Anda di halaman 1dari 49

Evaluasi pra

anestesi lokal
Tujuan: mengetahui keadaan kesehatan
umum pasien
Identitas

No. medical record


Tanggal
Nama
Alamat
Jenis kelamin
Umur
Pekerjaan
No telp
Penyakit yg diderita saat
ini
Penyakit jantung Rheumatik
Hipertensi Paru paru
Hipotensi Alergi
DM
Ginjal
Liver
Anemia
Asma
Apakah anda pernah mengalami operasi?
Bila tangan anda terluka, apakah perdarahannya
cepat berhenti?
Apakah saat ini anda dalam perawatan dokter?
Apakah anda mendapatkan pengobatan pada tahun-
tahun terakhir ini?
Apakah anda mempunyai dokter pribadi?
Apakah diantara keluarga anda ada yg menderita
alergi?
Apakah diantara keluarga anda ada yg mengalami
masalah pada waktu perawatan gigi?
Bila anda menaiki tangga, apakah anda merasa sulit
bernafas? Perlu waktu untuk istirahat?
Apakah anda sewaktu2 merasa sakit dada?
Apakah anda sewaktu2 merasakan denyut jantung
yg keras?
Apakah anda kadang2 merasa pusing?
Apakah anda kadang2 terbangun tengah malam
dan merasa haus?
Apakah anda kadang2 buang air kecil ditengah
malam?
Apakah akhir2 ini anda menderita batuk?
Apakah anda merasakan dahak/lendir pada
tenggorokan akhir2 ini?
Apakah anda merasakan sakit pada waktu
perawatan gigi?
Apakah anda pernah mengalami pencabutan gigi?
Apakah anda pernah disuntik utk menghilangkan
rasa sakit sebelum pencabutan gigi?
Apakah anda merasa takut mendapat perawatan
gigi?
Apakah pernah dirawat gigi, apakah jenis
perawatan tersebut?
Pencabutan gigi
Penambalan gigi
Pembuatan gigi tiruan
Operasi
Anestesi Blok
Mandibula
Macam2 anastesi blok
mandibula
Teknik gow-gates
Teknik akinosi
Teknik fisher (paling simple & akurat)
Perbedaan letak penetrasi
anestetikum ketiga teknik tsb
Gow gates N. mandibularis
Fisher N. alveolaris inferior &
lingualis
Akinosi N. alveolaris inferior &
lingualis
1. Teknik Gow Gates
Posisi pasien: duduk terlentang atau setengah
terlentang serta membuka mulut lebar
Patokan ekstraoral teknik gow gates:
Arah jarum sejajar dengan patokan
ekstraoral
Posisi operator:
Utk mandibula kanan, operator berdiri di posisi
jam 8 menghadap pasien
Utk mandibula kiri, operator berdiri di posisi jam
10 menghadap arah yg sama dengan pasien
Gambaran insersi jarum secara intraoral:
Ketinggian jarum ditempatkan di bawah tonjolan
mesiopalatinal dari M2 maksila
Insersi jarum digerakkan sedikit ke arah distal M2
maksila
Daerah sasaran teknik Gow Gates adalah aspek
medial dari leher kondilus
2. Teknik Akinosi

