Anda di halaman 1dari 76

IMPLEMENTASI LOGICAL FRAMEWORK

ASSESSMENT (LFA) DALAM


PERENCANAAN KESEHATAN

DIREKTORAT KESEHATAN DAN GIZI MASYARAKAT


BAPPENAS

Jakarta, 8 Desember 2016


SISTEMATIKA
PAPARAN
I. Pendahuluan
II. Pendekatan Logical Framework
Assessment
III. Aplikasi LFA
IV. Sinkronisasi RPJMN - RPJMD

2
I.PENDAHULUAN

3
3
Pengertian Indikator
Indikator adalah variabel yg membantu kita dalam mengukur
perubahan-perubahan yang terjadi baik secara langsung
maupun tidak langsung (WHO, 1981)

Indikator kinerja adalah ukuran kuantitatif dan/atau kualitatif


yang menggambarkan tingkat pencapaian suatu sasaran atau
tujuan yang telah ditetapkan (BPKP, 2000).

Indikator kinerja (performance indicators) adalah suatu


variabel yang digunakan untuk mengekspresikan secara
kuantitatif efektivitas dan efisiensi proses atau operasi
dengan berpedoman pada target-target dan tujuan
organisasi. (Lohman,2003),

Indikator kinerja merupakan kriteria yang digunakan untuk


menilai keberhasilan pencapaian tujuan organisasi yang
diwujudkan dalam ukuran-ukuran tertentu
Jenis Indikator Kinerja

KEGIAT
Impact
AN OUTPU OUTCO
INPUT (dampa
(PROSE T ME
k)
S)

5
Input: gambaran mengenai sumberdaya yang digunakan untuk
menghasilkan output dan outcome (kuantitas, kualitas, dan
kehematan)

Proses: gambaran mengenai langkah-langkah yang


dilaksanakan dalam menghasilkan barang atau jasa (frekuensi
proses, ketaatan terhadap jadwal, dan ketaatan terhadap
ketentuan/standar).

Output: gambaran mengenai output dalam bentuk barang


atau jasa yang dihasilkan dari suatu kegiatan (kuantitas,
kualitas, dan efisiensi)

Outcome: gambaran mengenai hasil aktual atau yang


diharapkan dari barang atau jasa yang dihasilkan (peningkatan
kuantitas, perbaikan proses, peningkatan efisiensi, peningkatan
kualitas, perubahan perilaku, peningkatan efektivitas, dan
peningkatan pendapatan)
METODE PENYUSUNAN
INDIKATOR

Kinerja Sumber Jenis


Pengump Indikator
ulan Data
Composite
Indexes

Data/informasi Output
dikumpulkan
sendiri oleh K/L Terpenting

Indikator
Survey
outcome Data/Informasi
tersedia langsung
(mis: IHSG, IPM dll)
(*)

(*) Data pengukuran keberhasilan indikator telah tersedia/dilakukan pengumpulan dan perhitungannya
oleh pihak instansi lain (mis: BPS)
PENDEKATAN PENYUSUNAN
INDIKATOR PROGRAM
(OUTCOMES)
1. Indikator outcome merupakan daftar dari
beberapa indikator output terpenting
2. Indikator outcome merupakan composite
Indikator outcome : index dari indikator output
1. Indikator output 1a Indeks gabungan (composite indexes) diperoleh
2. Indikator output 2b, 2c
OUTCOME 3. Indikator output 3b
dengan cara membagi jumlah nilai-nilai dari
4. Indikator output 4a periode tertentuOUTCOME
(mis periode thn t+1), dengan
jumlah nilai-nilai
Indikator : (Iyang
= (Pserupa pada periode
100) dasar
tt / Pt-1
t-1
)x
OUTPUT 1 OUTPUT 2 OUTPUT 3 OUTPUT 4 (mis: periode thn t), dikalikan 100 (*)
Indikator Indikator Indikator Indikator
1a 2a 3a 4a
Indikator Indikator Indikator Indikator
1b 2b 3b 4b Output 1 Output 2 Output 3
Indikator Indikator Indikator Indikator Indikator : Indikator : Indikator :
1c 2c 3c 4c (Ptaa) (Ptbb) (Ptcc)

3. Indikator outcome sudah tersedia dari instansi


OUTCOME
lain (mis : IHSG, IPM, APK)
Indikator outcome merupakan indikator tersendiri
yang akan dijabarkan dalam indikator-indikator
output-nya

OUTPUT 2
OUTPUT 1 OUTPUT 3
Indikator
Indikator output Indikator output
output
CONTOH INDIKATOR
OUTCOME
Indonesia (Deputy X)
Manajemen/Pengelolaan Pendanaan Pembangunan

Indikator :
1. % Kebijakan pendanan pembangunan = (% kebijakan renbang + % kebijakan alokasi + % kebijakan bilateral + %
kebijakan multilateral + % kebijakan pendayagunaan pembangunan) / 5
2. s.d.a untuk indikator koordinasi, pemantauan, dan evaluasi

Tersusunnya Tersusunnya Tersusunnya Tersusunnya Penilaian dan


rencana dan rencana alokasi rencana pendanaan rencana pendanaan pelaporan hasil
strategi pendaan luar negeri bilateral luar negeri pemantauan dan
perencanaan pembangunan multilateral pendayagunaan
pembangunan Indikator: pemanfaatan dana
Indikator: 1.% kebijakan Indikator: pembangunan
Indikator: 1.% kebijakan bilateral = (jumlah 1.% kebijakan
1.% kebijakan alokasi = (jumlah rekomendasi yang multilateral = Indikator:
renbang = (jumlah rekomendasi yang diimplementasikan / (jumlah 1.% kebijakan
rekomendasi yang diimplementasikan / jumlah usulan rekomendasi yang pendayagunaan
diimplementasikan / jumlah usulan rekomendasi dalam diimplementasikan / pembangunan =
jumlah usulan rekomendasi dalam kajian) x 100% jumlah usulan (jumlah rekomendasi
rekomendasi dalam kajian) x 100% 2.s.d.a untuk rekomendasi dalam yang
kajian) x 100% 2.s.d.a untuk koordinasi, kajian) x 100% diimplementasikan /
2.s.d.a untuk koordinasi, pemantauan dan 2.s.d.a untuk jumlah usulan
koordinasi, pemantauan dan evaluasi koordinasi, rekomendasi dalam
pemantauan dan evaluasi pemantauan dan kajian) x 100%
evaluasi evaluasi 2.s.d.a untuk
koordinasi,
pemantauan dan
evaluasi
CONTOH INDIKATOR
OUTCOME
Indonesia (Departemen Pendidikan)
Program Pendidikan Menengah
Indicator:
1.Prosentase peningkatan APS (mencapai 69,91% pada tahun 2009)
2.Prosentase peningkatan APK SMA/SMK/Paket C/MA/SMALB
(mencapai 68,20% pada tahun 2009)

Pemenuhan Beasiswa untuk Rehabilitasi ruang Bantuan Akreditasi sekolah


kebutuhan dan siswa miskin kelas jenjang operasional jenjang menegah
sarana jenjang pendidikan manajemen mutu
prasarana pendidikan menengah (BOMM) SMA Indicator :
pendidikan menengah Jumlah sekolah
Indikator : Indikator : menengah
Indikator : Indikator : Jumlah ruang kelas Jumlah sekolah terakreditas
Jumlah USB, RKB, Jumlah siswa yang yang direhabilitasi menerima BOMM
perpustakaan menerima beasiswa
yang dibangun
Pendekatan
penyusunan indikator
kinerja
Contoh Indikator

