0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
1K tayangan41 halaman

Slide Well Control Akamigas

Dokumen tersebut membahas tentang konsep-konsep dasar well control seperti tekanan hidrostatik, gradien, pipa U, tekanan swab, tekanan surge, dan perbedaan cabut basah dan cabut kering. Secara singkat, dokumen tersebut menjelaskan cara menghitung tekanan di dasar sumur berdasarkan berbagai faktor seperti berat jenis lumpur, kedalaman, dan volume lumpur.

Diunggah oleh

Mahpud Hadiwijaya
Hak Cipta
© © All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PPTX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
1K tayangan41 halaman

Slide Well Control Akamigas

Dokumen tersebut membahas tentang konsep-konsep dasar well control seperti tekanan hidrostatik, gradien, pipa U, tekanan swab, tekanan surge, dan perbedaan cabut basah dan cabut kering. Secara singkat, dokumen tersebut menjelaskan cara menghitung tekanan di dasar sumur berdasarkan berbagai faktor seperti berat jenis lumpur, kedalaman, dan volume lumpur.

Diunggah oleh

Mahpud Hadiwijaya
Hak Cipta
© © All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PPTX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

WELL CONTROL

TEKANAN
Penekanan di matematika dan perhitungan, sedangkan
perhitungan

pada

well

control

sangat

sederhana.

Selanjutnya kita belajar menghitung BHP (Bottom Hole


Pressure=Tekanan di Dasar Lubang), Tekanan Hidrostatik
(Tekanan lumpur pada Kondisi Diam), Gradien, Volume
dan Gaya.

Di industri Perminyakan (pengeboran) ketika menghitung tekanan,


biasanya tekanan dihubungkan dengan lumpur, sekarang mari kita
bahas mengenai lumpur yang diam.
Lumpur yang diam menghasilkan tekanan yang dinamakan Tekanan
Hidrostatik.

hidro (lumpur) statik (diam)

PSIhidrostatik = Berat lumpur ppg x 0.052 x Tinggi Vertikal lumpur

1
1

Berat
lumpur
0

lb

Tekanan / pressure
Total gaya ke bawah sebesar 3 lbs tapi apakah ini tekanan / pressure?

1 lb

1 lb

1 lb

BUKAN!
23
0
1

lb

Tekanan
Gaya ke bawah sebesar 3 lbs dirasakan
oleh total area permukaan 1 in2. Apakah
ini tekanan?

1 lb

Gaya
Luas

1 lb
1 lb
1

1
3
02

lb

3 lbs
1 in2

YA!

= 3 psi

Gradien
Kerapatan lumpur diukur dalam pound per galon (ppg) kalikan dengan 0.052
didapatkan tekanan hidrostatik (psi). Tekanan hidrostatik untuk tiap satu kaki
lumpur disebut gradien tekanan (G) lumpur atau perubahan tekanan per
kaki (psi/ft).

Gradienpsi/ft = Berat lumpur ppg x 0.052 x 1ft


Jika 0.052 galon kontainer diisi 10 ppg lumpur, berapa tekanan yang ada?

10ppg x 0.052gal/sq. in./ft = Tekananft


10 x 0.052
= 0.52 psift
1 ft. = 0.052 gal.

Artinya untuk setiap kaki lumpur di sumur, tekanan akan meningkat


0.52 psi. Karena, Gradienpsi/ft x TVDft = Tekanan hidrostatikpsi

Persamaan Tekanan
Tekanan Hidrostatik (psi) = MW (ppg) X 0.052 X Kedalaman (ft)
HP = PPG X 0.052 X TVD
Tekanan Hidrostatik(psi) = Gradien (psi/ft) X Kedalaman (ft.)
HP = G X TVD
Gradien (psi/ft) = Berat Lumpur (ppg) X 0.052
G = MW X 0.052
Berat Lumpur Ekuivalen (ppg) = Gradien (psi/ft) 0.052
EMW = G 0.052 or EMW = Press. TVD 0.052
Gradien (psi/ft.) = Tekanan (psi) Kedalaman (ft.)
G = P TVD

