Anda di halaman 1dari 22

LAPORAN FISIKA KOMPUTASI

INTEGRASI NUMERIK






Disusun Oleh:
Nama : Bhisma Mahendra
NIM : 10/299980/PA/13093
Hari/Tanggal : Senin,21 Mei 2012


Laboratorium Fisika Atom dan Inti
Fakultas Matematika Dan Ilmu Pengetahuan Alam
Universitas Gadjah Mada
2012


I. Dasar Teori

Integral suatu fungsi adalah operator matematik yang dipresentasikan dalam bentuk:
dx x f I
}
=
b
a
) ( (7.1)
dan merupakan integral suatu fungsi f (x) terhadap variabel x dengan batas-batas integrasi
adalah dari x = a sampai x = b. Seperti pada Gambar 7.1 dan persamaan (7.1), yang dimaksud
dengan integral adalah nilai total atau luasan yang dibatasi oleh fungsi f (x) dan sumbu-x,
serta antara batas x = a dan x = b. Dalam integral analitis, persamaan (7.1) dapat diselesaikan
menjadi:

| | ) ( ) ( ) ( ) (
b
a
b
a
a F b F x F dx x f = =
}

dengan F (x) adalah integral dari f (x) sedemikian sehingga F ' (x) = f (x).
Sebagai contoh:
. 9 ) 0 (
3
1
) 3 (
3
1
3
1
3 3
3
0
3
3
0
2
=
(

=
(

=
}
x dx x

Gambar 1 Integral suatu fungsi
Integral numerik dilakukan apabila:
1) Integral tidak dapat (sukar) diselesaikan secara analisis.
2) Fungsi yang diintegralkan tidak diberikan dalam bentuk analitis, tetapi secara numerik
dalam bentuk angka (tabel).

Metode integral numerik merupakan integral tertentu yang didasarkan pada
hitungan perkiraan. Hitungan perkiraan tersebut dilakukan dengan fungsi polinomial yang
diperoleh berdasar data tersedia. Bentuk paling sederhana adalah apabila tersedia dua titik
data yang dapat dibentuk fungsi polinomial order satu yang merupakan garis lurus (linier).
Seperti pada Gambar 2a, akan dihitung:

dx x f I
}
=
b
a
) (
yang merupakan luasan antara kurve f (x) dan sumbu-x serta antara x = a dan x = b, bila nilai
f (a) dan f (b) diketahui maka dapat dibentuk fungsi polinomial order satu f
1
(x).
Dalam gambar tersebut fungsi f (x) didekati oleh f
1
(x), sehingga integralnya dalam
luasan antara garis f
1
(x) dan sumbu-x serta antara x = a dan x = b. Bidang tersebut
merupakan bentuk trapesium yang luasannya dapat dihitung dengan rumus geometri, yaitu:


2
) ( ) (
) (
b f a f
a b I
+
=
Dalam integral numerik, pendekatan tersebut dikenal dengan metode trapesium. Dengan
pendekatan ini integral suatu fungsi adalah sama dengan luasan bidang yang diarsir (Gambar
2), sedang kesalahannya adalah sama dengan luas bidang yang tidak diarsir.
Apabila hanya terdapat dua data f (a) dan f (b), maka hanya bisa dibentuk satu
trapesium dan cara ini dikenal dengan metode trapesium satu pias. Jika tersedia lebih dari
dua data, maka dapat dilakukan pendekatan dengan lebih dari satu trapesium, dan luas total
adalah jumlah dari trapesium-trapesium yang terbentuk. Cara ini dikenal dengan metode
trapesium banyak pias. Seperti pada Gambar 2b, dengan tiga data dapat dibentuk dua
trapesium, dan luas kedua trapesium (bidang yang diarsir) adalah pendekatan dari integral
fungsi. Hasil pendekatan ini lebih baik dari pada pendekatan dengan satu pias. Apabila
digunakan lebih banyak trapesium hasilnya akan lebih baik.
Fungsi yang diintegralkan dapat pula didekati oleh fungsi polinomial dengan order lebih
tinggi, sehingga kurve yang terbentuk tidak lagi linier, seperti dalam metode trapesium,
tetapi kurve lengkung. Seperti pada Gambar 7.2c, tiga data yang ada dapat digunakan untuk
membentuk polinomial order tiga. Metode Simpson merupakan metode integral numerik
yang menggunakan fungsi polinomial dengan order lebih tinggi. Metode Simpson 1/3
menggunakan tiga titik data (polinomial order dua) dan Simpson 3/8 menggunakan empat
titik data (polinomial order tiga). Jarak antara titik data tersebut adalah sama.
Gambar 2 Metode integral numerik

