HALAMAN SAMPUL
MODUL METODOLOGI PENELITIAN BIMBINGAN DAN
KONSELING i
MODUL
METODOLOGI
PENELITIAN
BIMBINGAN DAN KONSELING
Disusun oleh:
Dr. Dody Hartanto, M.Pd.
PROGRAM STUDI MAGISTER BIMBINGAN DAN
KONSELING FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU
PENDIDIKAN UNIVERSITAS AHMAD DAHLAN
2024
DAFTAR ISI
HALAMAN SAMPUL......................................................................................i
HALAMAN JUDUL.........................................................................................ii
DAFTAR ISI.....................................................................................................iii
PENDAHULUAN.............................................................................................1
A. Definisi dan Ruang Lingkup Metodologi Penelitian dalam BK
..................................................................................................................1
B. Perkembangan Terkini Penelitian dalam BK..............................1
C. Etika Penelitian dalam BK...............................................................2
PARADIGMA PENELITIAN DALAM BIMBINGAN DAN
KONSELING.....................................................................................................4
A. Penelitian Kuantitatif, Kualitatif, dan Mixed Method...............4
B. Kerangka Filosofis Penelitian.........................................................5
C. Worksheet: Analisis Paradigma Penelitian................................7
DESAIN PENELITIAN DALAM BIMBINGAN DAN KONSELING
...............................................................................................................................G
A. Desain Penelitian Eksperimental..................................................9
B. Desain Penelitian Non-Eksperimental......................................10
C. Desain Penelitian Kualitatif..........................................................11
D. Penelitian Tindakan Bimbingan dan Konseling.....................12
TEKNIK PENGUMPULAN DATA..........................................................14
A. Wawancara Mendalam dalam Penelitian BK.........................14
B. Observasi dan Dokumentasi.......................................................15
C. Pengembangan Instrumen Penelitian.......................................17
D. Worksheet: Merancang Instrumen Penelitian.........................19
ANALISIS DATA DALAM PENELITIAN BK.....................................21
A. Analisis Data Kuantitatif................................................................21
B. Analisis Data Kualitatif..................................................................24
MODUL METODOLOGI PENELITIAN BIMBINGAN DAN iii
KONSELING
C. Pemanfaatan Aplikasi Analisis Data Terkini..........................26
D. Worksheet: Latihan Analisis Data.............................................29
PENULISAN PROPOSAL DAN LAPORAN PENELITIAN...........31
A. Struktur Proposal Penelitian........................................................31
B. Teknik Penulisan Ilmiah.................................................................37
C. Publikasi Hasil Penelitian..............................................................43
D. Worksheet: Outline Proposal Penelitian....................................49
TREN DAN ISU MUTAKHIR PENELITIAN DALAM BK..............55
A. Penelitian Berbasis Teknologi.....................................................55
B. Penelitian Kolaboratif dan Interdisipliner................................59
C. Worksheet: Analisis Tren Penelitian..........................................63
DAFTAR PUSTAKA....................................................................................67
MODUL METODOLOGI PENELITIAN BIMBINGAN DAN iv
KONSELING
PENDAHULUAN
A. Definisi dan Ruang Lingkup Metodologi Penelitian
dalam BK
Metodologi penelitian dalam Bimbingan dan Konseling
(BK) merupakan serangkaian metode ilmiah yang digunakan
untuk mengkaji fenomena, permasalahan, dan solusi dalam
konteks layanan bimbingan dan konseling. Dalam ranah
pendidikan tinggi, khususnya pada jenjang magister, penguasaan
metodologi penelitian menjadi kompetensi fundamental bagi
calon konselor profesional dan peneliti di bidang BK. Metodologi
penelitian tidak hanya menyangkut teknik pengumpulan dan
analisis data, tetapi juga kerangka berpikir ilmiah yang
mendasari seluruh proses penelitian.
Ruang lingkup metodologi penelitian dalam BK mencakup
berbagai aspek, mulai dari perumusan masalah penelitian yang
relevan dengan konteks BK, pemilihan pendekatan dan metode
yang sesuai, hingga teknik analisis dan interpretasi data. Dalam
konteks Indonesia, penelitian BK juga perlu mempertimbangkan
aspek budaya, sosial, dan kebijakan pendidikan nasional yang
memengaruhi implementasi layanan BK.
Seperti dinyatakan oleh Rahardjo dan Zamroni (2022),
penelitian dalam BK bukan sekadar aktivitas akademik, tetapi
juga berkontribusi pada pengembangan praktik profesional dan
peningkatan kualitas layanan. Modul ini dirancang untuk
membekali mahasiswa program magister BK dengan landasan
teoretis dan keterampilan praktis dalam melakukan penelitian
yang berkualitas dan bermanfaat bagi pengembangan profesi
BK di Indonesia.
B. Perkembangan Terkini Penelitian dalam BK
Penelitian dalam bidang BK telah mengalami perkembangan
signifikan dalam dekade terakhir, baik dalam hal paradigma,
metode, maupun fokus kajian. Beberapa perkembangan terkini
yang perlu diperhatikan oleh peneliti BK antara lain:
1. Integrasi Pendekatan Berbasis Bukti (Evidence-Based
Approach)
Tren global menunjukkan pergeseran menuju praktik BK
berbasis bukti yang mensyaratkan penggunaan metode
MODUL METODOLOGI PENELITIAN BIMBINGAN DAN 1
KONSELING
penelitian yang ketat untuk menghasilkan bukti empiris
tentang efektivitas intervensi BK. Penelitian Widiantoro dkk.
(2023), menunjukkan bahwa implementasi pendekatan
MODUL METODOLOGI PENELITIAN BIMBINGAN DAN 2
KONSELING
berbasis bukti dalam layanan BK di Indonesia masih
memerlukan penguatan, khususnya dalam aspek metodologi
penelitian yang digunakan.
2. Penelitian Berfokus pada Kesehatan Mental
Isu kesehatan mental menjadi fokus utama dalam
penelitian BK kontemporer, terutama pasca pandemi COVID-
19. Penelitian tentang strategi konseling untuk mengatasi
kecemasan, depresi, dan trauma telah meningkat secara
signifikan. Seperti dilaporkan oleh Supri atna dan Ifdil (2024),
terdapat kebutuhan mendesak untuk mengembangkan model
intervensi BK yang responsif terhadap isu kesehatan mental
di berbagai konteks pendidikan.
3. Pemanfaatan Teknologi dan Analitik Data
Kemajuan teknologi telah membuka peluang baru dalam
penelitian BK, termasuk penggunaan kecerdasan buatan,
analitik data besar (big data analytics), dan metode
pengumpulan data digital. Penelitian Pratama dan Kurniawan
(2023), menunjukkan potensi pemanfaatan teknologi dalam
meningkatkan presisi dan jangkauan penelitian BK di era
digital.
4. Penelitian Lintas Budaya dan Inklusi
Kesadaran akan pentingnya aspek budaya dan inklusi
dalam praktik BK telah mendorong berkembangnya penelitian
yang berfokus pada kompetensi multikultural konselor dan
layanan BK yang inklusif. Studi oleh Rahmawati dan Hidayah
(2024), menggarisbawahi pentingnya metodologi penelitian
yang sensitif budaya dalam konteks masyarakat Indonesia
yang majemuk.
C. Etika Penelitian dalam BK
Etika penelitian menjadi aspek krusial dalam penelitian BK,
mengingat sensitivitas isu yang diteliti dan keterlibatan subjek
manusia dalam proses penelitian. Prinsip-prinsip etika
penelitian yang perlu diperhatikan oleh peneliti BK meliputi:
1. Informed Consent
Setiap partisipan penelitian harus mendapatkan
informasi yang jelas tentang tujuan, proses, risiko, dan hak-
hak mereka dalam penelitian, serta memberikan
persetujuan secara sukarela untuk
MODUL METODOLOGI PENELITIAN BIMBINGAN DAN 3
KONSELING
berpartisipasi. Seperti ditekankan oleh Mappiare dan Hidayah
(2022), prosedur informed consent harus didokumentasikan
dengan baik dan menggunakan bahasa yang dipahami
partisipan.
2. Kerahasiaan dan Perlindungan Data
Peneliti wajib menjamin kerahasiaan data partisipan dan
melindungi identitas mereka. Dalam era digital, perlindungan
data menjadi semakin kompleks dan mensyaratkan protokol
keamanan yang ketat. Asrori dan Musyarofah (2023)
menekankan pentingnya kepatuhan terhadap regulasi
perlindungan data dalam penelitian BK yang melibatkan data
pribadi.
3. Penghindaran Kerugian (Non-maleficence)
Penelitian harus dirancang untuk meminimalkan potensi
kerugian fisik maupun psikologis pada partisipan. Ini
mencakup pertimbangan cermat terhadap desain
penelitian, protokol wawancara, dan pengelolaan situasi
yang berpotensi menimbulkan distres.
4. Sensitivitas Budaya dan Inklusivitas
Penelitian BK harus menghormati keragaman budaya,
status sosial, dan karakteristik personal partisipan. Metodologi
yang digunakan harus sensitif terhadap konteks budaya dan
menghindari bias yang dapat merugikan kelompok tertentu.
Penelitian Nuraeni dan Prasetya (2024), menggarisbawahi
pentingnya pendekatan metodologis yang inklusif dalam
penelitian BK di Indonesia.
5. Integritas Ilmiah
Peneliti BK dituntut untuk menjunjung tinggi kejujuran,
objektivitas, dan transparansi dalam seluruh tahapan
penelitian, mulai dari perencanaan hingga publikasi hasil.
Plagiarisme, fabrikasi data, dan praktik tidak etis lainnya
harus dihindari.
MODUL METODOLOGI PENELITIAN BIMBINGAN DAN 4
KONSELING
PARADIGMA PENELITIAN DALAM
BIMBINGAN DAN KONSELING
A. Penelitian Kuantitatif, Kualitatif, dan Mixed Method
Paradigma penelitian dalam BK mencakup tiga pendekatan
utama: kuantitatif, kualitatif, dan metode campuran (mixed
method). Masing- masing paradigma memilikiasumsi filosofis,
metodologi, dan kontribusi unik terhadap pengembangan
keilmuan dan praktik BK.
1. Paradigma Kuantitatif dalam Penelitian BK
Penelitian kuantitatif dalam BK berfokus pada
pengukuran dan analisis statistik untuk menguji hipotesis,
mengevaluasi efektivitas intervensi, atau mengidentifikasi
pola dan hubungan antar variabel. Menurut Supriyanto dan
Hendiani (2023), pendekatan kuantitatif sangat bermanfaat
untuk mengevaluasi program BK secara sistematis dan
menghasilkan data yang dapat digeneralisasi. Beberapa desain
penelitian kuantitatif yang umum digunakan dalam BK antara
lain:
a. Penelitian eksperimental dan kuasi-eksperimental untuk
menguji efektivitas intervensi,
b. Penelitian survei untuk memetakan persepsi, sikap, atau
perilaku
dalam skala besar,
c. Penelitian korelasional untuk mengidentifikasi
hubungan antar variabel,
d. Penelitian longitudinal untuk memahami
perkembangan dan perubahan dalam jangka
panjang.
2. Paradigma Kualitatif dalam Penelitian BK
Pendekatan kualitatif dalam penelitian BK
menekankan pada pemahaman mendalam tentang
pengalaman, perspektif, dan makna subjektif individu.
Menurut Gading dan Kushendar (2024), penelitian
kualitatif memungkinkan peneliti BK mengeksplorasi
kompleksitas fenomena konseling yang sulit diukur secara
kuantitatif, seperti proses terapeutik, dinamika relasi
MODUL METODOLOGI PENELITIAN BIMBINGAN DAN 5
KONSELING
konseling, atau pengalaman klien. Beberapa pendekatan
kualitatif yang relevan dalam penelitian BK meliputi:
a. Fenomenologi untuk memahami esensi pengalaman
konseling
MODUL METODOLOGI PENELITIAN BIMBINGAN DAN 6
KONSELING
b. Grounded theory untuk mengembangkan teori
berdasarkan data empiris
c. Etnografi untuk memahami praktik BK dalam
konteks budaya tertentu
d. Studi kasus untuk analisis mendalam terhadap kasus
konseling spesifik
e. Narrative inquiry untuk memahami cerita dan makna
personal dalam konteks konseling
3. Mixed Method dalam Penelitian BK
Pendekatan mixed method mengintegrasikan elemen
kuantitatif dan kualitatif untuk memperoleh pemahaman
komprehensif tentang fenomena yang diteliti. Menurut
Fatchurahman dan Setiawan (2023), pendekatan ini semakin
popular dalam penelitian BK karena kemampuannya
mengatasi keterbatasan masing-masing metode dan
menghasilkan pemahaman yang lebih holistik. Beberapa
desain mixed method yang sering digunakan dalam
penelitian BK antara lain:
a. Sequential explanatory design: pengumpulan dan
analisis data kuantitatif diikuti oleh fase kualitatif
b. Sequential exploratory design: pengumpulan dan
analisis data kualitatif diikuti oleh fase kuantitatif
c. Concurrent triangulation design: pengumpulan data
kuantitatif dan kualitatif secara bersamaan
d. Embedded design: salah satu metode menjadi
pendukung bagi metode utama.
B. Kerangka Filosofis Penelitian
Memahami landasan filosofis yang mendasari berbagai
paradigma penelitian merupakan aspek penting dalam
metodologi penelitian BK. Landasan filosofis ini memengaruhi
asumsi epistemologis, ontologis, dan aksiologis yang
mengarahkan proses penelitian.
1. Positivisme dan Post-positivisme
Paradigma positivis dan post-positivis umumnya
mendasari penelitian kuantitatif dalam BK. Positivisme
menekankan objektivitas, netralitas peneliti, dan pengujian
hipotesis melalui observasi dan pengukuran. Post-
positivisme, sebagai perkembangan dari positivisme,
MODUL METODOLOGI PENELITIAN BIMBINGAN DAN 7
KONSELING
mengakui keterbatasan dalam mencapai objektivitas absolut
namun tetap menekankan pendekatan sistematis dan terukur.
Seperti dijelaskan oleh Hidayat dan Yusuf (2023), paradigma
post-positivis dalam penelitian BK memungkinkan peneliti
mengevaluasi efektivitas intervensi konseling menggunakan
metode ilmiah yang ketat sambil tetap mempertimbangkan
kompleksitas fenomena manusia.
2. Konstruktivisme dan Interpretivisme
Paradigma konstruktivis dan interpretivis umumnya
mendasari penelitian kualitatif dalam BK. Konstruktivisme
memandang realitas sebagai konstruksi sosial yang
terbentuk melalui interaksi dan interpretasi. Menurut
Rahmawati dan Cahyawulan (2022), paradigma ini sangat
relevan dalam penelitian BK karena mengakui subjektivitas
pengalaman konseling dan memungkinkan eksplorasi makna
yang dibangun dalam proses terapeutik.
3. Paradigma Kritis dan Transformatif
Paradigma kritis menekankan analisis relasi
kekuasaan dan bertujuan mengungkap ketidakadilan
sosial. Dalam konteks BK, paradigma ini mendorong
penelitian yang mengeksplorasi isu-isu seperti bias dalam
konseling, aksesibilitas layanan, atau dampak faktor sosio-
politik terhadap kesejahteraan psikologis. Sunaryo dan
Fitriana (2024), menunjukkan bahwa penelitian BK dengan
paradigma kritis dapat berkontribusi pada pengembangan
praktik konseling yang lebih adil dan inklusif.
4. Pragmatisme
Paradigma pragmatis menekankan fleksibilitas
metodologis dan fokus pada solusi praktis terhadap masalah.
Pragmatisme sering menjadi landasan filosofis bagi penelitian
mixed method dalam BK. Menurut Faisal dan Rahman (2023),
pendekatan pragmatis memungkinkan peneliti BK memilih
metode yang paling sesuai untuk menjawab pertanyaan
penelitian tertentu, tanpa terikat secara kaku pada satu
paradigma.
MODUL METODOLOGI PENELITIAN BIMBINGAN DAN 8
KONSELING
C. Worksheet: Analisis Paradigma Penelitian
Judul Worksheet: Mengidentifikasi Paradigma Penelitian
dalam Studi BK Tujuan:
Mengidentifikasi paradigma penelitian yang
mendasari artikel penelitian BK
Menganalisis kesesuaian antara paradigma, metode, dan
pertanyaan penelitian
Meningkatkan keterampilan kritis dalam mengevaluasi
penelitian BK
Langkah-langkah:
1. Pilih dua artikel penelitian BK terbaru (satu kuantitatif dan
satu kualitatif) dari jurnal terakreditasi.
2. Untuk setiap artikel, identifikasi dan analisis komponen
berikut: a. Paradigma penelitian yang mendasari (positivis,
konstruktivis, kritis, atau pragmatis) b. Bukti tekstual yang
menunjukkan paradigma tersebut (kutip kalimat spesifik)
c. Pertanyaan/tujuan penelitian d. Metode pengumpulan
dan analisis data e. Kesesuaian antara paradigma,
pertanyaan penelitian, dan metode
3. Refleksi kritis: a. Bagaimana paradigma penelitian
memengaruhi
interpretasi hasil? b. Apakah terdapat limitasi yang terkait
dengan paradigma yang digunakan? c. Bagaimana
penelitian tersebut dapat diperkuat dengan
mengintegrasikan paradigma alternatif?