Tekanan di Dasar = Tekanan Hidrostatik + Pembaca Tekanan

Kapasitas
Untuk menghitung kapasitas lumpur di antara pipa dan casing (Kapasitas
Annulus), persamaan yang digunakan: (ID2 - OD2) 1029.4 = bbl/ft
8.68 ID Casing

(ID2 - OD2) 1029.4 = bbl/ft


(8.682 - 52) 1029.4 =
[(8.68 x 8.68) - (5 x 5)] 1029.4 =
50.34 1029.4 = 0.0489 bbl/ft

5 OD pipa

1 ft bbl
0.0489
lumpur
of pipe

Tekanan Formasi
Setiap tekanan formasi di atas atau di bawah gradient
ini disebut dengan tekanan abnormal (abnormal
pressure).
Penyimpangan ini dapat lebih kecil dari 0,465 psi/ft
(subnormal pressure) atau lebih besar dari 0,465
psi/ft (over pressure).
Pada umumnya tekanan subnormal tidak banyak
menimbulkan problema pemboran jika dibandingkan
dengan over pressure.

TEKANAN FORMASI
8.4-8.9 ppg adalah Tekanan Formasi Normal
Tekanan Formasi Over Pressure lebih besar dari 8.9 ppg
Tekanan Formasi Subnormal lebih kecil dari 8.4 ppg
Meningkatnya berat spons, lumpur
tertekan ke luar.
Jika dibuat lubang di dasar spons,
tidak ada sesuatu terjadi.

Jika spons dibungkus plastik (ditutup)


maka lumpur tidak dapat ke luar dan
tertekan oleh berat spons di atasnya.
Jika anda membuat lubang di dasar
spons, akan terjadi semburan ke luar

Apa yang terjadi jika fluida dalam annulus lebih berat daripada
fluida di dalam string?

Fluida yang lebih berat di annulus menekan ke


bawah sehingga mengalir ke dalam string, fluida
yang lebih ringan di dalam string terdesak mengalir
ke permukaan. Level dari fluida di annulus akan
turun, karena kesetimbangan tekanan.

Pipa U
Ketika mengebor sumur, kita menghadapi efek Pipa U.

Workstring dan
annulus membentuk
U-tube.

10,000 kaki

Pembaca tekanan =
Tekanan di Dasar.

Pipa U

Jika kita mengisi tabung


kaca dengan lumpur
beratnya 9.6 ppg ke mana
lumpur bergerak dan
berapa pembaca tekanan?
10 ft

9.6ppg x 0.052 x 10ft =

Pipa U
Dua kolom lumpur yang berhubungan di dasar akan seimbang pada kondisi
statik.

Jika kita memasukan


lumpur beratnya 12 ppg di
tabung apa yang akan
terjadi dan berapa
pembaca tekanan?
10 ft

= 12ppg x 0.052 x 10ft

Praktek Pipa U
Hitung Tekanan di Dasar!
AIR

1,500 ft - 13.6 ppg


13.6 x 0.052 x 1,500 = 1060 psi
10.2 ppg

4,000 ft - 10.2 ppg


10.2 x 0.052 x 4000 = 2122 psi

6000 ft

10.2 x 0.052 x 6,000 = 3182 = (1060) + (2122)

6000 ft TVD

Praktek Pipa U
Hitung Tekanan di Dasar!

1,000 ft - 10 ppg
10 x 0.052 x 1000 = 520

5,500 ft - 10 ppg
10 x 0.052 x 5,500 = 2860

5,000 ft - 9.6 ppg


9.6 X 0.052 x 5,000 = 2496

6000 ft

520 + 2496 =

3016

500 ft - 6 ppg
6 x 0.052 x 500 = 156
= 2860 + 156

6000 ft TVD

Pengisian Slug

Praktek
Pipa U

Slug adalah lumpur yang mempunyai berat jenis lebih


besar 3 4 ppg dari berat jenis lumpur yang ada di
dalam lubang.
Tujuan pengisian slug adalah untuk mengosongkan
drill pipe sepanjang yang diinginkan di bawah rotary
table saat mencabut rangkaian pemboran.

