Anda di halaman 1dari 44

ROSID

Rosid adalah salah satu clade monofiletik dalam Core Eudicot dengan
sister clade paling dekat Saxifragales
Dalam Rosid terdapat kelompok-kelompok dengan posisi basal, yaitu
Crossosomatales, Geraniales dan Myrtales; serta dua clade utama yaitu
Eurosid I dan Eurosid II

Myrtaceae Juss.
Habitus. Pohon atau semak; mengandung minyak esensial. Sering merupakan
tumbuhan halofit, xerofit.
Daun kadang heterofilus; evergreen atau deciduous; berukuran kecil hingga besar;
umumnya berhadapan (Syzygium); atau berseling atau dalam lingkaran (jenis di
Australia: Eucalyptus, Metrosideros, Xanthostemon dll); dengan titik (noktah) kelenjar;
aromatik; selalu daun tunggal; tanpa pulvinus; dengan atau tanpa stipula. Lamina
dengan tepi rata; pada Syzygium dengan intramarginal vein.
Anatomi daun. Stomata anomositik atau parasitik. Lamina dengan rongga sekretori
yang menghasilkan minyak.
Tipe reproduksi. Tumbuhan hermaprodit atau polygamomonoecious, atau
androdioeciou. Polinasi entomofilus atau ornitofilus.
Perbungaan. Bunga jarang yang tunggal, biasanya dalam perbungaan, yaitu cymosa,
dalam spika dalam corymbosa dan panikula atau dalam bonggol (unit dasar perbungan
adalah cymosa). Perbungaan terminal atau aksilar. Bunga radial. Petal menumpang di
atas calyx.

Myrtaceae Juss.
Perianthium dengan calyx dan corolla yang jelas, atau petaloid atau sepaloid.
Dalam 1 lingkaran atau 2 lingkaran. Calyx (3-) 4-5 (-6) atau vestigial; polysepalus
atau gamosepalus. Corolla 4-5 dalam lingkaran, polypetalus atau gamopetalus,
putih, kuning merah, pink atau ungu (tidak biru).
Androecium mulai dari 4 (jarang), yang umum adalah ~(jambu); berlepasan dari
perianthium; berlepasan dari sesamanya;
Gynoecium dengan 2-5 (-16) karpel, sinkarpus, tenggelam atau sebagian
tenggelam . Overium dengan 1-) 2-5 (-16) loku. Plasentasi parietal atau aksilar.
Buah basah atau kering, bengang atau tidak bengang; berupa kapsula, buni,
drupa atau nut. Biji tanpa endosperma.

Myrtaceae Juss.
Fisiologi, biokimia. Banyak jenis yang mengandung metabolit sekunder spt alkalois,
flafonoid, kaempferol, myricetin dll, eugenol (cengkeh). Umumnya tumbuhan C3.
Geografi, sitologi. Tersebar di daerah temperate, sub-trops dan tropis, mulai Australia
hingga Amerika Selatan. X = (6-)11(-12).
Jenis 3000, Marga 130:
Acmena, Baeckia, Callistemon, Darwinia, Decaspermum, Eucalyptus, Eugenia, Feijoa
(=Acca), Jambosa, Lamarchea, Leptospermum, Melaleuca, Metrosideros, Osbornia,
Psidium, Rhodamnia, Rhodomyrtus, Syzygium, Tristania, Tristaniopsis, Whiteodendron,
Xanthomyrtus, Xanthostemon.
Ekonomi. Banyak jenis dimanfaatkan sebagai penghasil minyak esensial untuk parfum
maupun obat (Melaleuca, Eucalyptus, Syzygium) Buah meja: Feijoa, Psidium, Syzygium,
Eugenia dll.

EUROSID I
Dalam Eurosid I terdapat 2 clade; [Celastrales-MalpighialesOxalidales] dan [Fabales-Rosales-[Cucurbitales-Fagales]]

MALPIGHIALES
Euphorbiaceae Juss.
Habitus. Pohon atau semak atau herba atau liana; laticiferous atau non-laticiferous.
Sering berbentuk cactoid, sukulen atau tidak. Tegak atau memanjat
Daun tunggal atau majemuk, berukuran kecil hingga besar, berseling, spiral,
berhadapan atau tersebar. Sering termodifikasi menjadi duri; dengan petiolus atau sesil,
tidak berupih, hampir selalu dengan stipula. Terdapat domatia di daun.
Anatomi umum. Tumbuhan dengan laticifer atau tanpa laticifer
Anatomi daun. Stomata biasanya hanya pada satu permukaan daun, anomositik atau
anisositik atau parasitik. Banyak jenis dengan trikoma penyengat.
Anatomi batang. Jaringan vaskuler primer tersusun bikolateral atau sentrifugal.
Perbungaan hampir selalu cymosa, terminal atau aksilar; dengan braktea involucrum.
Bunga dengan atau tanpa braktea, berukuran kecil hingga sedang.
Perianthium umumnya sepaloid, atau vestigial atau absen atau (jarang sekali) petaloid.
Calyx 5, polysepalous atau gamosepalous. Petal (jika ada) 5, polypetalous.

