Anda di halaman 1dari 65

KELOMPOK 1 :

AKUNTANSI ABDURRACHMAN ALIM

SMT. VI - B
AGUS SUPRIATNA
ANNISA TEGUH LESTARI
DICKY GILANG
DWI PUTRI
FAUZAN CHAERUNIZAR
OKA ALVIONITA

Akuntansi Keuangan Lanjutan


2
30 JANUARI 2017

KONSOLIDASI PADA ANAK


PERUSAHAAN YANG
DIMILIKI KURANG DARI
KEPEMILIKAN PENUH
KEPENTINGAN NON-PENGENDALI
Pemegang saham yang memiliki lembar saham anak

perusahaan yang tidak dimiliki oleh induk perusahaan

disebut Kepentingan nonpengendali.

Ketika anak perusahaan dimiliki kurang dari kepemilikan

penuh,pendekatan umum yang digunakan untuk

konsolidasi sama dengan yang yang dibahas sebelumnya.

Akan tetapi, prosedur konsolidasi harus dimodifikasi sedikit

untuk mengakui kepentingan nonpengendali. Perhitungan

laba bersih dan saldo laba konsolidasi pun harus

memasukan kepentingan nonpengendali.


LABA BERSIH KONSOLIDASI
Contoh perhitungan dan alokasi laba bersih konsolidasi,
Asumsikan bahwa PT A membeli 80% saham PT Bsebesar 80%
dari total nilai buku PT B. Selama 20X1,PT B melaporkan laba
bersih Rp 25.000.000,Sedangkan PT A melaporkan laba bersih
RP 120.000.000, termasuk laba metode ekuitas dari PT B
sebesar RP 20.000.000 (25.000.000 x 0,80). Laba konsolidasi
untuk tahun 20X1 Dihitung dan dialokasikan sebagai berikut :
Laba bersih PT A 120.000.000
Dikurangi:
Laba Metode ekuitas dari PT B (20.000.000)
Laba Bersih PT A 100.000.000
Laba bersih PT B 25.000.000
Laba bersih konsolidasi 125.000.000
Laba yang didistribusikan ke kepentingan
nonpengendali(25.000.000 x 0,02) 5.000.000
Laba yang didistribusikan ke kepentingan pengendali
120.000.000
SALDO LABA KONSOLIDASI
Saldo laba pada laporan posisi keuangan konsolidasian
menunjukan bagian laba entitas konsolidasi yang tidak
didistribusikan yang ditambahkan ke pemegang saham
induk.adanya saldo laba yang terkait dengan pemegang
saham nonpengendali anak perusahaan dimasukkan
dalam jumlah kepentingan nopengendali yang dilaporkan
dibagian ekuitas.
Untuk mengilustrasikan perhitungan saldo laba
konsolidasi ketika terdapat kepentingan
nonpengendali,PT selalu rugi membeli saham PT Rugi
Terus pada januari 20X1 dan mencatat investasi
menggunakan metode ekuitas..Laba bersih dan deviden
yang diperoleh dan diumumkan PT Selalu Rugi dan PT
Rugi Terus selama dua tahun setelah akuisisi sebagai
berikut.
SALDO LABA KONSOLIDASI
SALDO LABA KONSOLIDASI

FIGU
R 5-1
Laporan posisi keuangan konsolidasian
dengan anak perusahaan kepemilikan
pengendalian
Contoh :
Asumsi PT Induk membeli 80% saham biasa beredar dari PT Anak
seharga Rp.310.000.000 pada tanggal tersebut, nilai wajar dari
kepentingan non-pengendalian diestimasikan sebesar Rp.77.500.000.

Total nilai wajar Rp.387.500.000


Nilai buku :
Saham biasa PT Anak Rp.200.000.000
Saldo laba- PT Anak 100.000.000
(300.000.000 )
Direfensial (selisi) Rp. 87.500.000

#PT Induk mencatat akuisi saham PT Anak :


(1) Investasi saham pada PT Anak 310.000.000
Kas310.000.000
*mencatat pembelian saham PT Anak
Biaya Perolehan Investasi
387.500.000
Selisih lebih biaya
perolehan diatas
nilai wajar aset
bersih yang dapat
Nilai wajar aset diidentifikasikan
bersih yang dapat 12.500.000
diidentifikasi
375.000.000
Total Selisih
87.500.000
Selisih lebih nilai
wajar diatas nilai
buku aset bersih
yang dapat
diidentifikasikan
75.000.000
Nilai buku aset
bersih yang dapat
diidentifikasi
300.000.000
Nilai Aset-aset Tertentu dari PT Anak

