Anda di halaman 1dari 22

MEKANIKA TANAH I

PENDAHULUAN DAN DIAGRAM FASE TANAH

PROGRAM S1 TEKNIK SIPIL


FAKULTAS TEKNIK
UNIVERSITAS TANJUNGPURA
PONTIANAK
2016

Mekanika tanah adalah bagian dari geoteknik yang merupakan salah satu cabang dari
ilmu teknik sipil, dalam bahasa Inggris mekanika tanah berarti soil mechanics atau soil
engineering
Istilah mekanika tanah diberikan oleh Karl von Terzaghi pada tahun 1925 melalui bukunya
(Mekanika Tanah berdasar pada Sifat-Sifat Dasar Fisik Tanah), yang membahas prinsip-prinsip
dasar dari ilmu mekanika tanah modern, dan menjadi dasar studi-studi lanjutan ilmu ini,
sehingga Terzaghi disebut sebagai "Bapak Mekanika Tanah".
Mekanika tanah adalah ilmu yang mempelajari perilaku tanah dan sifatnya yang
diakibatkan oleh tegangan dan renggangan yang disebabkan oleh gaya-gaya yang berkerja.
Mekanika tanah adalah ilmu yang akan mendasari analisis dan desain perencanaan suatu
pondasi.

Dalam pandangan teknik sipil, tanah adalah himpunan mineral, bahan organik, dan endapanendapan yang relatif lepas (loose), yang terletak di atas batuan. dasar (bedrock). Ruang di antara
partikel-partikel dapat berisi air, udara ataupun keduanya. Proses pelapukan batuan atau proses
geologi lainnya yang terjadi di dekat permukaan bumi membentuk tanah. Pembentukan tanah dari
batuan induknya, dapat berupa prosesfisik maupun kimia. Proses pembentukan tanah secara fisik
yang mengubah batuan menjadi partikel-partikel yang lebih kecil, terjadi akibat pengaruh erosi,
angin. air, es, manusia, atau hancumya partikel tanah akibat perubahan suhu atau cuaca. Partikelpartikel mungkin berbentuk bulat, bergerigi maupun bentuk-bentuk diantaranya. Umumnya.
pelapukan akibat proses kimia dapat terjadi oleh pengaruh oksigen. karbondioksida, air (terutama
yang mengandung asam atau alkali) dan proses-proses kimia yang lain. Jika hasil pelapukan masih
berada di tempat asalnya, maka tanah ini disebut tanah residual (residual soil) dan apabila tanah
berpindah tempatnya. disebut tanah terangkut (transported soil).

Tanah Berdasarkan Lokasi Pengendapanya


a. Tanah Residual
Merupakan tanah yang terbentuk dari proses penghancuran dan pelapukan batuan
dasar dan masih berada di tempat asalnya (tidak berpindah ke tempat lain).
Contoh dari tanah residual adalah: tanah merah atau tanah laterit hasil
dekomposisi batuan di daerah tropis.
b. Tanah sedimen
yaitu tanah yang terbentuk dari hasil lapukan batuan yang kemudian diendapkan di lokasi lain
oleh proses alam.

Tanah berdasarkan proses pengendapanya:


1.

Tanah Colluvial
Merupakan tanah yang berpindah dari tempat asal pelapukannya akibat gaya gravitasi pada saat
kejadian runtuhnya lereng. Umumnya tanah ini bersifat tidak stabil.
2. Tanah Alluvial (Endapan Air)
Merupakan tanah yang dibawa berpindah dari tempat asal pelapukannya dan diendapkan di
tempat lain oleh air.
Tanah endapan air dapat dibagi menjadi tiga golongan tergantung pada macam air yang mengangkut,
yaitu :
. Tanah fluvial (oleh air sungai)
. Tanah lacustrine (di danau)
. Tanah coastal (di tepi pantai)
. Tanah marina (oleh air laut)
3. Tanah Eolian (Endapan Angin)
merupakan tanah yang terbentuk dari tanah yang berpindah dari tempat asalnya akibat
ditransportasikan oleh angin. Umumnya hasil endapan tanah ini berupa tumpukan bukit-bukit pasir
yang masih terus sering berpindah-pindah tempat tergantung pada kondisi angin.
4. Tanah Glacial (Endapan Sungai Es)
merupakan tanah yang terbentuk karena terbawa oleh perpindahan atau gerakan massa es atau
oleh air lelehan es tersebut.

