Anda di halaman 1dari 52

MASALAH ETIK DAN

HUKUM DALAM
KEPERAWATAN
Made Karma Maha Wirajaya, M.Kes
PENDAHULUAN

Pelayanan keperawatan yang bermutu adalah pelayanan yang dapat


memuaskan setiap pemakai jasa, serta penyelenggaraannya sesuai
dengan standar dan kode etik profesi yang telah ditetapkan
Keperawatan merupakan salah satu profesi tenaga kesehatan yang
memberikan pelayanan kesehatan langsung baik kepada individu,
keluarga dan masyarakat
Sebagai salah satu tenaga profesional, keperawatan menjalankan dan
melaksanakan kegiatan praktek keperawatan dengan mengunakan
ilmu pengetahuan dan teori keperawatan yang dapat dipertanggung
jawabkan
PENDAHULUAN

Dalam melakukan praktek keperawatan, perawat secara langsung


berhubungan dan berinteraksi kepada penerima jasa pelayanan, dan
pada saat interaksi inilah sering timbul beberapa hal yang tidak
diinginkan baik disengaja maupun tidak disengaja, kondisi demikian
inilah sering menimbulkan konflik baik pada diri pelaku dan penerima
praktek keperawatan
Oleh karena itu profesi keperawatan harus mempunyai standar profesi
dan aturan lainnya yang didasari oleh ilmu pengetahuan yang
dimilikinya, guna memberi perlindungan kepada masyarakat
DILEMA ETIK