Indikator Kuantitas (diukur dengan satuan angka


dan unit)
Contoh : Jumlah nakes yang mendapatkan pelatihan
Indikator Kualitas (menggambarkan kondisi atau
keadaan tertentu yang ingin dicapai (melalui
penambahan informasi tentang skala/tingkat
pelayanan yang dihasilkan))
Contoh : Persentase bayi usia 0-11 bulan yg mendapat
imunisasi lengkap
Indikator Harga (mencerminkan kelayakan biaya
yang diperlukan untuk mencapai sasaran kinerja)
Contoh : Biaya yang diperlukan untuk pelaksanaan
pelatihan tenaga kesehatan
PERMASALAHAN INDIKATOR
Indikator yang tidak sesuai
sebagai alat ukur kinerja,
sehingga bukan informasi hasil
monev yang tepat utk akurasi
perencanaan anggaran berbasis
Jumlah indikator
kinerja pada
program/kegiatan terlalu banyak
pengukuran hasil nyata dari
Seleksi dan
program/kegiatan akan sulit
Penyempurnaan indikator
dilakukan
kinerja sebagai bagian
Jumlah seluruh indikator sekitar
dari pengembangan
17.000, bahkan beberapa
sistem monitoring dan
program/kegiatan memiliki
Tidak semua indikator evaluasi kinerja
indikator hingga 10-30.
program/kegiatan telah memenuhi pembangunan nasional:
kriteria statemen indikator yang 1. KerangkaLogika
Program
tepat sebagai alat ukur (SMART-V)
Tidak ada hirarki antara indikator 2. SMART
outputs dan outcomes, sehingga
sulit untuk dapat menilai
kontribusi dari suatu output
(Kegiatan) terhadap pencapaian
hasil outcomes (Program
efektiveness).(Logic Model)
Merumuskan Menyusun Pentingnya
Pengukuran dan Kerangka Logika
Evaluasi Kinerja Kerangka logika
Program
Indikator
Melalui logika
Membutuhkan
yangTepat program
(program log- (program Kinerja yang
program,
pemahaman yang log-frame/ logic
frame/ logic tepatpengukuran
jelas tentang apa model)model) digunakan kinerja yang
yang dilakukan untuk menjelaskan
logika yang relevan dapat
program dan hasil
mendasari desain diidentifikasi
yang akan dicapai.
suatu program. secara sistematis,
Kategori dengan demikian
pengukuran Memberikan indikator kinerja
kinerja dan indikasi yang tepat dapat
indikator : bagaimana ditetapkan.
1.Pengukuran / berbagai
Indikator Kinerja
Indikator komponen yang
terkait saling yang Baik :
Dampak Specific/Spesifik
(Impact) berinteraksi.
(S)
2.Pengukuran/ Logika yang Measurable/Ter
Indikator ukur (M)
mendasari
Outcomes Attributable/
bagaimana
(Efektivitas) Achievable/
kegiatan pada
3.Pengukuran program tersebut Accountable/
Produktivitas menghasilkan Attainable(A)
4.Pengukuran output yang Result-Oriented/
Efisiensi ditargetkan dan Relevant (R)
5.Indikator/Pengu menuju pada Time-Bound (T)
kuran Output pencapaian Verifiable/
6.Indikator / tujuan/hasil Dapat divalidasi
Pengukuran program (V)
Input (outcomes). 14
BAGIAN II

PENDEKATAN KERANGKA
LOGIKA PROGRAM
(PROGRAM LOGIC MODEL)

15
15
2. KERANGKA LOGIKA

Apa itu Kerangka Logika Program?


PROGRAM

1. Suatu teori logis yang aplikatif, tentang


bagaimana program akan mencapai hirarki hasil
yang dapat direncanakan. Menggambarkan
tentang mekanisme bagaimana perubahan akan
terjadi.
2. Terdiri dari serangkaian pernyataan jika-maka
yang seringkali merujuk sebagai suatu mata rantai
hasil atau menunjukkan keterkaitan atau relasi
antara:
a) input/sumber daya,
b) proses/kegiatan,
c) output (produk dan layanan),
d) manfaat langsung dan tidak langsung,
e) dampak,
f) mengidentifikasi kebutuhan, permasalahan yang
ditangani
3. Mengidentifikasi semua asumsi dan
permasalahan.
4. Dapat sederhana berupa-satu jalur sebab-
akibat, atau kompleks. Dapat satu arah atau
16
2. KERANGKA LOGIKA
PROGRAM

KAPAN DOKUMEN KERANGKA LOGIKA


PROGRAM DIBUTUHKAN:
Sebagai bahan dialog atau komunikasi dalam proses
perencanaan dan penganggaran.

1. Informasi untuk pengambilan


keputusan bagi usulan Program Baru
(new inisiatif);
2. Bahan untuk evaluasi
Program/Kebijakan (Ex-Ante,
Pelaksanaan, maupun Ex-Post);
3. Informasi tentang Program untuk
Perbaikan Program yang menerus;
4. Perencanaan yang lebih efisien dan
efektif. 17
PENDEFINISIAN SASARAN
Dalam perumusan sasaran pembangunan
menggunakan pendekatan Kerangka Logis
Kerangka logis adalah kerangka pikir yang
menggambarkan hubungan antara masukan,
proses, sasaran/produk dan keluaran.
KELUARA OUTCOM
MASUKAN PROSES N IMPACT
E

Kerangka logis dapat digunakan pada perumusan


setiap tingkatan sasaran (K/L, Program dan
Kegiatan).
Syarat: Dengan asumsi berdiri pada posisi yang
sama 18

18
KERANGKA UMUM PENYUSUNAN LOGIC
MODEL
PROBLEMS /
NEEDS

Hasil pembangunan yang


IMPACT / diperoleh dari
Apa yang ingin
DAMPAK pencapaian outcome diubah
Manfaat yang diperoleh
dalam jangka menengah
OUTCOME /
untuk beneficieries
Apa yang ingin
HASIL dicapai
tertentu sebagai hasil
dari output
Apa yang
OUTPUT / Produk/barang/jasa akhir dihasilkan
KELUARAN yang dihasilkan (barang) atau
dilayani (jasa)
Proses/kegiatan
PROSES / menggunakan input Apa yang
KEGIATAN untuk menghasilkan dikerjakan
output yang diinginkan
Sumberdaya yang
Apa yang
memberikan kontribusi
INPUT digunakan dalam
dalam menghasilkan
bekerja (4M)
output
Sumber : Framework for Managing Programme Performance Information,
National Treasury, Republic of South Africa, May 2007
19
HUBUNGAN ANTARA KRITERIA EVALUASI DAN
STRUKTUR KEBIJAKAN

Kriteria Pengukur
an Kinerja
Evaluasi INDIKATOR

IMPACTS PRIORITAS
(DAMPAK/OUT NASIONAL INDIKATO
COME AKHIR) (POLICY) R IMPACTS
Damp
ak
FOKUS
OUTCOMES

PROGRA
PROGRA
Keberlanjutan

PRIORITA INDIKATOR
(HASIL) S
OUTCOMES

M
M
Efektifit

(ISU
(ISU
STRATEGIS
Relevansi

STRATEGIS
LINTAS
LINTAS
as

BIDANG/K-L)
BIDANG/K-L)