Sifat-sifat Tanah
1. Permeabilitas (Permeability)
Sifat ini untuk mengukur/menentukan kemampuan tanah di lewati air melalui
pori-porinya
2. Konsolidasi (Consolidation)
Pada konsolidasi dihitung dari perubahan isi pori tanah akibat beban.
3. Tegangan Geser (Shear Strength)
Untuk menentukan kemampuan tanah menahan tekanan-tekanan tanpa
mengalami keruntuhan.

Hubungan Berat dan Volume


Tanah dapat terdiri dari dua atau tiga fase yang berbeda. Tanah yang benar-benar kering terdiri dari dua
fase yang disebut butiran dan udara pengisi pori, tanah yang jenuh juga terdiri dari dua fase yaitu butiran dan air
pori sedangkan tanah yang jenuh sebagian terdiri dari tiga fase yaitu butiran, udara pori dan air pori. Bagianbagian tanah dapat digambarkan dalam suatu diagram fase, seperti terlihat pada Gambar 1

Gambar 1 Diagram Fase Tanah


sumber : Hardiyatmo, H.C. 2002, Mekanika Tanah 1
Gambar1.a mcmperlihatkan elemen tanah yang mempunyai volume V dan bcrat total W, sedang Gambar 1.b memperlihatkan
hubungan berat dengan volumenya.

Dari gambar tersebut dapat dibentuk persamaan berikut :


W = Ws + Ww
V = Vs + Vw + Va
Vv = Vw + Va

dengan:
V = Volume
W = Berat
Ws = berat butiran tanah
Ww = berat air
Vs = volume butiran tanah
Vw = volume air
Va = volume udara
Vv = volume pori /rongga
Berat udara ( Wa) dianggap sama dengan nol. Hubungan hubungan Volume yang sering
digunakan dalam mekanika tanah adalah kadar air (w), kadar pori (e). porositas (n). dan derajat
kejenuhan (s)

Kadar Air (w).


Kadar air adalah perbandingan antara berat air (W W) dengan berat butiran
tanah (WS), kadar air dinyatakan dalam persen .

Ww
w
x100%
Ws

Kadar Pori (e)


Kadar pori (e) didefinisikan sebagai perbandingan antara volume
rongga dengan volume butiran tanah (Vs).

Vv
e
Vs

Apabila = 1
Maka =
Volume tanah seluruhnya

Porositas (n)
Porositas (n) adalah perbandingan antara volume rongga /
pori dengan volume keseluruhan

Vv
n x100%
Vt

=1
Maka Porositas

Derajat Kejenuhan (S).


Derajat kejenuhan (S) adalah perbandingan
volume air (Vw) dengan volume rongga/pori (Vv)

Vw
x100%
Vv

Bila tanah dalam keadaan jenuh air, maka S = 1


Tabel 2 Derajat kejenuhan dan kondisi tanah
Keadaan Tanah
Tanah Kering

Derajat Kejenuhan Tanah


S
0

Tanah Agak Lembab

> 0 0,25

Tanah Lembab

0,26 0,50

Tanah Sangat Lembab

0,51 0,75

Tanah Basah

0,76 0,99

Tanah Jenuh Air

Contoh sederhana :

a. e
b. n
c. S
Penyelesaian:
d. e = = = 1
e. n = x 100 %
= x 100% = 50%
c. S = x 100%
=

0,5 dm3
1 dm3
0,5 dm3

1 dm3

udara
air

butiran

Kerapatan Menyeluruh

Kerapatan menyeluruh adalah perbandingan antara berat butiran tanah


termasuk air dan udara dengan volume total ().

