100% menganggap dokumen ini bermanfaat (1 suara)
421 tayangan29 halaman

Audit Tesco

Skandal manipulasi laporan keuangan Tesco terjadi ketika perusahaan tersebut melakukan overstatement terhadap laba yang dilaporkan pada laporan tengah tahunan. Tesco melakukan kesepakatan dengan supplier untuk melakukan pembayaran dengan menawarkan manfaat pada periode berikutnya. Skandal ini mengungkapkan fokus Tesco pada profit jangka pendek. Auditor PwC gagal mendeteksi kecurangan selama lebih dari 30 tahun menj

Diunggah oleh

Tohiroh Fitri
Hak Cipta
© © All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PPT, PDF, TXT atau baca online di Scribd
100% menganggap dokumen ini bermanfaat (1 suara)
421 tayangan29 halaman

Audit Tesco

Skandal manipulasi laporan keuangan Tesco terjadi ketika perusahaan tersebut melakukan overstatement terhadap laba yang dilaporkan pada laporan tengah tahunan. Tesco melakukan kesepakatan dengan supplier untuk melakukan pembayaran dengan menawarkan manfaat pada periode berikutnya. Skandal ini mengungkapkan fokus Tesco pada profit jangka pendek. Auditor PwC gagal mendeteksi kecurangan selama lebih dari 30 tahun menj

Diunggah oleh

Tohiroh Fitri
Hak Cipta
© © All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PPT, PDF, TXT atau baca online di Scribd

ANALISIS KASUS

TESCO
ANISSA SOLIHAH (1212015020)
HUSNUL HATIMAH (1212015050)
LUSIA ELVIRA MEDINA (1212015062)
RAHMA NUR FADILA (1212015084)
RAKA PRATAMA (1212015123)
TOHIROH FITRI (1212015103)
YUNIAR FACHRIAWATI F (1212015127)
Gambaran Umum Perusahaan Tesco

Tesco tercatat sebagai perusahaan retail multinasional terbesar hanya


setingkat di bawah Walmart. Tesco PLC, yang diperdagangkan sebagai Tesco,
adalah toko barang multinasional Inggris dan peritel barang dagangan umum
dengan kantor pusat di Welwyn Garden City, Hertfordshire, inggris. Ini adalah
pengecer terbesar ketiga di dunia yang diukur dengan keuntungan dan peritel
kesembilan terbesar didunia yang diukur dengan pendapatan. Perusahaan ini
memiliki toko di 12 negara diAsia dan Eropa dan merupakan pemimpin pasar
grosir di Inggris (di mana ia memiliki pangsa pasar sekitar 28,4%), Irlandia,
Hongaria dan Thailand.
Gambaran perusahaan per tahun
Tahun Keterangan

1991 Tesco didirikan oleh Jack Cohen sebagai kelompok pasar kios.

1931 Toko Tesco pertama di buka di Burnt Oak, Barnet. Bisnisnya berkembang dengan pesat.

1939 Pada tahun ini memiliki lebih dari 100 toko Tesco di seluruh negeri.

1947 Tesco memasuki pasar bursa London dengan nama Tesco Store (Holdings)

1951 toko self-service pertama di buka di St Albans, (beroperasi hingga tahun 2008).

1956 supermarket pertamanya di buka tahun di Maldon.

1990 Tesco telah melakukan diversifikasi secara geografis sejak awal 1990 dan memasuki

bidang ritel, buku, pakaian,elektronik, perabotan, mainan, bensin dan perangkat lunak;

jasa keuangan; telekomunikasi dan layanan internet.


2001 Tesco mulai berdagang lewat Internet ke Amerika Serikat

2002 Tesco membeli hypermarket di Polandia. Mereka juga merambah toko-toko kecil dengan membeli toko-toko
T & S, yang merupakan pemilik dari 870 rantai toko-toko Dillons dan Day & Nite di Inggris.

