100% menganggap dokumen ini bermanfaat (1 suara)
169 tayangan46 halaman

Definisi dan Sejarah Epidemiologi

Ringkasan dokumen tersebut adalah: 1. Dokumen tersebut membahas tentang definisi epidemiologi menurut beberapa ahli dan sejarah perkembangan ilmu epidemiologi. 2. Epidemiologi didefinisikan sebagai ilmu yang mempelajari distribusi dan determinan penyakit atau kejadian kesehatan di masyarakat beserta penerapannya untuk mengendalikan masalah kesehatan. 3. Sejarah epidemiologi dimulai dari Hipocrates, John Graunt,

Diunggah oleh

Nevy
Hak Cipta
© © All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PPTX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
100% menganggap dokumen ini bermanfaat (1 suara)
169 tayangan46 halaman

Definisi dan Sejarah Epidemiologi

Ringkasan dokumen tersebut adalah: 1. Dokumen tersebut membahas tentang definisi epidemiologi menurut beberapa ahli dan sejarah perkembangan ilmu epidemiologi. 2. Epidemiologi didefinisikan sebagai ilmu yang mempelajari distribusi dan determinan penyakit atau kejadian kesehatan di masyarakat beserta penerapannya untuk mengendalikan masalah kesehatan. 3. Sejarah epidemiologi dimulai dari Hipocrates, John Graunt,

Diunggah oleh

Nevy
Hak Cipta
© © All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PPTX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

EPIDEMIOLOGI

Nevy Olianovi – 112017154 (UKRIDA)

Pembimbing :
dr. Khairan Irmansyah, Sp. THT-KL, M.Kes
Definisi Epidemiologi
• Berasal dari bahasa Yunani

Epi Demos Logos


Pada Penduduk/rakyat Ilmu/penelitian

• Dengan kata lain Epidemiologi berakar pada ilmu/penelitian


terhadap kejadian yg menimpa masyarakat
Definisi Epidemiologi
Mac Mahon & Pugh Abdel R. Omran
• (1970, Epidemiology; Epidemiologi sbg
Principles and Methods) suatu ilmu mengenai
Epidemiologi adalah terjadinya & distribusi
studi tentang Keadaan kesehatan,
penyebaran & Penyakit & perubahan
penyebab frekuensi pada penduduk, begitu
penyakit pada manusia jg determinannya serta
& mengapa terjadi akibat2 yg terjadi pd
distribusi semacam itu. Kelompok penduduk.
Definisi Epidemiologi

Last (1988)
Epidemiologi adalah ilmu tentang distribusi dan determinan-
determinan dari keadaan atau kejadian yang berhubungan
dengan kesehatan didalam populasi tertentu, serta penerapan
ilmu ini guna mengendalikan masalah-masalah kesehatan.

Ilmu yg mempelajari penyebaran faktor penentu kejadian/keadaan


yg berhub. Dgn kesehatan dlm masy tertentu dan penerapan
ilmu ini dpt mengendalikan masalah2 kesehatan
Definisi Epidemiologi
Definisi Epidemiologi
• Studi tentang distribusi dan determinan yang berhubungan
dengan kesehatan atau peristiwa tertentu di masyarakat, dan
aplikasi dari studi ini untuk mengendalikan/mengontrol
masalah kesehatan di masyarakat.
Sejarah
• Telah berkembang sejang perang dunia2
• Pemikiran epidemiologi telah dilacak o/
Hippocrates melalu John grount, William Farr,
John snow dll
Hippocrates (±400 SM)

• berusaha untuk menjelaskan terjadinya penyakit dari rasional


daripada sudut pandang supranatural. Dalam bukunya yang
berjudul "On Sok, Waters, dan Places," Hippocrates
menyarankan bahwa faktor lingkungan dan tuan
rumah/pejamu (host) seperti perilaku mungkin mempengaruhi
perkembangan penyakit.
John grount (1662)
• seorang pedagang kelontong London dan anggota dewan yang
menerbitkan analisis landmark dari data kematian di 1662.
Publikasi ini adalah yang pertama untuk mengukur pola
kelahiran, kematian, dan terjadinya penyakit, mencatat
perbedaan antara pria dan wanita, tinggi kematian bayi,
perbedaan perkotaan / pedesaan, dan variasi musiman.
William Farr (1800)

