Anda di halaman 1dari 48

LONGMALAP

PERTOLONGAN PERTAMA DI
LAPANGAN
BIODATA

 NAMA : DR. ASWIN PRAYOGO

 PANGKAT/NRP : LETDA CKM / 111600355731289

 TTL : JAKARTA, 27 DESEMBER 1989

 STATUS : BELUM KAWIN

 ALAMAT : PONDOK GEDE


 DIKUM :
•KUALIFIKASI :
 SD 1995
•ADVANCE CARDIAC
 SMP 2001 LIFE SUPPORT
 SMA 2004
 FK UPN 2007 •ECG COURSE

•ADVANCE TRAUMA
 DIKMIL : LIFE SUPPORT
 DIKMA PAPK 2016
 DIKPACABKES 2017
 DIKPATIH 2017
 DIK COMBAT INTEL 2017
PENDAHULUAN

 Longmalap adl p’longan p’tama dilap


yg di lkkn pers kes / p’sonil non kes.

 Longdarlap adl P’tolongan dilap yg


di lkkn p’sonil kesehatan. dpt berupa
: kelanjutan dari p’tolongan p’tama
dilap.
GAWAT DARURAT

 GAWAT : mengancam jiwa


- nyata
- potensial

 DARURAT : menggunakan
sarana yang ada
PRINSIP DASAR HIDUP

OTAK
PEREDARAN DARAH

UDARA
BEBAS
( OKSIGEN
) JANTUNG
JALAN NAFAS
PARU - PARU
OTAK JALAN NAFAS
pusat kendali seluruh berfungsi mengalirkan
sistem tubuh perlu energi oksigen dari udara bebas
agar berfungsi ke dalam paru-paru

PARU-PARU
JANTUNG & PEMBULUH berfungsi mengambil
DARAH oksigen dari udara ke
pompa yg berfungsi dalam darah
mengalirkan makanan dan
oksigen ke otak
TUJUAN LONGMALAP

1. Mempermudah pertolongan lanjutan


2. Mempercepat Proses penyembuhan
3. Mengurangi rasa sakit
4. Memberikan rasa nyaman
Mencegah infeksi atau cacat
6.Mencegah Kematian
AIRWAY (jalan nafas)

 Sumbatan jalan nafas adalah


PEMBUNUH TERCEPAT

keterlambatan kemungkinan berhasil


1 menit 98 dari 100
4 menit 50 dari 100
10 menit 1 dari 100
ANATOMI JALAN NAFAS
BAGAIMANA MENILAI
JALAN NAFAS ?
Penderita sadar : dapat
berbicara dengan suara yang
jelas  AIRWAY BAIK
BAGAIMANA MENILAI JALAN
NAFAS ?

 LIHAT
korban sadar panik
korban tidak sadar biru
BAGAIMANA MENILAI JALAN
NAFAS ?

 DENGAR suara tambahan


 RABA / RASA
 DENGAR suara tambahan
NGOROK (snoring) airway tersumbat lidah / jaringan
di tenggorokan
KUMUR-KUMUR (gurgling) sumbatan karena cairan
STRIDOR sumbatan benda padat

STRIDOR NGOROK

inspirasi ekspirasi

KUMUR-KUMUR
BAGAIMANA MENGATASI
SUMBATAN JALAN NAFAS ?
 SUMBATAN TOTAL

BACK TRUSH
ABDOMINAL THRUST
FINGER SWEEP
• SUMBATAN PARSIAL

Disebabkan karena :
1. Cairan
2. Lidah yang jatuh kebelakang
3. Penyempitan di Laring atau Trakhea
Pengelolaan Airway
1. Penghisapan dengan Suction (RS)
2. Menjaga atau membuka AIRWAY dengan cara
manual

HEAD TILT – CHIN LIFT MANOUVER


JAW THRUST
3. Jalan Nafas Sementara dengan alat
Oro Pharingeal Airway (OPA)
Naso Pharingeal Airway (NPA)

4. Jalan Nafas Definitif


Naso-tracheal airway
Oro-tracheal airway
Crico-thyroidotomy
Tracheostomy
BREATHING (pernafasan)

Bila penderita dapat berbicara kalimat


panjang, BREATHING BAIK

LIHAT : turun naiknya dada


DENGAR : udara yg keluar dari hidung
dan mulut penderita
RASA : aliran udara yg keluar dari
hidung dan mulut dengan pipi
kita
TANDA-TANDA PERNAFASAN
TIDAK ADEKUAT
 Hitung frekuensi nafas
 Sesak
 Sianosis
 Perubahan Kesadaran
 Denyut jantung yg sangat lambat /cepat
disertai frekuensi nafas yang lambat
APA YANG HARUS DILAKUKAN
?

