Anda di halaman 1dari 20

AUDIT MANAJEMEN

KEUANGAN

Heny Lina M
Dyah Rahmalia
Doffan Satria
Kadek Vyolita
Hasan Fuadi

1313010233
H 1313010245
1313010065
1313010218
13130102..

FUNGSI KEUANGAN
Kita dapat mengklasifikasikan fungsi atau keputusan
keuangan ke dalam empat kelompok besar, yaitu:
1. Keputusan investasi atau bauran asset jangka panjang
2. Keputusan pembiayaan atau bauran (struktur) modal
3. Keputusan likuiditas atau bauran asset-aset jangka pendek
4. Keputusan dividen atau keputusan pengalokasian laba
perusahaan.

Pengertian Audit Manajemen


Keuangan
Audit manajemen keuangan adalah analisis dan penilaian
yang dilakukan secara sistematis, periodic, dan
terdokumentasi terhadap pengambilan keputusan serta
segala kebijakan dalam pengelolaan sumber daya keuangan
perusahaan.

TUJUAN AUDIT
MANAJEMEN KEUANGAN
Menilai ketepatan strategi dan kebijakan keuangan yang ditetapkan
perusahaan, baik kebijakan investasi, operasi, maupun pendanaan.
Menilai apakah dokumentasi peraturan, pemantauan dan pelaporan manajemen
keuangan telah memadai sebagai elemen penting dalam kerangka kerja menejemen
keuangan termasuk perencanaan, kebijakan pengembangan keuangan, akuntabilitas,
dan lain-lain.
Menilai ekonomisasi, efisiensi, dan efektivitas tata kelola keuangan perusahaan baik
aktivitas investasi, operasi, maupun pendanaan telah sesuai strategi dan kebijakan
keuangan yang telah ditetapkan.

MANFAAT Audit Manajemen Keuangan


1.

Deskripsi tentang ekonomisasi, efisiensi, dan efektivitas tata


kelola keuangan perusahaan saat ini.

2.

Kekurangan-kekurangan yang masih memerlukan perbaikan


dalam tata kelola keuangan perusahaan.

3.

Diperolehnya umpan balik untuk pencegahanterjadinya


kerugian karena kurang baiknya tata kelola keuangan
perusahaan.

Ruang Lingkup Audit


Secara lebih detail, ruang lingkup audit keuangan meliputi:
1. Ketepatan posisi organisasi manajemen keuangan dalam struktur organisasi
perusahaan dan kapabilitas SDM pada departemen keuangan.
2. Penetapan tugas, wewenang, dan tanggung jawab pada setiap fungsi
keuangan.
3. Prosedur dan pedoman tata kelola keuangan perusahaan.
4. Ketepatan keputusan dan kebijakan keuangan yang ditetapkan perusahaan
5. Tata kelola manajemen keuangan perusahaan

Pendekatan
Beberapa pendekatan yang sesuai dengan audit manajemen keuangan
antara lain:
Pengujian terhadap ketepatan kebijakan tata kelola keuangan
Penilaian keselarasan tujuan dan program manajemen keuangan
dengan tujuan perusahaan secara keseluruhan
Penilaian terhadap ekonomisasi, efisiensi, dan efektivitas
pelaksanaan program-program manajemen keuangan.

Metodologi
Beberapa teknik pengumpulan data yang sesuai meliputi:

Review terhadap dokumen-dokumen penting


Wawancara terhadap beberapa personel kunci
Audit di lokasi (observasi)

TUJUAN DAN FUNGSI


MANAJEMEN KEUANGAN
Mendapatkan dana yang tepat dalam jumlah
yang memadai
Meningkatkan profitabilitas
Penggunaan dana dengan tepat
Memaksimalkan nilai perusahaan

