Anda di halaman 1dari 27

SISTEM PERUMAHAN

PENGERTIAN DAN DASAR – DASAR PERENCANAAN


PERUMAHAN DAN PEMUKIMAN

I PUTU OKY MAHENDRA PUTRA (1605522001)


I GDE AGUS KERTAYASA (1605522003)
I DEWA GEDE MONEGA MARTA (1605522020)
I NYOMAN YUDYANTARA (1605522021)
IDA BAGUS MADE MAHENDRA ARISTA (1605522033)
PENGERTIAN SISTEM
PERUMAHAN

• Pengertian Perumahan kumpulan rumah sebagai bagian dari


permukiman , baik perkotaan maupun perdesaan , yang
dilengkapi dengan prasarana, sarana , dan utilitas umum
sebagai hasil upaya pemenuhan rumah yang layak huni
PENGERTIAN SISTEM PERUMAHAN

• Pemukiman dan perumahan adalah merupakan kebutuhan


primer yang harus dipenuhi oleh manusia. Perumahan dan
pemukiman tidak hanya dapat dilihat sebagai sarana
kebutuhan hidup, tetapi lebih jauh adalah proses bermukim
manusia dalam rangka menciptakan suatu tatanan hidup
untuk masyarakat dan dirinya dalam menampakkan jati diri.
Pengaturan perihal perlunya perumahan dan pemukiman
telah diarahkan pula oleh Undang-undang Republik Indonesia
nomor 4 tahun 1992
TUJUAN SISTEM PERUMAHAN

• Penataan perumahan dan pemukiman bertujuan untuk


mewujudkan suatu tatanan yang layak, sehat, aman dan
nyaman utuk ditinggali oleh penduduk dan untuk
meningkatkan pertumbuhan budaya, sosial, ekonomi dan
bidang – bidang secara merata.Setiap masyarakat baik
perseorangan ataupun badan usaha wajib mengikuti syarat
dan ketentuan berlaku untuk pemanfaatan perumahan dan
pemukiman menutut undang – undang yang berlaku dan
melakukan pengelolaan lingkungan terhadap
lingkungan sekitar.
KONSEP DAN PENGERTIAN SISTEM
PERUMAHAN

• Lingkungan Hunian :
Bagian dari kawasan permukiman yang terdiri dari satu satuan
permukiman .
• Permukiman :
Bagian dari lingkungan hunian yang terdiri atas lebih dari satu
satuan perumahan yang mempunyai prasarana,sarana,utilitas
umum,serta mempunyai penunjang kegiatan fungsi lain di
kawasan perkotaan atau kawasan pedesaan
KONSEP DAN PENGERTIAN SISTEM
PERUMAHAN

• Penyelenggaraan Perumahan Dan Kawasan Permukiman :


Kegiatan perencanaan pembangunan , pemanfaatan , dan
pengendalian , termasuk di dalamnya pengembangan
kelembagaan ,pendanaan dan system pembiayaan , serta
peran masyarakat yang terkoordinasi dan terpadu
• Kawasan :
Ruang yang merupakan kesatuan geografis beserta segenap
unsur terkait pedanya dan batas sistemnya ditentukan
berdasarkan aspek fungsional serta memiliki ciri tertentu .
KONSEP DAN PENGERTIAN SISTEM
PERUMAHAN

• Sub Kawasan :
Bagian dari suatu kawasan dengan fungsi tertentu , yang
selanjutnya dibagi menjadi blok besar , blok , dan sub blok .
• Lingkungan :
Bagian wilayah kota yang merupakan kesatuan ruang untuk
suatu kehidupan dan penghidupan tertentu dalam suatu
system pengmbsngn kabupaten / kota secara keseluruhan .
• Blok :
Bidang tanah yang dibatasi sekurang – kurangnya oleh
rencana jalan lingkungan atau sejenisnya sesuai dengan
rencana kota .
KONSEP DAN PENGERTIAN SISTEM
PERUMAHAN