Metode Trapesium

Metode trapesium merupakan metode pendekatan integral numerik dengan persamaan
polinomial order satu. Dalam metode ini kurve lengkung dari fungsi f (x) digantikan oleh
garis lurus. Seperti pada Gambar 7.2, luasan bidang di bawah fungsi f (x) antara nilai x = a
dan nilai x = b didekati oleh luas satu trapesium yang terbentuk oleh garis lurus yang
menghubungkan f (a) dan f (b) dan sumbu-x serta antara x = a dan x = b. Pendekatan
dilakukan dengan satu pias (trapesium). Menurut rumus geometri, luas trapesium adalah
lebar kali tinggi rerata, yang berbentuk:


2
) ( ) (
) (
b f a f
a b I
+
~ (7.2)
Pada Gambar 3, penggunaan garis lurus untuk mendekati garis lengkung menyebabkan
terjadinya kesalahan sebesar luasan yang tidak diarsir.
Besarnya kesalahan yang terjadi dapat diperkirakan dari persamaan berikut:
) )( ( ' '
12
1
a b f E = (7.3)
dengan adalah titik yang terletak di dalam interval a dan b.

Persamaan (7.3) menunjukkan bahwa apabila fungsi yang diintegralkan adalah linier, maka
metode trapesium akan memberikan nilai eksak karena turunan kedua dari fungsi linier
adalah nol. Sebaliknya untuk fungsi dengan derajat dua atau lebih, penggunaan metode
trapesium akan memberikan kesalahan.
Gambar 3. Metode trapesium

Contoh soal:
Gunakan metode trapesium satu pias untuk menghitung, . dx e I
}
=
4
0
x

Penyelesaian:
Bentuk integral diatas dapat diselesaikan secara analitis:
| | | | . 598150 , 53
0 4
4
0
x
4
0
x
= = =
}
= e e e dx e I
Hitungan integral numerik dilakukan dengan menggunakan persamaan (7.2):
. 1963 , 111
2
) 0 4 (
2
) ( ) (
) (
4 0
=
+
=
+
~
e e b f a f
a b I
Untuk mengetahui tingkat ketelitian dari integral numerik, hasil hitungan numerik
dibandingkan dengan hitungan analitis.
Kesalahan relatif terhadap nilai eksak adalah:
%. 46 , 107 % 100
598150 , 53
1963 , 111 598150 , 53
t
=

= c
Terlihat bahwa penggunaan metode trapesium satu pias memberikan kesalahan sangat
besar (lebih dari 100 %).
Metode Simpson

Di samping menggunakan rumus trapesium dengan interval yang lebih kecil, cara lain
untuk mendapatkan perkiraan yang lebih teliti adalah menggunakan polinomial order lebih
tinggi untuk menghubungkan titik-titik data. Misalnya, apabila terdapat satu titik tambahan
di antara f (a) dan f (b), maka ketiga titik dapat dihubungkan dengan fungsi parabola
(Gambar 5a). Apabila terdapat dua titik tambahan dengan jarak yang sama antara f (a) dan f
(b), maka keempat titik tersebut dapat dihubungkan dengan polinomial order tiga (Gambar
7.5b). Rumus yang dihasilkan oleh integral di bawah polinomial tersebut dikenal dengan
metode (aturan) Simpson.

Gambar 5. Aturan Simpson
1) Aturan Simpson 1/3
Di dalam aturan Simpson 1/3 digunakan polinomial order dua (persamaan parabola)
yang melalui titik f (x
i 1
), f (x
i
) dan f (x
i + 1
) untuk mendekati fungsi. Rumus Simpson dapat
diturunkan berdasarkan deret Taylor. Untuk itu, dipandang bentuk integral berikut ini.
dx x f x I
}
=
x
a
) ( ) ( (7.11)
Apabila bentuk tersebut didiferensialkan terhadap x, akan menjadi:
) (
) (
) ( ' x f
dx
x dI
x I = = (7.12)
Dengan memperhatikan Gambar 7.6. dan persamaan (7.12) maka persamaan
deret Taylor adalah:
) ( ' '
! 3

