Anda di halaman 1dari 28

MAKALAH MEKANIKA FLUIDA

Gaya Coriolis dan Spiral Ekman Page 0




U N I V E R S I T A S G A D J A H MA D A
2014
MAKALAH MEKANIKA
FLUIDA
GAYA CORIOLIS DAN SPIRAL EKMAN
Disusun oleh : Nurul Nur Annisa 12/331379/PA/14637
GEOFISIKA
MAKALAH MEKANIKA FLUIDA

Gaya Coriolis dan Spiral Ekman Page 1

BAB I
PENDAHULUAN

A. LATAR BELAKANG
Sebagai seorang mahasiswa geofisika, kami dituntut untuk memahami
dengan baik proses ekstraksi yang meliputi cara eksplorasi dan eksploitasi
sumber daya alam seperti minyak, tambang, dan gas, dengan menggunakan
metode-metode geofisika dalam rangka menafsirkan apa yang terjadi ataupun
apa yang ada di bawah permukaan bumi melalui gejala-gejala fisika di alam.
Namun, Anda juga perlu tahu bahwa selain hal tersebut, kami juga dituntut
untuk mampu memahami mekanika fluida . Karena mekanika fluida sangat
penting dalam kehidupan sehari-hari, beberapa aplikasi mekanika fluida antara
lain dalam bidang biomechanics, teknik kimia ,teknik mesin ,teknik sipil ,
serta di bidang meteorologi dan teknik cuaca dalam rangka kaitannya
dengan ilmu kebumian, seperti meteorologi yang nantinya membahas
mengenai pergerakan arah mata angin , iklim, cuaca, awan, dan faktor-faktor
yang mempengaruhinya. Pembahasan mengenai ilmu kebumian ini tidak dapat
lepas dari geofisika sendiri karena kamilah yang nantinya akan mengolah
data-data yang diperoleh dari alam untuk mampu disajikan dalam bentuk 1, 2,
atau 3 dimensi dan yang pada akhirnya dapat digunakan dalam proses
penafsiran apa yang akan terjadi di alam berdasarkan gejala-gejala yang
ditimbulkan. Dalam makalah ini, akan dijelasakan secara spesifik mengenai
Gaya Coriolis dan Arus Ekman. Mengapa bahasan ini dikatakan penting?
Mungkin sebagian dari Anda akan berpikir bahwa ini bukanlah topik yang
menarik karena dalam kenyataannya Gaya Coriolis ini tidak begitu
berpengaruh dalam proses pergerakan angin di bumi sehingga dapat
diabaikan efeknya. Namun, Anda perlu mengetahui bahwa efek Coriolis ini
mampu mempengaruhi kecepatan dan pergerakan arus laut dunia, selain itu
efek Coriolis ini juga dapat menimbulkan efek Upwelling dan Down welling .
Nah untuk lebih lengkapnya, marilah kita menyimak bahasan mengenai Gaya
Coriolis dan Arus Ekman pada bab selanjutnya dalam makalah ini.
MAKALAH MEKANIKA FLUIDA

Gaya Coriolis dan Spiral Ekman Page 2


B. RUANG LINGKUP
Pembahasan mengenai Gaya Coriolis dan Arus Ekman dalam makalah
ini dibatasi seputar penyebab terjadinya dan kaitannya dengan arus Ekman
serta pengaruhnya terhadap kondisi bumi.

C. TUJUAN DAN MANFAAT
Tujuan dari pembuatan makalah ini adalah :
1. Mengenal apa itu Gaya Coriolis dan Arus Ekman
2. Memahami proses terjadinya Gaya Coriolis
3. Memahami efek terjadinya Gaya Coriolis dan Spiral Ekman
4. Memahami kaitan antara Gaya Coriolis dengan proses terjaidnya
Spiral Ekman pada permukaan laut seluruh dunia

Manfaat
1. Memberikan pengetahuan baru mengenai Gaya Coriolis dan Spiral
Ekman kepada pembaca
2. Sebagai bahan rujukan dalam penulisan makalah ataupun karya
ilmiah lain dengan topik yang berkaitan













MAKALAH MEKANIKA FLUIDA

Gaya Coriolis dan Spiral Ekman Page 3

BAB II
DASAR TEORI

1. PENGERTIAN ARUS LAUT
Arus laut adalah proses pergerakan massa air laut yang menyebabkan
perpindahan horizontal dan vertikal massa air laut tersebut yang terjadi secara
terus (Gross,1972). Pergerakan massa air ditimbulkan oleh beberapa gaya
sehingga Herunadi (1996) dalam Kurniawan (2004) mengemukakan bahwa
sinyal arus merupakan resultan dari berbagai sinyal yang mempunyai
frekuensi tertentu yang dibangkitkan oleh beberapa gaya yang berbeda-beda.
Sedangkan menurut Hutabarat dan Evans (1984) arus merupakan gerakan air
yang terjadi pada seluruh lautan di dunia.

2. FAKTOR TERJADINYA ARUS LAUT
Faktor terjaidnya arus laut ditimbulkan oleh beberapa gaya. Ada dua jenis
gaya utama yang penting dalam proses gerak (motion) yakni gaya primer dan
sekunder. Gaya primer merupakan gaya yang menyebabkan gerak (motion)
antara lain: gravitasi, wind stress, tekanan atmosfer, dan seismic. Sedangkan
gaya sekunder merupakan gaya yang muncul akibat adanya gerak (motion)
antara lain : Gaya Coriolis dan gesekan (friction) (Pond dan Pickard, 1983).
Menurut Gross (1990), terjadinya arus di lautan disebabkan oleh dua faktor
utama, yaitu faktor internal dan faktor eksternal. Faktor internal meliputi
perbedaan densitas air laut, gradien tekanan mendatar dan gesekan lapisan air.
Sedangkan faktor eksternal meliputi gaya tarik matahari dan bulan yang
dipengaruhi oleh tahanan dasar laut dan gaya coriolis, perbedaan tekanan
udara, gaya gravitasi, gaya tektonik dan angin.