Dilema etik adalah suatu masalah yang melibatkan dua (atau lebih)
landasan moral suatu tindakan tetapi tidak dapat dilakukan keduanya
Dilema etika juga merupakan situasi yang dihadapi seseorang
dimana keputusan mengenai perilaku yang layak harus di buat
Pada dilema etik ini sukar untuk menentukan yang benar atau salah
dan dapat menimbulkan stress pada perawat karena dia tahu apa
yang harus dilakukan tetapi banyak rintangan untuk melakukannya
Peran perawat ditantang ketika harus berhadapan dengan masalah
dilema etik, untuk memutuskan mana yang benar dan salah; apa
yang dilakukannya jika tak ada jawaban benar atau salah; dan apa
yang dilakukan jika semua solusi tampak salah
PRINSIP PRINSIP ETIKA
KEPERAWATAN
Prinsip otonomi merupakan bentuk resfek terhadap seseorang atau
dipandang sebagai persetujuan tanpa paksaan dan bertindak secara
rasional.
Otonomi merupakan hak kemandirian dan kebebasan individu yang
menuntut pembedaan diri
Berbuat baik berarti hanya melakukan sesuatu yang baik. Kebaikan
memerlukan pencegahan kesalahan atau kejahatan, dan peningkatan
kebaikan oleh diri dan orang lain
Keadilan dibutuhkan demi tercapainya derajat dan keadilan terhadap
orang lain yang menjunjung prinsip-prinsip moral, legal dan
kemanusiaan
PRINSIP PRINSIP ETIKA
KEPERAWATAN
Prinsip tidak merugikan ini mengandung arti tidak meninbulkan bahasa fisik
dan psikologis pada klien
Prinsip kejujuran artinya penuh kebenaran yang berhubungan dengan
kemampuan seseorang mengatakan kebenaran
Prinsip menepati janji dibutuhkan individuuntuk menghargai janji dan
komitmennya terhadap orang lain
Prinsip kerahasiaan adalah bahwa informasi tentang klien harus dijaga
sunguh-sunguh sebab merupakan sesuatu yang privasi
Akuntabilitas merupakan standar pasti bahwa tindakan seseorang yang
profesional harus dapat dinilai dalam situasi yang tidak jelas atau tanpa
terkecuali
PERMASALAHAN DASAR ETIKA
KEPERAWATAN
Kuantitas melawan kualitas hidup
Kebebasan melawan penanganan dan pencegahan bahaya
Berkata secara jujur melawan kebohongan
Keinginan terhadap pengetahuan yang bertentangan dengan falsafah
agama, politik, ekonomi dan ideologi
Terapi ilmiah konvensional melawan terapi tidak ilmiah dan coba-coba
KUANTITAS MELAWAN KUALITAS
HIDUP
Contoh Masalahnya :
Seorang ibu minta perawat untuk melepas semua selang yang dipasang
pada anaknya yang berusia 14 tahun, yang telah koma selama 8 hari
Dalam keadaan seperti ini, perawat menghadapi permasalahan tentang
posisi apakah yang dimilikinya dalam menentukan keputusan secara moral
Sebenarnya perawat berada pada posisi permasalahan kuantitas
melawan kuantitas hidup, karena keluarga pasien menanyakan apakah
selang-selang yang dipasang hampir pada semua bagian tubuh dapat
mempertahankan pasien untuk tetap hidup
KEBEBASAN MELAWAN
PENANGANAN DAN PENCEGAHAN
BAHAYA
Contoh masalahnya :
Seorang pasien berusia lanjut yang menolak untuk mengenakan sabuk
pengaman sewaktu berjalan
Ia ingin berjalan dengan bebas
Pada situasi ini, perawat pada permasalahan upaya menjaga
keselamatan pasien yang bertentangan dengan kebebasan pasien
BERKATA SECARA JUJUR
MELAWAN KEBOHONGAN
Contoh masalahnya :
Seorang perawat yang mendapati teman kerjanya menggunakan
narkotika
Dalam posisi ini, perawat tersebut berada pada masalah apakah ia
akan mengatakan hal ini secara terbuka atau diam, karena diancam akan
dibuka rahasia yang dimilikinya bila melaporkan hal tersebut pada orang
lain
KEINGINAN TERHADAP PENGETAHUAN YANG
BERTENTANGAN DENGAN FALSAFAH AGAMA,
POLITIK, EKONOMI DAN IDEOLOGI
Contoh masalahnya :
Seorang pasien yang memilih penghapusan dosa daripada berobat ke
dokter
TERAPI ILMIAH KONVENSIONAL
MELAWAN TERAPI TIDAK ILMIAH DAN
COBA-COBA
Contoh masalahnya :
Di Irian Jaya, sebagian masyarakat melakukan tindakan untuk
mengatasi nyeri dengan daun-daun yang sifatnya gatal
Mereka percaya bahwa pada daun tersebut terdapat miang yang dapat
melekat dan menghilangkan rasa nyeri bila dipukul-pukulkan dibagian
tubuh yang sakit
PERMASALAHAN ETIK
KEPERAWATAN SAAT INI
Konflik etik antar teman sejawat
Menghadapi penolakan pasien terhadap tindakan keperawatan
Masalah antara peran merawat dan mengobati
Berkata jujur atau tidak jujur
Tanggung jawab terhadap peralatan dan barang
Malpraktik
Kelalaian
KONFLIK ETIK ANTAR TEMAN
SEJAWAT
Keperawatan pada dasarnya ditujukan untuk membantu pencapaian
kesejahteraan pasien
Untuk dapat menilai pemenuhan kesejahteraan pasien, maka perawat
harus mampu mengenal/tanggap bila ada asuhan keperawatan yang
buruk dan tidak bijak serta berupaya untuk mengubah keadaan tersebut
Kondisi inilah yang sering sering kali menimbulkan konflik antara perawat
sebagai pelaku asuhan keperawatan dan juga terhadap teman sejawat
Dilain pihak perawat harus menjaga nama baik antara teman sejawat,
tetapi bila ada teman sejawat yang melakukan pelanggaran atau dilema
etik hal inilah yang perlu diselesaikan dengan bijaksana
MENGHADAPI PENOLAKAN
PASIEN TERHADAP TINDAKAN
KEPERAWATAN
Masalah ini sering juga terjadi, apalagi pada saat ini banyak bentuk-bentuk
pengobatan sebagai alternative tindakan
Dan berkembangnya tehnologi yang memungkinkan orang untuk mencari
jalan sesuai dengan kondisinya
Penolakan pasien menerima pengobatan dapat saja terjadi dan dipengaruhi
oleh beberapa factor, seperti pengetahuan, tuntutan untuk dapat sembuh
cepat, keuangan, social dan lain-lain
Penolakan atas pengobatan dan tindakan asuhan keperawatan merupakan
hak pasien dan merupakan hak outonomy pasien, pasien berhak memilih,
menolak segala bentuk tindakan yang mereka anggap tidak sesuai dengan
dirinnya
Yang perlu dilakukan oleh perawat adalah menfasilitasi kondisi ini sehingga
tidak terjadi konflik sehingga menimbulkan masalah-masalah lain yang lebih
tidak etis
MASALAH ANTARA PERAN
MERAWAT DAN MENGOBATI
Berbagai teori telah dijelaskan bahwa secara formal peran perawat adalah
memberikan asuhan keperawatan, tetapi dengan adanya berbagai factor
sering kali peran ini menjadai kabur dengan peran mengobati
Masalah antara peran sebagai perawat yang memberikan asuhan
keperawatan dan sebagai tenaga kesehatan yang melakukan pengobatan
banyak terjadi di Indonesia, terutama oleh perawat yang ada didaerah
perifer (puskesmas) sebagai ujung tombak pelayanan kesehatan kepada
masyarakat
Dari hasil penelitian, Sciortio (1992) menyatakan bahwa pertentangan
antara peran formal perawat dan pada kenyataan dilapangan sering timbul
dan ini bukan saja masalah Nasional seperti di Indonesia, tetapi juga terjadi
di Negara-negara lain
BERKATA JUJUR ATAU TIDAK JUJUR