) ( '
! 2

) ( ) ( ) ( ) (
i
3
i
2
i i i 1 i
x f
x
x f
x
x f x x I x x I x I + + + = + =
+

) ( ) ( ' ' '
! 4

5
i
4
x O x f
x
+ + (7.13)
) ( ' '
! 3

) ( '
! 2

) ( ) ( ) ( ) (
i
3
i
2
i i i 1 i
x f
x
x f
x
x f x x I x x I x I + = =


) ( ) ( ' ' '
! 4

5
i
4
x O x f
x
+ (7.14)
Pada Gambar 7.6, nilai I (x
i + 1
) adalah luasan dibawah fungsi f (x) antara batas a dan x
i + 1
.
Sedangkan nilai I (x
i 1
) adalah luasan antara batas a dan I (x
i 1
). Dengan demikian luasan
di bawah fungsi antara batas x
i 1
dan x
i + 1
yaitu (A
i
), adalah luasan I (x
i + 1
) dikurangi I (x
i
1
) atau persamaan (7.13) dikurangi persamaan (7.14).

A
i
= I (x
i + 1
) I (x
i 1
)
atau
) ( ) ( ' '
3

) ( 2
5
i
3
i i
x O x f
x
x f x A + + = (7.15)

Gambar 6 Penurunan metode Simpson

Nilai f ''(x
i
) ditulis dalam bentuk diferensial terpusat:
) (

) ( ) ( 2 ) (
) ( ' '
2
2
1 i i 1 i
i
x O
x
x f x f x f
x f +
+
=
+

Kemudian bentuk diatas disubstitusikan ke dalam persamaan (7.15). Untuk
memudahkan penulisan, selanjutnya notasi f (x
i
) ditulis dalam bentuk f
i
, sehingga
persamaan (7.15) menjadi:
) ( ) (
3

) 2 (
3

2
5 2
3
1 i i 1 i i i
x O x O
x
f f f
x
f x A + + + + =
+

atau
) ( ) 4 (
3

5
1 i i 1 i i
x O f f f
x
A + + + =
+
(7.16)
Persamaan (7.16) dikenal dengan metode Simpson 1/3. Diberi tambahan nama 1/3
karena Ax dibagi dengan 3. Pada pemakaian satu pias,
2
a b
x

= A
, sehingga persamaan
(7.16) dapat ditulis dalam bentuk:

| | ) ( ) ( 4 ) (
6
i
b f c f a f
a b
A + +

= (7.17)
dengan titik c adalah titik tengah antara a dan b.
Kesalahan pemotongan yang terjadi dari metode Simpson 1/3 untuk satu pias adalah:

) ( ' ' ' '
90
1
5
t
c f x =
Oleh karena
2
a b
x

= A
, maka:
) ( ' ' ' '
2880
) (
5
t
c f
a b
=
Contoh soal:
Hitung , dx e I
}
=
4
0
x
dengan aturan Simpson 1/3.
Penyelesaian:
Dengan menggunakan persamaan (7.17) maka luas bidang adalah:
| | . 7696 , 56 ) 4 (
6
0 4
) ( ) ( 4 ) (
6
4 2 0
i
= + +

= + +

= e e e b f c f a f
a b
A
Kesalahan terhadap nilai eksak:
%. 917 , 5 % 100
598150 , 53
7696 , 56 598150 , 53
t
=

= c
Terlihat bahwa pada pemakaian satu pias, metode Simpson 1/3 memberikan hasil lebih
baik dari rumus trapesium.

2) Aturan Simpson 1/3 dengan banyak pias
Seperti dalam metode trapesium, metode Simpson dapat diperbaiki dengan
membagi luasan dalam sejumlah pias dengan panjang interval yang sama
(Gambar 6):

n
a b
x

= A
dengan n adalah jumlah pias.

Gambar 7 Metode Simpson dengan banyak pias

Luas total diperoleh dengan menjumlahkan semua pias, seperti pada Gambar 7.