Untuk membantu perencanaan audit dan dalam menentukan area dan


prioritas dari audit, auditor harus mempertimbangkan risiko-risiko
berikut ini.
1. Aturan, wewenang, dan tanggung jawab khusus dalam manajemen
keuangan tidak secara jelas didokumentasikan dan dikomunikasikan.
2. Manajemen senior tidak menerima informasi keuangan yang akurat
dan tepat waktu sebagai dasar pengambilan keputusan berkaitan
dengan kalkulasi biaya dan progress dari masing-masing bagian
dalam pencapaian tujuan strategisnya
3. Kebijakan dan prosedur manajemen keuangan tidak stabil dan/atau
tidak secara konsisten diikuti atau dimonitori di kantor pusat,
cabang,and unit-unit operasional.
4. Struktur organisasi yang efektif berkaitan dengan tata kelola
manajemen keuangan tidak ditetapkan dan/atau tidak
dikomunikasikan secara tepat.

Audit Organisasi Manajemen


Keuangan
Pencapaian tujuan fungsi keuangan dalam perusahaan
sangat tergantung pada efektivitas organisasi manajemen
keuangan. Manajemen keuangan harus ditempatkan pada
posisi yang strategis dalam struktur organisasi yang efektif.
Menempatkan manajemen keuangan pada lapisan bawah
direksi menjadikan organisiasi tidak optimal dalam
memberikan kontribusinya pada keberhasilan perusahaan.

AUDIT ATAS KEPUTUSAN


INVESTASI

Empat unsur penting yang harus diperhatikan dalam keputusan


investasi adalah:
Jumlah investasi bersih yang dikeluarkan
Potensi keuntungan (arus kas masuk operasi bersih) yang
diperoleh
Periode waktu investasi untuk menghasilkan keuntungan (umur
ekonomis investasi)
Pemulihan modal pada akhir umur investasi (nilai akhir)

AUDIT ATAS KEPUTUSAN OPERASI


Berikut ini beberapa cara yang bisa dilakukan untuk mengendalikan pendapatan dan beban

yang membentuk laba:


1.

Siapkan laporan keuangan bulanan, gunakan untuk menganalisis kinerja dan bandingkan
bisnis dengan rata-rata industry

2.

Pahami keuntungan yang bisa diperoleh dari setiap barang dan/jasa yang dijual.

3.

Konsentrasi pada peningkatan penjualan yang sangat menguntungkan pada barang dan/
jasa

4.

Jangan memberikan diskonto pada produk yang marginnya rendah

5.

Jangan memberikan diskonto pada produk yang sangat menguntungkan kecuali diskonto
tersebut mendorong peningkatan penjualan dengan keuntungan minimal sama

6.

Identifikasi pengeluaran penting yang menjaga jalannya usaha, jangan dipotong biaya ini.

7.

Lakukan review terhadap proses bisnis untuk melihat beberapa beban yang bisa
dihilangkan secara penuh

8.

Review rencana penyusunan staf

9.

Pertahankan karyawan yang professional, ingat penggantian keryawan itu berbiaya mahal.

Jumlah Optimal Aset Lancar


Dua pertimbangan penting yang memengaruhi penentuan
jumlah asset lancar yang harus disediakan perusahaan adalah:
1) tingkat output yang akan dicapai, dan 2) tingkat laba (ROI)
yang diharapkan dari penggunaan asset lancar tersebut. Tingkat
optimal asset lancar yang paling produktif adalah ketersediaan
asset lancar pada tingkat minimum yang tidak mengganggu
operasional perusahaan.
Manajemen Kas
Manajemen kas menyangkut pengelolaan secara efektif dan
efisien sumber-sumber dan penggunaan kas. Laporan kas harian
sangat membantu manajemen mengatur pemenuhan kebutuhan
kas dalam operasional perusahaan dan memanfaatkan kelebihan
kas jangka pendek untuk menghindari inefisiensi

Beberapa kebijakan lain yang dapat diambil dalam


mengendalikan jumlah kas yang tepat antara lain:
1. Siapkan rencana arus kas secara regular
2. Tingkatkan kas melalui penjualan, tapi bukan penjualan
produk di bawah harga
3. Hanya membayar komisi penjualan pada saat penjualan
sudah diterima pembayarannya
4. Jangan sembunyikan permasalahan dari bank, sampaikan
lebih awal jika perusahaan membutuhkan tambahan dana
atau mengalami masalah arus kas.