Format Laporan:
Artikel 1 Artikel 2
Aspek Analisis
(Kuantitatif) (Kualitatif)
Referensi lengkap artikel
MODUL METODOLOGI PENELITIAN BIMBINGAN DAN 9
KONSELING
Paradigma penelitian
Artikel 1 Artikel 2
Aspek Analisis
(Kuantitatif) (Kualitatif)
Bukti tekstual paradigma
Pertanyaan/tujuan penelitian
Metode pengumpulan C
analisis data
Kesesuaian paradigma-
pertanyaan- metode
Refleksi kritis
Rekomendasi pengembangan
MODUL METODOLOGI PENELITIAN BIMBINGAN DAN 10
KONSELING
DESAIN PENELITIAN DALAM
BIMBINGAN DAN KONSELING
A. Desain Penelitian Eksperimental
Desain eksperimental merupakan pendekatan penelitian
yang bertujuan untuk menguji hubungan sebab-akibat antara
variabel independen (intervensi) dan variabel dependen (hasil).
Dalam konteks BK, desain eksperimental sering digunakan
untuk mengevaluasi efektivitas teknik, pendekatan, atau
program intervensi konseling.
1. True Experimental Design
Desain eksperimental murni mensyaratkan randomisasi
dalam penempatan subjek ke dalam kelompok eksperimen
dan kontrol. Menurut Ambarwati dan Setyowati (2023),
meskipun desain ini memiliki validitas internal yang kuat,
penerapannya dalam praktik BK sering terkendala oleh
pertimbangan etis dan praktis. Komponen utama desain
eksperimental murni meliputi:
a. Randomisasi
b. Kelompok kontrol
c. Manipulasi variabel independen
d. Pengukuran variabel dependen pre dan post intervensi
2. Ǫuasi-Experimental Design
Desain kuasi-eksperimental tidak mensyaratkan
randomisasi penuh, sehingga lebih aplikatif dalam konteks BK
di sekolah atau institusi lain. Nugraha dan Mulawarman
(2024), menunjukkan bahwa desain kuasi-eksperimental
dengan time-series analysis atau nonequivalent control group
design sering digunakan dalam penelitian efektivitas layanan
BK di Indonesia. Beberapa varian desain kuasi-eksperimental
yang relevan dalam penelitian BK:
a. Nonequivalent control group design
b. Time series design
c. Multiple baseline design
d. Switching replication design
MODUL METODOLOGI PENELITIAN BIMBINGAN DAN 11
KONSELING
3. Single-Subject Design
Desain subjek tunggal fokus pada perubahan perilaku
individu sebelum, selama, dan setelah intervensi, dengan
individu berperan sebagai kontrol bagi dirinya sendiri. Menurut
Lestari dan Hartanto (2023), desain ini sangat bermanfaat
dalam praktik konseling karena memungkinkan analisis
mendalam terhadap respons individual terhadap intervensi.
Beberapa tipe desain subjek tunggal dalam penelitian BK:
a. A-B Design (baseline-intervention)
b. A-B-A Design (baseline-intervention-baseline)
c. A-B-A-B Design (baseline-intervention-baseline-intervention)
d. Multiple baseline design across behaviors, settings, or
subjects
B. Desain Penelitian Non-Eksperimental
Penelitian non-eksperimental dalam BK mencakup
berbagai desain yang tidak melibatkan manipulasi variabel
secara langsung, namun tetap menggunakan pendekatan
kuantitatif dalam pengumpulan dan analisis data.
1. Penelitian Survei
Desain survei memungkinkan peneliti mengumpulkan
data dalam skala besar tentang sikap, persepsi, atau perilaku
terkait layanan BK. Arjanto dan Saputra (2023), menekankan
bahwa penelitian survei dapat memberikan gambaran
komprehensif tentang kebutuhan layanan BK di tingkat
institusi, daerah, atau nasional. Komponen penting dalam
desain survei:
a. Sampling yang representatif
b. Pengembangan instrumen yang valid dan reliabel
c. Teknik analisis data yang sesuai
d. Generalisasi hasil secara tepat
2. Penelitian Korelasional
Penelitian korelasional bertujuan mengidentifikasi
hubungan antar variabel tanpa menyimpulkan kausalitas.
Dalam konteks BK, penelitian korelasional sering digunakan
untuk mengeksplorasi hubungan antara faktor psikologis,
karakteristik konselor, atau aspek proses konseling dengan
hasil layanan. Menurut Wibowo dan Andriyani (2024),
MODUL METODOLOGI PENELITIAN BIMBINGAN DAN 12
KONSELING
penelitian
MODUL METODOLOGI PENELITIAN BIMBINGAN DAN 13
KONSELING
korelasional dengan pendekatan multivariate dapat
mengungkap kompleksitas faktor yang memengaruhi
efektivitas layanan BK.
3. Penelitian Longitudinal dan Cross-Sectional
Penelitian longitudinal menyelidiki perubahan atau
perkembangan dalam jangka waktu tertentu, sementara
penelitian cross-sectional mengumpulkan data pada satu titik
waktu. Hastuti dan Nurhudaya (2023), menunjukkan bahwa
desain longitudinal sangat berharga untuk memahami
perkembangan karir atau dampak jangka panjang dari
intervensi BK, meskipun pelaksanaannya lebih menantang
dibanding desain cross-sectional.
C. Desain Penelitian Kualitatif
Pendekatan kualitatif dalam penelitian BK memungkinkan
eksplorasi mendalam terhadap pengalaman subjektif, proses,
dan makna dalam konteks layanan bimbingan dan konseling.
1. Fenomenologi
Pendekatan fenomenologis berfokus pada pemahaman
esensi pengalaman dari perspektif individu yang
mengalaminya. Dalam konteks BK, fenomenologi sangat
bermanfaat untuk memahami pengalaman klien dalam
proses konseling atau pengalaman konselor dalam
memberikan layanan tertentu. Menurut Habsy dan Wibowo
(2024), penelitian fenomenologis dalam BK memungkinkan
pemahaman mendalam tentang aspek terapeutik dalam
relasi konseling yang sulit diungkap melalui pendekatan
kuantitatif.
2. Grounded Theory
Grounded theory bertujuan mengembangkan teori
berdasarkan data empiris melalui proses analisis induktif.
Pendekatan ini sangat berguna untuk mengembangkan
model konseptual tentang proses konseling atau fenomena
dalam praktik BK yang belum memilikilandasan teoretis yang
kuat. Hidayat dan Lestari (2023), mendemonstrasikan
bagaimana pendekatan grounded theory dapat menghasilkan
model teoretis tentang proses adaptasi konselor dalam
MODUL METODOLOGI PENELITIAN BIMBINGAN DAN 14
KONSELING
implementasi konseling daring di Indonesia.
MODUL METODOLOGI PENELITIAN BIMBINGAN DAN 15
KONSELING
3. Studi Kasus
Studi kasus melibatkan eksplorasi mendalam terhadap
individu, kelompok, atau fenomena spesifik dalam konteks
alamiahnya. Dalam penelitian BK, studi kasus sering
digunakan untuk memahami kompleksitas kasus konseling
atau implementasi program BK dalam konteks tertentu.
Ramli dan Flurentin (2022), menekankan bahwa studi kasus
kolektif (multiple case study) dapat menghasilkan
pemahaman yang lebih kaya tentang variasi dalam praktik
BK di berbagai konteks.
4. Ethnografi
Pendekatan etnografis melibatkan observasi partisipatif
dan immersive dalam konteks sosial-budaya yang diteliti.
Dalam BK, etnografi dapat digunakan untuk memahami
bagaimana layanan BK berfungsi dalam konteks budaya
tertentu atau bagaimana faktor budaya memengaruhi proses
konseling. Penelitian etnografis oleh Kushendar dan Fitri
(2023), mengungkap bagaimana nilai-nilai budaya lokal
terintegrasi dalam praktik konseling indigenous di komunitas
adat di Indonesia.
D. Penelitian Tindakan Bimbingan dan Konseling
Penelitian tindakan (action research) dalam BK merupakan
pendekatan sistematis untuk meningkatkan praktik melalui
siklus perencanaan, tindakan, observasi, dan refleksi. Menurut
Astuti dan Farozin (2023), penelitian tindakan memungkinkan
konselor mengembangkan dan mengevaluasi inovasi dalam
layanan BK secara berkelanjutan.
1. Karakteristik Penelitian Tindakan BK
a. Berfokus pada peningkatan praktik
b. Kolaboratif dan partisipatif
c. Siklikal dan reflektif
d. Kontekstual dan responsif terhadap kebutuhan spesifik
e. Mengintegrasikan teori dan praktik
2. Tahapan Penelitian Tindakan BK
a. Identifikasi masalah dalam praktik BK
b. Perencanaan intervensi atau perubahan
MODUL METODOLOGI PENELITIAN BIMBINGAN DAN 16
KONSELING
c. Implementasi tindakan
MODUL METODOLOGI PENELITIAN BIMBINGAN DAN 17
KONSELING
d. Observasi dan pengumpulan data
e. Refleksi dan evaluasi
f. Perencanaan ulang untuk siklus berikutnya
3. Aplikasi Penelitian Tindakan dalam Konteks BK
Purwanto dan Mappiare (2024), menunjukkan bahwa
penelitian tindakan dapat diaplikasikan dalam berbagai
konteks BK, seperti:
a. Pengembangan program BK berbasis kebutuhan
b. Peningkatan keterampilan konseling guru BK
c. Inovasi dalam layanan responsif
d. Pengembangan media BK yang adaptif
e. Implementasi strategi kolaboratif dalam layanan BK
MODUL METODOLOGI PENELITIAN BIMBINGAN DAN 18
KONSELING
TEKNIK PENGUMPULAN DATA
A. Wawancara Mendalam dalam Penelitian BK
Wawancara mendalam (in-depth interview) merupakan
teknik pengumpulan data yang sangat penting dalam penelitian
kualitatif BK. Teknik ini memungkinkan peneliti menggali
pengalaman, perspektif, dan makna subjektif dari partisipan
penelitian.
1. Jenis Wawancara dalam Penelitian BK
a. Wawancara Terstruktur
Menggunakan panduan pertanyaan yang telah
ditentukan sebelumnya dengan urutan yang tetap.
Menurut Purwanti dan Nurhidayah (2023), wawancara
terstruktur berguna dalam penelitian BK yang memerlukan
standardisasi data, namun kurang fleksibel untuk
mengeksplorasi isu yang muncul selama wawancara.
b. Wawancara Semi-terstruktur
Menggunakan panduan pertanyaan namun
memungkinkan fleksibilitas dalam urutan dan
pengembangan pertanyaan. Rahmawati dan Kadarwati
(2024), menyarankan pendekatan ini untuk penelitian BK
karena menyediakan keseimbangan antara fokus dan
fleksibilitas.
c. Wawancara Tidak Terstruktur
Menggunakan pertanyaan terbuka dan mengalir
secara alami berdasarkan respons partisipan. Teknik ini
sangat berguna untuk eksplorasi mendalam terhadap
pengalaman konseling yang kompleks dan personal.
2. Teknik Probing dalam Wawancara BK
Probing merupakan teknik menggali informasi lebih
dalam melalui pertanyaan lanjutan. Menurut Hidayat dan
Ramli (2023), keterampilan probing dalam wawancara
penelitian BK mirip dengan keterampilan konseling, namun
dengan tujuan berbeda. Beberapa teknik probing yang efektif
meliputi:
a. Elaboration probes: "Bisakah Anda menjelaskan lebih
lanjut tentang hal itu?"
MODUL METODOLOGI PENELITIAN BIMBINGAN DAN 19
KONSELING
b. Clarification probes: "Apa yang Anda maksud ketika
mengatakan...?"
MODUL METODOLOGI PENELITIAN BIMBINGAN DAN 20
KONSELING
c. Silence as probe: Memberikan jeda yang nyaman
untuk memungkinkan partisipan merefleksikan
jawabannya
d. Experience probes: "Bagaimana pengalaman Anda
dalam situasi tersebut?"
e. Emotion probes: "Bagaimana perasaan Anda ketika
mengalami hal tersebut?"
3. Ethical Considerations dalam Wawancara BK
Wawancara dalam penelitian BK sering melibatkan topik
sensitif yang memerlukan pertimbangan etis yang cermat.
Penelitian oleh Kushendar dan Nurfitri (2024),
menggarisbawahi beberapa pertimbangan etis yang perlu
diperhatikan:
a. Informed consent yang komprehensif
b. Kerahasiaan dan perlindungan identitas partisipan
c. Kesiapan untuk manajemen distres emosional selama
wawancara
d. Batasan yang jelas antara peran peneliti dan konselor
e. Debriefing pasca wawancara untuk topik yang
berpotensi menimbulkan distres.
B. Observasi dan Dokumentasi
1. Observasi dalam Penelitian BK
Observasi merupakan metode pengumpulan data
melalui pengamatan sistematis terhadap fenomena yang
diteliti. Dalam konteks BK, observasi dapat diterapkan untuk
mengamati proses konseling, dinamika kelompok, atau
implementasi program BK. Beberapa jenis observasi yang
relevan dalam penelitian BK:
a. Observasi Partisipan
Peneliti terlibat dalam aktivitas yang diamati. Menurut
Wibowo dan Supriyo (2023), observasi partisipan dapat
memberikan pemahaman mendalam tentang dinamika
kelompok dalam konseling kelompok, namun memerlukan
keseimbangan antara keterlibatan dan objektivitas.
MODUL METODOLOGI PENELITIAN BIMBINGAN DAN 21
KONSELING
b. Observasi Non-partisipan
Peneliti mengamati tanpa terlibat langsung. Teknik
ini sering digunakan untuk mengamati sesi konseling
atau implementasi program BK di sekolah.
c. Observasi Terstruktur
Menggunakan instrumen pengamatan terstandar
seperti checklist atau rating scale. Supriyanto dan Hendiani
(2024) menunjukkan efektivitas observasi terstruktur
dalam mengevaluasi keterampilan konseling mahasiswa
praktikan BK.
d. Observasi Tidak Terstruktur
Menggunakan catatan lapangan terbuka untuk
merekam fenomena yang diamati. Pendekatan ini
memungkinkan fleksibilitas dalam mengidentifikasi pola
atau tema yang tidak terantisipasi sebelumnya.
2. Analisis Dokumentasi dalam Penelitian BK
Analisis dokumentasi melibatkan pengumpulan dan
pengkajian dokumen sebagai sumber data penelitian.
Dalam konteks BK, analisis dokumentasi dapat mencakup:
a. Catatan kasus konseling
b. Program BK sekolah
c. Rencana Pelaksanaan Layanan (RPL)
d. Laporan evaluasi program
e. Jurnal reflektif konselor
f. Rekaman audio/video sesi konseling.
Menurut Prayitno dan Amti (2023), analisis dokumentasi
berperan penting dalam penelitian BK, terutama untuk
mengevaluasi implementasi kebijakan atau program BK
dalam skala besar. Namun, perlu ada protokol ketat untuk
menjamin kerahasiaan dan perlindungan data sensitif dalam
dokumen.
MODUL METODOLOGI PENELITIAN BIMBINGAN DAN 22
KONSELING
C. Pengembangan Instrumen Penelitian
1. Prinsip Pengembangan Instrumen dalam Penelitian
BK
Pengembangan instrumen yang valid dan reliabel
merupakan aspek krusial dalam penelitian BK. Menurut
Marlina dan Dharsana (2023), instrumen penelitian BK harus
memenuhi beberapa kriteria:
a. Validitas isi, konstruk, dan kriteria yang memadai
b. Reliabilitas yang dapat diandalkan
c. Sensitivitas terhadap perubahan (terutama untuk
instrumen evaluasi intervensi)
d. Kemudahan administrasi dan interpretasi
e. Kesesuaian dengan konteks budaya dan perkembangan.
Dalam pengembangan instrumen, peneliti BK perlu
mempertimbangkan aspek teoretis, psikometrik, praktis, dan
budaya secara simultan.
2. Jenis Instrumen dalam Penelitian BK
Beberapa jenis instrumen yang sering digunakan dalam
penelitian BK meliputi:
a. Skala Psikologis
Mengukur konstruk psikologis seperti kecemasan,
efikasi diri, atau kematangan karir. Azmi dan Nurihsan
(2023), menekankan pentingnya adaptasi dan validasi
skala psikologis untuk konteks Indonesia.
b. Kuesioner
Mengumpulkan data tentang persepsi, sikap, atau
perilaku terkait layanan BK. Kuesioner dapat bersifat
terstruktur (dengan pilihan jawaban tetap) atau semi-
terstruktur (dengan pertanyaan terbuka).
c. Checklist Observasi
Mengarahkan pengamatan sistematis terhadap
perilaku atau fenomena spesifik. Aprilia dan Suwarjo
(2023), mengembangkan checklist observasi untuk
mengevaluasi implementasi keterampilan konseling mikro
oleh konselor sekolah.
d. Protokol Wawancara
Memandu proses wawancara untuk mengumpulkan
MODUL METODOLOGI PENELITIAN BIMBINGAN DAN 23
KONSELING
data kualitatif yang kaya dan mendalam. Protokol ini perlu
didesain secara
MODUL METODOLOGI PENELITIAN BIMBINGAN DAN 24
KONSELING
cermat untuk memfasilitasi eksplorasi mendalam
sambil tetap menjaga fokus penelitian.
e. Tes Proyektif
Mengungkap aspek psikologis yang sulit diakses
melalui pengukuran langsung. Meskipun memiliki
keterbatasan psikometrik, Hartinah dan Sugiharto (2024),
menunjukkan potensi teknik proyektif sebagai pelengkap
dalam asesmen konseling anak.
