Anda di halaman 1dari 27

BAB I

PENDAHULUAN

1.1. Latar Belakang Masalah

Salah satu kegiatan pemboran adalah operasi pemancingan. Operasi

pemancingan adalah kegiatan memancing (fishing) barang-barang yang

terlepas dan tertinggal didalam lubang. Peralatan yang tertinggal didalam

lubang bor disebut “fish”. Fish yang tertinggal atau jatuh dalam lubang bor

harus diambil karena kalau tidak diambil akan mengganggu kelancaran

operasi pemboran selanjutnya.

Jenis-jenis ikan secara umum dapat dikelompokkan seperti pipa bor atau

pahat yang terjepit, pipa bor yang lepas atau patah, bit yang terlepas

seluruhnya atau sebagian jatuh kedalam lubang bor, casing yang terjepit,

pecah atau lepas, kabel REDA atau kabel logging yang putus, serta hand-tools

lainnya yang terjatuh kedalam lubang bor. Pada proses fishing tersebut, jenis,

ukuran, bentuk ikan, situasi dan kondisi lubang bor akan banyak menentukan

cara pemancingan serta alat yang diperlukan.

Sebelum operasi pemancingan dimulai, kita harus menentukan dulu

perincian serta ciri-ciri dari ikan tersebut serta kajian kenapa “fish” tersebut

bisa sampai mengalami kejadian tersebut. Fishing job terjadi akibat beberapa

faktor, diantaranya karena faktor manusia, open hole testing, faktor formasi,

faktor deviation, dogleg, crooked hole dan faktor kegagalan mekanis. Faktor

kegagalan mekanis dapat berupa kegagalan pompa, kegagalan peralatan

pengangkat, kegagalan peralatan bawah permukaan.


Untuk operasi pemancingan, peralatan yang digunakan disebut “fishing

tools”. Fishing tool secara keseluruhan terbagi atas alat pancing itu sendiri

dan alat-alat pembantu untuk melaksanakan operasi pemancingan, termasuk

alat safetynya agar rangkaian pancing tersebut tidak “stuck” dengan

sendirinya. Fishing tool berdasarkan cara pengambilan fishnya ada yang

mengambil, dari dalam dan dari luar fish. Alat pancing dari dalam dan luar

fish ada yang bersifat “mati” dan “hidup”.

Fishing tools berdasarkan cara kerjanya dapat mengeluarkan “fish” tanpa

rusak berantakan dan ada yang mengeluarkan alat “fish” tetapi setelah

dihancurkan sepotong demi sepotong. Berdasarkan fungsinya fishing tools

terdiri atas catch tools, wash over tools, force multiplier tools, disengement

tools, catch dan retrieving tools, dan fish destruction tools.

Jenis operasi fishing terbagi atas open hole fishing dan cased hole fishing.

Beberapa contoh prosedur fishing diantaranya adalah prosedur memancing

junk, prosedur outside casing tool, drill out tools dan pipe cutter, prosedur

pemancingan drill pipe dan pemancingan drill collar. Hal lain yang perlu

diperhatikan dalam fishing operation adalah tentang pertimbangan

keekonomisan fishing. Mengingat setiap operasi fishing tidak selalu akan

berhasil maka hal-hal mengenai perbandingan biaya operasi fishing dengan

biaya sewa rig harus dipertimbangkan untuk menentukan keekonomisan

operasi fishing tersebut.


1.2. Tema Makalah

Tema yang akan diambil dalam kerja praktek ini adalah tentang Fishing

Operation pada sumur “X” LAPANGAN “Y”. Untuk tema yang lebih

spesifik dapat disesuaikan dengan yang ada dilapangan.

1.3. Tujuan Pembuatan Makalah

Adapun tujuan yang hendak dicapai sehubungan dengan dibuatnya

makalah ini adalah sebagai berikut :

1.3.1. Tujuan Yang Bersifat Umum

Untuk Memenuhi Salah salah satu tugas mata kuliah Teknik Pemboran 2

1.3.2. Tujuan Yang Bersifat Khusus

1. Mengetahui proses operasi fishing dilapangan.

2. Mengetahui jenis-jenis fishing tools.

3. Mengetahui prinsip kerja dari kegiatan fishing dan fishing tools.

1.4. Manfaat

1.4.1. Bagi Program S1 Jurusan Teknik Perminyakan STT Migas

Balikpapan

1. Sebagai sarana pemantapan keilmuan bagi mahasiswa dengan

mempraktekkan didunia kerja.