Didalam memberikan asuhan keperawatan langsung sering kali perawat


tidak merasa bahwa, saat itu perawat berkata tidak jujur
Padahal yang dilakukan perawat adalah benar (jujur) sesuai kaedah
asuhan keperawatan
Contoh: Sering terjadi pada pasien yang terminal, saat perawat ditanya
oleh pasien berkaitan dengan kondisinya, perawat sering menjawab
tidak apa-apa ibu/bapak, bapak/ibu akan baik, suntikan ini tidak sakit
Dengan bermaksud untuk menyenangkan pasien karena tidak mau
pasiennya sedih karena kondisinya dan tidak mau pasien takut akan
suntikan yang diberikan, tetapi didalam kondisi tersebut perawat telah
mengalami dilema etik. Bila perawat berkata jujur akan membuat sedih
dan menurunkan motivasi pasien dan bila berkata tidak jujur, perawat
melanggar hak pasien
TANGGUNG JAWAB TERHADAP
PERALATAN DAN BARANG
Dalam bahasa Indonesia dikenal istilah menguntil atau pilfering, yang
berarti mencuri barang-barang
Sebagai contoh: ada pasien yang sudah meninggal dan setalah pasien
meninggal ada barang-barang berupa obat-obatan sisa yang belum
dipakai pasien, perawat dengan seenaknya membereskan obat-obatan
tersebut dan memasukan dalam inventarisasi ruangan tanpa seijin
keluarga pasien
Hal ini sering terjadi karena perawat merasa obat-obatan tersebut tidak
ada artinya bagi pasien, memang benar tidak artinya bagi pasien tetapi
bagi keluarga kemungkinan hal itu lain
Yang penting pada kondisi ini adalah komunikasi dan informai yang jelas
terhadap keluarga pasien dan ijin dari keluarga pasien itu merupakan
hal yang sangat penting
MALPRAKTIK

mal mempunyai arti salah sedangkan praktek mempunyai arti


pelaksanaan atau tindakan, sehingga malpraktek berarti pelaksanaan
atau tindakan yang salah
Meskipun arti harfiahnya demikian tetapi kebanyakan istilah tersebut
dipergunakan untuk menyatakan adanya tindakan yang salah dalam
rangka pelaksanaan suatu profesi
Malpraktik profesi kesehatan adalah kelalaian dari seorang dokter atau
perawat untuk menterapkan tingkat ketrampilan dan pengetahuannya
di dalam memberikan pelayanan pengobatan dan perawatan terhadap
seorang pasien yang lazim diterapkan dalam mengobati dan merawat
orang sakit atau terluka di lingkungan wilayah yang sama
MALPRAKTIK

