Anda di halaman 1dari 33

Kelompok 7 off AA 1. Fauqol Budur (209331417413) 2. Ade Trisnawati (209331417417) 3.

Nur Shofwah A K (209331423412)

Regulasi gen

Pendahuluan
Regulasi gen pada sel prokariot

Regulasi gen pada sel eukariot

Ekspresi Gen
DNA transkripsi mRNA Inisiasi translasi Elongasi Terminasi

Protein

Sebagian ekspresi gen dikendalikan pada tingkat transkripsi. Gen dibedakan menjadi: 1. Gen struktural atau cistron, gen yang mengkode protein (enzim) 2. Gen pengatur, gen yang mengkode protein yang fungsinya sebagai pengendali ekspresi gen struktural.

Ekspresi gen indusibel atau represif


Gen-gen yang baru terekspresi saat diberi zat tertentu (induser) disebut gen indusibel dan protein yang diekspresikan disebut protein induktif. Transkripsi DNA dapat diaktivasi atau diinduksi untuk meningkatkan jumlah mRNA dan produk proteinnya atau dapat dideaktifasi atau direpresi untuk menurunkan jumlah mRNA dan protein. Gen-gen structural jenis ini dikendalikan oleh aktivitas RNA polymerase dan molekul penanda seperti protein regulator, hormon dan metabolit tertentu.

Ekspresi gen konstitutif


Gen-gen yang selalu diekspresikan disebut gen kontitutif dan protein atau enzim yang diekspresikan disebut protein atau enzim konstitutif. Transkripsi DNA menjadi mRNA terjadi secara terus menerus. Protein yang dikode oleh gen konstitutif disintesis terus menerus oleh sel karena ekspresi gen strukturalnya tidak dikendalikan oleh gen pengaturnya.

Apa regulasi gen itu?

Sel-sel dari organisme yang sama, yang mestinya mempunyai genotip atau gen-gen yang sama ternyata tidak selalu mempunyai fenotip yang sama.
Contoh: Pada seekor amoeba tidak bisa dicampuradukkan dengan sel E.coli. Fenotip dari tanaman jagung berbeda jauh dengan fenotip pohon oak. Manusia yang berbeda, antara lain kembar identik, biasanya dapat segera dikenali.

Fenotip-fenotip yang berbeda ini adalah hasil dari gen dan format gen (alel) yang berbeda di dalam genom berbagai organisme dan individu yang beraneka ragam macamnya. Walaupun demikian, semua sel tersebut mengandung seperangkat gen yang sama. Semuanya diproduksi oleh satu sel tunggal, seperti zigot yang direproduksi secara seksual pada spesies, sepenuhnya lewat pembelahan mitosis yang seimbang.

Adanya perbedaan fenotip pada sel-sel organisme dengan gen yang sama terjadi karena gen-gen tersebut dikendalikan atau ada regulasinya Regulasi gen adalah suatu pengendalian penampakan dari suatu gen untuk memunculkan fenotip dari suatu genotip

Regulasi gen pada sel prokariot


Pengendalian ekspresi genetik merupakan aspek yang sangat penting bagi jasad hidup, termasuk prokariot. Tanpa pengendalian yang efisien sel akan kehilangan banyak energi yang justru merugikan jasad hidup.

Regulasi gen pada sel prokariot


Operon adalah kelompok gen struktural yang diekspresikan secara bersama-sama dengan menggunakan satu promoter yang sama.

Membuat sel menjadi lebih efisien di dalam melakukan proses ekspresi genetik.

Sistem operon
Sistem Operon adalah sebuah system yang mengatur dan mengendalikan jalannya ekspresi gen yang melibatkan aktivitas suatu gen regulator. Secara umum dikenal 2 sistem pengendalian ekspresi genetik, yaitu pengendalian positif dan pengendalian negatif.

Sistem Pengendalian Ekspresi Genetik


Pengendalian Negatif (Repressible System)

Operon dapat diaktifkan oleh produk ekspresi gen regulator. Protein represor berikatan dengan DNA pada daerah operator.

Pengendalian Positif (Inducible System)

Operon dinonaktifkan oleh produk ekspresi gen regulator. Protein represor tidak berikatan dengan DNA pada daerah operator

Regulasi gen pada sel prokariot


PRODUK EKSPRESI GEN PENGATUR

Aktivator

Repressor

Pengendalian negatif operon lac

PENGENDALIAN GEN Pengendalia n operon trp Pengendalian positif operon lac

Pengendalian negatif operon Lac


bakteri E. coli ditumbuhkan dalam medium yang mengandung sumber karbon glukosa dan laktosa secara bersama-sama. Fase pertumbuhan ada dua: 1. Fase eksponensial pertama E. coli menggunakan glukosa untuk metabolisme sampai glukosa habis dan mencapai fase stasioner pertama terjadi poses induksi sistem operon laktosa yang akan digunakan untuk melakukan metabolisme laktosa . 2. Fase eksponensial kedua E. coli menggunakan laktosa setelah glukosa benar-benar habis. fase stasioner pertama, operon laktosa yang terdiri dari 3 gen struktural mulai diaktifkan, yaitu: gen lacZ (mengkode enzim beta galaktosidase), gen lacY (permease galaktosida), dan gen lacA (transasetilase thiogalaktosida).

Pengendalian Negatif operon laktosa


1. operon laktosa mengalami represi. Sel menggunakan glukosa untuk memenuhi kebutuhan selularnya.