Euphorbiaceae Juss.
Androecium 1-1000(~). Organ androecium bercabang (Riccinus) atau tidak bercabang),
tidak berlekatan dengan perianthium. Seluruhnya terdiri dari stamen yang fertil. Stamen
1--1000. Pollen tidak ber-aperture, 3-aperture hingga 30-aperture.
Gynoecium dengan (2-)3 karpel, atau 4--30 karpel(jarang). Pistilum 2-3 sel atau jarang
4-30 sel. Gynoecium sinkarpus, sinovarius atau sinstylovarius; menumpang. Ovarium
berruang (2-)3, berlepasan atau menempel sebagian. Ovule 1 atau 2 tiap locule.
Buah biasanya tidak berdaging, atau berdaging; bengang atau tidak bengang,
schizocarp atau bukan. Jika bukan schizocarp dapat berupa kapsul atau drupa. Biji
dengan endosperma yang berminyak.
Fisiologi, biokimia. Umumnya mengandung minyak-mustard, atau tidak. Mengandung
alkaloid (atau tidak). Hasil fotosintesis diedarkan dalam bentuk sukrosa atau sebagai
oligosakarida+sukrosa. Tumbuhan C3, C4, and CAM. Metabolisme C3 tercatat pada
Argythamnia, Euphorbia, Phyllanthus, Ricinus. Metabolisme C4 tercatat pada
Chamaesyce, Euphorbia. CAM tercatat pada Euphorbia, Monadenium, Pedilanthus,
Synadenium.

Euphorbiaceae Juss.
Geografi, sitologi. Kosmopolitan, kecuali Arctic. X = 6-14.
Taksonomi. Anak-kelas: Dicotyledonae. Sistem Dahlgren: Super-bangsa Malviflorae;
Euphorbiales. Sistem Cronquist: Anak-kelas Rosidae: Euphorbiales. Sistem APG:
Eudicot; Rosid; Eurosid I; Malpighiales.
Marga 300, jenis 5000.
Acalypha, Acidocroton, Acidoton, Actephila, Adelia, Adenochlaena, Adenocline,
Adenopeltis, Adenophaedra, Adriana, Aerisilvaea, Afrotrewia, Agrostistachys,
Alchornea, Alchorneopsis, Aleurites, Algernonia, Alphandia, Amanoa, Amperea,
Amyrea, Andrachne, Angostyles, Annesijoa, Anomalocalyx, Anthostema, Aparisthium,
Apodiscus, Aporusa, Argomuellera, Argythamnia, Aristogeitonia, Ashtonia, Astrocasia,
Astrococcus, Austrobuxus, Avellanita, Baccaurea, Baliospermum, Baloghia, Benoistia,
Bernardia, Bertya, Beyeria, Blachia, Blotia, Blumeodendron, Bocquillonia, Bonania,
Borneodendron, Bossera, Botryophora, Breynia, Bridelia, Calycopeplus, Canaca,
Caperonia, Caryodendron, Casabitoa, Calvacoa, Celaenodendron, Celianella,
Cephalocroton, Cephalomappa, Chaetocarpus, Chascotheca, Cheilosa, Chiropetalum,
Chlamydojatropha, Chondrostylis, Chonocentrum, Choriceras, Chrozophora,