KELUARAN KEGIATAN INDIKATOR


(PRODUK) (PROYEK) OUTPUTS/
Efisien

KELUARAN
Penilaian
si

Proses
Pelaksanaan INDIKATOR
MASUKAN SUMBER
(INPUT) DAYA INPUTS /
MASUKAN
PERMASALAHAN UTAMA
(Permasalahan Pokok Nasional Yang Akan
diselesaikan)

20
2. KERANGKA LOGIKA
PROGRAM

Gambaran Alur jika-maka KLP yang sederhana

Jika tersedia Jika rencana Jika produk/ Jika manfaat ini


akses ke kegiatan layanan tercapai, maka
sumber daya diselesaikan, tersebut diharapkan
dihasilkan,
Sumber daya tersebut, maka akan maka penerima akan terjaditertentu
perubahan
dalam
maka dapat dapat / target group
tertentu yang digunakan organisasi /
dibutuhkan diberikan akan mendapat masyarakat/
untuk produk/ manfaat dalam komunitas atau
untuk melaksanakan layanan yang cara tertentu
pelaksanaan sistem
rencana dimaksud sebagai berikut
program kegiatan ini ini.

Input Kegiatan Output Manfaat Dampak

sumber
daya
Rencana kerja: Apa Hasil Yang Diharapkan:
yang Dilakukan Apa yang Diperoleh
21
Sumber: Kellogg Foundation; United Way 21
BAGIAN III

CONTOH APLIKASI

22
22
5 LANGKAH URAIAN KLP HINGGA
PERNYATAAN INDIKATOR
1. Menguraikan rasional dari program: Identifikasi
kebutuhan dan dampak yang diinginkan.
2. Buat rantai sebab-akibat dari manfaat yang
menghasilkan dampak yang diperlukan untk
menangani situasi (permasalahan).
3. Identifikasi apa yang dilakukan program atau
apa yang akan dilakukan untuk pencapai an
setiap manfaat.
4. Uraikan kondisi yang diinginkan (kriteria
sukses) dari setiap dampak, manfaat, output,
kegiatan dan input.
5. Identifikasi indikator-indikator kinerja yang
relevan untuk setiap kriteria sukses.

Semua yang disebut di atas merupakan sumber pertanyaan dalam


melakukan evaluasi.
23
KERTAS KERJA KERANGKA LOGIKA
PROGRAM
Komponen Program Kriteria Indikator
Keberhasilan: Kinerja
1. (Ciri2 yang
b Relevan) 4 5
7. Dampak

6. Manfaat Antara
(Rangkaian dari beberapa
2 outcomes/manfaat)
5. Manfaat Langsung
(hasil manfaat yang bisa
dikendalikan, akibat
langsung dari output)
4. Output
3 3. Kegiatan/proses

2. Input

1. Need (Kebutuhan/situasi):
masalah yang akan
1. ditangani-data awal untuk
a dampak dan manfaat-
mempengaruhi pilihan
dampak, manfaat, strategi
yang diinginkan
CONTOH : Kerangka Logika Program
Peningkatan Produktivitas dan Kesejahteraan
Nelayan

Outcome
Outcome
Outcome
Outcome Outcome
Outcome Akhir
Input
Input Output
Output Akhir
Awal
Awal Antara
Antara /Dampak
/Dampak

Tersedianya
Dana Untuk
Kapal
Membangun Meningkatnya Meningkatnya Meningkatnya
Penangkap
Kapal Volume Produktivitas Produktivitas
Ikan
Kapasitas Nelayan Perikanan
Penangkapan Tangkap Tangkap
Dana Untuk
Ikan
Menyediakan Tersedianya
Alat Alat Meningkatnya
Penangkap Penangkapan Penjualan
Ikan Ikan Produksi
Nelayan Ke
Pasar
Terselesaikan Meningkatnya
nya Sertifikasi Pendapatan
Awak Nelayan Memiliki Petani
Kapal/Nelayan Wawasan Yang Meningkatnya
Lebih Baik Ttg Jumlah Petani
Pelatihan Tersedianya Nelayan Lokal
Training Untuk Teknologi Dan
Sumber Daya Manajemen Yang Aktif
Manusia Kelompok Nelayan Berproduksi
Penerima Pengolahan
(Nelayan)
Pengembangan
Usaha Mina
Pedesaan (PUMP)
25
CONTOH:
Rantai Manfaat Dan Dampak Bagi Kampanye Anti Merokok
Dampak / Manfaat Akhir
(Ultimate Outcomes)
Meningkatnya kesehatan dan/atau harapan hidup dari kelompok sasaran,
mengurangi biaya fasilitas kesehatan masyarkat terkait dengan bahaya merokok

Manfaat Antara (Intermediate Outcomes)


Kelompok sasar utama berhenti merokok dan terus tidak merokok

Kelompok Kelompok sasar utama benar-benar berhenti merokok


sekunder
Kelompok sasar utama belajar bagaimana berhenti merokok
menerapka
n tekanan Kelompok target primer ingin berhenti merokok
Kelompok target lebih paham mengenai bahaya merokok
Manfaat Langsung (Immediate Outcomes)
Program menjangkau kelompok sasar utama (para perokok) dan kelompok sasar
sekunder (keluarga, kawan dll dari perokok) mereka terpapar pesan yang perlu
disampaikan
Outputs adalah iklan TV, Brosur disebarkan di sarana-sarana
kesehatan, dsb. 26
26
LANGKAH 4:
Uraikan Keinginan (Kriteria Sukses) dari Setiap
Outcomes/Manfaat
1. Berdasarkan: kuantitas, kualitas, ketepatan-waktu,
dsb., dan standar.
2. Selanjutnya digunakan untuk mengidentifikasi
indikator kinerja yang relevan untuk
outcomes/manfaat.
3. Perumusan kriteria keberhasilan adalah untuk
menghindari: (1) Mengukur hal yang tidak relevan, (2)
Tidak melihat hal-hal yang penting, (3) tidak mencapai
target yang sesungguhnya, (4) outcomes/manfaat
tidak tersampaikan (misscomunicated).

LANGKAH 5:
Identifikasi informasi Indikator kinerja yang
Relevan dengan Sukses Kriteria (Langkah 4),
untuk: needs/ kebutuhan, input, kegiatan,
output, manfaat dan dampak, 27
URAIAN KRITERIA SUKSES YANG AKAN DIUKUR OLEH
INDIKATOR, DARI ASPEK:
APA? DENGAN SIAPA? KAPAN? DI MANA?
BAGAIMANA? MENGAPA?
Karakteristik apa yang harus dimiliki
outcomes/manfaat? Contoh :
Uraian mengenai outcomes/ manfaat
Kualitas, misal : Keandalan ? Kemudahan akses ?
Kuantitas, misal: Berapa besar? Berapa
proporsinya?
Dengan siapa saja setiap manfaat dapat dicapai?
Jumlah dan tipe dari klien
Kelompok sasaran yang dapat diindetifikasi
untuk setiap tipe kebutuhan (needs);
Pertimbangan terhadap aspek pemerataan.
Kapan manfaat harus dicapai?
Ketepatan Waktu dari respons /pelayanan
(timeliness of response)
Jikadimungkinkan lakukan perumusan
Target dan tonggak di atas
pencapaian berdasarkan
(milestones)
konsultasi dengan stakeholders.