2. Glukosa sudah benar-benar habis sel akan mengaktifkan sistem operon laktosa (proses induksi) . Laktosa diubah menjadi allolaktosa dengan bantuan enzim beta galaktosida induser

Pengendalian Positif operon lactosa

1.

2.

bakteri E. coli ditumbuhkan dalam medium yang mengandung sumber karbon glukosa dan IPTG (isopropil thiogalaktosida). IPTG (isopropil thiogalaktosida) strukturnya mirip dengan laktosa sehingga dapat berfungsi sebagai induser operon laktosa.

CAP berikatan dengan cAMP untuk mengaktifkan operon lac

Pengendalian Positif (Inducible System)

Pengendalian Negatif (Repressible System)

Pengendalian operon triptofan (trp)


Terdiri dari 5 gen struktural yaitu trpE, D, C, B, A. Promoter dan operator operon terletak pada daerah yang sama. Gen regulator operon trp adalah trpR yang mengkode sintesis aporepresor yang tidak aktif jika tidak ada triptofan

1. Pada saat triptofan tidak tersedia, gen trp hanya menghasilkan represor yang tidak mampu menempel pada daerah operator sehingga RNA polimerase dapat melakukan transkripsi. 2. pada saat triptofan ada, represor yang dikode oleh trpR akan berikatan dengan molekul triptofan (korepresor) sehingga represor dapat menempel pada daerah promoter operon trp RNA polimerase tidak dapat melakukan transkripsi.

Skema regulasi operon trp

Regulasi gen pada sel eukariot


Banyak proses perkembangan pada eukariot yang dapat dikontrol (misalnya: pelepasan hormon dalam darah atau fertilisasi telur) dipacu oleh ekspresi gen tertentu. Hasilnya pada satu fungsi gen di off kan pada transkripsi oleh gen set ke dua. Pada saat diaktifkan, satu atau lebih produk pada set kedua diaktifkan atau di on kan oleh set ketiga dan seterusnya. Pada beberapa kasus, pasangan ekspresi gen pada preprogram genetik dan gen tidak dapat mengaktifkan pasangannya seperti biasanya.

Regulasi pada sel eukariot


Kontrol ekspresi gen yang terjadi pada sel eukariot diawali pada tahap :
Terbukanya kumparan nukleon Transkripsi DNA menjadi RNA

Regulasi pemrosesan RNA


Pemrosesan RNA nukleolus Transport mRNA dari nukleolus ke sitoplasma

Regulasi transkripsi

Translasi mRNA menjadi rantai polipeptida Pemrosesan rantai polipeptida menjadi protein-protein fungsional

Regulasi Translasi

Pada eukariot, sejumlah gen teregulasi secara terkoordinasi walaupun terletak pada kromosomkromosom yang berbeda

Regulasi koordinat terjadi melalui set protein yang disebut faktor transkripsi

Regulasi Transkripsi
Faktor transkripsi adalah protein yang berperan di dalam pengaturan ekspresi suatu gen.
Gen-gen pada genom yang berbeda mengkode set protein dan memberikan respons terhadap sinyal/ kombinasi sinyal yang disebut regulasi gen kombinatoris

Cara-cara regulasi faktor transkripsi


1. 2. 3. 4. 5. Regulasi temporal Regulasi dengan pengikatan ligan Regulasi dengan sequestration Regulasi dengan modifikasi dengan pasca-translasi Regulasi dengan pengeblokan tempat ikatan pada DNA 6. Regulasi dengan pengeblokan aktivitas 7. Regulasi dengan mekanisme silencing

Mekanisme Hormon Mendorong Transkripsi


1. Hormon menyebabkan DNA terlepas dari histon, sehingga RNA polimerase memulai transkripsi. 2. Hormon bekerja sebagai inducer dengan menginaktivasi molekul represor. 3. Hormon berikatan dengan sekuense DNA spesifik untuk memfasilitasi pengikatan RNA polimerase / faktor transkripsi. 4. Hormon mengaktivasi protein efektor sehingga bisa berikatan ke situs pada DNA, dan menstimulasi pengikatan RNA polimerase. 5. Hormon melekat pada protein yang terikat pada DNA, sehingga membentuk kompleks aktif yang menstimulasi pengikatan RNA polimerase.

Gen eukariotik mengandung intron yang berselang-seling dengan ekson (daerah pengkode)

Transkrip primer dikonversi menjadi molekul mRNA melibatkan eksisi intron dan splicing ekson sehingga mengarahkan pada terbentuknya mRNA yang berbeda, sehingga produk protein yang dihasilkan setelah translasi juga berbeda.

Tipe regulasi ini dinamakan alternatif splicing yang berperan dalam proses perkembangan, misalnya penentuan jenis kelamin pada lalat buah dan produksi imunoglobulin pada mamalia.

Regulasi pemrosesan mRNA

Satu gen dapat mengkode 2 polipeptida Jalur splicing tergantung tahap perkembangan atau jenis jaringan

Splicing alternatif

Regulasi translasi
Mengubah waktu paruh atau stabilitas RNA Kontrol inisiasi dan laju translasi
Modifikasi protein setelah translasi

tiga metode utama untuk meregulasi protein pada tahap translasi

Daerah bukan pengkode 5 (leader)

Ekor poli-A

4 daerah utama mRNA eukariotik


Daerah bukan pengkode 3 (trailer)

Daerah pengkode