Anda di halaman 1dari 11

BAB II

PEMBAHASAN

Arus laut yang terjadi di lapisan permukaan laut yang ditimbulkan oleh angin dikenal
dengan arus Ekman. Ekman mendapatkan bahwa arah arus permukaan laut tidak searah dengan
arah angin permukaan laut, tetapi dibelokkan 45
o
ke kanan/kiri (di BBU/BBS) arah angin.
Persamaan gerak arus ekman adalah :
2
2
2
2
0
0
z
z
u
fv A
z
v
fu A
z
c
+ =
c
c
+ =
c
........................................... (1)
Dimana f adalah parameter coriolis, adalah densitas air laut dan Az adalah koefisien viskositas
Eddy, u dan v adalah kecepatan arus dalam arah x (timur) dan y (utara) dengan catatan arah z
positif ke atas. Indeks E menyatakan Ekman.
Solusi dari persamaan Ekman adalah :
( )
u v
D
z
D
z
v v
D
z
D
z
v D f
dengan D
A
f
E o
E E
E o
E E
o y E
E
z
=
|
\

|
.
|
|
\

|
.
|
= +
|
\

|
.
|
|
\

|
.
|
=
=
|
\

|
.
|
cos exp
sin exp
/
:
/
t t t
t t t
t t
t
4
4
2
2
1 2
. (2)
Dimana:







V
o
= Kecepatan arus permukaan
f
= Magnitudo dari f
D
E
= Kedalaman Ekman (Kedalaman pengaruh
angin)
t
y = Stress angin di permukaan dalam arah y,
y =
a
C
d
W
2

Di dalam model Ekman dianggap bahwa angin berhembus dalam arah-y dengan kecepatan dan
arah yang konstan. Dalam membangun model Ekman, terdapat anggapan-anggapan sebagai
berikut :
1. Kedalaman laut tak hingga (untuk menghindari gesekan dasar)
2. Tidak ada batas lateral ( untuk menghindari terbentuknya gradien tekanan)
3. Laut homogen (untuk menghindari terbentuknya gradien tekanan)
4. Arus dan kecepatan angin konstan
5. f adalah konstan
6. A
z
adalah konstan.
Solusi persamaan Ekman menghasilkan vektor kecepatan arus yang berbentuk spiral dimana
besarnya berkurang terhadap kedalaman dan arahnya makin disimpangkan terhadap arah angin,
spiral ini disebut Spiral Ekman.
Di permukaan, stress angin sama dengan gaya geser fluida, sehingga:
0
0
x v
y v
du
A z
dz
dv
A z
dz
t
t
= =
= =
............................................ (3)
Persamaan gerak dapat dituliskan sebagai:
0
0
x
y
fv
z
fu
z
t

c
+ =
c
c
+ =
c
............................................. (4)
Integrasi vertikal dari persamaan (2.4) memberikan total transport massa yang dikenal
dengan Transport Ekman, ditunjukkan pada Gambar 7.2, dimana transpor Ekman ini arahnya
tegak lurus ke kanan/kiri (BBU/BBS) angin di berikan pada persamaan berikut:
0
0
y
x
x
y
M udz
f
M vdz
f
t

= =
= =
}
}
........................................ (5)




x dan y adalah stress angin
dalam arah x (timur)
dan y (utara).















Gambar 7.1 Pergerakan arus yang mengalami pembelokan dan berkurang dengan
pertambahan kedalaman
(Sumber: http://www.cubanology.com/Articles/Ocean_Currents_The_Distribution_of_Life.html)

Kedalaman Ekman merupakan kedalaman dimana masih dipengaruhi oleh gesekan. Untuk
arah arus di dasar kedalaman Ekman adalah berlawanan dengan arah arus di permukaan.
2
v
v
A
D
f
t

=
................................................... (6)
Arus geostropik yang mengalir di dekat dasar laut akan mengalami pengaruh gesekan
dasar. Seperti halnya di permukaan laut, dimana spiral ekman terbentuk oleh pengaruh gesekan
angin, di lapisan dasar juga terdapat spiral ekman namun arahnya ke kiri terhadap arus
geostropik berlawanan dengan arah spiral ekman di permukaan.
Solusi persamaan Ekman di lapisan dasar diberikan oleh :
1 cos
z
De
e g
e
z
UUe
D
t
t
| |
|
\ .
(
| |
=
(
|
( \ .


