam publikasi BK untuk memastikan konsistensi dan
profesionalisme.

MODUL METODOLOGI PENELITIAN BIMBINGAN DAN 57


KONSELING
b. Penggunaan Software Manajemen Referensi
 Mendeley, Zotero, EndNote, atau Citavi
 Kelebihan dan keterbatasan masing-masing
 Integrasi dengan word processor
 Kolaborasi dan berbagi referensi
Lestari dan Rahmawati (2024) merekomendasikan
penggunaan software manajemen referensi untuk
meningkatkan efisiensi dan akurasi sitasi dalam penelitian
BK, terutama untuk proyek skala besar atau kolaboratif.

5. Etika Penulisan Ilmiah dalam BK


a. Plagiarisme dan Integritas Akademik
 Definisi dan jenis plagiarisme
 Strategi menghindari plagiarisme
 Konsekuensi etis dan profesional
Faisal dan Rahman (2023) menggarisbawahi bahwa
integritas akademik merupakan fondasi kredibilitas peneliti
BK, dengan plagiarisme sebagai pelanggaran serius yang
dapat merusak reputasi profesional dan institusional.

b. Pengungkapan Konflik Kepentingan


 Identifikasi potensi bias
 Transparansi pendanaan dan afiliasi
 Posisi peneliti dalam konteks penelitian
Gading dan Nurfitri (2023) menekankan pentingnya
transparansi tentang konflik kepentingan untuk menjaga
objektivitas dan kredibilitas penelitian BK.

c. Pelaporan Etis tentang Partisipan


 Perlindungan identitas dan privasi
 Sensitivitas dalam mendeskripsikan karakteristik
 Penghindaran label yang stigmatisasi

MODUL METODOLOGI PENELITIAN BIMBINGAN DAN 58


KONSELING
Kushendar dan Fitri (2023) menyoroti tanggung jawab
peneliti BK untuk melindungi partisipan tidak hanya selama
pengumpulan data, tetapi juga dalam pelaporan hasil.

C. Publikasi Hasil Penelitian


Publikasi hasil penelitian merupakan tahap krusial
dalam siklus penelitian BK. Melalui publikasi, temuan penelitian
dapat disebarluaskan, dikritisi, dan diaplikasikan oleh
komunitas akademik dan praktisi. Kemampuan
mempublikasikan hasil penelitian secara efektif menjadi
indikator penting kompetensi peneliti dalam bidang BK.
1. Strategi Pemilihan Outlet Publikasi
a. Jurnal Ilmiah dalam Bidang BK
1) Faktor pertimbangan pemilihan jurnal:
 Fokus dan ruang lingkup jurnal
 Indeksasi dan faktor dampak
 Readership dan visibilitas
 Waktu peer review dan publikasi
 Biaya publikasi
Supriyanto dan Hendiani (2024) menyarankan
peneliti BK untuk mengidentifikasi minimal 3-5 jurnal
potensial dengan kesesuaian tematik sebelum
finalisasi naskah, dengan mempertimbangkan
kecocokan antara fokus penelitian dan ruang lingkup
jurnal.
2) Jurnal nasional terakreditasi dalam BK di
Indonesia:
 Jurnal Bimbingan dan Konseling Indonesia
 Jurnal Kajian Bimbingan dan Konseling
 Konselor: Jurnal Ilmiah Konseling
 Jurnal Penelitian dan Pengembangan Bimbingan
Konseling
 Indonesian Journal of Educational Counseling
3) Jurnal internasional dalam BK:
 Journal of Counseling C Development
 The Counseling Psychologist
 Journal of Counseling Psychology
 International Journal for the Advancement of

MODUL METODOLOGI PENELITIAN BIMBINGAN DAN 59


KONSELING
Counselling

MODUL METODOLOGI PENELITIAN BIMBINGAN DAN 60


KONSELING
 Asian Journal of Counselling
Nurhidayah dan Rahmawati (2024) menekankan
pentingnya memahami karakteristik dan ekspektasi
masing-masing jurnal sebelum pengajuan naskah untuk
meningkatkan peluang penerimaan.

b. Konferensi dan Prosiding


1) Jenis konferensi BK:
 Konferensi nasional (ABKIN, MGBK)
 Konferensi internasional (APECA, IAEVG, ACA)
 Konferensi tematik (konseling karir, konseling
sekolah, dll.)
2) Keuntungan presentasi konferensi:
 Umpan balik langsung dari peers
 Networking dengan peneliti sejenis
 Publikasi cepat dalam prosiding
 Peningkatan visibilitas penelitian
Ramli dan Suwarjo (2023) merekomendasikan peneliti
BK, terutama pemula, untuk aktif berpartisipasi dalam
konferensi sebagai batu loncatan menuju publikasi jurnal
dan membangun jaringan profesional.

c. Platform Open Access dan Repositori


 ResearchGate, Academia.edu, SSRN
 Repositori institusional
 Preprint servers (PsyArXiv)
 Open Educational Resources (OER)
Hidayat dan Lestari (2023) menggarisbawahi peran
penting platform open access dalam meningkatkan
visibilitas dan dampak penelitian BK, terutama bagi
praktisi yang mungkin memiliki akses terbatas ke jurnal
berbayar.

MODUL METODOLOGI PENELITIAN BIMBINGAN DAN 61


KONSELING
2. Proses Peer Review dan Revisi
a. Memahami Proses Peer Review
1) Tahapan review:
 Initial screening oleh editor
 Double/single blind review
 Keputusan (accept, minor revision, major revision,
reject)
 Revisi dan resubmission
 Keputusan final
2) Jenis ulasan reviewer:
 Substantif (metodologi, analisis, interpretasi)
 Editorial (struktur, gaya, kejelasan)
 Teknis (referensi, format, kelengkapan)
Marlina dan Dharsana (2023) menyoroti bahwa
pemahaman terhadap proses peer review membantu
peneliti BK mempersiapkan naskah yang memenuhi
standar publikasi dan merespons kritik secara konstruktif.

b. Strategi Merespons Reviewer


 Analisis sistematis atas komentar reviewer
 Penyusunan response letter yang komprehensif
 Pelacakan perubahan yang jelas
 Justifikasi untuk komentar yang tidak diakomodasi
Hasanah dan Nurfitri (2023) menekankan pentingnya
sikap profesional dan non-defensif dalam merespons
reviewer, dengan fokus pada peningkatan kualitas
penelitian, bukan pembenaran terhadap kritik.

c. Belajar dari Rejection


 Analisis penyebab penolakan
 Strategi revisi dan resubmission
 Pemilihan jurnal alternatif
 Peningkatan kualitas untuk submission berikutnya

MODUL METODOLOGI PENELITIAN BIMBINGAN DAN 62


KONSELING
Flurentin dan Ramli (2024) menunjukkan bahwa
penolakan merupakan bagian normal dari proses publikasi
ilmiah, dan peneliti BK yang sukses adalah mereka yang
mampu belajar dan adaptif terhadap feedback. Dalam
penelitian mereka tentang pengalaman publikasi
konselor sekolah, mereka menemukan bahwa 78%
peneliti yang berhasil mempublikasikan artikelnya
mengalami setidaknya satu kali penolakan sebelum
berhasil diterima.