FIGU
R 5-2

Kertas Kerja Laporan Posisi Keuangan Konsolidasian, 1 Januari


20X1, Tahun Kombinasi Bisnis 80% Akuisisi diatas Nilai Buku

FIGU
R 5-3
Jurnal Eliminasi
Jurnal Eliminasi

E(2) Mengeliminasi saldo investasi awal dan memunculkan


kepentingan non-pengendali
Saham Biasa 200.000.000
Saldo Laba 100.000.000
Selisih 87.500.000
Investasi saham pada PT Anak 310.000.000
Kepentingan non-pengendali 77.500.000

E(3) Mengalokasikan Selisih


Persediaan 5.000.000
Tanah 10.000.000
Bangunan dan Peralatan 60.000.000
Goodwill 12.500.000
Selisih 87.500.000
Informasi Laba dan Dividen PT Induk dan PT
Anak untuk Tahun 20X1 dan 20X2

PT. Induk PT. Anak


20X1
Laba Operasi Terpisah, PT Induk 140.000.000
Laba Bersih, PT Anak 50.000.000
FIGU Dividen 60.000.000 30.000.000
R 5-4

20X2
Laba Operasi Terpisah, PT Induk 160.000.000
Laba Bersih, PT Anak 75.000.000
Dividen 60.000.000 40.000.000
LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN DENGAN
ANAK PERUSAHAAN KEPEMILIKAN PENGENDALI
Ilustrasi :

Asumsikan PT Induk dan PT Anak melaporkan laba dan dividen

pada Figur 5-4. Terkait dengan aset dimana terdapat alokasi Rp

70.000.000 selisih pembelian, asumsikan bahwa :

Seluruh persediaan terjual di tahun 20X1,

Umur ekonomis bangunan dan peralatan adalah 10 tahun sejak

tanggal kombinasi bisnis (Metode garis lurus),

Masa ekonomis goodwill 5 tahun sejak tanggal kombinasi bisnis,

PT Induk mencatat akun investasi PT Anak menggunakan

Metode Ekuitas
TAHUN AWAL KOMBINASI BISNIS
Kombinasi bisnis ini terjadi pada awal tahun 20X1, dimana
PT Induk memiliki 80% saham di PT Anak
Ayat Jurnal Induk Perusahaan
(4) Mencatat pembelian saham PT Anak
Investasi saham pada PT Anak 310.000.000
Kas 310.000.000

(5) Mencatat pendapatan metode ekuitas : 50.000.000 x


80%
Investasi saham pada PT Anak 40.000.000
Pendapatan dari anak perusahaan 40.000.000

(6) Mencatat dividen dari PT Anak : 30.000.000 x 80%


Kas 24.000.000
Investasi saham pada PT Anak 24.000.000
Sebagai tambahan, PT Induk harus menghapusbukukan
sebagian selisih pembelian melalui ayat jurnal sebagai berikut
:
(7) Menyesuaikan laba atas selisih yang terkait pada
persediaan yang telah terjual ( 5.000.000 x 80%)
Pendapatan dari anak perusahaan 4.000.000
Investasi pada saham PT Anak 4.000.000

(8) Mengamortisasi selisih yang terkait pada bangunan dan


peralatan
80% x 60.000.000 : 10 Tahun
Pendapatan dari anak perusahaan 4.800.000
Investasi pada saham PT Anak 4.800.000
JURNAL-JURNAL ELIMINASI
E (9) Mengeleminasi pendapatan dari anak perusahaan
Pendapatan dari anak perusahaan 31.200.000
Dividen yang diumumkan 24.000.000
Investasi saham pada PT Anak 7.200.000
Penjelasan :
Pendapatan dari anak
(7)perusahaan
4.000.000 (5) 40.000.000