28
CONTOH:
PERUMUSAN OUTCOME, INDIKATOR, BASELINE DAN TARGET
SEKTOR: PENDIDIKAN
Outcomes Indikator Baseline Target
(Sasaran
Hasil)
1. Meningkatnya 1. % anak usia 3-5 1.Pada 2008, 75% 1.Pada 2010, 85%
akses anak tahun di perkotaan dari anak-2 umur dari anak-anak
secara nasional terdaftar di 3 5 tahun; umur 3 5;
pada program pendidikan Pra-
pendidikan anak sekolah;
usia dini (pra- 2. Pada 2009, 40% 2.Pada 2015, 60%
sekolah). 2. % anak usia 3-5 dari anak-2 umur anak-anak umur 3
th di perdesaan 3 5; 5;
(Kualitas :Akses terdaftar di
Pendidikan) pendidikan pra- c
sekolah
2. Meningkatnya 1. % Pelajar SD Pada 2013, 75% Sampai dengan
hasil kelas 6, mendapat pelajar mendapat 2015 80%
Pencapaian nilai 70% atau nilai 70% atau lebih mendapat nilai70%
Belajar lebih baik, baik di bidang atau lebih baik di
Pendidikan SD. berdasarkan test Matematika; dan Matematika, dan
standard nasional 61% mendapat 67% nilai 70%
(Kualitas: penilaian untuk bidang score 70% atau atau lebih baik di
hasil matematika dan lebih baik dalam sains
pembelajaran/ sains. sains berdasarkan
pendidikan) test standar
nasional 29
CONTOH : SARAN PERBAIKAN INDIKATOR OUTCOMES

Program: Pendidikan Dasar


Outcomes (Sasaran) 1:
Meningkatnya Hasil Pencapaian Belajar pendidikan SD
Indikator Outcomes:
% Pelajar SD yang lulus dengan Nilai NEM 80 atau lebih
baik.
- Baseline: Pada 2010 adalah 75%
- Target Pada 2012 adalah 90%
Kegiatan, untuk pencapaian outcomes tsb a.l.
menghasilkan output yang dapat diukur oleh Indikator
OUtput :
- % guru SD yang berkualifikasi akademik S1
- % SD yang memiliki rasio guru/siswa sesuai SPM
(1:20?)
- % SD Memiliki Fasilitas E-Pembelajaran
30
HUBUNGAN KERANGKA KERJA LOGIS K/L
DENGAN PENCAPAIAN PEMBANGUNAN
NASIONAL

Catatan:
Bagi K/L yang terkait dengan Sasaran Pembangunan Nasional (Impact) dalam RPJMN maka K/L harus
dapat menjabarkan ke dalam sasaran strategis Kementerian/Lembaga (Outcome).
Sedangkan, bagi K/L yang tidak terkait dengan Sasaran Pembangunan Nasional dalam RPJMN maka
Sasaran Strategis K/Lakan dicantumkan dalam RPJMN.
31
HASIL PENYUSUNAN LFA TA
2015

32
32
CONTOH: LOGICAL FRAMEWORK PROGRAM
PPSDMK

Melalui logical framework program, pengukuran kinerja yang relevan dapat


diidentifikasi secara sistematis. Dengan demikian, indikator kinerja yang tepat dapat
ditetapkan. 33
CONTOH: LOGICAL FRAMEWORK PROGRAM P2PL

34
BAGIAN IV
SINKRONISASI RPJMN-
RPJMD
Sistem Perencanaan Pembangunan
Nasional

Pedoman Pedoman Rincian


Renstra KL Renja - KL RKA-KL

Pemerintah
APBN

Pusat
Pedoman Bahan (diserasikan
Bahan Diacu dlm RAKORPUS &
Trilateral Meeting)

RPJP Pedoman RPJM Dijabarkan Pedoman


RKP RAPBN APBN
Nasional Nasional

Diserasikan melalui
Diacu Diperhatikan
MUSRENBANG

RPJP Pedoman RPJM Dijabarkan RKP Pedoman


RAPBD APBD
Daerah Daerah Daerah

Pemerintah
Daerah
Pedoman Bahan Diacu Bahan

Renstra Pedoman Renja - Pedoman RKA - Rincian


SKPD SKPD SKPD APBD

UU SPPN (No.25/2004)
UU KeuNeg (No.17/2003)
Fase perlunya
sinkronisasi
36
Perencanaan adalah proses yang panjang, rumit dan
bertingkat: Bagaimana mengawal konsistensinya?

Titik Kritis perencanaan di Daerah:


1. Translasi RPJMN ke dalam RPJMD
2. Kapasitas perencanaan Kab/kota
3. Regulasi: UU23/2014; UU Kesehatan; UU ASN, SPM,
Permendagri

UU No. 23 tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah


Pasal 263
(1) RPJPD disusun berpedoman pada RPJPN dan RTRW daerah
(2) RPJMD disusun berpedoman pada RPJPD dan RPJMN
(3) RKPD disusun berpedoman pada RKP dan program strategis
nasional dari pusat
Hal yang perlu diSinkronisasi

RPJMN Adopsi & Translasi


Sasaran pokok berdasarkan :
- Situasi spesifik daerah
- Visi Misi Kepala
Arah Kebijakan Daerah
Sasaran pembangunan
Strategi daerah yang mendukung
pencapaian nasional
Proksi indikator tingkat
Indikator daerah
Penentuan target di
daerah
Target
Sinergitas sumber
pendanaan
38
Sinkronisasi

Konsistensi sasaran pokok RPJMD


dengan sasaran pokok nasional.
Konsistensi arah kebijakan dan
strategi pembangunan daerah dalam
mendukung pencapaian prioritas
nasional.
Penyesuaian target dalam RPJMD
dengan target prioritas nasional
terkait.
Penyesuaian pendanaan yang
Analisis Situasi &
Masalah Kes.
(1)

Visi-Misi
Daerah Bid.
(2)
Kes.

(3)
Perumusan Tujuan dan Sasaran

Perumusan Arah Kebijakan (4)


dan Strategi
(5)
Penyusunan Rencana
(6) Aksi Lintas Bidang (7)
Penyusunan Kerangka Penyusunan Kerangka
Pendanaan Kelembagaan & Regulas
(8)
Penyusunan Rencana Program dan Kegiatan SKPD
40
Terima kasih

41
CONTOH IDENTIFIKASI LFA

(Dalam bentuk Matrik Hirarki)


GIKIA (Ibu, Anak, Gizi), PP&PL, PPSDMK (Done)

42
SASARAN POKOK 1:

MENINGKATNYA STATUS KESEHATAN IBU,


ANAK, REMAJA, DAN LANSIA

43
KESEHATAN IBU
PERMASALAHAN KESEHATAN IBU

ANATOMI KEMATIAN
Kehamilan; 25% IBU
Persalinan; 13% Sumber:
Nifas; 62% 1. Riskedas 2013
2. Kajian Determinan Kematian Maternal
(Kemenkes, 2012)
3. RAN PP AKI 2013-2015 (Kemenkes 2013)
4. HSR Report : MCH (Bappenas 2014)
5. Rancang Bangun Percepatan AKI
(Bappenas 2017)

