Anda di halaman 1dari 35

LESI PLEXUS

LUMBOSACRALIS
KELOMPOK 2
- LAURENSIUS ANDHIKA KURNIAWAN 20160606030
- BAYU PANJI PANGESTU 20160606041
- AVRELIA FIEFTIKA ANGGRAENY 20160606045
- NI MADE RIZKY DWI PERMATA SARI 20160606054
- TASYA SALSALIANTIKA 20160606066
PENGERTIAN

 Lesi plexus lumbosacralis sering disebut juga cedera


plexus lumbosacralis yang merupakan cedera jaringan
saraf yang berasal dari L1-S4 yang dapat mempengaruhi
fungsi saraf motorik dan sensorik yang disebabkan oleh
trauma langsung ataupun tidak langsung yang dapat
menimbulkan kelemahan ekstremitas bawah,perubahan
sensasi,rasa sakit dan berkurang refleks.
ANATOMI FISIOLOGI

 PLEXUS LUMBOSACRALIS TERDIRI DARI 2 BAGIAN YAITU ;


PLEXUS LUMBALIS DAN SACRAL, DAN MASING-MASING
PLEXUS TERSEBUT MEMPERSYARAFI BAGIAN YANG BERBEDA
DARI EXTREMITAS BAWAH.
 PLEXUS LUMBALIS DAN SACRAL DIHUBUNGKAN MELALUI
LUMBOSACRAL CORD
PLEXUS LUMBALIS

 Plexus lumbalis dibentuk oleh ramus anterior nervus spinalis L1-L4,


seringkali juga turut dibentuk oleh ramus anterior nervus spinalis
thoracalis 12. Plexus ini berada pada dinding dorsal cavum abdominis,
ditutup oleh psoas major.
 Plexus lumbalis membentuk percabangan menjadi:
 N. iliohypogastricus
 N. ilioinguinalis
 N. cutaneus femoris lateralis
 N. obturatorius
 N. femoralis
PLEXUS LUMBALIS
PLEXUS SACRALIS

 Plexus sacralis dibentuk oleh ramus anterior nervus spinalis L4-S3 (S4) dan
berada di sebelah ventral m.piriformis, dipisahkan dari vasa illiaca interna
serta ureter oleh suatu lembaran fascia (fascia pelvis parietalis).Arteri glutea
superior terletak sepanjang n.spinalis L5 dan S1, a.glutea membentuk plexus
lumbalis dan juga plexus sacralis. Plexus sacralis mempersarafi daerah pelvis,
regio glutea dan extremitas inferior.
 Plexus sacralis membentuk percabangan menjadi:
 N. gluteus superior
 N. gluteus inferior
 N. cutaneus femoris posterior
 N. clunium inferiores mediales
 N. ischiadicus (sciatic nerve)
PLEXUS SACRALIS
PLEXSUS LUMBOSACRALIS

PLEXUS LUMBALIS PLEXUS SACRALIS

BERASAL L1 – L4 L4 – S4

LETAK M. Psoas Major Caudal lumbar plexus

STRUKTUR Bagian anterios saraf spinal Bagian posterior saraf spinal


ETIOLOGI

 masalah denga plexus lumbosacralis dapat terjadi karena


trauma pada panggul yang merusak akar ataupun saraf,
dan dapat disebabkan oleh cacat lahir / trauma pada
lumbosacral ( karsinomatosa ) neuropati. karsinoma usus,
kandung kemih, atau prostat dapat meyerang plexus
lumbosacral. massa lainnya ( misalnya, tumor jinak,
abses, atau hematoma ) juga dapat menyebabkan
gangguan plexus oleh tekanan langsung pada setiap akar
atau batang.
TANDA DAN GEJALA

 Nyeri di punggung bawah dan kaki, serta kelemahan pada


sebagian atau seluruh kaki. Kelemahan mungkin terbatas
pada gerakan kaki atau betis, atau seluruh kaki dapat
menjadi lumpuh. Pemulihan tergantung pada
penyebabnya. Cedera pleksus karena reaksi autoimun
dapat mengatasi perlahan (beberapa bulan); kerusakan
karena kecelakaan mungkin tidak pernah sepenuhnya
pulih.
PEMERIKSAAN PENUNJANG

 X-RAY
 MRI
 CT MYOLOGRAPHY
MENEJEMEN PENANGANAN FISIOTERAPI

 Activity limitation :
 membukuk terlalu lama saat melakukan aktivitas,
 duduk terlalu lama,
 keterbatasan saat mengangkan benda dan barang yang berat,
 kebiasaan dariposisi jongkok ke berdiri
 Body Function and Body Structure Impairment :
 otot para vertebralem mengalami spasm,
 otot paralumbal mengalami arthropi karena guarding spasme,
 paresthesia,
 ROM terbatas.
 Participation Restriction :
 keterbatasan dalam bekerja,
 keterbatasan dalam beribadah,
 keterbatsan dalam berolahraga
ANAMNESIS