Cladogelonium, Cladogynos, Claoxylon, Claoxylopsis, Cleidiocarpon, Cleidion,


Cleistanthus, Clutia, Cnesmone, Cnidoscolus, Cocconerion, Codiaeum, Colliguaja,
Conceveiba, Cordemoya, Croizatia, Croton, Crotonogyne, Crotonogynopsis,
Crotonopsis, Ctenomeria, Cubanthus, Cyrtogonone, Cyttaranthus, Dalechampia,
Dalembertia, Deuteromallotus, Deutzianthus, Dichostemma, Dicoelia, Didymocistus,
Dimorphocalyx, Discocarpus, Discoclaoxylon, Dicocleidion, Discoglypremna,
Dissiliaria, Ditaxis, Ditta, Dodecastigma, Domohinea, Doryxylon, Droceloncia,
Drypetes, Duvigneaudia, Dysopsis, Elaeophorbia, Elateriospermum, Eleutherostigma,
Endadenium, Endospermum, Enriquebeltrania, Epiprinus, Eremocarpus, Erismanthus,
Erythrococca, Euphorbia, Excoecaria, Fahrenheitia, Flueggea, Fontainea, Garcia,
Gavarretia, Givotia, Glochidion, Glycydendron, Glyphostylus, Grimmeodendron,
Grossera, Gymnanthes, Haematostemon, Hamilcoa, Hevea, Heywoodia, Hippomane,
Homonoia, Hura, Hyaenanche, Hieronima, Hylandia, Jablonskia, Jatropha, Joannesia,
Kairothamnus, Keayodendron, Klaineanthus, Koilodepas, Lachnostylis, Lasiococca,
Lasiocroton, Lautembergia, Leeuwenbergia, Leidesia, Leptonema, Leptopus,
Leucocroton, Lingelsheimia, Lobanilia, Loerzingia, Longetia, Mabea, Macaranga,
Maesobotrya, Mallotus, Manihot, Manihotoides, Manniophyton, Maprounea, Mareya,
Mareyopsis, Margaritaria, Martretia, Megistostigma, Meineckia, Melanolepis,
Mercurialis, Micrandra, Micrandropsis, Micrantheum, Micrococca, Mildbraedia,

Mischodon, Moacroton, Monadenium, Monotaxis, Moultonianthus, Myladenia,


Myricanthe, Nealchornea, Necepsia, Neoboutonia, Neoguillauminia, Neoholstia,
Neoroepera, Neoscortechinia, Neotrewia, Octospermum, Oldfieldia, Oligoceras,
Omalanthus, Omphalea, Omphellantha, Ophthalmoblapton, Oreoporanthera, Ostodes,
Pachystroma, Pachystylidium, Pantadenia, Paradrypetes, Paranecepsia,
Parapantadenia, Parodiodendron, Pausandra, Pedilanthus, Pentabrachion,
Petalodiscus, Petalostigma, Philyra, Phyllanoa, Phyllanthus, Pimelodendron, Piranhea,
Plagiostyles, Platygyna, Plukenetia, Podadenia, Podocalyx, Pogonophora, Poilaniella,
Polyandra, Poranthera, Protomegabaria, Pseudagrostistachys, Pseudanthus,
Pseudocroton, Pseudolachnostylis, Pterococcus, Ptychopyxis, Putranjiva, Pycnocoma,
Reutealis, Reverchonia, Richeria, Richeriella, Ricinocarpus, Ricinodendron, Ricinus,
Rockinghamia, Romanoa, Sagotia, Sampantea, Sandwithia, Sapium, Sauropus, Savia,
Scagea, Schinziophyton, Sebastiania, Securinega, Seidelia, Senefeldera,
Senefelderopsis, Sibangea, Spathiostemon, Speranksia, Sphaerostylis, Sphyranthera,
Spirostachys, Spondianthus, Stachyandra, Stachystemon, Stillingia, Strophioblachia,
Sumbaviopsis, Suregada, Symphyllia, Synandenium, Syndyophyllum, Tacaruna,
Tannodia, Tapoides, Tetracoccus, Tetraplandra, Tetrorchidium, Thecacoris,
Thyrsanthera, Tragia, Tragiella, Trevia, Trigonopleura, Trigonostemon, Vaupesia,
Vernicia, Vigia, Voatamalo, Wetria, Whyanbeelia, Wielandia, Zimmermannia,
Zimmermanniopsis.

Rafflesiaceae Dum.
Habitus. Herba endoparasitik yang sangat unik dengan bentuk vegetatif yang ganjil.
Bagian vegetatif berbentuk filamen atau fungoid. Daun sangat trereduksi atau absen.
Tumbuhan tanpa akar; seluruhnya parasitik (mem-penetrasi jaringan tumbuhan inang,
dengan hanya bunga yang muncul di permukaan). Parasit akar .
Daun jika ada berseling atau berhadapan; tanpa stomata.
Tipe reproduksi. Tumbuhan hermaprodit atau monoecious. Polinasi entomofilus.
Perbungaan. Bunga tunggal atau dalam perbungaan, kecil hingga sangat besar
(Rafflesia arnoldii adalah bunga terbesar di dunia, lebih dari 1 m diameter); berbau
busuk atau tanpa bau; aktinomorfik; bagian bunga tersusun dalam lingkaran.
Perianthium sepaloid atau petaloid; 4-5 (-10); berlepasan atau berlekatan (jika
berlekatan membentuk tabung); dalam 1 lingkaran; polysepalus atau gamosepalus;
berdaging.

