Anda di halaman 1dari 17

PENYEDIA JASA LAINNYA PERORANGAN

PEMERINTAH PROVINSI
DKI JAKARTA
Dasar Hukum Pengadaan Jasa Perorangan

Peraturan Presiden Nomor 54 Tahun 2010 tentang


1 Pengadaan Barang/Jasa sebagaimana telah diubah
terakhir dengan Peraturan Presiden Nomor 4 Tahun
2015

2 Peraturan Daerah Nomor 12 Tahun 2014 tentang


Organisasi Perangkat Daerah

Peraturan Gubernur Nomor 212 Tahun 2016 tentang


3 Pedoman Pengelolaan Penyedia Jasa Lainnya Orang
Perorang
Ruang Lingkup

1 Pekerja Penganganan Prasarana dan Sarana Umum

2 Pekerja Harian Lepas

3 Pekerja Dengan Perjanjian Kerja Antar Waktu

Pekerja Sejenis Yang Terikat Kontrak kecuali Guru


4
(tenaga pendidik), Pegawai BLUD Dinas Kesehatan
dan tenaga medis dan/atau para medis Kantor Taman
Margasatwa Ragunan serta BLUD lainnya yang diatur
dalam Pergub tersendiri
Prinsip Pengadaan

SKPD/UKPD dapat menyelenggarakan Pengadaan


Penyedia Jasa Lainnya untuk masa Perjanjian paling lama
1 (satu) tahun anggaran berjalan.

Pengadaan jasa diselenggarakan sesuai dengan Proses


Pengadaan Jasa sebagaimana diatur dalam Peraturan
Presiden tentang Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah.

Pengadaan Penyedia Jasa Lainnya dimaksudkan tidak untuk


mengisi formasi CPNS dan/atau PPPK dan tidak untuk
diangkat menjadi CPNS dan/atau PPPK dan setiap PJLP harus
menandatangani Surat Pernyataan tidak menuntut untuku
diangkat menjadi calon PNS dan/atau PPPK
Persyaratan
(Ketentuan Pasal 7 diubah sehingga berbunyi
sebagai berikut :
SKPD/UKPD dapat mempekerjakan
Penyedia Jasa Lainnya yang memiliki
Kartu Tanda Penduduk (KTP) di luar
Persyaratan Daerah Khusus Ibukota (DKI) Jakarta
Umum dengan ketentuan khusus (seperti :
Bantar Gebang, Dinas Perhubungan
yang bekerjasama dengan STTD) dan
1. WNI mendapat persetujuan dari Asisten
Sekda masing-masingdSKPD/UKPD.apat
ka n S K P D
2. Diutama m e n ambahkan
KTP DKI r a ta n k h u s u s s e lain
a lin g S edkit persya
3 . U sia P
p e r s y a ratan umum
18 tahun a g a im a n a d im aksud
seb
m il ik i NP W P s e s u ai d e ngan
4. Me
kebutuhan.
Pengelolaan
Perikatan
Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) dapat melakukan proses
perikatan dengan Penyedia Jasa Lainnya Perorangan yang telah
memenuhi persyaratan umum dan persyaratan khusus, melalui
penandatanganan surat perintah kerja (SPK).
Hak

1 Upah (Minimal sesuai dengan UMP)


Cuti
- Maksimal 12 hari kerja (dapat digunakan untuk sakit & ijin)
dng
2 mempertimbangkan ketersediaan jumlah PJLP
- Persalinan dan Kecelakaan Kerja maksimal 3 bulan (Cuti
Kecelakaan kerja diberika apabila PJLP bekerja sesuai dng
Jaminan
SOP Kesehatan
- Upah 1 x UMP iuran BPJS dibayar oleh Pemprov
3 - Upah lebih dari 1 X UMP iuran sebesar 3 % dibayar Pemprov
dan sisanya sebesar 2 % dibayar PJLP
- Iuran Jaminan Sosial Ketenagakerjaan dibayar sepenuhnya
oleh Pemprov
4 Tunjangan Hari Raya / THR (Sebesar 1 x upah dalam 1 bulan)
Mekanisme pemberian cuti

Permohona Cuti dapat Cuti Kecelakaan


PPTK
n Cuti digunakan Kerja diberikan
Menetapka
kepada untuk Ijin & apabila PJLP sdh
n Cuti
PPTK Sakit memenuhi SOP
Tata Cara
Pengadaa
n

Pengadaan langsung oleh


Pejabat Pengadaan
Barang/Jasa SKPD/UKPD.

Kepala SKPD/UKPD
dapat membentuk tim Berdasarkan
teknis untuk perhitungan analisa
pelaksanaan proses beban kerja.
pengadaan PJLP.

Dilaksanakan secara
terbuka, transparan,
bebas korupsi, kolusi dan
nepotisme
Tahapan Pengadaan

Pengu
muma
n
Selek
Evaluasi
si
Seleksi dan
Negosiasi
Penyampai
an
Dokumen
Pendaftar
an

Pengumuman
Kewajiban dan Sanksi Bagi SKPD/UKPD
Proses Pembayaran
PengajuanUpah
Pembayaran Jam Kerja dan SOP
Upah PJLP kepada Kepala SKPD/UKPD wajib menyusun
BPKAD paling lambat SOP pelaksanaan tugas PJLP
tanggal 3 (tiga) setiap SKPD/UKPD dapat menetapkan
bulan jam kerja khusus untuk PJLP
Pembayaran upah kepada
PJLP wajib dilaksanakan Kepala SKPD/UKPD
oleh SKPD/UKPD paling menetapkan
lambat tanggal 5 (lima) Perangkat SKPD
setiap bulan Pejabat Pembuat Komitmen
Panitia/Pejabat Penerima Hasil
Pembayaran upah
Pekerjaan
dilakukan pada bulan
Admin SKPD/UKPD
berikutnya terhitung PJLP
Operator (harus PNS)
mulai bekerja.

