Anda di halaman 1dari 37

Pengisian SPOP PBB Migas 2015

SPOP & LSPOP

Surat yang dipergunakan oleh subjek pajak


atau Wajib Pajak untuk melaporkan data objek
pajak dan subjek pajak atau Wajib Pajak

Surat Pemberitahuan Objek Pajak (SPOP)

Formulir yang dipergunakan oleh subjek pajak


atau Wajib Pajak untuk melaporkan data rinci
objek pajak

Lampiran Surat Pemberitahuan Objek Pajak


(LSPOP)

2
FORMAT SPOP DAN LSPOP

3
Bentuk SPOP PBB Migas
+ LSPOP PBB Migas Onshore

SPOP PBB Migas


+ LSPOP PBB Migas Bangunan Umum
Onshore

+ LSPOP PBB Migas Bangunan


Khusus

+ LSPOP PBB Migas Offshore

SPOP PBB Migas


SPOP PBB Migas + LSPOP PBB Migas Bangunan Umum
Offshore

+ LSPOP PBB Migas Bangunan


Khusus

SPOP PBB Migas


+ LSPOP PBB Migas Tubuh Bumi
Tubuh Bumi

4
Contoh Penentuan Jumlah SPOP dan LSPOP
WK Migas Jawa, KKKS XYZ meliputi:
1. Kab. AAA (300.000.000 m2)
2. Kab. BBB (600.000.000 m2)
3. Kab. CCC (900.000.000 m2)
4. Laut Indonesia (2.700.000.000 m2)

1. SPOP Onshore 1. SPOP Onshore 1. SPOP Onshore


2. LSPOP Onshore 2. LSPOP Onshore 2. LSPOP Onshore
3. LSPOP Bgn Umum 3. LSPOP Bgn Umum 3. LSPOP Bgn Umum
4. LSPOP Bgn Khusus 4. LSPOP Bgn Khusus 4. LSPOP Bgn Khusus

SPOP Onshore SPOP Onshore SPOP Onshore


Kab. AAA Kab. BBB Kab. CCC

Wilayah administrasi kabupaten/kota


1. SPOP Offshore 1. SPOP Tubuh Bumi
2. LSPOP Offshore 2. LSPOP Tubuh Bumi
Wilayah Kerja KKKS XYZ 3. LSPOP Bgn Umum
4. LSPOP Bgn Khusus

SPOP Offshore SPOP Tubuh Bumi

* Jika tidak ada bangunan, LSPOP Bangunan Umum atau


LSPOP Bangunan Khusus tidak perlu dilampirkan

5
Isian SPOP PBB Migas
Bagian Header

Informasi Letak Objek


Pajak

Informasi Subjek/Wajib
Pajak
SPOP PBB Migas
Informasi Luas Bumi dan
Bangunan

Jumlah LSPOP

Pernyataan Subjek/Wajib
Pajak

6
Bagian Header

Berisi informasi :
No Formulir : diisi petugas
Kanwil DJP : diisi petugas
KPP Pratama : diisi petugas
Tahun Pajak : diisi oleh subjek pajak/Wajib Pajak dengan tahun pajak bersangkutan
1. Jenis Transaksi : diisi petugas
2. NOP : diisi petugas
3. NOP Asal : diisi petugas