Rafflesiaceae Dum.
Androecium 5-100. Bagian-bagian androecium berlepasan dari perianthium dan
berlepasan dari sesamanya. Androecium seluruhnya terdiri dari stamen fertil. Stamen 5-100.
Gynoecium dengan 4-8 karpel; sinkarpus; sinstylovarius atau eusinkarpus. Sebagian
tenggelam atau tenggelam. Ovarium 1 lokus atau 3-10 lokus. Stylus 1. Plasentasi
biasanya parietal. Ovule dalam satu ruang sangat banyak, tidak ber-arilus.
Buah buni atau kapsul; bengang atau tidak bengang. Jika kapsul pecah tidak beraturan.
Gynoecia berdekatan akan berdempetan membentuk buah majemuk atau tidak. Biji
dengan endosperma atau tidak.
Geografi, sitologi. Tersebar di daerah temperate atau sub tropis atau tropis. Amerika
selatan dan tengah, Mediteran dan Timur Tengah, Afrika Selatan dan Madagaskar.
Terutama di Asia Tenggara dan Indonesia, Australia. X=12.

Rafflesiaceae Dum.
Jenis 50. Marga 9:
Apodanthes, Bdallophytum, Berlinianche,
Cytinus, Mitrastemon, Pilostyles, Rafflesia,
Rhizanthes, Sapria.
***Catatan: Data DNA (2004, 2005, 2006)
menunjukkan Rafflesiaceae memilki
kemiripan dengan Euphorbiaceae, sehingga
kemungkinan besar suku Rafflesiaceae
akan dihapus, dan marga-marga yang ada
di dalamnya dimasukkan sebagai anggota
Euphorbiaceae.

Rafflesia arnoldii R.Br.


www.wikipedia.org

Rhizophoraceae R. Br.
Habitus. Pohon atau semak. Helofitik.
Daun berhadapan atau melingkar. Tungal, tepi rata atau crenatus atau dentatus; dengan
tulang daun menyirip; dengan stipula interpetiolaris yang mudah rontok.
Anatomi daun. Stomata anomositik
Tipe reproduksi. Tumbuhan hermaprodit atau polygamomonoecious (jarang); vivipar
atau tidak.
Perbungaan. Dalam perbungaan atau bunga tunggal. Jika tunggal bunga aksilar. Jika
dalam perbungaan dalam racemus, cymosa atau fascikulu; aksilar
Bunga radial biasanya kelipatan 4-6.
Perianthium dengan calyx dan corolla yang jelas. Calyx (3-) 4-5 (-16) dalam I lingkaran;
polysepalus; tersusun mengatup. Corolla (3-)4-5(-16); dalam 1 lingkaran; polypetalus.
Petal bertaji atau sesil.

Rhizophoraceae R. Br.
Androecium 8-40; berlepasan dari perianthium; berlepasan dari sesamanya; dalam 1
lingkaran. Androecium seluruhnya terdiri dari stamen fertil. Stamen 8-40, diplostemonus
atau triplostemonus hingga polystemonus.
Gynoecium dengan 2-5 (-20) karpel. Pistilum dengan 1-6 (-20) ruangan. Gynoecium
sinkapus; tenggelam atau menumpang; stylus 1; stigma 1. Plasentasi apikal
Buah biasanya basah, jarang kering; bengang atau tidak bengang; kapsula atau buni
atau drupa. Biji dengan endosperma banyak yang biasanya mengandung minyak. Buah
umumnya vivipar.
Fisiologi, biokimia. Mengandung alkaloid, mengandung flavonoid. Biasanya tumbuhan
C3. Geografi. Pantropis. X= 8,9.
Taksonomi. Anak-kelas Dicotyledonae. Sistem Dahlgren: Super-bangsa Myrtiflorae;
Rhizophorales. Sistem Cronquist: Anak-kelas Rosidae; Rhizophorales. Sistem APG:
Eudicot; core eudicot; Rosid; Eurodid I; Malpighiales. Jenis 120. Marga 15: Anopyxis,
Blepharistemma, Bruguiera, Carallia, Cassipourea, Ceriops, Comiphyton, Crossostylis,
Dactylopetalum, Gynotroches, Kandelia, Macarisia, Pellacalyx, Rhizophora,
Sterigmapetalum, Weihea (= Cassipourea).
Ekonomi. Beberapa jenis merupakan penghasil kayu yang sangat kuat untuk konstruksi
air laut. Tanin diambil dari batang.