2. Sebagai sarana untuk membina network dan kerjasama dengan

perusahaan di bidang perminyakan.


1.4.2. Bagi Mahasiswa

Dapat mengaplikasikan keilmuan mengenai teknik perminyakan yang

diperoleh dibangku kuliah.


BAB II
DASAR TEORI

2.1. Jenis Fish

Ada bermacam-macam jenis ikan (fish) yang terdapat didalam lubang

bor. Jenis, ukuran, kekuatan atau compression stress dan tension failure alat-

alat yang akan dipancing tersebut serta bentuknya dapat bermacam-macam

bergantung dari situasi serta penyebab dari adanya ikan tersebut :

1. Pipa bor (DP) atau pahat (Bit) terjepit

2. Pipa bor (DP) lepas atau patah

3. Pahat terlepas seluruhnya atau sebagian terjatuh kedalam lubang bor

4. Pipa selubung (casing) terjepit, pecah atau lepas

5. Kabel swab, kabel logging atau kabel REDA yang putus

6. Peralatan atau benda-benda lainnya yang terjatuh kedalam lubang bor

Jenis, ukuran, bentuk ikan, situasi dan kondisi lubang bor. Pada proses

fishing tersebut, akan banyak menentukan cara pemancingan serta alat yang

diperlukan.

2.2. Identifikasi Permasalahan Pemboran

Sebelum kita mulai operasi pembersihan lubang bor dari ikan atau “fish”

yang tertinggal maka kita harus menentukan dulu perincian serta cirri-ciri dari

“ikan” `tersebut serta kajian kenapa fish tersebut bisa terjadi kejadian seperti

itu.
Sebagai contoh, pipa bor terjepit sebelum atau dalam pembebasan,

perlu diketahui ukuran pipa, ukuran lubang bor, tempat jepitan, sebab pipa

bisa terjepit dan seterusnya. Contoh lain, pipa bor patah dan tertinggal dalam

lubang bor maka perlu diketahui ukuran pipa, ukuran lubang bor, serta berapa

yang tertinggal, bagaimana bentuk patahan, lokasi terjadinya patahan, apakah

lubang bor miring dan lain sebagainya.

2.3. Penyebab terjadinya Fishing Job :

1. Faktor Manusia (Human Error).

2. Open Hole Testing.

3. Kegagalan Mekanis (Mechanical Failures).

a. Kegagalan pompa (pump failures).

b. Kegagalan peralatan pengangkat.

c. Kegagalan peralatan bawah permukaan.

4. Faktor Formasi.

5. Faktor Deviation, Dogleg dan Crooked hole.

2.3.1. Faktor Manusia ( Human Error)

Contoh yang umum dari kesalahan manusia adalah menjatuhkan

hammer, crowbar, tong jar, petol wrench atau beberapa peralatan-peralatan

kecil lainnya kedalam lubang sumur. Hal ini jelas menjadi penyebab

pekerjaan memancing (fishing job).


2.3.2. Open Hole Testing

Open Hole Testing mempunyai resiko terbesar dari terjepitnya pipa dan

berakhir dengan pekerjaan memancing (fishing job) selama dilakukan

pengujian sumur lubang terbuka (open hole testing). Di tempat itu, dimana

pengetesan alat-alat dapat / bisa tertinggal dan pada formasi yang sedang

dilakukan pengujian untuk waktu yang cukup lama dapat mengakibatkan

peralatan-peralatan pemboran menjadi terjepit.

2.3.3. Mechanical Failures (kegagalan mekanis)

2.3.3.1. Pump Failures (kegagalan pompa)

Pada umumnya masalah mekanis yang banyak terjadi adalah

kegagalan pompa. Hal ini banyak menimbulkan masalah dalam proses

operasi pemboran sehingga kemungkinan untuk dilakukannya fishing job

besar sekali.

2.3.3.2. Kegagalan Peralatan Pengangkatan (Hoisting Equipment Failures)

Salah satu masalah mekanis serius yang banyak terjadi adalah

kegagalan peralatan pengangkat. Salah satu contoh dari masalah-masalah

tersebut adalah putusnya drilling line, gagalnya crown block atau

traveling block, sistem pengereman dari drum draw works. Hal-hal

tersebut sangat membahayakan, karena dapat mengakibatkan jatuhnya

peralatan pemboran ke dalam sumur yang dapat berakhir dengan


pekerjaan memancing (fishing job) dan menimbulkan resiko yang sangat

besar bagi para pekerja. There is no excuse for dropping the blocks.