3. Adaptasi dan Validasi Instrumen
Adaptasi instrumen dari konteks budaya berbeda
memerlukan proses sistematis yang melampaui sekadar
penerjemahan. Berdasarkan penelitian Hidayat dan Yusuf
(2024), proses adaptasi instrumen dalam konteks BK di
Indonesia sebaiknya mencakup:
a. Translasi dan back-translation
b. Review oleh panel ahli untuk validitas budaya dan bahasa
c. Cognitive interviewing dengan sampel target
d. Uji coba skala kecil untuk analisis item awal
e. Validasi psikometrik skala besar
f. Pengembangan norma lokal
MODUL METODOLOGI PENELITIAN BIMBINGAN DAN 25
KONSELING
D. Worksheet: Merancang Instrumen Penelitian
Judul Worksheet: Pengembangan Instrumen
Penelitian BK Tujuan:
Mengembangkan keterampilan dalam merancang instrumen
penelitian yang valid dan reliabel
Memahami proses operasionalisasi konstruk teoretik
menjadi item pengukuran
Mengembangkansensitivitas terhadap aspek budaya
dalam pengembangan instrumen
Langkah-langkah:
1. Pilih satu konstruk psikologis yang relevan dengan
penelitian BK (misalnya resiliensi akademik, efikasi diri
dalam konseling, kematangan karier, dll.)
2. Definisikan konstruk tersebut berdasarkan minimal 3
sumber literatur terkini.
3. Identifikasi dimensi atau aspek dari konstruk tersebut.
4. Kembangkan kisi-kisi instrumen dengan format:
Dimensi Indikator Nomor Item
5. Kembangkan minimal 20 item berdasarkan kisi-kisi tersebut.
Pastikan setiap item:
a. Jelas dan tidak ambigu
b. Mengukur satu ide pada satu waktu (tidak double-barreled)
c. Menggunakan bahasa yang sesuai dengan responden
target
d. Bebas dari bias budaya, gender, atau sosial-ekonomi
6. Tentukan skala pengukuran yang sesuai (misalnya Likert,
semantic differential, dll.)
7. Susun petunjuk pengisian yang jelas.
8. Rancang strategi untuk menguji validitas dan reliabilitas
instrumen.
MODUL METODOLOGI PENELITIAN BIMBINGAN DAN 26
KONSELING
Format Laporan:
1. Pendahuluan (latar belakang dan tujuan pengembangan
instrumen)
2. Definisi konseptual dan operasional konstruk
3. Kisi-kisi instrumen
4. Draft instrumen lengkap
5. Rencana uji validitas dan reliabilitas
6. Refleksi tentang tantangan dalam pengembangan instrumen
7. Referensi
MODUL METODOLOGI PENELITIAN BIMBINGAN DAN 27
KONSELING
ANALISIS DATA DALAM PENELITIAN BK
A. Analisis Data Kuantitatif
Analisis data kuantitatif dalam penelitian BK mencakup
berbagai teknik statistik untuk mengolah dan menginterpretasi
data numerik. Pemilihan teknik analisis harus sesuai dengan
jenis data, desain penelitian, dan pertanyaan penelitian yang
diajukan.
1. Analisis Statistik Deskriptif
Statistik deskriptif digunakan untuk merangkum dan
menggambarkan karakteristik data melalui ukuran tendensi
sentral, dispersi, dan distribusi. Menurut Supriyanto dan
Hendiani (2023), analisis deskriptif berperan penting dalam
penelitian BK untuk:
a. Identifikasi profil kebutuhan layanan BK
b. Deskripsi karakteristik sampel penelitian
c. Analisis tren dalam implementasi program BK
d. Evaluasi preliminer efektivitas intervensi
Teknik visualisasi data seperti grafik, diagram, dan plot
distribusi dapat memperkaya penyajian hasil analisis
deskriptif.
2. Analisis Komparatif
Analisis komparatif bertujuan membandingkan
perbedaan antar kelompok atau kondisi. Beberapa teknik
yang sering digunakan dalam penelitian BK:
a. T-test
Membandingkan dua kelompok atau kondisi. Wibowo
dan Andriyani (2023) menggunakan independent samples
t-test untuk membandingkan efektivitas dua pendekatan
konseling karir pada mahasiswa.
b. ANOVA
Membandingkan lebih dari dua kelompok.
Nurhidayah dan Rahmawati (2024) mengaplikasikan
ANOVA untuk menguji perbedaan efikasi diri konselor
berdasarkan latar belakang pendidikan.
MODUL METODOLOGI PENELITIAN BIMBINGAN DAN 28
KONSELING
c. ANCOVA
Membandingkan kelompok dengan mengontrol
variabel kovariat. Teknik ini sering digunakan dalam
penelitian eksperimental BK untuk mengontrol perbedaan
pre-test.
d. MANOVA/MANCOVA
Membandingkan kelompok pada beberapa variabel
dependen secara simultan. Hasanah dan Nurfitri (2023)
menggunakan MANOVA untuk mengevaluasi dampak
program konseling kelompok terhadap multiple outcome
measures.
e. Non-parametric Tests
Digunakan ketika asumsi normalitas tidak terpenuhi,
seperti
Mann-Whitney U, Kruskal-Wallis, atau Wilcoxon Signed-Rank
Test.
3. Analisis Korelasional dan Prediktif
Analisis korelasional menyelidiki hubungan antar
variabel, sementara analisis prediktif
mengeksplorasikemampuan satu atau lebih variabel untuk
memprediksi variabel lain. Teknik yang relevan meliputi:
a. Korelasi Pearson/Spearman
Mengukur kekuatan dan arah hubungan antar
variabel. Hidayat dan Fadhilah (2023) menggunakan
korelasi untuk mengeksplorasi hubungan antara
kompetensi multikultural konselor dan efektivitas
konseling.
b. Regresi Linear
Memodelkan hubungan prediktif antara prediktor dan
kriteria. Kushendar dan Wibowo (2024) mengaplikasikan
regresi berganda untuk mengidentifikasi prediktor
keberhasilan konseling karir.
c. Regresi Logistik
Memprediksi variabel kategorikal. Ramli dan Suwarjo
(2023) menggunakan regresi logistik untuk memprediksi
faktor yang memengaruhi keputusan siswa mencari
layanan konseling.
d. Path Analysis
MODUL METODOLOGI PENELITIAN BIMBINGAN DAN 29
KONSELING
Mengkaji hubungan kompleks antar variabel yang
melibatkan efek langsung dan tidak langsung. Lestari dan
Rahmawati (2024) mengaplikasikan path analysis untuk
mengidentifikasi mekanisme yang mendasari efektivitas
intervensi BK.
MODUL METODOLOGI PENELITIAN BIMBINGAN DAN 30
KONSELING
e. Structural Equation Modeling (SEM)
Mengintegrasikan analisis faktor dan path analysis
untuk menguji model teoretis kompleks. Menurut Hartinah
dan Sugiharto (2023), SEM sangat berguna untuk menguji
model konseptual dalam penelitian BK karena
kemampuannya menangani variabel laten dan mengontrol
measurement error.
4. Analisis Data Longitudinal
Penelitian longitudinal memerlukan teknik analisis
khusus yang dapat mengakomodasi data berulang dan
perubahan antar waktu. Beberapa teknik yang relevan:
a. Repeated Measures ANOVA
Membandingkan pengukuran berulang pada sampel
yang sama. Teknik ini sering digunakan dalam evaluasi
program BK dengan multiple follow-up.
b. Growth Curve Modeling
Memodelkan trajektori perubahan individual dan
faktor yang memengaruhinya. Astuti dan Farozin (2024)
menggunakan teknik ini untuk menelusuri perkembangan
keterampilan sosial siswa setelah intervensi konseling.
c. Multilevel Modeling
Mengakomodasi struktur data hierarkis, seperti siswa
dalam kelas atau konseli dalam kelompok konseling.
Marlina dan Dharsana (2023) menerapkan multilevel
modeling untuk mengevaluasi efektivitas program BK di
tingkat sekolah dengan mempertimbangkan variasi antar
kelas.
5. Effect Size dan Practical Significance
Signifikansi statistik tidak selalu mencerminkan
signifikansi praktis dari hasil penelitian. Marlina dan
Kusumawati (2023) menekankan pentingnya melaporkan dan
menginterpretasi effect size dalam penelitian BK untuk
memahami magnitude dampak intervensi. Beberapa ukuran
effect size yang relevan:
a. Cohen's d untuk t-test
b. Partial eta squared untuk ANOVA
MODUL METODOLOGI PENELITIAN BIMBINGAN DAN 31
KONSELING
c. Odds ratio untuk regresi logistik
d. R² dan adjusted R² untuk regresi linear
B. Analisis Data Kualitatif
Analisis data kualitatif dalam penelitian BK melibatkan
proses sistematis untuk mengidentifikasi pola, tema, dan makna
dalam data tekstual atau visual. Berbagai pendekatan analisis
kualitatif dapat diterapkan sesuai dengan tujuan penelitian dan
paradigma yang mendasarinya.
1. Thematic Analysis
Thematic analysis merupakan metode untuk
mengidentifikasi, menganalisis, dan melaporkan pola (tema)
dalam data. Menurut Gading dan Nurfitri (2023), thematic
analysis sangat fleksibel dan dapat diaplikasikan dalam
berbagai paradigma penelitian kualitatif BK. Tahapan thematic
analysis meliputi:
a. Familiarisasi dengan data
b. Pengkodean awal
c. Pencarian tema
d. Review tema
e. Definisi dan penamaan tema
f. Penulisan laporan
Flurentin dan Ramli (2024) mengaplikasikan thematic
analysis untuk memahami pengalaman konselor sekolah
dalam implementasi program trauma-informed care pasca
bencana.
2. Phenomenological Analysis
Analisis fenomenologis berfokus pada esensi
pengalaman subjektif partisipan. Beberapa varian analisis
fenomenologis yang digunakan dalam penelitian BK:
a. Interpretative Phenomenological Analysis (IPA)
Menekankan pada interpretasi mendalam terhadap
makna pengalaman individu. Habsy dan Wibowo (2024)
menggunakan IPA untuk mengeksplorasi pengalaman
mahasiswa dalam proses konseling.
MODUL METODOLOGI PENELITIAN BIMBINGAN DAN 32
KONSELING
b. Descriptive Phenomenological Analysis
Berfokus pada deskripsi fenomena sebagaimana
dialami, dengan bracketing asumsi peneliti. Kushendar dan
Fitri (2023) menerapkan pendekatan ini untuk memahami
pengalaman konselor dalam memberikan layanan daring.
3. Grounded Theory Analysis
Analisis grounded theory bertujuan mengembangkan
teori berdasarkan data empiris melalui proses pengkodean
sistematis:
a. Open coding: Identifikasi konsep dalam data
b. Axial coding: Menghubungkan kategori dan sub-kategori
c. Selective coding: Integrasi kategori untuk membentuk
teori
Hidayat dan Lestari (2023) mengaplikasikan grounded
theory analysis untuk mengembangkan model teoretis
tentang proses adaptasi konselor sekolah terhadap tuntutan
digital.
4. Narrative Analysis
Narrative analysis berfokus pada struktur dan fungsi
cerita dalam mengkonstruksi makna. Dalam konteks BK,
teknik ini berguna untuk memahami bagaimana klien atau
konselor mengkonstruksi narasi tentang pengalaman
mereka. Purwanto dan Mappare (2023) menggunakan
narrative analysis untuk mengeksplorasi perjalanan karir
konselor sekolah senior.
5. Discourse Analysis
Discourse analysis mengkaji bagaimana bahasa
digunakan untuk mengkonstruksi realitas sosial. Dalam
penelitian BK, pendekatan ini dapat digunakan untuk
menganalisis dinamika kekuasaan dalam proses konseling
atau konstruksi identitas profesional konselor. Rahmawati dan
Cahyawulan (2024) menerapkan discourse analysis untuk
mengkaji bagaimana kebijakan pendidikan mengkonstruksi
peran konselor sekolah.
MODUL METODOLOGI PENELITIAN BIMBINGAN DAN 33
KONSELING
6. Content Analysis
Content analysis melibatkan kategorisasi sistematis
konten tekstual atau visual. Teknik ini dapat bersifat
kuantitatif (menghitung frekuensi kategori) atau kualitatif
(interpretasi makna). Purwanti dan Nurhidayah (2023)
mengaplikasikan content analysis untuk mengevaluasi materi
program bimbingan karir di sekolah menengah.
7. Computer-Assisted Ǫualitative Data Analysis (CAQDAS)
Perangkat lunak seperti NVivo, ATLAS.ti, atau MAXQDA
dapat memfasilitasi analisis data kualitatif yang kompleks.
Sunaryo dan Fitriana (2024) menekankan bahwa penggunaan
CAQDAS dapat meningkatkan rigour analisis kualitatif dalam
penelitian BK, namun peneliti tetap perlu memahami prinsip
dasar analisis kualitatif.
8. Trustworthiness dalam Analisis Kualitatif
Untuk memastikan kualitas analisis kualitatif, peneliti BK
perlu memperhatikan aspek trustworthiness yang meliputi:
a. Credibility: Melalui triangulasi, member checking,
atau peer debriefing
b. Transferability: Melalui thick description dan purposive
sampling
c. Dependability: Melalui audit trail dan reflexive
journaling
d. Confirmability: Melalui dokumentasi
proses pengambilan keputusan
analitis.
C. Pemanfaatan Aplikasi Analisis Data Terkini
Perkembangan teknologi telah memungkinkan peneliti
BK memanfaatkan berbagai aplikasi yang memudahkan
analisis data yang kompleks. Pemilihan aplikasi harus
mempertimbangkan kesesuaiannya dengan jenis data,
metode analisis, dan pertanyaan penelitian.
1. Aplikasi Analisis Data Kuantitatif
a. SPSS: Software yang umum digunakan untuk analisis
statistik dalam penelitian BK. Azmidan Nurihsan (2023)
merekomendasikan SPSS untuk analisis deskriptif,
MODUL METODOLOGI PENELITIAN BIMBINGAN DAN 34
KONSELING
komparatif, dan korelasional dasar.
b. JASP/Jamovi: Alternatif open-source untuk SPSS dengan
antarmuka yang user-friendly dan fitur analisis
Bayesian. Hasanah
MODUL METODOLOGI PENELITIAN BIMBINGAN DAN 35
KONSELING
dan Nurfitri (2024) menggunakan JASP untuk analisis
regresi dan ANOVA dalam penelitian efektivitas program
konseling.
c. R: Bahasa pemrograman statistik yang powerful dengan
fleksibilitas tinggi. Wibowo dan Andriyani (2024)
menggunakan R untuk analisis data longitudinal dan
multilevel modeling yang kompleks.
d. Mplus: Aplikasi khusus untuk structural equation
modeling dan latent variable analysis. Hartinah dan
Sugiharto (2023) mengaplikasikan Mplus untuk
menguji model teoretis dalam penelitian konseling
karir.
e. G*Power: Software untuk analisis power statistik dan
estimasi ukuran sampel. Menurut Hidayat dan Fadhilah
(2023), penggunaan G*Power dalam perencanaan
penelitian BK dapat meningkatkan validitas kesimpulan
statistik.
2. Aplikasi Analisis Data Kualitatif
a. NVivo: Software komprehensif untuk analisis data
kualitatif dengan kemampuan koding, query, dan
visualisasi. Gading dan Nurfitri (2023) menggunakan
NVivo untuk thematic analysis data wawancara dengan
konselor sekolah.
b. ATLAS.ti: Aplikasi dengan fitur network view yang
memfasilitasi analisis relasional. Flurentin dan Ramli
(2024) memanfaatkan ATLAS.ti untuk menganalisis data
observasi dan wawancara dalam penelitian tentang
dinamika konseling kelompok.
c. MAXQDA: Software yang mendukung mixed methods
analysis dengan integrasi data kuantitatif dan kualitatif.
Sunaryo dan Fitriana (2024) mengaplikasikan MAXQDA
untuk analisis konten media BK digital.
d. Dedoose: Aplikasi berbasis web yang mendukung
kolaborasi dan analisis mixed method. Rahmawati dan
Cahyawulan (2024) menggunakan Dedoose untuk proyek
penelitian kolaboratif tentang implementasi program BK
komprehensif.