Oxalidaceae R. Br. sensu lato (termasuk Averrhoaceae)


Perawakan herba, semak atau pohon kecil. Pada jenis herba, batang sering berbentuk
tuber atau bulb (umbi bawang).
Daun majemuk menyirip, menjari kadang trifoliolatus, jarang unifoliolatus atau dengan
daun semu (phyllodes= filodia); tersusun spiral; tanpa stipula; anak daun biasanya tidur
pada malam hari.
Perbungaan cyme (untai lada). Bunga biseksual, aktinomorfik .
Perhiasan bunga Kelopak berlepasan dengan 5 sepal menyirap. Mahkota berlepasan
atau berlekatan di pangkalnya. Petal tersusun menyirap atau convolute.
Stamen biseriate, 5+5, dalam lingkaran, tangkai sari paling luar lebih pendek. Nektari
sering ditemui di pangkal stapen paling luar
Gynoecium sinkarpus dengan ovarium superior. 5 [3] karpel, dan 5 [3] lokul. Tangkai
putik 5 [3,1]. Plasentasi axilaris.

Buah kapsul lokulisidal atau buni. Biji dengan endosperma.


Penyebaran luas, hampir kosmopolitan.
Ekonomi buah meja Averrhoa carambola (star-fruit) makanan: tuber plants, Oxalis
tuberosa, dan tanaman ornamental
Jenis 775, 7 marga termasuk Oxalis & Averrhoa

Rosaceae L.
Habitus. Pohon atau semak, atau herba; tidak dengan saluran laticifer; tidak dengan
getah berwarna; biasanya perennial; tegak atau kadang memanjat.
Daun deciduous atau evergreen; berseling atau spiral; selalu dengan petiolus; dengan
upih atau tidak; daun tanpa titik kelenjar; tunggal atau majemuk; jika majemuk: majemuk
menyirip atau menjari. Lamina kadang bertepi rata hingga membagi; nervatio menyirip
atau menjari; dengan stipula atau tidak. Stipula jika ada interpetiolar (adnatus terhadap
petiolus); bebas antar sesamanya; berbentuk sisik atau mirip daun. Tunas daun selalu
diselimuti sisik
Anatomi daun. Kadang ditemukan hydatoda. Stomata anomositik.
Anatomi batang. Memiliki kambium gabus atau tidak.
Tipe reproduksi. Bunga fertil hermaprodit. Tidak terdapat bunga uniseksual. Tumbuhan
hermaprodit. Penyerbukan/polinasi anemofilus atau entomofilus oleh sebangsa lalat

Rosaceae L.
Perbungaan. Bunga tunggal, atau dalam inflorescence; dalam cymosa, panikula,
rasemosa, corymbosa, unbel (payung) dan fasikulus. Perbungaan dasarnyya adalah
cymosa (jarang rasemosa). Inflorescens terminal atau aksilar. Bunga kecil hingga besar;
sering berbau harum; biasanya radial; dalam lingkaran atau sebagian spiral. Kadang
gynoecium sebagian spiral. Bunga dalam 4-lingkaran (tetracyclic) hingga banyaklingkaran (polycyclic).
Perianthium dengan calyx dan corolla yang jelas, atau jarang yang sepaloid; (5-) 10(20). Calyx (3-)5(-10) biasanya hijau dalam 1 lingkaran; polysepalus atau gamosepalus;
menyirap/menggenting (imbricate); terdapat epicalyx atau tidak. Corolla (3-)5(-10);
dalam 1 lingkaran; polypetalus; biasanya menyirap; aktinomorfik; putih, kuning, merah
atau pink (tidak biru).
Androecium (1-) 10-100. Organ androecium bercabang; masak secara sentripetal;
berlepasan dari perianthium, namun biasanya berlekatan dengan hypanthium;
berlepasan antar sesamanya. Androecium seluruhnya terdiri dari stamen fertil atau juga
terdapat staminodium. Staminodium jika ada, banyak; ada di lingkaran terluar dari
stamen fertil. Pollen dengan 3 aperture

Rosaceae L.
Gynoecium dengan 1-50 karpel. Jumlah karpel kadang sama dengan jumlah
perianthium atau lebih sedikit atau lebih banyak. Monomerus, apokarpus atau sinkarpus,
menumpang atau sebagian tenggelam atau tenggelam. Plasentasi marginal atau apikal.
Buah basah atau kering; buah majemuk (agregat) atau tunggal. Karpel kadang bersatu
membentuk sinkarp sekunder (pada Fragaria/Rubus). Folikulus, achene atau drupa atau
buni. Pada apel buah buni berbentuk khusus (pomum). Pada nectarine dan peach, buah
batu diselubungi arilus yang sangat tebal
Fisiologi, biokimia. Mengandung alkaloid atau tidak. Terdapat asam ursolik. Hasil
fotosintesis ditransportasikan dalam bentuk sukrosa atau gula alkohol + oligosakarida +
sukrosa. Tumbuhan C3, tercatat pada Fragaria, Malus, Physocarpus, Potentilla, Prunus,
Rosa, Rubus, Sorbus, Spiraea.
Geografi, sitologi. Tumbuh di daerah dingin (beku) hingga tropis = kosmopolitan. X = 7-9,
17