Malpraktek juga dapat diartikan sebagai tidak terpenuhinya


perwujudan hak-hak masyarakat untuk mendapatkan pelayanan yang
baik, yang biasa terjadi dan dilakukan oleh oknum yang tidak mau
mematuhi aturan yang ada karena tidak memberlakukan prinsip-prinsip
transparansi atau keterbukaan,dalam arti harus menceritakan secara
jelas tentang pelayanan yang diberikan kepada konsumen, baik
pelayanan kesehatan maupun pelayanan jasa lainnya yang diberikan
Malpraktik adalah kegagalan seorang profesional (misalnya, dokter dan
perawat) untuk melakukan praktik sesuai dengan standar profesi yang
berlaku bagi seseorang yang karena memiliki keterampilan dan
pendidikan (Vestal, K.W, 1995)
SIMPULAN MALPRAKTIK

Melakukan suatu hal yang seharusnya tidak boleh dilakukan oleh


seorang tenaga kesehatan
Tidak melakukan apa yang seharusnya dilakukan atau melalaikan
kewajibannya (negligence)
Melanggar suatu ketentuan menurut atau berdasarkan peraturan
perundang-undangan
INFORMED CONSENT

Salah satu upaya untuk menghindarkan dari malpraktek adalah


adanya informed consent (persetujuan) untuk setiap tindakan dan
pelayanan medis pada pasien
Hal ini sangat perlu tidak hanya ntuk melindungi dar kesewenangan
tenaga keehatan seprti dokter atau bidan, tetapi juga diperlukan
untuk melindungi tenaga kesehatan dari kesewenangan pasien yang
melanggar batas-batas hukum dan perundang-undangan malpraktek)
KELALAIAN

Kelalaian tidak sama dengan malpraktek, tetapi kelalaian termasuk


dalam arti malpraktik, artinya bahwa dalam malpraktek tidak selalu
ada unsur kelalaian
Kelalaian adalah segala tindakan yang dilakukan dan dapat melanggar
standar sehingga mengakibatkan cidera/kerugian orang lain
(Sampurno, 2005)
Sedangkan menurut amir dan hanafiah (1998) yang dimaksud dengan
kelalaian adalah sikap kurang hati-hati, yaitu tidak melakukan apa
yang seseorang dengan sikap hati-hati melakukannya dengan wajar,
atau sebaliknya melakukan apa yang seseorang dengan sikap hati-hati
tidak akan melakukannya dalam situasi tersebut
KELALAIAN

Negligence, dapat berupa Omission (kelalaian untuk melakukan


sesuatu yang seharusnya dilakukan) atau Commission (melakukan
sesuatu secara tidak hati-hati) (Tonia, 1994)
kelalaian adalah melakukan sesuatu yang harusnya dilakukan pada
tingkatan keilmuannya tetapi tidak dilakukan atau melakukan
tindakan dibawah standar yang telah ditentukan
Kelalaian praktek keperawatan adalah seorang perawat tidak
mempergunakan tingkat ketrampilan dan ilmu pengetahuan
keperawatan yang lazim dipergunakan dalam merawat pasien atau
orang yang terluka menurut ukuran dilingkungan yang sama
JENIS JENIS KELALAIAN

