Anda di halaman 1dari 41

Sterilisasi & Disinfeksi

Sterilisasi merupakan upaya pembunuhan atau


penghancuran semua bentuk kehidupan mikroba yang
dilakukan di rumah sakit melalui proses fisik maupun
kimiawi.

Sterilisasi juga dikatakan sebagai tindakan untuk


membunuh kuman patogen atau apatogen beserta
spora yang terdapat pada alat perawatan atau
kedokteran dengan cara:
merebus, stoom, panas tinggi, atau bahan kimia.
Jenis stierilisasi antara lain :
sterilisasi cepat, sterilisasi panas kering, sterilisasi gas
sterilisasi dilakukan dalam 4
tahap,yaitu:

1. Pembersihan sebelum sterilisasi


2.Pembungkusan
3. Proses sterilisasi
4. Penyimpanan yang aseptik.
Metode sterilisasi

mekanis fisis chemis

mikrofilter

pemanasan penyinaran

bahan kimia
STERILISASI secara MEKANIK
- Filtrasi, microfilter : 2,5 - 3μ / 0,22 - 0,45 μ
- Prinsip : Cairan lewat saringan berpori (ditekan
dengan gaya sentrifugasi atau pompa vakum).
Bakteri tertahan pada saringan
- Virus tidak tersaring.

Bahan tidak tahan panas atau mudah menguap:


- vitamin
- antibiotik
- enzim
-Langkah :
 Sterilkan tempat yang digunakan misalnya
wadah
 Media disaring menggunakan mikrofilter (2,5 -
3μ) dan langsung ditempatkan pada wadah
steril
 Ditutup rapat dengan aluminium foil
 Dilakukan dalam laminar flow
Macam MICROFILTER:
1. Non-disposable filtration apparatus
- Disedot dengan pompa vakum
- Volume 20-1000 ml
2. Disposable filter cup unit
- Disedot dengan pompa vakum
- Volume 15-1000 ml
3. Disposable filtration unit dengan botol penyimpan
- Disedot dengan pompa vakum
- Volume 15-1000 ml
4. Syringe filters
- Ditekan seperti jarum suntik
- Volume 1-20 ml
5. Spin filters
- Ditekan dengan gaya setrifugasi
- Volume kurang dari 1 ml
MACAM – MACAM MICROFILTER
Cara kerja menggunakan
Non-disposable filtration apparatus
1. Sterilkan saringan, membran
penyaring (kertas saring) dan
erlenmeyer penampung.

2. Pasang atau rakit alat-alat tersebut


secara aseptis (sesuai gambar), lalu
isi corong dengan larutan yang akan
disterilkan.
3. Hubungkan katup erlenmeyer dengan pompa
vakum kemudian hidupkan pompa.

4. setelah semua larutan melewati membran


filter dan tertampung dierlenmeyer, maka
larutan dapat dipindahkan kedalam gelas
penampung lain yang sudah steril dan tutup
dengan kapas atau aluminium foil yang steril.
METODE FISIS
1. Pemanasan
a. Pemijaran (dengan api langsung):
membakar alat pada api secara langsung
contoh alat : jarum inokulum, pinset, batang L, dll.
b. Panas kering:
Oven (60-1800C).
untuk alat dari kaca : erlenmeyer, tabung reaksi dll.
c. Uap air panas:
Konsep mirip mengukus.
untuk Bahan yang mengandung air (tidak terjadi dehidrasi).
d. Uap air panas bertekanan :
autoklaf
2. Penyinaran
dengan UV
contoh :
membunuh mikroba pada permukaan interior Safety Cabinet
sterilisasi ruangan
Hal-hal yang perlu diperhatikan pada sterilisasi, di
antaranya:

• Sterilisator (alat untuk mensteril) harus siap


pakai, bersih dan masih berfungsi.

• Peralatan yang akan disterilisasi harus dibungkus


dan diberi label yang jelas dengan menyebutkan
jenis peralatan, jumlah, tanggal pelaksanaan
steril.

• Penataan alat harus berprinsip semua bagian


dapat steril.
• Tidak boleh menambah peralatan dalam
sterilisator sebelum waktu mensteril selesai.

• Memindahkan alat steril ke dalam tempatnya


dengan korentang steril.

• Saat mendinginkan alat steril tidak boleh


membuka pembungkusnya, bila terbuka harus
dilakukan sterilisasi ulang.
Jenis peralatanyang dapat disterilkan :
(1)Peralatan yang terbuat dari logam, misalnya pinset,
gunting, speculum dan lain-lain.