2.3.3.3. Kegagalan Bawah Permukaan ( Down Hole Failures)

Kegagalan bawah permukaan mencangkup hilangnya cone dari bit,

putusnya pipa pemboran, kegagalan pipa mekanis peralatan-peralatan

bawah permukaan, washed out tools joints, cracked pins dan split boxes.

Semua perlengkapan rig seharusnya diberikan perawatan dengan hati-

hati sekali, kekurangan-kekurangannya harus di inspeksi dan dilengkapi

dan mengoperasikan perlengkapan-perlengkapan rig harus pada batas

design yang telah dianjurkan.

Beberapa faktor yang menyebabkan terjadinya fishing job karena

disebabkan oleh kondisi di bawah permukaan. Cara-cara pengoperasian

peralatan bawah permukaan perlu diperhatikan ketika melakukan

pemboran pada formasi yang bermasalah.

2.3.4. Formation Factor

Shale sangat penting dan special karena lebih dari 50% pemboran

berada di lapisan shale ini. Kemungkinan persentase terbesar penyebab

hole problem dan fishing jobs biasanya terjadi karena formasi ini. Seperti

masalah sloughing shale dan swelling clay.


2.3.5. Deviation, Dogleg dan Crooked

Masalah yang paling sulit biasanya disebabkan oleh pembelokan

lubang, dogleg, dan kondisi lubang yang berbelok-belok (crooked hole)

selama pemboran. Masalah yang terjadinya biasanya key seats, wall

sticking, meningkatnya drag dan torque, accidental side tracking,

pembersihan lubang, stabilitas lubang, kesulitan pada saat running drill

string dan cementing casing dan pengunaan casing ketika pemboran

dalam.

Masalah juga bisa terjadi selama proses produksi sumur, termasuk

casing, tubing dan penggunaan rod pada peralatan pengangkatan buatan

(artificial lift).
BAB III
FISHING TOOLS

Alat pancing secara keseluruhan dapat dikelompokkan dalam alat

pancing itu sendiri dan alat-alat pembantu untuk melaksanakan operasi

pemancingan, termasuk juga alat keselamatan agar rangkaian pemancing tersebut

tidak terjepit dengan sendirinya.

1. Alat pancing pipa seperti overshoot, taper tap.

2. Alat pancing benda-benda kecil seperti junk basket, fishing magnet.

3. Alat pancing kabel (cable spear).

4. Alat pemukul seperti : bumper sub, bumber jar dan rotary jar.

5. Alat pemotong seperti : inside / internal cutter dan outside / external cutter.

6. Alat pancing (safety joint).

3.1. Alat pancing (fishing tools)

1. Alat pancing pipa, seperti : Drill pipe, casing, tubing dan Drill

collar.

2. Alat pancing barang jatuhan (junk).

3. Wire rope atau kabel.

3.1.1. Alat pancing pipa

Alat pancing pipa berdasarkan cara mengambilnya, juga terbagi

atas dua cara yaitu :


1. Dari luar

2. Dari dalam

3.1.1.1. Alat pancing pipa dari luar

1. Mati, seperti Die collar

2. Hidup, seperti Releasable overshot

3.1.1.1.1. Die Collar

Merupakan alat pancing mati, alat pancing jenis ini apabila telah

dipasang pada “ikan” (pipa yang dipancing) maka alat tersebut tidak

dapat dilepas lagi. Jika memancing dengan alat jenis ini harus

dilengkapi dengan alat bantu yang disebut “safety joint”.

3.1.1.1.2. Releasable Overshot

Merupakan alat pancing luar yang hidup. Alat pancing jenis ini

apabila telah dipasang pada “fish” (pipa yang dipancing) dan usaha

melepaskan dari ikan yang terjepit tidak berhasil maka alat pancing

dapat dilepas lagi untuk kemudian pemancingan bisa dimulai lagi.