Manajemen Piutang
Beberapa kebijakan yang bisa diambil untuk mengendalikan piutang antara lain:
Lakukan komunikasi secara regular dengan pelanggan, terutama pelanggan
yang memiliki utang kepada perusahaan
Buat analisis umur piutang
Negosiasikan pembayaran periodic jika hal tersebut dapat membantu untuk
menyelesaikan piutang kepada pelanggan yang telah jatuh tempo
Sebelum memberikan penjualan kredit kepada pelanggan, lakukan analisis
kredit dan sepakati jangka waktu yang tepat untuk pemberian kredit atas
penjualan.
Dorong pelanggan melakukan pembayaran segera dengan memberikan
beberapa keuntungan seperti potongan penjualan.

Manajemen persediaan
Beberapa kebijakan pengelolaan persediaan berikut ini bisa
dijadikan referensi dalam manajemen persediaan yang ekonomis,
efisien, dan efektif.
1) Setiap pembelian harus berdasarkan permintaan dari unit
penjualan
2) Tentukan batas maksimal dan diatas minimal persediaan
3) Pertahankan jumlah persediaan yang tepat untuk mengamankan
pasokan kepada pelanggan
4) Identifikasi persediaan termasuk kategori slow moving dan dead
stock , usahakan dijual walaupun dengan harga di bawah harga
normal.
5) Lakukan negosiasi dengan pemasok untuk mendapatkan kepastian
pasokan dalam jumlah yang fleksibel.
6) Lakukan perhitungan fisik persediaan secara periodic untuk
menentukan fisik persediaan yang benar dan menemukan
persediaan yang tidak sesuai dengan standar kualitas.

Audit atas Keputusan


Pendanaan
Kebijakan Pendanaan
Kebijakan pendaan berkaitan dengan pemilihan sumber pendanaan
yang paling ekonomis (biaya modal paling kecil dari berbagai
alternative yang ada) untuk memenuhi kebutuhan dana bagi
perusahaan, baik untuk aktivitas operasi maupun investasi.
Kebutuhan Dana
Secara umum kebutuhan dana bagi perusahaan dapat dikelompokkan
menjadi dua, yaitu 1) kebutuhan dana jangka pendek untuk memenuhi
kebutuhan operasional (modal kerja perusahaan), dan 2) kebutuhan
dana jangka panjang (investasi) untuk pengembangan perusahaan.

Sumber Dana
Sumber dana dikelompokkan menjadi dua sesuai dengan
tujuan penggunaannya, yaitu sumber dana jangka pendek
dan sumber dana jangka panjang. Sumber dana jangka
pendek dapat berupa utang usaha dari pemasok, utang
wesel, pinjaman bank jangka pendek, dan lain-lain.
Sementara sumber dana panjang meliputi utang jangka
panjang, saham preferen, saham biasa, leasing, pinjaman
bank jangka panjang, dan lain-lain.
Pertimbangan dalam Memilih Sumber Dana
Beberapa hal yang harus dipertimbangkan dalam pemilihan
sumber dana meliputi: (1) biaya incremental, (2) fleksibilitas,
(3) waktu, (4) pengendalian, dan (5) kemungkinan resiko.

Audit atas kebijakan Dividen


Perusahaan harus mempertimbangkan beberapa hal dalam pengambilan
keputusan berkaitan dengan pembagian dividen kepada pemegang
sahamnya. Hal tersebut antara lain:
1. Tingkat likuiditas saham
2. Rencana ekspansi
3. Ketentuan-ketentuan yang membatasi pembagian dividen