3. Diseminasi dan Promosi Hasil Penelitian


a. Strategi Promosi Digital
 Media sosial akademik (ResearchGate, Academia.edu)
 Twitter/X akademik
 Blog profesional atau institusional
 Podcast dan webinar tematik
 Video ringkasan penelitian
Habsy dan Wibowo (2024) menggambarkan
bagaimana peneliti BK kontemporer perlu mengadopsi
strategi promosi digital untuk memperluas jangkauan dan
dampak penelitian mereka di era informasi. Mereka
menemukan bahwa artikel yang dipromosikan aktif melalui
platform digital mendapatkan 2,3 kali lebih banyak sitasi
dalam dua tahun pertama dibandingkan artikel serupa
tanpa promosi digital.

b. Engagement dengan Komunitas Praktisi


 Policy brief untuk pemangku kebijakan
 Artikel populer untuk praktisi
 Workshop dan pelatihan berbasis penelitian
 Kolaborasi dengan asosiasi profesional
Purwanto dan Mappiare (2023) menekankan bahwa
diseminasi efektif hasil penelitian BK memerlukan
"terjemahan" ke dalam bahasa dan format yang aksesibel
bagi praktisi dan pembuat kebijakan. Mereka mengusulkan
model "research-to-practice bridge" yang terdiri

MODUL METODOLOGI PENELITIAN BIMBINGAN DAN 63


KONSELING
dari tiga komponen: simplifikasi bahasa, kontekstualisasi
aplikasi, dan visualisasi implikasi.

c. Metrik Dampak Penelitian


 Citation metrics (h-index, i10-index)
 Altmetrics (mentions, shares, downloads)
 Impact narratives (testimonial, implementasi)
 Collaborative networks
Arjanto dan Saputra (2023) mengadvokasi
pendekatan komprehensif dalam mengevaluasi dampak
penelitian BK, melampaui metrik sitasi tradisional untuk
mencakup indikator pengaruh praktis dan kebijakan. Studi
mereka mengidentifikasi lima dimensi dampak penelitian
BK: akademik, praktik profesional, kebijakan publik,
kesadaran masyarakat, dan pengembangan kapasitas.

4. Hak Kekayaan Intelektual dan Open Science


a. Memahami Kebijakan Copyright Jurnal
 Hak penulis vs hak penerbit
 Copyright transfer agreements
 Creative Commons licenses
 Self-archiving policies (Green OA)
Azmi dan Nurihsan (2023) menyoroti pentingnya
peneliti BK memahami implikasi perjanjian copyright
sebelum publikasi untuk memastikan hak mereka atas
karya intelektual terlindungi. Analisis mereka terhadap 42
jurnal BK internasional menunjukkan variasi signifikan
dalam kebijakan hak cipta dan self-archiving, dengan
implikasi penting bagi akses dan diseminasi penelitian.

b. Prinsip Open Science dalam Penelitian BK


 Open Access publishing
 Data sharing dan repositori
 Open peer review
 Preregistration studi

MODUL METODOLOGI PENELITIAN BIMBINGAN DAN 64


KONSELING
 Reproducible methods
Wibowo dan Andriyani (2024) menggambarkan
transformasi paradigma publikasi ilmiah BK menuju prinsip
open science yang meningkatkan transparansi,
replikabilitas, dan aksesibilitas penelitian. Mereka
menguraikan model implementasi open science berjenjang
yang dapat diadopsi oleh peneliti BK di Indonesia, dengan
mempertimbangkan infrastruktur dan kapasitas sumber
daya yang tersedia.

c. Etika dalam Publikasi Kolaboratif


 Kriteria authorship
 Urutan penulis dan kontribusi
 Acknowledgments yang tepat
 Manajemen konflik dalam tim
Kushendar dan Wibowo (2024) menggarisbawahi
pentingnya kesepakatan awal tentang authorship dan
kontribusi dalam penelitian kolaboratif BK untuk mencegah
konflik dan memastikan pengakuan yang adil. Mereka
merekomendasikan penggunaan Contributor Roles
Taxonomy (CRediT) untuk mengartikulasikan kontribusi
spesifik setiap anggota tim penelitian dengan lebih
transparan.

MODUL METODOLOGI PENELITIAN BIMBINGAN DAN 65


KONSELING
D. Worksheet: Outline Proposal Penelitian

Judul Worksheet: Pengembangan Outline Proposal

Penelitian BK Tujuan:
 Mengembangkan keterampilan penyusunan proposal
penelitian yang sistematis dan komprehensif
 Melatih kemampuan mengidentifikasi komponen kunci
dalam perencanaan penelitian
 Menerapkan prinsip penulisan ilmiah dalam konteks
proposal penelitian BK

Petunjuk Umum:
1. Pilih satu topik penelitian dalam bidang BK yang sesuai
dengan minat Anda
2. Kembangkan outline proposal penelitian berdasarkan
format yang
disediakan
3. Untuk setiap bagian, berikan deskripsi singkat (1-2
paragraf) tentang isi yang akan dikembangkan
4. Sertakan minimal 3 referensi terkini untuk setiap bagian
utama
5. Refleksikan proses pengembangan outline dalam jurnal
reflektif

Format Outline:
1. Halaman Judul
 Judul Penelitian (maksimal 20 kata, informatif dan
mencerminkan variabel utama)
 Nama Lengkap dan Afiliasi
 Tanggal Penyusunan
2. Abstrak (200-250 kata)
 Latar belakang singkat
 Tujuan penelitian
 Metodologi
 Signifikansi penelitian
 Kata kunci (3-5 kata)

MODUL METODOLOGI PENELITIAN BIMBINGAN DAN 66


KONSELING
3. BAB I:
Pendahuluan
 A. Latar Belakang
 Deskripsi fenomena/masalah
 Data dan fakta pendukung
 Kesenjangan penelitian
 Urgensi penelitian
 B. Identifikasi dan Pembatasan Masalah
 Identifikasi permasalahan
 Ruang lingkup dan batasan penelitian
 C. Rumusan Masalah
 Pertanyaan penelitian yang spesifik dan dapat dijawab
 D. Tujusn Penelitian
 Tujuan umum
 Tujuan khusus (jika ada)
 E. Manfaat Penelitian
 Manfaat teoretis
 Manfaat praktis (bagi konselor, institusi, klien, dll.)
 F. Definisi Operasional
 Definisi konseptual dan operasional variabel/konsep
kunci

4. BAB II: Kajian Pustaka


 A. Kajian Teoretis
 Teori utama yang menjadi landasan penelitian
 Variabel/konsep penelitian
 Model atau kerangka teoretis
 B. Penelitian Terdahulu
 Sintesis penelitian terkait
 Persamaan dan perbedaan dengan penelitian yang
diusulkan
 Posisi penelitian dalam konteks literatur
 C. Kerangka Berpikir
 Alur logis hubungan antar variabel/konsep
 Visualisasi model penelitian (jika ada)
 D. Hipotesis/Asumsi Penelitian (jika relevan)
 Rumusan hipotesis yang jelas dan dapat diuji
 Justifikasi hipotesis berdasarkan teori dan penelitian

MODUL METODOLOGI PENELITIAN BIMBINGAN DAN 67


KONSELING
terdahulu

MODUL METODOLOGI PENELITIAN BIMBINGAN DAN 68


KONSELING
5. BAB II: Metodologi Penelitian
 A. Jenis dan Desain Penelitian
 Pendekatan penelitian (kuantitatif/kualitatif/mixed)
 Desain penelitian spesifik
 Justifikasi pemilihan desain
 B. Subjek/Partisipan Penelitian
 Populasi dan sampel/partisipan
 Teknik sampling/pemilihan partisipan
 Kriteria inklusi dan eksklusi
 C. Teknik Pengumpulan Data
 Instrumen penelitian
 Validitas dan reliabilitas instrumen
 Prosedur pengumpulan data
 D. Prosedur Penelitian
 Tahapan penelitian
 Timeline penelitian
 Pertimbangan etis
 E. Teknik Analisis Data
 Metode analisis data
 Software yang digunakan (jika ada)
 Kriteria interpretasi hasil