Wt

Vt
Satuan: kN/m3, N/m3

Kerapatan Kering (d)

Kerapatan kering (d) adalah berat volume tanah dalam


keadaan kering antara berat butiran (Ws) dengan volume
total ()

Ws
d
Vt

Kerapatan Butiran ()

Kerapatan butiran () adalah perbandingan antara berat butiran (Ws)


dengan volume butiran (Vs).

Ws
s
Vs
Satuan: kN/m3

Berat Jenis (Specific Gravity) Tanah (Gs)


Berat spesifik atau berat jenis (specific gravity) tanah (Gs) adalah
perbandingan antara berat volume butiran padat (), dengan berat volume
air ()

s
Gs
w
Macam tanah

Berat jenis (Gs)


Kenkil
2.65- 2,68
Pasir 1 Berat jenis tanah (specific gravity)2.65- 2,68
Tabel
Ianau Anorganik
2.65- 2,68
Lempung Organic
2.58- 2.65
Lempung Anorganik
2.68 - 2. 75
Humus
1,37
Gambut
1.25 - 1.80

Kepadatan Relatif

Kerapatan relatif (Dr) umumnya dipakai untuk menunjukkan tingkat


kerapatan tanah granuler (berbutir kasar) di lapangan. Kerapatan relatif
dinyatakan dalam persamaan:

Dengan :
emak = kemungkinan angka pori maksimum
emin = kemungkinan angka pori maksimum
e
= angka pori pada kondisi tertentu di lapangan

Dari
persamaan-persamaan tersebut .di atas dapat dibentuk hubungan antara masing-

masing persamaan, yaitu:

a. Berat volume basah dinyatakan dalam rumus sebagai berikut:


b. Untuk tanah jenuh
c. Bila tanah terendam air, berat volume apung atau berat volume efektif dinyatakan
sebagai dengan:
Atau,bila tanah jenuh :
=
Dengan = 1000 kg/atau 9,81 kN/.

CONTOH
SOAL 1

Pada kondisi dilapangan, tanah mempunyai volume 10 dan berat basah 18 gram.berat tanah kering
oven adalah 16 gram. Jika berat jenis tanah = 2,71 ,hitunglah kadar air, berat volume basah, berat
volume kering, angka pori porositas, dan derajat kejenuhannya
Penyelesaian:
a. Kadar air w = = = = 12,5 %
b. Kerapatan menyeluruh = ( 17,66 kN/)
c. Kerapatan kering = ( 15,7 kN/ )
d. Angka pori e =
=
= 10 5,90 = 4,10
e = = 0,69
e. Porositas n=
f. Derajat kejenuhan S =
==2
Jadi, S =

CONTOH
SOAL 2

Tanah pasir yang akan digunakan untuk urugan kembali (back fill) mempunyai berat volume basah
b = 19,62 kN/ dan kadar air w = 10%. Angka pori dalam keadaan paling longgar (emak) = 0,64
dan dalam keadaan paling padat (emin) = 0,39. Tentukan angka pori (e) tanah urugan kembali dan
kerapatan relatifnya (Dr). Diketahui tanah urugan kembali mempunyai Gs= 2.65.
penyelesaian :
Berat volume basah =
19,62 =
Diperoleh

e = 0,46

kerapatan relatif
= = 0,72

CONTOH
SOAL 3

Tanah mempunyai angka pori e = 0,70, kadar air w = 20% dan berat jenis = 2,65.
Hitunglah :
a. n

b. S
Penyelesaian :
c. Porositas n = =0,41
d. Berat volume basah = = = 1,87 g/ ( 18,34 kN/
e. Berat volume kering = (15,3 kN/)
f. Derajat kejenuhan S = = = 76%