Rosaceae L.
Jenis > 2000. Marga 100:
Acaena, Adenostoma, Agrimonia, Alchemilla, Amelanchier, Aphanes, Aremonia, Aria, Aruncus,
Bencomia, Brachycaulos, Cerocarpus, Chaenomeles, Chamaebatia, Chamaebatiaria,
Chamaemeles, Chamaemespilus, Chamaerhodos, Cliffortia, Coleogyne, Coluria, Cormus,
Cotoneaster, Cowania, Cydonia, Dalibarda, Dichotomanthes, Docynia, Docyniopsis, Dryas,
Duchesnea, Eriobotrya, Eriolobus, Exochorda, Fallugia, Filipendula, Fragaria, Geum, Gillenia,
Guamatela, Hagenia, Hesperomeles, Heteromeles, Holodiscus, Horkelia, Horkeliella, Ivesia,
Kageneckia, Kelseya, Kerria, Leucosidea, Lindleya, Luetkea, Lyonothamnus, Maddenia,
Malacomeles, Malus, Margyricarpus, Mespilus, Neillia, Neviusia, Nuttalia , Oemleria, Orthurus,
Osteomeles, Pentactina, Peraphyllum, Petrophytum, Photinia, Physocarpus, Polylepis, Potanina,
Potentilla, Poterium, Prinsepia, Prunus, Pseudocydonia, Purshia, Pyracantha, Pyrus, Quillaja,
Rhaphiolepis, Rhodotypos, Rosa, Rubus, Sanguisorba, Sarcopoterium, Sibbaldia, Sibiraea,
Sorbaria, Sorbus, Spenceria, Spiraea, Spiraeanthus, Stephanandra, Taihangia, Tetraglochin,
Torminalis, Vauquelinia, Waldsteinia, Xerospiraea.

Ekonomi. Buah meja dari Malus spp. (apples), Prunus spp. (apricot, cherry, nectarine,
peach, plums, prune, sloe), Cydonia (quince), Pyrus (pear), Eriobotrya (loquat), Rubus
(blackberry, boysenberry, loganberry, rasberry), Fragaria (strawberry), Mespilus
(medlar); nuts (Prunus almond); pohon ornamental: Spiraea, Photinia, Kerria,
Cotoneaster, Pyracantha, Crataegus, Sorbus, Rhodotypos, Prunus, Rosa, Potentilla.

Prunus serrulata (sakura/cherry blossom)

Moraceae Link
Habitus. Pohon atau semak, atau liana (termasuk pencekik) atau herba; laticiferus
atau dengan getah berwarna (Malaisia & Fatoua). Perennial, tegak berdiri, epifitik
atau memanjat. Mesofitik.
Daun. Heterofilus (atau tidak). Evergreen; berukuran kecil hingga besar; berseling
atau berhadapan; daun tebal (mengulit); dengan petiolus. Tepi daun rata atau
bercangap-berbagi, jika bercangap pinnatifid atau palmatifid. Daun dengan stipula
interpetiolar atau intrapetiolar; ber-ochrea (selaput bumbung) atau tidak; biasanya
dengan trikoma.
Anatomi umum. Tumbuhan dengan kanal laticifer (berartikulasi dan bercabang).
Cuma sedikit yang tanpa laticifer.
Pola reproduksi. Tumbuhan monoecious atau dioecious. Penyerbukan anemofilus
atau entomofilus
Perbungaan. Bunga menggerombol membentuk agregat dalam perbungaan atau
soliter; bentuk untai, pentol, periuk, pada disk atau umbel. Biasanya dengan braktea.

Moraceae Link
Bunga. kecil (terreduksi), simetri radial. Perianthium sepaloid atau vestigial,
gamosepalus.
Androecioum. 1--4 (-8); stamen 1--4(-8); tepung sari dengan 2-ruang, porate.
Gynoecioum dengan 2(-3) daun buah; Pistil berruang 1 atau 2, SINKARPUS,
menumpang atau sebagian tenggelam; stilus 2; stigma 2.
Buah basah atau kering; tidak bengang; buah batu atau achene. Buah batu
(drupa) dengan satu biji keras. Gynoecia dari bunga yang bersisian sering menyatu
membentuk buah majemuk. Kotiledon 1 (karena penekanan) atau 2
Fisiologi. Tumbuhan C3 (tercatat pada Ficus). Pada Artocarpus mungkin C4.
Taksonomi. Sistem Cronquist: anak-kelas: Hamamelidae; Urticales; APG (1998):
Eudicot; core Eudicot; Rosid; Eurosid I; Rosales. Pulle dalam Gembong: Apetalae,
Morales. Species 1400.

