Anda di halaman 1dari 43

AS SO CI ATI O N BE T W E E N S O CIAL CON T ACT

F R E Q U E N CY AND NE G AT I VE SY M P T OM S,
PS Y CH OS OC IAL F U N CT I O NI N G AND Q U AL I TY O F
L I F E I N P AT I E NT S W I T H SCHI Z O P HR E N I A

FAKULTAS KEDOKTERAN UKDW


Roy Kristian Prasetya (421 000 79)
Ferni (421 000 83)
Dyanasti Prasanti Siwi (421 000 85)
Marta Lisnawati Zalukhu (421 000 86)
Agustinus Rudolf Phyma (421 000 87)

PEMBIMBING : dr. Nur Dwi Esti, Sp.KJ


PENDAHULUAN

Schizofrenia adalah kelainan multidimensi yang


menghambat seseorang menjalani kehidupan
sosialnya secara normal (kesulitan bekerja dan
partisipasi sosial menurun).

Terdapat bukti bahwa penarikan sosial


berhubungan erat dengan gejala negatif
skizofrenia dan keduanya menyebabkan
penurunan kualitas hidup.
PENDAHULUAN

↓ partisipasi di lingkungan sosial  ↓


frekuensi kontak sosial  proses
konstruksi realitas sosial terganggu 
konsep realitas pasien lebih idiosyncratic
dan semakin berbeda dari pemikiran orang
normal.
PENDAHULUAN

Kontak sosial yang buruk mencerminkan pertukaran emosi yang


buruk. Fungsi sosioemosional merupakan salah satu aspek
fungsi psikososial yang membutuhkan pertukaran emosi.

Pada pasien skizofrenia, defisit interaksi sosial berhubungan


dengan masalah dalam mengendalikan emosi. Kontak sosial yg
lebih sering dapat melatih kemampuan menilai emosi orang
lain.

Meskipun beberapa studi telah meninjau hubungan antara gejala


psikotik dan fungsi/kualitas hidup, hanya ada sedikit informasi
tersedia mengenai peran kontak sosial.
METODE

1. Sumber Data
 Euro SC  Cohort 2 tahun follow up, 6x visite.

 Subjek usia 18-64 tahun, di diagnosis schizophrenia menurut DSM


4 dan menandatangani IC.
 Area penelitian:
 Prancis: Prancis Utara (Lille), Prancis Tengah (Lyon and
Clermont-Ferrrand), Prancis Selatan (Marseille and Toulon).
Masing-masing area mencakup pusat perkotaan ±1juta
penduduk.
 Jerman: Jerman Timur (Leipzig dan Altenburg), Jerman
Barat (Hemerand the County of Heilbronn)
 UK: London (Islington), Leicestershire
 TOTAL 1.208 pasien (F 288, G 618, UK 302)

 Semua unit pelayanan gangguan jiwa di daerah penelitian


dikontak untuk mencari informasi mengenai riwayat pasien.
2. Pengambilan Data

 IC  Wawancara oleh psikiatri terlatih.

 Data: Informasi sosiodemografik (negara, gender, usia, lama perjalanan

penyakit, kondisi keluarga dan diagnosis) dan klinis (PANSS-N&G, CDSS,

GAF, QoLI)  Data-data tersebut diambil setiap visit.

 PANSS(N1-7): Aspek kognitif retardasi motorik dan penarikan sosial.

 CDSS: Menilai tingkat depresi pasien skizofrenia. Ada 9 item, range nilai

0-27. Nilai ↑ = ↑ buruk.

 GAF: Menilai fungsi psikologis, sosial dan okupasional.

 Kemampuan sosio-emosional tidak dinilai secara langsung tetapi

dengan menghubungkan antara GAF dan penurunan emosi terhadap

frekuensi kontak sosial.


METODE

 QoLI-brief version: Kuesioner pasien rajal untuk menilai

kualitas hidup seseorang dengan gangguan jiwa kronis,

tergantung pada apa yg mereka lakukan dan alami

(objective quality of life) dan perasaan mereka

terhadap pengalaman ini (subjective quality of life).

 GLS: Indikator subjektif kualitas hidup utk QoLI.