Malfeasance yaitu melakukan tindakan yang menlanggar hukum atau


tidak tepat/layak, misal: melakukan tindakan keperawatan tanpa
indikasi yang memadai/tepat
Misfeasance yaitu melakukan pilihan tindakan keperawatan yang
tepat tetapi dilaksanakan dengan tidak tepat, misal: melakukan
tindakan keperawatan dengan menyalahi prosedur
Nonfeasance adalah tidak melakukan tindakan keperawatan yang
merupakan kewajibannya, misal: pasien seharusnya dipasang
pengaman tempat tidur tapi tidak dilakukan
BIDANG PEKERJAAN PERAWAT
YANG BERISIKO MELAKUKAN
KESALAHAN
Caffee (1991) dalam Vestal, K.W. (1995) mengidentifikasi 3 area
dimana perawat berisiko melakukan kesalahan yaitu
Pada tahap pengkajian keperawatan (assessment errors)
Perencanaan keperawatan (planning errors)
Tindakan intervensi keperawatan (intervention errors)
PADA TAHAP PENGKAJIAN
KEPERAWATAN (ASSESSMENT
ERRORS)
Assessment errors, termasuk kegagalan mengumpulkan
data/informasi tentang pasien secara adekuat, atau kegagalan
mengidentifikasi informasi yang diperlukan seperti data hasil
pemeriksaan laboratorium, tanda-tanda vital, atau keluhan pasien
yang membutuhkan tindakan segera
Kegagalan dalam pengumpulan data akan berdampak pada
ketidaktepatan menetapkan diagnosa keperawatan dan lebih lanjut
akan mengakibatkan dalam kesalahan/ketidaktepatan dalam tindakan
PERENCANAAN KEPERAWATAN
(PLANNING ERRORS)
Planning errors, termasuk :
Kegagalan mencatat masalah pasien dan kelalaian menuliskan dalan
rencana keperawatan
Kegagalan mengkomunikasikan secara efektif rencana keperawatan
yang telah dibuat (misalnya menggunakan bahasa dalam rencana
keperawatan dimana perawat yang lain tidak memahami dengan pasti)
Kegagalan memberikan asuhan keperawatan secara berkelanjutan yang
disebabkan kurangnya informasi yang diperoleh dari rencana keperawatan
Kegagalan memberikan instruksi yang dapat dimengerti oleh pasien
TINDAKAN INTERVENSI
KEPERAWATAN (INTERVENTION
ERRORS)
termasuk kegagalan menginterpretasikan dan melaksanakan tindakan
kolaborasi, kegagalan melakukan asuhan keperawatan secara hati-hati,
kegagalan mengikuti/mencatat order/perintah dari dokter atau dari supervisor
Kesalahan pada tindakan keperawatan yang sering terjadi adalah kesalahan
dalam membaca perintah/order, mengidentifikasi pasien sebelum dilakukan
tindakan/prosedur, memberikan obat, dan terapi pembatasan (restrictive
therapy)
Dari seluruh kegiatan ini yang paling berbahaya nampaknya pada tindakan
pemberian obat
Oleh karena itu perlunya komunikasi baik diantara anggota tim kesehatan
maupun terhadap pasien dan keluarganya
Untuk menghindari kesalahan ini, sebaiknya rumah sakit tetap melaksanakan
program pendidikan berkelanjutan (Continuing Nursing Education)
CONTOH KESALAHAN PERAWAT

Pada pasien usia lanjut, pasien mengalami disorientasi pada saat


berada diruang perawatan
Perawat tidak membuat rencana keperawatan guna memonitoring
dan mempertahankan keamanan pasien dengan memasang
penghalang tempat tidur
Sebagai akibat disorientasi, pasien kemudian terjatuh dari tempat
tidur pada waktu malam hari dan pasien mengalami patah tulang
tungkai
CONTOH KESALAHAN PERAWAT