2003-2004 tahun 2003, Tesco meluncurkan divisi telekomunikasi di UK yang menyediakan jasa telepon rumah dan
seluler – untuk melengkapi bisnis penyedia jasa Internetnya. Tesco mengakuisisi Adminstore, pemilik 45
Cullens di Eropa dan toko-toko Harts di sekitar London pada tahun 2004. Di tahun yang sama, mereka juga
meluncurkan jasa broadbrand.

2014 Tesco menyatakan bahwa mereka telah melakukan kesalahan pencatatan income sebesar £263juta, lebih
tinggi dari jumlah yang mereka umumkan sebelumnya, yaitu £250 juta. Investigasi lebih lanjut menemukan
bahwa masalah yang terjadi di Tesco ternyata terjadi jauh dibelakang.

2015 Tesco terdaftar di London Stock Exchange dan merupakan penyusun dariIndeks FTSE 100. Ini memiliki
kapitalisasi pasar sekitar £ 18,1 miliar per 22 April 2015, perusahaan terbesar ke 28 yang memiliki daftar
utama di London Stock Exchange.
Pembahasan Kasus

Pada pertengahan tahun 2014, Diketahui ada seorang anggota staf, yang identitasnya belum
diungkapkan, menemui penasihat umum Tesco pada hari Jumat untuk memperingatkan
bahwa ada sesuatu yang disusun dalam rekening Tesco. Informasi inikemudian diteruskan
ke Dave Lewis, CEO baru Tesco. Hingga pada akhirnya, ternyata Tesco telah mengatur
untuk melebih sajikan laba setengah-tahunannya sekitar £250 juta. Hal iniditemukan setelah
Tesco mengeluarkan pernyataan bahwa perkiraan yang sebenarnya dari laba Tesco tahun ini
adalah £1.1 miliar, dimana jumlah tersebut menurun dari tahun lalu yakni sebesar £1.6
miliar. Terlepas dari jumlah £250 juta, hal ini mengindikasikan bahwa laba setengah-
tahunan Tesco hanya akan sebesar £850 juta, meskipun perusahaan ritel ini masih akan
menunjukkan hasil akhirnya pada akhir Oktober 2014 mendatang.
Dave Lewis kemudian mengatakan salah saji tersebut dikarenakan percepatan pengakuan
pendapatan dan penundaan biaya akrual. Dengan kata lain, Tesco telah membayar pemasok di
kemudian haridan mengambil uang dari mereka lebih awal dari yang seharusnya. Analis di
Cantor Fitzgerald telah meluncurkan peringatan pada November lalu bahwa Tesco telah
meningkatkan keuntungan sebesar £200 juta dengan mengurangi pengeluaran kasdari
rekening perdagangan dengan pemasok atau memperpanjang tanggal pembayaran tanpa
pemberitahuan. Ini adalah pelanggaran dari Groceries Supply Code of Practice, dan jika
Tesco telah melanggar perjanjian kontrak dan menyalah sajikan rekening keuangan. Analis
lain percaya itu terkait dengan berapa banyak
Tesco memberi ‘ongkos’ kepada pemasok dengan menempatkan barang-barang mereka di
rak tertentu di supermarket. Deloitte dan firma hukum Fresh fields telah dipanggil dan
diminta untuk menyelidiki skandal ini, sedangkan regulator Kota terkemuka, Financial
Conduct Authority, juga telah dihubungi. Hal ini menunjukkan bahwa mungkin diduga telah
terjadi permainan kotor di Tesco.
Keempat staff senior telah diberhentikan ketika kejadian ini terjadi. Salah satunya adalah Chris Bush,
Kepala Eksekutif dan Carl Roberg, Direktur Keuangan. Robin Terrell, yang menjalankan ‘kerajaan’
online perusahaan, juga telah dimasukkan ke dalam tuntutan bisnis Inggris.Sebelum skandal ini mencuat
ke publik, Philip Clarke diberhentikan sebagai CEO Tesco pada bulan Juli dan meninggalkan kantor
perusahaan pada bulan Agustus. Dia mengawasi tiga tahun penurunan penjualan. Dia, bersama dengan
Direktur Keuangan yang keluar Laurie Mcilwee, kemungkinan akan dipertanyakan dalam penyelidikan.
Akan tetapi, kesalahan ini tidak terefleksikan pada masa Clarke di Tesco - baik ia kehilangan kendali atas
operasi perusahaan, atau dia mengotorisasi praktek-praktek yang telah diidentifikasi oleh Dave Lewis
sebagaimana ia mencoba untuk melindungi margin perusahaan dalam menghadapi penjualan yang
menurun. PwC, auditor perusahaan selama 30 tahun terakhir juga menghadapi pertanyaan besar. Tesco
telah diaudit oleh PwC sejak 1983. Hubungan yang sangat lama antara Tesco dan auditornya ini juga
kemungkinan akan dipantau lebih lanjut dan langsung oleh Financial Reporting Council (FCR). PwC,
sebagai auditor Tesco, dan akuntan internal yang bekerjauntuk supermarket berpotensi menghadapi