Releasable Overshot mempunyai dua jenis grapple, yaitu :

1. Spiral grapple atau single bowl

2. Basket grapple atau double bowl

Mempunyai dua grapple dipasang susun, grapple yang dibawah

untuk menangkap safety joint dan yang diatas untuk drill pipe.
3.1.1.2. Alat pancing pipa dari dalam

1. Mati, seperti taper tap

2. Hidup, seperti releasable spears

3.1.1.2.1. Taper Tap

Merupakan alat pancing dari dalam mati. Alat pancing jenis

apabila telah dipasang pada “fish”, maka alat ini tidak dapat dilepas

lagi. Jika memancing dengan alat pancing jenis ini harus dilengkapi

dengan alat bantu yang disebut “safety joint”.

3.1.1.2.2. Releasable Spears

Merupakan alat pancing dari dalam hidup, yang dimaksud dari dalam

adalah cara menangkap ikan dari bagian dalam pipa. Dapat dilepas apabila

gagal mencabut pipa yang dipancing.

3.1.2. Alat pancing barang jatuhan ( junk)

Alat pancing jatuhan terdiri dari :

1. Junk basket

2. Full circle releasing spear

3. Junk Basket Sub

4. Fishing Magnet
3.2. Pemecahan Masalah Pemancingan

Benda-benda kecil didalam lubang bor. Untuk menganbil benda-benda

kecil didalam lubang bor ada bermacam-macam alat dimana setiap alat

mempunyai fungsi yang berbeda-beda seperti:

1. Junk Basket

Mempunyai jari-jari yang dapat ditekuk disekeliling “fish“ (ikan)

jika ditekan.

2. Boot Junk Basket

dipasang diatas bit (mata bor) dan pada waktu cairan pemboran

mengaduk benda-benda, maka benda-benda tersebut akan mengendap

disekeliling boot yang berfungsi sebagai keranjang basket).

3. Jet-Powered Junk Retriever

Alat ini menggunakan sirkulasi lumpur untuk mengaduk benda-

benda kecil didasar lubang bor, sehingga memungkinkan benda

tersebut untuk diambil kembali

4. Fishing Magnet

Magnet dapat menarik benda-benda yang terbuat dari besi dari

dasar lubang bor (yang paling sering digunakan ).

 Twist Off ( patah terpuntir )

Jika terjadi “Twist off“ pipa bagian diangkat dari dalam

lubang bor kedalaman “Twist off “ harus ditentukan dan bagian atas

dari pipa yang tertinggal dibubut dengan alat khusus untuk

menghilangkan bagian yang runcing .


Selanjutnya digunakan “Overshot“ yang berfungsi untuk

mencekam bagian luar pipa atau gunakan “Spear“ yang berfungsi

untuk mencekam bagian dalam pipa, sehingga sisa patahan rangkaian

pipa bor tersebut dapat diambil kembali.

3.3. Jepitan dan Pemancingan

Dalam kenyataannya operasi pemboran tidak selalu berjalan lancar.

Sering kali pipa bor terjepit atau benda-benda asing yang terjatuh, atau

tertinggal didalam lubang bor. Hal ini dapat mengganggu kelancaran operasi

pemboran selanjutnya. Peralatan yang tertinggal didalam lubang bor ini

disebut “ ikan “.

Peralatan-peralatan tersebut harus dikeluarkan dulu dari lubang

bor, sebelum operasi pemboran dapat dilanjutkan. Operasi pembersihan

lubang bor ini disebut sebagai “ pemancingan “.

Peralatan khusus yang dipakai dalam operasi pemancingan ini

disebut sebagai “ alat pancing “. Selanjutnya jenis serta ukuran dan bentuk

benda-benda yang harus dipancing sangat berlainan, dan ini memerlukan

prosedur serta peralatan yang berbeda pula.

Jenis dan sebab jepitan. Ada 3 sebab utama dari jepitan :

1. Caving, Sloughing

Seperti telah dibicarakan dimuka, maka kita sering harus menenbus

formasi yang tidak stabil, mudah runtuh terutama shale. Gejala yang tampak

pada problem ini antara lain :

 Tekanan pompa naik


 Serbuk bor tambah

 Torsi naik

 Bit balling

 Lumpur : - Viskositas naik

- Air filtrasi naik

- Gel strenght naik

Sebagai cara pencegahan terhadap masalah ini adalah pemakaian “

mud practice “ serta “drilling practice“ yang baik seperti telah dibicarakan

didepan, pada pembahasan menganai shale problem.

