Anda di halaman 1dari 29

GAMBARAN RADIOLOGIS PADA HERNIA INGUINALIS LATERALIS

Pembimbing : dr. Nurul Machillah, Sp.Rad

PENDAHULUAN
Kasus bedah digestif terbanyak setelah appendicitis Disebut juga indirect hernia atau hernia tidak langsung karena keluar melalui dua pintu dan saluran yaitu anulus dan kanalis inguinalis Pada pasien berusia lanjut, yaitu hampir 75 % dari seluruh kejadian hernia Pada orang dewasa insiden groin hernia 12 kali lebih banyak pada laki-laki dibandingkan pada perempuan dengan angka 70 per 10.000 pada umur 45-64 dan meningkat menjadi 150 pada umur di atas 75 tahun Laki-laki lebih banyak dibandingkan perempuan Sisi kanan 60%, sisi kiri 20-25 % dan bilateral 15 %.

TINJAUAN PUSTAKA
Hernia berasal dari kata latin yang berarti rupture. Hernia didefinisikan adalah suatu penonjolan abnormal organ atau jaringan melalui daerah yang lemah (defek) yang diliputi oleh dinding

TINJAUAN PUSTAKA

ETIOLOGI

Peninggian tekanan intra abdomen yang berulang. Adanya kelemahan jaringan /otot. Tersedianya kantong.

MANIFESTASI KLINIS

Tonjolan pada lipat paha Nyeri dan membengkak pada saat mengangkat atau ketegangan Nyeri menjalar hingga ke skrotum

PEMERIKSAAN RADIOLOGIS

Gambar 2.6.1. A) Sebuah peritoneogram normal standar. Dengan menggunakan kontras memperlihatkan hernia inguinal indirek (HIL) pada gambaran posteroanterior (B) dan oblik (C) (tanda panah)

Gambar 2.6.2.Pentingnya untuk dilakukan manuver provokatif pada herniografi. A) Pada pasien dengan posisi rileks menunjukkan hasil yang normal. B) Pada pasien yang sama yang melakukan manuver valsava, didapatkan sebuah gambaran hernia inguinal lateralis yang tersembunyi (tanda panah)

Gambar 2.6.3. USG posisi oblik dari pangkal paha sebelah kiri memperlihatkan cincin inguinal internal yang normal (diantara tanda kursor) dan posisi pembuluh darah epigastrik inferior (tanda panah)

Gambar 2.6.4.(A) USG yang dilakukan pada posisi pasien yang berdiri tegak (pada saat diakukan pemeriksaan pada posisi berbaring tidak didapatkan tanda-tanda kelainan) menunjukkan adanya suatu massa berupa zat lemak pada kantung hernia (kepala panah) (B) Pada penegangan saat posisi berdiri tegak, terlihat munculnya pembesaran diameter (kepala panah) yang mengikuti herniasi dari usus yang hiperreflektif (tanda panah)

Gambar 2.6.5.USG pada Hernia Inguinalis Lateralis dengan pelebaran yang melebihi batas dari cincin inguinal eksternal (tanda silang), kantung hernia (kepala panah) yang berisi lemak dan usus (udara, tanda panah)

Gambar 2.6.6.USG pada hernia inguinalis lateralis (bintang). Garis peritoneal dari kantung hernia terihat dengan jelas (tanda panah)

Gambar 2.6.7.USG pada lelaki usia 30 tahun dengan hernia inguinalis lateralis dekstra dengan posisi transducer parallel dan arah kranial ke ligamen inguinal (A)USG sebelum manuver valsava (hernia tidak terlihat) memperlihatkan arteri iliak eksternal (A), arteri epigastrik inferior (E) dan ramus pubik superior (panah melengkung) (B) USG setelah manuver valsava menunjukkan arteri iliak eksterna (A), arteri epigastrik inferior (E) vena iliak eksternal yang melebar (V), ramus pubis superior (panah melengkung), dan hernia inguinalis lateralis (H) yang berasal dari lateral ke arah arteri iliak eksternal (kepala panah) dan melintang kanalis inguinalis dari lateral ke medial

Gambar 2.6.9.Hernia Inguinalis Lateralis.Gambaran CT (kiri) (gambar atas diambil pada posisi lebih tinggi daripada gambar bawah) dan diagram (kanan) menunjukkan adanya defek fascia pada leher hernia.HIL menonjol superolateral terhadap jalur dari pembuluh epigastrik inferior.Ligamen melingkar tidak selalu dapat dilihat pada CT potongan aksial.vv = vessels