(8) 4.800.000

31.200.000

Dividen yang diumumkan : 30.000.000 X 80% = 24.000.000


Investasi saham pada PT Anak : 31.200.000 24.000.000 =
7.200.000
JURNAL-JURNAL ELIMINASI
E (10) Membebankan laba ke kepentingan non-pengendali
Pendapatan untuk kepentingan non-pengendali 7.175.000
Dividen yang diumumkan 6.000.000
Kepentingan non-pengendali 1.175.000
Penjelasan :
Pendapatan kepentingan non pengendali 20X1:
Pendapatan bersih PT Anak 50.000.000
Penghapusbukukan selisih terkait dengan penjualan
Persediaan selama 20X1 (5.000.000)
Amortisasi selisih terkait dengan bangunan dan
Peralatan pada 20X1 (6.000.000)
Kerugian penurunan nilai goodwill (3.125.000)
Laba yang disesuaikan PT Anak 35.875.000
Saham proporsional non-pengendali x 20%
Laba ditetapkan sebagai kepentingan non-pengendali 7.175.000
Dividen yang diumumkan : 30.000.000 x 20% = 6.000.000
Kepentingan non pengendali : 7.175.000 6.000.000 =
1.175.000
JURNAL-JURNAL ELIMINASI
E (11) Mengeleminasi saldo investasi awal
Saham biasa PT Anak 200.000.000
Saldo laba 1 Januari 100.000.000
Selisih 87.500.000
Investasi saham pada PT Anak 310.000.000
Kepentingan non-pengendali 77.500.000

E (12) Membebankan selisih awal


Beban pokok penjualan 5.000.000
Tanah 10.000.000
Bangunan dan Peralatan 60.000.000
Goodwill 12.500.000
Selisih 87.500.000
JURNAL-JURNAL ELIMINASI
E (13) Mengamortisasi selisih yang terkait dengan bagunan
dan peralatan
Beban depresiasi dan amortisasi 6.000.000
Akumulasi penyusutan 6.000.000
Perhitungan :
60.000.000 : 10 tahun = 6.000.000

E(14) Mengamortisasi selisih yang terkait dengan goodwill


Beban depresiasi dan amortisasi 3.125.000
Goodwill 3.125.000
KERTAS KERJA KONSOLIDASI TAHUN KOMBINASI BISNIS

FIGUR
5-5
KEPENTINGAN NON-PENGENDALI, 20X1; 80% PEMBELIAN DI
ATAS NILAI BUKU

FIGUR
5-6
(LANJUTAN) KEPENTINGAN NON-PENGENDALI, 20X1; 80%
PEMBELIAN DI ATAS NILAI BUKU

FIGUR
5-6
LABA BERSIH DAN SALDO KONSOLIDASI, 20X1; 80%
PEMBELIAN DI ATAS NILAI BUKU

FIGUR
5-6
TAHUN KEDUA KEPEMILIKAN
Prosedur yang diterapkan pada tahun kedua ini sama
dengan tahun pertama dan diilustrasikan melalui contoh
berkelanjutan mengenai PT Induk dan PT Anak untuk tahun
20X2. Tidak ada penurunan nilai pada goodwill dari kombinasi
bisnis tahun 20X2.
Ayat Jurnal Induk Perusahaan
(15) Mencatat dividen dari PT Anak : 40.000.000 x 80%
Kas32.000.000
Investasi saham pada PT Anak 32.000.000

(16) Mencatat pendapatan metode ekuitas : 75.000.000 x 80%


Investasi saham pada PT Anak 60.000.000
Pendapatan dari anak perusahaan 60.000.000

(17) Mengamortisasi selisih yang terkait pada bangunan dan


peralatan
Pendapatan dari anak perusahaan 4.800.000
Investasi saham pada PT Anak 4.800.000
JURNAL-JURNAL ELIMINASI
E (18) Mengeleminasi pendapatan dari anak perusahaan
Pendapatan dari anak perusahaan 55.200.000
Dividen yang diumumkan 32.000.000
Investasi saham pada PT Anak 23.200.000
Penjelasan :
Pendapatan dari anak
perusahaan
(17) 4.800.000 (16) 60.000.000

55.200.000

Dividen yang diumumkan : 40.000.000 X 80% = 32.000.000


Investasi saham pada PT Anak : 55.200.000 32.000.000 =
23.200.000
JURNAL-JURNAL ELIMINASI
E (19) Mengalokasikan pendapatan ke kepentingan
nonpengendali
Pendapatan kepentingan nonpengendali 13.800.000
Dividen yang diumumkan 8.000.000
Kepentingan non pengendali 5.800.000
Penjelasan :
Pendapatan Kepentingan Non-pengendali
Pendapatan bersih PT Anak 75.000.000
Amortisasi selisih terkait dengan bangunan dan
Peralatan pada 20X1 (6.000.000)
Laba yang disesuaikan PT Anak 69.000.000
Saham proporsional non-pengendali x 20%
Laba ditetapkan sebagai kepentingan non-pengendali 13.800.000

