Anda di halaman 1dari 16

“PROTEIN REKOMBINAN”

Protein
Protein adalah makromolekul polipeptida yang
tersusun dari sejumlah L-asam amino yang
dihubungkan oleh ikatan peptida. Suatu molekul
protein disusun oleh sejumlah asam amino dengan
susunan tertentu dan bersifat turunan.
Asam amino terdiri atas unsur-unsur karbon,
hidrogen, oksigen, dan nitrogen. Unsur nitrogen
adalah unsur utama protein sebanyak 16% dari
berat protein. Molekul protein juga mengandung
fosfor, belerang, dan ada jenis protein yang
mengandung unsur logam seperti tembaga dan
besi.
e.Pertahanan tubuh
biasanya dalam bentuk antibodi, yaitu suatuprotein khusus
yang dapat mengenal dan menempel atau mengikatbenda-benda
asingyang masuk kedalam tubuh seperti virus,bakteri, dan sel-sel
asing lain.
f. Media Perambatan Impuls Syaraf
Protein yang mempunyai fungsi ini biasanya berbentuk
reseptor,misalnya rodopsin, suatu protein yang bertindak sebagai
reseptor/penerima warna
g. Pengendalian Pertumbuhan
Protein ini bekerja sebagai reseptor (dalam bakteri) yang
dapatmempengaruhi fungsi bagian-bagian DNA yang mengatur
sifat dan karakter bahan
Fungsi protein
a. Sebagai Enzim
Berperan terhadap perubahan-perubahan kimia dalam sistem
biologis
b. Alat Pengangkut dan Alat Penyimpanan
Banyak molekul dengan BM kecil serta beberapa ion
dapatdiangkut atau dipindahkan oleh protein-protein tertentu.
c. Pengatur Pergerakan
Protein merupakan komponen utama daging, gerakan otot
terjadikarena adanya dua molekul protein yang saling bergeseran.
d. Penunjang Mekanis
Kekuatan dan daya tahan robek kulitdan tulang disebabkan
adanyakolagen, suatu protein yang berbentuk bulat panjang dan
mudahmembentuk serabut
Protein Eksogen dan Endogen

• Protein yang tersusun oleh asam amino esensial(eksogen).


Asam amino esensial adalah asam amino yang dibutuhkan
oleh tubuh, tetapi tubuh tidak dapat mensintesanya sendiri
sehingga harus didapat atau diperoleh dari protein makanan.
• Ada 10 jenis asam esensial yaitu
1) isoleusin (ile), 6. valin (val),
2) leusin (leu), 7. triptifan (tryp),
3) lisin (lys), 8. tirosina (tyr),
4) metionin (met) 9. fenilalanina(phe),
5) sistein (cys), 10. treonina (tre).
• Protein yang tersusun oleh asam amino non esensial (endogen)
Asam amino non esensial adalah asam amino yang bibutuhkan
oleh tubuh dan tubuh dapat mensintesa sendiri melalui
reaksiaminasi reduktif asam keton atau melaui transaminasi. Yang
termasuk dalam protein ini adalah alanin, aspartat,
glutamat,glutamine.
Rekombinasi

