Anda di halaman 1dari 27

PROSES PEMBUATAN MATERI

SECARA NASIONAL

Pusat Promosi Kesehatan


Kementerian Kesehatan RI

Wendy Sarasdyani 19 November 2013


KOMUNIKASI

2
KOMUNIKASI YANG
EFEKTIF ATAU BUKAN ??......
1. Seoarang anak menangis di malam
hari, ibunya tetap tidur, tapi
tetangganya terbangun

Bukan komunikasi efektif,


karena yang dituju adalah
ibunya dan ibunya tetap tidur
2. Seorang anak menangis di malam
hari. Ibunya mendengar tangisan itu,
lalu bagun dan menghampirinya.

Efektif karena seluruh


komponen komunikasi dan
tujuan yang diinginkan tercapai
Tujuan komunikasi secara umum
adalah:
1. Dipahaminya penyampaian pikiran
dan atau perasaan dari
komunikator kepada komunikan.
2. Membangun hubungan antar
manusia atau melakukan proses
sosial yang baik
3. Mencegah dan mengatasi konflik
4. Mempengaruhi sasaran dengan informasi yang
bersifat persuasive untuk meningkatkan
pengetahuan, membangun sikap positif serta
perilaku baru yang dianjurkan.
5. Menyampaikan instruksi agar komunikan
melaksanakannya.
6. Menyebarluaskan informasi untuk menghibur
sambil mempengaruhi komunikan atau
sasaran.
PERUBAHAN PERILAKU
FAKTOR YG MENENTUKAN
DERAJAT KESEHATAN
Sesi 3 Bahan 1

APAKAH PERILAKU ITU ?

Adalah tindakan (perbuatan) nyata


Adalah sesuatu yang berkaitan dengan
DO (berbuat, melakukan sesuatu)
Adalah tindakan/perbuatan yang
spesifik, kongkrit dan dapat diukur
(berdampak).
Apabila tindakan, perbuatan atau DO
tersebut dilakukan berulang kali
menjadi kebiasaan (habit).
Sesi 3 Bahan 4
FAKTOR PENENTU BERUBAHNYA
PERILAKU
FAKTOR INTERNAL FAKTOR EKSTERNAL
Emosi Sumber daya
Ketrampilan Akses thd pelayanan
Pengetahuan Norma sosial
Keluarga Lingkungan
ikap Budaya
Kepercayaan diri Agama
Norma sosial

KEGIATAN YANG DAPAT MENGUBAH PERILAKU:


1. Pelatihan; 4. Produk baru atau lebih baik;
2. Pemberdayaan masyarakat; 5. Perubahan kebijakan
3. Pelayanan baru / lebih baik;
Slides Konsep KPP
6. BCC = KPP
KOMUNIKASI PERUBAHAN PERILAKU
(KPP)
MENGAPA KPP

Komunikasi kesehatan yang ada belum mampu


mengubah/memperbaiki perilaku masyarakat
Kurangnya pengalaman petugas kesehatan dalam
mengembangkan media komunikasi
Wilayah (kabupaten/kota) hanya memperbanyak,
sehingga belum tentu sesuai dengan kondisi daerah
setempat
Hanya peningkatan pengetahuan,belum sampai pada
perubahan perilaku
Kurang tenaga terampil karena sering mutasi di kalangan
yang sudah terlatih
PENGERTIAN KPP
Komunikasi yang
menggunakan berbagai
saluran/media untuk
memperbaiki perilaku
kesehatan masyarakat

Pengembangan dari
istilah KIE, namun lebih
menekankan pada
perubahan perilaku &
tidak berhenti pada
peningkatan
pengetahuan & sikap
Sesi 3 Bahan 2

APAKAH KPP ITU ?

UNTUK
ADALAH YANG MENGGUNAKAN MEMPERBAIKI
KOMUNIKASI BERBAGAI SALURAN PERILAKU (KES)
MASYARAKAT

Pendekatan Berdasarkan
sistematis dan keadaan masyarakat Termasuk
interaktif utk (dengan memanfaatkan pembuat kebijakan,
menyampaikan penelitian konsumen) petugas, dan
pesan keluarga
TUJUAN KPP

1. Mengembangkan strategi komunikasi, promosi


dan materi-materinya untuk menstimulasi
kebutuhan sanitasi dan hygiene
2. Memperkuat kapasitas mitra di daerah untuk
menerapkan strategi Promosi kepada sasaran
masyarakat yang masih BABS menuju
perubahan perilaku BAB di jamban sehat
Manfaat KPP