• dibangun di atas pekerjaan Graunt oleh sistematis


mengumpulkan dan menganalisis statistik kematian Inggris.
Farr, dianggap sebagai bapak dari statistik vital modern dan
pengawasan, mengembangkan banyak praktek dasar yang
digunakan saat ini dalam statistik vital dan klasifikasi
penyakit. Dia memusatkan usahanya pada pengumpulan
statistik vital, perakitan dan mengevaluasi data tersebut, dan
melaporkan kepada pihak otoritas kesehatan yang
bertanggung jawab dan masyarakat umum.
John Snow (1854)
• ahli anestesi yg melakukan serangkaian
penyelidikan di Golden Square London
• Bapak epidemiologi modern - Peletak dasar-dasar
epidemiologi modern
• Epidemi kolera di London → Ploting lokasi
geografis semua kasus – kematian karena kolera
• 20thn sebelum perkembangan mikroskop, snow
melakukan studi dari wabah kolera baik u/
menemukan penyebab penyakit & u/ mencegah
kekambuhan. Krn karyanya menggambarkan
urutan klasik dari epidemiologi deskriptif ke
hipotesis untuk pengujian hipotesis (analitik
epidemiologi) ke aplikasi/intervesi
John Snow (1854)

• mulai investigasi dengan menentukan mana daerah dengan


kolera baik t4 tinggal & t4 kerja. Dia menandai tiap t4 tinggal
kasus pada peta (pemetaan)
• peta, menunjukkan distribusi geografis dari kasus, yang
disebut peta spot.
John Snow (1854)
• Snow percaya bahwa sumber infeksi kolera ad/ air,
• Menandai lokasi pompa air di peta
• mencari hub antara distribusi rumah tangga dng kasus kolera &
lokasi pompa.
• Snow menyadari bahwa t4 kasus lebih banyak di sekitar Pompa A,
pompa Broad Street, dibanding di sekitar B atau C.
• Dari informasi ini, Snow menyimpulkan bahwa Broad Street pompa
(Pompa A) ad/ sumber utama air & yg paling mungkin menjadi
sumber infeksi bagi kebanyakan orang dengan kolera.
Penyelidikannya menemukan karyawan pabrik bir tdk terinfeksi krn
sumberair dr sumur
• Penyelidikan dilakukan snow dng membandingkan angka antar
wilayah
1. Mengungkap penyebab penyakit
2. Meneliti hubungan sebab akibat antara timbulnya penyakit dengan
determinan yang mempengaruhinya.
3. Meneliti perjalanan penyakit secara alamiah.
4. Mengembangkan indeks deskriptif untuk menyatakan tinggi rendahnya
insidensi atau prevalensi suatu penyakit dalam suatu wilayah dan dapat
dibandingkan dengan daerah lain.
5. Penemuan berbagai penyakit seperti skorbut, pellagra dan kolera.
6. Menentukan hubungan antara rokok dengan penyakit jantung koroner,
carsinoma paru dan hipertensi.
7. Hubungan antara air dan makanan dengan suatu penyakit.
8. Hubungan antara pil KB dengan radang pada pembuluh vena.
9. Hubungan antara penyakit heriditer dengan ras atau etnis tertentu.