Pada pasien dengan pasca bedah disarankan untuk melakukan


ambulasi
Perawat secara drastis menganjurkan pasien melakukan mobilisasi
berjalan, pada hal disaat itu pasien mengalami demam, denyut nadi
cepat, dan mengeluh nyeri abdomen
Perawat melakukan ambulasi pada pasien sesuai rencana
keperawatan yang telah dibuat tanpa mengkaji terlebih dahulu kondisi
pasien
Pasien kemudian bangun dan berjalan, pasien mengeluh pusing dan
jatuh sehingga pasien mengalami trauma kepala
BEBERAPA SITUASI YANG BERPOTENSIAL
MENIMBULKAN TINDAKAN KELALAIAN DALAM
KEPERAWATAN
Kesalahan pemberian obat
Mengabaikan keluhan pasien
Kesalahan mengidentifikasi masalah klien
Kelalaian di ruang operasi
Timbulnya kasus decubitus selama dalam perawatan
Kelalaian terhadap keamanan dan keselamatan pasien: contoh yang
sering ditemukan adalah kejadian pasien jatuh yang sesungguhnya
dapat dicegah jika perawat memperhatikan keamanan tempat tidur
pasien
DAMPAK KELALAIAN

Kelalaian yang dilakukan oleh perawat akan memberikan dampak yang


luas, tidak saja kepada pasien dan keluarganya, juga kepada pihak Rumah
Sakit, individu perawat pelaku kelalaian dan terhadap profesi
Selain gugatan pidana, juga dapat berupa gugatan perdata dalam bentuk
ganti rugi (Sampurna, 2005)
Bila dilihat dari segi etika praktek keperawatan, bahwa kelalaian
merupakan bentuk dari pelanggaran dasar moral praktek keperawatan baik
bersifat pelanggaran autonomy, justice, nonmalefence, dan lainnya.
(Kozier, 1991) dan penyelesainnya dengan menggunakan dilema etik
Sedangkan dari segi hukum pelanggaran ini dapat ditujukan bagi pelaku
baik secara individu dan profesi dan juga institusi penyelenggara
pelayanan praktek keperawatan, dan bila ini terjadi kelalaian dapat
digolongan perbuatan pidana dan perdata (pasal 339, 360 dan 361 KUHP)
MASALAH HUKUM DAN PRAKTIK
KEPERAWATAN
Berbagai masalah hukum dalam praktik keperawatan telah diidentifikasi
oleh para ahli. Beberapa masalah yang dibahas secara singkat disini
meliputi:
Menandatangani Pernyataan Hukum
Format Persetujuan (Consent)
Report
Pencatatan
Pengawasan Penggunaan Obat
Abortus Dan Kehamilan Diluar Secara Alami
Kontroversi Aborsi
Kematian dan Masalah yang Terkait
MENANDATANGANI PERNYATAAN
HUKUM
Perawat seringkali diminta menandatangi atau diminta untuk sebagai
saksi
Dalam hal ini perawat hendaknya tidak membuat pernyataan yang
dapat diinterprestasikan menghilangkan pengaruh
Dalam kaitan dengan kesaksian perawat disarankan mengacu pada
kebijakan rumah sakit atau kebijakan dari atasan
FORMAT PERSETUJUAN
(CONSENT)
Berbagai format persetujuan disediakan oleh institusi pelayanan
dalam bentuk yang cukup bervariasi
Beberapa rumah sakit memberikan format persetujuan pada awal
pasien masuk rumah sakit yang mengandung pernyataan
kesanggupan pasien untuk dirawat dan menjalani pengobatan
Bentuk persetujuan lain adalah format persetujuan operasi
Perawat dalam proses persetujuan ini biasanya berperan sebagai
saksi. Sebelum informasi dari dokter ahli bedah atau perawat tentang
tindakan yang akan dilakukan beserta resikonya
REPORT

Setiap kali perawat menemukan suatu kecelakaan baik yang


mengenai pasien, pengunjung maupun petugas kesehatan, perawat
harus segera membuat suatu laporan tertulis yang disebut incident
report
Dalam situasi klinik, kecelakaan sering terjadi misalnya pasien jatuh
dari kamar mandi, jarinya terpotong oleh alat sewaktu melakuakan
pengobatan, kesalahan memberikan obat dan lain-lain
Hal-hal yang perlu diperhatikan dalam pencatatan incident report
antara lain: tulis kejadian sesuai apa adanya, tulis tindakan yang anda
lakukan, tulis nama dan tanda tangan anda dengan jelas dan sebutkan
waktu kejadian ditemukan
PENCATATAN