denda yang tak terbatas, biaya hukum dan pengucilan dari profesi jika pengawas menemukan bukti
kesalahan yang dapat membuktikan kesalahan mereka di pengadilan.
Akibat dari skandal akuntansi ini, PwC telah dipecat dari penugasan audit Tesco
setelah 32 tahun. Sebuah proses tender untuk auditor independen baru
selanjutnya diajukan oleh Dave Lewis, dan ketua baru, John Allan, mencoba
untuk melanjutkan rezim dari Phil Clarke. Namun, PwC telah sepakat untuk tidak
lagi mengikuti tender tersebut agar ikut dipertimbangkan, setelah The
Independent mengungkapkan tahun lalu bahwa direktur disupermarket
mengatakan bahwa ia sangat marah dengan para auditor setelah orang-orang di
PwC berusaha untuk menjauhkan diri dari skandal itu. Orang-orang PwC
mengklaim bahwa direktur Tesco “menyembunyikan” kesalahan pelaporan dari
auditor, kemudian menjelaskan mengapa praktek yang dipertanyakan telah
ditandatangani untuk setidaknya tiga tahun. Auditor baru akan diilih oleh
Komite Audit Tesco, yang diketuai oleh non-eksekutif baru Byon Grote.
Perusahaan didorong untuk mengubah auditor secara berkala dan teratur dan
bahkan seharusnya sebelum skandal akuntansi terjadi, sudah ada panggilan bagi
PwC untuk diganti karena lamanya waktu bekerja dengan Tesco.
Sebagai gantinya, satu tahun setelah skandal terjadi, KAP Big Four, Deloitte, telah
merebut kendali sebagai auditor Tesco, sebagai kelompok supermarket terbesar di Inggris
yang harus terus berlanjut hal ini memerlukan perjalanan yang panjang untuk pemulihan,
menyusul skandal yang mencuat setelah overstatement sebesar £263 juta yang ditemukan.
PwC akan resmi mundur setelah pertemuan tahunan Tesco, ketika penunjukan Deloitte
akan disetujui oleh pemegang saham. James Chalmers, Kepala Penjaminan di PwC,
mengatakan: "Sekarang bahwa ada kejelasan lebih besar pada implikasi dan jadwal
peraturanaudit yang masuk Uni Eropa dan Inggris, perusahaan yang membuat keputusan
pada saattender pada waktu yang paling masuk akal untuk keadaan khusus mereka.
Dalam era pemerintahan baru, tingkat dari keadaan yang belum pernah terjadi
sebelumnya dari tender berarti lebih banyak perusahaan yang mengubah auditor. John
Allan, ketua Tesco, mengatakan: “Atas nama dewan, saya ingin mengucapkan terima
kasih kepada Pricewater house Coopers LLP untuk kontribusi yang signifikan mereka 32
tahun terakhir, dan kami berharap untuk dapat bekerja sama dengan Deloitte LPP ke
depannya. “ Tesco masih menghadapi penyelidikan dari Serious Fraud Office atas
skandal akuntansi, juga sebagai tuntutan hukum dari saham.
1. Gambaran Fraud
Skandal manipulasi laporan keuangan yang diduga dilakukan Tesco adalah
dengan melakukan overstatement terhadap laba yang dilaporkan pada laporan
tengah tahunan perusahaan. Sehingga menghasilkan laba yang lebih tinggi dari
yang seharusnya dilaporkan. Manipulasi laporan keuangan yang dilakukan oleh
Tesco tersebut biasa disebut Aggressive Accounting. Aggressive Accounting
sebenarnya merupakan tindakan yang dapat diterima selama masih di dalam
batas kewajaran. Tesco menyadari bahwa target penjualan tidak dapat dicapai
sehingga membuat kesepakatan dengan supplier untuk melakukan pembayaran
dengan menawarkan manfaat pada periode keuangan berikutnya. Skandal
keuangan Tesco merupakan akibat dari terlalu terfokusnya perusahaan pada
profit dalam jangka pendek dibandingkan memfokuskan diri pada pelanggan
serta profit jangka panjang.
2. Peran Auditor
Selama lebih dari 30 tahun PwC menjadi auditor Tesco. Namun, orang-orang
PwC balik mengatakan bahwa Tesco ‘menyembunyikan’ kesalahan pelaporan
dari auditor. PwC dinilai tidak mampu dalam mendeteksi kecurangan yang
terjadi, hingga akhirnya ditemukan oleh seorang whistle blower. Tidak disebut
kan secara eksplisit siapa yang saat itu menjadi partner in charge dalam
penugasan audit Tesco. Akan tetapi, mengingat ada dua mantan karyawan
PwC yang bekerja di Tesco, maka tidak menutup kemungkinan,
ketidakmampuan PwC dalam mendeteksi kecurangan adalah karena mereka
berdua.
Jika dikaitkan dengan kode etik akuntan publik terkait skandal Tesco dan
KAP PwC, auditor KAP PwC telah melanggar kode etik profesi sebagai berikut
ini:

1. Tanggung jawab profesi


2. Kepentingan umum
3. Integritas
4. Objektifitas
5. Kompetensi profesional dan kecermatan
6. Perilaku profesional
7. Standar teknis
1. Tanggung Jawab Profesi
Dimana seorang akuntan dan auditor harus bertanggung jawab secara professional
terhadap semua kegiatan yang dilakukannya. Auditor KAP PwC kurang bertanggung
jawab karena dia tidak menelusuri bukti-bukti audit yang ada karena masalah
famialiarity.

2. Kepentingan Umum
Dimana akuntan harus bekerja demi kepentingan publik atau mereka yang
berhubungan dengan perusahaan seperti kreditur, investor, dan lain-lain.
Dalam kasus iniauditor KAP PwC diduga tidak bekerja demi kepentingan publik
karena tetap memberikan opini wajar tanpa pengecualian padahal sebenarnya ia
mengetahui adanya kejanggalan-kejanggalan terkait laporan keuangan yang
disajikan. Hal ini sangat merugikan publik misalkan saja investor.
3. Integritas
Akuntan harus bekerja dengan profesionalisme yang tinggi. Dalam kasus ini
direktur utama dan pihak yang terlibat dalam kasus Tesco tidak menjaga
integritasnya, karena memberikan opini wajar tanpa pengecualian padahal tahu
mengenai adanya kejanggalan.