 Tenangkan penderita ( jika sadar )


 Pastikan Airway bersih
 Berikan Oksigen
 Pertimbangkan untuk memberi nafas
buatan
PERNAFASAN BUATAN
 Tidak nafas
 Bernafas tidak adekuat
- pernafasan terlalu lambat
- pernafasan terlalu dangkal
- pernafasan sangat cepat dan
dangkal
MULUT KE MULUT
MULUT KE MASKER
BAG-VALVE-MASK
SIRKULASI

 SIRKULASI :
JANTUNG –
PEMBULUH
DARAH (arteri
– vena)
 PERDARAHAN
luka adalah putusnya jaringan pembuluh
darah yg menyebabkan darah keluar dari
pembuluh darah

PENYEBAB trauma mekanik karena


benda tajam atau tumpul
MACAM PERDARAHAN
PERDARAHAN KELUAR darah
mengalir ke luar tubuh karena luka
mengenai bagian luar tubuh

PERDARAHAN KE DALAM darah


mengalir ke dalam rongga tubuh
karena luka mengenai bagian dalam
tubuh
BAGAIMANA MENILAI
PERDARAHAN ?
 Terlihat pendarahan yang jelas
(pendarahan luar harus dicari
sumbernya)

 Ditemukan tanda-tanda syok


- kulit pucat dan dingin
- kesadaran menurun
- pandangan kabur, kunang-kunang
- nadi cepat
BAGAIMANA MENGATASI
PERDARAHAN ?

 HENTIKAN PERDARAHAN dengan


melakukan tekanan dan balutan diatas
luka

 SEGERA BAWA KE RUMAH SAKIT


untuk mendapatkan perawatan dan
evaluasi lanjutan
SYOK

 Syok adalah gangguan perfusi


 Kegagalan tubuh untuk mensuplai
darah ke sel-sel tubuh, dan secara
langsung memberikan darah ke
dalam jaringan tubuh
PENGENALAN SYOK
 NADI menjadi lebih cepat dan
kecil
 PARU-PARU nafas menjadi
cepat dan dangkal
 KULIT menjadi dingin, pucat
(Akral)
 OTAK gelisah, ketakutan sampai
tidak sadar (Kesadaran)
RESUSITASI
JANTUNG - PARU
LANGKAH-LANGKAH SEBELUM
RJP
 TENTUKAN PENDERITA TIDAK SADAR
(metoda AVPU)
 TENTUKAN PENDERITA TIDAK BERNAFAS
(metoda AIRWAY – BREATHING)
 TENTUKAN NADI TIDAK TERABA
(arteri karotis)
PELAKSANAAN RJP

 POSISI PENDERITA
 POSISI PENOLONG
 TENTUKAN TITIK
KOMPRESI
Rasio RJP 30 : 2 (1 atau 2
org)
Adapun langkah-langkah yang harus
dilakukan adalah:

1. Periksa Respon, jika tidak ada respon


2. Buka jalan nafas dan lakukan pemeriksaan nafas
3. Lakukan bantuan nafas awal 2 kali dan jika perlu
singkirkan benda asing (yang mungkin ada atau
menyumbat) dari mulut korban
5. Jika korban bernafas dan nadi karotis teraba
letakkan korban pada posisi pemulihan
6. Periksa nadi karotis jika tidak ada denyutan maka
lakukan RJP
7. Posisikan penolong dan tentukan titik pijatan
8. Lakukan pijatan jantung sebanyak 30 kali dengan
kecepatan pijatan 80 - 100 kali per menit
9. Berikan nafas buatan 2 kali secara kuat lembut,
dilakukan setelah 30 kali pijatan jantung dengan
waktu per satu tiupan sekitar 1,5 - 2 detik
Kompresi jantung dimulai dari hitungan satu,
dua , tiga ..... dst s/d tiga puluh, kemudian
berikan nafas buatan dua kali. dan ulangi
kembali berulang-ulang sampai dengan 5 siklus.
Pemeriksaan denyut nadi karotis (nadi dileher)
dilakukan setiap 5 siklus kompresi jantung dan
nafas buatan selesai
1…..9 1, 1…..9 2, 1…..9 3 1
1…..9 1, 1…..9 2, 1…..9 3 2 dst 1…..9 3 5
TANDA-TANDA
KEBERHASILAN RJP
 Dada naik turun setiap ventilasi
 Pupil bereaksi
 Denyut jantung kembali terdengar
 Reflek pernafasan spontan dapat terlihat
 Kulit penderita pucatnya berkurang
 Penderita dapat menggerakkan tangan / kaki
 Penderita berusaha untuk menelan
 Penderita menggeliat / memberontak
KESALAHAN RJP

 Ventilasi gagal
 Selang waktu ventilasi dan pijatan lebih dari
5 detik
 Ventilasi terlalu cepat
 Sikap dan posisi penolong salah
 Tidak menekan tulang dada pada kedalaman
yang benar
 Jari tangan menyentuh dada penderita
 Jumlah pijatan dan ventilasi tidak sesuai
Resusitasi dihentikan apabila :

a) Korban dapat benafas spontan dan denyut


nadi timbul kembali.
b) Penolong telah digantikan oleh petugas
kesehatan.
c) Penolong kelelahan sehingga tidak
mampu lagi melakukan RJP.
Komplikasi Resusitasi jantung Paru.

1) Patah tulang dada / tulang rusuk akibat


pijatan yang terlalu dalam dan menyentak ( kasar
).
2) Perut korban kembung akibat nafas buatan
tidak masuk ke paru-paru, tetapi masuk ke
lambung korban.
3) Perdarahan rongga perut akibat titik pijatan
terlalu rendah dan menyebabkan robekan hati
atau limpa korban.