Anda di halaman 1dari 27

Penyakit

Parkinson dan
Penatalaksanaa
nya

Skenario

Seorang lak-laki berusia 57 tahun, datang ke


Poliklinik dengan keluhan sulit untuk memulai
berjalan dan badan terasa kaku serta tangan
kiri gemetar terutama bila istirahat sejak 2
tahun terakhir. Pasien masih bisa berjalan dan
belum pernah terjatuh. Aktifitas sehari-hari
masih bisa dilakukan sendiri.

Rumusan Masalah

Laki laki usia 57th dengan keluhan sulit


memulai untuk jalan dan bada terasa kaku
serta tangan gemetar sejak 2 th lalu.

Mind Map

Etiologi
Etiologi

Epidemiolo
Epidemiolo
gi
gi

Manifestasi
Manifestasi
Klinis
Klinis

DD
DD

WD
WD

Terapi
Terapi

PP
PP

Komplikasi
Komplikasi

PF
PF

Anamnesis
Anamnesis

Patofisiologi
Patofisiologi

Prognosis
Prognosis

RM

Edukasi
Edukasi

Hipotesis

Laki- laki berusia


penyakit parkinson

57th

tersebut

terkena

Anamnesis

Riwayat penyakit sekarang:

Sudah berapa lama kedua


tangannya gemetar?

Apakah tangan gemetar saat


diistarahatkan atau saat
mempertahankan posisi atau akhir
gerakan?

Apakah ada kesulitan dalam


berjalan?

Apakah merasa tangan sulit


digerakan?

Apakah badan terasa kaku dan sulit


digerakan?

Apakah sulit berhenti atau berbelok


saat berjalan?

Apakah ada rasa ingin jatuh saat


berhenti berjalan?

Apakah ada rasa kesemutan?

Apakah sering lupa atau berespon


lambat?

Riwayat penyakit dahulu:


Apakah sebelumnya pernah
mengalami hal yang sama?
Apakah sebelumnya pernah
mengkonsumsi obat obat
tertentu?
Apakah sebelumnya pernah
mengalami trauma kepala?
Apakah sebelumnya pernah
mengidap penyakit tertentu yang
sistemik atau menyerang otak?
Riwayat penyakit keluarga:
Apakah di keluarga ada yang
mengalami hal yang sama?

Pemeriksaan Fisik

Kesadaran
Keadaan Umum
TTV
Inspeksi
Palpasi
Perkursi
Auskultasi

Pemeriksaan Fisik (2)

Kesadaran : Compos Mentis


Keadaan umum : Tampak sakit sedang
TTV : TD 120/80 mmHg, FN 78x/menit, FP
20x/menit, Suhu 370C
Mata : pupil isokor, 3mm/3mm, reflek cahaya
langsugn dan tidak langusng +/+
paru-paru : SN vesikuler, Rh -/-, Wh -/Jantung : BJ 1-2 reg, Gallop (-), Mur-mur (-)
Abdomen : supel, datar, BU (+) Normal
Ekstremitas : hangat

Pemeriksaan Fisik
Pemeriksaan
(3)

MOTORIK
Kanan

Kiri

Pergerakan

Normal

Normal

Motorik eks
atas

5555

5555

Motorik eks
bwh

5555

5555

Refleks
fisiologis

Normal

Normal

Refleks
patologis

(-)

(-)

Tonus tangan

Rigiditas
(+)

Tonus kaki

Rigiditas
(+)

neurologis
Kaku kuduk (-)
Nervus Kranial :
Normal
Resting tremor (+) pd
tangan kiri terutama
jari2 tangan
Cogwheel
phenomenon (+)

Pemeriksa Penunjang

Laboratorium

DPL : Hb 12,8 g/dl, Ht 38%, leukosit 7000 u/L,


Trombosit 242.000 u/L
TSH, T3, T4 dalam batas normal
Radiologi

CT scan otak : Normal

Diagnosis Kerja

Parkinson disease grade 1


Penyakit Parkinson (paralysis agitans) atau
sindrom Parkinson (Parkinsonismus) merupakan
suatu penyakit/sindrom karena gangguan pada
ganglia basalis akibat penurunan atau tidak
adanya pengiriman dopamine dari substansia
nigra ke globus palidus/ neostriatum (striatal
dopamine deficiency).