Moraceae Link
Marga. Sekitar 40 marga: Antiaris, Antiaropsis, Artocarpus, Bagassa, Batocarpus,
Bosqueiopsis, Brosimum, Broussonetia, Castilla, Clarisia, Craterogyne, Cudrania (=
Maclura), Dorstenia, Fatoua, Ficus, Helianthostylis, Helicostylis, Hullettia, Maclura,
Maquira, Mesogyne, Metatrophis, Milicia, Morus, Naucleopsis, Olmedia (= Trophis),
Olmediopsis, Parartocarpus, Perebia, Poulsenia, Prainea, Pseudolmedia,
Scyphosyce, Sorocea, Sparattosyce, Streblus, Treculia, Trilepisium, Trophis,
Trymatococcus, Utsetela.
Penyebaran. sangat banyak di tropis, tersebar hingga temperate (4 musim).
Ekonomi. Sebagai buah segar: Ficus (fig), Morus (mulberry), Artocarpus
(breadfruit, jackfruit); tanaman hias; penghasil karet: Ficus elastica;

Fabaceae Lindl. = Leguminosae DC.


Habitus. Pohon, semak, herb atau liana; mengandung resin atau tidak.
Daun gugur (deciduous) atau evergreen; daun berkembang baik, atau tereduksi atau
berbentuk filofia; kecil atau sangat besar; berseling atau berhadapan atau spiral atau
sparsa; atau termodifikasi menjadi duri; dengan petiolus atau sesil; tanpa upih;
denganatau tanpa pulvinus; jika majemuk dapat unifoliate, paripinnatus atau
inparipinnatus, atau palmatus ataus bifoliate. Anak daun dapat dengan pulvinus atau
tidak. Stipula intrapetiolar.
Anatomi daun. Stomata anomositik atau parasitik atau anisositik atau tetrasitik atau
siklositik.
Tipe reproduksi. Tidak ada bunga uniseksual!!. Tumbuhan hermaprodit. Polinasi
entomofilus atau ornitofilus atau cheiropterofilus.
Perbungaan. Bunga tunggal atau dalam perbungaan; panikula, fascikula, rasemus,
spika dan bonggol. Unit dasar perbungaan adalah cymosa atau rasemosa. Perbungaan
terminal atau aksilar atau berhadapan daun.

Fabaceae Lindl. = Leguminosae DC.


Bunga biasanya zigomorfik; resupinatus (berasosiasi dengan penyerbukan oleh burung)
atau tidak resupinatus. Bunga yang papilionaceous dengan petal posterior yang besar
membentuk flag (standard), atau tidak papilionaceous.
Perianthium dengan calyx dan corolla yang jelas atau sepaloid, tersusun dalam 2
lingkaran. Calyx 5 atau (3-) 5(-6) biasanya gamosepalus dangan ukuran yang tidak
sama . Terdapat epicalyx atau tidak . Corolla 5 atau 1-5; dalam 1 lingkaran; polypetalus
atau gamopetalus. Pada bunga papilionacoeus 2 petal bersatu membentuk keel;
sementara petal paling luar/adaksial dengan ukuran besar membentuk flag (standard).
Petal sering membentuk taji atau sesil.
Androecium dan stamen (5-)9-10(-30). Androecium berlepasan dari perianthium atau
adnatus. Stamen dapat monadelpus (1 adelphous) atau diadelus (2 adelphoous).
Androecium seluruhnya terdiri dari stamen fertil.
Gynoecium dengan 1 karpel, menumpang. Plasentasi marginal.
Buah basah atau kering. Buah bengang atau tidak, biasanya legume atau folikulus atau
achene atau samara atau buah lomentum atau buah drupa. Buah bengang secara
elastis atau tidak. Buah dengan 1 -100 (banyak) biji

Fabaceae Lindl. = Leguminosae DC.