Posisi pasien: mulut tertutup


Titik yang dianastesi: di antara ramus dan
bagian palatinum gigi 8 (M3)
Posisi ujung jarum pada teknik Akinosi
3. Teknik Fisher/teknik 123
Posisi 1
Cari linea oblique
eksterna
Samping telunjuk
disimpan di oklusal
gigi
Telunjuk digeser ke
media, akan ketemu
linea oblique interna
Jari menutup trigonum
retromolar
Jarum ditusukkan dari
gigi P1 ke tengah2 di
atas lengkung kuku
(pada gambar)
Posisi 2
Tangan/jari
dilepaskan
Spuit digeser ke
oklusal regio gigi
yang akan
diesktraksi
Spuit ditusukkan
5-6 ml menelusuri
tulang
Aspirasi
Keluarkan 0,5 cc
utk N. lingualis
Posisi 3
Geser jarum ke gigi
C
Masukkan ujung
jarum kira kira 1 cm
Keluarkan 1 cc
cairan anastetikum,
utk N. alveolaris
inferior
Utk gigi 6, 7, 8,
suntikkan lagi di
bukal gigi dgn
teknik infiltrasi
sebanyak 0,5 cc
cairan anastetikum
Daerah yang teranestesi pd teknik
Gow Gates
Separuh rahang + lidah + rahang
Daerah teranestesi Akinosi &
Fischer
Separuh rahang + lidah + rahang tapi sisi bukal
tidak teranestesi
Komplikasi
Anestesi
Lokal
Komplikasi lokal
Komplikasi sistemik
Komplikasi lokal

1. Jarum patah
2. Rasa sakit
3. Parestesi/anestesi berkepanjangan
4. Trismus
5. Hematom
6. Infeksi
7. Oedem
8. Paralisis fasial
9. Menggigit bibir (biasanya pd anak-anak)
10. Kepucatan jaringan
11. Lesi intra oral
12. Kebutaan sementara
1. Jarum Patah
Penyebab:
Kesalahan teknik anastesi lokal
Kelainan anatomi pasien
Jarum yg disterilkan berulang2

Penyebab utama:
Gerakan yg timbul secara tiba2

Pencegahan:
Jangan memaksakan jarum masuk ke tulang
Gunakan jarum sekali pakai
Jangan menggunakan jarum yg terlalu kecil
Utk blok anestesi gunakan jarum yg panjang (>18
mm)
Jangan memasukkan jarum terlalu dalam
Kerjasama dengan pasien
Penanggulangan bila jarum patah:
Bersikap tenang, jangan panik
Pasien diinstruksikan utk tidak bergerak,
jangan melepaskan tangan dari mulut pasien,
bila perlu/ ada, gunakan bite block
Bila jarum patah dan terlihat ujungnya, coba
diambil dengan arteri klem kecil
Bila jarum hilang (tdk terlihat di mulut)
Jangan melakukan insisi/ditekan2
Beritahu pasien
Konsultasi ke spesialis bedah mulut
2. Rasa Sakit
Penyebab:
Jarum tumpul
Mengeluarkan anestetikum dengan cepat
Tidak menguasai teknik anestesi lokal
Penyebab utama:
Pasien takut menyebabkan gerakan tiba2 sehingga jarum
bisa patah
Pencegahan:
Kuasai anatomi rahang dan teknik anastesi lokal
Gunakan jarum tajam
Gunakan anestesi topikal sebelum insersi jarum
Gunakan anestetikum steril
Keluarkan anestetikum secara perlahan-lahan
Gunakan anestetikum pada suhu yg sama dengan suhu
tubuh
3. Parestesi/ anestesi
berkepanjangan
Bisa terjadi bbrp jam/hari setelah pemberian anastesi lokal
Penyebab:
Trauma saraf
Anestetikum bercampur alkohol/larutan sterilisasi
Perdarahan sekitar saraf
Problem:
Bibir tergigit
N. lingualis mati rasa kecap
Pencegahan:
Hati2 agar tidak menyebabkan trauma saraf
Gunakan spuit sekali pakai (jangan disterilkan dengan larutan)
Penanggulangan
Menjelaskan kepada pasien bahwa ini dapat terjadi pada semua orang
Catat pada medical record
Jelaskan bahwa ini akan terjadi dalam waktu tertentu (2 bln lebih)
Bila lebih dari 1 tahun, konsultasi dengan neurologis
Perawatan gigi lain boleh dilakukan
4. Trismus
Ganggaun motoris dari N. trigeminus, khususnya spasme
M. mastikatorius disertai sulit membuka mulut
Penyebab
Trauma M. Mastikatorius atau pembuluh darah pada intra
temporal fossa
Anastesi lokal yg bercampur alkohol dapat berdifusi ke jaringan
dan mengiritasi M. Mastikatorius trismus
Infeksi ringan di otot
Injeksi anestesi yg banyak iritasi jaringan otot trismus
Penanggulangan
Beri analgetik/pelemas otot
Kompres panas 20 menit/1 jam
Latihan buka tutup mulut selama 5 menit tiap 3-4 jam, (dapat
dengan makan permen karet utk gerakan lateral)
Catat pd medical record
Bila ada tanda2 infeksi beri antibiotik
Bila trismus lebih dari 7 hari konsultasi ke sp BM
5. Hematom
Penyebaran darah ke rongga ekstravaskuler, timbul
perubahan warna kulit biru
Sering terjadi pada anestesi lokal N. alveolaris inferior, N.
alveolaris superior posterior & N, mentalis/insisif
Pencegahan:
Mengetahui anatomi
Gunakan jarum pendek utk N alv sup post
Menusukkan jarum secara minimal terhadap jaringan
Jangan menggunakan jarum utk memeriksa jaringan
Penanggulangan
Cepat tekan perdarahan
Beritahu pasien kemungkinan sakit atau pergerakan mulut
terbatas beri antibiotik
Jangan dikompres air panas 4-6 jam setelah kejadian, besoknya
boleh dikompres air hangat 20 menit
Kompres es dilakukan segera setelah terjadi hematom utk
mengurangi perdarahan
6. Infeksi