3. KLASIFIKASI ARUS LAUT
Menurut Gross (1990), berdasarkan gaya yang menimbulkan :
1. Arus Ekman, merupakan arus yang disebabkan oleh gesekan angin
MAKALAH MEKANIKA FLUIDA

Gaya Coriolis dan Spiral Ekman Page 4

2.Arus Pasang Surut (Pasut), merupakan arus yang disebabkan adanya
gaya pembangkit pasang surut
3.Arus Termohalin, merupakan arus yang disebabkan oleh adanya
perbedaan densitas air laut
4.Arus Geostrofik, merupakan arus yang disebabkan karena adanya
gradien tekanan mendatar dan coriolis

Menurut Brown et al. (1989), berdasarkan gaya penyebabnya :
1. Arus Thermohalin
2. Arus yang digerakkan angin (wind driven current)
3. Arus Pasang Surut
4. Arus Inersia
5. Arus Geostrofik

Menurut Pond dan Pickard ( 1983), berdasarkan komponen gesekan :
1. Arus tanpa gesekan (current without friction)
2. Arus dengan gesekan (current with friction)

Secara umum, arus dibedakan menjadi :
1. Arus Ekmann, yaitu arus yang disebabkan oleh gesekan angin (wind
friction)
2. Arus Geostrofik, yaitu arus yang terjadi akibat adanya keseimbangan
geostrofik. Kondisi keseimbangan geostrofik ini terjadi jika gaya
gradien tekanan horizontal yang bekerja pada massa air bergerak dan
diseimbangkan oleh Gaya Coriolis (Brown et al., 1989).
3. Arus Termohalin, yaitu arus yang disebabkan oleh perbedaan densitas
air laut. Terjadi di bawah lapisan pycnocline, dimana sirkulasi laut
dalam ini benar-benar terisolasi dari arus permukaan oleh lapisan
pycnocline sehinga pergerakannya hanya dipengaruhi oleh adanya
perbedaan densitas air laut atau dikontrol oleh variasi suhu dan
salinitas. Sirkulasi laut dalam ini disebut sebagai arus thermohalin
(Thermohalin Current) (Gross,1990). Secara umum menurut
MAKALAH MEKANIKA FLUIDA

Gaya Coriolis dan Spiral Ekman Page 5

Ingmanson dan Wallace (1989) dalam Kurniawan (2004), arus
thermohalin bergerak ke utara-selatan yaitu dari Samudera Atlantik
menuju Samudera Antartika.
4. Arus Inersia, yaitu arus yang memiliki gaya gesek kecil (diasumsikan
nol) dan gaya yang masih bekerja hanya Gaya Coriolis , dan
berbentuk menyerupai kurva (curved motion) (Brown et al., 1989;
Pond dan Pickard 1983).
5. Arus Pasang Surut, yaitu arus yang disebabkan oleh adanya gaya
pembangkit pasang surut. Pasang surut laut merupakan hasil dari gaya
tarik gravitasi dan efek sentrifugal. Efek sentrifugal adalah dorongan
ke arah luar pusat rotasi. Ukuran bulan yang lebih kecil dari matahari,
menimbulkan gaya tarik gravitasi dua kali lebih besar daripada gaya
tarik matahari dalam membangkitkan pasang surut laut karena jarak
bulan lebih dekat ke bumi jika dibandingkan dengan jarak matahari.
Terdapat tiga tipe pasang surut berdasarkan periode dan
keteraturannya, yaitu pasang surut harian (diurnal), tengah harian
(semi diurnal) dan campuran (mixed tides). Dalam sebulan, variasi
harian dari rentang pasang surut berubah secara sistematis terhadap
siklus bulan. Rentang pasang surut juga bergantung pada bentuk
perairan dan konfigurasi lantai samudera (Wikipedia, 2007).

4. FAKTOR FAKTOR PEMBANGKIT ARUS PERMUKAAN
1. Bentuk topografi dasar lautan dan pulau pulau di sekitarnya
Beberapa sistem lautan utama dunia dibatasi oleh masa daratan
dari 3 sisi dan pula oleh arus equatorial center di sisi yang keempat.
Batas-batas ini menghasilkan sistem aliran yang hampir tertutup dan
cenderung membuat aliran air mengarah dalam suatu bentuk bulatan.
Dari sinilah terbentuk adanya gyre.
2. Gaya Coriolis dan Arus Ekman

MAKALAH MEKANIKA FLUIDA

Gaya Coriolis dan Spiral Ekman Page 6

BAB III
ISI
A. GAYA CORIOLIS
1. Analogi Gaya Coriolis
Untuk dapat memahami Gaya Coriolis, dapat dilakukan percobaan
sederhana sebagai berikut :






















Sumber :Youtube (Demonstration video Mr Aubrey about Coriolis Effect)
1. Siapkan alat percobaan seperti
pada gambar
2. Tancapkan pines/ paku payung 3. Tarik garis di bagian tengah
lingkaran
4. Buat garis titik titik pembatas 5. Putar kertas ke kanan sembari
tetap menarik garis lurus
6. Maka hasilnya garis tidak akan
lurus, namun berbelok ke kiri
karena kertas diputar ke kanan
7. Sekarang ganti tarik garis lurus
di sebelah kanan pembatas
8. Sembari kertas diputar ke arah
kiri (berlawanan jarum jam)
9. Maka akan didapatkan hasil
seperti pada gambar akibat rotasi
pada kertas. Analogi ini sesuai
dengan Gaya Coriolis.
MAKALAH MEKANIKA FLUIDA

Gaya Coriolis dan Spiral Ekman Page 7

2. Konsep Dasar Gaya Coriolis
Gaya coriolis merupakan gaya semu yang diakibatkan oleh perputaran
rotasi bumi sehingga pergerakan angin seakan-akan berbelok ke kanan dari
belahan bumi utara atau BBU dan berbelok ke ke kiri dari belahan bumi selatan
atau BBS. Berikut gambarnya.

