Anda di halaman 1dari 22

Pencegahan dan

Penanggulangan HIV - AIDS


Priscilia Lewerissa
102011093

HIV - AIDS
Human
Immunodeficiency
Virus HIV ,Virus ini
menyerang sistem
kekebalan (imunitas)
tubuh, sehingga tubuh
menjadi lemah dalam
melawan infeksi

AIDS (Acquired
Immune
Deficiency
Syndrome) yang
menggambarkan
berbagai gejala
(sindrom) dan
infeksi yang
terkait dengan
menurunnya

Cara Penularan
Kontak seksual, penggunaan jarum
suntik, transfusi darah, transplantasi
dari organ & jar yg terinfeksi HIV, air
liur, air mata, urin.
15 30 % bayi dari ibu HIV (+)
terinfeksi sebelum /sesudah dlhrkan :
pengobatan wanita hamil dgn
antivirus (zidovudine) mengurangi kej
penularan kpda bayi .

Masa Inkubasi
Bervariasi!!!
Waktu dari penularan berkembang/
terditeksinya antibodi 1- 3 bulan , waktu dari
tertular HIV terdiagnosa AIDS <1 tahun 15
tahun /lebih.
Tanpa pengobatan anti-HIV yg efektif sktr 50%
dari orang dewasa yg terinfeksi akan terkena
AIDS dlm 10 tahun sesudah terinfeksi.
Median terinfeksi anak-anak lbh pendek dari
orang dewasa

Masa Penularan
Tidak diketahui!!!
Bukti bukti epidemiologis :
infektivitas dengan bertambahnya
defisensi imunologis, tnda klinis &
PMS.
Studi epidemiologis : infektivitas
menjadi selama periode awal
sesudah infeksi.

Epidemiologi HIV - AIDS


1992, 12,9 juta penduduk dunia
terinfeksi HIV (anak).
Profil Kesehatan Nasional tahun 2005
Kasus AIDS tinggi brdsrkan gol umur 2039 thn (79,98%) & 40-49 thn (8,47%).
DEPKES RI 2007 AIDS antara laki laki &
perempuan 4,0:1
Penularan HIV/AIDS terbanyak :
hubungan seksual & pengguna jarum
suntik bersama.

Segitiga Epidemiologi
Host (penjamu) :
Umur, jenis kelamin,
pekerjaan ,
keturunan, ras,
gaya hidup.
Lingkungan (fisik &
non fisik)

Program Puskesmas
Untuk HIV/AIDS
VCT ( Voluntary, Counseling and Test)
VCT adalah proses konseling pra testing,
konseling post testing, dan testing HIV secara
sukarela yang bersifat confidental
Layanan Komprehensif Berkesinambungan (LKBI)
- di gagas oleh Kementerian Kesehatan melalui upayaupaya promotif, preventif kuratif, dan rehabilitatif agar
Masyarakat yang belum terinfeksi tidak tertular HIV-AIDS
- Layanan Komprehensif Berkesinambungan dilaksanakan
oleh peran ketiga Lembaga pelaksanan yaitu LSM, Dinas
Kesehatan dan KPA

Program Pemberantasan
Penyakit Menular di
Puskesmas
program pelayanan kesehatan Puskesmas
untuk mencegah dan mengendalikan
penular penyakit menular/infeksi .
program P2M : pengobatan infeksi menular seksual,
peningkatan gaya hidup sehat, promosi & distribusi
kondom dengan social marketing & melakukan promosi
perilaku seksual aman.
Uraian tugas umum untuk koordinator unit
P2M:perencanaan, evaluasi, berperan aktif , ikut serta
aktif mencegah & mengawasi peningkatan kasus
penyakit menular serta menindaklanjuti terjadinya KLB.

Program Pencegahan Penyakit


Primer : dilakukan saat individu blm
menderita sakit ( promosi kesehatan &
perlindungan khusus).
Sekunder : dilakukan pd masa individu mulai
sakit ( diagnosis dini & pengobatan segera,
dan pembatasan kecacatan).
Tersier :proses ini, diusahakan agar cacat yg
diderita tidak menjadi hambatan sehingga
individu yg menderita dapat berfungsi
optimal secara fisik, mental dan sosial

Strategi Health Promotion


Promosi kesehatan adalah proses
pemberdayaan masyarakat agar mampu
memelihara dan meningkatkan kesehatannya
Depkes RI (2005), kebijakan Nasional
Promosi Kesehatan telah menetapkan 3
strategi dasar promosi kesehatan, yaitu:
Gerakan pemberdayaan
Bina suasana
Advokasi
Kemitraan

Surveillans
metode untuk mengetahui
tingkat masalah melalui
pengumpulan data yang
sistematis dan terus
menerus.
untuk memperoleh gambaran
epidemiologi tentang infeksi
HIV/AIDS di Indonesia untuk
keperluan perencanaan,
pelaksanaan, dan pemantauan
program.