Usaha-usaha yang dapat dilakukan untuk mengatasi masalah ini antara

lain sirkulasi yang intensif (turunkan water loss, pelumasan) dan kemudian

perendaman (spotting) dengan minyak atau soluble surfactant.

2. Key Seat

Key seat atau lubang kunci ini dapat terjadi pada lubang bor yang

miring. Hal ini terjadi karena gesekan pipa bor dengan dinding lubang bor

bagian atas, dan membentuk semacam lubang kunci. Biasanya jepitan terjadi

waktu mencabut pipa. Sirkulasi pada saat itu dapat berjalan dengan normal.

Untuk pencegahannya dapat dilakukan dengan menghindari

belokan tajam (deg leg). Pada sumur miring belokan yang disarankan

meksimum 3/100 ft.

3. Differential Pressure Sticking

Jepitan jenis ini terjadi bila :


 Formasi porous dan permeable.

 Lumpur terlalu berat sehingga tekanan hidrostatis lumpur jauh

melebihi tekanan formasi.

 Lumpur kurang stabil (water loss tinggi, mud cake tebal).

Dalam hal ini tidak tampak adanya gejala sebelum jepitan. Jepitan

jenis ini dapat terjadi pada sumur miring maupun sumur tegak.

Sebagai tindakan pencegahan antara lain :

 Lumpur : - Kurangi berat lumpur (s, g).

- Kurangi air filtrasi.

- Pelumasan.

- Dapat dipakai oil emulsion mud, oil invert

emulsion mud atau oil base mud.

- Pipa bor : - Dipakai Stabilizer.

- Dipakai Spiral Grooved Drill

Collar.

3.4. Alat pancing ( fishing tools) Berdasarkan Cara Kerjanya

Fishing tools berdasarkan cara kerjanya dibagi dua, yaitu :

1. Alat untuk mengeluarkan tubing, packer dan alat-alat lain dengan tanpa

rusak berantakan.

2. Untuk mengeluarkan alat tetapi setelah dihancurkan sepotong demi

sepotong.
3.5. Alat pancing (fishing tools) Berdasarkan Fungsinya

Fishing tools berdasarkan fungsinya, yaitu :

1. Catch tool

2. Washover tool

3. Force multiplier tool

4. Disengagement tool

5. Catch dan Retrieving tool

6. Fish destruction tool

3.6. Jenis-Jenis Operasi Fishing

Jenis operasi fishing bermacam-macam, pada umumnya operasi fishing

terbagi atas beberapa bagian.

Open Hole Fishing

Operasi pemancingan berfungsi untuk mengembalikan atau memperbaiki

kondisi lubang ke keadaan normal sehingga operasi pemboran dapat di mulai

lagi. Operasi pemancingan pada open hole umumnya terbagi dalam beberapa

kelompok.

1. Pemancingan “ fish “ yang kecil seperti bits, cone bits, tong dies dan hand

tools.

2. Pemancingan rangkaian pemboran bawah permukaan dan lainnya.

3. Pemancingan alat-alat packer dan alat-alat penyumbat (plug).

4. Pemancingan wireline.

5. Pemancingan tubular dengan diameter kecil.


6. Rangkaian bengkok atau patah karena perputaran yang tinggi.

7. Dan lain-lain.

Cased Hole Fishing

Pemancingan didalam cased hole sama dengan pemancingan pada lubang

open hole, dan peralatan memancing yang digunakan juga sama dengan peralatan

memancing yang dipakai untuk open hole. Tetapi biasanya masalah formasi yang

dihadapi lebih sedikit dibanding open hole.

3.7. Prosedur Fishing

3.7.1 Memancing Junk

Junk adalah potongan-potongan atau bagian-bagian peralatan yang

ukurannya kecil-kecil yang harus diambil dari dalam lubang. Junk harus

diambil karena akan menggangu operasi pemboran.

Junk dapat berupa :

1. Cone bit yang lepas

2. Gigi-gigi bit yang lepas

3. Peralatan atau perkakas yang jatuh kedalam lubang

4. Bagian dari reamer

5. Patahan-patahan slip

6. Potongan-potongan hasil milling (gerinda)


3.7.1.1 Alat Pancing Junk

Alat pancing junk adalah sebagai berikut :

1. Finger Type Junk Basket.

2. Boot Sub.

3. Core Type Junk Basket.

4. Reverse Circulation retrievers.

5. Fishing Magnet.

6. Jet Bottom Hole Cutter.

3.8. Jenis-Jenis Operasi Dalam Pemancingan

a. Sirkulasi.

