Anda di halaman 1dari 15

DAKWAH ISLAM DI NUSANTARA DAN ASAL

USUL MUHAMMADIYAH
Disusun Oleh Kelompok :
FIRMAN EFFENDI
TAMBANG TAMIMI

SEKOLAH TINGGI KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN


(STKIP)
MUHAMMADIYAH PRINGSEWU LAMPUNG
TAHUN 2016

A. Teori teori masuknya islam


ke indonesia
Sejarawan membuat tiga teori mengenai
siapa pembawa Islam ke Nusantara. Tiga teori
tersebut ialah sebagai berikut:
Teori Gujarat
Teori Mekkah
Teori Persia

B. Proses Perkembangan Islam


Dinusantara
pengertian proses masuk dengan berkembangnya
agama Islam di Indonesia, seperti berikut:
masa kedatangan Islam (kemungkinan sudah
terjadi sejak abad ke-7 sampai dengan abad ke-8
Masehi)
masa penyebaran Islam (mulai abad ke-13 sampai
dengan abad ke-16 Masehi, Islam menyebar ke
berbagai penjuru pulau di Nusantara)
masa perkembangan Islam (mulai abad ke-15
Masehi dan seterusnya melalui kerajaan-kerajaan
Islam).

LANJUTAN

penyebaran agama dan kebudayaan Islam di


Indonesia Disebarkan melalui berbagai
saluran, yaitu :
Saluran Perdagangan
Saluran Perkawinan
Saluran Tasawuf
Saluran Pendidikan
Saluran Seni Budaya
Saluran Dakwah

LANJUT
AN

Para Wali Sanga yang berjuang dalam


penyebaran agama Islam di berbagai daerah di
Pulau Jawa adalah sebagai berikut.
Maulana Malik Ibrahim
Sunan Ampel
Sunan Drajad
Sunan Bonang
Sunan Giri
Sunan Kalijaga
Sunan Kudus
Sunan Muria
Sunan Gunung Jati

C. Corak Islam Dinusantara


1. Corak dan Perkembangan Islam di
Indonesia Masa Penjajahan
Ditengah-tengah proses transformasi sosial
yang relatif damai itu, datanglah pedagangpedagang Barat, yaitu portugis, kemudian
spanyol, di susul Belanda dan Inggris.
Tujuannya adalah menaklukkan kerajaankerajaan Islam Indonesia di sepanjang pesisir
kepulauan Nusantara ini.

2. Gerakan dan Organisasi Islam


Akibat dari resep politik Islamnya Snouck
Hurgronye itu, menjelang permulaan abad xx umat
Islam Indonesia yang jumlahnya semakin bertambah
menghadapi tiga tayangan dari pemerintah Hindia
Belanda, yaitu: politik devide etimpera, politik
penindasan dengan kekerasan dan politik
menjinakan melalui asosiasi.
Namun, ajaran Islam pada hakikatnya terlalu
dinamis untuk dapat dijinakkan begitu saja. Dengan
pengalaman tersebut, orang Islam bangkit dengan
menggunakan taktik baru, bukan dengan
perlawanan fisik tetapi dengan membangun
organisasi

LANJUT
AN

Ada tiga perantara politik berikut ini yang


merupakan hasil bentukan pemerintah Jepang
yang menguntungkan kaum muslimin, yaitu:
Shumubu, yaitu Kantor Urusan Agama yang
menggantikan Kantor Urusan Pribumi zaman
Belanda.
Masyumi, yakni singkatan dari Majelis Syura
Muslimin Indonesia menggantikan MIAI yang
dibubarkan pada bulan oktober 1943.
Hizbullah, (Partai Allah dan Angkatan Allah),
semacam organisasi militer untuk pemudapemuda Muslimin yang dipimpin oleh Zainul
Arifin.

D. Kedatangan Dan Penjajahan


Bangsa Barat Di Nusantara
1. Sebab dan Tujuan Kedatangan Bangsa
Barat.
Secara umum kedatangan bangsa Eropa ke
Asia termasuk Indonesia dilandasi keinginan
mereka untuk berdagang (gold),
menyebarkan agama (glory), mencari
kemuliaan bangsa (gospel) & menyalurkan
jiwa penjelajah.