Sumber : http://www.wisegeek.com/what-is-the-coriolis-effect.htm
Penjelasan gambar tersebut adalah sebagai berikut :
Di bumi terdapat 2 garis astronomis yang membagi bumi menjadi beberapa
bagian. Terdapat garis lintang yang membagi bumi dari utara ke selatan yang
ditarik dari khatulistiwa ke arah kutub dengan lintang 0
0
90
0
dan garis bujur
yang membagi bumi dari barat ke timur dari 0
0
-180
0
dan sering digunakan untuk
penentuan waktu internasional. Garis lintang membagi bumi menjadi 6 bagian.
Yaitu 0
0
30
0
LU, 30
0
-60
0
LU, 60
0
90
0
LU, 0
0
- 30
0
LS, 30
0
60
0
LS, dan 60
0

90
0
LS. Pada lintang 0
0
30
0
merupakan daerah dengan iklim tropis-subtropis,
dimana memiliki kecepatan angin yang relatif rendah dan cukup banyak
menerima sinar matahari. Pada lintang ini berlaku sirkulasi angin sel hadley,
dimana arah anginnya bergerak searah dengan jarum jam. Pada lintang 30
0
60
0

MAKALAH MEKANIKA FLUIDA

Gaya Coriolis dan Spiral Ekman Page 8

merupakan daerah subtropis (peralihan iklim tropis ke sedang) subpolar
(peralihan iklim sedang ke iklim subkutub, dimana pada daerah ini terdapat 4
musim, yaitu musim panas, musim dingin, musim gugur, dan musim kemarau.
Pada lintang 30
0
60
0
berlaku sirkulasi angin Sel Ferrel yang menyebabkan arah
angin bergerak berlawanan jarum jam dari daerah bertekanan tinggi menuju
daerah bertekanan rendah. Sementara , pada lintang 60
0
90
0
merupakan daerah
dengan iklim subpolar kutub yang merupakan peralihan dari iklim sejuk ke
dingin, daerah ini memiliki tekanan udara yang tinggi dan suhu udara yang sangat
rendah sehingga dapat dijumpai juga gunung es. Nah, pada area ini berlaku
sirkulasi Sel Kutub yang menyebabkan angin bergerak searah dengan jarum jam,
sama seperti pada area dengan lintang 30
0
60
0
.

Sumber : https://www.e-education.psu.edu/meteo003/files/meteo003/image/Lesson%206/rotating_earth.swf
Dari gambar di atas dapat kita lihat bahwa:
Angin pasat yang berasal dari lintang utara yaitu daerah subtropis menuju
daerah khatulistiwa (dari lintang 30
0
0
0
LU ) dibelokkan ke arah barat,
begitu halnya dengan angin pasat yang berasal dari lintang selatan menuju
daerah khatulistiwa (dari lintang 30
0
0
0
LS ) dibelokkan ke arah barat.
Pada lintang 30
0
-60
0
untuk LU dan LS, yang merupakan daerah transisi antara
daerah tropis dan kutub,angin barat (westerlies) dibelokkan ke arah timur.
Angin timur kutub (polar easterlies) yang berasal dari arah timur dibelokkan
ke arah barat, baik pada lintang utara maupun lintang selatan area 60
0
90
0
.
MAKALAH MEKANIKA FLUIDA

Gaya Coriolis dan Spiral Ekman Page 9

Dari gambar tersebut di atas kita akan menemukan anomali, yaitu justru angin
yang berada pada belahan bumi utara (lintang utara) tidak sepenuhnya dibelokkan
ke timur, dan angin yang berasal dari belahan bumi selatan tidak sepenuhnya
dibelokkan ke barat. Padahal jika kita meninjau dari Hukum Buys Ballot :
Angin mengalir dari tempat yang bertekanan maksimum (dingin) ke
tempat yang bertekanan minimum (panas). sudah sesuai.
Angin yang datang dari belahan Utara dibelokkan ke kanan, sedangkan
angin yang datang dari belahan Selatan dibelokkan ke kiri. ? tidak
sesuai dengan kenyataan.
Maka seharusnya untuk semua daerah di Lintang Utara dari 0
0
90
0
anginnya
dibelokkan ke arah timur, sementara untuk daerah di lintang Selatan dari 0
0
90
0

anginnya dibelokkan ke arah barat. Namun gambarnya justru seperti itu dan tidak
sesuai dengan penjelasan Hukum Buys Ballot, padahal Hukum Buys Ballot
merupakan dasar dari Gaya Coriolis itu sendiri. Nah mengapa terjadi demikian?
Hal itu dapat dijelaskan sebagai berikut :
Pada daerah 23,5
0
LU/LS terdapat daerah yang disebut lintang kuda (Horse
Latitudes) yang pada model sirkulasi global Hadley, daerah ini merupakan
"tabrakan" antara massa udara kutub dan ekuator. Di dalam daerah tabrakan ini,
yang bekerja bukan hanya gaya coriolis, namun ada juga gaya dorong akibat
perbedaan sifat fisis udara (dingin versus panas). Resultan antara gaya dorong dan
gaya coriolis membelokkan arah tiupan angin menjadi konvergen/terkumpul pada
satu arah. Saat arahnya berbelok ke timur, arah vektor gradien perubahan suhu ke
kanan (ke arah yang suhunya lebih panas) maka arah gaya dorong ke kanan
(timur) dengan analogi menggunakan jari tangan kiri, ibu jari: gradien suhu,
telunjuk: gaya dorong. Kecepatan udara di lintang kuda itu melambat karena
saling menabrak dari utara dan selatan sehingga daerah pada lintang kuda ini
dipengaruhi cukup kuat oleh Gaya Coriolis seperti "terbawa rotasi" bumi
sehingga anginnya dibelokkan ke timur. Sementara itu, pada daerah dengan
lintang 0
0
30
0
LU dan LS anginnya justru dibelokkan ke arah barat. Hal ini
disebabkan karena :
MAKALAH MEKANIKA FLUIDA