Dividen yang diumumkan : 40.000.000 x 20% = 8.000.000


Kepentingan non-pengendali : 13.800.000-8.000.000 =
5.800.000
JURNAL-JURNAL ELIMINASI
E (20) Mengeleminasi saldo investasi awal
Saham biasa PT Anak 200.000.000
Saldo laba 1 Januari 122.500.000
Selisih 73.375.000
Investasi saham pada PT Anak 317.200.000
Kepentingan non-pengendali 78.675.000
Penjelasan :
Investasi saham pada PT
Anak
340.400.00 (18) 3.125.000 x
0 23.200.000 80% =
317.200.000 2.500.000

Saldo laba 1 Januari = 120.000.000 + 2.500.000 =


122.500.000
JURNAL-JURNAL ELIMINASI
E (21) Memunculkan saldo awal selisih
Tanah 10.000.000
Bangunan dan peralatan 60.000.000
Goodwill 9.375.000
Selisih 73.375.000
Akumulasi penyusutan 6.000.000

E (22) Mengamortisasi selisih yang terkait dengan bangunan


dan peralatan 60.000.000 : 10 tahun= 6.000.000
Beban Penyusutan 6.000.000
Akumulasi Penyusutan 6.000.000
RINGKASAN PERUBAHAN AKUN INVESTASI INDUK
PERUSAHAAN TAHUN 20X1 DAN 20X2

20X1 20X2
Saldo awal tahun 310.000.00 317.200.0
Pendapatan dari anak 0 00
perusahaan : 40.000.000 60.000.00
Bagian atas laba bersih anak
0
perusahaan
Penghapusbukukan selisih ( 4.000.000
terkait dengan persediaan )
terjual
Amortisasi selisih terkait ( 4.800.000 ( 4.800.00
dengan bangunan dan ) 0) 55.200.00
peralatan 31.200.000 0
Pengurangan :
Dividen yang diterima dari
anak perusahaan ( 24.000.00
Saldo akhir tahun 0) 340.400.0
317.200.00 00
0
KERTAS KERJA KONSOLIDASI TAHUN KEDUA KOMBINASI BISNIS

FIGUR
5-8
KEPENTINGAN NON-PENGENDALI, 20X2; 80% PEMBELIAN DI
ATAS NILAI BUKU

FIGUR
5-9
LABA BERSIH DAN SALDO KONSOLIDASI, 20X2; 80%
PEMBELIAN DI ATAS NILAI BUKU

FIGUR
5-10
LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN UNTUK PT INDUK DAN
PT ANAK, 20X2

FIGUR
5-11
LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN UNTUK PT INDUK DAN
PT ANAK, 20X2

FIGUR
5-11
PENGHENTIAN KONSOLIDASI
Kendali akan hilang untuk sejumlah alasan, misalnya
induk perusahaan melakukan persetujuan untuk melepaskan
kendali, atau induk perusahaan berada dibawah kendali
pemerintah, atau pembuat aturan lain. Aturan tersebut telah
tertulis secara resmi di dalam PSAK 65 (revisi 2013) Laporan
Keuangan Konsolidasian.
Apabila perusahaan induk kehilangan kendali pada anak
perusahaan dan tidak lagi memgang kepentingan saham di
anak perusahaan yang lama, maka perusahaan induk
tersebut mengakui laba/rugi dari selisih antara hasil yang
diterima dari kejadian yang mengakibatkan kehilangan
kendali (misalnya, penjualan kepentingan, pengambilalihan
anak perusahaan) dan melanjutkan jumlah kepentingan
saham induk perusahaan.
PENGHENTIAN KONSOLIDASI
Contoh :
Asumsikan bahwa PT Induk menjual dari 80%
kepemilikannya di PT Anak pada 1 Januari 20X2, senilai Rp
246.000.000 yang menyisakan kepemilikan 20% saham
beredar PT Anak. Diasumsikan pada tanggal tersebut nilai
wajar keseluruhan PT Anak adalah Rp 410.000.000 dan nilai
tercatat untuk 80% PT Induk di PT Anak adalah Rp
317.200.000. Asumsikan bagian 20% PT induk di PT Anak
senilai Rp 82.000.000. Maka Perhitungannya:
Penerimaan Kas 246.000.000
Nilai wajar kepentingan saham tersisa (20%)
82.000.000
328.000.000
Total kepentingan PT Induk di PT Anak pada tgl penjualan
(317.200.000)
Keuntungan atas penjualan 60% kepentingan PT Anak
10.800.000
PT Induk melaporkan keuntungan 10.800.000 pada laba 20X2
PERLAKUAN UNTUK PENDAPATAN KOMPREHENSIF LAINNYA