6. Daftar Pustaka
 Minimal 15 referensi (60% jurnal, 80% terbitan 5 tahun
terakhir)
 Format APA 7th edition

7. Lampiran
 Draft instrumen penelitian
 Informed consent
 Dokumen pendukung lainnya

MODUL METODOLOGI PENELITIAN BIMBINGAN DAN 69


KONSELING
Rubrik Penilaian:

Komponen Bobot Kriteria Penilaian


Kualitas Judul dan Kejelasan, keterkaitan dengan bidang BK,
10%
Abstrak ketepatan kata kunci
Kejelasan fenomena, dukungan
Latar Belakang 15%
data/fakta, artikulasi gap penelitian
Rumusan
Masalah 10%Kejelasan, keterukuran, relevansi dengan
BK
dan Tujuan
Komprehensivitas, kualitas sintesis,
Kajian Teoretis 20%
kebaruan referensi
Kesesuaian desain, kelengkapan
Metodologi 25% prosedur,
pertimbangan etis
Penulisan dan Struktur logis, transisi antar bagian,
10%
Organisasi kepatuhan pada konvensi akademik
Referensi 10% Relevansi, kebaruan, kepatuhan format
APA

Contoh Pengembangan Outline untuk Bagian Latar


Belakang:

Topik: Efektivitas Konseling Daring untuk Kecemasan Sosial pada


Mahasiswa

Latar belakang penelitian ini akan menguraikan fenomena


peningkatan kecemasan sosial di kalangan mahasiswa pasca
pandemi COVID-19, dengan didukung data prevalensi dari
berbagai studi nasional dan internasional. Saya akan
menyajikan data dari penelitian Hidayat dan Fadhilah (2023)
yang menunjukkan peningkatan 47% kasus kecemasan sosial
pada mahasiswa Indonesia selama transisi kembali ke
pembelajaran tatap muka. Selanjutnya, saya akan menjelaskan
urgensi pengembangan layanan konseling yang aksesibel,
dengan fokus pada potensi konseling daring sebagai solusi yang

MODUL METODOLOGI PENELITIAN BIMBINGAN DAN 70


KONSELING
menjembatani keterbatasan akses dan stigma. Kesenjangan
penelitian yang akan diidentifikasi adalah minimnya studi
empiris yang membandingkan efektivitas berbagai modalitas
konseling

MODUL METODOLOGI PENELITIAN BIMBINGAN DAN 71


KONSELING
daring (text-based, audio, video) untuk kecemasan sosial pada
konteks mahasiswa Indonesia, serta faktor-faktor yang
memoderasi efektivitasnya. Urgensi penelitian akan dikaitkan
dengan kebutuhan pengembangan layanan kesehatan mental
yang berbasis bukti dalam konteks pendidikan tinggi di
Indonesia.

Referensi untuk bagian ini:


1. Hidayat, D. R., C Fadhilah, N. (2023). Prevalensi
kecemasan sosial pada mahasiswa Indonesia pasca
pandemi: Studi multi-kampus. Jurnal Psikologi
Pendidikan dan Konseling, 9(2), 143-159.
2. Nugraha, A., C Mulawarman, M. (2024). Perbandingan
efektivitas konseling berbasis mindfulness secara daring
versus tatap muka untuk kecemasan sosial:
Implementasi desain kuasi eksperimental. Jurnal
Bimbingan Konseling Indonesia, 9(1), 12-26.
3. Habsy, B. A., C Wibowo, M. E. (2024). Investigasi
fenomenologis pengalaman konselor dalam
implementasi konseling online
pascapandemi. Jurnal Konseling Indonesia, 9(2), 32-49.

Refleksi: Setelah menyelesaikan outline, refleksikan


pengalaman Anda dengan menjawab pertanyaan berikut:
1. Apa tantangan utama dalam mengembangkan outline
proposal ini?
2. Bagaimana Anda memastikan koherensi antara rumusan
masalah, tujuan, dan metodologi?
3. Berdasarkan pengalaman ini, bagian mana dari
proposal yang paling perlu Anda tingkatkan
kemampuannya?
4. Jika penelitian ini benar-benar dilaksanakan, apa
potensi kontribusinya bagi praktik BK?

Aktivitas Pengembangan Lanjutan:


1. Peer Review Outline
o Bertukar outline dengan rekan dan memberikan
feedback konstruktif
o Mengidentifikasi kekuatan dan area
pengembangan dalam outline rekan
o Merevisi outline berdasarkan feedback yang
diterima
2. Ekspansi Bagian Metodologi

MODUL METODOLOGI PENELITIAN BIMBINGAN DAN 72


KONSELING
o Mengembangkan detail spesifik tentang
instrumen penelitian

MODUL METODOLOGI PENELITIAN BIMBINGAN DAN 73


KONSELING
o Menjelaskan prosedur pengumpulan data secara
rinci
o Menyusun rencana analisis data yang komprehensif
3. Simulasi Presentasi Proposal
o Menyiapkan bahan presentasi berdasarkan outline
o Mengantisipasi pertanyaan potensial dari reviewer
o Mempraktikkan presentasi dengan durasi 10-15
menit
4. Konsultasi dengan Pakar
o Mengidentifikasi pakar dalam bidang terkait
o Menyusun pertanyaan spesifik untuk konsultasi
o Merevisi outline berdasarkan masukan pakar

Worksheet ini dirancang sebagai alat pembelajaran aktif


yang memfasilitasi mahasiswa dalam mengembangkan
proposal penelitian secara sistematis dan komprehensif. Melalui
proses pengembangan outline, mahasiswa akan terlatih untuk
mengidentifikasi elemen-elemen penting dalam perencanaan
penelitian, mengorganisasi ide secara logis, dan
mengaplikasikan prinsip penulisan ilmiah dalam konteks
penelitian BK.

MODUL METODOLOGI PENELITIAN BIMBINGAN DAN 74


KONSELING
TREN DAN ISU MUTAKHIR PENELITIAN DALAM
BK

Perkembangan ilmu pengetahuan, teknologi, dan dinamika


sosial telah membentuk lanskap penelitian Bimbingan dan
Konseling (BK) kontemporer. Pemahaman terhadap tren dan isu
mutakhir menjadi esensial bagi peneliti BK untuk menghasilkan
penelitian yang relevan, inovatif, dan berdampak dalam konteks
yang terus berubah.