Sanksi
SKPD/UKPD bertanggung jawab terhadap kelalaian pengisian data
PJLP sehingga tidak terbayarkannya upah dalam bentuk
membayarkan upah yang tidak terbayarkan
Hukuman Disipilin apabila terdapat hak PJLP tidak terpenuhi akibat
kelalaian dan/atau kesalahan PPK/PPTK/PPHP/Operator
Kepala SKPD/UKPD yang tidak menetapkan SOP pelaksanaan tugas
akan dijatuhi hukuman disiplin
Penilaian Prestasi
Pekerjaan

1 2
PPHP melakukan
pemeriksaan
hasil pekerjaan
dan daftar hadir
Hasil
pemeriksaan
dituangkan
dalam
3
ke
Berita
Hasil
PPHP
Penilaian

merupakan
dasar
setiap bulan Acara dan hasil pembayaran
penilaian di input upah PJLP
ke dalam form
penilaian
Hak PPK

Pemotongan Pemutusan
Upah Perikatan

Apabila PJLP tidak masuk kerja tanpa Tdk mentaati kewajiban & larangan PJLP
keterangan, maka akan dikenakan Tidak masuk kerja lebih dari 5 hari kerja
pemotongan upah sebesar tanpa keterangan yang jelas
Cuti lebih dari 12 hari kerja
Tidak masuk kerja lebih dari 3 (tiga)
bulan bagi PJLP yg cuti Kecelakaan kerja
Dalam hal PJLP cuti karena kecelakaan Terlambat masuk kerja, pulang cepat
kerja, maka dikenakan pemotongan
dan/atau meninggalkan tugas/kantor
progresif dengan ketentuan :
pada jam kerja yang perhitungannya
a. Bulan kesatu : tidak dilakukan
pemotongan sama dengan tidak masuk kerja selama
b. Bulan kedua : dipotong 25 % 5 hr kerja tanpa alasan
c. Bulan Ketiga : dipotong 50 %
Tata Cara Pemutusan Hubungan Kerja

PJLP Yang diduga Pemanggilan


melakukan paling lambat Apabila PJLP tdk hadir maka
pelanggaran dilakukan 2 (dua) dilakukan pemanggilan
dipanggil secara hr kerja setelah kedua paling lambat 3 (tiga)
tertulis utk adanya hr setelah pemanggilan
diperiksa oleh laporan/pengadu pertama
PPTK an

Apabila pemanggilan
Hasil PPK dapat
kedua tidak hadir maka
pemeriksaan di menetapkan
PJLP dimaksud dpt
tuangkan ke pemutusan
diputus perikatannya
dalam Berita perikatan PJLP atas
oleh PPK berdasarkan
Acara dasar BA dan
bukti yg ada tanpa
Pemeriksaan rekomendasi PPTK
dilakukan pemeriksaan
Perikatan Kerja Berakhir

11 Meninggal Dunia
22 Mengundurkan diri
33 Jangka waktu pelaksanaan pekerjaan
telah habis
Ketentua
Ketentua
n
n
Kelebiha
Kelebiha
Kelebihan Jam Kerja
nn jam
jam
kerja
kerja
dan Apabila PJLP bekerja lebih dari jam kerja
dan
Pesango yang telah ditetapkan maka kelebihan
Pesango
n jam kerja dimaksud tidak diperhitungkan
n
sebagai lembur

Pesangon
Pemerintah Provinsi DKI Jakarta tidak
memberikan pesangon dalam bentuk
apapun kepada Penyedia Jasa Lainnya
Perorangan baik dikarenakan pemutusan
perikatan maupun berakhirnya perikatan
Monitoring dan Evaluasi
Tim Monitoring dan Evaluasi Pelaksanaan Kebijakan PJLP :
a. Unsur BKD
b. Unsur Inspektorat
c. Unsur Bappeda
d. Unsur BPKAD
1 e. Unsur BPPBJ
f. Unsur Diskominfomas
g. Unsur Biro ORB
h. Unsur Biro Hukum
i. Unsur SKPD/UYKPD lain yang ditunjuk

2 Peraturan Gubernur Nomor 212 Tahun 2016 tentang


Pedoman Penyedia Jasa Lainnya Perorangan berlaku mulai
tanggal 1 Januari 2017
Ketentuan Surat Edaran Sekda
Nomor 51/SE/2016

Dalam rangka memenuhi kebutuhan PJLP tahun 2017


1 maka pelaksanaan pengadaan dimulai pada tahun 2016
dengan berpedoman pada Surat Edaran Sekretaris
Daerah Nomor 51/SE/2016 tentang Pedoman
Pengadaan Penyedia Jasa Lainnya Perorangan

2 Pengadaan PJLP yang diselenggarakan oleh


SKPD/UKPD dilaksanakan untuk masa perikatan 1
Januari 2017 sampai dengan 31 Maret 2017 sambil
menunggu berlakunya Peraturan Gubernur
mengenai Standarisasi Jenis Pekerjaan dan Beban
Kerja dan Peraturan Gubernur mengenai Standar
Biaya Penyedia Jasa Lainnya Perorangan.
TERIMA KASIH