1 sin
z
De
e g
e
z
VV e
D
t
t
| |
|
\ .
(
| |
=
(
|
( \ .

................................... (7)
2
e
Az
D
f
t =

Angin yang bertiup permukaan laut kurang lebih sejajar dengan pantai dapat
menimbulkan transpor massa/volume yang dikenal dengan transpor Ekman yang arahnya tegak
lurus ke kanan dari arah angin di BBU dan ke kiri BBS.








Gambar 7.2 Proses Upwelling dan Downwelling
(Sumber: http://earth.usc.edu/~stott/Catalina/Deepwater.html)


7.1 Kasus Khusus dalam Model Ekman
1. Di permukaan z = 0, sehingga solusi Ekman menjadi :
u = v
0
cos 45
0

dan v = u
0
sin 45
0

Di permukaan terbentuk arus yang arahnya 45
0
ke arah kanan (BBK) arah angin.

Disini dapat dilihat bahwa Ekman telah dapat
menunjukkan adanya penyimpangan arus permukaan
terhadap angin permukaan 45
0
. Di alam penyimpangan
ini besarnya berkisar 30
0
40
0
.


x
y
45
0

Angin
v
o

2. Di bawah permukaan kecepatan arus berkurang secara eksponensial.
Kecepatan total dari arus = v
D
z
o
E
exp
t |
\

|
.
|
Arah arus juga semakin disimpangkan terhadap arah angin :

tan tan tan u u
t t
= = +
|
\

|
.
|
v
u D
z
E
4


3. Di kedalaman z = - D
E

Kecepatan total = v
0
e
- t

dengan e
- t
= 0.04
Jadi kecepatan arus di kedalaman z = - D
E
( kedalaman Ekman ) besarnya 4 % kecepatan
arus permukaan. Di kedalaman z = - D
E
, arah arus berlawanan dengan arah arus
permukaan.
tan tan u
t
t u =
|
\

|
.
| =
4
135
0


7.2. Transpor Ekman
Kecepatan arus yang timbul oleh pengaruh angin (Arus Ekman) maksimum di permukaan
dan berkurang secara eksponensial ke arah lapisan dalam. Dari distribusi kecepatan arus Ekman,
maka dapat diperkirakan transpor massa air akan bergerak ke arah kanan atau kiri angin. Pada
kenyataannya, transpor massa (Transpor Ekman) arahnya tegak lurus ke kanan atau ke kiri arah
angin. Untuk melihat hal ini, tinjau kembali persamaan tekanan dalam bentuk :
fv
z
fu
z
x
y
+ =
+ =
o
ct
c
o
ct
c
0
0

Dapat ditulis dalam bentuk :

t
t
f v dz d
f u dz d
E x
E y
=
=


v
E
z adalah massa yang mengalir per detik dalam arah y melalui arah y melalui suatu bidang
vertikal dengan kedalaman dz dan lebar 1 m dalam arah x. Dalam mengintegrasikan persamaan
Ekman terhadapa kedalaman, kita ambil z = 2 D
E
, dimana pengaruh angin sudah tidak ada.
Integasi pers. Ekman menjadi :
f M f v dz d
f M f u dz d
y E
D D
x
x E
D D
y
E E
E E
= =
= =


} }
} }
t
t
2
0
2
0
2
0
2
0

M
x
= Transpor massa dalam arah x ; M
y
= Transpor massa dalam arah y
f M
f M
y x Surface x D
x y Surface y D
E
E
= +
=