Rentang nilai 0-7, nilai ↑ = ↑ kualitas hidup.


METODE

 OFSC: Menggali informasi mengenai fakta dasar

kehidupan sosial (dengan orang yang bukan

keluarganya). Mencakup:

 Kunjungan  seberapa sering anda mengunjungi org

yg tidak tinggal dengan anda?

 Telepon  seberapa sering anda menelepon org yg

tidak tinggal dengan anda?


METODE

 Aktivitas rutin seberapa sering anda membuat janji

dengan orang lain?

 Waktu bersama pasangan  seberapa sering anda

menghabiskan waktu dengan org yg anda anggap lebih

dari teman?

 NILAI: 1 (tidak sama sekali), 2 (<1x/bln), 3 (≥1x/bln), 4

(≥1x/mgu), 5 (setiap hari)

 Catat riwayat pengobatan.


METODE
3. A n a l i s a S t a t i s t i k
 Semua analisis regresi menggunakan SAS v 9.3.3

 Outcomes of interest: PANSS, GAF, GLS.

 Variabel kontrol: negara, usia, gender, tingkat depresi

(CDSS) dan tingkat ansietas

 Pertama: analisis variabel sosiodemografi dilakukan

pada visit pertama, sedangkan karakteristik klinis

dideskripsikan setiap visit.


METODE

 Kedua: dilakukan analisis korelasi Spearman antara

outcomes of interest dan OFSC dengan kontrol.

 Ketiga: dilakukan analisis regresi linear untuk

menilai apakah sedikit kontak sosial (OFSC) yg

didapat pada visit pertama akan menyebabkan

penurunan emosi, gejala2 negatif atau penurunan

fungsi dan kualitas hidup 2 tahun kemudian.


METODE

 Keempat: dilakukan random effects regression


analysis.
 Metode–metode tersebut diatas dapat menilai
korelasi OFCS dan outcome of interest, dengan
tetap mengontrol penilaian berulang pada subjek yg
sama.
HASIL

1. A n a l i s a D e s k r i p t i f

 Total subjek 1208 pasien (visit 2 n= 1024, visit 3 n=

962, visit 4= 860, visit 5=810).

 Kebanyakan pasien adalah laki-laki (62%)

 Mean usia 41 dan rata-rata menderita skizofrenia

selama 14 tahun.

 >50% sample single ketika mengikuti penelitian ini.

 Kebanyakan subtipe skizofren paranoid.


Click icon to add picture

H
A
S
I
L
HASIL
HASIL

2. Analisa Korelasi
 Terdapat korelasi yang sangat signifikan antara OFSC
dan emotional withdrawal atau gejala negatif.
 Korelasi antara frekuensi kontak sosial dan setiap
gejala negatif berkisar antara -0.30 dan -0.20
(significantly negative).
 Korelasi signifikan antara OFSC, GAF dan GLS
(significantly positive).
HASIL
HASIL

3. Model Multivariat
 Regresi linier Tabel 4 menunjukkan analisis perubahan
setiap outcomes of interest antara visit 1 dan 24 bulan.
 Frekuensi kontak sosial yang rendah pada visit 1 secara
signifikan berhubungan dengan semua outcomes 2
tahun kemudian, kecuali quality of life (p=0.24).
HASIL
HASIL

4. Analisa Multivariat
 Frekuensi kontak sosial yang tinggi memiliki
hubungan signifikan dengan kurangnya keparahan
emosional dan gejala negatif dan tingkat fungsi yg
lebih tinggi.
 Hubungan non-signifikan ditemukan pada item
quality of life (p=0.11)
HASIL
PEMBAHASAN

Schizophrenia sangat berhubungan dengan gejala negatif, dan


minimnya kontak sosial yang merupakan element penting
dalam lingkaran setan, gejala negatif yang menganggu, dan
fungsi psikososial yang memburuk serta kualitas hidup yang
berkurang

Tujuan penelitian : mengevaluasi pengaruh frekuensi kontak


sosial ada pasien skizofrenia terhadap gejala negatif
PEMBAHASAN

Tambahan, hubungan antara frekuensi kontak


sosial dan indikator kesehatan fungsi
psikososial serta kualitas hidup juga diselidiki
Data diambil dari EuroSC(UK, France, Germany)