}
+ + + =

b
a
1 n 3 1
... ) ( A A A dx x f (7.18)
Dalam metode Simpson ini jumlah interval adalah genap. Apabila persamaan (7.16)
disubstitusikan ke dalam persamaan (7.18) akan diperoleh:
) 4 (
3

... ) 4 (
3

) 4 (
3

) (
n 1 n 2 n
b
a
3 2 1 2 1 0
f f f
x
f f f
x
f f f
x
dx x f + + +
}
+ + + + + + =


atau


}
(

+ + + =

=

=
b
a
2 n
2 i
i
1 n
1 i
i
) ( 2 ) ( 4 ) ( ) (
3

) ( x f x f b f a f
x
dx x f (7.19)
Seperti pada Gambar (7), dalam penggunaan metode Simpson dengan banyak pias ini
jumlah interval adalah genap. Perkiraan kesalahan yang terjadi pada aturan Simpson
untuk banyak pias adalah:

' ' ' '
180
) (
4
5
a
f
n
a b
= c
dengan ' ' ' ' f adalah rerata dari turunan keempat untuk setiap interval.

III.Listing Program
Metode Simpson
1. Untuk ()
Listing Programnya adalah:
PROGRAM integrasi

IMPLICIT NONE
REAL :: x0, xn, h, sum, x2i1, x2i, integ
INTEGER :: n, i
x0=0.0
xn=1.0
Write(*,*)"Masukkan jumlah cacah = "
READ(*,*)n

h=(xn-x0)/n

sum=fung(x0)+fung(xn)

DO i=1,(n/2)
x2i1=x0+(2*i-1)*h
sum=sum+4.0*fung(x2i1)
write(*,*)sum
END DO

DO i=1,((n/2)-1)
x2i=x0+2*i*h
sum=sum+2.0*fung(x2i)
write(*,*)sum
END DO

integ=h*sum/3.0
WRITE(*,*) "Nilai integral numerik adalah ",integ

CONTAINS
FUNCTION fung(x)
REAL :: fung
REAL,INTENT(in) :: x
fung=3.0*x
END FUNCTION fung

END PROGRAM integrasi

2. Untuk ()


Listing Programnya adalah:
PROGRAM integrasi

IMPLICIT NONE
REAL :: x0, xn, h, sum, x2i1, x2i, integ
INTEGER :: n, i

x0=-1.0
xn=1.0
Write(*,*)"Masukkan jumlah cacah = "
READ(*,*)n

h=(xn-x0)/n
sum=fung(x0)+fung(xn)

DO i=1,(n/2)
x2i1=x0+(2*i-1)*h
sum=sum+4.0*fung(x2i1)
write(*,*)sum
END DO

DO i=1,((n/2)-1)
x2i=x0+2*i*h
sum=sum+2.0*fung(x2i)
write(*,*)sum
END DO

integ=h*sum/3.0
WRITE(*,*) "Nilai integral numerik adalah ",integ


CONTAINS

FUNCTION fung(x)
REAL :: fung
REAL,INTENT(in) :: x
fung=1/x
END FUNCTION fung

END PROGRAM integrasi

Metode Trapesium
1. Untuk ()
Listing Programnya adalah:
PROGRAM trapesium

IMPLICIT NONE
REAL :: x0,xn,h,sum,xi,trap
INTEGER :: n,i

x0=0.0
xn=1.0
WRITE(*,*)"Masukan jumlah cacah = "
READ(*,*)n

h=(xn-x0)/n

sum=fung(x0)+fung(xn)

DO i=1,(n)
xi=x0+i*h
sum=sum+2.0*fung(xi)
write(*,*)sum
END DO

trap=h*sum/2.0
WRITE(*,*)"Nilai integral numerik adalah ",trap

CONTAINS

FUNCTION fung(x)
REAL :: fung
REAL, INTENT(in) :: x

fung=3.0*x
END FUNCTION fung

END PROGRAM trapesium

2. Untuk ()


Listing Programnya adalah:
PROGRAM trapesium

IMPLICIT NONE
REAL :: x0,xn,h,sum,xi,trap
INTEGER :: n,i

x0=-1.0
xn=1.0
WRITE(*,*)"Masukan jumlah cacah = "
READ(*,*)n

h=(xn-x0)/n

sum=fung(x0)+fung(xn)

DO i=1,(n)
xi=x0+i*h
sum=sum+2.0*fung(xi)
write(*,*)sum
END DO

trap=h*sum/2.0
WRITE(*,*)"Nilai integral numerik adalah ",trap

CONTAINS

FUNCTION fung(x)
REAL :: fung
REAL, INTENT(in) :: x

fung=1/x
END FUNCTION fung

END PROGRAM trapesium

IV.Hasil Akhir
Metode Simpson
1. Untuk ()
Hasil integrasinya diperoleh :
a. n = 10
Nilai integral numerik adalah 1.5000000
b. n = 21
Nilai integral numerik adalah 1.3628119
c. n = 30
Nilai integral numerik adalah 1.5000002
d. n = 50
Nilai integral numerik adalah 1.4999998