Gambar 2.6.10.Hernia Inguinalis Lateralis yang berisi kolon. Gambar CT (a) dan gambar dengan kode warna (b) menunjukkan sebuah hernia indirek yang timbul dari arah lateral dari jalur pembuluh epigastrik inferior (titik biru dan merah yangkecil), yang keluar dari arteri dan vena iliak eksternal (titik merah and biru yang besar)

Gambar 2.6.11.Hernia Inguinalis Lateralis. Gambar CT (a) dan gambar dengan kode warna (b) menunjukkan adanya hernia indirek sebelah kiri. Kantung hernia berada di lateral dari jalur arteri epigastrik inferior (titik merah), yang muncul dari arteri iliaka eksternal (tanda bintang). Cairan edema dan lemak yang terperangkap dapat dilihat di dalam kantung hernia. Sisi kanan menunjukkan gambaran cincin inguinal internal yang relatif normal yang berada di lateral dari jalur arteri epigastrik inferior

Gambar 2.6.12.MRI T2- weighted potongan korona menunjukkan pembuluh epigastrik inferior (kepala panah) dan ligamen inguinal (tanda panah)

Gambar 2.6.13.(A)Potongan koronal MRI T2-weighted dari hernia inguinal indirek (tanda panah); jaringan lemak abnormal didalam kanalis inguinalis. (B) Gambar dinamis MRI T1-weighted pada pasien yang sama menunjukkan bukti adanya peningkatan diameter kantung hernia (tanda panah) saat straining.

Gambar 2.6.14.(A) Potongan koronal dari MRI T1- weightedmemperihatkan pelebaran yang tampak halus dari kanalis inguinalis (tanda panah); tidak terihat adanya hernia. (B) Gambar dinamis MRIT1-weighted pada pasien yang sama menunjukkan adanya herniasi lemak (tanda bintang) ke dalam kanalis inguinalis, yang berasal dari lateral pembuluh epigastrik inferior (tanda panah). Hal ini menandakan Hernia Inguinalis Lateralis.

Gambar 2.6.15.(A) Potongan koronal MRI T1-weighted menunjukkan herniasi lemak ke dalam kanalis inguinalis kiri (tanda panah) (B) Gambar dinamis MRI T1-weighted pasien yang sama memperlihatkan adanya herniasi usus (HIL, tanda panah).

Gambar 2.6.16.(A) Potongan koronal MRI T1-weighted menggambarkan herniasi emak pada kanalis inguinalis sebelah kiri (tanda panah); kepala panah mengindikasikan pembuluh epigastrik inferior. (B) Gambar dinamis MRI T1-weighted pasien yang sama yang diambi pada saat straining memperlihatkan peningkatan herniasi lemak (bintang hitam) dan juga herniasi usus (bintang putih). Angulasi tipikal pada kantung hernia (tanda panah) ada paad ketinggian yang sama dengan cincin inguinal eksternal (kepala panah) yang sering terlihat pada Hernia Inguinalis Lateralis.

Gambar 2.6.17.(A) Potongan koronal MRI T1-weighted dari jaringan emak yang mengisi kanalis inguinalis kiri (bintang). (B) Pada gambar dinamis MRIT1-weighted , struktur ini tidak memperlihatkan pembesaran diameter. Hal ini mengindikasikan lipoma preperitoneal (bintang).

DIAGNOSIS BANDING

Hidrokel Limfadenopati (Groin Abcess) Varikokel Hematom residual

PENATALAKSANAAN
Reposisi Marcy Repair Bassini Repair Halsted Repair McVay Repair Shoudice Repair

KOMPLIKASI DAN PROGNOSIS


Hernia Ireponibel Hernia Akreta Hernia Inkarserata Abses Lokal Fistel Peritonitis
Prognosis umumnya baik. Angka rekurensi 0,6-3% dengan insidensi 5-10%

KESIMPULAN
Pemeriksaan radiologis tidak umum dilakukan pada hernia.Namun, pemeriksaan radiologis dapat membantu dalam penegakan diagnosis secara pasti dan dapat membantu membedakan antara beberapa tipe hernia. Ada beberapa modalitas yang dapat dilakukan untuk mendeteksi hernia, seperti herniografi, USG, CT Scan dan MRI.