Sirkulasi merupakan cara yang sering diterapkan untuk membebaskan pipa

yang terjepit :

 Dengan sirkulasi intensif, dan diberi pelumas pada lumpur bor, bila

pipa terjepit karena endapan atau longsoran pasir, shale atau clay.

 Bila jepitan karena perbedaan tekanan (differential pressure sticking),

berat lumpur dapat dikurangi.

b. Perendaman

Bila pipa terjepit, maka perlu dicari tempat jepitan. Biasanya jepitan

terjadi karena endapan atau longsoran pasir, shale atau clay. Bila

demikian, dapat dipompakan cairan perendaman pada lokasi tempat

jepitan. Sambil direndam, pipa dicoba digerakkan naik turun atau diputar.

Waktu perendaman dapat disingkat atau atau sampai beberapa jam.


Sebagai cairan perendamannya dapat dipakai minyak, oil base mud, invert

oil emulsion mud, asam (HCL), atau yang populer saat ini adalah oil

soluble surfactant (misalnya pipe lax) yang dilarutkan dalam diesel oil,

dengan jumlah rata-rata satu gallon surfactant untuk tiap barrel minyak.

Dalam hal ini perlu diperhitungkan agar cairan perendam benar-benar

berada didaerah jepitan.

c. Titik Jepit

Perlu diketahui pada kedalaman berapa pipa terjepit. Ada dua cara yang

dapat dipakai, ialah metode tarikan (stretch method) dan dengan free point

indicator.

Metode Tarikan (stretch method) sesuai dengan hukum hock :

p xl
L
ExA

Dimana : L : Panjang pipa yang bebas

p : Tarikan atau overload

E : Modulus young

A : Luas penampang pipa

L : Regangan / pemanjangan

Selanjutnya, dengan memanipulasi rumus tersebut kedalam satuan inggris,

didapat :

735294 x l x w
L
P

Dimana : L : Panjang pipa yang bebas, feet.


l : Pemanjangan ( stertch ), inchi.

w : Berat pipa, lbs/ft.

p : Tarikan/overload,lbs.

Cara pencatatan :

 Tarik dulu pipa, dengan mengangkat travelling block agar seluruh pipa dalam

keadaan tegang,angkat lagi pipa dengan gaya tambahan p (overload ), dan

ukur pemanjangan pipa bor.

 Penentuan titik jepit dengan cara ini tidak tepat, tetapi hanya mendekati.

Free Point Indicator

Ini merupakan jasa dari perusahaan logging seperti schlumberger, atau

Service Company lainnya. Prinsip kerjanya adalah bahwa bila pipa terjepit

diangkat atau ditarik, maka yang tertarik hanyalah bagian pipa yang terjepit

diangkat atau ditarik, maka yang tertarik hanyalah bagian pipa diatas titik jepit.

Jadi bila sensor diturunkan kedalam pipa bor yang terjepit, kemudian pipa

ditarik, sensor akan memberi indikasi hanya bila sensor masih berada diatas

titik jepit. Pekerjaan ini dapat diulangi beberapa kali sampai sensor berada

didaerah jepitan.

d. Back-off Shot dan String Shot

Bila pipa bor yang terjepit tidakdapat dibebaskan, maka adakalanya

pipa bor dilepaskan (back-off) atau dipotong diatas titik jepit. Pemotongan

dapat dengan alat pemotongan pipa (pipe outter) atau dengan string shot,

ialah penembakan keliling pada bidang tegaklurus terhadap pipa.


Melepaskan pipa bor dengan back-off shot adalah dengan jalan

memberikan ledakan pada sambungan yang akan dibuka. Sebelumnya, pipa

bor harus diangkat agar tempat tersebut tidak mengalami gaya tarik

(merupakan titik netral), dan kemudian diberikan torsi kekiri.

e. Pemboran Kurung (Wash Over)

Bila pipa yang tertinggal didalam lubang bor karena patah atau

dipotong sekarang dalam keadaan terjepit, maka jepitan harus dibersihkan

dulu sebelum pipa dapat diangkat. Pembersihan sekeliling pipa ini dapat

dilakukan dengan jalan pemboran sekelilingnya.

f. Sidetrack dan Abandon

Adakalanya pipa yang terjepit tidak dapat dibebaskan.Terdapat

lubang bor disumbat dengan semen (plug back), dan kemudian pemboran

dilanjutkan kesamping (sidetrack). Kemudian lain adalah sumur disumbat

lalu ditinggalkan.