MODUL METODOLOGI PENELITIAN BIMBINGAN DAN 36
KONSELING
3. Aplikasi Analisis Teks dan Sosial Media
a. LIWC (Linguistic Inquiry and Word Count): Menganalisis
aspek linguistik dan psikologis dalam teks. Kushendar
dan Fitri (2023) mengaplikasikan LIWC untuk
menganalisis transkrip sesi konseling.
b. Voyant Tools: Platform open-source untuk analisis teks
dan visualisasi. Purwanto dan Mappare (2023)
menggunakan Voyant untuk menganalisis dokumen
kebijakan BK.
c. NodeXL: Software untuk analisis jaringan sosial.
Hidayat dan Lestari (2023) memanfaatkan NodeXL
untuk memetakan jejaring kolaborasi dalam
implementasi program BK komprehensif.
4. Pertimbangan dalam Pemilihan Aplikasi
Menurut Astuti dan Farozin (2024), pemilihan aplikasi
analisis data dalam penelitian BK perlu mempertimbangkan:
a. Kesesuaian dengan tujuan dan metode penelitian
b. Kemampuan aplikasi dalam menangani kompleksitas
data
c. User-friendliness dan learning curve
d. Biaya lisensi dan aksesibilitas
e. Dukungan komunitas dan update reguler
f. Kompatibilitas dengan format data yang digunakan
MODUL METODOLOGI PENELITIAN BIMBINGAN DAN 37
KONSELING
D. Worksheet: Latihan Analisis Data
Judul Worksheet: Praktik Analisis Data dalam
Penelitian BK Tujuan:
Mengembangkan keterampilan praktis dalam
analisis data kuantitatif dan kualitatif
Meningkatkan kemampuan interpretasi hasil analisis
Mengembangkan kapasitas pengambilan keputusan
metodologis dalam analisis data
Bagian A: Analisis Data Kuantitatif
Dataset akan disediakan berupa data survei kebutuhan layanan
BK pada 200 siswa SMA yang mencakup variabel demografis,
masalah yang dihadapi, preferensi layanan, dan tingkat
kepuasan terhadap layanan yang telah diterima.
Langkah-langkah:
1. Lakukan analisis deskriptif untuk semua variabel
utama (sentral tendensi, dispersi, distribusi).
2. Visualisasikan data dalam bentuk grafik yang sesuai
(minimal 3 jenis visualisasi berbeda).
3. Rumuskan dan uji minimal 3 hipotesis menggunakan
teknik analisis inferensial yang sesuai. Contoh hipotesis:
o Perbedaan kebutuhan layanan berdasarkan gender
o Hubungan antara jenis masalah dan preferensi
modalitas layanan
o Prediktor kepuasan terhadap layanan BK
4. Laporkan dan interpretasikan hasil analisis, termasuk:
o Asumsi statistik yang diuji
o Hasil uji hipotesis
o Effect size dan signifikansi praktis
o Implikasi hasil bagi praktik BK
MODUL METODOLOGI PENELITIAN BIMBINGAN DAN 38
KONSELING
Bagian B: Analisis Data Kualitatif
Dataset akan disediakan berupa transkrip wawancara dengan 5
konselor sekolah tentang pengalaman mereka dalam
implementasi program BK komprehensif.
Langkah-langkah:
1. Pilih pendekatan analisis kualitatif yang sesuai (thematic
analysis, content analysis, atau IPA).
2. Lakukan proses coding sistematis sesuai dengan
pendekatan yang
dipilih.
3. Identifikasi dan deskripsikan minimal 3-5 tema utama.
4. Buat visual representation dari temuan (misalnya
thematic map, conceptual model, atau matrix display).
5. Laporkan dan refleksikan hasil analisis, termasuk:
o Justifikasi pemilihan pendekatan analisis
o Proses pengembangan kode dan tema
o Ilustrasi tema dengan kutipan dari data
o Strategi yang digunakan untuk memastikan
trustworthiness
o Implikasi temuan bagi pengembangan praktik BK
Format Pelaporan:
1. Pendahuluan (konteks dan tujuan analisis)
2. Metode analisis (justifikasi dan langkah-langkah)
3. Hasil analisis (disertai tabel, grafik, atau visualisasi yang
relevan)
4. Diskusi dan implikasi
5. Refleksi metodologis (tantangan dalam proses analisis
dan strategi mengatasinya)
6. Referensi
MODUL METODOLOGI PENELITIAN BIMBINGAN DAN 39
KONSELING
PENULISAN PROPOSAL DAN LAPORAN
PENELITIAN
Penulisan proposal dan laporan penelitian merupakan
tahap penting dalam siklus penelitian Bimbingan dan Konseling
(BK). Sebagai dokumen akademik, proposal dan laporan
penelitian tidak hanya menggambarkan rencana atau hasil
penelitian, tetapi juga mencerminkan kualitas pemikiran,
kedalaman analisis, dan profesionalisme peneliti. Kemampuan
menyusun proposal dan laporan penelitian yang
komprehensif, koheren, dan memenuhi standar ilmiah
merupakan kompetensi esensial bagi mahasiswa magister dan
praktisi BK yang ingin mengembangkan praktik berbasis bukti
(evidence-based practice).
A. Struktur Proposal Penelitian
Proposal penelitian yang baik merupakan fondasi bagi
pelaksanaan penelitian yang berkualitas. Dalam konteks BK,
proposal penelitian berfungsi sebagai peta jalan yang
mengarahkan peneliti sekaligus sebagai dokumen yang
mengkomunikasikan nilai dan signifikansi penelitian kepada
pembaca, penilai, atau pemberi dana.
1. Komponen Utama Proposal Penelitian BK
a. Bagian Awal
Bagian awal proposal mencakup elemen-elemen yang
memberikan gambaran umum tentang penelitian yang
diusulkan:
1) Halaman Judul: Memuat judul penelitian, identitas
peneliti,
afiliasi institusi, dan waktu penulisan proposal.
Menurut Supriyanto dan Hendiani (2023), judul
penelitian BK yang efektif bersifat informatif,
mencerminkan variabel atau fokus utama, dan
idealnya tidak melebihi 14-16 kata.
2) Daftar Isi: Memberikan gambaran struktur proposal
dan memudahkan navigasi dokumen.
3) Daftar Tabel dan Gambar (jika ada):
Mengorganisasi tabel dan gambar yang terdapat
MODUL METODOLOGI PENELITIAN BIMBINGAN DAN 40
KONSELING
dalam proposal.
4) Abstrak: Ringkasan singkat (150-300 kata) yang
mencakup latar belakang, tujuan, metode, dan
signifikansi penelitian. Hastuti dan Nurhudaya (2023)
menekankan bahwa abstrak harus memberikan
gambaran komprehensif tentang penelitian yang
MODUL METODOLOGI PENELITIAN BIMBINGAN DAN 41
KONSELING
diusulkan dalam format yang ringkas, serta sebaiknya
menyertakan kata kunci (3-5 kata) yang
merefleksikan konsep utama penelitian.
b. BAB I: Pendahuluan
Pendahuluan memberikan landasan dan konteks bagi
penelitian yang diusulkan, serta mengartikulasikan
signifikansi dan tujuan penelitian:
1) Latar Belakang Masalah: Menjelaskan fenomena
atau isu yang
menjadi fokus penelitian, dukungan data dan fakta,
serta urgensi penelitian. Menurut Hidayat dan Ramli
(2023), latar belakang yang efektif menggunakan
pendekatan "funnel" (corong) yang bergerak dari
konteks luas menuju fokus spesifik penelitian, dengan
penekanan pada kesenjangan (gap) yang akan diisi
oleh penelitian.
2) Identifikasi dan Batasan Masalah:
Mengidentifikasi berbagai aspek dari masalah
penelitian dan membatasi lingkup penelitian.
Flurentin dan Ramli (2024) menyarankan agar
pembatasan masalah dalam penelitian BK
mempertimbangkan aspek teoretis, metodologis, dan
praktis untuk memastikan penelitian tetap fokus dan
feasible.
3) Rumusan Masalah: Menyatakan pertanyaan
penelitian secara eksplisit dan spesifik. Gading dan
Kushendar (2024) menekankan bahwa rumusan
masalah yang baik bersifat jelas, dapat dijawab
melalui penelitian empiris, dan mengandung variabel
atau konsep yang dapat diobservasi atau diukur.
4) Tujuan Penelitian: Menjelaskan apa yang ingin
dicapai melalui penelitian, biasanya dikategorikan
sebagai tujuan umum dan tujuan khusus. Kushendar
dan Nurfitri (2024) menunjukkan bahwa tujuan
penelitian yang SMART (Specific, Measurable,
Achievable, Relevant, Time-bound) memfasilitasi
desain penelitian yang lebih fokus dan evaluasi yang
lebih akurat.
MODUL METODOLOGI PENELITIAN BIMBINGAN DAN 42
KONSELING
5) Manfaat Penelitian: Mendeskripsikan kontribusi
potensial penelitian bagi pengembangan teori
(manfaat teoretis) dan praktik (manfaat praktis).
Rahmawati dan Hidayah (2024)
MODUL METODOLOGI PENELITIAN BIMBINGAN DAN 43
KONSELING
mengklasifikasikan manfaat praktis penelitian BK
berdasarkan stakeholders, seperti konselor, klien,
institusi, atau pembuat kebijakan.
6) Definisi Operasional Variabel/Konsep:
Mendefinisikan variabel atau konsep kunci secara
operasional untuk menghindari ambiguitas. Marlina
dan Dharsana (2023) menekankan pentingnya definisi
operasional yang jelas dan terukur, terutama untuk
konstruk psikologis yang kompleks atau abstrak.
c. BAB II: Kajian Pustaka
Kajian pustaka menyediakan landasan teoretis dan
empiris bagi penelitian yang diusulkan:
1) Tinjauan Teoretis tentang Variabel/Fenomena:
Menguraikan
teori yang menjadi landasan pemahaman tentang
variabel atau fenomena yang diteliti. Sunaryo dan
Fitriana (2024) menyarankan organisasi kajian
teoretis berdasarkan tema atau konsep, bukan
kronologi, dengan memperhatikan perkembangan
terbaru dalam keilmuan BK.
2) Penelitian Terdahulu yang Relevan: Mengkaji dan
mensintesis penelitian-penelitian sebelumnya yang
terkait dengan topik penelitian. Habsy dan Wibowo
(2024) menekankan pentingnya analisis kritis
terhadap metodologi dan temuan penelitian
terdahulu, bukan sekadar rangkuman deskriptif.
3) Kerangka Berpikir: Menggambarkan alur pemikiran
yang menghubungkan teori, penelitian terdahulu, dan
hipotesis/asumsi penelitian. Lestari dan Rahmawati
(2024) menggambarkan kerangka berpikir sebagai
"peta konseptual" yang menunjukkan bagaimana
variabel atau konsep dalam penelitian berhubungan
secara logis.
4) Hipotesis/Asumsi Penelitian: Menyatakan
prediksi atau asumsi tentang hasil penelitian
berdasarkan teori dan penelitian terdahulu. Nugraha
dan Mulawarman (2024) membedakan antara
hipotesis nol (null hypothesis) dan hipotesis
MODUL METODOLOGI PENELITIAN BIMBINGAN DAN 44
KONSELING
alternatif (alternative hypothesis) dalam penelitian
kuantitatif BK, serta
MODUL METODOLOGI PENELITIAN BIMBINGAN DAN 45
KONSELING
menekankan pentingnya hipotesis yang testable dan
grounded dalam teori.
d. BAB III: Metodologi Penelitian
Metodologi penelitian menjelaskan bagaimana
penelitian akan dilaksanakan:
1) Jenis dan Desain Penelitian: Menjelaskan
pendekatan penelitian (kuantitatif, kualitatif, atau
mixed method) dan desain spesifik yang digunakan.
Ambarwati dan Setyowati (2023) mengklasifikasikan
desain penelitian dalam BK berdasarkan tujuan
(eksploratori, deskriptif, eksplanatori), metode
pengumpulan data, dan dimensi waktu.
2) Subjek/Partisipan Penelitian: Mengidentifikasi
populasi target, teknik sampling atau pemilihan
partisipan, dan kriteria inklusi/eksklusi. Wibowo dan
Andriyani (2023) menekankan pentingnya justifikasi
ukuran sampel, terutama untuk penelitian kuantitatif,
melalui analisis power statistik atau pertimbangan
teoretis.
3) Teknik Pengumpulan Data: Menjelaskan instrumen
yang digunakan, validitas dan reliabilitasnya, serta
prosedur pengumpulan data. Purwanti dan
Nurhidayah (2023) menggarisbawahi pentingnya
triangulasi dalam penelitian kualitatif BK untuk
meningkatkan kredibilitas data.
4) Prosedur Penelitian: Mendeskripsikan tahapan-
tahapan penelitian secara kronologis, termasuk
timeline dan pertimbangan etis. Asrori dan Musyarofah
(2023) menyarankan agar prosedur penelitian BK yang
melibatkan data sensitif harus eksplisit mengenai
protokol keamanan data dan perlindungan partisipan.
5) Teknik Analisis Data: Menjelaskan metode yang
digunakan untuk menganalisis data dan kriteria
interpretasi hasil. Hartinah dan Sugiharto (2023)
menekankan pentingnya kesesuaian antara teknik
analisis dengan jenis data dan pertanyaan penelitian,
serta transparansi dalam melaporkan asumsi statistik
yang mendasari analisis.
MODUL METODOLOGI PENELITIAN BIMBINGAN DAN 46
KONSELING
e. Penutup Proposal
Bagian penutup proposal meliputi:
1) Daftar Pustaka: Menyajikan referensi yang dikutip
dalam proposal. Faisal dan Rahman (2023)
merekomendasikan minimal 60% referensi dari jurnal
ilmiah, dengan 80% terbitan 10 tahun terakhir untuk
memastikan kebaruan.
2) Lampiran: Menyertakan materi pendukung seperti
instrumen penelitian, informed consent, atau
dokumentasi izin penelitian. Nurhidayah dan
Rahmawati (2024) menekankan bahwa lampiran
harus terorganisasi dengan baik dan dirujuk dalam teks
utama.
2. Pertimbangan Khusus untuk Jenis Penelitian Tertentu
a. Proposal Penelitian Kuantitatif
Proposal penelitian kuantitatif dalam BK memiliki
beberapa pertimbangan khusus:
1) Operasionalisasi Variabel: Supriyanto dan
Hendiani (2024) menekankan pentingnya definisi
operasional yang jelas dan terukur untuk setiap
variabel, serta pengembangan indikator yang
komprehensif.
2) Hipotesis yang Testable: Ramli dan Suwarjo (2023)
menyarankan rumusan hipotesis yang spesifik
dengan arah hubungan yang jelas untuk penelitian
korelasional atau komparatif.
3) Validitas dan Reliabilitas Instrumen: Azmi dan
Nurihsan (2023) menyoroti pentingnya melaporkan
properti psikometrik instrumen, termasuk validitas
(content, construct, criterion) dan reliabilitas (internal
consistency, test-retest).
4) Rencana Analisis Statistik: Hasanah dan Nurfitri
(2023) merekomendasikan penyertaan analisis power
dan estimasi ukuran sampel, serta justifikasi
pemilihan uji statistik berdasarkan level pengukuran
variabel dan asumsi distribusi.
MODUL METODOLOGI PENELITIAN BIMBINGAN DAN 47
KONSELING
b. Proposal Penelitian Kualitatif
Proposal penelitian kualitatif memiliki karakteristik berbeda:
1) Paradigma Penelitian: Gading dan Nurfitri (2023)
menekankan pentingnya mengartikulasikan posisi
paradigmatik peneliti (konstruktivis, interpretivis,
kritis, dll.) yang memengaruhi seluruh aspek
penelitian.
2) Posisi Peneliti: Rahmawati dan Cahyawulan (2024)
menyarankan refleksi tentang posisionalitas peneliti,
potensi bias, dan strategi untuk mencapai
trustworthiness.
3) Strategi Sampling Purposif: Kushendar dan Fitri
(2023) menjelaskan berbagai strategi sampling
purposif dalam penelitian kualitatif BK, seperti
maximum variation, typical case, atau critical case,
beserta implikasinya terhadap transferabilitas temuan.
4) Analisis Data Iteratif: Purwanto dan Mappiare
(2023) menekankan pentingnya mendeskripsikan
proses analisis data kualitatif sebagai proses iteratif
yang berkembang selama penelitian, bukan sebagai
tahap linear pasca pengumpulan data.
c. Proposal Penelitian Mixed Methods
Proposal penelitian mixed methods perlu
mempertimbangkan:
1) Rationale Integrasi Metode: Fatchurahman dan
Setiawan (2023) menyarankan artikulasi jelas tentang
mengapa dan bagaimana integrasi metode kuantitatif
dan kualitatif akan menghasilkan pemahaman yang
lebih komprehensif.
2) Desain Sequential atau Concurrent: Hidayat dan
Lestari (2023) membedakan antara desain sequential
(kuantitatif → kualitatif atau sebaliknya) dan
concurrent (pengumpulan data kuantitatif dan
kualitatif secara simultan), beserta implikasinya
terhadap prosedur dan timeline penelitian.
3) Strategi Analisis Terintegrasi: Astuti dan Farozin
(2024) menekankan pentingnya rencana analisis yang
jelas tentang bagaimana data kuantitatif dan
MODUL METODOLOGI PENELITIAN BIMBINGAN DAN 48
KONSELING
kualitatif akan diintegrasikan pada tahap analisis dan
interpretasi.