Pencatatan merupakan kegiatan sehari-hari yang tidak lepas dari asuhan


keperawatan yang dilakukan oleh perawat
Pencatatan merupakan salah satu komponen yang penting yang
memberikan sumber kesaksian hokum
Betapapun mahirnya keterampilan anda dalam memberikan perawatan,
jika tidak dicatat atau dicatat tetapi tida lengkap, tidak dapat membantu
dalam persidangan
Setiap selesai melakukan suatu tindakan maka perawat harus segera
mencatat secara jelas tindkan yang dilakukan dan respon pasien
terhadap tindakan serta mencantumkan waktu tindakan diberikan dan
tanda tangan yang memberikan tindakan
PENGAWASAN PENGGUNAAN
OBAT
Pemerintah Indonesia telah mengatur pengedaran dan penggunaan
obat
Obat ada yang dapat dibeli secara bebas dan ada pula yang dibeli
harus dengan resep dokter
Obat-obat tersebut misalnya narkotik disimpan disimpan ditempat
yang aman dan terkunci dan hanya oprang-orang yang berwenang
yang dapat mengeluarkannya
Untuk secara hukum hanya dapat diterima dalam pengeluaran dan
penggunaan obat golongan nartkotik ini, perawat harus selalu
memperhatikan prosedur dan pncatatan yang benar
ABORTUS DAN KEHAMILAN
DILUAR SECARA ALAMI
Abortus merupakan pengeluaran awal fetus pada periode gestasi
sehingga fetus tidak mempunya kekuatan untuk bertahan hidup
Abortus merupakan tindakan pemusnahan yang melanggar hukum, atau
menyebabkan lahir prematur fetus manusia sebelum masa lahir secara
alami
Abortus telah menjadi masalah internasional dan berbagai pendapat telah
diajukan baik yang menyetujui maupun yang menentang
Yang dimaksud dengan kelahiran yang diluar secara alami meliputi
kelahiran yang diperoleh dengan tidak melalui hubungan intim suami istri
sebagai mana mestinya. Misalnya melalui fertilisasi invirto (bayi tabung)
KONTROVERSI ABORSI

Aborsi di Indonesia masih merupakan perbuatan yang secara jelas


dilarang, terkecuali jika ada indikasi medis tertentu yang
mengakibatkan terancamnya hidup dari sang Ibu
Di dunia Internasional sendiri dikenal dua kelompok besar yaitu prolife
(yang menentang aborsi) dan prochoice (yang tidak menentang
aborsi) berikut dengan berbagai argumentasi yang
melatarbelakanginya
KONTROVERSI ABORSI

Contoh A: Seorang perempuan yang diperkosa ternyata mendapatkan


kehamilan yang tidak dia inginkan. Perempuan ini merupakan korban
perkosaan dalam terminologi adanya kekuatan yang melakukan
pembersihan etnis dimana dia adalah salah satu etnis yang hendak
disapu bersih

Contoh B: Seorang perempuan yang diperkosa ternyata mendapatkan


kehamilan yang tidak dia inginkan. Perempuan ini merupakan korban
perkosaan dalam konteks kejahatan dalam keluarga.
KONTROVERSI ABORSI

Contoh C: Seorang perempuan yang diperkosa ternyata mendapatkan


kehamilan yang tidak dia inginkan. Perempuan ini merupakan korban
perkosaan dalam konteks kejahatan di lingkungan kerja. Dia sendiri
sudah bersuami dan memiliki anak-anak yang baik dan lucu-lucu