Pendapatan komprehensif lain (other


coprehensive income), dimana di
dalamnya termasuk semua
pendapatan, beban, keuntungan, dan
kerugian yang berdasarkan prinsip
akuntansi berterima umum tidak
dimasukkan dalam laba bersih.
PERLAKUAN UNTUK PENDAPATAN KOMPREHENSIF LAINNYA

Asumsikan selama tahun 20X2 PT Anak membeli investasi


yang diklasifikasikan sebagai tersedia untuk dijual seharga
20.000.000. Pada tanggal 31 Desember 20X2, nilai wajar
dari efek meningkat menjadi 30.000.000. Selain pengaruh
akuntansi untuk investasi efek PT Anak tersebut, informasi
laporan keuangan yang dilaporkan oleh PT Induk dan PT
Anak pada tanggal 31 Desember sama dengan yang
disajika Figur 5-8.
Asumsikan selama tahun 20X2 PT Anak membeli investasi
yang diklasifikasikan sebagai tersedia untuk dijual seharga
20.000.000. Pada tanggal 31 Desember 20X2, nilai wajar
dari efek meningkat menjadi 30.000.000. Selain pengaruh
akuntansi untuk investasi efek PT Anak tersebut, informasi
laporan keuangan yang dilaporkan oleh PT Induk dan PT
Anak pada tanggal 31 Desember sama dengan yang
disajika Figur 5-8.
Ayat Jurnal Penyesuaian yang Dicatat oleh Anak
Perusahaan

Pada tanggal 31 Desember 20X2, PT Anak mengakui peningkatan


nilai wajar atas sekuritas tersedia untuk dijual yang dimilikinya
dengan mencatat ayat junal penyesuaian berikut.
Investasi pada sekuritas tersedia untuk dijual 10.000.000
Keuntungan investasi belum direalisasi 10.000.000
Mencatat peningkatan nilai wajar sekuritas tersedia untuk
dijual
Ayat Jurnal Penyesuaian yang Dicatat oleh Induk
Perusahaan
Tahun 20X2, PT Induk mencatat semua ayat jurnal (15)
sampai (17) sehubungan dengan investasinya di PT Anak
seolah-olah anak perusahaan tidak melaporkan pendapatan
komprehensif lain. Selain itu pada tanggal 31 Desember
20X2, PT Induk secara terpisah mengakui bagian
proporsionalnya atas keuntungan belum direalisasi anak
perusahaan dari peningkatan nilai wajar sekuritas tersedia
untuk dijual.
(19a) Mencatat bagian proporsional PT Induk atas
peningkatan nilai sekuritas tersedia untuk dijual yang dimiliki
anak perusahaan.

Investasi pada saham PT Anak 8.000.000


Laba komprehensif lainnya dan anak perusahaan-
Keuntungan belum direalisasi dari investasi
8.000.000
JURNAL-JURNAL ELIMINASI
E (24) Mengeleminasi pendapatan komprehensif lain anak
perusahaan
Pendapatan komprehensif lain dari anak
perusahaan keuntungan belum direalisasi
dari investasi 8.000.000
Investasi pada saham PT Anak 8.000.000
E (25) Mengalokasikan pendapatan komprehensif lain ke
kepentingan non-pengendali
Pendapatan komprehensif lain untuk
kepentingan non-pengendali 2.000.000
Kepentingan non-pengendali 2.000.000
Ilustrasi Laba Komprehensif, Tahun Kedua Setelah Kombinasi Bisnis:
Pembelian 80% pada Jumlah yang Lebih Besar daripada Nilai Buku.