• Sub Blok :
bidang tanah yang merupakan satu atau lebih perpetakan
yang telah ditetapkan batas – batasnya sesuai dengan rencana
kota untuk suatu penruntukan tertentu .
• Lahan : bidang tanah untuk maksud pembangunan fisik .
• Perpetakan : bidang tanah yang telah ditetapkan batas –
batasnya di dalam blok atau sub blok sebagai sauna – satuan
terukur
KONSEP DAN PENGERTIAN SISTEM
PERUMAHAN

• Persil :
Bidang tanah yang telah ditetapkan batas – batasnya sesuai
dengan batas kepemilikan tanah di dalam blok atau sub blok .
• Daerah Perencanaan :
Bidang tanah yang telah ditetapkan batas – batasnya setelah
dikurangi rencana jalan berdasarkan rencana kota untuk
peruntukan tertentu .
• Bangunan :
Suatu perwujudan arsitektur yang digunakan sebagai wadah
kegiatan manusia
KONSEP DAN PENGERTIAN SISTEM
PERUMAHAN

• Bangunan Deret / Rapat :


Bangunan dalam suatu perpetakan / persil yang sisi – sisinya tidak
mempunyai jarak bebas samping
• Shelter :
Perlindungan terhadap gangguan external ( alam , binatang )
• House :
Struktur bangunan untuk tempat tinggal
• Housing :
Perumahan , hal – hal yang terkait dengan aktivitas bertempat
tinggal ( membangun , menghuni )
• Human settlement :
Kumpulan ( agregat ) rumah dan kegiatan perumahan
(permukiman)
KONSEP DAN PENGERTIAN SISTEM
PERUMAHAN

• Garis Sempadan Bangunan ( GSB ) :


Garis yang tidak boleh ditempati oleh denah bangunan kea rah GSJ
yang ditetapkan dalam rencana kota
• Garis Sempadan Jalan ( GSJ ) :
Garis rencana jalan yang ditetapkan dalam rencana kota
• Koefisien Dasar Bangunan ( KDB ) :
Angka prsentase berdasarkan perbandingan jumlah luas lantai dasar
bangunan terhadap luas tanah perpetakan / persil yang dikuasai
sesuai renca kabupaten / kota
• Koefisien Lantai Bangunan ( KLB ) :
Besaran ruang yang dihitung dari angka perbandingan jumlah luas
lantai dasar bangunan terhadap luas tanah perpetakan / persil yang
dikuasai sesuai rencana kabupaten / kota
KRITERIA PENGEMBANGAN
KAWASAN

Kriteria yang harus dipenuhi kawasan pemukiman meliputi :


• Aksesibilitas : yaitu kemungkinan pencapaian dari dan ke
kawasan . Aksesibilitas dalam kenyataannya berwujud
ketersediaan jalan dan transportasi
• Kompatibilitas : yaitu keserasian dan keterpaduan antar
kawasan yang menjadi lingkungan
• Fleksibilitas : yaitu kemungkinan pertumbuhan fisik /
pemekaran kawasan perumahan dikaitkan dengan kondisi fisik
lingkungan dan keterpaduan prasarana
• Ekologi : yaitu keterpaduan antara tatanan kegiatan alam yang
mewadahinya
JENIS – JENIS PERUMAHAN

• Perumahan Biasa (Perkampungan)


• Perumahan biasa merupakan
perumahan yang berada di
perkampungan, bukan di kompleks.
Perumahan biasa umumnya dimiliki
secara perorangan. Dan karena hal
tersebut, bangunannya pun terdiri
dari berbagai model. Besar dan
ukurannya disesuaikan dengan luas
tanah yang tersedia. Ada yang
menyisakan lahan di muka rumah,
ada juga yang menyisakan lahan di
belakang rumah. Bahkan, ada yang
menghabiskan lahan untuk bangunan
karena berbagai alasan.
JENIS – JENIS PERUMAHAN

• Perumahan Nasional (Perumnas)