MODUL METODOLOGI PENELITIAN BIMBINGAN DAN 49
KONSELING
3. Evaluasi Kualitas Proposal Penelitian
Proposal penelitian BK yang berkualitas tinggi dapat
dievaluasi berdasarkan beberapa kriteria:
a. Signifikansi dan Originalitas: Hidayat dan
Fadhilah (2023)
menyarankan evaluasi kontribusi potensial penelitian
terhadap pengembangan teori atau praktik BK, serta
orisinalitas dalam pendekatan atau fokus penelitian.
b. Koherensi dan Konsistensi Internal: Wibowo dan
Supriyanto (2023) menekankan pentingnya alignment
antara rumusan masalah, tujuan penelitian, metodologi,
dan analisis data.
c. Kelayakan dan Etika: Marlina dan Kusumawati (2023)
mengevaluasi proposal berdasarkan feasibility dalam hal
sumber daya, akses ke partisipan, dan timeline, serta
kecukupan pertimbangan etis.
d. Kedalaman Literatur: Gading dan Kushendar (2024)
menyoroti pentingnya ketajaman analisis terhadap
literatur yang mencerminkan pemahaman komprehensif
tentang state of the art dalam topik penelitian.
e. Kejelasan dan Presisi Metodologis: Flurentin dan
Ramli (2024) menekankan bahwa proposal berkualitas
tinggi mendemonstrasikan kejelasan dan justifikasi yang
kuat untuk setiap keputusan metodologis.
B. Teknik Penulisan Ilmiah
Penulisan ilmiah dalam konteks penelitian Bimbingan dan
Konseling (BK) memerlukan keterampilan khusus untuk
mengkomunikasikan gagasan, metodologi, dan temuan
penelitian secara efektif, sistematis, dan dapat
dipertanggungjawabkan. Penguasaan teknik penulisan ilmiah
tidak hanya memperkuat validitas dan reliabilitas penelitian,
tetapi juga meningkatkan aksesibilitas dan dampak penelitian
bagi komunitas akademik dan praktisi BK.
MODUL METODOLOGI PENELITIAN BIMBINGAN DAN 50
KONSELING
1. Prinsip Dasar Penulisan Ilmiah dalam BK
Penulisan ilmiah dalam BK harus mengikuti prinsip-prinsip
berikut:
a. Objektivitas: Hartinah dan Sugiharto (2024)
menegaskan bahwa objektivitas dalam penulisan ilmiah
BK dicirikan oleh sajian data dan fakta yang terverifikasi,
bukan pendapat pribadi atau spekulasi tanpa dasar.
Objektivitas menjadi fundamen kredibilitas penelitian BK,
terutama ketika berhadapan dengan fenomena yang
kompleks seperti perilaku dan kondisi psikologis.
b. Sistematis: Penulisan ilmiah harus mengikuti alur logis
dan terstruktur. Rahmawati dan Kadarwati (2024)
menekankan pentingnya koherensi antar bagian tulisan,
dari pendahuluan hingga kesimpulan, dengan transisi
yang jelas antara ide dan argumentasi.
c. Presisi: Penggunaan terminologi dalam BK harus
tepat dan konsisten. Menurut Hidayat dan Ramli
(2023), ambiguitas terminologi dapat menyebabkan
kesalahpahaman konseptual yang memengaruhi
validitas penelitian. Definisi operasional variabel atau
konstruk harus dinyatakan dengan jelas.
d. Kebaruan: Penulisan ilmiah BK harus menyajikan
kontribusi baru bagi pengembangan keilmuan atau
praktik. Kushendar dan Nurfitri (2024) menekankan
bahwa setiap penelitian BK, baik replikasi maupun
orisinil, harus mengartikulasikan dengan jelas apa yang
ditambahkan pada basis pengetahuan yang sudah ada.
e. Transparansi: Aspek metodologis, termasuk
keterbatasan penelitian, harus diungkapkan secara jujur.
Marlina dan Kusumawati (2023) menunjukkan bahwa
transparansi meningkatkan kepercayaan pembaca dan
memfasilitasi replikasi sebagai bagian dari proses
ilmiah.
2. Struktur dan Organisasi Tulisan Ilmiah
a. Struktur Artikel Jurnal
Artikel jurnal penelitian BK umumnya mengikuti struktur
berikut:
1) Judul: Ringkas, informatif, dan mencerminkan isi
MODUL METODOLOGI PENELITIAN BIMBINGAN DAN 51
KONSELING
penelitian
2) Abstrak: Ringkasan singkat (150-250 kata)
mencakup tujuan, metode, hasil, dan kesimpulan
MODUL METODOLOGI PENELITIAN BIMBINGAN DAN 52
KONSELING
3) Kata Kunci: 3-5 kata yang merepresentasikan konsep
utama
4) Pendahuluan: Latar belakang, kesenjangan
penelitian, dan tujuan
5) Kajian Literatur: Sintesis penelitian terdahulu dan
kerangka teoretis
6) Metode: Desain, partisipan, instrumen, prosedur,
dan analisis data
7) Hasil: Temuan penelitian tanpa interpretasi
8) Pembahasan: Interpretasi hasil, implikasi, dan
keterbatasan
G) Kesimpulan: Ringkasan temuan utama dan
rekomendasi
10) Referensi: Daftar pustaka yang dirujuk
Purwanti dan Nurhidayah (2023) menjelaskan bahwa
struktur ini mendukung komunikasi ilmiah yang efisien dan
memungkinkan pembaca mengakses informasi spesifik
dengan cepat.
b. Teknik Penulisan Bagian-Bagian Penting
1) Pendahuluan
Mulai dengan konteks luas, kemudian mengerucut
pada isu spesifik
Identifikasi kesenjangan penelitian dengan jelas
Nyatakan tujuan dan signifikansi penelitian
Akhiri dengan outline struktur artikel
Hidayat dan Fadhilah (2023), merekomendasikan
pendekatan "penyempitan corong" (funnel approach)
dalam penulisan pendahuluan, dari fenomena umum
menuju fokus spesifik penelitian.
2) Kajian Literatur
Organisasikan berdasarkan tema atau konsep,
bukan kronologi
Sajikan sintesis, bukan sekadar daftar penelitian
Identifikasi pola, kontradiksi, dan kesenjangan
Kaitkan dengan kerangka teoretis penelitian
Sunaryo dan Fitriana (2024) menekankan bahwa
kajian literatur yang efektif tidak sekadar
MODUL METODOLOGI PENELITIAN BIMBINGAN DAN 53
KONSELING
merangkum penelitian
MODUL METODOLOGI PENELITIAN BIMBINGAN DAN 54
KONSELING
terdahulu, tetapi menyajikan narasi koheren yang
mengarah pada posisi penelitian saat ini dalam lanskap
keilmuan BK.
3) Metode
Berikan justifikasi atas pilihan metodologis
Deskripsikan dengan detail yang memungkinkan
replikasi
Jelaskan pertimbangan etis dan cara mengatasinya
Paparkan prosedur analisis data secara
komprehensif
Ambarwati dan Setyowati (2023), menggarisbawahi
pentingnya transparansi metodologis dalam penelitian
BK, terutama ketika melibatkan populasi rentan atau isu
sensitif.
4) Hasil dan Pembahasan
Organisasikan hasil berdasarkan
pertanyaan/hipotesis penelitian
Gunakan tabel, grafik, atau visualisasi untuk
memperjelas
Hindari interpretasi dalam bagian hasil
Dalam pembahasan, kaitkan temuan dengan
literatur terdahulu
Diskusikan implikasi teoretis dan praktis
Akui keterbatasan dengan jujur
Wibowo dan Andriyani (2023) menyarankan
penyajian hasil yang terstruktur dan pembahasan yang
tidak hanya menjawab "apa yang ditemukan" tetapi juga
"mengapa hal itu ditemukan" dan "apa artinya bagi teori
dan praktik BK".
3. Gaya Penulisan dan Tata Bahasa
a. Penggunaan Bahasa Ilmiah
Hindari diksi yang ambigu atau emotif
Gunakan kalimat aktif dan efisien
Pertahankan tone objektif dan profesional
Jaga konsistensi terminologi
Rahmawati dan Cahyawulan (2024) menekankan
MODUL METODOLOGI PENELITIAN BIMBINGAN DAN 55
KONSELING
bahwa kejelasan bahasa mencerminkan
kejelasan pemikiran,
dan
MODUL METODOLOGI PENELITIAN BIMBINGAN DAN 56
KONSELING
penggunaan terminologi yang konsisten sangat penting
dalam penulisan ilmiah BK.
b. Penulisan Paragraf Efektif
Mulai dengan kalimat topik yang jelas
Kembangkan ide tunggal per paragraf
Gunakan transisi yang menghubungkan antar paragraf
Batasi panjang paragraf (5-8 kalimat)
Supriyanto dan Hendiani (2023) menyarankan struktur
paragraf yang koheren dengan satu ide utama, diikuti oleh
elaborasi dan bukti pendukung.
c. Penggunaan Kutipan dan Parafrasa
Kutip secara langsung hanya bila diperlukan
Parafrasa harus mengubah struktur dan diksi asli
Atribusikan ide dengan tepat
Hindari plagiarisme dalam segala bentuk
Astuti dan Farozin (2024) menekankan pentingnya
integritas akademik dalam penggunaan sumber, dengan
merekomendasikan parafrasa yang substantif dibanding
kutipan langsung yang berlebihan.
4. Konvensi Sitasi dan Referensi
a. Sistem APA (American Psychological Association)
Sebagai standar dalam penelitian BK, sistem APA
memiliki konvensi spesifik:
In-text citation: (Penulis, Tahun) atau Penulis (Tahun)
Direct quote: (Penulis, Tahun, p. XX)
Multiple authors: (Penulis et al., Tahun) untuk lebih
dari dua penulis
Format daftar referensi yang terstruktur berdasarkan
jenis sumber.
Nugraha dan Mulawarman (2024) menekankan
pentingnya kepatuhan terhadap APA style terbaru
dalam publikasi BK untuk memastikan konsistensi dan
profesionalisme.
MODUL METODOLOGI PENELITIAN BIMBINGAN DAN 57
KONSELING
b. Penggunaan Software Manajemen Referensi
Mendeley, Zotero, EndNote, atau Citavi
Kelebihan dan keterbatasan masing-masing
Integrasi dengan word processor
Kolaborasi dan berbagi referensi
Lestari dan Rahmawati (2024) merekomendasikan
penggunaan software manajemen referensi untuk
meningkatkan efisiensi dan akurasi sitasi dalam penelitian
BK, terutama untuk proyek skala besar atau kolaboratif.
5. Etika Penulisan Ilmiah dalam BK
a. Plagiarisme dan Integritas Akademik
Definisi dan jenis plagiarisme
Strategi menghindari plagiarisme
Konsekuensi etis dan profesional
Faisal dan Rahman (2023) menggarisbawahi bahwa
integritas akademik merupakan fondasi kredibilitas peneliti
BK, dengan plagiarisme sebagai pelanggaran serius yang
dapat merusak reputasi profesional dan institusional.
b. Pengungkapan Konflik Kepentingan
Identifikasi potensi bias
Transparansi pendanaan dan afiliasi
Posisi peneliti dalam konteks penelitian
Gading dan Nurfitri (2023) menekankan pentingnya
transparansi tentang konflik kepentingan untuk menjaga
objektivitas dan kredibilitas penelitian BK.
c. Pelaporan Etis tentang Partisipan
Perlindungan identitas dan privasi
Sensitivitas dalam mendeskripsikan karakteristik
Penghindaran label yang stigmatisasi
MODUL METODOLOGI PENELITIAN BIMBINGAN DAN 58
KONSELING
Kushendar dan Fitri (2023) menyoroti tanggung jawab
peneliti BK untuk melindungi partisipan tidak hanya selama
pengumpulan data, tetapi juga dalam pelaporan hasil.
C. Publikasi Hasil Penelitian
Publikasi hasil penelitian merupakan tahap krusial
dalam siklus penelitian BK. Melalui publikasi, temuan penelitian
dapat disebarluaskan, dikritisi, dan diaplikasikan oleh
komunitas akademik dan praktisi. Kemampuan
mempublikasikan hasil penelitian secara efektif menjadi
indikator penting kompetensi peneliti dalam bidang BK.
1. Strategi Pemilihan Outlet Publikasi
a. Jurnal Ilmiah dalam Bidang BK
1) Faktor pertimbangan pemilihan jurnal:
Fokus dan ruang lingkup jurnal
Indeksasi dan faktor dampak
Readership dan visibilitas
Waktu peer review dan publikasi
Biaya publikasi
Supriyanto dan Hendiani (2024) menyarankan
peneliti BK untuk mengidentifikasi minimal 3-5 jurnal
potensial dengan kesesuaian tematik sebelum
finalisasi naskah, dengan mempertimbangkan
kecocokan antara fokus penelitian dan ruang lingkup
jurnal.
2) Jurnal nasional terakreditasi dalam BK di
Indonesia:
Jurnal Bimbingan dan Konseling Indonesia
Jurnal Kajian Bimbingan dan Konseling
Konselor: Jurnal Ilmiah Konseling
Jurnal Penelitian dan Pengembangan Bimbingan
Konseling
Indonesian Journal of Educational Counseling
3) Jurnal internasional dalam BK:
Journal of Counseling C Development
The Counseling Psychologist
Journal of Counseling Psychology
International Journal for the Advancement of
MODUL METODOLOGI PENELITIAN BIMBINGAN DAN 59
KONSELING
Counselling
MODUL METODOLOGI PENELITIAN BIMBINGAN DAN 60
KONSELING
Asian Journal of Counselling
Nurhidayah dan Rahmawati (2024) menekankan
pentingnya memahami karakteristik dan ekspektasi
masing-masing jurnal sebelum pengajuan naskah untuk
meningkatkan peluang penerimaan.
b. Konferensi dan Prosiding
1) Jenis konferensi BK:
Konferensi nasional (ABKIN, MGBK)
Konferensi internasional (APECA, IAEVG, ACA)
Konferensi tematik (konseling karir, konseling
sekolah, dll.)
2) Keuntungan presentasi konferensi:
Umpan balik langsung dari peers
Networking dengan peneliti sejenis
Publikasi cepat dalam prosiding
Peningkatan visibilitas penelitian
Ramli dan Suwarjo (2023) merekomendasikan peneliti
BK, terutama pemula, untuk aktif berpartisipasi dalam
konferensi sebagai batu loncatan menuju publikasi jurnal
dan membangun jaringan profesional.
c. Platform Open Access dan Repositori
ResearchGate, Academia.edu, SSRN
Repositori institusional
Preprint servers (PsyArXiv)
Open Educational Resources (OER)
Hidayat dan Lestari (2023) menggarisbawahi peran
penting platform open access dalam meningkatkan
visibilitas dan dampak penelitian BK, terutama bagi
praktisi yang mungkin memiliki akses terbatas ke jurnal
berbayar.
MODUL METODOLOGI PENELITIAN BIMBINGAN DAN 61
KONSELING
2. Proses Peer Review dan Revisi
a. Memahami Proses Peer Review
1) Tahapan review:
Initial screening oleh editor
Double/single blind review
Keputusan (accept, minor revision, major revision,
reject)
Revisi dan resubmission
Keputusan final
2) Jenis ulasan reviewer:
Substantif (metodologi, analisis, interpretasi)
Editorial (struktur, gaya, kejelasan)
Teknis (referensi, format, kelengkapan)
Marlina dan Dharsana (2023) menyoroti bahwa
pemahaman terhadap proses peer review membantu
peneliti BK mempersiapkan naskah yang memenuhi
standar publikasi dan merespons kritik secara konstruktif.
b. Strategi Merespons Reviewer
Analisis sistematis atas komentar reviewer
Penyusunan response letter yang komprehensif
Pelacakan perubahan yang jelas
Justifikasi untuk komentar yang tidak diakomodasi
Hasanah dan Nurfitri (2023) menekankan pentingnya
sikap profesional dan non-defensif dalam merespons
reviewer, dengan fokus pada peningkatan kualitas
penelitian, bukan pembenaran terhadap kritik.
c. Belajar dari Rejection
Analisis penyebab penolakan
Strategi revisi dan resubmission
Pemilihan jurnal alternatif
Peningkatan kualitas untuk submission berikutnya
MODUL METODOLOGI PENELITIAN BIMBINGAN DAN 62
KONSELING
Flurentin dan Ramli (2024) menunjukkan bahwa
penolakan merupakan bagian normal dari proses publikasi
ilmiah, dan peneliti BK yang sukses adalah mereka yang
mampu belajar dan adaptif terhadap feedback. Dalam
penelitian mereka tentang pengalaman publikasi
konselor sekolah, mereka menemukan bahwa 78%
peneliti yang berhasil mempublikasikan artikelnya
mengalami setidaknya satu kali penolakan sebelum
berhasil diterima.