3.10. Rangkaian Alat Pancing.

Untuk pemancingan benda – benda dimana ada kemungkinan tidak dapat

terlepas terutama pipa, maka disarankan agar dalam rangkaian alat pancing

tersebut dipasang :

 Safety Joint, sebagai pengaman, diatas alat pancing.

 Jar / Bumper Sub, untuk memukul, membantu melepaskan jepitan.

 Drill Collar, sebagai pemberat.


 Jar Accelerator, diperlukan bila jepitan tidak dalam.

3.11. Pertimbangan Keekonomisan Fishing

Bila ikan tidak dapat dipancing pada usaha-usahanya yang pertama,

timbul pertanyaan sampai kapankah pemancingan akan diteruskan

mengingat bahwa tidak selalu pemancingan akan berhasil.

Hal-hal yang perlu dipertimbangkan dalam pemancingan dan jika akan

melakukan side tracking antara lain :

1. Harga / nilai drill collar atau ikan.

2. Biaya penyumbatan (cement plug) yang menyangkut waktu dan

material.

3. Biaya side tracking, menyangkut waktu, jasa pembelokkan dari

biaya pemboran kembali.

4. Ditambah nilai kerugian karena sumur tidak vertikal lagi.

Harga dari nilai seluruh kerugian tadi diperhitungkan sebagai nilai “ X

“ hari sewa rig., bila ikan akan dipancing maka biaya pemancingan

terutama akan menyangkut waktu ( sewa atau atau penyusutan harga rig )

serta sewa alat pancing. Dalam hal ini perlu dipelajari dan diperbandingkan

angka keberhasilan pemancingan yang pernah ada.

Biasanya pemancingan akan dimulai dengan cara serta alat yang paling

baik atau memungkinkan keberhasilan yang paling tinggi. Operasi ini

bisanya akan memakan waktu paling banyak 1-2 hari yang pertama. Bila

usaha ini belum berhasil kemungkinan akan berhasil pada hari-hari yang
berikutnya makin mengecil berarti biaya pemancingan akan dapat lebih

besar dari nilai sewa rig (“ X “ hari sewa rig) bila dilakukan side tracking.
BAB IV

KESIMPULAN

1. Operasi pemancingan adalah operasi pemancingan untuk

mengambil benda -benda yang tidak diinginkan dari lubang

bor, termasuk potongan -potongan logam kecil, peralatan atau

rangkaian bagian pipa bor.

2. Fishing job terjadi akibat beberapa faktor, diantaranya karena faktor

manusia, open hole testing, faktor formasi, faktor deviation, dogleg,

crooked hole dan faktor kegagalan mekanis. Faktor kegagalan mekanis

dapat berupa kegagalan pompa, kegagalan peralatan pengangkat,

kegagalan peralatan bawah permukaan

3. Sebelum kita mulai operasi pembersihan lubang bor dari ikan-ikan yang

tertinggal maka kita harus menentukan dulu perincian serta ciri-ciri dari

ikan tersebut, dimana ikan berada serta sebab-sebab mengapa ikan sampai

berada disitu.

4. Jenis operasi fishing bermacam-macam, pada umumnya operasi fishing

terbagi atas beberapa bagian, yaitu Open hole fishing dan Cased hole

fishing.
DAFTAR PUSTAKA

1. Kaswir Badu, Ir. ” FISHING ”. Jilid I, PPT. MIGAS, Cepu, 2002.

2. Prasetia, Andi Eka, ST. “ PIPE STICKING AND FISHING ” Modul

Kuliah Tekbor Lanjut, AKAMIGAS BALONGAN, Indramayu, 2004.

3. Short, James A, ” PREVENTION, FISHING AND CASING REPAIR “.

Penn Well Publishing Books, Tulsa, Oklahoma , USA, 1995.

4. Tjondro, Bambang, Ir. “ FISHING TOOLS “. Training Book, Bandung,

2003.

5 ………………… “ Aggressive Agile Accomplished ”. PHILIPS

PETROLEUM COMPANY.