Gaya Coriolis dan Spiral Ekman Page 10

saat di equator, kecepatan anginnya rendah sehingga gaya coriolis bisa
diabaikan (di equator v << , Fc << ).
saat di kutub terdapat pengaruh tekanan tinggi kutub, sehingga pengaruh
gaya coriolis bisa diabaikan dan arahnya seragam ke barat ( di kutub P
>> , v << , Fc << ).
Sementara di daerah transisi antara equator dan kutub anginnya di
belokkan ke timur karena Gaya Coriolis tidak bisa diabaikan, angin dan
kecepatan rotasi sama-sama ada ( di daerah tengah angin & kecepatan
rotasi >> , Fc >> ).

Sumber : http://essayweb.net/geology/quicknotes/coriolis.shtml
Efek Coriolis membelokkan angin yang mengarah ekuator ke barat dan angin
yang menjauh dari ekuator ke timur. Sehingga dari penjelasan di atas dapat
diketahui bahwa angin itu bergerak tidak hanya menurut Gaya Coriolis karena
kebanyakan angin bertiup menurut sifat fisis permukaan bumi, dan dalam
pendalaman karakter cuaca yang biasa kita alami di Indonesia, Gaya Coriolis ini
selalu/hampir bisa diabaikan efeknya. Gaya Coriolis kecil dan terlihat efeknya
ketika bekerja pada sistem cuaca skala besar. Pusaran air di bak cuci piring tidak
disebabkan gaya coriolis. Meskipun demikian marilah kita menyimak penjelasan
lebih lanjut di bawah ini.
Gaya Coriolis mempengaruhi aliran massa air, dimana gaya ini akan
membelokkan arah mereka dari arah yang lurus. Gaya ini timbul sebagai akibat
MAKALAH MEKANIKA FLUIDA

Gaya Coriolis dan Spiral Ekman Page 11

dari perputaran bumi pada porosnya. Dalam kehidupan kita sehari-hari, kita tidak
sadar bahwa gaya ini ternyata dapat memberikan pengaruh yang besar terhadap
benda-benda yang bergerak dalam jarak yang luas. Contoh : sebuah selongsong
peluru yang ditembakkan dari sebuah bedil akan memberikan sebuah bekas
lintasan yang jalannya agak melengkung sebagai hasil dari peranan gaya Coriolis
yang terjadi padanya. Pembelokan ini akan mengarah ke kanan di belahan bumi
utara, dan mengarah ke kiri di belahan bumi selatan. Gaya inilah yang
menghasilkan adanya aliran gyre yang mengarah ke arah jarum jam ( ke kanan )
pada belahan bumi sebelah utara dan mengarah ke arah lawan jarum jam (kiri)
pada belahan bumi sebelah selatan. Gaya Coriolis juga yang menyebabkan
timbulnya perubahan-perubahan arah arus yang kompleks susunannya yang
terjadi sesuai dengan makin dalamnya kedalaman suatu perairan. Pada umunya
tenaga angin yang diberikan pada lapisan permukaan air dapat membangkitkan
timbulnya arus permukaan yang mempunyai kecepatan sekitar 2% dari kecepatan
angin itu sendiri. Dengan kata lain, bila angin bertiup dengan kecepatan 10 meter /
detik maka dapat menimbulkan sebuah arus permukaan yang berkecepatan 20 cm/
detik. Kecepatan arus ini, akan berkurang cepat sesuai dengan makin
bertambahnya kedalaman perairan dan akhirnya angin menjadi tidak berpengaruh
sama sekali terhadap kecepatan arus pada kedalaman di bawah 200m. Pada saat
kecepatan arus berkurang, maka tingkat perubahan arah arus yang disebabkan
oleh gaya Coriolis akan meningkat. Hasilnya adalah bahwa hanya terjadi sedikit
pembelokan dari arah arus yang relatif cepat di lapisan permukaan dan arah
pembelokannya menjadi makin besar pada aliran arus yang kecepatannya makin
lambat di lapisan perairan yang kedalamannya makin besar. Akibatnya akan
timbul suatu aliran arus dimana makin dalam suatu perairan maka arus yang
terjadi pada lapisan lapisan perairan akan makin dibelokkan arahnya. Hubungan
ini dikenal sebagai Spiral Ekman .



MAKALAH MEKANIKA FLUIDA

Gaya Coriolis dan Spiral Ekman Page 12

3. Perumusan Gaya Coriolis



Dimana :
:vektor kecepatan sudut rotasi bumi (semakin tinggi lintang,
magnitudo semakin besar). m/s
v : kecepatan angin (m/s)

Penurunannya adalah sebagai berikut :

http://www.nws.noaa.gov/os/wind/deriv.shtml
R = jarak pusat bumi terhadap angin
= vektor rotasi bumi
Untuk vektor kecepatan dapat dituliskan sebagai berikut :


Kecepatan angin jika dilihat dari luar angkasa = Kecepatan angin yang dilihat dari
bumi + Kecepatan bumi (dilihat dari luar angkasa)


MAKALAH MEKANIKA FLUIDA

Gaya Coriolis dan Spiral Ekman Page 13

= laju rotasi bumi/hari, differensial orde 2 untuk mencari percepatan :

( ) (



Terdapat 3 term (istilah) pada ruas sebelah kanan, pertama adalah Istilah Coriolis,
kedua Istilah Sentripetal, dan ketiga adalah efek perubahan laju angin jika laju
rotasi bumi berubah. Namun, pada studi pembelajaran mengenai cuaca, umumnya
hanya istilah Coriolis yang penting, sementara kedua istilah lain diabaikan,
sehingga persamaannya dapat direduksi sebagai berikut :

)

Sebagaimana yang kita ketahui, gaya adalah massa x percepatan, maka saat
menghitung gaya dari (ground) , kita perlu menambahkan istilah Coriolis (efek
Coriolis) untuk membenarkan sudut pandang kita dari sistem koordinat rotasi.