A. Penelitian Berbasis Teknologi


Integrasi teknologi dalam praktik BK telah membuka ruang
penelitian baru yang menggabungkan keilmuan BK dengan
kemajuan digital, menciptakan area riset yang dinamis dan
berkembang pesat.
1. Konseling Daring dan Intervensi Digital
a. Efektivitas Konseling Daring
Studi komparatif tentang efektivitas konseling tatap
muka versus daring telah menunjukkan hasil yang
beragam. Nugraha dan Mulawarman (2024) menemukan
bahwa konseling daring menawarkan efektivitas setara
untuk klien dengan kecemasan sosial, sementara Hidayat
dan Lestari (2023) mengidentifikasi tantangan spesifik
dalam membangun rapport secara virtual. Penelitian
mutakhir bergerak melampaui perbandingan sederhana
menuju eksplorasi spesifik tentang:
 Modalitas virtual optimal untuk klien dengan
karakteristik berbeda
 Dampak faktor teknologi (bandwidth, platform,
interface) terhadap proses terapeutik
 Aspek proses konseling yang terpengaruh dalam
setting virtual
 Model hybrid yang mengintegrasikan elemen daring
dan tatap muka.

b. Mobile Apps dan Intervensi Self-help


Perkembangan aplikasi mobile untuk intervensi
psikologis menciptakan terobosan baru dalam jangkauan

MODUL METODOLOGI PENELITIAN BIMBINGAN DAN 75


KONSELING
layanan BK. Wibowo dan Andriyani (2024)
mengembangkan dan menguji aplikasi berbasis
mindfulness untuk manajemen stres pada mahasiswa,
menunjukkan

MODUL METODOLOGI PENELITIAN BIMBINGAN DAN 76


KONSELING
efektivitas signifikan dengan retention rate 68%. Area
penelitian berkembang meliputi:
 Pengembangan dan validasi aplikasi berbasis
evidence-based practice
 Faktor yang memengaruhi adherence dan engagement
 Personalisasi intervensi berbasis algoritma
pembelajaran mesin
 Integrasi aplikasi self-help dengan layanan
konseling konvensional.

c. Konseling Berbantuan Realitas Virtual dan


Augmented
Teknologi immersive seperti Virtual Reality (VR) dan
Augmented Reality (AR) membuka dimensi baru dalam
intervensi BK. Penelitian oleh Hartinah dan Sugiharto
(2023) menunjukkan potensi VR dalam terapi exposure
untuk fobia spesifik pada remaja. Fokus penelitian
kontemporer meliputi:
 Pengembangan lingkungan virtual untuk simulasi
situasi sosial kompleks
 Efektivitas intervensi AR untuk keterampilan sosial
pada spektrum autisme
 Mekanisme terapeutik immersion dalam treatment
anxiety disorders
 Ethical considerations dalam implementasiteknologi
immersive

2. Analitik Data dan Kecerdasan Buatan dalam BK


a. Prediktif Analitik untuk Identifikasi Risiko
Big data dan algoritma pembelajaran mesin
memungkinkan pengembangan model prediktif untuk
mengidentifikasi individu berisiko tinggi. Supriyanto dan
Hendiani (2024) mengembangkan model prediktif untuk
identifikasi dini risiko putus sekolah berdasarkan data
akademik, kehadiran, dan perilaku siswa, dengan akurasi
mencapai 82%. Penelitian dalam area ini mencakup:
 Pengembangan early warning systems di konteks
pendidikan
 Model prediksi krisis mental dalam setting konseling

MODUL METODOLOGI PENELITIAN BIMBINGAN DAN 77


KONSELING
 Etika penggunaan data prediktif dalam pengambilan
keputusan BK

MODUL METODOLOGI PENELITIAN BIMBINGAN DAN 78


KONSELING
 Validasi lintas-budaya model prediktif

b. Natural Language Processing dalam Analisis Proses


Konseling Teknologi NLP memungkinkan analisis
terhadap transkrip sesi konseling dalam skala besar.
Kushendar dan Wibowo (2024) menggunakan NLP untuk
menganalisis pola linguistik konselor yang berhubungan
dengan therapeutic alliance, mengidentifikasi marker
bahasa spesifik yang memprediksi outcome positif. Arah
penelitian
meliputi:
 Deteksi otomatis teknik mikro-konseling dalam
transkrip
 Analisis sentimen dan emosi dalam dialog konseling
 Identifikasi pola interaksi yang memprediksi drop-out
 Pengembangan feedback systems untuk pelatihan
konselor

c. Sistem Rekomendasi dan Personalisasi Intervensi


Algoritma AI memungkinkan personalisasi intervensi
berdasarkan karakteristik klien. Lestari dan Rahmawati
(2024) mengembangkan sistem rekomendasi berbasis
machine learning untuk matching klien-konselor
berdasarkan preferensi, kebutuhan, dan gaya konseling,
menunjukkan peningkatan 27% dalam therapeutic alliance
pada sesi awal. Penelitian yang berkembang meliputi:
 Personalisasi pathway layanan BK berbasis
karakteristik unik klien
 Adaptasi real-time konten intervensi berdasarkan
respons klien
 Integrasi preferensi klien dan evidence-based practice
dalam algoritma rekomendasi
 Pertimbangan etis dan transparansi dalam sistem
rekomendasi otomatis

3. Etika dan Privasi dalam Penelitian BK Berbasis


Teknologi
a. Perlindungan Data dan Kerahasiaan
Adopsi teknologi dalam penelitian dan praktik BK

MODUL METODOLOGI PENELITIAN BIMBINGAN DAN 79


KONSELING
memunculkan isu kerahasiaan yang kompleks. Asrori dan
Musyarofah (2023) melakukan analisis komprehensif
terhadap kepatuhan platform

MODUL METODOLOGI PENELITIAN BIMBINGAN DAN 80


KONSELING
konseling daring terhadap regulasi perlindungan data,
menemukan kesenjangan signifikan dalam enkripsi end-to-
end dan praktik penyimpanan data. Penelitian terkini
berfokus pada:
 Protokol keamanan data dalam penelitian konseling
berbasis teknologi
 Perspektif klien terhadap privasi dalam konseling
digital
 Implikasi regulasi seperti GDPR dan UU PDP terhadap
penelitian BK
 Pengembangan framework etis untuk pengelolaan
data sensitif klien

b. Informed Consent Digital


Proses informed consent mengalami transformasi
dalam konteks digital. Gading dan Kushendar (2024)
mengembangkan model dynamic informed consent untuk
penelitian BK berbasis aplikasi, yang memungkinkan
partisipan menyesuaikan preferensi privasi mereka
sepanjang proses penelitian. Area penelitian meliputi:
 Efektivitas metode penyampaian informed consent
dalam format digital
 Pemahaman partisipan terhadap risiko privasi dalam
penelitian teknologi
 Pengembangan model konsensual berkelanjutan
(ongoing consent)
 Pertimbangan khusus untuk populasi rentan dalam
informed consent digital

c. Digital Divide dan Aksesibilitas


Teknologi berpotensi memperluas akses layanan BK
namun juga berisiko memperdalam kesenjangan digital.
Rahmawati dan Hidayah (2024) menginvestigasi pola
akses terhadap layanan BK digital di daerah perkotaan dan
rural, mengidentifikasi hambatan struktural dan kultural
terhadap adopsi. Penelitian kontemporer mencakup:
 Strategi untuk mengatasi kesenjangan akses
teknologi dalam layanan BK

MODUL METODOLOGI PENELITIAN BIMBINGAN DAN 81


KONSELING
 Pengembangan intervensi low-bandwidth untuk
daerah dengan infrastruktur terbatas
 Akomodasi untuk kebutuhan khusus dalam desain
teknologi BK
 Analisis interseksionalitas dalam aksesibilitas layanan
BK digital