4. Objektivitas
Dimana akuntan harus bertindak obyektif dan bersikap independen atau tidak
memihak siapapun. Dalam kasus ini auditor KAP PwC terkesan memihak
perusahaan Tesco terbukti dengan memberikan opini wajar tanpa pengecualian
padahal sebenarnya merasa ada kejanggalan terkait laporan keuangan Tesco.
5. Kompetensi Profesional dan Kecermatan
Akuntan dituntut harus melaksanakan jasa profesionalnya dengan penuh kehati-hatian,
kompetensi, dan ketekunan, serta mempunyai kewajiban untuk mempertahankan
pengetahuan dan keterampilan profesionalnya pada tingkat yang diperlukan. Dalam
kasus ini, auditor KAP PwC tidak mempertahankan pengetahuan dan keterampilan
profesionalnya pada tingkat yang diperlukan.

6. Perilaku Profesional
Akuntan sebagai seorang profesional dituntut untuk berperilaku konsistenselaras dengan
reputasi profesi yang baik dan menjauhi tindakan yang dapat mendiskreditkan profesinya.
Dalam kasus ini auditor KAP PwC tidak profesional karena ada pengaruh suatu
kepentingan tertentu, yakni familiarity terkait pemberian opini wajar tanpa pengecualian
nya, dan hal ini dapat mendiskreditkan (mencoreng nama baik) profesinya.
7. Standar Teknis
Akuntan dalam menjalankan tugas profesionalnya harus mengacu dan
mematuhi standar teknis dan standar profesional yang relevan. Sesuai dengan
keahliannya dan dengan berhati-hati, akuntan mempunyai kewajiban untuk
melaksanakan penugasan dari penerima jasa selama penugasan tersebut.
Pemberian opini wajar tanpa pengecualian yang tidak tepat oleh auditor KAP
PwC terhadap laporan keuangan Tesco merupakan suatu bentuk penipuan yang
dapat merugikan stakeholder.
3. Apakah manipulasi laporan keuangan tahun-tahun sebelumnya yang
tidak terdeteksi, berpengaruh terhadap opini PWC tahun terakhir
Berpengaruh, karena skandal akuntansi yang terjadi pada Tesco adalah
overstated laba yang dilakukan oleh pihak manajemen. Pada bulan September
2014 terbukti bahwa pihak manajemen perusahaan Tesco menggelembungkan
laba nya sehingga meningkat hingga £250 Miliar selama hanya setengah tahun.
Tesco mencatat laba pada laporan keuangan nya menjadi £263 Miliar. Manipulasi
tersebut melibatkan pengakuan biaya. Sehingga menghasilkan laba yang lebih
tinggi dari yang seharusnya dilaporkan. Tesco memiliki beberapa suplier yang
tidak dapat memenuhi target penjualan. Beberapa karyawan Tesco menyadari
bahwa target penjualan tidak dapat dicapai sehingga membuat kesepakatan
dengan menawarkan manfaat pada periode keuangan berikutnya. Skandal
keuangan Tesco merupakan akibat dari terlalu terfokusnya perusahaan pada profit
dalam jangka pendek dibandingkan memfokuskan diri pada pelanggan serta profit
jangka panjang. Tuntutan investor supaya perusahaan mempertahankan kinerja
keuangan yang baik juga mempengaruhi keputusan perusahaan untuk melakukan
manipulasi laporan keuangan tersebut.
Laporan keuangan yang berakhir 28 februari 2015
Laporan Laba Rugi
53 minggu berakhir pada 28 februari 2015 Keterangan 53 minggu 52 minggu
2015 2014
£m £m
Operasi lanjutan
Pendapatan 2 62,284 63,557
Biaya penjualan (64,396) (59,547)
Laba kotor (2,112) 4,010
Biaya administrasi (2,695) (1,657)
(Kerugian)/Keuntungan yang timbul pada barang yang berhubungan de (985) 278
ngan properti