( ) ( )
( ) ( )
t t
t t
2
2

Karena Ekman menganggap angin berhembus dalam arah y maka
t
x
= 0 , sehingga M
y
= 0 dan M
x
= (
t
y )
Surface
/ f.
Arti fisisnya : angin yang berhembus dalam arah y menimbulkan transpor massa dalam arah x.
Secara umum dapat dikatakan bahwa angin yang berhembus di atas permukaan laut akan
menimbulkan transpor massa yang arahnya tegak lurus arah angin.
Ada 2 hal penting yang di model oleh Ekman :
1. Arus permukaan arahnya tidak sama dengan arah angin permukaan tetapi disimpangkan
45
0
ke arah kanan atau kiri arah angin.
2. Angin yang berhembus di atas permukaan laut menimbulkan transpor massa yang
arahnya tegak lurus arah angin.
Transpor Ekman dapat digunakan untuk menerangkan fenomena Up-welling dan down-
welling di daerah pantai maupun di lepas pantai. Up-welling dan down-welling ini berhubungan
dengan daerah konvergensi dan daerah divergensi.





Divergensi
Up-welling
Konvergensi
Down-welling

Up-welling dan Down-welling di lepas pantai, dimana Up-welling di lepas pantai terbentuk oleh
angin siklon dan down- welling terbentuk oleh angin anti-siklon. Angin Anti-Siklon di BBU
disamping menimbulkan daerah konvergensi dan down welling akan menimbulkan arus
Geostropik yang searah dengan arah angin Anti-Siklon.











Solusi Ekman Terhadap Persamaan Gerak Yang Memperhitungkan Gaya Gesekan.

Dari pers. (6) dapat kita lihat bahwa ada dua gaya penyebab gerak fluida yaitu distribusi massa
(yaitu densitas) yang menimbulkan gradien tekanan, dan suku gesekan angin. Karenanya kita
dapat menyatakan kecepatan mempunyai dua komponen yang berhubungan dengan gradien
tekanan horizontal dan komponen yang berhubungan dengan gesejkan vertikal.
) ( ) (
2
2
E g E g
u u
z
Az
x
p
v v f fv +
c
c

c
c
= + = o

dimana
,
x
p
fv
g
c
c
=o u
g,
v
g
komponen kecepatan geostropik
dan
,
x
p
Az fv
E
c
c
= u
E
, v
E
komponen kecepatan Ekman
Muka air Tinggi
Gradien Tekanan
Gaya Coriolis
Arah Geostropk
suku
2
2
z
u
Az
E
c
c
diabaikan karena besarnya
x
p
c
c
s

o
3
10 .
Untuk menyederhanakan masalah, Ekman menganggap air adalah homogen dan tidak ada slope
dipermukaan sehingga suku tekanan akan nol. Sebagai akibatnya v
g
juga = 0, artinya ia hanya
menyelesaikan persamaan gerak dalam v
E
saja.

Secara keseluruhan anggapannya adalah :
1. Tidak ada batas lateral.
2. Dalam laut tak berhingga (untuk menghindari gesekan dasar)
3. Az = konstan
4. Angin dengan kecepatan tetap berhembus di atas permukaan air dalam waktu yang cukup
lama.
5. Air adalah homogen dan permukaan laut datar sehingga 0 =
c
c
=
c
c
y
p
x
p
, karena ) ( p =
yaitu kondisi barotropik jadi tidak ada arus.
6. f adalah konstan yaitu pendekatan dengan bidang f.

Persamaan Ekman menjadi

=
c
c
+
=
c
c
+
0
0
2
2
2
2
z
v
Az f u
z
u
Az f v
E
E
E
E
(8)
atau Coriolis + gesekan = 0

Untuk penyederhanaan, dianggap angin berhembus dalam arah y.