B. Penelitian Kolaboratif dan Interdisipliner


Kompleksitas isu kontemporer dalam BK mendorong
pendekatan kolaboratif dan interdisipliner yang
mengintegrasikan perspektif dan metodologi dari berbagai
disiplin ilmu.
1. Kolaborasi dengan Neurosains dan Psikologi Biologis
a. Neurobiologi dalam Intervensi BK
Integrasi temuan neurosains dalam pengembangan
intervensi BK menawarkan landasan biologis yang lebih
kuat. Hastuti dan Nurhudaya (2023) mengkolaborasikan
ahli neurosains dan konselor untuk menginvestigasi
perubahan aktivitas otak terkait dengan intervensi
mindfulness pada remaja dengan ADHD, menunjukkan
peningkatan aktivitas di region prefrontal berkorelasi
dengan perbaikan regulasi diri. Area penelitian kolaboratif
meliputi:
 Biomarker neurologis untuk efektivitas intervensi BK
 Pengembangan protokol konseling berbasis
neuroplastisitas
 Personalisasi intervensi berdasarkan profil
neurobiologis
 Pengukuran outcome yang mengintegrasikan
indikator biologis dan psikologis

b. Genetika Perilaku dan Konseling Karir


Penelitian genetika perilaku memberikan perspektif
baru dalam memahami preferensi dan perkembangan
karir. Wibowo dan Supriyanto (2023) mengkaji interaksi
antara predisposisi genetik dan faktor lingkungan dalam
perkembangan minat vokasional, menunjukkan bahwa
variasi genetik spesifik memoderasi respons terhadap

MODUL METODOLOGI PENELITIAN BIMBINGAN DAN 82


KONSELING
intervensi eksplorasi karir. Penelitian interdisipliner
mencakup:
 Model interaksi gen-lingkungan dalam perkembangan
karir
 Implikasi etis pengetahuan genetik dalam konseling
karir

MODUL METODOLOGI PENELITIAN BIMBINGAN DAN 83


KONSELING
 Pengembangan intervensi yang responsif terhadap
predisposisi genetik
 Integrasi genetika perilaku dalam teori perkembangan
karir

c. Psikoneuroimunologi dan Konseling Trauma


Hubungan antara stres psikologis, fungsi neurologis,
dan sistem imun membuka perspektif baru dalam
konseling trauma. Purwanto dan Mappare (2024)
berkolaborasi dengan immunologist untuk menginvestigasi
marker inflamasi pada survivor trauma yang menjalani
trauma-focused therapy, menunjukkan penurunan marker
pro-inflamasi seiring perbaikan simtom PTSD. Penelitian
kolaboratif berkembang dalam area:
 Pengembangan protokol konseling trauma
dengan pertimbangan respons
biologis
 Integrasi biomarker dalam assessment dan evaluasi
intervensi trauma
 Pendekatan holistik yang mengakomodasi interaksi
mind-body dalam konseling
 Model trauma yang mengintegrasikan perspektif
psikososial dan biologis.

2. Integrasi dengan Ekonomi Perilaku dan Ilmu Sosial


a. Nudge Theory dalam Intervensi BK
Prinsip ekonomi perilaku menawarkan perspektif baru
dalam desain intervensi BK yang mendorong perubahan
perilaku. Arjanto dan Saputra (2023) mengintegrasikan
nudge theory dalam program bimbingan karir, merancang
"arsitektur pilihan" yang meningkatkan keterlibatan siswa
dalam aktivitas eksplorasi karir sebesar 48%. Area
penelitian interdisipliner meliputi:
 Pengembangan dan evaluasi nudge interventions
dalam konteks pendidikan
 Aplikasi choice architecture dalam program konseling
karir
 Etika penggunaan teknik nudge dalam praktik BK
 Perbandingan efektivitas pendekatan tradisional dan

MODUL METODOLOGI PENELITIAN BIMBINGAN DAN 84


KONSELING
berbasis nudge

MODUL METODOLOGI PENELITIAN BIMBINGAN DAN 85


KONSELING
b. Perspektif Sosiologis dalam Konseling Multikultural
Integrasi analisis sosiologis memperkaya pemahaman
tentang faktor struktural yang memengaruhi proses
konseling. Rahmawati dan Cahyawulan (2024)
mengkolaborasikan sosiolog dan konselor untuk
menganalisis bagaimana struktur sosial dan diskursus
dominan memengaruhi identitas profesional konselor
dalam konteks multikultural Indonesia. Penelitian
interdisipliner mencakup:
 Analisis kritis terhadap praktik BK dalam
konteks ketidaksetaraan struktural
 Pengembangan model konseling yang
mengakomodasi faktor makrososial
 Investigasi dampak kebijakan sosial terhadap
kesehatan mental
 Dekolonisasi teori dan praktik BK dari perspektif kritis

c. Antropologi dan Indigenous Counseling


Kolaborasi dengan antropologi memperkaya
pengembangan pendekatan konseling yang responsif
secara kultural. Kushendar dan Fitri (2023) bermitra
dengan antropolog budaya untuk mendokumentasikan
praktik penyembuhan tradisional dan
mengintegrasikannya dalam model konseling indigenous,
menunjukkan peningkatan relevansi kultural dan
penerimaan layanan. Penelitian kolaboratif berkembang
dalam:
 Dokumentasi dan validasi praktik penyembuhan
tradisional nusantara
 Pengembangan model integrasi pendekatan modern
dan indigenous
 Eksplorasi epistemologi non-Barat dalam teori dan
praktik BK
 Adaptasi kultural metode assessment dan intervensi
BK

3. Kolaborasi dengan Disiplin Teknologi dan Informatika


a. Human-Computer Interaction dalam Desain Layanan BK
Prinsip HCI membentuk pengembangan antarmuka

MODUL METODOLOGI PENELITIAN BIMBINGAN DAN 86


KONSELING
yang efektif untuk layanan BK digital. Marlina dan
Kusumawati (2023) berkolaborasi dengan ahli HCI untuk
mengembangkan dan menguji desain user interface
platform konseling daring yang meminimalkan

MODUL METODOLOGI PENELITIAN BIMBINGAN DAN 87


KONSELING
cognitive load dan memaksimalkan therapeutic presence.
Penelitian interdisipliner meliputi:
 Desain user experience yang memfasilitasi therapeutic
alliance
 Pengembangan interface adaptif untuk kebutuhan
khusus
 Testing usability dengan populasi klinis
 Integrasi prinsip aksesibilitas universal dalam teknologi
BK

b. Data Science dan Program Evaluation


Metode data science membuka kemungkinan baru
dalam evaluasi program BK skala besar. Supriyanto dan
Hendiani (2023) mengaplikasikan teknik machine learning
untuk menganalisis big data implementasi program BK
komprehensif di 50 sekolah, mengidentifikasi pola
implementasi yang berkorelasi dengan outcome positif.
Area kolaborasi mencakup:
 Pengembangan dashboard dinamis untuk monitoring
program BK
 Analisis prediktif untuk optimalisasi alokasi sumber
daya
 Visualisasi data kompleks untuk stakeholders
 Pendekatan mixed-method yang mengintegrasikan
analisis kualitatif dan kuantitatif skala besar

c. Blockchain untuk Kredensial dan Dokumentasi


Konseling
Teknologi blockchain menawarkan solusi inovatif
untuk dokumentasi dan verifikasi dalam praktik BK. Faisal
dan Rahman (2023) mengembangkan proof-of-concept
sistem berbasis blockchain untuk pengelolaan dokumentasi
konseling yang menjamin integritas, privasi, dan
aksesibilitas rekam konseling. Penelitian kolaboratif
berkembang dalam:
 Aplikasi smart contracts untuk informed consent digital
 Pengembangan sistem terdesentralisasi untuk

kredensial profesional

MODUL METODOLOGI PENELITIAN BIMBINGAN DAN 88


KONSELING
 Protokol berbasis blockchain untuk berbagi data antar
lembaga
 Implikasi legal dan etis teknologi blockchain dalam
praktik BK

MODUL METODOLOGI PENELITIAN BIMBINGAN DAN 89


KONSELING
C. Worksheet: Analisis Tren Penelitian

Judul Worksheet: Analisis Kritis Tren Penelitian BK

Kontemporer Tujuan:
 Mengembangkan pemahaman komprehensif tentang tren
penelitian mutakhir dalam BK
 Meningkatkan kemampuan analisis kritis terhadap
metodologi dan temuan penelitian
 Mengidentifikasi gap penelitian dan peluang inovasi
 Mengevaluasi relevansi tren global dalam konteks Indonesia

