Anda di halaman 1dari 117

Pencitraan pada gangguan

liver, empedu dan pancreas

dr. Indriasari, SpRad


21 januari 2017
Modalitas Pencitraan pada
hepar
Foto polos abdomen

Ultrasonografi (USG)

CT scan

MRI
Foto polos abdomen

Hepar pada foto polos


tervisualisasi sebagai
struktur dengan
opasitas soft tissue
(semiopaq) di
infradiafragma dextra,
berbatas tegas karena
dibatasi oleh struktur
lemak disekitarnya
Foto polos abdomen
Hepatomegali normal
Hepatomegali (Xray)
USG

Hepar pada USG tervisualisasi sebagai struktur gray tone di


abdomen kuadran kanan atas
USG
USG
CT Scan

D
E

CT scan potongan axial


MRI
MRI abdomen (potongan axial)
Pencitraan gangguan hepar
Hepatitis

Abses hepar

Perlemakan hepar

Sirosis hepatis

Neoplasma hepar, hepatoselular carcinoma


(HCC)
Hepatitis
Respon inflamasi non spesifik hepar difus terhadap
penyebab yang bervariasi

Diagnosis ditegakkan berdasarkan temuan klinis,


laboratorium dan biopsi hati. Peran imaging adalah
untuk mengkonfirmasi diagnosis serta menyingkirkan
penyebab lain terjadinya hepatomegali difus

Modalitas yang digunakan:


USG
CT scan
MRI
Hepatitis

Temuan USG

Hepatitis virus akut


Hepatomegali & splenomegali
Penurunan echogenisitas hepar (dark liver)
Peningkatan echogenisitas dinding v.porta
Penebalan dinding VF

Hepatitis virus kronik


Peningkatan echogenisitas dan kekasaran
echotekstur hepar
Adenopathy di ligamen hepatoduodenal
Hepatitis virus akut

Normal
normal
Hepatitis

Temuan CT Scan

Hepatitis virus akut


Hepatomegali, penebalan dinding VF
Penurunan densitas periportal (karena adanya
cairan / lymphedema)
CT scan dengan kontras : penyangatan
parenchymal heterogen

Hepatitis kronik
Limphadenopathy di porta hepatis/ ligamen
gastrohepatis & retroperitoneum (65% kasus)
Regenerasi nodul yang hyperdens
Hepatitis

CT Scan kontras

Normal
Hepatitis

Normal
Abses Hepar (amuba)

Koleksi pus terlokalisir di hepar e.c entamuba


histolytica dengan destruksi parenchymal dan
stroma hepar

Klinis :
Nyeri abdomen kanan atas, hepatomegali dengan
nyeri tekan
Diare dengan mukus (+)

Modalitas : foto polos abdomen, USG, CT scan,


MRI
Abses Hepar (amuba)

Temuan foto polos


Elevasi hemidiafragma dextra
Atelektasis / infiltrat di lobus bawah kanan
Efusi pleura dextra
Abses Hepar (amuba)

Temuan USG

Biasanya hypoechoic dengan bentuk


membulat/ oval berbatas tegas

Berbatasan langsung dengan kapsul hepar


(lokasi di perifer)dengan echo yang homogen
dan adanya penyangatan distal (distal
enhancement

72 % pada lobus kanan

85% soliter
Abses hepar, usg
Abses hepar, usg

normal
Abses Hepar (amuba)

Temuan CT scan
Massa hypodens (HU 10-20), bentuk
membulat/oval, lokasi perofer

Unilokulasi/ multilokulasi

CT kontras: rim enhancement/ penyangatan


kapsul

Abnormalitas extrahepatic:
atelektasis lobus kanan bawah
Efusi pleura kanan
Abses amebic hepar, CT Scan
Abses amebic hepar, CT Scan

normal
Abses amebic hepar, CT Scan,USG
Perlemakan hepar (fatty
liver)
Komplikasi metabolik terhadap berbagai toxic,
ischemic dan infeksi yang mengenai hepar

Biasanya asimptomatis, pasien obesitas, DM,


alkoholic

Lab: fungsi hepar normal/ meningkat

Imaging : USG, CT, MRI


Perlemakan hepar

Temuan USG

Peningkatan echogenisitas hepar difus

Berkurangnya visualisasi vena hepatika


maupun v.porta
Fatty liver, USG

normal
Perlemakan hepar

Temuan CT Scan

Penurunan attenuasi hepar (difus maupun


fokal) dibandingkan dengan lien

Pola pembuluh darah melewati lesi

CT kontras : mempunyai sensitifitas yang


rendah dalam mendeteksi fatty liver
Fatty liver, CT scan
Fatty liver, CT scan

normal
Sirosis hepatis
Penyakit hepar kronis yang ditandai oleh
nekrosis parenkimal difus dengan fibrosis luas
dan pembentukan nodul regeneratif