Kriteria klinis: Dijumpai 2 dari 3 tanda kardinal
(tremor, rigiditas, bradikinesia) atau 3 dari 4
tanda kardinal (termasuk instabilitas postural)
Kriteria Koller: Dijumpai 2 dari 3 tanda kardinal
dan respon positif terhadap levodopa
Kriteria Hughes:
Possible : 1 dari 3 tanda kardinal
Probable : 2 dari 4 tanda kardinal
Definite : 3 tanda kardinal

Gejala dan tanda terdapat pada satu sisi, ringan, terdapat gejala yang
Stadium mengganggu tetapi tidak menyebabkan kecacatan. Biasanya tremor
pada satu anggota gerak. Ekspresi wajah pasien yang seperti topeng.
1

Gejala dan tanda terjadi bilateral, postur tubuh yang mulai bungkuk
Stadium kedepan, dan gaya berjalannya melambat dengan langkah kecil dan
sukar membalikkan badan.
2

Gangguan gaya berjalannya sudah sangat tampak sekali dan juga


Stadium keseimbangan saan berjalan/berdiri mulai terganggu.
3

Gejala semakin memberat, dapat berjalan dengan jarak tertentu,


Stadium disabilitas jelas tampak, dan mulai sering jatuh
4

Terjadi kecacatan total sehingga pasien sudah tidak mampu berdiri


Stadium sendriri ataupun berjalan sendiri, bicara tidak jelas, dan lebih sering
terbaring di tempat tidur
5

Diagnosis Banding

Penyakit Parkinson Sekunder


Penyakit Parkinson sekunder merupakan penyakit Parkinson yang
diakibatkan oleh tumor otak, radang otak, trauma, atau dari
pemakaian obat-obat tertentu.
Hidrosefalus normotensif
NPH merupakan salah satu communicating hydrocephalus, timbul
pada usia lanjut. NPH seringkali merupakan komplikasi dari trauma
kepala dan perdarahan subarachnoid. Pasien dengan NPH mempunyai
cairan di dalam otak yang tidak mengalir dengan sempurna, memberi
gejala seperti kesulitan berjalan, sulit berpikir, kehilangan kontrol pada
vesika urinaria. NPH didiagnosa melalui pemeriksaan fisik, punksi
lumbal, dan neuroimaging.4
.

Etiologi

Kebanyakan penyakit Parkinson merupakan


kasus idiopatik, akan tetapi ada beberapa
faktor resiko yang telah diidentifikasikan,
seperti berikut:4
Usia
Geografi
Periode
Genetik
Faktor Lingkungan

Epidemiologi

Penyakit Parkinson terjadi di seluruh dunia, jumlah


penderita antara pria dan wanita hampir seimbang. 5-10%
orang yang menderita penyakit Parkinson, gejala awalnya
muncul sebelum usia 40 tahun, tapi rata-rata menyerang
penderita pada usia 65 tahun. Secara keseluruhan,
pengaruh usia pada umumnya mencapai 1 % di seluruh
dunia dan 1,6 % di Eropa, meningkat dari 0,6 % pada usia
60-64 tahun sampai 3,5 % pada usia 85-89 tahun. Di
Amerika Serikat, ada sekitar 500.000 penderita Parkinson,
dengan sekitar 50.000 ke 60.000 orang terdiagnosa baru
setiap tahun. Angka tersebut meningkat setiap tahun
seiring dengan populasi umur penduduk Amerika.

Patofisiologi

Patofisiologi

1.