Operasi (rugi)/laba (5,792) 2,631


Pembagian sebelum pajak (kerugian)/laba dari usaha bersama 13 (13) 60

Penghasilan keuangan 5 90 132


Biaya keuangan 5 (661) (564)
(rugi)/laba sebelum pajak 3 (6,376) 2,259
Perpajakan 6 657 (347)
(Rugi)/laba untuk tahun berjalan (5,719) 1,912
Operasi yang dihentikan
Kerugian dari operasi yang dihentikan 7 (47) (942)
(rugi)/laba untuk tahun berjalan (5,766) 970
Disebabkan oleh:
Pemilik orang tua (5,741) 974

Bunga yang tidak terkendali (25) (4)


(5,766) 970
(Kerugian)/penghasilan per saham dari operasi yang berkelanjutan dan yang dihentikan
Dasar 9 (70.82)p 12.07p
Dicairkan 9 (70.82)p 12.06p

(Kerugian) / penghasilan per saham dari operasi yang dilanjutkan


Dasar 9 (70.24)p 23.75p
Dicairkan 9 (70.24)p 23.72p
Ukuran Non-GAAP: mendasari laba sebelum pajak
Notes 53 weeks 52 weeks
2015 2014
£m £m

(Loss)/profit before tax (6,376) 2,259


Adjustments for:
Total restructuring and other one-off items 3 6,814 801
Reversal of commercial income recognised in previous years:
Recognised in 13/14 3 53 –
Recognised in years prior to 13/14 3 155 –
Other items 3 315 (6)
Underlying profit before tax 961 3,054
LAPORAN KEUANGAN KOMPREHENSIF
53 minggu berakhir pada 28 February 2015 Keterangan 53 minggu 52 minggu
2015 2014
£m £m
Item yang tidak direklasifikasikan kedalam laba rugi
Pengukuran kembali atas skema pensiun imbalan 26 (1,473) (713)
Pajak atas barang-barang yang tidak direklasifikasi 6 291 67
(1,182) (646)
Items that may subsequently be reclassified to income statement
Change in fair value of available-for-sale financial assets and investments (8) (4)
Currency translation differences:
Retranslation of net assets 5 (1,102)
Movements in foreign exchange reserve and net investment hedging on subsidiary disposed, reclassified and reported i (17) –
n the Group Income Statement
Gains/(losses) on cash flow hedges:
Net fair value losses (2) (235)
Reclassified and reported in the Group Income Statement 102 61
Tax on items that may be reclassified 6 (7) 97
73 (1,183)
Total other comprehensive loss for the year (1,109) (1,829)
(Loss)/profit for the year (5,766) 970
Total comprehensive loss for the year (6,875) (859)
Attributable to:
Owners of the parent (6,850) (848)
Non-controlling interests (25) (11)
Total comprehensive loss for the year (6,875) (859)
Total comprehensive loss attributable to owners of the parent arises from:
Continuing operations (6,794) 138
Discontinued operations (56) (986)
(6,850) (848)
LAPORAN POSISI KEUANGAN

Notes 28 February 22 February


2015 2014
£m £m
Non-current assets
Goodwill and other intangible assets 10 3,771 3,795
Property, plant and equipment 11 20,440 24,490
Investment property 12 164 227
Investments in joint ventures and associates 13 940 286
Other investments 14 975 1,015
Loans and advances to customers 17 3,906 3,210
Derivative financial instruments 21 1,546 1,496
Deferred tax assets 6 514 73
32,256 34,592
Current assets
Inventories 15 2,957 3,576
Trade and other receivables 16 2,121 2,190
Loans and advances to customers 17 3,814 3,705
Derivative financial instruments 21 153 80
Current tax assets 16 12
Short-term investments 593 1,016
Cash and cash equivalents 18 2,165 2,506
11,819 13,085
Assets of the disposal groups and non-current asset 7 139 2,487
s classified as held for sale
11,958 15,572
LANJUTAN
Current liabilities
Trade and other payables 19 (9,922) (10,595)
Borrowings 20 (2,008) (1,910)
Derivative financial instruments and other liabilities 21 (89) (99)