FIGUR
5-12
Ilustrasi Laba Komprehensif, Tahun Kedua Setelah Kombinasi Bisnis: Pembelian
80% pada Jumlah yang Lebih Besar daripada Nilai Buku. (LANJUTAN)

FIGUR
5-12
Laporan Keuangan Konsolidasi untuk PT Induk dan PT Anak
20X2, Termasuk Pendapatan Komprehensif Lain

FIGUR
5-13
FIGUR
5-13
PERTIMBANGAN TAMBAHAN

- Akun Valuasi Anak Perusahaan Pada


Akuisisi
PSAK 22 Menunjukan bahwa seluruh aset dan liabilitas
yang diambil alih dalam kombinasi bisnis seharusnya
dinilai pada nilai wajar tanggal akuisisi.
Untuk beberapa akun valuasi, seperti akumulasi
penyusutan, Bahwa jumlah akun valuasi tanggal
akuisisi harus diimbangi terhadap akun aset terkait
setiap waktu laporan konsolidasian dibuat
Saldo Laba Negatif Anak
Perusahaan Saat Akuisisi
Induk Perusahaan mungkin membeli anak perusahaan
dengan akun saldo laba bernilai negatif atau memiliki
saldo debit. Akumulasi defisit anak perusahaan saat
akuisisi tidak menimbulkan masalah khusus dalam proses
konsolidasi. Ayat jurnal eliminasi normal dibuat dalam
kertas kerja konsolidasi kecuali bahwa saldo debit Saldo
Laba anak perusahaan dieliminasi dengan ayat jurnal
kredit sehingga ayat jurnal eliminasi investasi adalah
sebagai berikut.

Modal Saham Biasa-Anak Perusahaan XXX


SelisihXXX
Saldo laba XXX
Investasi pada Saham Pt.Anak XXX
**Mengeliminasi saldo investasi
- Pelepasan Aset Anak Perusahaan yang
Terkait Selisih
Pelepasan Aset biasanya memiliki implikasi laporan laba rugi.
Apabila anak perusahaan melepaskan aset dan merupakan
salah satu aset mendapat alokasi selisih dalam kertas kerja
konsolidasi maka akan mempengaruhi laba metode ekuitas
yang dicatat induk perusahaan dan laba konsolidasi. Bagian sisa
selisih pembelian yang belum diamortisasi yang terkait dengan
aset yang dijual tersebut harus dihapuskan oleh induk dalam
metode ekuitas sebagai pengurang akun pendapatan dari anak
perusahaan dan investasi. Dalam konsolidasi, bagian pembelian
yang belum diamortisasi harus diakui sebagai penyesuaian atas
laba konsolidasi.

-Persediaan
Setiap selisih yang terkait dengan persediaan akan
dialokasikan ke persediaan selama anak perusahaan masih
memilik persediaan tersebut. Pada periode dimana persediaan
tersebut dijual selisih yang terkait dengan persediaan akan
dialokasikan kebeban pokok penjualan.
Aset Tetap
Selisih pembeliaan terkait dengan tanah yang dimiliki anak
perusahaan akan ditambahkan ke saldo Tanah dalam kertas kerja
konsolidasi setiap menyusun laporan posisi keuangan
konsolidasian.
Sebagai ilustrasi, asumsikan pada tanggal 1 januari 20x1 PT
Suramadu membeli seluruh saham biasa PT Barelang dengan harga
lebih tinggi Rp.10.000.000 dari nilai buku. Seluruh selisih terkait
dengan tanah yang sebelumnya dibeli Pt Barelang Rp.25.000.000.
Selama PT Balerang masih memiliki tanah tersebut, selisih sebesar
Rp.10.000.000 dialokasikan ke Tanah dalam kertas kerja. Jika
PT.Barelang menjual tanah tersebut ke perusahaan yang tidak
berelasi seharga Rp.40.000.000, ayat jurnal berikut dicatat dalam
pembukuan Pt.Barelang

Kas Rp.40.000.000
Tanah Rp.25.000.000
Keuntungan pada Investasi
Pendapatan Komprehensif lain Rp.15.000.000

**Mencatat penjualan tanah


Walaupun Keuntungan sebesar Rp.15.000.000 sesuai
untuk dilaporkan Pt.Barelang, Biaya perolehan tanah
untuk entitas konsolidasi adalah Rp.35.000.000
(Rp.25.000.000 + Rp.10.000.000) . Oleh karena itu,
konsolidasi harus melaporkan keuntungan hanya
sebesar Rp.5.000.000. Untuk mengurangi keuntungan
dari laporan entitas konsolidasi, eliminasi berikut harus
dimasukan dalam kertas kerja konsolidasi pada tahun
terjadinya penjualan.