Rekombinasi adalah suatu proses dimana suatu progeny


(keturunan) dikembangkan menjadi kombinasi gen-gen kedua
orang tuanya yang menghasilkan satu set DNA baru.
Istilah “protein” digunakan karena protein adalah struktur yang
mendukung dna dan merupakan blok bangunan materi hidup
Protein Rekombinan
Rekombinan protein adalah suatu bentuk manipulasi protein, yang
dihasilkan dalam berbagai cara untuk menghasilkan sejumlah
besar protein,memodifikasi urutan gen dan memproduksi produk
komersial yang bermanfaat. Pembentukkan protein rekombinan
dilakukan melalui perantara khusus yang dikenal sebagai vector.
Teknologi rekombinan adalah proses yang terlibat dalam
pembentukkan protein rekombinasi.
• Teknologi DNA rekombinan adalah salah satu cara mempelajari
fungsi dan interaksi dari protein. Hal ini dilakukan dengan
mengisolasi urutan DNA target dan kemudian memindahkannya
ke vektor kloning berinteraksi dengan DNA target dan
menghasilkan cetak biru informasi gen baru yang disebut DNA
rekombinan. DNA rekombinan tersebut ditransfer ke RNA,yang
pada proses berikutnya menghasilkan protein rekombinan.
Rekombinan DNA merupakan bidang ilmu pengetahuan yang
Produksi
hangat protein rekombinan
diperbincangkan yang berhubungan dengan pembuatan
organisme mulai dari bakteri hingga kambing memproduksi
protein yang biasanya tidak dihasilkan oleh suatu organisme.
Contohnya
Penderita diabetes yang biasanya bergantung pada insulin
dari babi,dimana mirip dengan manusia tetapi tidak persis sama,
sekarang dapat memiliki insulin dari manusia yang pada saat ini
telah dapat diproduksi oleh bakteri. Penderita diabetes yang
biasanya bergantung pada insulin dari babi, dimana dengan
manusia tetapi tidak persis sama, sekarang dapat memiliki insulin
dari manusia yang pada saat ini telah dapat diperoduksi oleh
bakteri.
Skema kombinasi protein
Dalam rangka untuk memahami bagaimana protein rekombinan
dibuat, sebelumnya kita perlu memahami bagaimana semua protein di
bentuk. DNA berada didalam inti sel, DNA memegang semua petunjuk
yang diperlukan untuk membentuk suatu organisme. Seiring dengan itu
rangkaian helai panjang dari DNA adalah suatu instruksi untuk
terbentuknya berbagai protein.
 Struktur DNA
DNA adalah dasar genetik untuk semua makhluk hidup dan
seluruh kehidupan pada dasarnya mempunyai DNA yang sama.
Untai panjang dari DNA pada dasarnya terdiri dari jutaan unit
berulang yang disebut nukleotida. Setiap nukleotida memiliki tiga
bagian: gula, gugus fosfat dan basa nitrogen.
 Struktur dan Fungsi Protein
DNA yang kita miliki menentukan dengan tepat bagaimana kita
akan terlihat dan bagaimana setiap sifat yang kita miliki, tetapi
semua DNA hanya merupakan kode-kode sederhana untuk
protein-protein yang berbeda. Sebenarnya protein tersebut yang
membuat kita menjadi bentuk seperi sekarang ini. Protein
merupakan rangkaian rantai panjang dari asam amino sama
seperti DNA yang juga merupakan rantai panjang dari nukleotida.
 Pilihan host untuk amplifikasi protein
Sistem host tersedia dalam beberapa bentuk termasuk fag,
bakteri, ragi, tumbuhan, jamur berserabut, serangga atau sel
mamalia yang tumbuh dalam kultur dan hewan transgenic.
Pilihan terakhir dari host akan bergantung apada persyaratan yang
spesifik dan aplikasi untuk protein rekombina. Pemilihan host tidak
hanya mempengaruhi amplifikasi dan isolasi dari protein, tetapi
juga cara dimana prodk kemudian dapat dimurnikan.
Sebagai contoh, system ekspresi bakteri tidak cocok jika
modifikasi pasca-translasi di perlukan untuk menghasilkan produk
rekombinan yang dapat berfungsi penuh.
 Pilihan vektor
Pilihan vector diatur oleh host/inangnya. Setelah host telah
dipilih, berbagai macam vector yang berbeda dapat
dipertimbangkan, dari ekspresi vector yang sederhana hingga
vector yang mengeluarkan /mensekresikan protein fusi.
 Vektor untuk protein non-fusion
 Vektor untuk protein fusi
 Pilihan tag fusi
Dua tag yang paling sering digunakan adalah glutathione
S-transferase (GST tag) dan 6 x residu histidine (His) tag.
 Penanganan badan inklusi
protein rekombinan yang terakumulasi intrasel sering diatur
dalam bentuk badan inklusi, agregat terlarut dari protein yang
berkurang aktivitas biologisnya. Jadi, sementara kehadiran badan
inklusi dapat membuat langkah awal dari isolasi menjadi sangat
sederhana, isolasi protein dari badan inklusi sering
menyebabkan kesulitan dengan lipatulang dari protein,
Aplikasi
 Proses rekombinasi protein digunakan untuk berbagai tujuan
penelitian secara komersial, medis dan ilmiah. Dapat juga
digunakan pada peternakan secaran komersial untuk melawan
penyakit pada ternak serta tanaman.
 Rekombinan protein mempunyai peran besar dalam
penciptaan bahan teraupetik yang memodifikasi dan
memperbaiki kesalahan genetik, menghancurkan sel-sel
kanker, mengobati gangguan system kekebalan tubuh, dan
masih banyak fungsi-fungsi lainnya.
 Sebagai contoh, erythropoietin, sebuah protein hormone yang
diproduksi dengan teknologi rekombinan dapat digunakan
dalam merawat pasien dengan kekurangan defisiensi eritrosit,
yang merupakan penyebab umum dari komlikasi gula.
Kesimpulan
• Rekombinan protein adalah suatu bentuk manipulasi protein, yang dihasilkan
dalam berbagai cara untuk menghasilkan sejumlah besar protein,memodifikasi
urutan gen dan memproduksi produk komersial yang bermanfaat.
Pembentukkan protein rekombinan dilakukan melalui perantara khusus yang
dikenal sebagai vector.
• Rekombinan protein mempunyai peran besar dalam penciptaan bahan
teraupetik yang memodifikasi dan memperbaiki kesalahan genetik,
menghancurkan sel-sel kanker, mengobati gangguan system kekebalan tubuh,
dan masih banyak fungsi-fungsi lainnya
• Protein rekombinan telah di hasilkan menjadi beberapa produk dalam bidang
kesehatan yaitu salah satu contohnya adalah erythropoietin, sebuah protein
hormone yang diproduksi dengan teknologi rekombinan dapat digunakan dalam
merawat pasien dengan kekurangan defisiensi eritrosit, yang merupakan
penyebab umum dari komlikasi gula