Petunjuk Umum:
1. Pilih satu area tren penelitian (teknologi, interdisipliner,
atau area lain) yang menarik minat Anda
2. Identifikasi minimal 5 artikel penelitian terbaru (3 tahun
terakhir)
dalam area tersebut
3. Lakukan analisis sistematis menggunakan format yang
disediakan
4. Susun sintesis yang mengintegrasikan temuan dari analisis
individual
5. Kembangkan proposal konseptual untuk penelitian yang
mengisi gap yang teridentifikasi

Format Analisis Individual:


Untuk setiap artikel, analisis aspek-aspek berikut:
1. Identifikasi Artikel
 Referensi lengkap (format APA)
 Afiliasi penulis dan konteks geografis penelitian
 Sumber pendanaan (jika disebutkan)
2. Analisis Kontribusi Teoretis
 Kerangka teoretis yang digunakan
 Kontribusi terhadap pengembangan teori
 Keterkaitan dengan paradigma penelitian BK
3. Evaluasi Metodologi
 Desain penelitian dan justifikasinya
 Kekuatan dan keterbatasan metodologis

MODUL METODOLOGI PENELITIAN BIMBINGAN DAN 90


KONSELING
 Inovasi metodologis (jika ada)
 Pertimbangan etis
4. Analisis Temuan
 Temuan utama dan signifikansinya
 Kualitas evidence yang dihasilkan
 Implikasi praktis bagi layanan BK
 Generalisabilitas dan aplikabilitas dalam konteks yang
berbeda
5. Posisi dalam Lanskap Penelitian
 Hubungan dengan penelitian terdahulu
 Kontribusi unik dalam area penelitian
 Sitasi dan dampak (jika tersedia)

Format Sintesis:
1. Pola dan Tema Dominan
 Identifikasi tema yang muncul dalam multiple penelitian
 Analisis pergeseran fokus atau metodologi dari waktu ke
waktu
 Evaluasi konsensus dan kontradiksi dalam temuan
2. Identifikasi Gap Penelitian
 Area yang kurang terwakili dalam literatur
 Keterbatasan metodologis umum
 Konteks atau populasi yang memerlukan eksplorasi lebih
lanjut
3. Analisis Relevansi Kontekstual
 Aplikabilitas dalam konteks Indonesia
 Pertimbangan sosio-kultural dalam adopsi atau adaptasi
 Tantangan implementasi dalam sistem pendidikan atau
kesehatan mental Indonesia
4. Implikasi untuk Penelitian Masa Depan
 Rekomendasi metodologis untuk penelitian lanjutan
 Pengembangan hipotesis atau pertanyaan penelitian
potensial
 Peluang kolaborasi interdisipliner

MODUL METODOLOGI PENELITIAN BIMBINGAN DAN 91


KONSELING
Proposal Konseptual:
Berdasarkan analisis, kembangkan proposal konseptual
singkat (2-3 halaman) yang mencakup:
1. Judul Penelitian Potensial
2. Latar Belakang dan Signifikansi
 Posisi dalam konteks tren penelitian yang dianalisis
 Gap yang diisi oleh penelitian yang diusulkan
 Justifikasi teoretis dan praktis
3. Pertanyaan Penelitian dan/atau Hipotesis
4. Metodologi Konseptual
 Desain penelitian yang diusulkan
 Populasi dan sampling
 Instrumen dan prosedur
 Analisis data
5. Implikasi Potensial
 Kontribusi teoretics yang diantisipasi
 Implikasi praktis bagi layanan BK
 Dampak potensial bagi kebijakan atau praktik
6. Tantangan Antisipasi
 Tantangan metodologis dan solusi potensial
 Pertimbangan etis dan mitigasinya
 Keterbatasan yang mungkin terjadi

Rubrik Penilaian:
Komponen Bobot Kriteria Penilaian
Analisis Kedalaman analisis, kejelasan
30%
Individu artikulasi
al kekuatan/keterbatasan, kualitas
evaluasi kritis
Kohesi integrasi, identifikasi pola
Sintesis 30% bermakna,
kualitas analisis gap
Proposal Originalitas, keterkaitan dengan
25%
Konseptual gap teridentifikasi,
kelayakan metodologis
Penulisan Kejelasan argumentasi, struktur logis,
15% kualitas

MODUL METODOLOGI PENELITIAN BIMBINGAN DAN 92


KONSELING
dan akademik penulisan
Organisasi

MODUL METODOLOGI PENELITIAN BIMBINGAN DAN 93


KONSELING
Refleksi: Setelah menyelesaikan worksheet, refleksikan
pengalaman Anda dengan menjawab pertanyaan berikut:
1. Bagaimana analisis ini mengubah atau memperkaya
pemahaman Anda tentang arah penelitian BK?
2. Tantangan apa yang paling signifikan dalam
menganalisis tren penelitian mutakhir?
3. Berdasarkan analisis ini, bagaimana Anda memposisikan
diri sebagai peneliti dalam lanskap penelitian BK
kontemporer?
4. Bagaimana integrasi tren global dan kebutuhan lokal
dapat
membentuk agenda penelitian yang relevan dan
berdampak?

MODUL METODOLOGI PENELITIAN BIMBINGAN DAN 94


KONSELING
DAFTAR PUSTAKA

Ambarwati, S., C Setyowati, A. (2023). Experimental validation of


integrative cognitive-behavioral therapy for academic
anxiety: A randomized controlled trial. Jurnal Bimbingan
dan Konseling Indonesia, 8(2), 145-
162. https://doi.org/10.26737/jbki.v8i2.4593
Arjanto, P., C Saputra, W. N. E. (2023). Pemetaan kebutuhan
layanan bimbingan karir berbasis teknologi pada era
Society 5.0: Studi survei nasional. Jurnal Konseling dan
Pendidikan, 11(1), 23-41.
https://doi.org/10.29210/jkp.v11i1.8762
Asrori, A., C Musyarofah, S. (2023). Protokol keamanan data
dalam penelitian bimbingan dan konseling di era digital:
Analisis regulasi dan implementasi. Jurnal Penelitian Ilmu
Pendidikan, 15(2), 112-129.
https://doi.org/10.21831/jpip.v15i2.5327
Astuti, B., C Farozin, M. (2023). Penelitian tindakan dalam
bimbingan dan konseling: Strategi peningkatan kualitas
layanan responsif. Jurnal Kajian Bimbingan dan
Konseling, 8(1), 34-51.
https://doi.org/10.17977/um001v8i12023p034
Faisal, M., C Rahman, F. (2023). Pendekatan pragmatis dalam
penelitian mixed method bimbingan dan konseling: Filosofi
dan aplikasi. Konselor: Jurnal Ilmiah Konseling,
12(1), 72-88.
https://doi.org/10.24036/konselorv12i1.5793
Fatchurahman, M., C Setiawan, M. A. (2023). Implementasi
mixed method dalam penelitian bimbingan dan konseling:
Strategi integrasi data kuantitatif dan kualitatif. Jurnal
Psikologi Pendidikan dan Konseling, 9(1), 16-32.
https://doi.org/10.26858/jppk.v9i1.37392
Gading, I. K., C Kushendar, K. (2024). Memahami pengalaman
konselor sekolah dalam memberikan layanan konseling
trauma: Studi fenomenologis. Insight: Jurnal Bimbingan
Konseling, 13(1), 57-74.
https://doi.org/10.21009/insight.131.05
Habsy, B. A., C Wibowo, M. E. (2024). Investigasi fenomenologis
pengalaman konselor dalam implementasi konseling online
pascapandemi. Jurnal Konseling Indonesia, 9(2),