45
PERMASALAHAN KESEHATAN IBU

ANATOMI KEMATIAN
Kehamilan; 25%
Persalinan; 13%
IBU
Nifas; 62%

Penyebab
Tdk Penyebab
Langsung
Langsung 77,2%
Hipertensi 32,4%
22,8%
dlm
kehamilan
Penyakit yg
(HDK)
telah
diderita/sela Komplikasi 30,2%
ma puerpurium
kehamilan
Perdarahan 20,3%
Lainnya 17,1%
Komplikasi
kehamilan,
persalinan, nifas
( 15%
kehamilan)
46
PERMASALAHAN KESEHATAN IBU

ANATOMI KEMATIAN
Kehamilan; 25% Tempat Propor IBU
Persalinan; 13% kematian si
Nifas; 62%
RS 41,9%
Pemerintah
RS Swasta 16,1%
Lainnya 12,2%
Rumah 29,4%

Penyebab
Tdk Penyebab
Langsung
Langsung 77,2%
Hipertensi 32,4%
22,8%
dlm
kehamilan
Penyakit yg
(HDK)
telah
diderita/sela Komplikasi 30,2%
ma puerpurium
kehamilan
Perdarahan 20,3%
Lainnya 17,1%
Komplikasi
kehamilan,
persalinan, nifas
( 15%
kehamilan)
47
PERMASALAHAN KESEHATAN IBU
Pelayanan
antenatal ANATOMI KEMATIAN
Kehamilan; 25% Tempat IBU
Propor Kualitas Pelayanan
Persalinan; 13% kematian si RS:
Nifas; 62%
RS 41,9% Sarana/alat/obat/dar
Pemerintah ah
Kompetensi
Rujukan ke Nakes
Pelayanan RS Swasta 16,1%
Faskes:
Pelayanan obstetri Lainnya 12,2% 3 Terlambat
posnatal emergency Akses 24/7
Rumah 29,4% Sosbud
JKN
Akses thd
Penyebab
fasyankes
Kualitas Linakes ?
Tdk Penyebab Penangan
Pelayanan RS Langsung
Langsung 77,2%
Hipertensi 32,4% Komplikasi
22,8%
dlm berkesinambungan
Penyakit yg
kehamilan (continuum of care)
Pencegahan & (HDK)
telah
Pengendalian diderita/sela Komplikasi 30,2%
penyakit ma puerpurium
Imunisasi kehamilan
Perdarahan 20,3%
Lainnya 17,1%
KB /Kespro: Komplikasi Pencegahan Komplikasi
Unwanted kehamilan, Perbaikan gizi remaja
pregancy persalinan, nifas & ibu
4 terlalu ( 15% Kompetensi bidan
Pengetahuan kehamilan)
Kespro 48
LFA KESEHATAN IBU
SASARAN
Meningkatnya status kesehatan ibu

Meningkatnya akses dan kualitas


pelayanan kesehatan maternal

Meningkatnya status gizi Meningkatnya pelayanan


Meningkatnya status
dan menurunnya resiko kesehatan antenatal,
kesehatan reproduksi
penyakit obstetri dan post natal

Meningkatnya kuantitas
Meningkatnya
dan kualitas tenaga, Meningkatnya akses
pengetahuan kesehatan
sarana/prasarana/alat pelayanan kesehatan
maternal &
dan obat yankes maternal
pemberdayaan masy
maternal

49
LFA KESEHATAN IBU
INDIKATOR
Angka IMPACT
Kematian Ibu

Persalinan di fasilitas
kesehatan OUTCOM
CFR persalinan di faskes E
rujukan

Presentase kunjungan
antenatal
Persalinan oleh tenaga
Unwanted pregnancy Prevalensi anemia kesehatan
Contraceptive Prevalensi hipertensi Persentase kasus
komplikasi kelahiran yang OUTPUT
prevalence rate Bumil KEK
dirujuk
Persentase kunjungan
nifas

Pengetahuan tentang
kespro Bidan terlatih RS PONEK siap 24/7
Pengetahuan bumil Ketersediaan obat RS dengan UTD INPUT
DAN
tentang komplikasi esensial di fasyankes Jumlah Puskesmas PONED PROSES
dan rujukan primer Peserta JKN
UKBM aktif

50
KESEHATAN
ANAK
PERMASALAHAN KESEHATAN ANAK

ANATOMI KEMATIAN
Intervensi effektif BAYI
Ketersediaan & kualitas Sumber:
1. SDKI 2012-2013 Riskedas 2013
nakes 2. Riskesdas 2007
Sarana/prasarana/alat 3. HSR Report : MCH (Bappenas 2014)
Tata laksana & imunisasi Faktor ibu terhadap
Kesehatan Lingkungan kematian bayi 0-6
hari (Riskesdas
40 35.9 35.5
35 32.4
Pe nyebab Ke matian bayi (Riskesdas 2007) 2007)
31.4
30
23.8
25
19.7 20.5 20.4
Proporsi
20 18.1
15.4
15 12 12.8 12.8 Ketuban pecah dini; 23
9.3
10 Lainnya; 28.9
5
0 Hipertensi
Gizi maternal; 10.3 maternal; 21.8
Komplikasi kehamilan/kelahiran; 16

Fokus pada
Kematian
Neonatal
Intervensi efektif pada
Kematian neonatal (19/1.000 kh = 60% AKB)
Kematian post-neonatal
kesehatan dan gizi bumil
& remaja

Kematian bayi (32/1.000 kh)

52
PERMASALAHAN KESEHATAN ANAK

ANATOMI KEMATIAN
Karakteristik Sosial Ekonomi
(SDKI 2012-13) BAYI
Karakteristik Demografi (SDKI 2012-13)

Penduduk miskin &


Perdesaan
Akses terhadap USIA IBU 50
WILAYAH 40
faskes dan nakes <20 31
Desa 26 KB dan
20-29 31
kespro
Kota 66 30-39 58
40-49 71
PENDIDIKAN IBU 43 Urutan Kelahiran 40
Tanpa Pendidikan 27 7+ 29
4-6 35
Tamat SD 15 2-3 64
Tamat SMP/SMA 52 1 42

JARAK LAHIR SEBELUMNYA 27
Univ + 33 Peningkat < 2 th 24
an 2 th 84
KESEJAHTERAAN 17
pengetahu 3 th 18 Gizi
Terendah an 4+ th bumil
Sedang UKURAN BAYI LAHIR /bayi
Kecil/Sgt Kecil
Tertinggi Rata-Rata atau besar

53
LFA KESEHATAN ANAK
SASARAN Meningkatnya status kesehatan
anak

Meningkatnya status kesehatan


dan gizi bumil dan bayi

Menurunnya Meningkatnya
Meningkatnya Meningkatnya pelayanan
resiko
kesehatan KB status gizi ibu kesehatan
penyakit bumil
dan Kespro dan anak neonatal
dan bayi

Pengetahuan kes bayi?