2. Untuk ()


Hasil integrasinya diperoleh :
a. n = 50
Nilai integral numerik adalah -2386093.3

Metode Trapesium
1. Untuk ()
Hasil integrasinya diperoleh :
a. n = 10
Nilai integral numerik adalah 1.8000001
b. n = 21
Nilai integral numerik adalah 1.6428572
c. n = 30
Nilai integral numerik adalah 1.6000001
d. n = 50
Nilai integral numerik adalah 1.5599998

2. Untuk ()


Hasil integrasinya diperoleh :
a. n = 50
Nilai integral numerik adalah -1789570.3
V.Pembahasan
Pada praktikum fisika komputasi ini, praktikan melakukan integrasi numeric dengan
2 metode terhadap fungsi f(x)=3x, yaitu metode trapesium dan metode simpson. Dari
hasil percobaan terlihat bahwa metode simpson memberikan nilai yang lebih
akurat(mendekati nilai yang diperoleh secara analitik) yaitu 1.5 dibandingkan metode
trapesium yang memberikan hasil 1,8 pada iterasi ke 8 dan 1,6 pada iterasi ke 20 dan 50.
Hal tersebut dikarenakan metode simpson menggunakan 3 titik tinjau, berbeda dengan
trapesium yang hanya menggunakan 2 titik tinjau. Perbedaannya tentu akan sangat terasa
pada fungsi yang tidak linear dimana tinjauan terhadap titik ketiga akan menerjemahkan
grafik fungsi dengan lebih baik.
Selanjutnya praktikan menggunakan 2 metode yang sama untuk mencari integral dari
fungsi f(x)=

. Secara analitik integral dari fungsi ini adalah infinite (tak


berhingga). Namun ketika dicoba dengan metode simpson dan trapesium,
ditemukan nilai yang sangat besar. Perbedaan ini terjadi karena nilai tak hingga
dari metode analitik terjadi karena keterbatasan dalam perhitungan manual.

VI.Kesimpulan
Bardasarkan eksperimen yang dilakukan, dapat disimpulkan bahwa metode
numerik yang dioperasikan pada komputer, dalam hal ini metode Simpson dan
metode Trapesium digunakan untuk mencari nilai integral dari suatu fungsi dari
yang sederhana sampai fungsi yang rumit. Untuk metode Trapesium, perbedaan
dasar dengan metode Simpson yakni pada pengambilan nilai cacah bilangan (n)
yang diambil semakin besar nilai n yang diambil maka metode trapesium akan
menghasilkan hasil integrasi yang akurat,sedangkan semakin kecil nilai n yang
diambil maka metode Simpson akan menghasilkan hasil integrasi yang akurat.

VII.Daftar Pustaka
Nurwanto, Pekik. 2012. Petunjuk Praktikum Fisika Komputasi. Yogyakarta: Lab
Fisika Komputasi
IX.Lampiran
Hasil running program
Metode Simpson : fungsi ()
Masukkan jumlah cacah =
10
4.1999998
7.8000002
13.800000
22.200001
33.000000
34.200001
36.600002
40.200001
45.000000
Nilai integral numerik adalah 1.5000000

Masukkan jumlah cacah =
30
3.4000001
4.6000004
6.6000004
9.4000006
13.000001
17.400002
22.600002
28.600002
35.400002
43.000000
51.400002
60.600002
70.600006
81.400009
93.000008
93.400009
94.200012
95.400009
97.000008
99.000008
101.40001
104.20001
107.40001
111.00001
115.00001
119.40001
124.20001
129.40001
135.00002
Nilai integral numerik adalah 1.5000002

Masukkan jumlah cacah =
50
3.2400000
3.9600000
5.1599998
6.8400002
9.0000000
11.639999
14.759999
18.359999
22.439999
26.999998
32.039997
37.559998
43.559998
50.039997
56.999996
64.439995
72.359993
80.759995
89.639992
98.999992
108.84000
119.16000
129.95999
141.23999
152.99998
153.23999
153.71999
154.43999
155.39999
156.59999
158.03999
159.71999
161.63998
163.79999
166.19998
168.83998
171.71999
174.83998
178.19998
181.79999
185.63998
189.71999
194.03998
198.59998
203.39998
208.43997
213.71997
219.23997
224.99997
Nilai integral numerik adalah 1.4999998