Teori ketidakseimbangan saraf dopaminergik dangan saraf


kolinergik
Korpus striatum selain menerima persarafan dopaminergik
yang datang dari substansia nigra, juga dipersarafi oleh saraf
kolinergik
dengan
asetilkolin
(
AKA
)
sebagai
neurotransmiternya, pengaruh dari striatum terhadap fungsi
motorik korteks ditentukan oleh kegiatan kedua saraf tersebut.
Bila mana kegiatan dopaminergik meningkat dan atau kegiatan
kolinergik menurun maka pengaruh dopaminergik akan
dominan
shgtimbullah
gejala
hiperkinesia,
sebaliknya
jikakegiatan dopaminergik menurun dan atau kolinergik
meningkat maka pengaruh kolinergik akan dominan shg
timbullah gejala hipokinesia (sindroma parkinson )


2. Teori ketidakseimbangan jalurlangsung danjalur tidak
langsung,
Baik jalur langsung maupun tidak langsung keduanya akan
bermuara keGPi / SNr dansalanjutnya dari sini akan mengeluarkan
output menuju talamus dan korteks, bila masukan dari keduanya
seimbang maka outputnya pun akan seimbang pula sehingga
tidak timbul kelainan gerakan motorik.Akan tetapi manakala
terjadi hiperaktifjalur langsung atauhipoaktif jalur tak langsung
maka
output
dariGPi
dan
SNrke
arah
talamokorteks
akanmenurun maka akan terjadi gerakan hiperkinesia.Sebaliknya
jika terjadi hipoaktifitas jalur langsung dan hiperaktifitas jalurtak
langsung maka keluaran dari Gpi dan SNrakan meningkat
makaterjadi gerakan hipokinesia / sindroma parkinson.

Manifestasi Klinis

Terdapat empat tanda kardinal yang merupakan


manifestasi klinik dari penyakit Parkinson.
Keempat-empat tanda kardinal ini merupakan
kelainan motorik.
Bradikinesia
Rigiditas
Tremor
Instabilitas postural

Penatalaksanaan

Farmakologi
Bekerja pada sistem dopaminergik
L-dopa
MAO & COMT inhibitor
Dopamin agonis
Bekerja pada sistem kolinergik
thrihexyphenidyl
biperidon (akineton)
orphenadrine (disipal)
procyclidine (kamadrin)
Bekerja pada sistem glutamatergik
amantadine
memantine
remacemide

Non Farmakologi

Terapi fisik
Terapi okupasi
Terapi bicara
Psikoterapi
Alat bantu jalan

Komplikasi

Dekubitus (luka lecet dibokong, tumit, punggung


akibat lama tertekan),
Malnutrisi,
Luka karena terjatuh,
Radang paru akibat kesedot makanan/minuman,
Gangguan BAB (buang air besar) dan BAK (buang
air kecil),
Gangguan fungsi seksual,
Depressi,
Demensia

Prognosis

. Penyakit Parkinson sendiri tidak dianggap


sebagai penyakit yang fatal, tetapi berkembang
sejalan dengan waktu. Rata-rata harapan hidup
pada pasien Parkinson pada umumnya lebih
rendah dibandingkan yang tidak menderita
penyakit Parkinson.
Tidak ada cara yang tepat untuk memprediksikan
lamanya penyakit ini pada masing-masing
individu. Dengan pengendalian yang tepat,
kebanyakan pasien penyakit Parkinson dapat
hidup produktif beberapa tahun setelah diagnosis.

Kesimpulan

Penyakit Parkinson merupakan penyakit kronis


yang membutuhkan penanganan secara holistik
meliputi berbagai bidang. Pada saat ini tidak ada
terapi untuk menyembuhkan penyakit ini, tetapi
pengobatan dan operasi dapat mengatasi gejala
yang timbul. Obat-obatan yang ada sekarang
hanya
menekan
gejala-gejala
parkinson,
sedangkan perjalanan penyakit itu belum bisa
dihentikan sampai saat ini. Sekali terkena
parkinson, maka penyakit ini akan menemani
penderita sepanjang hidup.