PERAN EPIDEMIOLOGI DALAM


BIDANG KEDOKTERAN
1. Mengadakan analisis perjalanan penyakit di masyarakat serta
perubahan2 yang terjadi akibat intervensi alam atau manusia.
2. Menjelaskan pola penyakit pada berbagai kelompok masyarakat
3. Menjelaskan hubungan antara dinamika penduduk dengan dengan
penyebaran penyakit.
• Bertambahnya pemukiman baru menimbulkan akibat bertambahnya
tempat sarang penyakit
• Mudahnya transportasi berakibat peningkatan penyebaran penyakit
karena mobilitas penduduk yang tinggi.
• Terjadinya perubahan tata kehidupan masyarakat mengakibatkan
perubahan pola timbulnya penyakit

PERAN EPIDEMIOLOGI DALAM


KESEHATAN MASYARAKAT
The Epidemiological Triangle

Host
(Intrinsic Factors)
Genetic Physiologic state
Age Immunization
Sex Behavior
Ethnic group

Agent Environment
(Extrinsic Factors)

Nutritive Physical
Chemical Socioeconomic
Physical
Infectious
Epidemiologic Triad
Faktor Agent, host, dan environmental saling berinteraksi menyebabkan
permasalahan kesehatan. Contoh segetiga epidemiology HIV di masyarakat
Karakterisitk Host

 Termasuk karakterisitik personal dan


perilaku, genetik, imunologi-dan faktor
lain yang dicurigai bisa meningkatkan atau
menurunkan terjadinya penyakit.
 Contoh: umur, jenis kelamin, etnis, status
perkawinan, latar belakang keluarga,
penyakit sebelumnya, status imunitas.
Karakteristik Agent
 Faktor-faktor Biologi, Fisik, atau kimia
dimana ketiadaan, keberadaan atau dosis
tertentu yang menyebabkan penyakit
muncul.
 Contoh: bakteri, virus, jamur, racun,
alkohol, asap/rokok, obat narkotika,
trauma, radiasi.
Karakteristik Environmental
 Kondisi External, selain agent yang
berkontribusi pada proses terjadinya
penyakit.
 Bisa berupa keadaan fisik, biologi atau
sosial.
 Contoh: suhu, kelembaban, ketinggian,
kepadatan, perumahan, air, makanan,
radiasi, polusi, kebisingan.
Rantai Penularan

Petugas Alat
kesehatan kesehatan

Pasien 1 Pasien 2

Pengunjung/
Lingkungan
Keluarga
Transmisi (cara penularan)
• Mekanisme bagaimana transport agen infeksi dari
reservoir ke penderita
• Ada beberapa cara penularan, yaitu:
1. Kontak : langsung dan tidak langsung
2. Droplet
3. Airborne
4. Melalui vehikulum (makanan, air, darah)
5. Melalui vektor (serangga dan hewan
pengeratz)
Transmisi (cara penularan)
1. Contact transmission:
- Direct / Langsung:
• kontak badan ke badan transfer kuman
penyebab secara fisik
• pemeriksaan fisik, memandikan pasien
- Indirect / Tidak langsung
• paling sering
• kontak melalui objek (benda/alat) perantara
• melalui instrumen, jarum, kasa
• tangan yang tidak dicuci
Transmisi (cara penularan)
2. Droplet transmission:
• partikel droplet > 5 μm
• melalui batuk, bersin, bicara
jarak sebar pendek
• “deposit” pada mukosa
konjungtiva, hidung, mulut
• Contoh: Difteria, Pertussis,
Virus Influenza
Transmisi (cara penularan)

3. Airborne transmission :
• partikel kecil ukuran < 5 μm
• bertahan lama di udara
• jarak penyebaran jauh
• contoh : Mycobacterium tuberculosis, virus
campak, Varisela (cacar air), spora jamur
Transmisi (cara penularan)

4. Vehikulum :
• Makanan: Salmonella
• Darah: Hepatitis B, Hepatitis C, HIV
• Air: Hepatitis A, Typhoid, Cholera

5. Vektor
• Nyamuk: Demam berdarah, malaria
• Tikus: leptospirosis
Port of entry
(Pintu masuk)
Tempat dimana agen infeksi memasuki
pejamu

Pintu masuk bisa melalui:


saluran pernafasan
saluran pencernaan
saluran kemih dan kelamin
selaput lendir
serta kulit yang tidak utuh (luka)
FAKTOR PEJAMU (HOST)
Pejamu rentan adalah:
orang yang tidak memiliki daya tahan tubuh yang cukup
untuk melawan kuman penyebab, atau mencegah infeksi
atau penyakit ~ faktor risiko