)
Normalnya kita mengasumsikan bahwa massa fluida yang kita cari sebesar 1 kg.
Jadi, secara umum kita dapat menganggap bahwa vektor yang kita cari
merupakan komponen horizontal dari angin terhadap arah pembelokan permukaan
bumi untuk berbagai lintang lambda ( )

Sehingga persamaan Gaya Coriolis menjadi :


Istilah Coriolis Istilah Sentripetal Variasi dalam
panjang hari
Percepatan Coriolis
Gaya Coriolis
MAKALAH MEKANIKA FLUIDA

Gaya Coriolis dan Spiral Ekman Page 14


Dimana :
: vektor kecepatan sudut rotasi bumi. (m/s)
V : kecepatan angin. (m/s)
m : massa fluida (kg)
: posisi lintang dimana angin bertiup (
0
)

Dari rumus matematis Gaya Coriolis tersebut dapat terlihat bahwa:
1. Semakin tinggi lintang dimana angin yang bersangkutan bertiup, maka
nilai Gaya Coriolis makin besar. Pada lintang 0 nilai gaya Coriolis adalah
0, sedangkan pada lintang 90 nilai Gaya Coriolis adalah maximal,
Fc = 2 m v
2. Semakin besar kecepatan angin (v), maka gaya Coriolis semakin besar.
Namun, perlu diingat disini , seperti pada penjelasan sebelumnya, meskipun
menurut rumusan yang ada mengenai gaya Coriolis seperti itu, namun terdapat
beberapa faktor-faktor yang menyebabkan efek Coriolis ini tidak begitu
berpengaruh dan dapat diabaikan sehingga yang terjadi sebenarnya tidak semata-
mata hanya dipengaruhi gaya Coriolis, namun cenderung dipengaruhi oleh sifat
fisis dari angin itu sendiri dan efek Coriolis ini hanya memegang peranan kecil
dalam rangka pergerakan sirkulasi angin di dunia.







MAKALAH MEKANIKA FLUIDA

Gaya Coriolis dan Spiral Ekman Page 15

B. SPIRAL EKMAN
1. Kaitan Dengan Gaya Coriolis
Gaya Coriolis juga menyebabkan timbulnya perubahan-perubahan arah
arus yang kompleks susunannya, yang terjadi sesuai dengan makin dalamnya
kedalaman suatu perairan. Pada umunya tenaga angin yang diberikan pada
lapisan permukaan air dapat membangkitkan timbulnya arus permukaan yang
mempunyai kecepatan sekitar 2% dari kecepatan angin itu sendiri. Dengan kata
lain, bila angin bertiup dengan kecepatan 10 meter / detik maka dapat
menimbulkan sebuah arus permukaan yang berkecepatan 20 cm/ detik.
Kecepatan arus ini, akan berkurang cepat sesuai dengan makin bertambahnya
kedalaman perairan dan akhirnya angin menjadi tidak berpengaruh sama sekali
terhadap kecepatan arus pada kedalaman di bawah 200m. Pada saat kecepatan
arus berkurang, maka tingkat perubahan arah arus yang disebabkan oleh gaya
Coriolis akan meningkat. Hasilnya adalah bahwa hanya terjadi sedikit
pembelokan dari arah arus yang relatif cepat di lapisan permukaan dan arah
pembelokannya menjadi makin besar pada aliran arus yang kecepatannya
makin lambat di lapisan perairan yang kedalamannya makin besar. Akibatnya
akan timbul suatu aliran arus dimana makin dalam suatu perairan maka arus
yang terjadi pada lapisan lapisan perairan akan makin dibelokkan arahnya.
Hubungan ini dikenal sebagai Spiral Ekman .
2. Definisi Spiral Ekman
Spiral Ekman : Perubahan arah arus dari pengaruh angin ke pengaruh
Gaya Coriolis yang merupakan hasil kesetimbangan antara efek gesekan di
laut dan gaya fiktif yang timbul akibat rotasi bumi (Gaya Coriolis).
3. Sejarah Gaya Spiral Ekman
Gaya spiral Ekman dipublikasikan oleh Vagn Walfrid Ekman yang lahir di
Stokholm, Swedia. Pada saat ekspedisi Fram, Fridtjof Nansen mengamati
bahwa gunung es tidak bergerak searah dengan arah angin tetapi membentuk
sudut 20
o
-40
o
. Lalu Bjerknes mengundang Ekman yang saat itu masih menjadi
MAKALAH MEKANIKA FLUIDA

Gaya Coriolis dan Spiral Ekman Page 16

mahasiswa untuk menyelidikinya. Pada tahun 1902, Ekman mempublikasikan
teorinya "Spiral Ekman" yang menjelaskan fenomena tersebut.
4. Proses Terjadinya Spiral Ekman

Saat angin bertiup di sepanjang lautan, angin juga mampu memindahkan
massa air karena adanya gaya gesek pada permukaan laut. Karena adanya
rotasi bumi, maka proses pergerakan angin tidak langsung searah dengan
pergerakan permukaan air, namun di belahan bumi utara bergerak sekitar 45
0

ke arah kanan dan ke arah kiri di belahan bumi bagian selatan karena adanya
Efek Coriolis. Proses spiral Ekman ini mampu mengangkat massa air dengan
unsur hara yang berkonsentrasi tinggi yang ada di bawah permukaan untuk
naik ke atas permukaan laut.
Kecepatan dan arah dari pergerakan massa air tersebut berubah seiring
dengan meningkatnya kedalaman. Pada permukaan laut, massa air akan
bergerak dengan sudut searah angin laut, namun semakin ke dalam permukaan
maka pergerakan air akan berbelok semakin tajam dan tajam searah jarum jam
sampai membentuk sebuah spiral dari pergerakan massa air di kedalaman 100
150 m ( 330 500 ft )yang dinamakan spiral Ekman. Nah, arah rata-rata dari
MAKALAH MEKANIKA FLUIDA