(2)Peralatan yang terbuat dari kaca, misalnya semprit (spuit),


tabung kimia dan lain-lain.

(3)Peralatan yang terbuat dari karet, misalnya, kateter, sarung


tangan, pipa penduga lambung, drain dan lain-lain.

(4)Peralatan yang terbuat dari ebonit, misalnya kanule


rectum, kanule trachea dan lain-lain.
(5)Peralatan yang terbuat dari email, misalnya
bengkok (nierbekken), baskom dan lain-lain.

(6)Peralatan yang terbuat dari porselin, misalnya


mangkok, cangkir, piring dan lain-lain.

(7)Peralatan yang terbuat dari plastik, misalnya


slang infus dan lain-lain.

(8)Peralatan yang terbuat dari tenunan, misalnya


kain kasa, tampon, doek operasi, baju, sprei,
sarung bantal dan lain-lain.
Pelaksanaan :
• (1)Sterilisasi dengan cara rebus
Mensterikan peralatan dengan cara merebus didalam
air sampai mendidih (100ºC) dan ditunggu antara 15
sampai 20 menit. Misalnya peralatan dari logam,
kaca dan karet.

• (2)Sterilisasi dengan cara stoom


Mensterikan peralatan dengan uap panas didalam
autoclave dengan waktu, suhu dan tekanan tertentu.
Misalnya alat tenun, obat-obatan dan lain-lain.
• (3)Sterilisasi dengan cara panas kering
Mensterikan peralatan dengan oven dengan
uap panas tinggi.

Misalnya peralatan logam yang tajam,


peralatan dari kaca dan obat tertentu
(4)Sterilisasi dengan cara menggunakan bahan
kimia
Mensterikan peralatan dengan menggunakan
bahan kimia seperti
- alkohol,
- sublimat,
- uap formalin, khususnya untuk peralatan
yang cepat rusak bila kena panas.

Misalnya sarung tangan, kateter, dan lain-lain.


TUJUAN STERILISASI:

(1)Menyiapkan peralatan perawatan dan


kedokteran dalam keadaan siap pakai.

(2)Mencegah peralatan cepat rusak.

(3)Mencegah terjadinya infeksi silang.


METODE-METODE STERILISASI
A.Metode sterilisasi panas
Penguapan bertekanan tinggi yang menggunakan
autoklaf atau oven.
sterilisasi uap tekanan tinggi (autoklaf) :
metode sterilisasi yang efektif untuk mensterilkan
instrumen dan alat- alat lain yang digunakan pada
berbagai fasilitas pelayanan kesehatan
 sterilisasi panas kering (oven ). :
membutuhkan listrik terus-menerus, kurang
efektif di daerah terpencil,digunakan pada benda-
benda gelas atau logam,karena akan melelehkan
bahan lainnya.
AUTOKLAF
- Pada saat sumber panas dinyalakan, air dalam autoklaf
lama kelamaan akan mendidih
- Uap air yang terbentuk mendesak udara yang mengisi
autoklaf.
- Setelah semua udara dalam autoklaf diganti dengan uap air,
katup uap/udara ditutup sehingga tekanan udara dalam
autoklaf naik.
- Pada saat tercapai tekanan dan suhu yang sesuai, maka
proses sterilisasi dimulai dan timer mulai menghitung waktu
mundur.
- Setelah proses sterilisasi selesai, sumber panas dimatikan
dan tekanan dibiarkan turun perlahan hingga mencapai 0 psi.
- Autoklaf tidak boleh dibuka sebelum tekanan mencapai 0
psi. Pada saat sumber panas dinyalakan, air dalam autoklaf
lama kelamaan akan mendidih
-
B.Sterilisasi dengan cara penguapan
• Penguapan adalah sterilan yang efektif karena 2
alasan yaitu :
Pertama,uap pekat adalah sebuah kendaraan
energi termal yang sangat efektif.
Kedua, uap adalah sterilan yang efektif karena
lapisan luar mikroorganisme bersifat protektif
dan resistan dapat dilemahkan oleh uap,
sehingga terjadi koagulasi pada bagian
mikroorganisme yang sensitif.
 kelebihan :
paling efektif,waktu sterilisasi lebih pendek
daripada panas kering atau siklus kimia.

 kekurangan :
membutuhkan sumber panas yang terus-
menerus, membutuhkan peralatan yang
butuh perawatan serius, bahan plastik tidak
tahan suhutinggi.
C.Sterilisasi kimia
Digunakan apabila , dengan sterilisasi panas kering atau sterilisasi
tekanan tinggi akan merusak objek tersebut atau peralatan tidak
tersedia.