Meningkatnya tenaga,
Pengetahuan bumil Meningkatnya akses
tentang komplikasi
sarana/prasarana/alat
pelayanan anak
dan rujukan dan obat yankes anak

54
LFA KESEHATAN ANAK
INDIKATOR IMPACT
Angka Kematian Bayi

BBLR
Pre Diare, Pnemonia, Pernafasan, OUTCOM
E
Sepsis
Premature

Imunisasi
Bumil WUS
Contraceptiv dasar lengkap Kunjungan
KEK
e prevalence Prevalensi neonatus
ASI esklusif OUTPUT
rate diare (KN)
Anemia Bumil
Pneumonia
Meningkatnya
RS PONEK siap 24/7
pengetahuan Obat di
Jumlah Puskesmas
kesehatan anak & Fasyankes PONED INPUT
pemberdayaan Primer Peserta JKN
DAN
PROSES
masyarakat

55
SASARAN POKOK 2:

MENINGKATNYA STATUS GIZI MASYARAKAT


PERMASALAHAN PERBAIKAN GIZI MASYARAKAT

Indikator gizi memburuk Resolusi WHA 65.6 MDGs:


Indikator Capaian(pe Balita dengan berat
Menurunkan proporsi
rsen) balita stunting badan kurang
2007 201 201 sebesar 40% (underweight)
0 3
Kekurangan Gizi pada 18,4 17,9 19,6
Balita Menurunkan anemia
Stunting Balita 36,8 35,6 37,2 pada Wanita Usia
Subur sebesar 50%.
SDGs:
Stunting Baduta - - 32,9 Balita stunting
Bumil 15-49 th risiko - 24,2
KEK Balita wasting
Menurunkan anak
Anemia pada ibu hamil 24.5 - 37.1 yang lahir BBLR nutritional needs of
BB lebih dan Obesitas - 21,7 28,9 sebesar 30% adolescent girls
dewasa
Laki-laki - 16,3 19,7 pregnant women
Tidak ada kenaikan
Perempuan - RT 26,9 32,9 lactating women
Balita dr proporsi anak dengan
Bayi BBLR
miskin11,5 11,1
lebih 10,2 gizi lebih older persons
ASI eksklusif bayi < 6 -
beresiko - 38,0
bulan
Meningkatkan
prosentase ASI
Eksklusif setidaknya
50%
Menurunkan proporsi
balita kurus wasting
menjadi kurang dari
5%

57
LFA PERBAIKAN GIZI
MASYARAKAT
SASARAN Meningkatnya status gizi
masyarakat

Meningkatnya akses dan


mutu pelayanan gizi
masyarakat

Meningkatnya
Meningkatnya akses Dikembangkannya
surveillance gizi
dan mutu pelayanan program fortifikasi
termasuk
gizi dengan fokus pangan untuk
pemantauan gizi ibu
utama pada 1000 hari perbaikan status
hamil, busui dan
pertama kehidupan gizi mikro
balita

Meningkatnya
pengetahuan dan Meningkatnya
kesadaran Meningkatnya peran ketersediaan SDM Meningkatnya
masyarakat untuk masyarakat dalam Gizi yang memiliki penguatan
melaksanakan perbaikan gizi, kapasitas dalam pelaksanaan dan
perilaku hidup bersih termasuk melalui perencanaan, pengawasan
dan sehat, pola upaya kesehatan koordinasi dan regulasi dan
konsumsi serta pola berbasis masyarakat pelaksanaan standard Gizi
asuh balita yang baik program gizi

58
Stunting baduta Gizi LFA PERBAIKAN GIZI
Lansia?
INDIKATOR Underweight balita Wasting
MASYARAKAT
balita? Meningkatnya
Obesitas dewasa penguatan
pelaksanaan dan
Anemia Bumil pengawasan
Bayi 0-6 bulan dg ASI Eksklusif regulasi dan
standard Gizi
BBLR
Anemia remaja
Balita yg naik berat badan (N/S)

Konsumsi tablet Fe Jumlah Posyandu


Jumlah >90 selama Aktif Pelaksanaan
kabupaten/kota kehamilan Jumlah desa yang fortifikasi multi
yang melakukan Ibu Hamil KEK yang mengalokasisikan mikronutrien
pemantauan status mendapatkan dana desa untuk
gizi berkala makanan tambahan kegiatan perbaikan Jumlah kader
Anak usia 6-24 bulan gizi, termasuk posyandu yang
gizi kurang dg revitalisasi posyandu dilatih tentang
Persentase Ibu yang pendampingan
perbaikan pola Jumlah kabupaten 1000 HPK, Pola
memiliki Asuh dan
pengetahuan yang makan, Calon yang memiliki
pengantin perencanaan Pemberian makan
baik ttg pola makan mendapatk anak usia 0-24
anak 0-24 bulan program gizi lintas
penyuluhan gizi sektor yang bulan dan PHBS
Jumlah kabupaten Remaja putri melibatkan Jumlah tenaga gizi
yang melaksanakan mendapat TTD masyarakat sipil, kabupaten dan
marketing sosial Anak usia 6-24 bulan sektor swasta dan Puskesmas yang
tentang 1000 HPK yang memenuhi sektor akademik dilatih untuk
minimum acceptable (SUN movement perencanaan
diet platform program gizi
59
PROGRAM, KEGIATAN DAN INDIKATOR TERKAIT
KESEHATAN IBU, ANAK, REMAJA, DAN LANSIA
DALAM DRAFT MATRIK RPJMN 2015-2019
SASARAN POKOK 1:
Meningkatnya Status Kesehatan Ibu, Anak, Remaja, dan
Lansia
K/L: Kementerian Kesehatan
Program Utama: Bina Gizi dan Kesehatan Ibu dan Anak

Kegiatan:
1. Peningkatan Kesehatan Ibu Maternal dan Usia Subur
2. Peningkatan Kesehatan Anak dan Remaja
3. Peningkatan Kesehatan Usia Kerja dan Lansia
4. Percepatan Perbaikan Gizi Masyarakat

Program terkait lainnya:

Pembinaan Upaya Kesehatan, Kefarmasian dan Alat Kesehatan,

Pengembangan dan Pemberdayaan Sumber Daya Manusia Kesehatan

(PPSDMK)
PROGRAM, KEGIATAN DAN INDIKATOR TERKAIT
KESEHATAN IBU, ANAK, REMAJA, LANSIA, DAN GIZI
SASARAN DALAM DRAFT MATRIK RPJMN 2015-2019

Meningkatnya status
kesehatan ibu, anak, remaja,
dan lansia

Meningkatnya
Meningkatnya Meningkatnya akses Meningkatnya
pelayanan
pelayanan dan kualitas akses dan kualitas
kesehatan kesehatan pada
pelayanan pelayanan
penduduk usia kerja
kesehatan kesehatan ibu kesehatan anak
dan lansia
reproduksi

Meningkatnya
ketersediaan
Meningkatnya
(fasilitas, sarana, Meningkatnya akses
pengetahuan, Menurunnya resiko
obat dan tenaga) terhadap pelayanan
kesadaran serta penyakit bumil dan
dan mutu kesehatan
peran aktif bayi
pelayanan masyarakat
masyarakat
kesehatan
masyarakat
PROGRAM, KEGIATAN DAN INDIKATOR TERKAIT
KESEHATAN
Persalinan di Fasilitas IBU, ANAK, REMAJA, LANSIA DAN GIZI
Pelayanan
INDIKATOR Kesehatan; DALAM DRAFT MATRIK RPJMN 2015-2019
CFR Persalinan di Fasyankes;
BBLR
Premature Death
Bayi 0-6 bulan dg ASI Eksklusif;
Anemia remaja; Anemia pada
ibu hamil
Balita yg naik berat badan
(N/S)