Gaya Coriolis dan Spiral Ekman Page 17

Ekman spiral effect. 1. Wind
2. force from above 3.
Effective direction of the
current 4. Coriolis effect.
(Sumber :
http://en.wikipedia.org/wiki/Ek
man_spiral )
semua pembelokan massa air ke arah kanan dari arah angin yang terjadi ini
dinamakan Ekman transport.
Pada gambar disamping, dapat kita lihat
bahwa sebenarnya terjadinya Spiral Ekman
ini intinya merupakan angin yang karena
adanya gaya gesek dari permukaan atas laut
dibelokkan oleh gaya Coriolis sehingga arah
arusnya tidak sesuai dengan arah arus
efektif yang umumnya dijumpai pada
sungai yang tenang, namun berbelok
sebesar 45
0
di bagian permukaan laut dan
semakin ke bawah sudut nya semakin besar
seiring dengan menurunnya kecepatan
semakin kedalam laut, sehingga gerakan
berbelok semakin menunjam semakin ke
bawah dengan putaran searah jarum jam ini
menimbulkan sebuah gerakan spiral yang
pada akhirnya dikenal dengan sebutan
Spiral Ekman.

5. Efek Terjadinya Spiral Ekman
a. Proses Upwelling
Proses massa air yang didorong ke atas dari h = 100 200 m

MAKALAH MEKANIKA FLUIDA

Gaya Coriolis dan Spiral Ekman Page 18

b. Proses Downwelling
Proses massa air yang didorong ke bawah dalam permukaan karena adanya
angin yang berasal dari selatan menuju utara yang menyebabkan massa air
terdorong menuju garis pantai dan akhirnya kembali ke dasar laut.


c. Kekosongan Angin:
Angin yang mendorong lapisan air ke permukaan mengakibatkan
kekosongan di bagian atas, sehingga air yang berasal dari bawah
menggantikan kekosongan yang berada di atas

d. Kandungan Oksigen yang rendah,
sehingga suhu lebih dingin dibanding suhu permukaan karena air dari
lapisan dalam belum berhubungan dengan atmosfer








MAKALAH MEKANIKA FLUIDA

Gaya Coriolis dan Spiral Ekman Page 19

BAB IV
PENUTUP
A. FAQ ( Frequently Asked Questions)
1. Q : Bagaimana analogi Gaya Coriolis jika diterapkan dalam bola basket?
A : Analoginya adalah sebagai berikut
Saat bola basket diputar ke kanan,
menggunakan jari telunjuk, dan dari arah depan kita
tembakkan sebuah peluru, maka peluru tersebut
posisinya tidak akan hanya diam di situ saja, namun
karena adanya gerak rotasi pada bola basket ke kanan,
maka kedudukan peluru pun jika dilihat dari kerangka inersia awal (dari
depan) seolah-olah akan ikut ke timur (kanan) sesuai dengan gerak rotasi
bola basket.
Saat bola basket diputar ke kiri dengan jari telunjuk, maka posisi
peluru yang kita tembakkan juga akan bergerak
seolah-olah ke kiri mengikuti rotasi pada bola basket
jika dilihat dalam kerangka inersia semula (misal dari
depan). Jadi, disini peluru kedudukannya tidak akan
hanya diam disitu saja, namun juga ikut bergerak
searah dengan rotasi pada bola basket. Analogi ini sama dengan yang ada
pada Gaya Coriolis dimana angin seolah-olah akan dibelokkan ke kanan di
belahan bumi utara dan dibelokkan ke kiri di belahan bumi selatan,
meskipun ini hanya berlaku untuk angin pasat, karena mendapatkan
pengaruh gaya Coriolis yang cukup kuat di wilayah transisi antara
khatulistiwa dan kutub.

2. Q : Mengapa Angin Siklon karena adanya gaya Coriolis di Utara
Khatulistiwa berlawanan jarum jam, sedangkan di Selatan Khatulistiwa
searah jarum jam?
A : Efek Coriolis terjadi karena benda bergerak melalui daerah yang
berbeda kecepatan rotasi buminya. Contoh, angin bertiup dari Kutub Utara
MAKALAH MEKANIKA FLUIDA

Gaya Coriolis dan Spiral Ekman Page 20

ke arah selatan, misal ke Jepang. Di sekitar Kutub Utara, kecepatan rotasi
bumi sangatlah lambat, karena Kutub merupakan sumbu rotasi Bumi.
Mendekati Jepang, rotasi bumi makin cepat, sehingga angin tersebut
menjadi tertinggal/terbelokkan ke arah yang berlawanan dengan arah rotasi.
Arah rotasi adalah timur, maka angin akan berbelok ke barat, berarti ke
kanan. Begitu pula jika angin berhembus dari Jepang ke Kutub Utara,
karena angin memasuki daerah yang lebih lambat rotasi buminya, maka
angin tersebut menjadi terlalu cepat / terbelokkan ke arah rotasi (timur),
berarti ke kanan. (Untuk Bumi Belahan Selatan, situasinya hanya dibalik
saja). Sedangkan angin siklon di utara arahnya berputar berlawanan jarum
jam, karena :