Ada 3 macam pertahanan tubuh:


1) Mekanis: efektif sbg pertahanan pertama
• mencegah invasi kuman kedalam tubuh →
menahan masuknya, menghancurkan atau
mengeluarkan kuman yg sdh masuk melalui lubang
tertentu
• Contoh: kulit, sistem pencernaan, sistem saluran
kencing, sistem respirasi
2) Kimiawi
• Bahan-bahan kimiawi yang membantu tubuh
mengatasi infeksi
• Contoh :
• Lysosim: menghancurkan kuman dengan
merusak dinding selnya, terdapat pada air
mata, air liur, dan lain-lain
• Pemberian antibiotika, imunoglobulin dan imunisasi,
termasuk pertahanan kimiawi eksogen

3) Biologi
• Mekanisme untuk mengisolasi, melumpuhkan atau
membunuh kuman yang berhasil masuk dan mencapai
jaringan tubuh
• Ab & sel darah putih (limfosit)
Pejamu (host)

Faktor yang mempengaruhi:


umur, status gizi, status imunisasi, penyakit
kronis, luka bakar yang luas, trauma atau
pembedahan, pengobatan

Faktor lain: jenis kelamin, ras atau etnis


tertentu, status ekonomi, gaya hidup,
pekerjaan
APAKAH PENYEBAB TERSERING
DARI INFEKSI DI RS?
BAGAIMANA CARA TERJADINYA
INFEKSI YANG DIDAPAT DI RS?

47
INFEKSI NOSOKOMIAL

• Dihasilkan oleh agen-agen infeksi yang berkembang di rumah sakit


atau fasilitas perawatan klinik dan yang diperoleh oleh pasien saat
mereka dirawat; infeksi yang masa inkubasinya bersamaan dengan
saat pasien masuk tidak dianggap nosokomial
• Sumber
1. Endogenous-mikrobiota yang dimiliki pasien
2. Exogenous-microbiota selain yang dimiliki pasien
3. Autogenous-tidak dapat digolongkan menjadi endogenous atau exogenous
Faktor Risiko Infeksi Nosokomial
1. Umur : neonatus dan lansia lebih rentan
• Status imun yang rendah/terganggu: penderita dgn
penyakit kronik, penderita keganasan, obat-obatan
imunosupresan.

2. Interupsi barier anatomis


• Kateterurin : meningkatkan kejadian ISK
• Prosedur operasi : dapat menyebabkan ILO (Infeksi Luka
Operasi)
• Intubasi pernafasan : meningkatkan kejadian Hospital-
Acquired Pneumonia
• Kanula Vena dan arteri : menimbulkan infeksi luka infus
(ILI)
• Luka bakar dan trauma
Faktor Risiko Infeksi Nosokomial
3. Perubahan mikrofloral normal: pemakaian antibiotika yg
tdk bijaksana menyebabkan timbulnya kuman yg resisten
thdp berbagai antimikroba
Pencegahan dan Pengendalian
Infeksi
Proses terjadinya infeksi bergantung kepada
interaksi antara suseptibilitas pejamu, agen infeksi,
serta cara penularan. Identifikasi faktor risiko
pada pejamu dan pengendalian terhadap infeksi
tertentu dpt mengurangi insiden terjadinya infeksi,
baik pd pasien ataupun pd petugas kesehatan.
Strategi Pencegahan dan
Pengendalian infeksi terdiri dari:
1. Peningkatan daya tahan penjamu → pemberian
imunisasi aktif (ex: Vaksin Hepatitis B) ataupun
imunisasi pasif (imunoglobulin). Promosi
kesehatan & nutrisi yg adekuat akan
meningkatkan daya tahan tubuh.

2. Inaktivasi agen penyebab infeksi → dgn metode


fisik (pemanasan) maupun kimiawi (disinfeksi).