3. Diseminasi dan Promosi Hasil Penelitian
a. Strategi Promosi Digital
Media sosial akademik (ResearchGate, Academia.edu)
Twitter/X akademik
Blog profesional atau institusional
Podcast dan webinar tematik
Video ringkasan penelitian
Habsy dan Wibowo (2024) menggambarkan
bagaimana peneliti BK kontemporer perlu mengadopsi
strategi promosi digital untuk memperluas jangkauan dan
dampak penelitian mereka di era informasi. Mereka
menemukan bahwa artikel yang dipromosikan aktif melalui
platform digital mendapatkan 2,3 kali lebih banyak sitasi
dalam dua tahun pertama dibandingkan artikel serupa
tanpa promosi digital.
b. Engagement dengan Komunitas Praktisi
Policy brief untuk pemangku kebijakan
Artikel populer untuk praktisi
Workshop dan pelatihan berbasis penelitian
Kolaborasi dengan asosiasi profesional
Purwanto dan Mappiare (2023) menekankan bahwa
diseminasi efektif hasil penelitian BK memerlukan
"terjemahan" ke dalam bahasa dan format yang aksesibel
bagi praktisi dan pembuat kebijakan. Mereka mengusulkan
model "research-to-practice bridge" yang terdiri
MODUL METODOLOGI PENELITIAN BIMBINGAN DAN 63
KONSELING
dari tiga komponen: simplifikasi bahasa, kontekstualisasi
aplikasi, dan visualisasi implikasi.
c. Metrik Dampak Penelitian
Citation metrics (h-index, i10-index)
Altmetrics (mentions, shares, downloads)
Impact narratives (testimonial, implementasi)
Collaborative networks
Arjanto dan Saputra (2023) mengadvokasi
pendekatan komprehensif dalam mengevaluasi dampak
penelitian BK, melampaui metrik sitasi tradisional untuk
mencakup indikator pengaruh praktis dan kebijakan. Studi
mereka mengidentifikasi lima dimensi dampak penelitian
BK: akademik, praktik profesional, kebijakan publik,
kesadaran masyarakat, dan pengembangan kapasitas.
4. Hak Kekayaan Intelektual dan Open Science
a. Memahami Kebijakan Copyright Jurnal
Hak penulis vs hak penerbit
Copyright transfer agreements
Creative Commons licenses
Self-archiving policies (Green OA)
Azmi dan Nurihsan (2023) menyoroti pentingnya
peneliti BK memahami implikasi perjanjian copyright
sebelum publikasi untuk memastikan hak mereka atas
karya intelektual terlindungi. Analisis mereka terhadap 42
jurnal BK internasional menunjukkan variasi signifikan
dalam kebijakan hak cipta dan self-archiving, dengan
implikasi penting bagi akses dan diseminasi penelitian.
b. Prinsip Open Science dalam Penelitian BK
Open Access publishing
Data sharing dan repositori
Open peer review
Preregistration studi
MODUL METODOLOGI PENELITIAN BIMBINGAN DAN 64
KONSELING
Reproducible methods
Wibowo dan Andriyani (2024) menggambarkan
transformasi paradigma publikasi ilmiah BK menuju prinsip
open science yang meningkatkan transparansi,
replikabilitas, dan aksesibilitas penelitian. Mereka
menguraikan model implementasi open science berjenjang
yang dapat diadopsi oleh peneliti BK di Indonesia, dengan
mempertimbangkan infrastruktur dan kapasitas sumber
daya yang tersedia.
c. Etika dalam Publikasi Kolaboratif
Kriteria authorship
Urutan penulis dan kontribusi
Acknowledgments yang tepat
Manajemen konflik dalam tim
Kushendar dan Wibowo (2024) menggarisbawahi
pentingnya kesepakatan awal tentang authorship dan
kontribusi dalam penelitian kolaboratif BK untuk mencegah
konflik dan memastikan pengakuan yang adil. Mereka
merekomendasikan penggunaan Contributor Roles
Taxonomy (CRediT) untuk mengartikulasikan kontribusi
spesifik setiap anggota tim penelitian dengan lebih
transparan.
MODUL METODOLOGI PENELITIAN BIMBINGAN DAN 65
KONSELING
D. Worksheet: Outline Proposal Penelitian
Judul Worksheet: Pengembangan Outline Proposal
Penelitian BK Tujuan:
Mengembangkan keterampilan penyusunan proposal
penelitian yang sistematis dan komprehensif
Melatih kemampuan mengidentifikasi komponen kunci
dalam perencanaan penelitian
Menerapkan prinsip penulisan ilmiah dalam konteks
proposal penelitian BK
Petunjuk Umum:
1. Pilih satu topik penelitian dalam bidang BK yang sesuai
dengan minat Anda
2. Kembangkan outline proposal penelitian berdasarkan
format yang
disediakan
3. Untuk setiap bagian, berikan deskripsi singkat (1-2
paragraf) tentang isi yang akan dikembangkan
4. Sertakan minimal 3 referensi terkini untuk setiap bagian
utama
5. Refleksikan proses pengembangan outline dalam jurnal
reflektif
Format Outline:
1. Halaman Judul
Judul Penelitian (maksimal 20 kata, informatif dan
mencerminkan variabel utama)
Nama Lengkap dan Afiliasi
Tanggal Penyusunan
2. Abstrak (200-250 kata)
Latar belakang singkat
Tujuan penelitian
Metodologi
Signifikansi penelitian
Kata kunci (3-5 kata)
MODUL METODOLOGI PENELITIAN BIMBINGAN DAN 66
KONSELING
3. BAB I:
Pendahuluan
A. Latar Belakang
Deskripsi fenomena/masalah
Data dan fakta pendukung
Kesenjangan penelitian
Urgensi penelitian
B. Identifikasi dan Pembatasan Masalah
Identifikasi permasalahan
Ruang lingkup dan batasan penelitian
C. Rumusan Masalah
Pertanyaan penelitian yang spesifik dan dapat dijawab
D. Tujusn Penelitian
Tujuan umum
Tujuan khusus (jika ada)
E. Manfaat Penelitian
Manfaat teoretis
Manfaat praktis (bagi konselor, institusi, klien, dll.)
F. Definisi Operasional
Definisi konseptual dan operasional variabel/konsep
kunci
4. BAB II: Kajian Pustaka
A. Kajian Teoretis
Teori utama yang menjadi landasan penelitian
Variabel/konsep penelitian
Model atau kerangka teoretis
B. Penelitian Terdahulu
Sintesis penelitian terkait
Persamaan dan perbedaan dengan penelitian yang
diusulkan
Posisi penelitian dalam konteks literatur
C. Kerangka Berpikir
Alur logis hubungan antar variabel/konsep
Visualisasi model penelitian (jika ada)
D. Hipotesis/Asumsi Penelitian (jika relevan)
Rumusan hipotesis yang jelas dan dapat diuji
Justifikasi hipotesis berdasarkan teori dan penelitian
MODUL METODOLOGI PENELITIAN BIMBINGAN DAN 67
KONSELING
terdahulu
MODUL METODOLOGI PENELITIAN BIMBINGAN DAN 68
KONSELING
5. BAB II: Metodologi Penelitian
A. Jenis dan Desain Penelitian
Pendekatan penelitian (kuantitatif/kualitatif/mixed)
Desain penelitian spesifik
Justifikasi pemilihan desain
B. Subjek/Partisipan Penelitian
Populasi dan sampel/partisipan
Teknik sampling/pemilihan partisipan
Kriteria inklusi dan eksklusi
C. Teknik Pengumpulan Data
Instrumen penelitian
Validitas dan reliabilitas instrumen
Prosedur pengumpulan data
D. Prosedur Penelitian
Tahapan penelitian
Timeline penelitian
Pertimbangan etis
E. Teknik Analisis Data
Metode analisis data
Software yang digunakan (jika ada)
Kriteria interpretasi hasil
6. Daftar Pustaka
Minimal 15 referensi (60% jurnal, 80% terbitan 5 tahun
terakhir)
Format APA 7th edition
7. Lampiran
Draft instrumen penelitian
Informed consent
Dokumen pendukung lainnya
MODUL METODOLOGI PENELITIAN BIMBINGAN DAN 69
KONSELING
Rubrik Penilaian:
Komponen Bobot Kriteria Penilaian
Kualitas Judul dan Kejelasan, keterkaitan dengan bidang BK,
10%
Abstrak ketepatan kata kunci
Kejelasan fenomena, dukungan
Latar Belakang 15%
data/fakta, artikulasi gap penelitian
Rumusan
Masalah 10%Kejelasan, keterukuran, relevansi dengan
BK
dan Tujuan
Komprehensivitas, kualitas sintesis,
Kajian Teoretis 20%
kebaruan referensi
Kesesuaian desain, kelengkapan
Metodologi 25% prosedur,
pertimbangan etis
Penulisan dan Struktur logis, transisi antar bagian,
10%
Organisasi kepatuhan pada konvensi akademik
Referensi 10% Relevansi, kebaruan, kepatuhan format
APA
Contoh Pengembangan Outline untuk Bagian Latar
Belakang:
Topik: Efektivitas Konseling Daring untuk Kecemasan Sosial pada
Mahasiswa
Latar belakang penelitian ini akan menguraikan fenomena
peningkatan kecemasan sosial di kalangan mahasiswa pasca
pandemi COVID-19, dengan didukung data prevalensi dari
berbagai studi nasional dan internasional. Saya akan
menyajikan data dari penelitian Hidayat dan Fadhilah (2023)
yang menunjukkan peningkatan 47% kasus kecemasan sosial
pada mahasiswa Indonesia selama transisi kembali ke
pembelajaran tatap muka. Selanjutnya, saya akan menjelaskan
urgensi pengembangan layanan konseling yang aksesibel,
dengan fokus pada potensi konseling daring sebagai solusi yang
MODUL METODOLOGI PENELITIAN BIMBINGAN DAN 70
KONSELING
menjembatani keterbatasan akses dan stigma. Kesenjangan
penelitian yang akan diidentifikasi adalah minimnya studi
empiris yang membandingkan efektivitas berbagai modalitas
konseling
MODUL METODOLOGI PENELITIAN BIMBINGAN DAN 71
KONSELING
daring (text-based, audio, video) untuk kecemasan sosial pada
konteks mahasiswa Indonesia, serta faktor-faktor yang
memoderasi efektivitasnya. Urgensi penelitian akan dikaitkan
dengan kebutuhan pengembangan layanan kesehatan mental
yang berbasis bukti dalam konteks pendidikan tinggi di
Indonesia.
Referensi untuk bagian ini:
1. Hidayat, D. R., C Fadhilah, N. (2023). Prevalensi
kecemasan sosial pada mahasiswa Indonesia pasca
pandemi: Studi multi-kampus. Jurnal Psikologi
Pendidikan dan Konseling, 9(2), 143-159.
2. Nugraha, A., C Mulawarman, M. (2024). Perbandingan
efektivitas konseling berbasis mindfulness secara daring
versus tatap muka untuk kecemasan sosial:
Implementasi desain kuasi eksperimental. Jurnal
Bimbingan Konseling Indonesia, 9(1), 12-26.
3. Habsy, B. A., C Wibowo, M. E. (2024). Investigasi
fenomenologis pengalaman konselor dalam
implementasi konseling online
pascapandemi. Jurnal Konseling Indonesia, 9(2), 32-49.
Refleksi: Setelah menyelesaikan outline, refleksikan
pengalaman Anda dengan menjawab pertanyaan berikut:
1. Apa tantangan utama dalam mengembangkan outline
proposal ini?
2. Bagaimana Anda memastikan koherensi antara rumusan
masalah, tujuan, dan metodologi?
3. Berdasarkan pengalaman ini, bagian mana dari
proposal yang paling perlu Anda tingkatkan
kemampuannya?
4. Jika penelitian ini benar-benar dilaksanakan, apa
potensi kontribusinya bagi praktik BK?
Aktivitas Pengembangan Lanjutan:
1. Peer Review Outline
o Bertukar outline dengan rekan dan memberikan
feedback konstruktif
o Mengidentifikasi kekuatan dan area
pengembangan dalam outline rekan
o Merevisi outline berdasarkan feedback yang
diterima
2. Ekspansi Bagian Metodologi
MODUL METODOLOGI PENELITIAN BIMBINGAN DAN 72
KONSELING
o Mengembangkan detail spesifik tentang
instrumen penelitian
MODUL METODOLOGI PENELITIAN BIMBINGAN DAN 73
KONSELING
o Menjelaskan prosedur pengumpulan data secara
rinci
o Menyusun rencana analisis data yang komprehensif
3. Simulasi Presentasi Proposal
o Menyiapkan bahan presentasi berdasarkan outline
o Mengantisipasi pertanyaan potensial dari reviewer
o Mempraktikkan presentasi dengan durasi 10-15
menit
4. Konsultasi dengan Pakar
o Mengidentifikasi pakar dalam bidang terkait
o Menyusun pertanyaan spesifik untuk konsultasi
o Merevisi outline berdasarkan masukan pakar
Worksheet ini dirancang sebagai alat pembelajaran aktif
yang memfasilitasi mahasiswa dalam mengembangkan
proposal penelitian secara sistematis dan komprehensif. Melalui
proses pengembangan outline, mahasiswa akan terlatih untuk
mengidentifikasi elemen-elemen penting dalam perencanaan
penelitian, mengorganisasi ide secara logis, dan
mengaplikasikan prinsip penulisan ilmiah dalam konteks
penelitian BK.
MODUL METODOLOGI PENELITIAN BIMBINGAN DAN 74
KONSELING
TREN DAN ISU MUTAKHIR PENELITIAN DALAM
BK
Perkembangan ilmu pengetahuan, teknologi, dan dinamika
sosial telah membentuk lanskap penelitian Bimbingan dan
Konseling (BK) kontemporer. Pemahaman terhadap tren dan isu
mutakhir menjadi esensial bagi peneliti BK untuk menghasilkan
penelitian yang relevan, inovatif, dan berdampak dalam konteks
yang terus berubah.
A. Penelitian Berbasis Teknologi
Integrasi teknologi dalam praktik BK telah membuka ruang
penelitian baru yang menggabungkan keilmuan BK dengan
kemajuan digital, menciptakan area riset yang dinamis dan
berkembang pesat.
1. Konseling Daring dan Intervensi Digital
a. Efektivitas Konseling Daring
Studi komparatif tentang efektivitas konseling tatap
muka versus daring telah menunjukkan hasil yang
beragam. Nugraha dan Mulawarman (2024) menemukan
bahwa konseling daring menawarkan efektivitas setara
untuk klien dengan kecemasan sosial, sementara Hidayat
dan Lestari (2023) mengidentifikasi tantangan spesifik
dalam membangun rapport secara virtual. Penelitian
mutakhir bergerak melampaui perbandingan sederhana
menuju eksplorasi spesifik tentang:
Modalitas virtual optimal untuk klien dengan
karakteristik berbeda
Dampak faktor teknologi (bandwidth, platform,
interface) terhadap proses terapeutik
Aspek proses konseling yang terpengaruh dalam
setting virtual
Model hybrid yang mengintegrasikan elemen daring
dan tatap muka.
b. Mobile Apps dan Intervensi Self-help
Perkembangan aplikasi mobile untuk intervensi
psikologis menciptakan terobosan baru dalam jangkauan
MODUL METODOLOGI PENELITIAN BIMBINGAN DAN 75
KONSELING
layanan BK. Wibowo dan Andriyani (2024)
mengembangkan dan menguji aplikasi berbasis
mindfulness untuk manajemen stres pada mahasiswa,
menunjukkan
MODUL METODOLOGI PENELITIAN BIMBINGAN DAN 76
KONSELING
efektivitas signifikan dengan retention rate 68%. Area
penelitian berkembang meliputi:
Pengembangan dan validasi aplikasi berbasis
evidence-based practice
Faktor yang memengaruhi adherence dan engagement
Personalisasi intervensi berbasis algoritma
pembelajaran mesin
Integrasi aplikasi self-help dengan layanan
konseling konvensional.
c. Konseling Berbantuan Realitas Virtual dan
Augmented
Teknologi immersive seperti Virtual Reality (VR) dan
Augmented Reality (AR) membuka dimensi baru dalam
intervensi BK. Penelitian oleh Hartinah dan Sugiharto
(2023) menunjukkan potensi VR dalam terapi exposure
untuk fobia spesifik pada remaja. Fokus penelitian
kontemporer meliputi:
Pengembangan lingkungan virtual untuk simulasi
situasi sosial kompleks
Efektivitas intervensi AR untuk keterampilan sosial
pada spektrum autisme
Mekanisme terapeutik immersion dalam treatment
anxiety disorders
Ethical considerations dalam implementasiteknologi
immersive
2. Analitik Data dan Kecerdasan Buatan dalam BK
a. Prediktif Analitik untuk Identifikasi Risiko
Big data dan algoritma pembelajaran mesin
memungkinkan pengembangan model prediktif untuk
mengidentifikasi individu berisiko tinggi. Supriyanto dan
Hendiani (2024) mengembangkan model prediktif untuk
identifikasi dini risiko putus sekolah berdasarkan data
akademik, kehadiran, dan perilaku siswa, dengan akurasi
mencapai 82%. Penelitian dalam area ini mencakup:
Pengembangan early warning systems di konteks
pendidikan
Model prediksi krisis mental dalam setting konseling
MODUL METODOLOGI PENELITIAN BIMBINGAN DAN 77
KONSELING
Etika penggunaan data prediktif dalam pengambilan
keputusan BK
MODUL METODOLOGI PENELITIAN BIMBINGAN DAN 78
KONSELING
Validasi lintas-budaya model prediktif
b. Natural Language Processing dalam Analisis Proses
Konseling Teknologi NLP memungkinkan analisis
terhadap transkrip sesi konseling dalam skala besar.