Keuntungan Penjualan TanahRp.10.000.000


Selisih Rp.10.000.000

**Mengalokasikan selisih awal


Jika PT Barelang menjual tanah tersebut seharga Rp.32.000.000,
Keuntungan Sebesar Rp.7.000.000 (Rp.32.000.000
Rp.25.000.000) yang dicatat oleh PT Barelang harus dieliminasi
dan kerugian sebesar Rp.3.000.000 (Rp.35.000.000
Rp.32.000.000) akan diakui dalam laporan laba rugi konsolidasian.
Untuk kasus ini, ayat jurnal eliminasi adalah sebagai berikut.

Keuntungan Penjualan Tanah Rp.7.000.000


Kerugian Penjualan Tanah Rp.3.000.000
Selisih Rp.10.000.000

Mengalokasikan selisih awal

Apabila metode ekuitas digunakan dalam pembukuan induk


perusahaan, induk perusahaan harus menyesuaikan nilai tercatat
investasi dan pendapatan metode ekuatas pada periode terjadinya
penjualan untuk menghapus pembukuaan selisih tersebut. Setelah
itu tidak ada lagi selisih sebesar Rp.10.000.000.
Penjualan peralatan yang terkait dengan selisih juga
diperlakukan dengan cara yang sama dengan tanah kecuali
amortisasi untuk periode saat ini dan periode-periode sebelumnya
harus diperhatikan.
KONSOLIDASI DAN METODE BIAYA
Tidak semua induk perusahaan menggunakan metode
ekuitas untuk mecatat investasi pada pt anak yang akan di
konsolidasi, dan juga penggunaan metode biaya atau metode
ekuitas tidak akan berpengaruh terhadap laporan keuangan
konsolidasian, karena saldo akun investasi pendapatan induk
perusahaan dari anak peruahaan dan akun akun terkait akan
di eliminasi dalam penyusunan laporan keuangan
konsolidasian.
TAHUN KOMBINASI BISNIS
Ilustrasi:
PT Induk membeli 80% saham biasa PT Anak pada tgl
1 Januari 2011 seharga Rp310.000.000. pada tgl
tersebut, nilai buku PT Anak secara keseluruhan sebesar
Rp300.000.000,dan nilai wajar dari 20% kepentingan
non-pengendali sebesar Rp77.500.000. selisih total
Rp87.500.000 [(310.000.000+77.500.000)-300.000.000].
Dari total selisih ,Rp5.000.000 berhubungan dengan
persediaan yang terjual pada 2011, Rp10.000.000
berhubungan dengan tanah , Rp60.000.000 berkaitan
dgn bangunan dan peralatan yang memiliki masa
ekonomis selama 10 thn dari tgl kombinasi, dan
Rp12.500.000 berkaitan dgn goodwill yang dikurangi
oleh Rp3.125.000 dari kerugian penurunan nilai selama
2011 dan tetap konstan setelahnya
KONSOLIDASI - TAHUN KOMBINASI BISNIS
Ayat Jurnal Induk Perusahaan (Metode Biaya)

(30) Mencatat pembelian saham PT Anak


Investasi pada saham PT Anak 310.000.000
Kas 310.000.000

(31) Mencatat dividen dari PT Anak (30.000.000x80%)


Kas 24.000.000
pendapatan dividen 24.000.000
TAHUN KOMBINASI BISNIS (Jurnal Eliminasi)
E(32) Mengeliminasi pendapatan dividen dari anak perusahaan
Pendapatan dividen 24.000.000
dividen diumumkan 24.000.000

E(33) Mengalokasikan laba kekepentingan non-pengendali


Pendapatan untuk kepentingan non pengendali 7.175.000
dividen yang diumumkan 6.000.000
kepentingan non pengendali 1.175.000

E(34) Mengeliminasi saldo investasi pada tanggal akuisisi


Saham biasa PT Anak 200.000.000
Saldo laba 1 januari 100.000.000
Selisih 87.500.000
Investasi pada saham Pt anak 310.000.000
kepentingan non pengendali 77.500.000
TAHUN KOMBINASI BISNIS (Jurnal Eliminasi)
E(35) Mengalokasikan selisih pada tanggal akuisisi
Beban pokok penjualan 5.000.000
Tanah 10.000.000
Bangunan dan peralatan 60.000.000
Goodwill 12.500.000
Selisih 87.500.000

E(36) Mengamortisasi selisih terkait dengan bangunan dan


peralatan serta goodwill
Beban penyusutan 6.000.000
beban administrasi 3.125.000
akumulasi penyusutan 6.000.000
goodwill 3.125.000
KERTAS KERJA METODE BIAYA UNTUK LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDA
SIAN TAHUN KOMBINASI BISNIS, 80% PEMBELIAN DIATAS NILAI BU
KU. 31 DESEMBER 20X1

FIGU
R 5-
14
KONSOLIDASI - TAHUN KEDUA KEPEMILIKAN

Perbedaan konsolidasi antara akutansi metoDe


biaya dan akutansi metode ekuitas lebih terlihat
ditahun kedua kepemilikan.