Riwayat hepatitis, alcohol abuse

Klinis : fatiq, ikterik, ascites, splenomegali

>> pria, usia paruh baya

Imaging : USG, CT, MRI


Sirosis hepatis

Temuan USG

Kontur hepar nodular

Peningkatan echogenisitas hepar dan echotexture


menjadi kasar

Pembesaran lobus caudatus & segmen lateral lobus kiri

Atrofi lobus kanan & segmen medial lobus kiri

Nodul regeneratif

Tanda hipertensi porta :


Diameter v.porta >13 mm, v.lienalis > 11 mm
Portal cavernoma, ascites, splenomegali & varises
(abdominal cavity, esophagus, rekanalisasi vana
umbilicalis)
Sirosis hepatis, USG

normal
Sirosis hepatis, USG

normal
Sirosis hepatis, USG

normal
Sirosis hepatis, USG

normal
Sirosis hepatis

Temuan CT

Kontur hepar noduler

Atrofi lobus kanan & segmen medial lobus kiri

Pembesaran lobus kaudatus & segmen lateral


lobus kiri

Pelebaran fissura diantara segmen/lobus

Nodul regeneratif

Varises, ascites, splenomegali, kista peribilier


Sirosis hepatis, CT scan

normal
Sirosis hepatis, CT scan

normal
Sirosis hepatis, CT scan

normal
Hepatocellular carcinoma
(HCC)
Merupakan tumor primer malignant hepar
(hepatoma) yang paling terbanyak, biasanya
muncul dari hepar yang sirosis karena hepatitis
virus / alkoholism

Insidens >> di asia tenggara dan afrika

>> pria , usia tua (50-70 th)


HCC

Temuan USG

Echogenisitas bervariasi karena nekrosis tumor


dan hypervaskularitas

Hypoechoic : karena massa solid

Hyperechoic : fatty metamorfosis

Pada pemeriksaan color doppler tampak


hypervaskularitas
Temuan CT Scan
HCC, CT
HCC, CT
HCC, CT
Pencitraan pada gangguan
kantung empedu (KE)

Anatomi
Pencitraan pada gannguan
empedu
Pencitraan KE (kantung
empedu)

USG

CT scan

MRCP (magnetic resonance cholangiopancreatography)

PTC (percutaneous transhepatic cholangiography)

ERCP (endoscopic retrograde cholangiopancreatography)

Post operative (T-Tube cholangiography)

Cholescintigraphy/ hepatobilier scan (IV Tc-99m, rapid


uptake oleh hepar dan dieksresikan melalui traktur biliaris)
Pencitraan KE, USG
Persiapan : Puasa minimal 6 jam sebelum
pemeriksaan

Normal : ukuran tak terdistensi, lumen


anechoic, dinding tak menebal, ultrasonic
murphy sign negative
Pencitraan KE
CT Scan
Pencitraan KE
MRI
ERCP
Gangguan KE
Kolesistitis

Kole(doko)lithiasis

Empiema dan hydrops KE

Atresia biliaris
cholesistitis
Inflamasi KE

Paling banyak pada wanita

Onset usia 25-30

90% kasus kolesistitis terjadi karena batu empedu

Akalkulus kolesistitis terjadi karena iskemia dan infeksi


sekunder, biasanya pada pasien dengan perawatan intensif

Infeksi oportunistik pada pasien immunocompromised

Klinis: nyeri abdomen kanan atas akut, demam

Lab :leukositosis, elevasi enzim hepar

Imaging : USG, CT scan


Temuan USG cholesistitis
Penebalan generalisata dinding KE (> 4 mm)

Impaksi lithiasis di infundibulum KE

KE terdistensi dengan bentuk lebih membulat

Perforasi abses

Tampak gas didalam dinding KE


emphysematous cholecystitis
normal

cholesistitis, USG
normal

cholesistitis, USG
normal

cholesistitis, USG
Temuan CT scan cholesistitis
normal

cholesistitis, CT scan
cholesistitis, CT scan

normal
cholesistitis, CT scan

Normal
chole(doko)lithiasis
Koledokolithiasis : batu di traktus bilier intra/extra hepatik