Populasi : 1208 orang, follow up 24 bulan 


kehidupan sosial pasien dengan aspek-aspek
dari penyakit
PEMBAHASAN

Pasien skizofrenia (gejala n nega tif)  isolasi sosia l  partisipasi dalam

lapa ngan pekerjaan berkurang  interaksi sosial semakin berkurang 


konsep realitas sosial semakin minim

Analisis cross-sectional :

 hhubungan negatif yang signifikan antara frekuensi kontak sosial dan


gejala negatif

 Hubungan positif signifikan antara frekuensi kontak sosial fungsi


psikososial

Analisis perspective, regresi linear :

 Frekuensi kontak sosial yang minim  penarikan diri dan gejala negatif,
serta fungsi psikososial yang semakin minim 2 tahun kemudian
PEMBAHASAN

Jangka panjang, frekuensi kontak sosial sebagai salah


satu indikator gejala negatif (Rocca et al., 2009).
Didapatkan adanya populasi yang mundur dalam
proses pemantauan/follow up sejumlah 20% setelah
12 bulan dan 33% setelah 24 bulan
Kontak sosial sebagai faktor perjalanan gejala negatif
dari skizofrenia
PEMBAHASAN

 Penarikan emosional dan fungsi psikososial yang ditemukan menjadi

erat dan terkait secara signifikan dengan skor kontak sosial.

 Hansen et al, 2009  penarikan diri secara passive dari lingkungan :

gejala negatif, aktif menghindari diri : gejala positif

 Giacco et al, 2012  dimensi gejala dari skizofrenia (terlebih

gejalan negatif) berhubungan dengan minimnya hubungan


kedekatan dengan orang lain.

 Jelastopulu, 2014  terdapat hubungan antara Personal and Social

Performance (PSP) dan PANSS pada pasien dengan skizofrenia


selama dilakukannya praktek klinis
PEMBAHASAN

Analisis longitudinal dalam 6 bulan follow up pasien


Yunani 2010 menyatakan bahwa skor PSP
mempunyai tingkat hubungan yang erat terhadap
skor PANSS.

Hal ini membuktikan bahwa terdapat hubungan yang


erat antara psikopatologi dan fungsi psikososial
Boyer et al., 2014  kontak sosial meningkatkan
kualitas hidup
PEMBAHASAN

Terdapat beberapa keterbatasan dalam penelitian ini,


antara lain :
 Kriteria inklusi dan eksklusi dari sampel yang didapatkan membawa
konsekuensi bahwa pasien dengan penyakit yang parah tidak dapat
mewakili hasil penelitian ini, sedangkan pada pasien dengan penyakit
yang bersifat kronis hasil penelitian ini sangat mewakili.
 Pada penelitian ini, hasil informasi didapatkan dari proses wawancara
yang dilakukan oleh psikiater. Dimana metode masing-masing orang
akan berbeda dan hal ini tidak dapat dihindari.
 Kepercayaan terhadap data personal yang didapatkan dari pasien juga
perlu dipertanyakan.
IMPLIKASI KLINIS

 Sebagai promosi dan stimulasi dalam membentuk


hubungan sosial yang mendukung
 Mendukung kontak sosial dalam terapi pasien dengan
psikotik sehingga diharapkan dapat mengurangi gejalan
negatif, dan meningkatkan kualitas hidup pasien
 Interaksi minimal seperti berkunjung, menelepon akan
membuat antistigma dan memfasilitasi pasien dengan
skizofrenia untuk memperbaiki keadaannya.
KESIMPULAN

Menggunakan data yang didapatkan dari sejumlah besar


pasien skizofrenia kohort (Eropa), didapatkan bahwa
kontak sosial yang minim menjadi nilai prediksi untuk
pasien tersebut memiliki gejala negatif yang parah,
fungsi psikososial yang rendan dan penurunan kualitas
hidup. Oleh karena itu, diperlukan intervensi untuk
mempromosikan dan menstimulasi hubungan sosial.
CRITICAL
APPRAISAL
CRITICAL APPRAISAL

Judul sudah relevan, menarik, dan tidak bersifat ambigu


Pertanyaan sudah menjurus dan fokus terhadap pokok permasalahan
Tujuan dari penelitian sederhana dan mudah dipahami dengan baik
CRITICAL APPRAISAL

Metode yang digunakan sesuai untuk menjawab pertanyaan penelitian.