Kushendar dan Wibowo (2024) menggunakan NLP untuk
menganalisis pola linguistik konselor yang berhubungan
dengan therapeutic alliance, mengidentifikasi marker
bahasa spesifik yang memprediksi outcome positif. Arah
penelitian
meliputi:
Deteksi otomatis teknik mikro-konseling dalam
transkrip
Analisis sentimen dan emosi dalam dialog konseling
Identifikasi pola interaksi yang memprediksi drop-out
Pengembangan feedback systems untuk pelatihan
konselor
c. Sistem Rekomendasi dan Personalisasi Intervensi
Algoritma AI memungkinkan personalisasi intervensi
berdasarkan karakteristik klien. Lestari dan Rahmawati
(2024) mengembangkan sistem rekomendasi berbasis
machine learning untuk matching klien-konselor
berdasarkan preferensi, kebutuhan, dan gaya konseling,
menunjukkan peningkatan 27% dalam therapeutic alliance
pada sesi awal. Penelitian yang berkembang meliputi:
Personalisasi pathway layanan BK berbasis
karakteristik unik klien
Adaptasi real-time konten intervensi berdasarkan
respons klien
Integrasi preferensi klien dan evidence-based practice
dalam algoritma rekomendasi
Pertimbangan etis dan transparansi dalam sistem
rekomendasi otomatis
3. Etika dan Privasi dalam Penelitian BK Berbasis
Teknologi
a. Perlindungan Data dan Kerahasiaan
Adopsi teknologi dalam penelitian dan praktik BK
MODUL METODOLOGI PENELITIAN BIMBINGAN DAN 79
KONSELING
memunculkan isu kerahasiaan yang kompleks. Asrori dan
Musyarofah (2023) melakukan analisis komprehensif
terhadap kepatuhan platform
MODUL METODOLOGI PENELITIAN BIMBINGAN DAN 80
KONSELING
konseling daring terhadap regulasi perlindungan data,
menemukan kesenjangan signifikan dalam enkripsi end-to-
end dan praktik penyimpanan data. Penelitian terkini
berfokus pada:
Protokol keamanan data dalam penelitian konseling
berbasis teknologi
Perspektif klien terhadap privasi dalam konseling
digital
Implikasi regulasi seperti GDPR dan UU PDP terhadap
penelitian BK
Pengembangan framework etis untuk pengelolaan
data sensitif klien
b. Informed Consent Digital
Proses informed consent mengalami transformasi
dalam konteks digital. Gading dan Kushendar (2024)
mengembangkan model dynamic informed consent untuk
penelitian BK berbasis aplikasi, yang memungkinkan
partisipan menyesuaikan preferensi privasi mereka
sepanjang proses penelitian. Area penelitian meliputi:
Efektivitas metode penyampaian informed consent
dalam format digital
Pemahaman partisipan terhadap risiko privasi dalam
penelitian teknologi
Pengembangan model konsensual berkelanjutan
(ongoing consent)
Pertimbangan khusus untuk populasi rentan dalam
informed consent digital
c. Digital Divide dan Aksesibilitas
Teknologi berpotensi memperluas akses layanan BK
namun juga berisiko memperdalam kesenjangan digital.
Rahmawati dan Hidayah (2024) menginvestigasi pola
akses terhadap layanan BK digital di daerah perkotaan dan
rural, mengidentifikasi hambatan struktural dan kultural
terhadap adopsi. Penelitian kontemporer mencakup:
Strategi untuk mengatasi kesenjangan akses
teknologi dalam layanan BK
MODUL METODOLOGI PENELITIAN BIMBINGAN DAN 81
KONSELING
Pengembangan intervensi low-bandwidth untuk
daerah dengan infrastruktur terbatas
Akomodasi untuk kebutuhan khusus dalam desain
teknologi BK
Analisis interseksionalitas dalam aksesibilitas layanan
BK digital
B. Penelitian Kolaboratif dan Interdisipliner
Kompleksitas isu kontemporer dalam BK mendorong
pendekatan kolaboratif dan interdisipliner yang
mengintegrasikan perspektif dan metodologi dari berbagai
disiplin ilmu.
1. Kolaborasi dengan Neurosains dan Psikologi Biologis
a. Neurobiologi dalam Intervensi BK
Integrasi temuan neurosains dalam pengembangan
intervensi BK menawarkan landasan biologis yang lebih
kuat. Hastuti dan Nurhudaya (2023) mengkolaborasikan
ahli neurosains dan konselor untuk menginvestigasi
perubahan aktivitas otak terkait dengan intervensi
mindfulness pada remaja dengan ADHD, menunjukkan
peningkatan aktivitas di region prefrontal berkorelasi
dengan perbaikan regulasi diri. Area penelitian kolaboratif
meliputi:
Biomarker neurologis untuk efektivitas intervensi BK
Pengembangan protokol konseling berbasis
neuroplastisitas
Personalisasi intervensi berdasarkan profil
neurobiologis
Pengukuran outcome yang mengintegrasikan
indikator biologis dan psikologis
b. Genetika Perilaku dan Konseling Karir
Penelitian genetika perilaku memberikan perspektif
baru dalam memahami preferensi dan perkembangan
karir. Wibowo dan Supriyanto (2023) mengkaji interaksi
antara predisposisi genetik dan faktor lingkungan dalam
perkembangan minat vokasional, menunjukkan bahwa
variasi genetik spesifik memoderasi respons terhadap
MODUL METODOLOGI PENELITIAN BIMBINGAN DAN 82
KONSELING
intervensi eksplorasi karir. Penelitian interdisipliner
mencakup:
Model interaksi gen-lingkungan dalam perkembangan
karir
Implikasi etis pengetahuan genetik dalam konseling
karir
MODUL METODOLOGI PENELITIAN BIMBINGAN DAN 83
KONSELING
Pengembangan intervensi yang responsif terhadap
predisposisi genetik
Integrasi genetika perilaku dalam teori perkembangan
karir
c. Psikoneuroimunologi dan Konseling Trauma
Hubungan antara stres psikologis, fungsi neurologis,
dan sistem imun membuka perspektif baru dalam
konseling trauma. Purwanto dan Mappare (2024)
berkolaborasi dengan immunologist untuk menginvestigasi
marker inflamasi pada survivor trauma yang menjalani
trauma-focused therapy, menunjukkan penurunan marker
pro-inflamasi seiring perbaikan simtom PTSD. Penelitian
kolaboratif berkembang dalam area:
Pengembangan protokol konseling trauma
dengan pertimbangan respons
biologis
Integrasi biomarker dalam assessment dan evaluasi
intervensi trauma
Pendekatan holistik yang mengakomodasi interaksi
mind-body dalam konseling
Model trauma yang mengintegrasikan perspektif
psikososial dan biologis.
2. Integrasi dengan Ekonomi Perilaku dan Ilmu Sosial
a. Nudge Theory dalam Intervensi BK
Prinsip ekonomi perilaku menawarkan perspektif baru
dalam desain intervensi BK yang mendorong perubahan
perilaku. Arjanto dan Saputra (2023) mengintegrasikan
nudge theory dalam program bimbingan karir, merancang
"arsitektur pilihan" yang meningkatkan keterlibatan siswa
dalam aktivitas eksplorasi karir sebesar 48%. Area
penelitian interdisipliner meliputi:
Pengembangan dan evaluasi nudge interventions
dalam konteks pendidikan
Aplikasi choice architecture dalam program konseling
karir
Etika penggunaan teknik nudge dalam praktik BK
Perbandingan efektivitas pendekatan tradisional dan
MODUL METODOLOGI PENELITIAN BIMBINGAN DAN 84
KONSELING
berbasis nudge
MODUL METODOLOGI PENELITIAN BIMBINGAN DAN 85
KONSELING
b. Perspektif Sosiologis dalam Konseling Multikultural
Integrasi analisis sosiologis memperkaya pemahaman
tentang faktor struktural yang memengaruhi proses
konseling. Rahmawati dan Cahyawulan (2024)
mengkolaborasikan sosiolog dan konselor untuk
menganalisis bagaimana struktur sosial dan diskursus
dominan memengaruhi identitas profesional konselor
dalam konteks multikultural Indonesia. Penelitian
interdisipliner mencakup:
Analisis kritis terhadap praktik BK dalam
konteks ketidaksetaraan struktural
Pengembangan model konseling yang
mengakomodasi faktor makrososial
Investigasi dampak kebijakan sosial terhadap
kesehatan mental
Dekolonisasi teori dan praktik BK dari perspektif kritis
c. Antropologi dan Indigenous Counseling
Kolaborasi dengan antropologi memperkaya
pengembangan pendekatan konseling yang responsif
secara kultural. Kushendar dan Fitri (2023) bermitra
dengan antropolog budaya untuk mendokumentasikan
praktik penyembuhan tradisional dan
mengintegrasikannya dalam model konseling indigenous,
menunjukkan peningkatan relevansi kultural dan
penerimaan layanan. Penelitian kolaboratif berkembang
dalam:
Dokumentasi dan validasi praktik penyembuhan
tradisional nusantara
Pengembangan model integrasi pendekatan modern
dan indigenous
Eksplorasi epistemologi non-Barat dalam teori dan
praktik BK
Adaptasi kultural metode assessment dan intervensi
BK
3. Kolaborasi dengan Disiplin Teknologi dan Informatika
a. Human-Computer Interaction dalam Desain Layanan BK
Prinsip HCI membentuk pengembangan antarmuka
MODUL METODOLOGI PENELITIAN BIMBINGAN DAN 86
KONSELING
yang efektif untuk layanan BK digital. Marlina dan
Kusumawati (2023) berkolaborasi dengan ahli HCI untuk
mengembangkan dan menguji desain user interface
platform konseling daring yang meminimalkan
MODUL METODOLOGI PENELITIAN BIMBINGAN DAN 87
KONSELING
cognitive load dan memaksimalkan therapeutic presence.
Penelitian interdisipliner meliputi:
Desain user experience yang memfasilitasi therapeutic
alliance
Pengembangan interface adaptif untuk kebutuhan
khusus
Testing usability dengan populasi klinis
Integrasi prinsip aksesibilitas universal dalam teknologi
BK
b. Data Science dan Program Evaluation
Metode data science membuka kemungkinan baru
dalam evaluasi program BK skala besar. Supriyanto dan
Hendiani (2023) mengaplikasikan teknik machine learning
untuk menganalisis big data implementasi program BK
komprehensif di 50 sekolah, mengidentifikasi pola
implementasi yang berkorelasi dengan outcome positif.
Area kolaborasi mencakup:
Pengembangan dashboard dinamis untuk monitoring
program BK
Analisis prediktif untuk optimalisasi alokasi sumber
daya
Visualisasi data kompleks untuk stakeholders
Pendekatan mixed-method yang mengintegrasikan
analisis kualitatif dan kuantitatif skala besar
c. Blockchain untuk Kredensial dan Dokumentasi
Konseling
Teknologi blockchain menawarkan solusi inovatif
untuk dokumentasi dan verifikasi dalam praktik BK. Faisal
dan Rahman (2023) mengembangkan proof-of-concept
sistem berbasis blockchain untuk pengelolaan dokumentasi
konseling yang menjamin integritas, privasi, dan
aksesibilitas rekam konseling. Penelitian kolaboratif
berkembang dalam:
Aplikasi smart contracts untuk informed consent digital
Pengembangan sistem terdesentralisasi untuk
kredensial profesional
MODUL METODOLOGI PENELITIAN BIMBINGAN DAN 88
KONSELING
Protokol berbasis blockchain untuk berbagi data antar
lembaga
Implikasi legal dan etis teknologi blockchain dalam
praktik BK
MODUL METODOLOGI PENELITIAN BIMBINGAN DAN 89
KONSELING
C. Worksheet: Analisis Tren Penelitian
Judul Worksheet: Analisis Kritis Tren Penelitian BK
Kontemporer Tujuan:
Mengembangkan pemahaman komprehensif tentang tren
penelitian mutakhir dalam BK
Meningkatkan kemampuan analisis kritis terhadap
metodologi dan temuan penelitian
Mengidentifikasi gap penelitian dan peluang inovasi
Mengevaluasi relevansi tren global dalam konteks Indonesia
Petunjuk Umum:
1. Pilih satu area tren penelitian (teknologi, interdisipliner,
atau area lain) yang menarik minat Anda
2. Identifikasi minimal 5 artikel penelitian terbaru (3 tahun
terakhir)
dalam area tersebut
3. Lakukan analisis sistematis menggunakan format yang
disediakan
4. Susun sintesis yang mengintegrasikan temuan dari analisis
individual
5. Kembangkan proposal konseptual untuk penelitian yang
mengisi gap yang teridentifikasi
Format Analisis Individual:
Untuk setiap artikel, analisis aspek-aspek berikut:
1. Identifikasi Artikel
Referensi lengkap (format APA)
Afiliasi penulis dan konteks geografis penelitian
Sumber pendanaan (jika disebutkan)
2. Analisis Kontribusi Teoretis
Kerangka teoretis yang digunakan
Kontribusi terhadap pengembangan teori
Keterkaitan dengan paradigma penelitian BK
3. Evaluasi Metodologi
Desain penelitian dan justifikasinya
Kekuatan dan keterbatasan metodologis
MODUL METODOLOGI PENELITIAN BIMBINGAN DAN 90
KONSELING
Inovasi metodologis (jika ada)
Pertimbangan etis
4. Analisis Temuan
Temuan utama dan signifikansinya
Kualitas evidence yang dihasilkan
Implikasi praktis bagi layanan BK
Generalisabilitas dan aplikabilitas dalam konteks yang
berbeda
5. Posisi dalam Lanskap Penelitian
Hubungan dengan penelitian terdahulu
Kontribusi unik dalam area penelitian
Sitasi dan dampak (jika tersedia)
Format Sintesis:
1. Pola dan Tema Dominan
Identifikasi tema yang muncul dalam multiple penelitian
Analisis pergeseran fokus atau metodologi dari waktu ke
waktu
Evaluasi konsensus dan kontradiksi dalam temuan
2. Identifikasi Gap Penelitian
Area yang kurang terwakili dalam literatur
Keterbatasan metodologis umum
Konteks atau populasi yang memerlukan eksplorasi lebih
lanjut
3. Analisis Relevansi Kontekstual
Aplikabilitas dalam konteks Indonesia
Pertimbangan sosio-kultural dalam adopsi atau adaptasi
Tantangan implementasi dalam sistem pendidikan atau
kesehatan mental Indonesia
4. Implikasi untuk Penelitian Masa Depan
Rekomendasi metodologis untuk penelitian lanjutan
Pengembangan hipotesis atau pertanyaan penelitian
potensial
Peluang kolaborasi interdisipliner
MODUL METODOLOGI PENELITIAN BIMBINGAN DAN 91
KONSELING
Proposal Konseptual:
Berdasarkan analisis, kembangkan proposal konseptual
singkat (2-3 halaman) yang mencakup:
1. Judul Penelitian Potensial
2. Latar Belakang dan Signifikansi
Posisi dalam konteks tren penelitian yang dianalisis
Gap yang diisi oleh penelitian yang diusulkan
Justifikasi teoretis dan praktis
3. Pertanyaan Penelitian dan/atau Hipotesis
4. Metodologi Konseptual
Desain penelitian yang diusulkan
Populasi dan sampling
Instrumen dan prosedur
Analisis data
5. Implikasi Potensial
Kontribusi teoretics yang diantisipasi
Implikasi praktis bagi layanan BK
Dampak potensial bagi kebijakan atau praktik
6. Tantangan Antisipasi
Tantangan metodologis dan solusi potensial
Pertimbangan etis dan mitigasinya
Keterbatasan yang mungkin terjadi
Rubrik Penilaian:
Komponen Bobot Kriteria Penilaian
Analisis Kedalaman analisis, kejelasan
30%
Individu artikulasi
al kekuatan/keterbatasan, kualitas
evaluasi kritis
Kohesi integrasi, identifikasi pola
Sintesis 30% bermakna,
kualitas analisis gap
Proposal Originalitas, keterkaitan dengan
25%
Konseptual gap teridentifikasi,
kelayakan metodologis
Penulisan Kejelasan argumentasi, struktur logis,
15% kualitas
MODUL METODOLOGI PENELITIAN BIMBINGAN DAN 92
KONSELING
dan akademik penulisan
Organisasi
MODUL METODOLOGI PENELITIAN BIMBINGAN DAN 93
KONSELING
Refleksi: Setelah menyelesaikan worksheet, refleksikan
pengalaman Anda dengan menjawab pertanyaan berikut:
1. Bagaimana analisis ini mengubah atau memperkaya
pemahaman Anda tentang arah penelitian BK?
2. Tantangan apa yang paling signifikan dalam
menganalisis tren penelitian mutakhir?
3. Berdasarkan analisis ini, bagaimana Anda memposisikan
diri sebagai peneliti dalam lanskap penelitian BK
kontemporer?