Penyebab: kontaminasi jarum dapat


menyebabkan trismus
Pencegahan:
Gunakan jarum steril/sekali pakai
Selalu menutup jarum bila tidak dipakai
Gunakan cartridge
Topikal antiseptik selalu diaplikasikan pada daerah yg
akan dianestesi
Penanggulangan:
bila lebih dari 3 hari, beri antibiotik, bila terjadi
trismus lakukan perawatan trismus
7. Oedem
Pembengkakan jaringan bukan sindrom tp tanda klinis dari suatu
penyakit
Penyebab:
Trauma selama anastesi lokal
Infeksi
Alergi
Hemoragik
Penyuntikan larutan yg bersifat iritasi (mis.alkohol)
Pencegahan:
Gunakan teknik anastesi lokal atraumatik
Evaluasi medis yg adekuat/lengkap pada penderita
Penanggulangan:
Menghilangkan pembengkakan secepatnya
Bila karena trauma injeksi atau iritasi larutan, biasanya akan hilang 1-3
hari tanpa terapi
Bila lebih dari 3 hari disertai sakit/ disfungsi mandibula beri antibiotik
Bila karena alergi lakukan terapi alergi
8. Paralisis fasial

Penyebab:
pada penyuntikan N. alveolaris inferior, kadang
insersi jarum terlalu dalam masuk ke kelenjar
parotis sehingga cabang2 saraf wajah
teranestesi, terjadi paralisis otot wajah. Pasien
tidak bisa mengaktifkan orbikularis okuli.
Penanggulangan:
Beritahu pasien hal ini bersifat sementara dan akan
hilang sendiri
Pasien disuruh melindungi kelopak matanya agar tidak
kena debu, dan membuka kontak lens bila
memakainya.
9. Menggigit bibir

Banyak terjadi pada anak2, cacat mental


atau fisik
Disebabkan rasa baal pada lidah dan bibir
Pencegahan: org tua harus mengawasi
anaknya
Penanggulangan:
Analgesik
Jika infeksi beri antibiotik
Salep utk mengurangi iritasi
10. Kepucatan jaringan

Penyebab:
Aplikasi topikal anestesi dalam waktu lama pada
jaringan gusi
Sensitifitas tinggi dari jaringan terhadap anastesi
lokal
Efek kombinasi dari tekanan hidrostatik larutan
anastesi lokal ditambah vasokonstriktor
11. Lesi intraoral