Contoh D: Seorang perempuan yang diperkosa ternyata mendapatkan


kehamilan yang tidak dia inginkan. Perempuan ini merupakan korban
perkosaan dalam konteks kejahatan biasa. Dia diperkosa karena ada
perampok yang memasuki rumahnya.
KONTROVERSI ABORSI

Contoh E: Seorang perempuan yang hendak melangsungkan


perkawinan, ternyata telah hamil sebelum perkawinannya
berlangsung. Sementara calon suaminya sendiri kabur entah kemana
dan tak dapat dilacak kembali
KONTROVERSI ABORSI

Jika perempuan-perempuan ini diharuskan memelihara kehamilannya,


sangat yakin bahwa mereka akan menanggung beban psikologis yang
berat dan melahirkan anak yang tidak diinginkan akan merupakan
beban yang berat bagi mereka
Dan bisa jadi anak yang dilahirkannya tidak diurus dengan baik, baik
oleh dirinya maupun keluarganya
KEMATIAN DAN MASALAH YANG
TERKAIT
Masalah hukum yang berkaitan denagn kematian antara lain meliputi
pernyataan kematian, bedah mayat/otopsi dan donor organ
Kematian dinyatakan oleh dokter dan ditulis secara sah dalam surat
pernyataan kematian
Surat pernyataan ini biasanya dibuat beberapa rangkap dan keluarga
mendapat satu lembar untuk digunakan sebagai dasar pemberitahuan
kepada kerabat serta keperluan ansuransi
Pada keadaan tertentu misalnya untuk keperluan keperluan peradilan,
dapat dilakukan bedah mayat pada orang yang telah meninggal
4 ELEMEN MEMBUKTIKKAN
MALPRAKTIK ATAU KELALAIAN
Terdiri dari 4 elemen yang harus ditetapkan untuk membuktikan
bahwa malpraktek atau kelalaian telah terjadi (Vestal.1995)
Kewajiban (duty)
Breach of the duty (Tidak melasanakan kewajiban)
Proximate caused (sebab-akibat)
Injury (Cedera)
KEWAJIBAN (DUTY)

pada saat terjadinya cedera terkait dengan kewajibannya yaitu


kewajiban mempergunakan segala ilmu dan kepandaiannya untuk
menyembuhkan atau setidak tidaknya meringankan beban penderitaan
pasiennya berdasarkan standar profesi
Contoh :
Perawat rumah sakit bertanggung jawab untuk :
Pengkajian yang aktual bagi pasien yang ditugaskan untuk
memberikan asuhan keperawatan
Mengingat tanggung jawab asuhan keperawatan professional untuk
mengubah kondisi klien
Kompeten melaksanakan cara cara yang aman untuk klien
BREACH OF THE DUTY (TIDAK
MELASANAKAN KEWAJIBAN)
pelanggaran terjadi sehubungan dengan kewajibannya, artinya
menyimpang dari apa yang seharusnya dilakukan menurut standar
profesinya
Contoh:
Gagal mencatat dan melaporkan apa yang dikaji dari pasien. Seperti
tingkat kesadaran pada saat masuk
Kegagalan dalam memenuhi standar keperawatan yang ditetapkan
sebagai kebijakan rumah sakit.
Gagal melaksanakan dan mendokumentasikan cara cara pengamanan
yang tepat ( pengaman tempat tidur, restrain, dll )
PROXIMATE CAUSED (SEBAB-
AKIBAT)
Pelanggaran terhadap kewajibannya menyebabkan atau terkait dengan
cedera yang dialami klien
Contoh:
Cedera yang terjadi secara langsung berhubungan dengan
pelanggaran terhadap kewajiban perawat terhadap pasien atau gagal
menggunakan cara pengaman yang tepat yang menyebabkan klien jatuh
dan mengakibatkan fraktur
INJURY (CEDERA)

seseorang mengalami cedera atau kerusakan yang dapat dituntut


secara hokum
Contoh : fraktur panggul, nyeri, waktu rawat inap lama dan
memerlukan rehabilitasi.
TERIMA KASIH