Jika tidak ada Gaya Coriolis, maka arah angin yang mengarah ke
pusat akan bergerak lurus lurus saja, namun karena adanya pengaruh
gerak rotasi bumi (gambar kanan) , maka arah angin siklon di belahan bumi
utara akan dibelokkan ke kanan menuju 1 titik (sesuai dengan Efek
Coriolis), sehingga efek yang terjadi adalah secara keseluruhan adalah
gerakan spiral ke arah kanan (masuk ke dalam) yang membuat angin
siklonnya berputar seolah-olah berlawanan jarum jam. Hal ini berlaku
sebaliknya di belahan bumi bagian selatan.
3. Q : Mengapa klasifikasi arus laut itu berbeda-beda?
A : Hal ini disebabkan oleh adanya pengamatan/ observasi dan
pengalaman penelitian dari masing-masing ahli. Ada seorang ahli
misalkan meninjau arus laut berdasarkan komponen gesekan, namun
ada juga mungkin dari ahli lain yang membagi arus laut berdasarkan
gaya penyebabnya, sehingga 2 aspek tinjauan ini saja sudah tentu
MAKALAH MEKANIKA FLUIDA

Gaya Coriolis dan Spiral Ekman Page 21

menghasilkan hasil klasifikasi yang berbeda. Selain aspek yang ditinjau
tersebut, tahun hidup ahli tersebut juga menjadi salah satu faktor
penyebab klasifikasi yang berbeda, karena teknologi terus berkembang
seiring dengan perkembangan zaman. Sehingga dalam hal ini semua
klasifikasi tersebut pada dasarnya dapat digunakan dan diterima
tergantung kecenderungan kita memilih yang mana

4. Q : Pada arus laut mengapa tenaga angin yang diberikan pada lapisan
permukaan air dapat membangkitkan timbulnya arus permukaan yang
mempunyai kecepatan sekitar 2% dari kecepatan angin itu sendiri ?
A : Hal ini disebabkan oleh adanya efek dari gerak rotasi bumi itu
sendiri. Seperti yang telah kita ketahui bahwa arus di permukaan laut
itu juga sudah memiliki kecepatan sendiri yang disebbakan oleh angin,
nah kecepatan angin ini karena adanya efek Coriolis akhirnya ditambah
dengan kecepatan translasi bumi, sebagaimana yang kita tahu bahwa
kecepatan translasi bumi besarnya berubah-ubah (sekitar 29,7 km/s) dan
dapat diabaikan, jadi cukup masuk akal jika hanya mempengaruhi
sebesar 2% terhadap timbulnya arus permukaan. Untuk dapat
mendalaminya dapat mempelajari lebih lanjut mengenai synoptic and
subtropical meteo.

5. Q : A vehicle of mass 2000kg is travelling due north at 100km/h at latitude
60. Determine the magnitude and direction of the Coriolis force on the
vehicle. (Source: http://www.physicsforums.com)
A : Besar dan arah Gaya Coriolisnya :
= 60
m
kendaraan
= 2000 kg ;
v
kendaraan
= 100 km/h = 27,78 m/s ;
(interpolasi kecepatan tangensial )
di kutub = 0 m/s,
di ekuator 1665 m/s ,
pada 60
0
LU 1665 [(60/90) x 1665] = 1665 -1110 = 555 m/s
MAKALAH MEKANIKA FLUIDA

Gaya Coriolis dan Spiral Ekman Page 22


Fc = 2. 2000. 555 . 27,78 sin 60
0

Fc = 53409172,292 N

Pada kasus v digunakan aturan tangan kanan untuk menunjukkan arah
. Jari tengah : arah v , Jari telunjuk : arah , ibu jari : arah v .
Nah, sesuai dengan peraturan perkalian cross, karena mobil bergerak ke
arah utara (v ) maka gerak vektornya menjadi berlawanan dengan
jarum jam, dan sebagaimana yang kita tahu bahwa i x k = -j dan karena
disini arah sumbu y (-j) merupakan arah gaya Coriolis, maka dapat
diketahui bahwa arah nya ke kiri, dengan aturan tangan kanan pun
dapat dibuktikan juga bahwa arahnya jika jari telunjuk diputar ke
utara, maka resultan dari v arahnya akan ke kiri (dalam hal ini ke
Timur).







Sehingga besar dari Gaya Coriolis tersebut adalah Fc = 53409172,292 N
Dan arah Gaya Coriolis kendaraan adalah ke kiri (Timur).

B. KESIMPULAN
saat di equator, angin dibelokkan ke barat karena kecepatan anginnya
rendah sehingga gaya coriolis bisa diabaikan (di equator v << , Fc << ).
saat di kutub terdapat pengaruh tekanan tinggi kutub, sehingga pengaruh
gaya coriolis bisa diabaikan dan arahnya seragam ke barat ( di kutub P
>> , v << , Fc << ).
Sementara di daerah transisi antara equator dan kutub anginnya di
belokkan ke timur karena Gaya Coriolis tidak bisa diabaikan, angin dan
X (v )
Y ( Fc = v )
Z ( )
MAKALAH MEKANIKA FLUIDA

Gaya Coriolis dan Spiral Ekman Page 23

kecepatan rotasi sama-sama ada ( di daerah tengah angin & kecepatan
rotasi >> , Fc >> ).
Rumus Gaya Coriolis


Semakin tinggi lintang dimana angin yang bersangkutan bertiup, maka
nilai Gaya Coriolis makin besar. Pada lintang 0 nilai gaya Coriolis adalah
0, sedangkan pada lintang 90 nilai Gaya Coriolis adalah maksimal.
Semakin besar kecepatan angin (v), maka gaya Coriolis semakin besar.
Spiral Ekman : Perubahan arah arus dari pengaruh angin ke pengaruh
Gaya Coriolis yang merupakan hasil kesetimbangan antara efek gesekan
di laut dan gaya fiktif yang timbul akibat rotasi bumi (Gaya Coriolis).
Spiral Ekman terjadi karena adanya pembelokan arah angin yang
menggerakkan arus laut karena adanya pengaruh kecepatan translasi bumi
yang menambah kecepatan arus permukaan laut dimana semakin dalam
pembelokannya semakin besar ( h >> , >> s/d h 200 m )
Efek terjadinya spiral Ekman antara lain : Proses Upwelling,
Downwelling, kekosongan angin, dan kandungan oksigen yang rendah.