2. Kedatangan dan Terbentuknya


Kekuasaan Kolonial di Indonesia
Bangsa PortugiEkspedisi pertama untuk
mencari jalan langsung ke Indonesia dirintis
oleh Portugis & Spanyol. Bangsa lainnya :
Inggris, Prancis, Belanda melakukan
ekspedisi setelah kedua bangsa tersebut.
Bangsa Spanyol
Pelopor dari Spanyol yag mencari jalan
langsung ke Indonesia adalah Chritopher
Colombus, yang berlayar dengan 3 buah
kapal.

Bangsa Inggris
Kedatangannya dirintis oleh Sir Francis Drake & Thomas
Cavendish.
Pada thn 1579, Francis Drake berlayar ke Indonesia mengikuti
jalur yang dilalui Magelhaens dan berhasil membawa rempah2 dari
Ternate kembali ke Inggirs lewat Samudra Hindia.
Selanjutnya, ekspedisi dilanjutkan oleh Thomas Cavendish melalui
jalur yang sama.
Bangsa Belanda
Van Neck adalah armada Belanda yang pertama kali berusaha
mencapai Indonesia, tapi gagal.
Pada thn 1595, armada Belanda pimpinan Cornelis de Houtman &
Pieter Kaizer berangkat menuju Indonesia. Mereka menyusuri
pantai barat Afrika & sampai ke Tanjung Harapan. Kemudian
mereka melewati Samudra Hindia & masuk ke Indonesia melalui
Selat Sunda, lalu tiba di Banten.
Dari Banten, mereka ingin ke Maluku untuk membeli rempah2, tapi
mereka gagal. Cornelis de Houtman kembali ke negrinya thn
1597 & disambut sebagai penemu jalan ke Indonesia.

4. Pengaruh Kebijakan Pemerintah


Kolonial terhadap Rakyat Indonesia
a) Terhadap Kehidupan Ekonomi
Kebijakan monopoli yang telah diterapkan
sejak Portugis hingga Belanda mendatangkan
kesengsaraan bagi rakyat, karena rakyat tidak
memiliki kebebasan untuk menjual/menentukan
harga hasil panen.
Seluruh hasil panen dijual pada pemerintah
kolonial dan pemerintah menentukan harga
yang menguntungkan bagi mereka bukan bagi
rakyat.

b. Terhadap Kehidupan Politik


Penguasa lokal seperti raja, sultan, adipati tidak
memiliki kekuasaan karena sering dicampuri
urusannya oleh pemerintah kolonial. Hal ini
berakibat pada adanya pembagian hak monopoli
untuk pemerintah colonial
c. Terhadap Kehidupan Sosial
Munculnya kasta berdasarkan golongan :
Kelompok Masyarakat Eropa (kaum kolonial) :
memiliki hak tertentu seperti dilayani
Kelompok Masyarakat Bangsawan :
terdiri dari keluarga istana & pegawai pemerintah
colonial
Kelompok Masyarakat Jelata

d. Terhadap Kehidupan Budaya


Kedatangan bangsa Barat ke Indonesia
menimbulkan akulturasi, terutama di Jawa.
Budaya mereka berpengaruh pada budaya
lokal.
Dalam masyarakt pribumi di kalangan
bangsawan muncuk tradisi dansa. Banyak
tradisi lokal yang luntur akibat campur tangan
Belanda.

5. Perbedaan Pengaruh Kolonial DaerahDaerah di Pulau Jawa & Luar Pulau Jawa
Kedatangan Bangsa Barat ke Indonesia
dipusatkan pada aspek ekonomi, yaitu untuk
menguasai sentra2 produksi & jalur pemasaran.
Pengaruh pemerintahan Portugis sangat
dirasakan di daerah rempah2 seperti Maluku,
Samudra Pasai & Minangkabau. Portugis berhasil
memonopoli perdagangannya. Sedangkan
daerah2 lain Portugis gagal memonopoli
perdagangannya.