• Perumnas merupakan jenis
perumahan yang dibangun oleh
perusahaan pengembang
(developer). Umumnya, jenis
perumahan ini dibangun dengan
menggunakan bahan yang sama
(sejenis), terencana, dan dalam waktu
yang bersamaan. Oleh karena itu,
perumahan tersebut umumnya
tertata rapi, baik bentuk rumah,
jalan-jalan, maupun pembangan air
limbah rumah tangga, dan sarana
umum lainnya.
JENIS – JENIS PERUMAHAN

• Perumahan Susun
• Rumah yang flesibel, yaitu
mampu menyesuaikan
berbagai konfigurasi. Kerugian
utama rumah susun adalah BC
yang mengurangi unit-unit
yang dapat diorientasikan ke
permukaan tanah. Rumah
susun umumnya berisi ganda,
artinya mempunyai ruang-
ruang yang berada di luar pada
unit-unit tersebut tanpa
halaman samping
JENIS – JENIS PERUMAHAN

• Real Estate
• Real estate adalah sebidang tanah
dan lingkungannya beserta
bangunan yang ada diatasnya
termasuk dengan properti yaitu
hak milik bangunan yang ada di
kawasan realestat tersebut. Real
Estate biasanya dihuni oleh
keluarganya yang umumnya
tergolong tingkat ekonomi
menengah ke atas. Bentuk
bangunannya menarik dengan
halaman rumah cukup luas. Ada
pula yang dibangun berlantai dua.
Sarana di lingkungan rumah sudah
lengkap
JENIS – JENIS PERUMAHAN

• Apartemen
• Apartemen adalah tempat tinggal
suatu bangunan bertingkat yang
lengkap dengan ruang duduk, kamar
tidur, dapur, ruang makan, jamban,
dan kamar mandi yang terletak pada
satu lantai, bangunan bertingkat yang
terbagi atas beberapa tempat tinggal.
Apartemen memiliki kelengkapan
fasilitasnya sangat lengkap, dan juga
menjadi daya tarik tersendiri. Sarana
kebugaran seperti fitness center,
kolam renang, jogging track, taman
bermain, minimarket, restoran, cafe,
dan fasilitas lainnya akan membuat
penghuni apartemen tidak perlu
pergi terlalu jauh untuk memenuhi
kebutuhannya
JENIS – JENIS PERUMAHAN

• Apartemen
• Tingkat keamanan dari apartemen
juga lebih baik karena adanya
penjagaan 24 jam dan CCTV yang
memantau, sehingga penghuni
dapat lebih tenang ketika harus
meninggalkan unitnya. Ini
merupakan hal yang penting
karena sebagian besar masyarakat
perkotaan yang bekerja akan lebih
banyak menghabiskan waktunya
di luar, baik untuk bekerja, makan
atau rekreasi.
Hierarki Maslow
Gambar Hierarki Maslow :
Hierarki Maslow

Jenjang Pertama Jenjang Pertama : Kebutuhan Fisiologis


• Merupakan kebutuhan yang paling
Jenjang Kedua dasar manusia agar dapat dapat
tetap hidup .
• Meliputi makanan ,air , serta udara
Jenjang Ketiga
untuk pernapasan
• Disamping itu secara sederhana ia
Jenjang Keempat juga sudah membutuhkan tempat
atau ruang berlindung beristirahat
Jenjang Kelima serta tidur
Hierarki Maslow

Jenjang Pertama Jenjang kedua : kebutuhan akan rasa aman


• Merupakan kebutuhan yang tinggi
tingkatannya setelah kebutuhan yang
Jenjang Kedua paling mendasar telah terpenuhi ,
• Bukan saja untuk memenuhi kebutuhan
Jenjang Ketiga agar sekedar bisa tidur tetapi akan
merasa aman dan terlindungi bila
berada didalamnya.
Jenjang Keempat • Misal : kebutuhan akan kekuatan
konstruksi bahan bangunan rumah
Jenjang Kelima serta cara-cara pembangunannya.
Hierarki Maslow