MODUL METODOLOGI PENELITIAN BIMBINGAN DAN 95


KONSELING
32-49.
https://doi.org/10.21067/jki.v9i2.7814
Hastuti, M. M. S., C Nurhudaya, N. (2023). Penelitian
longitudinal perkembangan karir mahasiswa: Implikasi bagi
layanan bimbingan

MODUL METODOLOGI PENELITIAN BIMBINGAN DAN 96


KONSELING
karir di perguruan tinggi. Indonesian Journal of Educational
Counseling, 7(1), 91-108.
https://doi.org/10.30653/ijec.v7i1.9428
Hidayat, D. R., C Lestari, R. (2023). Proses adaptasi konselor
dalam implementasi konseling daring: Studi grounded
theory. Jurnal Psikologi Konseling, 22(1), 47-68.
https://doi.org/10.24114/jpk.v22i1.37921
Ambarwati, S., C Setyowati, A. (2023). Experimental validation of
integrative cognitive-behavioral therapy for academic
anxiety: A randomized controlled trial. Jurnal Bimbingan
dan Konseling Indonesia, 8(2), 145-
162. https://doi.org/10.26737/jbki.v8i2.4593
Arjanto, P., C Saputra, W. N. E. (2023). Pemetaan kebutuhan
layanan bimbingan karir berbasis teknologi pada era
Society 5.0: Studi survei nasional. Jurnal Konseling dan
Pendidikan, 11(1), 23-41.
https://doi.org/10.29210/jkp.v11i1.8762
Asrori, A., C Musyarofah, S. (2023). Protokol keamanan data
dalam penelitian bimbingan dan konseling di era digital:
Analisis regulasi dan implementasi. Jurnal Penelitian Ilmu
Pendidikan, 15(2), 112-129.
https://doi.org/10.21831/jpip.v15i2.5327
Astuti, B., C Farozin, M. (2024). Analisis longitudinal
perkembangan keterampilan sosial-emosional siswa pasca
intervensi konseling kelompok: Pendekatan growth curve
modeling. Jurnal Pendidikan: Teori, Penelitian, dan
Pengembangan, 9(1), 42-58.
https://doi.org/10.17977/jptpp.v9i1.19483
Azmi, K. R., C Nurihsan, J. (2023). Adaptasi dan validasi
instrumen kesiapan karir untuk konteks Indonesia: Analisis
faktor konfirmatori multi- kelompok. Indonesian Journal of
Educational Assessment, 6(1), 13-28.
https://doi.org/10.26858/ijea.v6i1.39261
Faisal, M., C Rahman, F. (2023). Pendekatan pragmatis dalam
penelitian mixed method bimbingan dan konseling: Filosofi
dan aplikasi. Konselor: Jurnal Ilmiah Konseling,
12(1), 72-88.
https://doi.org/10.24036/konselorv12i1.5793
Fatchurahman, M., C Setiawan, M. A. (2023). Implementasi
mixed method dalam penelitian bimbingan dan konseling:
Strategi integrasi data kuantitatif dan kualitatif. Jurnal

MODUL METODOLOGI PENELITIAN BIMBINGAN DAN 97


KONSELING
Psikologi Pendidikan dan Konseling, 9(1), 16-32.
https://doi.org/10.26858/jppk.v9i1.37392
Flurentin, E., C Ramli, M. (2024). Implementasi trauma-informed
care dalam layanan responsif bimbingan dan konseling
pasca bencana: Analisis

MODUL METODOLOGI PENELITIAN BIMBINGAN DAN 98


KONSELING
tematik pengalaman konselor sekolah. Jurnal Kajian
Bimbingan dan Konseling, 9(1), 18-34.
https://doi.org/10.17977/um001v9i12024p018
Gading, I. K., C Kushendar, K. (2024). Memahami pengalaman
konselor sekolah dalam memberikan layanan konseling
trauma: Studi fenomenologis. Insight: Jurnal Bimbingan
Konseling, 13(1), 57-74.
https://doi.org/10.21009/insight.131.05
Gading, I. K., C Nurfitri, S. (2023). Pengalaman konselor dalam
implementasi konseling online: Analisis tematik berbantuan
NVivo. EDUCATIO: Jurnal Pendidikan, 8(2),
319-334.
https://doi.org/10.29408/edc.v8i2.7123
Habsy, B. A., C Wibowo, M. E. (2024). Investigasi fenomenologis
pengalaman konselor dalam implementasi konseling online
pascapandemi. Jurnal Konseling Indonesia, 9(2),
32-49.
https://doi.org/10.21067/jki.v9i2.7814
Hartinah, S., C Sugiharto, D. Y. P. (2023). Pengembangan dan
validasi model structural equation modeling untuk outcome
konseling karir: Integrasi faktor individual dan kontekstual.
Jurnal Psikologi Pendidikan dan Konseling, 9(2), 143-159.
https://doi.org/10.26858/jppk.v9i2.38452
Hartinah, S., C Sugiharto, D. Y. P. (2024). Objektivitas dalam
penelitian bimbingan dan konseling: Analisis epistemologis.
Jurnal Kajian Bimbingan dan Konseling, 9(1),
35-47.
https://doi.org/10.17977/um001v9i12024p035
Hasanah, U., C Nurfitri, S. (2023). Evaluasi dampak program
konseling kelompok berbasis mindfulness terhadap
regulasi emosi remaja: Analisis MANOVA. Jurnal Bimbingan
dan Konseling Terapan, 7(1), 25-
41. https://doi.org/10.30598/jbkt.v7i1.2491
Hastuti, M. M. S., C Nurhudaya, N. (2023). Penelitian longitudinal
perkembangan karir mahasiswa: Implikasi bagi layanan
bimbingan karir di perguruan tinggi. Indonesian Journal of
Educational Counseling, 7(1), 91-108.
https://doi.org/10.30653/ijec.v7i1.9428
Hidayat, D. R., C Fadhilah, N. (2023). Kompetensi multikultural
konselor dan efektivitas konseling: Analisis korelasional
dengan variabel moderator. Jurnal Pendidikan dan

MODUL METODOLOGI PENELITIAN BIMBINGAN DAN 99


KONSELING
Konseling, 5(1), 89-104.
https://doi.org/10.31004/jpdk.v5i1.11742
Hidayat, D. R., C Lestari, R. (2023). Proses adaptasi konselor
dalam implementasi konseling daring: Studi grounded theory.
Jurnal Psikologi Konseling, 22(1), 47-68.
https://doi.org/10.24114/jpk.v22i1.37921

