Anda di halaman 1dari 12

PROTEIN

TERAUPETIK
Disusun Oleh:

Dina Riani
Himatul Azizah
M. Abi Ubaidillah
Sinta Dwi Prisilia
Siti Nur Asiah
Definisi Protein

Protein terapeutik merupakan molekul


protein yang memiliki aktivitas sebagai
obat sehingga dapat digunakan untuk
keperluan klinis. Sejak penemuan insulin
pada tahun 1920, perkembangan
penelitian dan produksi protein terapeutik
mengalami kemajuan yang sangat pesat.
Definisi Protein

Protein adalah suatu senyawa organik


yang mempunyai berat molekul besar
antara ribuan hingga jutaan
satuan(g/mol). Protein tersusun dari atom-
atom C, H, O dan N ditambah beberapa
unsur lainnya seperti P dan S. Atom-atom
itu membentuk unit-unit asam amino.
Urutan asam amino dalam protein maupun
hubungan antara asam amino satu dengan
yang lain, menentukan sifat biologis suatu
protein. (Girinda, 1990).
Proses Pembentukan Protein

a. Transkripsi
Transkripsi adalah proses pemindahan
informasi genetika dari ruas DNA ke
dalam molekul RNA. Transkripsi dilakukan
dengan cara pembentukan RNAd oleh
DNA.Utas DNA digunakan sebagai
cetakan atau pola sintesis.
Transkripsi terdiri dari tiga tahap ,yaitu:
1. Inisiasi (Permulaan)
2. Elongasi (Pemanjangan)
3. Terminasi (Pengakhiran)
Proses Pembentukan Protein

b. Translasi
Kodon-kodon dari RNAd diperlukan untuk
membangun protein di dalam sitoplasma.
Proses itu disebut translasi. Pada saat
translasi terjadi proses penerjemahan kode
asli dari DNA menjadi protein serta interaksi
antara RNAd dan RNAt.
Ada tiga tahap dalam translasi yaitu sebagai
berikut :
1. Inisiasi (Permulaan)
2. Elongasi (Pemanjangan)
3. Terminasi (Pengakhiran)
Protein terapeutik dan Vaksin
Protein terapeutik merupakan molekul
protein yang memiliki aktivitas sebagai obat
sehingga dapat digunakan untuk keperluan
klinis.
Perkembangan teknologi rekayasa
genetika pada produksi protein terapeutik telah
dilakukan pada mikroorganisme/organisme
selain manusia. Vaksin juga telah banyak
diproduksi dengan teknologi ini.Vaksin yang
dibuat melalui teknik rekayasa genetika untuk
memperoleh fragmen antigenik dari
mikroorganisme disebut dengan vaksin
rekombinan.
Teknologi Produksi Protein
Rekombinan
Protein rekombinan merupakan protein yang
diperoleh dari hasil teknologi DNA rekombinan.
Sebagian besar enzim yang digunakan untuk
proses industri merupakan hasil rekayasa, baik
rekayasa pada tingkat genetik maupun protein.
Beberapa faktor yang harus diperhatikan dalam
melakukan produksi protein rekombinan adalah :
1. Pengetahuan mengenai pemilihan sistem ekspresi untuk
memperoleh protein terapeutik.
2. Penyesuaian dengan regulasi dari badan berwenang
untuk tujuan komersialisasi
3. penguasaan berbagai metode untuk karakterisasi dan
purifikasi protein serta pengetahuan mengenai status
permasalahan terkini dari protein terapeutik dan
pemecahannya untuk melakukan pengembangan melalui
modifikasi protein.
Sistem prokariot dan eukariot
dalam memproduksi protein
terapeutik
Sistem prokariot (bakteri) dan eukariot
(yeast, mamalia sel, serangga dan tanaman)
telah digunakan sebagai inang (host) dalam
memproduksi protein terapeutik dan vaksin
rekombinan manusia. Protein dengan ukuran
lebih dari 100 kDa umumnya diekspresikan
dalam sel eukariot, sementara protein yang
berukuran kurang dari 30 kDa diproduksi di
prokariot. Sistem ekspresi prokariota
biasanya digunakan untuk memproduksi
protein heterolog (rekombinan) dari cDNA
eukariota yang dikloning.
Sistem Terapi Protein Terapeutik

Salah satu jenis protein terapeutik yang


populer dan telah digunakan secara luas
adalah interferon (IFN). salah satu jenis
protein IFN yaitu Interferon alfa-2a manusia
(hIFN2a). IFN merupakan suatu protein
yang dihasilkan dalam tubuh ketika sel
terpapar oleh virus, bakteri atau antigen
asing.
hIFN2a memiliki tiga aktivitas
berbeda, yaitu:
TERIMAKASIH