Jenjang ketiga : kebutuhan akan hubungan


Jenjang Pertama
• Pada tingkatan ini manusia
membutuhkan pengakuan akan
Jenjang Kedua pemiliknya, yang berarti bahwa
manusia membutuhkan kontrak social
dalam lingkungannya.
Jenjang Ketiga • Pada tingkatan ini dibutuhkan
lingkungan perumahan sebagai satu
kesatuan yang dapat ditemu kenali
Jenjang Keempat dengan adanya aktifitas lingkungan,
tata letak rumah, bentuk rumah, pola
tata ruang, serta perlengkapan-
Jenjang Kelima perlengkapan lingkungan lainnya.
Hierarki Maslow

Jenjang Pertama Jenjang keempat : kebutuhan


penghargaan atas diri sendiri
• Setiap manusia membutuhkan
Jenjang Kedua pengakuan atas dirinya.
• Rumah kemudian juga akan
Jenjang Ketiga dibentuk berdasarkan adat serta
budaya masyarakat.
• Seorang akan merasa perlu memiliki
Jenjang Keempat rumah yang corak lain dengan yang
umumnya dimiliki oleh kelompok,
sesuai dengan status dan
Jenjang Kelima kedudukannya.
Hierarki Maslow

Jenjang kelima : aktualisasi diri


Jenjang Pertama • Merupakan tingkat kebutuhan yang
tertinggi dari manusia.
• Rumah tidak hanya untuk tempat tinggal,
Jenjang Kedua tetapi sudah menjadi suatu kebanggaan
penghuninya.
• Rumah dituntut dapat memberikan
Jenjang Ketiga kepuasan pribadi yang menunjukkan status
social, kekayaan, kekuasaan, serta selera
penghuninya.
• Seorang akan merasa terpuaskan apabila
Jenjang Keempat dapat memiliki rumah yang berpenampilan
lebih atau berbeda.
• Aspek keindahan juga menjadi kebutuhan
Jenjang Kelima yang akan memberikan kepuasan pada
pemiliknya.
CONTOH STUDI KASUS

• Lokasi dan Kondisi Infrastruktur


Perumahan Tirta Nirwana Residence merupakan
perumahan yang berlokasi di Jl. Tirta Nirwana, Sel.,
16135, Mulyaharja, South Bogor, Bogor City, Jawa
Barat Adapun infrastruktur dan fasilitas yang ada di
dalam perumahan Tirta Nirwana Residence adalah
sebuah cafe alam dan pertokoan .

Selain itu terdapat beberapa infrastruktur di sekitar perumahan tersebut seperti minimarket ,
tempat ibadah , restoran dan bank
CONTOH STUDI KASUS

• Pola Pengelolaan dan Aksesibilitas


Perumahan Tirta Nirwana Residence merupakan
perumahan yang dibangun , dikembangkan dan
dikelola oleh PT. Graha Andrasentra Propertindo.

Pola aksesibilitas pada Perumahan Tirta Nirwana


Residence memiliki aksesibilitas yang cukup baik
dengan membedakan akses masuk dan keluar
CONTOH STUDI KASUS

• Populasi dan Kondisi Sosial Ekonomi Penghuni


Pada Perumahan Tirta Nirwana Residence merupakan perumahan yang
ditinggali oleh masyrakat kalangan menengah keatas . Di sekitar
Perumahan Tirta Nirwana Residence terdapat perumahan lain seperti
perumahan Bogor Nirwana Residence di sebelah barat. Interaksi antara
penghuni perumahan Tirta Nirwana Residence dengan Bogor Nirwana
Residence hampir tidak pernah
melakukan interaksi hal ini dikarenakan
pada perumahan tersebut terdapat sekat
yang memisahkan dua perumahan
tersebut . Interaksi yang dapat dilakukan
oleh penghuni perumahan tersebut
hanya berada pada fasilitas yang terdapat
diluar kedua perumahan tersebut.