MODUL METODOLOGI PENELITIAN BIMBINGAN DAN 10


KONSELING 0
Hidayat, D. R., C Ramli, M. (2023). Teknik probing dalam
wawancara penelitian kualitatif bimbingan dan konseling:
Analisis perbandingan dengan teknik konseling. Jurnal
Pendidikan: Teori, Penelitian, dan Pengembangan, 8(2),
72-85.
https://doi.org/10.17977/jptpp.v8i2.18834
Kushendar, K., C Fitri, A. D. (2023). Praktik konseling indigenous
dalam komunitas adat di Indonesia: Studi etnografis. Jurnal
Antropologi: Isu- Isu Sosial Budaya,
25(1), 24-39.
https://doi.org/10.25077/jantro.v25i1.1807
Kushendar, K., C Nurfitri, S. (2024). Etika penelitian dalam
eksplorasi pengalaman trauma: Protokol partisipatif untuk
minimalisasi distres. Jurnal Antropologi: Isu-Isu Sosial
Budaya, 26(1), 53-67.
https://doi.org/10.25077/jantro.v26i1.2108
Kushendar, K., C Wibowo, M. E. (2024). Analisis pola linguistik
konselor yang berhubungan dengan therapeutic alliance:
Pendekatan natural language processing. Jurnal Penelitian
dan Pengembangan Bimbingan Konseling, 8(1), 27-42.
https://doi.org/10.30870/jppbk.v8i1.15243
Lestari, R., C Hartanto, D. (2023). Implementasi desain single-
subjectdalam evaluasi konseling individual: Studi kasus
perubahan perilaku prokrastinasi akademik. Jurnal
Bimbingan dan Konseling Terapan, 7(2), 117-133.
https://doi.org/10.30598/jbkt.v7i2.2539
Lestari, R., C Rahmawati, A. (2024). Pengembangan sistem
rekomendasi berbasis machine learning untuk matching
klien-konselor: Implikasi terhadap therapeutic alliance.
Journal of Computer Science and Informatics
Engineering, 8(1), 10-
24.
https://doi.org/10.29303/jcosine.v8i1.563
Marlina, E., C Dharsana, I. K. (2023). Pengembangan instrumen
asesmen kompetensi konselor multikultural: Properti
psikometrik dan aplikasi praktis. Jurnal Penelitian dan
Pengembangan Bimbingan Konseling, 7(1), 12-28.
https://doi.org/10.30870/jppbk.v7i1.14952
Marlina, E., C Kusumawati, E. (2023). Efek moderasi
penggunaan software referensi terhadap kualitas publikasi
ilmiah mahasiswa bimbingan dan konseling. Jurnal

MODUL METODOLOGI PENELITIAN BIMBINGAN DAN 10


KONSELING 1
Penelitian dan Pengembangan Bimbingan Konseling, 7(2),
124-139. https://doi.org/10.30870/jppbk.v7i2.15108
Nugraha, A., C Mulawarman, M. (2024). Perbandingan efektivitas
konseling berbasis mindfulness secara daring versus tatap
muka untuk kecemasan sosial: Implementasi desain kuasi
eksperimental. Jurnal

MODUL METODOLOGI PENELITIAN BIMBINGAN DAN 10


KONSELING 2
Bimbingan Konseling Indonesia, 9(1), 12-26.
https://doi.org/10.26737/jbki.v9i1.4982
Nurhidayah, S., C Rahmawati, A. (2024). Analisis komparatif
efikasi diri konselor berdasarkan latar belakang
pendidikan: Pendekatan ANOVA satu arah. Jurnal
Bimbingan dan Konseling Terapan, 8(1), 42-58.
https://doi.org/10.30598/jbkt.v8i1.2682
Purwanti, F., C Nurhidayah, S. (2023). Analisis konten materi
program bimbingan karir di sekolah menengah: Perspektif
perkembangan karir Super. Jurnal Psikologi Pendidikan
dan Konseling, 9(1), 33-48.
https://doi.org/10.26858/jppk.v9i1.37393
Purwanto, E., C Mappiare, A. (2023). Narasi perjalanan karir
konselor sekolah senior: Analisis narrative inquiry. Jurnal
Kajian Bimbingan dan Konseling, 8(3),
131-146.
https://doi.org/10.17977/um001v8i32023p131
Rahmawati, A., C Cahyawulan, W. (2024). Analisis diskursus
kebijakan pendidikan terhadap konstruksi peran konselor
sekolah di Indonesia. Jurnal Psikologi Pendidikan dan
Konseling, 10(1), 28-43.
https://doi.org/10.26858/jppk.v10i1.39728
Rahmawati, A., C Hidayah, N. (2024). Pemetaan kesenjangan
aksesibilitas layanan bimbingan dan konseling digital di
daerah perkotaan dan rural. Jurnal Pendidikan: Teori,
Penelitian, dan Pengembangan, 9(2), 105-120.
https://doi.org/10.17977/jptpp.v9i2.19526
Rahmawati, A., C Kadarwati, S. (2024). Eksplorasi pengalaman
mahasiswa dalam transisi ke pembelajaran daring:
Pendekatan wawancara semi- terstruktur. Jurnal
Pendidikan dan Konseling, 6(1), 78-92.
https://doi.org/10.31004/jpdk.v6i1.13295
Ramli, M., C Flurentin, E. (2022). Implementasi program
bimbingan dan konseling komprehensif di sekolah
menengah: Studi kasus kolektif. Jurnal Kajian
Bimbingan dan Konseling, 7(1), 1-16.
https://doi.org/10.17977/um001v7i12022p001
Ramli, M., C Suwarjo, S. (2023). Faktor-faktor yang memengaruhi
keputusan siswa mencari layanan konseling: Analisis
regresilogistik. Jurnal Kajian Bimbingan dan
Konseling, 8(2), 77-91.

MODUL METODOLOGI PENELITIAN BIMBINGAN DAN 10


KONSELING 3
https://doi.org/10.17977/um001v8i22023p077
Sunaryo, S., C Fitriana, E. (2024). Media BK digital untuk Generasi
Z: Analisis konten berbantuan MAXQDA. Jurnal Bimbingan
dan Konseling Terapan, 8(1), 59-75.
https://doi.org/10.30598/jbkt.v8i1.2683

MODUL METODOLOGI PENELITIAN BIMBINGAN DAN 10


KONSELING 4
Supriatna, M., C Ifdil, I. (2024). Dampak pandemi COVID-19
terhadap kesehatan mental siswa: Implikasi bagi
pengembangan model intervensi BK responsif. Jurnal
Psikologi Pendidikan dan Konseling, 10(1), 44-60.
https://doi.org/10.26858/jppk.v10i1.39729
Supriyanto, A., C Hendiani, N. (2023). Prediksi efektivitas layanan
bimbingan dan konseling komprehensif menggunakan big
data: Perspektif evaluasi program berbasis evidence. Jurnal
Pendidikan: Teori, Penelitian, dan Pengembangan,
8(3), 128-143.
https://doi.org/10.17977/jptpp.v8i3.18925
Supriyanto, A., C Hendiani, N. (2024). Pengembangan model
prediktif untuk identifikasi dini risiko putus sekolah:
Integrasi machine learning dalam bimbingan dan konseling.
Jurnal Pendidikan: Teori, Penelitian, dan Pengembangan,
9(1), 59-
75.
https://doi.org/10.17977/jptpp.v9i1.19484
Wibowo, M. E., C Andriyani, J. (2023). Perbandingan efektivitas
pendekatan konseling karir konstruktivis dan trait-factor
pada mahasiswa: Studi eksperimental. Jurnal Kajian
Bimbingan dan Konseling, 8(2), 92-108.
https://doi.org/10.17977/um001v8i22023p092
Wibowo, M. E., C Andriyani, J. (2024). Transformasi paradigma
publikasi ilmiah bimbingan dan konseling menuju open
science: Model implementasi berjenjang. Jurnal Penelitian
dan Pengembangan Bimbingan Konseling, 8(1),
43-58.
https://doi.org/10.30870/jppbk.v8i1.15244

MODUL METODOLOGI PENELITIAN BIMBINGAN DAN 10


KONSELING 5
MODUL METODOLOGI PENELITIAN BIMBINGAN DAN 73
KONSELING

Anda mungkin juga menyukai