Praktek
Pipa U
Menghitung berapa banyak slug yang turun!
6000 - 4628 - 1200 = 172 ft

1,200 ft - 12 ppg
12 x 0.052 x 1200 = 749 psi

6,000 ft - 10.5 ppg


10.5 x 0.052 x 6000 = 3276 psi
3276 - 749 = 2527 psi
2527 0.052 10.5 = 4628 ft

6000 ft

6000 ft TVD
3276

Jika kedua kolom lumpur tidak seimbang dan lumpur tidak ada
yang ke luar, tekanan akan terjadi.

Praktek
Pipa U

= Pembaca Tekanan.

6,000 ft - 10 ppg

6,000 ft - 12.5 ppg

6000 ft

BHP =

6000 ft TVD

780
Pembaca Tekanan Permukaan =
3900 - 3120 = 780 psi

6,000 ft - 10 ppg

6,000 ft - 12.5 ppg

JIKA:
10 x 0.052 x 6000 =
3120 psi

JIKA:
12.5 x 0.052 x 6000 =
3900 psi

6000 ft

Maka BHP = 3900

Tekanan Swab
Pada kondisi statik, tekanan di dasar = tekanan hidrostatik.
Saat pipa dicabut, gesekan menyebabkan tekanan
swab yang arahnya ke atas.
10 ppg

Tekanan Swab

BHP = 10,000 X 10 X 0.052 = 5,200 psi


Tekanan Formasi = 5,100 psi
10,000 ft

Tekanan Swab
Jika tekanan swab melebihi dari batas atas
keadaan seimbang, lumpur formasi akan
masuk ke dalam sumur.
Pada contoh ini, tekanan swab lebih 50 psi dari
batas atas keadaan seimbang. Ini menyebabkan
lumpur formasi masuk sumur.

10 ppg

Tekanan Swab = 150 psi

BHP = (10,000 X 10 X 0.052) - 150 psi = 5,050 psi


Tekanan Formasi = 5,100 psi
10,000 ft

Tekanan Swab
Ketika gerakan pipa dihentikan, gesekan hilang
dan di atas seimbang kembali.
10 ppg

Meskipun di atas seimbang kembali, lumpur yang


ter-swab masih tetap ada di dalam sumur.
Influks ini menyebabkan sedikit migrasi atau tidak
sama sekali dan tidak ada ekspansi. Cek aliran tidak
akan menunjukkan aliran.

TETAPI ADA KICK DI DALAM SUMUR!!

BHP = 10,000 X 10 X 0.052 = 5,200 psi


Tekanan Formasi = 5,100 psi
10,000 ft

Tekanan Swab
Faktor yang menyebabkan tekanan swab:
Ruang bebas
Kekuatan Gel Lumpur (gel strength)

10 ppg

Kecepatan mencabut pipa


Panjang Drill string

10,000 ft

Tekanan Surge
Tekanan Surge adalah gaya ke bawah yang muncul akibat
diturunkannya drill string dan menyebabkan gesekan
karena lumpur dibuang keluar lubang. Tekanan surge
meningkatkan BHP.
10 ppg

Faktor yang menyebabkan tekanan surge:


Ruang bebas
Kekuatan Gel Lumpur (Gel Strength)
Kecepatan gerakan pipa
Panjang Drill string
Tingginya tekanan surge dapat mengakibatkan
pecahnya formasi dan kehilangan sirkulasi.
Tekanan Surge = 150 psi

10,000 ft

Pengertian Cabut Basah dan Cabut Kering


Disaat mencabut rangkaian, lumpur akan mengisi ruang yang
akan ditinggalkan oleh pipa yang dicabut.
Bila lupa atau terlambat mengisi lumpur kedalam lubang,
maka :

Volume lumpur di dalam lubang akan berkurang.

Tinggi kolom lumpur di dalam lubang akan berkurang.

Tekanan hidrostatik lumpur di dasar lubang berkurang.