 kelebihan :
larutan glutyaraldehid dan formaldehid tidak begitu mudah
dinonaktifkan oleh materi organik, kedua larutan ini digunakan
untuk instrumen yang tidak tahan sterilisasi panas ,seperti
leparoskop

 kekurangan :
glutaraldehid mahal harganya. Formaldehid tidak dapat dicampur
dengan clorin karena memproduksi gas berbahaya.
• Saat ini banyak agen kimia yg berpotensi untuk membunuh
atau menghambat pertumbuhan nikroba.
• Agen kimia yang baik adalah yg memiliki kemampuan
membunuh mikroba secara cepat dengan dosis yg rendah
tanpa merusak bahan atau alat yg didisinfeksi.
• Prinsipnya cara kerja agen kimia ini digolongkan atas :
1. agen kimia yg merusak membran sel mikroba
2. agen kimia yg merusak enzim mikroba
3. agen kimia yg merusak tu mendenturSi protein
Beberapa faktor yg mempengaruhi
efektivitas agen kimia
• Semakin tinggi konsentrasi agen kimia yg
digunakan maka semakin tinggi meningkat
efektivitasnya
• Semakin lama bahan tsb kontak dgn bahan yg
disterilkan maka hasilnya akan semakin baik
• Mikroba yg berkapsul dan berspora lebih
resisten dari yg tidak berkapsul dan berspora.
• Efektivitas bahan kimia dapat berubah seiring
dengan perubahan pH.
MASA BERLAKU:
Masa berlakunya bahan-bahan (yaitu berapa lama
instrumen masih dianggap steril ) setelah sterilisasi .

masa berlakunya sterilisasi tergantung pada faktor-


faktor berikut ini :
kualitas pembungkus atau wadah.
- berapa kali sebuah paket dipegang sebelum
digunakan.
- berapa banyak orang yang telah memegang paket
tersebut.
- penggunaan penutup debu plastik dan penyegelan.
Pasteurisasi
Pasteurisasi : suatu proses yang
menggunakan panas basah untuk
membunuh patogen yang tidak
membentuk spora,seperti
mycobacterium tuberculosis dan
salmonellae atau brucella sp.
Desinfeksi
• Desinfeksi adalah proses pembuangan semua
mikroorganisme patogen pada objek yang tidak
hidup dengan pengecualian pada endospora
bakteri.

• Desinfeksi adalah tindakan membunuh


mikroorganisme penyebab penyakit
dengan bahan kimia atau secara fisik, hal ini
dapat mengurangi kemungkinan terjadiinfeksi
dengan jalan membunuh mikroorganisme
patogen
Desinfeksi
dilakukan apabila sterilisasi sudah
tidak mungkin dikerjakan meliputi
penghancuran dan pemusnahan
mikroorganisme patogen yang ada
tanpa tindakan khusus untuk
mencegah kembalinya
mikroorganisme tersebut.
Desinfeksi dilakukan dengan menggunakan
bahan desinfektan melalui cara :
• mencuci,
• mengoles,
• merendam dan menjemur

dengan tujuan mencegah terjadinya infeksi, dan


mengkondisikan alat dalam keadaan siap
pakai
perebusan atau pengukusan

Menggunakan panas untuk membunuh


mikroorganisme.

Kekurangan pengukusan adalah:


kukusan yang tersedia umumnya kecil,
sehingga hanya cukup untuk alat-alat dalam
jumlah terbatas.
Beberapa keuntungan dan kekurangan
perebusan dan penguapan terhadap
disinfeksi tingkat tinggi adalah :

 Keuntungan :
- murah
- mudah diajarkan pada petugas kesehatan.
- tidak memerlukan bahan kimia.
- sumber panas tersedia dimana-mana.

 Kerugian :
- waktu pemrosesan harus diatur dengan
seksama.
- sumber minyak diperlukan
Disinfeksi tingkat tinggi dengan bahan
kimiawi
• Pemilihan disinfeksi harus didasarkan pada sifat-sifat
benda yang akan didisinfeksi, daerah yang digunakan (
misalnya ; ventilasi yang baik ) dan petugas terampil
dalam tindakan ini.

Keuntungan menggunakan disinfeksi tingkat tinggi :


-larutan klorin bereaksi cepat, sangat efektif terhadap
HIV/AIDS, serta murah dan mudah didapat.