Lokasi paling tersering : CBD

Faktor resiko : fat, female, fertile, forty

Kolelithiasis ditemukan pada 10% pasien dengan


simptomatik kolelithiasis

Ukuran : 1-20 mm

10% batu kolesterol

10% batu pigmen

Batu di traktus bilier biasanya berasal dari KE

Imaging : USG, CT, MRCP, ERCP


Cholelithiasis, foto polos
choledokolithiasis, temuan
USG
Cholelithiasis, USG
chole(doko)lithiasis, temuan
CT scan
cholelithiasis, CT scan
cholelithiasis
chole(doko)lithiasis, CT
scan
chole(doko)lithiasis
ERCP, koledokolithiasis

normal
Atresia Bilier
Absen / defisiensi severe traktus bilier
extrahepatal

Insidensi : 1 dalam 10.000-13.000 bayu baru


lahir

Sering diragukan dengan neonatal hepatitis


yang notabene merupakan penyakit non bedah

KE tervisualisasi sampai 25% kasus

Klinis : jaundice

Imaging : hepatobilier scan, USG, CT scan,


MRCP
Temuan USG atresia bilier
Echotekstur hepar biasanya normal

Hepatomegali

KE tervisualisasi pada 25% kasusu, CBD tak


tervisualisasi

EHBD (extrahepatic bile duct) tidak tervisualisasi


digantikan dengan echogenic triangular cord
sign yang merupakan remnant fibrotik dari
duktus komunis

Bentuk KE yang irregular dan penebalan dinding


irregular
USG, atresia bilier
Temuan CT scan, atresia
bilier
Densitas hepar bervariasi tergantung derajat
disfungsi hepatosit/ usia

Bisa memperlihatkan adaya KE, namun pada


atresia bilier tidak memperlihatkan adanya
duktus yang terdilatasi

Sangat berguna untuk menyingkirkan


penyebab jaundice lainnya, seperti :
malformasi choledochal, cholelithiasis, massa
maupun dilatasi traktus bilier
MRCP, atresia bilier
Informatif

Kekurangan :Membutuhkan sedasi / anestesi


umum

Sensitivitas 90%, spesifisitas 77%, akurasi 82%


Hepatobilier scan, atresia
bilier
Membutuhkan 5 hari pretreatment dengan
phenobarbital untuk akurasi optimal

Radiotracer hepatocyte uptake eksresi ke


intestinal dalam 24 jam, apabila lebih dari 24
jam sangat menyarankan adanya atresia bilier
maupun oklusi extrahepatic lainnya

Tervisualisasi KE tidak merupakan tanda yang


membentu, terlihat pada 25% kasus

Adanya eksresi efektif ke intestinum


menyingkirkan atresia bilier
ERCP, atresia bilier
Merupakan tindakan invasif, membutuhkan
anestesi umum, menggunakan radiasi dan
mempunyai morbiditas yang signifikan (1-7%)
dan tingkat kegagalan 3-14%
Rekomendasi pencitraan
atresia bilier
USG dilakukan pertama kali untuk mencari
penyebab lain jaundice

Jika KE tervisualisasi, dengan kecurigaan klinis


atresi bilier yang tinggi, maka beberapa ahli
bedah akan melanjutkan dengan pemeriksaan
intraoperatif cholangiogram dan dilanjutkan
dengan operasi definitif jika tidak terlihat
duktus bilier

Dd: neonatal hepatitis, choledochal


malformation, bile plug, stone disease
MRCP, atresia bilier
Heparobilier scan, atresia
bilier
Pencitraan gangguan
pancreas

anatomy
anatomi
Pencitraan pancreas
USG

CT scan

MRI
USG
CT scan
MRI
Gangguan pancreas
Pancreatitis

Neoplasma pancreas
Pancreatitis akut
Proses inflamasi akut pancreas yang dicirikan dengan
nyeri abdomen dan peningkatan level enzym pancreas

Penyebab tersering : alcohol abuse & batu empedu

Severe form : nekrosis lemak luas dan nekrosis


parenkimal

Modalitas imaging : kasus ringan (USG), kasus berat


(CT)

Sering ditemukan pleural efusi

Komplikasi awal; infeksi nekrotik area, abses

Komplikasi lambat : pseudocyst


Pancreatitis akut, temuan
USG
Pancreatitis akut, usg

normal
Pseudocyst, usg
Pancreatitis akut, temuan
CT
Pancreatitis akut, CT

normal
Karsinoma pancreas
Proses malignansi yang tubuh dari epitel duktal
pancreas

Lokasi terbanyak di caput pancreas (60%)

Biasanya asimptomatis sampai tahap lanjut

Obstruktif jaudice, nyeri dan penurunan BB

65% pasien dengan metastase

Lab : meningkatnya tumor marker (CEA, CA 19-9)

Mean onset : 55 tahun

Modalitas imaging : USG, CT, MRI


Karsinoma pancreas, temuan
USG
Karsinoma pancreas, USG

normal
Karsinoma pancreas, USG

normal
USG, ca pancreas
Karsinoma pancreas,
temuan CT
Ca pancreas
Ca pancreas, CT

normal
Ca pancreas, MRCP
Terima Kasih