Dalam mencabut rangkaian pipa pemboran dikenal dua istilah,


yaitu : Cabut Basah dan Cabut Kering.

Persamaan yang umum digunakan dalam Cabut Basah dan


Cabut Kering :
1.

Drill Pipe Displacement (DPdisp) =


(ODdp2 IDdp2) : 1029.4

2.

Drill Pipe Capacity (DPcap) = 0.00097 x IDdp2

3.

Annular Capacity (Anncap) = 0.00097 x (IDc2 ODdp2)

4.

Casing Capacity (Cascap) = 0.00097 x IDc2

5.

Pengurangan Volume Lumpur Dalam Lubang :


0.00097 x L x ODdp2 (cabut basah)

Vol =

atau :
Vol = L x DPdisp (cabut kering)
6.

Pengurangan Tinggi Kolom Lumpur Dalam Lubang :


h = Vol / Anncap (cabut basah)
atau :
h = Vol / (Anncap + DPcap)

(cabut kering)

atau :
h = Vol / 0.00097 ((IDc2 ODdp2 + IDdp2)
kering)

(cabut

7.

Pengurangan Tekanan Hidrostatik Lumpur di


Dasar Lubang (Ph) :
Ph = MW x 0.052 x h

Cabut Basah (Wet Pull)


Kondisi dimana saat mencabut rangkaian
pemboran lumpur ikut terangkat di dalam rangkaian
yang dicabut.
Saat melepaskan sambungan lumpur akan tumpah
di atas rotary table.
Kondisi yang terlihat pada saat cabut basah :

Lumpur di dalam rangkaian yang dicabut ikut


terangkat ke permukaan.

Lumpur di annulus turun.

Cabut basah terjadi apabila :

Rangkaian memakai DP Float (Bit Float Valve)


yang dipasang di atas bit.

Bit mempunyai ukuran nozzle yang kecil.

Pengurangan volume lumpur pada saat cabut


basah disebabkan :

Volume lumpur displacement drill pipe yang


diangkat atau dicabut.

Volume lumpur yang


rangkaian yang dicabut.

terangkat

di

dalam

Perhitungan Cabut Basah :


1.

Drill Pipe Displacement

2.

Drill Pipe Capacity

3.

Annular Capacity

4.

Casing Capacity

5.

Pengurangan Volume Lumpur dalam Lubang

6.

Pengurangan Tinggi Kolom Lumpur dalam Lubang

7.

Pengurangan Tekanan Hidrostatis di Dasar Lubang

Drill Pipe 5 OD, 4.276 ID, 1 stand = 90 ft. Dicabut basah 12


stands. Casing yang sudah terpasang 9-5/8 OD, 9.1 ID. Berat
jenis lumpur di dalam lubang adalah 11 ppg.
Berapakah :

0.0065 bbl/ft

a.

Drill Pipe Displacement?

b.

Drill Pipe Capacity?

c.

Casing Capacity?

d.

Annular Capacity?

e.

Penurunan Volume Lumpur di Dalam Lubang?

f.

Penurunan Tinggi Kolom di Dalam Lubang?

g.

Penurunan Tekanan Hidrostatis Lumpur di Dasar Lubang?

267 psi

0.0177 bbl/ft
0.0803 bbl/ft
0.0561 bbl/ft
26.19 bbl
466.85 ft

Penyelesaian :
a.

DPdisp = 0.00097 (52 4.2762) = 0.0065 bbl/ft

b.

DPcap = 0.00097 (4.2762) = 0.0177 bbl/ft

c.

Cascap = 0.00097 (9.12) = 0.0803 bbl/ft

d.

Anncap = 0.00097 (9.12 - 52) = 0.0561 bbl/ft

e.

Vol = 0.00097 (52) x 12 x 90 = 26.19 bbl

f.

h = 26.19 / 0.0561 = 466.85 ft

g.

Ph = 11 x 0.052 x 466.85 = 267 psi

Drill Pipe 5 OD, 4.276 ID, 1 stand = 90 ft. Dicabut basah.