Fisiologi. Tumbuhan C3, tercatat pada Arachis, Astragalus, Caragana, Crotalaria,
Dalea, Dolichos, Genista, Gleditsea, Glycine, Indigofera, Lespedeza, Lotus,
Lupinus, Medicago, Olneya, Phaseolus, Pisum, Prosopis, Pueraria, Robinia,
Sesbania, Spartium, Stylosanthes, Tephrosia, Trifolium, Vicia, Vigna
Geografi. Kosmopolitan
Ekonomi. Tumbuhan yang penting sebagai makanan, makanan ternak, penghasil
serat, pewarna, resin, minyak, pupuk hijau dll. contohnya pea (Pisum), lentils (Lens),
peanuts (Arachis), beans (Phaseolus, Vicia), cowpeas (Vigna), soybean (Glycine),
clover (Trifolium), alfalfa (lucerne, Medicago), lupins (Lupinus), sweet clover (Melilotus).
Ornamental: Wisteria, Cytissus, Genista, Lathyrus. Penghasil kayu: Dalbergia,
Robinia, Sophora, Koompasia, etc.

Cucurbitaceae Juss.
Habitus biasanya merambat dengan sulur (modifikasi dari pucuk daun), herba atau
semak, setahun atau menahun
Daun berseling, spiral, dengan petiolus, tanpa upih, tunggal atau majemuk. Lamina
dengan tepi rata, biaswanyapenulangan daun menjari.
Tipe reproduksi Tumbuhan monoecious atau dioecious, jarang hermaprodit.
Penyerbukan entomofilus
Perbungaan. Bunga tunggal atau dalam perbungaan. Perbungaan atau bunga di
ketiak daun.
Perhiasan bunga. Kelopak (3-)5(-6); dalam 1 lingkara, gamosepalus. Mahkota (3-)5(6) dalam 1 lingkaran, polysepalus atau gamosepalus, kadang mengatup, atau
menyirap, hijau, putih, atau kuning atau oranye.
Androecium 5 atau menyusut menjadi 3. Stamen 3 atau 5 . Biasanya stamen
monadelpus. Serbuk sari dengan 3 aperture atau 4--15 aperture.

Cucurbitaceae Juss.
Gynoecium dengan 1-5 atau biasanya 3 karpel. Plasentasi parietal
Fisiologi Tumbuhan C3 dan CAM. C3 dicatat pada Citrullus, Cucumis, Cucurbita.
CAM dicatat pada Seyrigia, Xerosicyos.
Geografi. Di daerah 4 musim atau sub-tropis atau tropis.. X = 714.
Jenis 640. Marga 120; Alsomitra, Ampelosycios, Citrullus, Coccinia, Cucumella,
Cucumeropsis, Cucumis, Cucurbita, Cucurbitella, Lagenaria, Lemurosicyos, Luffa,
Marah, Melothria, Melothrianthus, Momordica, Muellerargia, Mukia, Myrmecosicyos,
Neoalsomitra, Sechium, Selysia, Trichosanthes, Tricyclandra, Trochomeria, Zanonia,
Zehneria dll.
Ekonomi Buah dan sayur: Cucurbita, Cucumis, Lagenaria, Sechium. Beberapa
seperti Trichosanthes beracun.

Luffa cylindrica (oyong blustru)

Fagaceae Dum.
Perawakan pohon atau semak
Daun evergreen atau deciduous; tunggal tersusun spiral atau berseling, tanpa upih,
tanpa pulvinus. Lamina bertepi rata atau berbagi; jika berbagi pinnatifid. Dengan stipula
yang mudah gugur.
Tipe reproduksi tumbuhan monoecius, jarang dioecius. Penyerbukan anemofilus atau
entomofilus.
Perbungaan bunga tunggal atau dalam perbungaan, dalam untai lada atau dalam
pentol. Bunga dilindungi braktea
Perhiasan bunga sepaloid atau vestigial. Kelopak (lingkaran perianthium terluar yang
diinterpretasikan sebagai kelopak) (4-)6(-7) berbentuk sisik kecil, dalam 1 lingkaran
Stamen 4--40, biasanya 6--12. Serbuk sari 3 aperture atau kadang termodifikasi
menjadi 4--7 aperture
Gynoecium dengan (2-)3 karpel, inferior. Plasentasi axilar atau apikal. Ovule 2 tiap
lokul.

Buah kering tidak-bengang (indehiscent); buah nut atau samara, biasanya dengan 1
biji
Geografi Hampir kosmopolitan, mulai dari zona beku di utara dan selatan, zona
temperate/iklim sedang, sub tropis dan tropis, kecuali di Amerika Selatan tropis dan
Afrika Selatan. X = (11-)12(-13).
Jenis 900. Marga 9; Fagus, Nothofagus, Lithocarpus, Castanopsis, Colombobalanus,
Castanea, Chrysolepis, Quercus, Trigonobalanus.
Ekonomi Sumber kayu keras material bangunan yang penting (oak, beech, chestnut),
biji chestnut (Castanea),