Kerugian utamanya adalah :


larutan klorin >0,5% dapat merusak logam.
Perbedaan antara sterilisasi dengan
disinfeksi :

sterilisasi, suatu benda dibebaskan dari suatu


mikroorganisme secara kiomiawi atau secara
fisika ; sedangkan dalam disinfeksi, infektifitas
potensial dari benda/material yang
dirusak/dibinasakan dengan menggunakan
germicidal agents.
Perbedaan antara disinfektan dengan
antiseptik :

dalam disinfektan, efektif terhadap semua jenis


mikroba (membunuh semua atau hampir semua
mikroorganisme patogenik,

tetapi karena toksin terhadap jaringan hidup maka


hanya dipergunakan untuk benda-benda mati ;
sedangkan antiseptik hanya membunuh organisme
patogen.
Antiseptik kimia :
• Beberapa hal yang harus diperhatikan pada disinfeksi kimia :

1.harus ada rongga yang cukup diantara alat-alat yang akan


didisinfeksi, sehingga kontak menyeluruh.

2.sebaiknya yang dipakai adalah germisids ( membunuh kuman )


3.waktu disinfeksi harus tepat, tidak boleh terlalu lama atau
sebentar.

4.larutan dan pengenceran disinfektan yang dipakai harus tepat.

5.sebaiknya memakai hand lotion sesudah kontak dengan


disinfektan.
Bahan Kimia Antimikroba
Agen Mekanisme Aksi Contoh

Surfaktan Merusak membran, Sabun, deterjen

Deterjen kationik Denaturasi protein, Antiseptik, desinfektan,


merusak lemak benzal koniun klorida
Asam dan basa organik pH tinggi atau rendah Inhibitor jamur, contoh
soda atau benzoat
alkohol denaturasi protein, antiseptik dan
merusak lemak desinfektan : etanol dan
isopropil
fenolik Merusak membran sel desinfektan

aldehids Denaturasi protein Gluteraldehida,


formaldehida
(desinfektan)
Etilen oksida Denaturasi protein -

oksidasi denaturasi protein Hidrogen peroksida,


benzoil peroksida
Fisikal Antimikroba

Agen Mekanisme Aksi Keterangan

Uap panas, Denaturasi protein Membunuh bakteri secara vegetatif ,


perebusan endospora virus tetap hidup, 100OC,
Uap panas, Denaturasi protein Membunuh semua mikroba
autoclave
Uap panas, Denaturasi protein Membunuh patogen pada produk
pasteurisasi makanan, 63OC, 30 detik (72OC, 15 detik)
(140OC, 3 detik)
Uap panas, hot air Oksidasi dan 170OC, 2 jam, untuk sterilisasi peralatan
oven denaturasi protein dan gelas
Osmotic pressure, Plasmolisis Digunakan untuk pengawetan makanan,
penambahan kontaminan kurang efektif untuk jamur
garamatau gula
Radiasi, UV Merusak DNA

Radiasi, sinar x Merusak DNA Untuk sterilisasi peralatan medik


Fisikal Antimikroba

Agen Mekanisme Aksi Keterangan

Uap panas, Denaturasi protein Membunuh bakteri secara vegetatif ,


perebusan endospora virus tetap hidup, 100OC,
Uap panas, Denaturasi protein Membunuh semua mikroba
autoclave
Uap panas, Denaturasi protein Membunuh patogen pada produk
pasteurisasi makanan, 63OC, 30 detik (72OC, 15 detik)
(140OC, 3 detik)
Uap panas, hot air Oksidasi dan 170OC, 2 jam, untuk sterilisasi peralatan
oven denaturasi protein dan gelas
Osmotic pressure, Plasmolisis Digunakan untuk pengawetan makanan,
penambahan kontaminan kurang efektif untuk jamur
garamatau gula
Radiasi, UV Merusak DNA

Radiasi, sinar x Merusak DNA Untuk sterilisasi peralatan medik


Saran-saran kerja aseptis :

1. Sebelum membuka ruangan atau bagian steril


di dalam tabung/cawan/erlenmeyer
sebaiknya bagian mulut (bagian yang
memungkinkan kontaminan masuk)
dibakar/dilewatkan api terlebih dahulu.

2. Pinset, batang L, dll dapat disemprot dengan


alkohol terlebih dahulu lalu dibakar.

3. Ujung jarum inokulum yang sudah dipijarkan


harus ditunggu dingin dahulu atau dapat
ditempelkan tutup cawan bagian dalam untuk
mempercepat transfer panas yang terjadi.
4. Usahakan bagian alat yang diharapkan dalam
kondisi steril didekatkan ke bagian api.

5. Jika kerja di Safety Cabinet tidak perlu


memakai pembakar bunsen tetapi jika di luar
Safety Cabinet maka semakin banyak sumber
api maka semakin terjamin kondisi aseptisnya