Penyebab: trauma jarum terhadap jaringan


Penanggulangan:
Menghilangkan rasa sakit topikal anestesi
Beri obat kumur
Jika infeksi beri antibiotik
12. Kebutaan sementara

Karena N. Optalmikus teranestesi, setelah


efek obat hilang penglihatan akan kembali
normal.
Beritahu pasien bahwa ini bersifat
sementara.
Komplikasi sistemik

1. Reaksi psikis
2. Reaksi toksik
3. Reaksi alergi
4. Virus hepatitis/HIV
5. Interaksi obat
1. Reaksi psikis

Pingsan/ serangan vasovagal adalah komplikasi


yg sering terjadi.
Merupakan gangguan emosional sebelum
penyuntikan.
Krn vasodilatasi arterial darah ke jantung
berkurang penurunan umpan balik kardial
hilang kesadaran mendadak
Tanda:
Pucat, mual dan pusing, keringat dingin, kulit terasa
lembab dan dingin
Jika tidak ditangani cepat, kesadaran akan hilang, pupil
membesar, denyut nadi lemah dan tidak teratur
Perawatan:
Posisi V-L/tredelenburg utk mendorong kembalinya
darah ke jantung
Jalan nafas diperiksa bila perlu rahang digerakkan
kedepan dan keatas
Pakaian yg ketat dilonggarkan
Prosedur perawatan gigi sebaiknya ditunda dahulu,
biarkan pasien pulih kembali bila perlu perawatan
ditangguhkan
Pencegahan:
Kerjasama dengan pasien
Bertindak yg tidak menimbulkan rasa takut & cemas
pasien
Posisi pasien berbaring terlentang
2. Reaksi toksik

Jarang terjadi, hanya terjadi bila melakukan


penyuntikkan tanpa aspirasi intravaskuler
atau overdosis.

Tanda:
Konvulsi
Gangguan pernafasan
Yg paling beratsyok
3. Reaksi alergi

Sering/mungkin terjadi apabila tidak


dilakukan evaluasi pra-anestesi.
Riwayat alergi pasien sangat penting
ditanyakan.
Jika ragu lakukan skin test jika tidak
terjadi eritema berarti anestesi dapat
dilakukan.
4. Virus hepatitis/ HIV

Penyebaran dpt melalui jarum suntik


Pencegahan
Gunakan jarum suntik sekali pakai
Jangan mengguankan 1 jarum utk beberapa
pasien
5. Interaksi obat

Dapat terjadi pada pasien yg mendapat obat


sistemik
Secara umum interaksi obat dengan anastesi
lokal sangat jarang terjadi namun anastesi lokal
yg mengandung nor-adrenaline dapat
merangsang respon tekanan darah pasien yg
mendapat antidepresi trisiklik (mis. Mitripitilin)
Karena itu nor-adrenalin tidak dianjurkan utk
digunakan.
Aplikasi anestesi
lokal utk
pencabutan gigi
Aplikasi anestesi lokal utk
pencabutan gigi
Teknik anestesi lokal utk pencabutan gigi di RB
Gigi 6-8: teknik fischer 1,5 cc + infiltrasi bukal 0,5 cc
Gigi 1-5: infiltrasi bukal & lingual masing2 0,5 cc atau
teknik fischer saja

Teknik anestesi lokal utk pencabutan gigi di RA


Infiltrasi di bagian bukal di daerah apeks gigi yg akan
diekstraksi 0,5 cc & palatinal 0,5 cc
Pada bagian palatinal, insersi jarum di:
0,5 1 cm dari gingival margin gigi yg akan diekstraksi
Jarak gingival margin kiri dan kanan dibagi 3
Jarak gingival margin ke garis median dibagi 2.
PERHATIAN!!!

Utk pencabutan gigi 18 atau 28, penyuntikan


di bag palatinal dilakukan di gigi 7, karena
jika terlalu ke belakang akan mengenai N.
palatinus posterior yg mensarafi palatum
molle, tonsil dan uvula sehingga pasien akan
merasa tercekik/sulit bernafas.