Casing yang sudah terpasang 9-5/8 OD, 9.1 ID. Berat jenis
lumpur di dalam lubang adalah 11 ppg. Bila penurunan tekanan
hidrostatis lumpur di dasar lubang yang diperbolehkan adalah
65 psi. Berapakah jumlah stands maksimum Drill Pipe dicabut
sebelum mengisikan lumpur ke dalam lubang? 2 stands
Penyelesaian :
a. h = 65 / 0.052 x 11 = 113.6 ft
b. Vol = 113.6 x 0.0561 = 6.38 bbl
c. L = 6.38 / (0.00097 x 52) = 263.42 ft
d. Jumlah stands maksimum DP yang boleh dicabut sebelum
mengisi lumpur ke dalam lubang :
263.42 / 90 = 2.9 stands 2 stands

Cabut Kering (Dry Pull)


Kondisi dimana saat mencabut
rangkaian
pemboran, lumpur tidak ikut terangkat di dalam
rangkaian yang dicabut.
Saat melepaskan sambungan rangkaian pemboran
lumpur tidak ada yang tumpah di atas rotary table.

10 stands (1 stand = 90 ft) Drill Pipe 5 OD, 4.276 ID dicabut


kering. Berat jenis lumpur di dalam lubang 11 ppg. Data yang
diketahui yaitu : Drill Pipe capacity 0.0177 bbl/ft, Casing
capacity 0.08033 bbl/ft dan Annular capacity 0.0561 bbl/ft.
Berapakah :
a. Penurunan volume lumpur yang diperbolehkan di dalam
lubang? 5.94 bbl
b. Penurunan tinggi kolom lumpur di dalam lubang? 80.48 ft
c. Penurunan tekanan hidrostatis di dasar lubang? 46.03 psi

Penyelesaian :
a.

Vol = L x (Cas cap Ann cap DP cap)


= 10 x 90 x (0.08033 - 0.0561 0.0177)
= 5.94 bbl

b. h = Vol / (Ann cap + DP cap)


= 5.94 / (0.0561 + 0.0177)
= 80.48 ft
c. Ph = MW x 0.052 x h
= 11 x 0.052 x 80.48
= 46.03 psi

Drill Pipe 5 OD, 4.276 ID, 1 stand = 90 ft dicabut kering.


Casing yang sudah terpasang 9-5/8 OD, 9.1 ID. Berat jenis
lumpur di dalam lubang 11 ppg. Bila penurunan tekanan
hidrostatis di dasar lubang yang diperbolehkan 65 psi.
Berapakah :
1.

Penurunan tinggi kolom lumpur maksimum di dalam lubang?


113.6 ft

2.

Penurunan volume lumpur maksimum di dalam lubang?


8.36 bbl

3.

Panjang maksimum DP dicabut sebelum mengisikan lumpur


ke dalam lubang? 1289.23 ft

4.

Jumlah stands maksimum DP dicabut sebelum mengisikan


lumpur ke dalam lubang? 14 stands

Penyelesaian :
1.

Ph = MW x 0.052 x h
h = Ph : (MW x 0.052)
h = 65 : (11 x 0.052) = 113.6 ft

2.

h = vol : (0.0561 + 0.0177)


vol = h : (0.0561 + 0.0177)
vol = 113.6 : 0.0738 = 8.36 bbl

3.

vol = 0.00097 (OD2 ID2) x L


L = vol : (0.00097 (OD2 ID2))
= 8.36 : (0.00097 (52 4.2762)) = 1289.23 ft

4.

L = 1289.23 : 90 = 14 stands

Kesimpulan
1.

Cabut basah mempunyai resiko yang besar untuk


terjadi kick.

2.

Agar mencabut drill pipe betul-betul kering, sering


dibuat rangkaian drill pipe di bawah rotary table
dikosongkan terlebih dahulu beberapa batang
sebelum dilakukan pencabutan drill pipe.
Caranya adalah dengan memompakan slug ke
dalam rangkaian pemboran.

Anda mungkin juga menyukai