Manfaat Surveillans
Melakukan pengamatan dini yaitu Sistem
Kewaspadaan Dini (SKD) HIV/AIDS di Puskesmas
dan unit pelayanan kesehatan lainnya
Menjelaskan pola penyakitHIV/AIDSdan dikaitkan
dengan tindakan/intervensi kesehatan
masyarakat
Deteksi perubahan akut dari penyakit HIV/AIDS
yang terjadi dan distribusinya.
Identifikasi dan perhitungan trend dan pola
penyakit HIV/AIDS.
Identifikasi faktor risiko dan penyebab lainnya
Deteksi perubahan pelayanan kesehatan

Manfaat Surveillans
Dapat mempelajari riwayat alamiah dan
epidemiologi penyakit HIV/AIDS, (mendeteksi
adanya KLB/wabah)
Memberikan informasi dan data dasar untuk
memproyeksikan kebutuhan pelayanan
kesehatan dimasa mendatang.
Dapat membantu pelaksanaan dan program
pengendalian khusus dengan membandingkan
besarnya masalah kejadian penyakit HIV/AIDS
sebelum dan sesudah pelaksanaan program

Manfaat Surveillans
Mengidentifikasi kelompok risiko tinggi
menurut umur, pekerjaan, tempat tinggal,
dimana penyakit HIV/AIDS sering terjadi
dan variasi terjadinya dari waktu ke waktu
(musiman, dari tahun ke tahun)
Menghasilkan informasi yang cepat dan
akurat yang dapat disebarluaskan dan
digunakan sebagai dasar penanggulangan
HIV/AIDS yang cepat dan tepat

Konsep Surveilans HIV dan AIDS


Prosedur pemeriksaan darah
Pencatatan kasus surveilans AIDS
yaitu yang pertama malakukan
pemeriksaan fisik terhadap penderita
yang mencurigakan terkena AIDS,
periksa lab, (+)---isi formulir
Pelaporan kasus surveilans AIDS
yaitu dengan menggunakan formulir
dari laporan penderita positif AIDS

Puskesmas
Puskesmas
merupakan unit
pelaksana teknis
dinas kesehatan
kabupaten atau kota
yang bertanggung
jawab
menyelenggarakan
pembangunan
kesehatan di satu
atau sebagian wilayah
kecamatan.

Stuktur Organisasi
Puskesmas

Kepala Puskesmas
Unit Tata Usaha
Unit Pelaksana Teknis
Fungsional
Upaya Kesehatan Masyarakat
Upaya Kesehatan perorangan
Jaringan Pelayanan
Puskesmas pembantu
Puskesmas Keliling
Bidan di Desa/Komunitas

Puskesmas
Sistem Puskesmas
Planning
(perencanaan)
Organization
(pengorganisasian)
Actuating
(penggerakkan/pel
aksaanaan)
Controlling
(pengawasan)

ditinjau dari aspek induk,


operasional atau harian &
ditinjau dari ruang lingkup
yang mencakupi .
pengaturan sejumlah personil
yang dimiliki untuk
memungkinkan tercapainya
suatu tujuan yang telah
disepakati dengan jalan
mengalokasikan masingmasing fungsi dan
tanggungjawabnya.
melaksanakan rencana yang
telah dibuat dan yang telah
ditetapkan bentuk organisasi
yang akan melaksanakan
rencana tersebut.

Problem Solving Cycle

pemecahan masalah
dengan mengidentifikasi
masalah yang paling
diprioritaskan, kemudian
mengidentifikasi solusi /
jalan keluar dari masalah
tersebut, baru
melakukan pelaksanaan
terhadap pemecahan
masalah tersebut

Karakteristik
pokok dari Problem
Solving Cycle yang
harus dipenuhi:
Berkesinambungan
Obyektif
Terpadu
Sistematis

Problem Solving Cycle


Analisis Data

Pengumpulan Data

Masalah yang ditemukan

Evaluasi hasil
intervensi

Memilih masalah yang


diprioritaskan

Melaksanakan kegiatan
penyelesaian masalah

Memilih cara penyelesaian masalah

Penyusunan rencana
penyelesaian masalah

Uji Coba

Menentukan tujuan dan menyusun cara penyelesaian

Kesimpulan
HIV( Human Immunodeficiency Virus) adalah virus yang
menyerang sistem kekebalan tubuh manusia. Dalam jangka
waktu 5 -10 tahun, akan menjadi AIDS. Kejadian HIV AIDS
setiap tahunnya semakin meningkat dikarenakan kurangnya
pengetahuan masyarakat mengenai cara penularan,
pencegahan dan gaya hidup yang tidak bersih dan sehat. Oleh
karena itu, program VCT pun seharusnya berjalan dengan baik
sebagai penanggulangan akan hal ini. Puskesmas pun
mempunyai peranan yang sangat penting untuk memberikan
penyuluhan kepada masyarakat agara lebih mengetahui setiap
detail tentang penyakit HIV/AIDS ini agar kejadian setiap
tahunnya dapat menurun.