3. Memutus rantai penularan


Lanjutan…
4. Tindakan pencegahan pasca pajanan
terhadap petugas kesehatan terutama
berkaitan dgn pencegahan agen infeksi yg
ditularkan melalui darah & cairan tubuh
lainnya, terkena tusuk jarum bekas pakai
atau pejanan lainnya.
Pelaksanaan dan Pengendalian Infeksi di RS

1. Kebersihan
Tangan
2. Penggunaan APD (sarung tangan,
masker, alat pelindung mata, topi, gaun
pelindung, apron, pelindung kaki)
3. Pemrosesan peralatan pasien dan
penatalaksanaan linen
4. Pengelolaan limbah
5. Pengendalian lingkungan rumah sakit
Strategi Pencegahan Medication Error
Knowledge-based errors
• Jelas dapat dicegah dengan meningkatkan pengetahuan. Pengetahuan
adalah pertahanan terbaik untuk mencegah medication error, seperti
prinsip-prinsip dasar terapi.

Rule-based errors
• Kesalahan yang dihasilkan dari menerapkan aturan buruk, atau
menyalahgunakan atau gagal menerapkan aturan yang baik, dapat
dicegah dengan meningkatkan aturan.

Action-based errors
• Pelatihan dapat membantu dalam mencegah kesalahan teknis

Memory-based errors
• Paling sulit untuk dicegah. Cara terbaik untuk menangani hal ini adalah
dengan membentuk suatu sistem komputerisasi yang mendeteksi
kesalahan dan memungkinkan tindakan perbaikan.
Strategi Penanganan Medication Error

1. Medication Error Reporting


Langkah pertama adalah secara jelas mendefinisikan apa yang merupakan
kesalahan pengobatan dan mengharuskan semua kesalahan untuk
dilaporkan pada formulir standar, serta untuk menganalisis kesalahan apa
dalam sistem yang menyebabkan medication error tersebut.

2. Medication Error Understanding


Penyebab kesalahan pengobatan harus dipahami jika jumlah kesalahan
dapat dikurangi secara signifikan. Untuk itu, perlu dilakukan pemeriksaan
dan evaluasi dengan mengumpulkan data yang terkait dengan ruang
lingkup masalah, jenis kesalahan, penyebab dan sumber kesalahan, serta
dampak pada pasien.
Strategi Penanganan Medication Error

3. Peningkatan dan Pelatihan


Strategi pencegahan medication error perlu diterapkan dan dilatih
dengan lebih baik untuk menghindari dan mengurangi resiko terjadinya
kembali medication error. Sehingga terjamin bahwa setiap profesi
kesehatan yang terlibat dalam proses pengobatan benar-benar
kompeten untuk melakukan tugas yang dibebankan.

4. Penggunaan Teknologi Komputer


Penggunaan Komputer akan lebih efektif untuk menyimpan rekam medik
pasien, resep obat, dan informasi terkait lainnya agar dapat meminimalisasi
kesalahan yang disebabkan oleh manusia (misal: tulisan yang tidak terbaca
atau kesalahan penulisan).
Strategi Penanganan Medication Error

5. Kolaborasi dengan Produsen Obat


Beberapa kesalahan pengobatan serius dapat ditelusuri pada masalah label,
seperti label berantakan dengan terlalu banyak informasi, peringatan
memadai atau dikaburkan, serta nama-nama merek obat untuk tujuan yang
berbeda yang terdengar sama. Perwakilan dari industri farmasi dan profesi
medis harus bekerja sama secara terus-menerus untuk mengidentifikasi dan
menyelesaikan masalah potensial tersebut.
Standarisasi aspek rawan terhadap kesalahan dalam resep obat seperti
penggunaan nama generik dan penggunaan singkatan yang umum. Bila perlu
rekomendasikan strategi untuk modifikasi sistem, standar praktek dan
pedoman, serta perubahan kemasan dan pelabelan yang mungkin dapat
menyebabkan terjadinya medication error.
• Epidemiologi merupakan studi tentang distribusi dan
determinan yang berhubungan dengan kesehatan atau
peristiwa tertentu di masyarakat, dan aplikasi dari studi
ini untuk mengendalikan/mengontrol masalah kesehatan
di masyarakat

PENUTUP

Anda mungkin juga menyukai