 Nama : Keroro Gunzo


 Umur : 21 tahun
 Jenis kelamin : Laki – laki
 Alamat : Pekopon
 Hobby : Futsal, merakit robot
 Pekerjaan : Mahasiswa
 Kelemahan pada tungkai bagian atas sebelah kanan
 Tungkai kanan terasa lemah apabila melakukan aktifitas berdiri atau berjalan
akibat jatuh dari sepeda motor 3 minggu yang lalu.
 Sudah pernah dirawat di RS, discharge 1 minggu yang lalu.
 X – Ray, MRI/CT scan, EMG menurut dokter ada neural impingment.
 HT ( - ), penyakit jantung ( - ), DM ( - )
 Sebelumnya belum pernah mengalami kejadian seperti ini.
 Statis :
 Tampak pelvic girdle condong ke kanan
 Side flexi lumbal ke kanan
 Shoulder kanan lebih rendah dari pada yang kiri
 Trunk agak condong ke depan
 SIAS kiri lebih rendah dari pada yang kanan
 Dinamis :
 Tampak gerakan abnormal dari pelvic girdle ke arah kanan saat berjalan
 Abnormal posisi stance phase dan initial swing pada saat berjalan (sirkumduksi)
 Palpasi :
 tidak ada tanda-tanda oedem
 tidak ada tropic change
 Kontur, tonus otot tensor fasia lata (TFL), gluteus medius kanan lebih lunak dari
pada yang kiri
 terdapat sedikit nyeri tekan pada lateral pelvic kanan
 Nyeri :
 skala VAS nilai 3
 ROM hip, knee, ankle, jari2 kaki kanan kiri ; dalam batas normal
 ROM lumbal : dalam batas normal
 Kekuatan otot tungkai kanan:
 Hip
 F/E : 5/4
 ABD/ADD: 3/5
 Exo/ endo : 5/5

 Knee
 F/E : 5/5

 Ankle
 DF/PF : 5/5
 Inv/ Eve: 5/5
 Terdapat rasa kesemutan pada posterolateral pinggul,terutama pada lipat pantat.
 Mampu merasakan rasa raba, tajam tumpul, diskriminasi 2 titik
 Refleks patella (+) reflek achilles (+)
 Koordinasi baik

 Kelemahan m. Gluteus medius, dan m. Tensor Fascia Latae (impingment


supra gluteal, L4- S1)
Tes Trendelenburg

 Pasien berdiri, kemudian diperintahkan untuk mengangkat satu tungkainya.


Perhatikan pada lekukan/garis pantat.
 Tujuan : melihat adanya kelemahan m. gluteus
 Trendelenburg sign (+)
 Gait analysis
 EMG
 Gait Analysis
 Pasien jalan pincang
 Stance Phase foot dekstra, tidak terjadi heel strike dan push off yang sempurna.
 Heel srike → knee joint tidak ekstensi penuh, juga tidak diikuti dengan dorsofleksi ankle
joint.
 Push off → knee joint tidak ekstensi penuh
 Mid stance lebih cepat dari foot sinistra

 Pada Swing phase foot dekstra, tidak terjadi ekstensi penuh pada deseleration
DIAGNOSA FISIOTERAPI

 “ Gangguan fungsi berjalan akibat kelemahan


otot-otot abduktor hip kanan karena kecelakaan
lalu lintas tiga minggu yang lalu “
INTERVENSI

 Problem FT
 Primer : Kelemahan otot
 Sekunder : Nyeri
 Kompleks : Gangguan ADL
No Problem FT Modalitas Terpilih Metode/ Teknik Dosis

F = 3 x /hari

Rasa percaya diri I = penderita tetap fokus


1 Komunikasi terapeutik Komunikasi verbal
berkurang T = motivasi

T = 5 menit
F = 2x/hari
Tonus dan kekuatan I = 8 x / 3x pengulangan
2 exercise PNF
otot menurun. T = Hold rileks,
T = 10 secon.
F = 1 x / hari
I = 10 mA
3 Nyeri interferensi Segmental animal
T = Coplanar
T = 10 menit
F : Tiap hari-6 hr
Spasme otot Picking up, kneading, I : 10 x pengulangan
4 NMT
paravertebra lumbal effleurage, T : kontak langsung
T : 10 menit
F = 3 x / hari
-Gangguan I = 30 x pengulangan
keseimbangan, T =Berjalan,
5 Exercise ADL exercise
koordinasi,--Gangguan Berpakaian,
REFRENSI

 Shahid Haroon, et al.2002.Lumbosacral plexus injuries.Neurology Medlink


 Parvizi J,et al.2010.Lumbosacral Plexus. High Yield Orthopadics,284-285.
PERTANYAAN

 1.
 2.
 3.
 4.
 5.
 6.
 7.
 8.
 9.
 10.
ADA YANG
INGIN
BERTANYA ???
SEKIAN PRESENTASI
DARI KELOMPOK
KAMI, KURANG
LEBIHNYA KAMI
MINTA MAAF.