Solusi persamaan Ekman adalah :

+ =
+ =
)
)
/ (
0
0
/ (
0
0
) 45 sin(
) 45 cos(
E
E
D z
E
E
D z
E
E
e
D
z
v v
e
D
z
v u
q
q
q
q
(9)
+ untuk BBU
- untuk BBS
dimana | | | | f D V
E y
t
q
/ 2
0
H = (10)

Arus permukaan Ekman toyal
q
t
y
= stress angin pada permukaan laut (berbanding lurus dengan kecepatan angin kuadrat)
D
E
= H (2 Az / |f|)
1/2
; kedalaman Ekman atau kedalaman pengaruh gesekan.

Interprestasi Solusi :
1. Dipermukaan, z = 0
u = V
0
cos 45
0
, v = V
0
sin 45
0

artinya arus permukaan membentuk sudut 45
0
kearah kanan angin (di BBU) atau ke kiri
angin BBS.
2. Di bawah permukaan, kecepatan arus total = V
0
e
(tz/DE)
berkurang dengan dalam (z menjadi
lebih negatif) dan arah arus berubah menurut putaran jarum jam di BBU (berlawawanan
putaran jarum jam di BBS).
3. Arah arus berlawanan dengan arus permukaan untuk z = - D
E
. Kecepatan arus di kedalaman
z = - D
E
adalah e
-t
- kecepatan arus permukaan (e
-t
= 0,04). D
E
biasanya dinyatakan
sebagai kedalaman efektif dari wind driven current (arus yang ditimbulkan angin) atau
"lapisan Ekman".

Keterbatasan Teori Ekman
Teori Ekman cukup bagus, tetapi kita tidak menjumpainya di laut. Namun kita dapat mengamati
di laboratorium. Kenapa Spiral Ekman tidak kita jumpai di laut ?. Alasannya adalah : Ekman
membuat anggapan - anggapan yang kurang realistis dalam penurunan teorinya.
Komentar tentang anggapan - anggapannya :
1. tidak ada batas - tidak realistic tetapi anggapan yang tidak terlalu jelek untuk daerah yang
jauh dari pantai.
2. Dalam laut yang tak berhingga - tidak benar Tetapi hanya memberikan kesalahan yang klecil
di laut terbuka. Harga D
E
: 100 - 200 m yang relatif lebih kecil dibanding kedalaman rata -
rata laut 4000 m
3. Az adalah konstan - mungkin tidak benarTetapi sangat sedikit sekali pengetahuan orang
tentang Az dewasa ini.
4. Solusi steady state dan angin tetap - mungkin merupakan sumber sebenarnya dari kesalahan
karena baik angin maupun laut tidaklah Steady (kecuali sekitar daerah angin paasut)
5. Ada sumber - sumber lain dari gerakan fluida di laut yaitu thermohaline, pasut, gelombang
permukaan dan gelombang dalam (internal wave). Sukar untuk memisahkan komponen arus
Ekman dari komponenn arus - arus yang ditimbulkan sumber - sumber lain dari gerak tadi.
Untuk memisahkannya diperlukan data arus yang diukur dalam satuan waktu yang lama.
6. Air homogen - tidak realistik, anggapan yang patut di kritik. Sverdrup telah mengkoreksi
anggapan ini.
7. Asumsi bidang - f - merupakan sumber kesalahan yang kecil untuk daerah yang terbatas.















BAB III
KESIMPULAN

1. Arus laut yang terjadi di lapisan permukaan laut yang ditimbulkan oleh angin dikenal
dengan arus Ekman. Ekman mendapatkan bahwa arah arus permukaan laut tidak searah
dengan arah angin permukaan laut, tetapi dibelokkan 45
o
ke kanan/kiri (di BBU/BBS)
arah angin.
2. Solusi persamaan Ekman menghasilkan vektor kecepatan arus yang berbentuk spiral
dimana besarnya berkurang terhadap kedalaman dan arahnya makin disimpangkan
terhadap arah angin, spiral ini disebut Spiral Ekman.
3. Angin yang bertiup permukaan laut kurang lebih sejajar dengan pantai dapat
menimbulkan transpor massa/volume yang dikenal dengan transpor Ekman yang arahnya
tegak lurus ke kanan dari arah angin di BBU dan ke kiri BBS.