Terselenggaranya kegiatan komunikasi


Terbangunnya jejaring mitra
Masyarakat bukan lagi merupakan obyek
melainkan menjadi subyek
Masyarakat terlibat aktif dalam proses
meningkatkan.
5 Tahapan Kegiatan KPP

Pengem
Analisis Kajian bangan Pelaksa Pemantauan
dan
situasi Formatif Strategi naan
KPP Penilaian

17
Tahapan Kerangka
Kerja
Market Research (Study Formative), pemahaman
terhadap permasalahan dan perilaku sanitasi di
masyarakat.perilaku masyarakat

Survey Supply Market Desk


Rumah Tangga Research Assessment Research

Pengembangan Strategy Komunikasi dan Pendekatan Kreatif

Komunikasi Sanitasi and Hygiene, Implementasi Media


Enabling
Demand,
Supply, Environment
Permintaan
Penyediaan sarana Lingkungan yang
Kebutuhan
kondusif
1. Analisis Situasi

No Parameter Masalah
. A B C D

1. Kegawatannya 5 5 3 5
2. Mendesaknya 6 5 3 4
3. Penyebarannya 5 4 5 4
4. Kemudahan 5 6 5 5
mengatasi masalah
5. Keinginan 6 3 3 2
masyarakat
A = Jamban
Jumlah
B =nilai
ISPA 27 23 19 20
C = penyakit kulit
D = penyakit hipertensi
2. Kajian Formatif
No Perilaku Perilaku Ju Keterangan
yang saat ini mla
diharapka RT 1 RT RT h Hambatan Motiv
n 2 3 asi

1 Perilaku BAB di V V V 3 - Rendahnya Janga


BAB di Sungai pemahaman n
jamban kesehatan samp
- Tdk tahu ai
manfaatnya sakit
- Faktor
ekonomi
Pemahaman terhadap permasalahan
sanitasi dan perilaku Masyarakat

Terlepas dari kenyataan bahwa pada umumnya orang mengeluhkan


keterbatasan dana untuk membangun jamban pribadi di rumah,
tetapi mereka juga mengerti manfaat dari memiliki jamban pribadi,
beberapa dari mereka mengatakan:
-Kenyamanan;
- tidak ada gangguan pada malam hari; dibangunkan oleh istri atau anak-anak untuk
mengantarkan mereka ke lokasi BABS
- Tidak perlu berjalan jauh ke sungai / pantai. Hal ini memudahkan orang sakit atau
lanjut usia
- Tidak perlu kawatir ketika hujan
-Keamanan
- Bebas dari Kecemasan dari melihat hantu atau hewan buas seperti ular
- Tidak tergelincir ke sungai atau pantai
3. Mengembangkan Stategi
Komunikasi
1. Segmentasi sasaran
2. Posisioning
3. Deferensiasi
4. Branding
Pengembangan Strategy

Indonesia memiliki skala geografis yang cukup luas, sehingga faktor bahasa dan
budaya merupakan tantangan utama dalam pengembangan pesan, oleh karena itu
fokus komunikasi sanitasi adalah untuk menemukan pesan utama tidak hanya
dimengerti oleh masyarakat di 5 propinsi (Jabar, Jateng, Jatim, Bali dan NTB), tetapi
juga dapat disebar luaskan ke seluruh Indonesia melalui media Nasional
Dan ... pesan utama adalah (awalnya) "Plung Di jamban, Bukan Di Kali", namun hasil
dari lokakarya dengan mengundang Dinas Kesehatan dari unsur Promkes dan PL,
pesan tersebut disepakati menjadi

PLUNG JADI PLONG


Lokakarya dan Pretest
Konsep komunikasi sanitasi dan pendekatan kreatif hasil dari studi formatif
di 5 Propinsi dipresentasikan kepada Promkes Pusat, untuk mendapat
arahan yang lebih komprehensif.
Lokakarya Komunikasi Perubahan Perilaku (BCC) skala Nasional, dengan
mengundang Dinas Kesehatan dari 5 Propinsi, pada acara ini peserta
dipersilakan untuk memberikan umpan balik dan masukan terhadap materi
promosi yang dikembangkan, dan masukan dipertimbangkan oleh kreatif
agency untuk difinalisasikan.
Sebelum tahap akhir produksi, dilakukan pretest dengan metode FGD
(Focus Group Discussion) dari berbagai jenis responden
Implementasi,
dipimpin oleh
Kementerian
Kesehatan
Komunikasi
Perubahan Perilaku
(BCC) yang terpadu
TERIMAKASIH