Customer deposits and deposits from banks 23 (7,020) (6,858)


Current tax liabilities (95) (494)
Provisions 24 (671) (250)
(19,805) (20,206)
Liabilities of the disposal groups classified as held fo 7 (5) (1,193)
r sale
Net current liabilities (7,852) (5,827)
Non-current liabilities
Borrowings 20 (10,651) (9,303)
Derivative financial instruments and other liabilities 21 (946) (770)

Post-employment benefit obligations 26 (4,842) (3,193)


Deferred tax liabilities 6 (199) (594)
Provisions 24 (695) (183)
(17,333) (14,043)
Net assets 7,071 14,722
Equity
Share capital 27 406 405
Share premium 5,094 5,080
All other reserves (414) (498)
Retained earnings 1,985 9,728
Equity attributable to owners of the parent 7,071 14,715
Non-controlling interests – 7
Total equity 7,071 14,722
LAPORAN EKUITAS
Share Shar Othe Capital Hedg Tran Treasury Retai Total Non- Total
capital e r redemption ing slatio shares ned £m controlling equity
£m prem reser reserve reser n £m earni interests £m
ium ves £m ve reser ngs £m
£m £m £m ve £m
£m
At 22 February 2014 405 5,08 40 16 (44) (490) (20) 9,72 14,7 7 14,722
0 8 15
Loss for the year – – – – – – – (5,74 (5,74 (25) (5,766)
1) 1)
Other comprehensive (loss)/income
Change in fair value of available-for-sale financial assets and – – – – – – – (8) (8) – (8)
investments
Retranslation of net assets – – – – – 5 – – 5 – 5
Movements in foreign exchange reserve and net investment – – – – – (17) – – (17) – (17)
hedging on subsidiary disposed, reclassified and reported in t
he Group Income Statement
Remeasurement losses on defined benefit pension schemes – – – – – – – (1,47 (1,47 – (1,473)
3) 3)
Gains on cash flow hedges – – – – 100 – – – 100 – 100
Tax relating to components of other comprehensive income – – – – (21) 14 – 291 284 – 284
Total other comprehensive (loss)/income – – – – 79 2 – (1,19 (1,10 – (1,109)
0) 9)
Total comprehensive (loss)/income – – – – 79 2 – (6,93 (6,85 (25) (6,875)
1) 0)
Transactions with owners
Purchase of treasury shares – – – – – – (15) – (15) – (15)
Share-based payments – – – – – – 18 102 120 – 120
Issue of shares 1 14 – – – – – – 15 – 15
Dividends – – – – – – – (914) (914) – (914)

Changes in non-controlling interests – – – – – – – – – 18 18


Tax on items charged to equity – – – – – – – – – – –
Total transactions with owners 1 14 – – – – 3 (812) (794) 18 (776)

At 28 February 2015 406 5,09 40 16 35 (488) (17) 1,98 7,07 – 7,071


4 5 1
LAPORAN ARUS KAS
53 weeks 52 weeks
53 weeks ended 28 February 2015 Notes 2015 2014
£m £m

Cash flows from operating activities

Cash generated from operations 29 1,467 4,316

Interest paid (613) (496)


Corporation tax paid (370) (635)
Net cash generated from operating activities 484 3,185
Cash flows from investing activities
Acquisition/disposal of subsidiaries, net of cash acquir
31 (243) (13)
ed/disposed
Proceeds from sale of property, plant and equipment, inv
estment property, intangible assets and non-current asse 244 570
ts classified as held for sale

Purchase of property, plant and equipment, investment p


(1,989) (2,489)
roperty and non-current assets classified as held for sale

Purchase of intangible assets (329) (392)


Net repayment of loans by joint ventures and associates 21 61
Investments in joint ventures and associates (382) (12)
Net proceeds from sale of/(investments in) short-term inv
423 (494)
estments
Net proceeds from sale of/(investments in) other investm
48 (268)
ents
Dividends received from joint ventures and associates 88 62
Interest received 104 121
Net cash used in investing activities (2,015) (2,854)
LANJUTAN
Cash flows from financing activities