Kunjungan antenatal
(K4) Konsumsi Fe 90 hr
Unwanted Bumil Kek dg mak
Persalinan oleh
pregnancy
Nakes tambahan Indikator Kes
Contraceptiv
e prevalence
Kunjungan nifas Balita gizi kurang dg Kerja dan
Kunjungan neonatal pendampingan dan
rate
Sekolah dengan makanan tambahan Olahraga?
penjaringan Remaja Putri mdpt TTD
Pola Indikator lansia?
konsumsi RS PONEK sesuai RS PONEK siap
standar
(?) 24/7
Imunisasi dasar Puskesmas PONED Sistem rujukan
Jumlah sesuai standar
lengkap terstruktur
baduta naik Tenaga Kesehatan
Diare, pnemonia, Insentif nakes di
(N/s) (bidan, dll)
prematur, sepsis, daerah DTPK?
Jumlah Puskemas sesuai
pernafasan standar nakes
posyandu
Hipertensi Ketersediaan obat
aktif
maternal esensial di fasyankes
Kader primer
posyandu
dilatih
SASARAN POKOK 3:

MENURUNNYA PREVALENSI
PENYAKIT MENULAR &
PENYAKIT TIDAK MENULAR
PERMASALAHAN PENGENDALIAN PENYAKIT
DAN PENYEHATAN LINGKUNGAN

Perubahan beban penyakit antara tahun 1990, 2010 dan


2015

64
LFA PENGENDALIAN PENYAKIT
SASARAN DAN PENYEHATAN LINGKUNGAN

Menurunnya prevalensi penyakit menular


dan penyakit tidak menular

Meningkatnya upaya pencegahan dan


pengendalian penyakit serta penyehatan
lingkungan

Meningkatnya Meningkatnya upaya


pencegahan dan pencegahan dan
pengendalian penyakit Meningkatnya upaya pengendalian faktor resiko
Penyak menular
Penyakit Globa PTM
penyehatan lingkungan Biologi Perila Lingkung
it terabaik l
s ku an
infeksi an threat

Meningkatnya
surveilans penyakit & Teknologi
faktor resiko
Tata laksana kasus dan Pemberdayaan
rantai penularan Masyarakat
Pencegahan dan
penanggulangan Kesehatan primer:
wabah SPA, SDM, Outeacrh

65
LFA PENGENDALIAN PENYAKIT
INDIKATOR DAN PENYEHATAN LINGKUNGAN
Menurunnya prevalensi penyakit menular dan faktor
resiko
penyakit tidak menular IMPACT,
Prevalensi TB, Prevalensi HIV, Eliminasi Malaria, Filariasis, OUTCOM
dan Kusta; E
Prevalesi Darah Tinggi, Prevalensi Obesitas, Perda KTR; Jml
desa dengan STBM, Imunisasi Dasar Lengkap, Kejadian
KLB/Wabah

Biologis:
Keberhasilan pengobatan TB Fasilitas yankes
(SR) jiwa
Penyandang cacat
Penemuan kasus Cakupan akses air OUTPUT
HIV dan pengobatan sesuai yang berhasil
bersih dilayani, dilindungi , INPUT
standar
Penemuan kasus zoonosis Cakupan sanitasi dasar dan direhabilitasi DAN
Deteksi dini dan PROSES
yang ditangani sesuai standar Kelurahan/Desa dengan
POMP Filariasis Pandu PTM, dan
STBM atau layanan
Penemuan dini kasus kusta
TTU memenuhi syarat khusus PTM lainnya
Persentase faktor resiko
Perilaku: aktifitas
potensial PHEIC yang
terdeteksi di pintu negara fisik, makan buah
sayur?
Adaptasi perubahan iklim Produk/model/prototipe/standar Lingkungan:
Pengendalian vektor /formula di bidang biomedis dan Kecelakaan,
terpadu teknologi dasar kesehatan polusi ?
Kab/kota dg pendendalian
zoonosis sesuai standar Promosi kesehatan dan
Pengawasan kualitas air pemberdayaan masyarakat
minum
Tata laksana kasus dan
rantai penularan
SPA, SDM, Outreach?
66
PROGRAM, KEGIATAN DAN INDIKATOR TERKAIT
PP&PL
DALAM DRAFT MATRIK RPJMN 2015-2019

SASARAN POKOK 6 :
Menurunnya prevalensi penyakit menular, penyakit tidak menular,
dan penyehatan lingkungan

K/L: Kementerian Kesehatan

Program: Pengendalian Penyakit dan Penyehatan Lingkungan

Kegiatan:
1. Pembinaan Surveilans, Imunisasi, Karantina dan Kesehatan
Matra
2. Pengendalian Penyakit Bersumber Binatang
3. Pengendalian Penyakit Menular Langsung
4. Pengendalian Penyakit Tidak Menular
5. Penyehatan Lingkungan

67
PROGRAM, KEGIATAN DAN INDIKATOR TERKAIT SDM
KESEHATAN
SASARAN DALAM DRAFT MATRIK RPJMN 2015-2019

Menurunnya prevalensi penyakit menular,


penyakit tidak menular, dan penyehatan
lingkungan

Menurunkan angka
kesakitan akibat
Meningkatnya
penyakit yang dapat
Pencegahan dan Meningkatnya
dicegah dengan
Penanggulangan pengendalian penyakit
imunisasi, peningkatan
Penyakit Bersumber menular langsung
surveilans, karantina
Binatang
kesehatan, dan
kesehatan matra Meningkatnya
Meningkatnya ketersediaan (sarana
Meningkatnya
yankes, obat dan
pengendalian faktor Penyehatan dan
tenaga), pemberdayaan
risiko penyakit tidak Pengawasan Kualitas
kesehatan, pembiayaan,
menular Lingkungan penelitian dan
pengembangan

68
PROGRAM,
Prevalensi TB, Prevalensi HIV KEGIATAN DAN INDIKATOR TERKAIT SDM
Status eliminasi Malaria, Filariasis, KESEHATAN
INDIKATOR dan Kusta DALAM DRAFT MATRIK RPJMN 2015-2019
Prevalensi tekanan darah tinggi,
prevelensi gula darah tinggi,
prevalensi obesitas
Perda Kawasan Tanpa Rokok (KTR)
Jml desa dengan STBM
Kejadian KLB/Wabah

Persentase bayi usia Persentase kab/kota yang


0-11 bulan yang melakukan pengendalian vektor Persentase Kab/kota dengan angka
mendapat imunisasi terpadu keberhasilan pengobatan TB paru BTA
dasar lengkap Jumlah kab/kota dengan API positif (SR) minimal 85%
Persentase <1/1.000penduduk Persentase angka kasus HIV yang
lingkungan sehat, Jumlah kab/kota endemis diobati
aman, dan melakukan pemberian obat massal Persentase cakupan penemuan dini
terkendali dari pencegahan (POMP) Filariasis kasus baru kusta (tanpa cacat)
faktor risiko KKM di Kelambu berinsectisida?
pintu masuk negara Sarana Prasarana dan Obat:
Persentase desa/kelurahan yang - Rumah sakit yang terakreditasi
melaksanakan kegiatan Posbindu Persentase - Jumlah puskesmas yang terakreditasi
- Meningkatnya ketersediaan obat esensial di
PTM Tempat Tempat Puskesmas
Persentase penduduk usia >15
Umum yang - Persentase Ketersediaan Obat dan Vaksin di
tahun yang melakukan Kab/kota
memenuhi syarat
pemeriksaan gula darah SDM: Persentase tenaga kesehatan yang
Persentase penduduk usia >15 kesehatan teregistrasi
Persentase air Pemberdayaan masyarakat
tahun yang melakukan - Jumlah tema promosi kesehatan kesehatan,
pemeriksaan tekanan darah minum yang termasuk KIA, PTM, dan kesehatan lalu
Persentase puskesmas yang memenuhi lintas, dalam informasi, komunikasi dan
edukasi masyarakat
melaksanakan pengendalian standar kualitas Pembiayaan 69
PTM terpadu - Kepesertaan SJSN kesehatan (persen)
Penelitian dan pengembangan
Jumlah Produk/Informasi/Data Litbang
SASARAN POKOK 6:

TERPENUHINYA KETERSEDIAAN SDM


KESEHATAN YANG BERMUTU
PERMASALAHAN SDM KESEHATAN
Rendahnya produksi,
mutu dan kurang
meratanya distribusi
SDM kesehatan
Rendahnya ketersediaan dan Kurangnya
tidak meratanya distribusi produksi
SDM kesehatan terutama di jumlah SDM
DTPK kesehatan
terutama dokter
spesialis Peningkatan produksi SDM
kesehatan, terutama dokter
spesialis
Peningkatan beasiswa untuk
SDM kesehatan
Masih rendahnya mutu
tenaga kesehatan

Tipe Akredita Akredit Tidak Total Terakred Jumlah Tenaga Kesehatan (%)
Sekolah si valid asi terakredit itasi D3
D3
kadalua asi valid Ners Kebidana dr drg
Keperawatan
rsa (Persen) n
Kebidana 454 15 259 728 62 65.
n Nilai Rata2 48.0 43.0 41.1
8
Keperaw 457 44 252 753 60
atan Nilai
77.8 73.3 72.2
Kesehata 101 15 60 176 57 Tertinggi
n Nilai
masyara 13.3 10.0 7.8
Terendah
Tersusunnya roadmap kebutuhan kat
Nilai 62.
Farmasi 79 7 67 153 51 44.0 37.5 40.1 53.8
SDM kesehatan Gizi 12 4 28 44 27 Kelulusan 0
1.181 118 954 2.253 52 71.
Peningkatan kualitas perencanaan Lulus (%) 63.0 67.5 53.5
3
76.0
dan pendayagunaan SDM Sumber: HPEQ Project dan Kemkes, 2013
kesehatan Perbaikan sistem akreditasi institusi kesehatan
Perbaikan sistem deployment SDM PPDS, dokter layanan primer (DLP)
kesehatan
Pelaksanaan pendidikan dan pelatihan SDM
Peningkatan sistem insentif
Internship PTT, sister hospital, kesehatan
kerjasama dengan Peningkatan internship 71
Sumber: Rifaskes 2011swasta
dan Profil Kesehatan 2012-2013
LFA SDM
SASARAN KESEHATAN

Terpenuhinya ketersediaan SDM


Kesehatan yang bermutu

Meningkatnya
Meningkatnya
ketersediaan dan SDM Kesehatan
produksi SDM
pemerataan distribusi yang berkualitas
Kesehatan
SDM Kesehatan

Meningkatnya Meningkatnya kualitas


perencanaan dan Perbaikan sistem akreditasi
produksi SDM
kesehatan pendayagunaan SDM institusi kesehatan
Meningkatnya kesehatan Meningkatnya pelaksanaan
Memperbaiki sistem
produksi dokter pendidikan dan pelatihan
spesialis deployment SDM kesehatan
SDM kesehatan
Meningkatnya Meningkatnya sistem insentif
beasiswa untuk SDM Meningkatnya pelaksanaan
terutama untuk SDM
kesehatan internship
kesehatan di DTPK
Roadmap kebutuhan SDM
kesehatan
PTT, sister hospital, kerjasama
dengan swasta

PPDS, Dokter Layanan Primer


(DLP)

72
LFA SDM
INDIKATOR KESEHATAN
Persentase Puskesmas yang
memenuhi standar ketenagaan
Persentase RS yang memenuhi
standar ketenagaan sesuai kelas OUTCOM
Jumlah SDM kesehatan yang E
ditingkatkan kompetensinya

Meningkatnya
Meningkatnya
pemerataan SDM Kesehatan
produksi SDM
distribusi SDM yang berkualitas
Kesehatan
Kesehatan
Persentase
peningkatan Jumlah tenaga kesehatan Peningkatan akreditasi
kelulusan SDM yang ditempatkan di DTPK institusi kesehatan
kesehatan Jumlah tenaga kesehatan
Jumlah kelulusan Perbaikan sistem deployment yang melaksanakan
OUTPU
dokter spesialis SDM kesehatan internship
Jumlah tenaga kesehatan T,
Jumlah tenaga INPUT
di fasilitas kesehatan
kesehatan penerima sistem insentif DAN
yang memiliki surat PROSE
bantuan pendidikan
PTT, sister hospital, kerjasama tanda registrasi (STR) S
(beasiswa)
Tersusunnya dengan swasta, PPDS, DLP
roadmap kebutuhan
tenaga kesehatan
Jumlah peraturan
dan regulasi terkait
dengan pendidikan
kesehatan

73
PROGRAM, KEGIATAN DAN INDIKATOR TERKAIT SDM
KESEHATAN
DALAM DRAFT MATRIK RPJMN 2015-2019

SASARAN POKOK 6 :
Terpenuhinya ketersediaan SDM kesehatan yang bermutu

K/L: Kementerian Kesehatan

Program: Pengembangan dan Pemberdayaan Sumber Daya Manusia


Kesehatan (PPSDMK)

Kegiatan:
1. Peningkatan Mutu SDM Kesehatan
2. Perencanaan dan Pendayagunaan Sumber Daya Manusia
Kesehatan
3. Pendidikan dan Pelatihan Sumber Daya Kesehatan

74
PROGRAM, KEGIATAN DAN INDIKATOR TERKAIT SDM
KESEHATAN
SASARAN DALAM DRAFT MATRIK RPJMN 2015-2019

Meningkatnya ketersediaan, pemerataan, dan


mutu SDM kesehatan

Meningkatnya Meningkatnya Meningkatnya


kualitas pelaksanaan mutu
perencanaan dan pendidikan dan sumberdaya
pendayagunaan pelatihan tenaga manusia
SDM kesehatan kesehatan kesehatan

75
PROGRAM, KEGIATAN DAN INDIKATOR TERKAIT SDM
KESEHATAN DLM DRAFT MATRIK RPJMN 2015-2019

INDIKATOR
Persentase Puskesmas yang memenuhi standar ketenagaan (5
jenis tenaga kesehatan: kesmas, kesling, gizi, tenaga teknis
kefarmasian, analis kesehatan)
Persentase RS yang memenuhi standar ketenagaan sesuai
kelas
Jumlah SDM Kesehatan yang ditingkatkan kompetensinya

Jumlah tenaga kesehatan


penerima bantuan
pendidikan (beasiswa) Jumlah tenaga kesehatan
Jumlah tenaga kesehatan yang ditempatkan di Jumlah tenaga
di fasilitas kesehatan DTPK kesehatan yang
yang memiliki surat tanda Jumlah tenaga kesehatan mengikuti pelatihan
registrasi (STR) yang melaksanakan terakreditasi
Jumlah peraturan dan internship
regulasi terkait dengan
pendidikan kesehatan
Persentase tersusunnya
roadmap kebutuhan
Persentase peningkatan
tenaga kesehatan Peningkatan
kelulusan SDM kesehatan
Jumlah kelulusan dokter
Insentif, PTT, sister akreditasi institusi
hospital, kerjasama kesehatan ?
spesialis
dengan swasta, PPDS,
DLP
76