Asumsikan bahwa PT Induk memperoleh laba


dari operasi terpisahnya sebesar Rp 160.000.000
selama tahun 20X2 dan membayar deviden
sebesar Rp 60.000.000 PT Anak melaporkan laba
bersih sebesar Rp 75.000.000 untuk tahun 20X2
dan membayar deviden sebesar Rp 40.000.000
KONSOLIDASI - TAHUN KEDUA KEPEMILIKAN
Ayat Jurnal Induk Perusahaan (Metode Biaya)

(37) Mencatat deviden dari PT Anak (Rp


40.000.000 x 0.80)

Kas 32.000.000
Pendapatan Dividen 32.000.000
TAHUN KEDUA KEPEMILIKAN (Jurnal Eliminasi)
E(38) Mengeliminasi pendapatan dividen dari anak perusahaan
Pendapatan dividen 32.000.000
dividen diumumkan 32.000.000

E(39) Mengalokasikan laba kekepentingan non-pengendali


Pendapatan untuk kepentingan non pengendali 13.800.000
dividen yang diumumkan 8.000.000
kepentingan non pengendali 5.800.000

E(40) Mengeliminasi saldo investasi pada tanggal akuisisi


Saham biasa PT Anak 200.000.000
Saldo laba 1 januari 100.000.000
Selisih 87.500.000
Investasi pada saham Pt anak 310.000.000
kepentingan non pengendali 77.500.000
TAHUN KEDUA KEPEMILIKAN (Jurnal Eliminasi)
E(41) Mengalokasikan laba yang tidak dibagikan pada anak
perusahaan periode sebeleumnya ke kepentingan non-pengendali
Saldo laba, 1Januari 4.000.000
Kepentingan non-pengendali 4.000.000

Perhitungan :
Saldo Laba PT Anak tanggal 1 Januari 20X2 120.000.000
Saldo Laba PT Anak saat akuisisi (100.000.000)
Laba yang tidak dibagikan 20.000.000
Bagian kepentingan non pengendalian x 0.20
Kenaikan dialokasikan kepentingan non pengendalian
4.000.000
TAHUN KEDUA KEPEMILIKAN (Jurnal Eliminasi)
E(42) Mengalokasikan selisih pada awal tahun
Tanah 10.000.000
Bangunan dan peralatan 60.000.000
Goodwill 9.375.000
Saldo laba, 1 Januari 11.300.000
Kepentingan non-pengendali 2.825.000
Selisih 87.500.000
Akumulasi Penyusutan 6.000.000
Perhitungan :
Goodwill : 12.500.000 3.125.000 = 9.375.000
Saldo laba : (5.000.000 + 6.000.000 + 3.125.000) x 80% =
11.300.000
KNP : (5.000.000 + 6.000.000 + 3.125.000) x 20% = 2.825.000
TAHUN KEDUA KEPEMILIKAN (Jurnal Eliminasi)
E(43) Mengamortisasi selisih terkait dengan bangunan dan
peralatan
Beban penyusutan 6.000.000
akumulasi penyusutan 6.000.000

Total selisih dihapusbukukan pada 20X1 :


Jumlah terkait dengan penjualan persediaan ditahun 20X1
5.000.000
Penambahan penyusutan dari bangunan dan peralatan
6.000.000
Penurunan nilai goodwill 3.125.000
Pengurangan saldo laba awal 14.125.000

Pengaruhnya maka, saldo awal kepentingan pengendalian


dikurangi sebesar 80% penghapusan tahun lalu dengan debit ke
Saldo Laba, 1 Januari, dan kepentingan non-pengendalian
dikurangi sebesar 20%. (Jurnal E 42)
KERTAS KERJA METODE BIAYA UNTUK LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASI
AN TAHUN KEDUA SETELAH KOMBINASI BISNIS, 80% PEMBELIAN DIATA
S NILAI BUKU. 31 DESEMBER 20X2

FIGUR
5-15
U R
O
Y ION
O R T
F E N
T T
A