Anda di halaman 1dari 16

SPORT CENTER

Chandra Ardi Astriawan 122.09.0018

Architect :

Kenzo Tange

Biodata dan Latar Belakang Arsitek


Kenzo Tange ( , Kenzo Tange, 4 September, 1913 - 22 Maret 2005) adalah seorang arsitek Jepang, dan pemenang Pritzker Prize tahun 1987 untuk arsitektur. Dia adalah salah satu arsitek paling signifikan dari abad ke20, yang menggabungkan gaya tradisional Jepang dengan modernisme, dan merancang bangunan utama di lima benua.

Dipengaruhi dari usia dini oleh modernis Swiss, Le Corbusier, Tange mendapat pengakuan internasional pada tahun 1949 ketika dia memenangkan kompetisi untuk desain Hiroshima Peace Memorial Park. Bergabung dengan kelompok arsitek yang dikenal sebagai Tim X di akhir 1950-an ia mengarahkan kelompok ke arah gerakan yang menjadi Metabolisme.

Lahir pada 4 September 1913 di Osaka, Jepang, Tange menghabiskan awal kehidupan di kota-kota Cina Hankow dan Shanghai, ia dan keluarganya kembali ke Jepang setelah belajar dari kematian salah satu pamannya. Berbeda dengan rumput hijau dan batu bata merah di Shanghai tempat tinggal mereka, keluarga Tange mengambil tempat tinggal di sebuah rumah pertanian atap jerami di Imabari di pulau Shikoku. Setelah menyelesaikan sekolah menengah, Tange pindah ke Hiroshima pada tahun 1930 untuk menghadiri sekolah tinggi. Di sinilah ia pertama kali menemui karya-karya modernis Swiss, Le Corbusier. Pada tahun 1935 Tange memulai studi tersier yang diinginkan di jurusan arsitektur Universitas Tokyo. Ia belajar di bawah Hideto Kishida dan Shozo Uchida. Meskipun Tange terpesona oleh foto-foto vila Katsura yang duduk di meja Kishida's, karyanya terinspirasi oleh Le Corbusier. proyek kelulusan Nya merupakan perkembangan tujuh belas-hektar ditetapkan dalam Tokyo Hibiya Park.

Selama tahun 1970-an dan 1980-an Tange memperluas portofolionya untuk menyertakan bangunan di lebih dari 20 negara di seluruh dunia. Pada tahun 1985, atas perintah Jacques Chirac, walikota Paris saat itu, Tange mengusulkan rencana induk untuk plaza di Place d'Italie yang akan interkoneksi kota sepanjang sumbu timur-barat.

Tange terus berlatih sampai tiga tahun sebelum kematiannya pada tahun 2005. Dia tidak menyukai postmodernisme pada tahun 1980 dan dianggap gaya arsitektur untuk menjadi "ekspresi arsitektur transisi" saja. Pemakamannya diadakan di salah satu karyanya, Katedral Tokyo.

PRINSIP DESAIN KENZO TANGE


Konsep perancangan arsitektur Kenzo Tange banyak sekali dipengaruhi oleh simbolisme dari Le corbusier serta konsep lainnya ialah Tange sangat peduli pada detail. Seperti I. M. Pei, Kenzo Tange jelas berpegang pada atsitektur yang bersifat institusional dan bukan komersial, dan Tange juga membentuk arsitektur berdasarkan hitungan-perhitungan kuantitatif. Ia tidak seperti Mies van der Rohe yang memperhitungkan aspek ekonomi dalam konsep perancangannya untuk memperoleh dimensi bangunan. Dengan lihai Tange menipulasi bentuk-bentuk geometri (kubisme) yang sederhana, lalu membubuhkan ornamentasi yang menghasilkan arsitektur tersebut menjadi menarik. Konsep perancangan Kenzo Tange banyak dipengaruhi oleh konsep modern cubism, termasuk lima butir dalam arsitektur baru dari Le corbusier.

Olympic Arena

Location Date Building Type Construction System

: TOKYO, JAPAN : 1961-1964 : SPORT S STADIUM : CONCRETE, STEEL CABLE

Climate Context Style EXPRESSIONIST

: TEMPERATE : URBAN : MODERN, STRUCTURAL

struktur utamanya berupa satu konstruksi berdenah bujur sangkar yang mengecil ke atas seperti menara, tempat tumpuan kabel baja yang menebar seperti jala membentuk denah garis dan lingkaran. Sedang pada kolam renang, struktur pemegangnya berupa dua buah tiang. Secara keseluruhan terlihat dramatik, mendemonstrasikan kreativitas Tange dalam memadukan kekuatan, keindahan bentuk, fungsi ekonomis, fungsi ruang dan sistem struktur. Satu dari landmark sejarah arsitektur modern dan memastikan reputasi internasional bagi Tange. Ia meraih Pritzker Architecture Prize Laureate tahun 1987.

Merupakan bangunan yang di desain khusus untuk oliempiade pertama di asia pada tahun 1964 di tokyo. Tange memperagakan kecanggihan teknologi struktural abad 20. Konsep ruangnya asli dan berani. bangunan ini menggunakan sistem struktur mutakhir seperti katedral Santa Maria dengan sistem tenda dan kabel baja yang berfungsi sebagai penahan gaya tarik semua elemen secara terintegrasi. Struktur atap dari kabel baja berbentuk parabol hiperbolik.

Detail dari struktur utama untuk penopang atap merupakan kabel baja berdiameter 13 inchi yang menopang atap membran .

Celah pada punggung tenda diatapi kaca, menyatu dengan konstruksi penerangan buatan.

Bagian interior dari olympic arena,memperlihatkan kemegahan desain dari kenzo tange dengan unsur garis dan bidang lengkung yang sangat kuat

Site plan olympic arena

Denah dan tampak atas olympic arena

Potongan olympic arena

Potongan dan tampak axonometri

Tampak bangunan dari berbagai sudut