Pengambilan data diambil dari sumber terpercaya dengan berbagai latar
belakang populasi yang berbeda, dan dilakukan pengamatan serta follow up
rutin untuk 2 tahun selanjutnya.
Tetapi penelitian ini masih belum mendiskripsikan dan menjelaskan alasan
latar belakang dilakukannya pemantauan selama kurun waktu 2 tahun.
CRITICAL APPRAISAL

Subjek yang disertakan dalam penelitian ini cukup banyak yaitu sebanyak 1208
orang yang diambil dari 3 negara berbeda untuk mengurangi bias akibat sistem
pelayanan kesehatan yang berbeda di setiap negaranya.
Di samping itu, latar belakang yang bervariasi ini juga dapat menjadi salah satu
kelebihan dari penelitian yang dilakukan karena dapat juga mewakili setiap
aspek kehidupan (ras, asal tempat dsb)
Untuk jumlah peneliti tidak dicantumkan dengan jelas, hanya sebatas kelompok
dan organisasi yang terlibat di dalam penelitain ini.
CRITICAL APPRAISAL

Pada penelitian ini masih belum dicantumkan mengenai kriteria inklusi dan ekslusi
dari setiap sampel yang diambil.
Maka dari itu, teknik pengambilan juga masih belum dijelaskan secara baik
(sumber literatur, batasan, maupun jumlah minimal yang harus diikutsertakan
dalam metodologi penelitian)
CRITICAL APPRAISAL

Iya, pengambilan sampel dari sejumlah besar kelompok masyarakat mewakili


kasus dan dasar dari penelitian. Pada bagian penelitian, diketahui bahwa
sejumlah kelompok dari populasi yang diambil merepresentasikan karakter dari
masing-masing kelompok tersebut.
CRITICAL APPRAISAL

Ya. Periode waktu yang ditetapkan cukup, ditambah dengan pertemuan evaluasi
dan pengambilan data sebanyak 6x dalam 24 bulan.
Periode 2 tahun tersebut sudah mencakup kriteria diagnosis durasi
Schizophrenia (1bulan) dan Shizophrenia Residual (12 bulan).
CRITICAL APPRAISAL

Ya. Metode penelitian yang digunakan cukup ringan tetapi mampu menjawab
pertanyaan penelitian.
Kuesioner/tools yang digunakan sudah terstandarisasi dan diakui internasional
(Declaration of Helsinki, DSM IV, American Physiciatris Association).
CRITICAL APPRAISAL

Pada penelitian ini tidak dicantumkan secara jelas mengenai batas minimum
interval kepercayaan dari masing-masing variable.
CRITICAL APPRAISAL

Ya. Jurnal ini membahas mengenai gangguan mental dan kaitannya dengan
masalah psikososial yang sering terjadi di masyarakat, sehingga jurnal ini bisa
diaplikasikan dalam praktik di masyarakat.
Selain itu, hasil penelitian ini menjadi salah satu promosi yang baik untuk
menstimulasi hubungan sosial antar individu, karena pada dasarnya, sebagai
dokter pada lini pertama tugas terbesar dan utama dalam bidang kesehatan
adalah memberikan suplement dan motivasi awal dalam hal upaya kesehatan
preventif dan promotfi.
KESIMPULAN

 Berdasarkan telaah ilmiah yang sudah dilakukan, penelitian


ini cukup menarik dan sederhana untuk dipahami dan
dpraktekkan dalam dunia klinis.
 Penelitian ini sudah memaparkan dengan baik dan jelas
mengenai peran sosial dan perkembangan emosional pasien
skizofrenia.
 Metode dan analisis yang dilakukan sudah teruji dengan baik
 Pada akhirnya, penelitian ini membantu dokter umum yang
mempunyai fungsi promotif dan preventif untuk melakukan
edukasi dan ajakan kepada semua pasien dan keluarga yang
mendampinginya untuk melakukan upaya-upaya sosial dalam
meningkatkan kualitas hidup pasien.