Proceeds from issue of ordinary share capital 27 15 62

Increase in borrowings 4,883 3,104


Repayment of borrowings (3,185) (1,912)
Repayment of obligations under finance leases (3) (9)
Rights issue to non-controlling interests 18 –
Dividends paid to equity owners 8 (914) (1,189)
Net cash from financing activities 814 56
Net (decrease)/increase in cash and cash equivalents (717) 387
Cash and cash equivalents at beginning of the year 2,813 2,531
Effect of foreign exchange rate changes 78 (105)

Cash and cash equivalents including cash held in dispo


2,174 2,813
sal groups at the end of the year

Cash held in disposal groups 7 (9) (307)

1
Cash and cash equivalents at the end of the year 2,165 2,506
8
Kesimpulan
Skandal akuntansi yang terjadi di perusahaan Retail besar dari Inggris
yaitu Tesco adalah penggelembungan laba sebesar £250 Miliar. Hal ini dikarenakan
Tesco mengakui pendapatan nya terlalu dini sehingga laba tinggi padahal belum
semuanya dapat diakui sebagai pendapatan. Dalam kasus tersebut, auditor
ekternal dari Tesco juga ikut diselidiki apakah kesalahan tersebut memiliki
indikasi keterlibatan dengan PwC. Akan tetapi setelah diselidiki lebih lanjut,
PwC tidak terlibat. Akan tetapi PwC gagal mendeteksi adanya penggelembungan
laba tersebut. terbukti jika PwC lalai dalam mengerjakan tugasnya. Oleh karena hal
tersebut, PwC dipecat oleh Tesco. Dan tanggung jawab hukum yang dialamatkan
pada Tesco adalah dari pemegang sahamnya sendiri. Ancaman Independensi
dalam kasus ini adalah Familitary karena hubungan Tesco sudah terjalin selama 32
tahun sehingga memungkinkan adanya rasa simpatik sehingga tidak ada lagi
profesional Sceptisme PwC terhadap Tesco.
Kasus skandal akuntansi Tesco telah melanggar beberapa etika
profesi akuntan, yaitu :

1. Tanggung jawab profesi


Akuntan perlu mempertimbangkan sikap moral dan profesional dalam
setiap kegiatannya, dalam kasus ini akuntan perusahaan Tesco membuat
laporan keuangan dengan manipulasi sehingga tidak sesuai dengan
keadaan yang sebenarnya, sehingga bertentangan dengan
profesionalitas serta tanggungjawab kepada semua pihak terkait.
2. Integritas
Akuntan harus menjaga kepercayaan publik, dengan memenuhi
tanggung jawab profesionalnya dan integritas setinggi mungkin, dalam
kasus ini akuntan yang memanipulasi laporan keuangan telah membuat
citra perusahaan menjadi buruk, selain itu menyebabkan hilangnya
kepercayaan publik terhadap perusahaan tersebut. Terutama bagi
pelanggan, supplier dan investor yang mungkin akan menarik diri dari
perusahaan, tentu saja hal ini akan merugikan perusahaan Tesco.
3. Objektivitas
Akuntan harus menjaga objektivitasnya dan bebas dari benturan
kepentingan dalam pemenuhan kewajiban profesionalnya, dalam kasus
ini akuntan tidak mengungkapkan kondisi keuangan dalam keadaan
yang sebenarnya dikarenakan adanya tuntutan dari beberapa pihak
terutama para investor supaya perusahaan berkinerja dengan baik,
namun hal ini tidak sesuai dengan kondisi perusahaan yang
sebenarnya. Jika hal ini terus berlanjut maka Tesco akan mengalami
kemunduran bahkan dapat mengalami kebangkrutan.

Anda mungkin juga menyukai