Masukkan jumlah cacah =
21
3.5714285
5.2857141
8.1428566
12.142857
17.285713
23.571428
31.000000
39.571426
49.285713
60.142857
60.714287
61.857143
63.571430
65.857147
68.714287
72.142860
76.142860
80.714287
85.857147
Nilai integral numerik adalah 1.3628119


Metode Simpson:fungsi ()



Masukkan jumlah cacah =
50
-4.1666670
-8.7121220
-13.712122
-19.267677
-25.517677
-32.660534
-40.993866
-50.993866
-63.493866
-80.160530
-105.16052
-155.16051
-1.78957136E+08
-1.78957088E+08
-1.78957056E+08
-1.78957040E+08
-1.78957024E+08
-1.78957008E+08
-1.78956992E+08
-1.78956992E+08
-1.78956992E+08
-1.78956992E+08
-1.78956992E+08
-1.78956992E+08
-1.78956992E+08
-1.78956992E+08
-1.78956992E+08
-1.78956992E+08
-1.78956992E+08
-1.78956992E+08
-1.78956992E+08
-1.78956992E+08
-1.78956992E+08
-1.78956992E+08
-1.78957008E+08
-1.78957024E+08
-1.78957072E+08
-1.78957024E+08
-1.78957008E+08
-1.78956992E+08
-1.78956992E+08
-1.78956992E+08
-1.78956992E+08
-1.78956992E+08
-1.78956992E+08
-1.78956992E+08
-1.78956992E+08
-1.78956992E+08
-1.78956992E+08
Nilai integral numerik adalah -2386093.3

Metode Trapesium : fungsi ()

Masukan jumlah cacah =
10
3.5999999
4.8000002
6.6000004
9.0000000
12.000000
15.600000
19.799999
24.599998
29.999998
36.000000
Nilai integral numerik adalah 1.8000001

Masukan jumlah cacah =
30
3.2000000
3.6000001
4.2000003
5.0000005
6.0000005
7.2000008
8.6000004
10.200001
12.000001
14.000001
16.200001
18.600000
21.200001
24.000000
27.000000
30.200001
33.600002
37.200001
41.000000
45.000000
49.200001
53.600002
58.200005
63.000004
68.000000
73.199997
78.599998
84.199997
90.000000
96.000000
Nilai integral numerik adalah 1.6000001

Masukan jumlah cacah =
50
3.1199999
3.3599999
3.7199998
4.1999998
4.7999997
5.5199995
6.3599997
7.3199997
8.3999996
9.5999994
10.919999
12.359999
13.919998
15.599998
17.399998
19.319998
21.359997
23.519997
25.799997
28.199997
30.719997
33.359997
36.119995
38.999996
41.999996
45.119995
48.359993
51.719994
55.199993
58.799992
62.519993
66.359993
70.319992
74.399994
78.599991
82.919991
87.359993
91.919991
96.599991
101.39999
106.31999
111.35999
116.51999
121.79999
127.19999
132.71999
138.35999
144.11998
149.99998
155.99998
Nilai integral numerik adalah 1.5599998

Masukan jumlah cacah =
21
3.2857144
3.8571429
4.7142859
5.8571429
7.2857141
9.0000000
11.000000
13.285714
15.857142
18.714285
21.857141
25.285713
29.000000
33.000000
37.285713
41.857143
46.714287
51.857143
57.285713
63.000000
69.000000
Nilai integral numerik adalah 1.6428572

Metode Trapesium : fungsi ()



Masukan jumlah cacah =
50
-2.0833335
-4.2572465
-6.5299740
-8.9109268
-11.410927
-14.042505
-16.820282
-19.761459
-22.886459
-26.219793
-29.791222
-33.637375
-37.804043
-42.349499
-47.349499
-52.905052
-59.155052
-66.297905
-74.631241
-84.631241
-97.131241
-113.79790
-138.79790
-188.79787
-89478680.
-89478632.
-89478608.
-89478592.
-89478576.
-89478568.
-89478560.
-89478552.
-89478544.
-89478536.
-89478528.
-89478520.
-89478512.
-89478512.
-89478512.
-89478512.
-89478512.
-89478512.
-89478512.
-89478512.
-89478512.
-89478512.
-89478512.
-89478512.
-89478512.
-89478512.
Nilai integral numerik adalah -1789570.3