4. Bagaimana integrasi tren global dan kebutuhan lokal
dapat
membentuk agenda penelitian yang relevan dan
berdampak?
MODUL METODOLOGI PENELITIAN BIMBINGAN DAN 94
KONSELING
DAFTAR PUSTAKA
Ambarwati, S., C Setyowati, A. (2023). Experimental validation of
integrative cognitive-behavioral therapy for academic
anxiety: A randomized controlled trial. Jurnal Bimbingan
dan Konseling Indonesia, 8(2), 145-
162. https://doi.org/10.26737/jbki.v8i2.4593
Arjanto, P., C Saputra, W. N. E. (2023). Pemetaan kebutuhan
layanan bimbingan karir berbasis teknologi pada era
Society 5.0: Studi survei nasional. Jurnal Konseling dan
Pendidikan, 11(1), 23-41.
https://doi.org/10.29210/jkp.v11i1.8762
Asrori, A., C Musyarofah, S. (2023). Protokol keamanan data
dalam penelitian bimbingan dan konseling di era digital:
Analisis regulasi dan implementasi. Jurnal Penelitian Ilmu
Pendidikan, 15(2), 112-129.
https://doi.org/10.21831/jpip.v15i2.5327
Astuti, B., C Farozin, M. (2023). Penelitian tindakan dalam
bimbingan dan konseling: Strategi peningkatan kualitas
layanan responsif. Jurnal Kajian Bimbingan dan
Konseling, 8(1), 34-51.
https://doi.org/10.17977/um001v8i12023p034
Faisal, M., C Rahman, F. (2023). Pendekatan pragmatis dalam
penelitian mixed method bimbingan dan konseling: Filosofi
dan aplikasi. Konselor: Jurnal Ilmiah Konseling,
12(1), 72-88.
https://doi.org/10.24036/konselorv12i1.5793
Fatchurahman, M., C Setiawan, M. A. (2023). Implementasi
mixed method dalam penelitian bimbingan dan konseling:
Strategi integrasi data kuantitatif dan kualitatif. Jurnal
Psikologi Pendidikan dan Konseling, 9(1), 16-32.
https://doi.org/10.26858/jppk.v9i1.37392
Gading, I. K., C Kushendar, K. (2024). Memahami pengalaman
konselor sekolah dalam memberikan layanan konseling
trauma: Studi fenomenologis. Insight: Jurnal Bimbingan
Konseling, 13(1), 57-74.
https://doi.org/10.21009/insight.131.05
Habsy, B. A., C Wibowo, M. E. (2024). Investigasi fenomenologis
pengalaman konselor dalam implementasi konseling online
pascapandemi. Jurnal Konseling Indonesia, 9(2),
MODUL METODOLOGI PENELITIAN BIMBINGAN DAN 95
KONSELING
32-49.
https://doi.org/10.21067/jki.v9i2.7814
Hastuti, M. M. S., C Nurhudaya, N. (2023). Penelitian
longitudinal perkembangan karir mahasiswa: Implikasi bagi
layanan bimbingan
MODUL METODOLOGI PENELITIAN BIMBINGAN DAN 96
KONSELING
karir di perguruan tinggi. Indonesian Journal of Educational
Counseling, 7(1), 91-108.
https://doi.org/10.30653/ijec.v7i1.9428
Hidayat, D. R., C Lestari, R. (2023). Proses adaptasi konselor
dalam implementasi konseling daring: Studi grounded
theory. Jurnal Psikologi Konseling, 22(1), 47-68.
https://doi.org/10.24114/jpk.v22i1.37921
Ambarwati, S., C Setyowati, A. (2023). Experimental validation of
integrative cognitive-behavioral therapy for academic
anxiety: A randomized controlled trial. Jurnal Bimbingan
dan Konseling Indonesia, 8(2), 145-
162. https://doi.org/10.26737/jbki.v8i2.4593
Arjanto, P., C Saputra, W. N. E. (2023). Pemetaan kebutuhan
layanan bimbingan karir berbasis teknologi pada era
Society 5.0: Studi survei nasional. Jurnal Konseling dan
Pendidikan, 11(1), 23-41.
https://doi.org/10.29210/jkp.v11i1.8762
Asrori, A., C Musyarofah, S. (2023). Protokol keamanan data
dalam penelitian bimbingan dan konseling di era digital:
Analisis regulasi dan implementasi. Jurnal Penelitian Ilmu
Pendidikan, 15(2), 112-129.
https://doi.org/10.21831/jpip.v15i2.5327
Astuti, B., C Farozin, M. (2024). Analisis longitudinal
perkembangan keterampilan sosial-emosional siswa pasca
intervensi konseling kelompok: Pendekatan growth curve
modeling. Jurnal Pendidikan: Teori, Penelitian, dan
Pengembangan, 9(1), 42-58.
https://doi.org/10.17977/jptpp.v9i1.19483
Azmi, K. R., C Nurihsan, J. (2023). Adaptasi dan validasi
instrumen kesiapan karir untuk konteks Indonesia: Analisis
faktor konfirmatori multi- kelompok. Indonesian Journal of
Educational Assessment, 6(1), 13-28.
https://doi.org/10.26858/ijea.v6i1.39261
Faisal, M., C Rahman, F. (2023). Pendekatan pragmatis dalam
penelitian mixed method bimbingan dan konseling: Filosofi
dan aplikasi. Konselor: Jurnal Ilmiah Konseling,
12(1), 72-88.
https://doi.org/10.24036/konselorv12i1.5793
Fatchurahman, M., C Setiawan, M. A. (2023). Implementasi
mixed method dalam penelitian bimbingan dan konseling:
Strategi integrasi data kuantitatif dan kualitatif. Jurnal
MODUL METODOLOGI PENELITIAN BIMBINGAN DAN 97
KONSELING
Psikologi Pendidikan dan Konseling, 9(1), 16-32.
https://doi.org/10.26858/jppk.v9i1.37392
Flurentin, E., C Ramli, M. (2024). Implementasi trauma-informed
care dalam layanan responsif bimbingan dan konseling
pasca bencana: Analisis
MODUL METODOLOGI PENELITIAN BIMBINGAN DAN 98
KONSELING
tematik pengalaman konselor sekolah. Jurnal Kajian
Bimbingan dan Konseling, 9(1), 18-34.
https://doi.org/10.17977/um001v9i12024p018
Gading, I. K., C Kushendar, K. (2024). Memahami pengalaman
konselor sekolah dalam memberikan layanan konseling
trauma: Studi fenomenologis. Insight: Jurnal Bimbingan
Konseling, 13(1), 57-74.
https://doi.org/10.21009/insight.131.05
Gading, I. K., C Nurfitri, S. (2023). Pengalaman konselor dalam
implementasi konseling online: Analisis tematik berbantuan
NVivo. EDUCATIO: Jurnal Pendidikan, 8(2),
319-334.
https://doi.org/10.29408/edc.v8i2.7123
Habsy, B. A., C Wibowo, M. E. (2024). Investigasi fenomenologis
pengalaman konselor dalam implementasi konseling online
pascapandemi. Jurnal Konseling Indonesia, 9(2),
32-49.
https://doi.org/10.21067/jki.v9i2.7814
Hartinah, S., C Sugiharto, D. Y. P. (2023). Pengembangan dan
validasi model structural equation modeling untuk outcome
konseling karir: Integrasi faktor individual dan kontekstual.
Jurnal Psikologi Pendidikan dan Konseling, 9(2), 143-159.
https://doi.org/10.26858/jppk.v9i2.38452
Hartinah, S., C Sugiharto, D. Y. P. (2024). Objektivitas dalam
penelitian bimbingan dan konseling: Analisis epistemologis.
Jurnal Kajian Bimbingan dan Konseling, 9(1),
35-47.
https://doi.org/10.17977/um001v9i12024p035
Hasanah, U., C Nurfitri, S. (2023). Evaluasi dampak program
konseling kelompok berbasis mindfulness terhadap
regulasi emosi remaja: Analisis MANOVA. Jurnal Bimbingan
dan Konseling Terapan, 7(1), 25-
41. https://doi.org/10.30598/jbkt.v7i1.2491
Hastuti, M. M. S., C Nurhudaya, N. (2023). Penelitian longitudinal
perkembangan karir mahasiswa: Implikasi bagi layanan
bimbingan karir di perguruan tinggi. Indonesian Journal of
Educational Counseling, 7(1), 91-108.
https://doi.org/10.30653/ijec.v7i1.9428
Hidayat, D. R., C Fadhilah, N. (2023). Kompetensi multikultural
konselor dan efektivitas konseling: Analisis korelasional
dengan variabel moderator. Jurnal Pendidikan dan
MODUL METODOLOGI PENELITIAN BIMBINGAN DAN 99
KONSELING
Konseling, 5(1), 89-104.
https://doi.org/10.31004/jpdk.v5i1.11742
Hidayat, D. R., C Lestari, R. (2023). Proses adaptasi konselor
dalam implementasi konseling daring: Studi grounded theory.
Jurnal Psikologi Konseling, 22(1), 47-68.
https://doi.org/10.24114/jpk.v22i1.37921
MODUL METODOLOGI PENELITIAN BIMBINGAN DAN 10
KONSELING 0
Hidayat, D. R., C Ramli, M. (2023). Teknik probing dalam
wawancara penelitian kualitatif bimbingan dan konseling:
Analisis perbandingan dengan teknik konseling. Jurnal
Pendidikan: Teori, Penelitian, dan Pengembangan, 8(2),
72-85.
https://doi.org/10.17977/jptpp.v8i2.18834
Kushendar, K., C Fitri, A. D. (2023). Praktik konseling indigenous
dalam komunitas adat di Indonesia: Studi etnografis. Jurnal
Antropologi: Isu- Isu Sosial Budaya,
25(1), 24-39.
https://doi.org/10.25077/jantro.v25i1.1807
Kushendar, K., C Nurfitri, S. (2024). Etika penelitian dalam
eksplorasi pengalaman trauma: Protokol partisipatif untuk
minimalisasi distres. Jurnal Antropologi: Isu-Isu Sosial
Budaya, 26(1), 53-67.
https://doi.org/10.25077/jantro.v26i1.2108
Kushendar, K., C Wibowo, M. E. (2024). Analisis pola linguistik
konselor yang berhubungan dengan therapeutic alliance:
Pendekatan natural language processing. Jurnal Penelitian
dan Pengembangan Bimbingan Konseling, 8(1), 27-42.
https://doi.org/10.30870/jppbk.v8i1.15243
Lestari, R., C Hartanto, D. (2023). Implementasi desain single-
subjectdalam evaluasi konseling individual: Studi kasus
perubahan perilaku prokrastinasi akademik. Jurnal
Bimbingan dan Konseling Terapan, 7(2), 117-133.
https://doi.org/10.30598/jbkt.v7i2.2539
Lestari, R., C Rahmawati, A. (2024). Pengembangan sistem
rekomendasi berbasis machine learning untuk matching
klien-konselor: Implikasi terhadap therapeutic alliance.
Journal of Computer Science and Informatics
Engineering, 8(1), 10-
24.
https://doi.org/10.29303/jcosine.v8i1.563
Marlina, E., C Dharsana, I. K. (2023). Pengembangan instrumen
asesmen kompetensi konselor multikultural: Properti
psikometrik dan aplikasi praktis. Jurnal Penelitian dan
Pengembangan Bimbingan Konseling, 7(1), 12-28.
https://doi.org/10.30870/jppbk.v7i1.14952
Marlina, E., C Kusumawati, E. (2023). Efek moderasi
penggunaan software referensi terhadap kualitas publikasi
ilmiah mahasiswa bimbingan dan konseling. Jurnal
MODUL METODOLOGI PENELITIAN BIMBINGAN DAN 10
KONSELING 1
Penelitian dan Pengembangan Bimbingan Konseling, 7(2),
124-139. https://doi.org/10.30870/jppbk.v7i2.15108
Nugraha, A., C Mulawarman, M. (2024). Perbandingan efektivitas
konseling berbasis mindfulness secara daring versus tatap
muka untuk kecemasan sosial: Implementasi desain kuasi
eksperimental. Jurnal
MODUL METODOLOGI PENELITIAN BIMBINGAN DAN 10
KONSELING 2
Bimbingan Konseling Indonesia, 9(1), 12-26.
https://doi.org/10.26737/jbki.v9i1.4982
Nurhidayah, S., C Rahmawati, A. (2024). Analisis komparatif
efikasi diri konselor berdasarkan latar belakang
pendidikan: Pendekatan ANOVA satu arah. Jurnal
Bimbingan dan Konseling Terapan, 8(1), 42-58.
https://doi.org/10.30598/jbkt.v8i1.2682
Purwanti, F., C Nurhidayah, S. (2023). Analisis konten materi
program bimbingan karir di sekolah menengah: Perspektif
perkembangan karir Super. Jurnal Psikologi Pendidikan
dan Konseling, 9(1), 33-48.
https://doi.org/10.26858/jppk.v9i1.37393
Purwanto, E., C Mappiare, A. (2023). Narasi perjalanan karir
konselor sekolah senior: Analisis narrative inquiry. Jurnal
Kajian Bimbingan dan Konseling, 8(3),
131-146.
https://doi.org/10.17977/um001v8i32023p131
Rahmawati, A., C Cahyawulan, W. (2024). Analisis diskursus
kebijakan pendidikan terhadap konstruksi peran konselor
sekolah di Indonesia. Jurnal Psikologi Pendidikan dan
Konseling, 10(1), 28-43.
https://doi.org/10.26858/jppk.v10i1.39728
Rahmawati, A., C Hidayah, N. (2024). Pemetaan kesenjangan
aksesibilitas layanan bimbingan dan konseling digital di
daerah perkotaan dan rural. Jurnal Pendidikan: Teori,
Penelitian, dan Pengembangan, 9(2), 105-120.
https://doi.org/10.17977/jptpp.v9i2.19526
Rahmawati, A., C Kadarwati, S. (2024). Eksplorasi pengalaman
mahasiswa dalam transisi ke pembelajaran daring:
Pendekatan wawancara semi- terstruktur. Jurnal
Pendidikan dan Konseling, 6(1), 78-92.
https://doi.org/10.31004/jpdk.v6i1.13295
Ramli, M., C Flurentin, E. (2022). Implementasi program
bimbingan dan konseling komprehensif di sekolah
menengah: Studi kasus kolektif. Jurnal Kajian
Bimbingan dan Konseling, 7(1), 1-16.
https://doi.org/10.17977/um001v7i12022p001
Ramli, M., C Suwarjo, S. (2023). Faktor-faktor yang memengaruhi
keputusan siswa mencari layanan konseling: Analisis
regresilogistik. Jurnal Kajian Bimbingan dan
Konseling, 8(2), 77-91.
MODUL METODOLOGI PENELITIAN BIMBINGAN DAN 10
KONSELING 3
https://doi.org/10.17977/um001v8i22023p077
Sunaryo, S., C Fitriana, E. (2024). Media BK digital untuk Generasi
Z: Analisis konten berbantuan MAXQDA. Jurnal Bimbingan
dan Konseling Terapan, 8(1), 59-75.
https://doi.org/10.30598/jbkt.v8i1.2683
MODUL METODOLOGI PENELITIAN BIMBINGAN DAN 10
KONSELING 4
Supriatna, M., C Ifdil, I. (2024). Dampak pandemi COVID-19
terhadap kesehatan mental siswa: Implikasi bagi
pengembangan model intervensi BK responsif. Jurnal
Psikologi Pendidikan dan Konseling, 10(1), 44-60.
https://doi.org/10.26858/jppk.v10i1.39729
Supriyanto, A., C Hendiani, N. (2023). Prediksi efektivitas layanan
bimbingan dan konseling komprehensif menggunakan big
data: Perspektif evaluasi program berbasis evidence. Jurnal
Pendidikan: Teori, Penelitian, dan Pengembangan,
8(3), 128-143.
https://doi.org/10.17977/jptpp.v8i3.18925
Supriyanto, A., C Hendiani, N. (2024). Pengembangan model
prediktif untuk identifikasi dini risiko putus sekolah:
Integrasi machine learning dalam bimbingan dan konseling.
Jurnal Pendidikan: Teori, Penelitian, dan Pengembangan,
9(1), 59-
75.
https://doi.org/10.17977/jptpp.v9i1.19484
Wibowo, M. E., C Andriyani, J. (2023). Perbandingan efektivitas
pendekatan konseling karir konstruktivis dan trait-factor
pada mahasiswa: Studi eksperimental. Jurnal Kajian
Bimbingan dan Konseling, 8(2), 92-108.
https://doi.org/10.17977/um001v8i22023p092
Wibowo, M. E., C Andriyani, J. (2024). Transformasi paradigma
publikasi ilmiah bimbingan dan konseling menuju open
science: Model implementasi berjenjang. Jurnal Penelitian
dan Pengembangan Bimbingan Konseling, 8(1),
43-58.
https://doi.org/10.30870/jppbk.v8i1.15244
MODUL METODOLOGI PENELITIAN BIMBINGAN DAN 10
KONSELING 5
MODUL METODOLOGI PENELITIAN BIMBINGAN DAN 73
KONSELING