MAKALAH MEKANIKA FLUIDA

Gaya Coriolis dan Spiral Ekman Page 24

DAFTAR PUSTAKA

Ahmad, Yani. 2004. Geografi. Bandung : Grafindo.
Essay Web. Coriolis Effect.
http://essayweb.net/geology/quicknotes/coriolis.shtml . Diakses pada tanggal
13 Mei 2014 Pukul 22:00 WIB.
Fansuri, A. 5 Oktober 2011. Apa Itu Arus ?. http://risnotes.com/2011/10/apa-
itu-arus/ Diakses tanggal 13 Mei 2014 Pukul 0:14 WIB.
Hutabarat, S. 1985. Pengantar Oseanografi. Jakarta : Penerbit Universitas
Indonesia.
Mathis, Miles. 14 Februari 2011. The Coriolis Effect
Deconstructed. http://milesmathis.com/corio.html Diakses pada tanggal 13
Mei 2014 Pukul 0:14 WIB.
National Weather Service Office of Climate, Water, and Weather Service. 16
Juli 2004. Derivation of The Coriolis Force. NOAA : Silver Spring .
http://www.nws.noaa.gov/os/wind/deriv.shtml . Diakses pada tanggal 17-06-
2014 Pukul 13.00 WIB.
Persson, Anders. 2005. The Coriolis Effect A Conflict Between Common
Sense and Mathematics. Sweden : The Swedish Meteorological and
Hydrological Institute, Norrkping, Sweden.
Russell, Randy. 8 Januari 2010. Windows To The Universe. How the Ocean
Surface Moves : Ekman Transport. National Earth Science Teachers
Association (NESTA).
http://www.windows2universe.org/earth/Water/ekman.html. Diakses pada
tanggal 17-06-2014 Pukul 13.00 WIB.
Sediadi, A. 2004. Efek Upwelling Terhadap Kelimpahan dan Distribusi
Fitoplankton di Perairan Laut Banda dan Sekitarnya. Jakarta : Universitas
Indonesia.
Wardijatmoko. 2004. Geografi SMA. Jakarta : Erlangga.
Wikipedia. 2014. Ekman Spiral. http://en.wikipedia.org/wiki/Ekman_spiral .
Diakses pada tanggal 17-06-2014 Pukul 13.00 WIB.
MAKALAH MEKANIKA FLUIDA

Gaya Coriolis dan Spiral Ekman Page i

KATA PENGANTAR
Puji dan Syukur senantiasa saya panjatkan kehadirat Allah SWT, karena
berkat rahmat- Nya saya dapat menyelesaikan makalah mekanika fluida yang
berjudul Gaya Coriolis dan Spiral Ekman ini. Adapun penulisan makalah ini
dalam rangka memenuhi salah satu tugas mata kuliah Mekanika Fluida pada
semester 4 Program Studi Geofisika, Jurusan Fisika, Fakultas Matematika dan
Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Gadjah Mada tahun akademik 2014. Tidak
lupa saya haturkan terima kasih kepada semua pihak yang telah bersedia
membantu menyesaikan makalah ini, diantaranya :
1.Prof. Dr. Kirbani Sri Brotopuspito, selaku dosen mekanika fluida
2.Teman-teman grup 4B presentasi mekanika fluida Bab Arus Laut
3.Teman-teman geofisika angkatan 2012 dan juga semua pihak
yang tidak dapat disebutkan satu per satu.
Pada akhirnya, sesuai dengan kata pepatah, bahwa tak ada gading yang tak
retak. Begitu pula dengan makalah saya yang masih jauh dari kesempurnaan,
maka dari itu kritik dan saran yang membangun akan saya terima dengan baik
demi kesempurnaan makalah ini di masa depan. Penulis berharap agar makalah ini
dapat berguna bagi para pembaca.



Yogyakarta, 18 Juni 2014



Penyusun






MAKALAH MEKANIKA FLUIDA

Gaya Coriolis dan Spiral Ekman Page ii

DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR ........................................................................................i
DAFTAR ISI .......................................................................................................ii
BAB I PENDAHULUAN ...................................................................................1
A. LATAR BELAKANG.............................................................................. 1
B. RUANG LINGKUP ................................................................................. 2
C. TUJUAN DAN MANFAAT .................................................................... 2
BAB II DASAR TEORI ..................................................................................... 3
A. PENGERTIAN ARUS LAUT ................................................................. 3
B. FAKTOR TERJADINYA ARUS LAUT ................................................. 3
C. KLASIFIKASI AIR LAUT ...................................................................... 3
D. FAKTOR FAKTOR PEMBANGKIT ARUS PERMUKAAN .............. 5
BAB III ISI .......................................................................................................... 6
A. GAYA CORIOLIS ................................................................................... 6
1. Analogi Gaya Coriolis ......................................................................... 6
2. Konsep Dasar Gaya Coriolis ............................................................... 7
3. Perumusan Gaya Coriolis .................................................................. 12
B. SPIRAL EKMAN ................................................................................... 15
1. Kaitan Dengan Gaya Coriolis ........................................................... 15
2. Definisi Spiral Ekman ...................................................................... 15
3. Sejarah Gaya Spiral Ekman ............................................................... 15
4. Proses Terjadinya Spiral Ekman ....................................................... 16
5. Efek Terjadinya Spiral Ekman .......................................................... 17
BAB IV PENUTUP .......................................................................................... 19
A. FAQ (FREQUENTLY ASKED QUESTIONS) .................................... 19
B. KESIMPULAN ...................................................................................... 22
DAFTAR PUSTAKA ....................................................................................... 24




MAKALAH MEKANIKA FLUIDA

Gaya Coriolis dan Spiral Ekman Page iii




U N I V E R S I T A S G A D J A H MA D A
2014
MAKALAH MEKANIKA
FLUIDA

GEOFISIKA