7
Informasi Letak Objek Pajak

4. JENIS : diisi dengan tanda silang (X) sesuai dengan jenis objek pajak yang dilaporkan, 1 (satu) SPOP
untuk 1 (satu jenis objek pajak
5. STATUS WILAYAH KERJA : diisi dengan tanda silang (X) sesuai dengan status Wilayah Kerja/Blok/Wilayah Sejenisnya
/BLOK/WILAYAH SEJENISNYA
6. NAMA WILAYAH : diisi dengan nama Wilayah Kerja/Blok/Wilayah Sejenisnya sesuai dengan yang tercantum
KERJA/BLOK/WILAYAH SEJENISNYA dalam Kontrak
7. LOKASI : diisi dengan lokasi dimana Wilayah Kerja/Wilayah Sejenisnya berada
8. KABUPATEN/KOTA : a. untuk jenis objek pajak di onshore, diisi dengan nama kabupaten/kota dimana objek
pajak berada, 1 (satu) SPOP untuk 1 (satu) kabupaten/kota
b. untuk jenis objek pajak di offshore dan jenis objek pajak tubuh bumi, dicantumkan “-” atau
“NIHIL” pada kolom/baris isian
: a. untuk objek pajak di onshore, diisi dengan nama provinsi dimana objek pajak
9. PROVINSI
berada
b. untuk jenis objek pajak di offshore dan jenis objek pajak tubuh bumi, dicantumkan “-” atau
8
“NIHIL” pada kolom/baris isian
Informasi Subjek/Wajib Pajak
10. Jenis : beri tanda silang (X)
11. Status : beri tanda silang (X)
12. Nama : diisi nama lengkap subjek/Wajib Pajak
13. NPWP : diisi dengan NPWP subjek/Wajib Pajak
14. Nomor telepon : diisi dengan nomor telepon yang dapat
terhubung dengan subjek/Wajib Pajak
15. Email : diisi dengan alamat email subjek/Wajib Pajak
16. Tipe lokasi : diisi dengan tipe lokasi alamat subjek/Wajib Pajak
(gedung, perumahan, komplek, apartemen, ruko, rukan,
wisma, kawasan)
17. Nama Lokasi : diisi dengan nama lokasi alamat subjek/Wajib
Pajak
18. Tipe Jalan : diisi dengan tipe lokasi alamat WP (JL = jalan; GG =
gang, DS = Desa, dll)
19. Nama Jalan : diisi dengan nama jalan
20. Tipe Nomor : diisi dengan tipe nomor (No = Nomor, BLOK =
Blok; KAV = Kaveling)
21. Nomor : diisi dengan nomor/blok/kaveling
22. Kelurahan/Desa : diisi nama desa/kelurahan tempat
subjek/Wajib Pajak tinggal
23. RW : diisi nomor RW tempat subjek/Wajib Pajak tinggal
24. RT : diisi nomor RT tempat subjek/Wajib Pajak tinggal
25. Kecamatan : diisi nama kecamatan tempat subjek/Wajib Pajak
tinggal
26. Kab/Kota : diisi nama Kab/Kota tempat subjek/Wajib Pajak
tinggal
27. Kode Pos : diisi nomor kode pos tempat subjek/Wajib Pajak 9
tinggal
Informasi Luas Bumi dan Bangunan

28. LUAS BUMI : a. untuk jenis objek pajak di onshore, diisi dengan total luas permukaan bumi onshore yang
dikenakan PBB Migas, yaitu areal yang secara nyata dipunyai haknya dan/atau diperoleh
manfaatnya oleh subjek pajak atau Wajib Pajak per wilayah administrasi kabupaten/kota,
dalam satuan m2
b. untuk jenis objek pajak di offshore diisi dengan total luas permukaan bumi offshore yang
dikenakan PBB Migas, yaitu areal yang secara nyata dipunyai haknya dan/atau diperoleh
manfaatnya oleh subjek pajak atau Wajib Pajak, dalam satuan m2
c. untuk jenis objek pajak tubuh bumi diisi dengan luas Wilayah Kerja/Blok/Wilayah
Sejenisnya sesuai dengan yang tercantum dalam Kontrak, dalam satuan m2
29. LUAS BANGUNAN : diisi dengan total luas bangunan yang dimiliki/dikuasai/dimanfaatkan per wilayah administrasi
kabupaten/kota, dalam satuan m2
30. JUMLAH LEMBAR : diisi dengan jumlah lembar LSPOP PBB Migas 10
Pernyataan Subjek/Wajib Pajak
Pernyataan bahwa SPOP telah diisi dengan benar, jelas, dan lengkap menurut
keadaan sebenarnya sesuai Pasal 9 ayat (2) UU PBB yang ditandatangani
subjek/Wajib Pajak (tanggal/bulan/tahun, nama lengkap, dan jabatan

31. TANGGAL/BULAN/TAHUN : diisi dengan tanggal, bulan dan


tahun saat pengisian SPOP
32. TANDA TANGAN : diisi dengan tanda tangan subjek/Wajib Pajak atau kuasanya
di atas garis yang disediakan
33. NAMA LENGKAP : diisi dengan nama lengkap subjek/Wajib Pajak 11
Isian LSPOP PBB Migas Onshore

Bagian Header

LSPOP PBB Migas Data Areal Yang


Onshore Dikenakan

Data Areal Yang Tidak


Dikenakan

12
LSPOP Onshore Peruntukan Luas Bumi

Berisi informasi :
No Formulir : diisi petugas
Tahun Pajak : diisi oleh subjek pajak/Wajib Pajak dengan tahun pajak bersangkutan
1. Jenis Transaksi : diisi petugas
2. NOP : diisi petugas 13
LSPOP Onshore Peruntukan Luas Bumi

1. Areal Produktif : diisi dengan areal tanah dan/atau perairan


pedalaman di dalam Wilayah Kerja atau Wilayah Sejenisnya yang secara nyata
dipunyai haknya dan/atau diperoleh manfaatnya oleh subjek pajak atau Wajib
Pajak untuk kegiatan usaha pertambangan Minyak Bumi dan Gas Bumi, yang
sedang diusahakan untuk pengambilan hasil produksi
contoh : zona wellpad (well cluster), yang di dalamnya terdapat sumur produksi dan sumur injeksi 14
LSPOP Onshore Peruntukan Luas Bumi

2. Areal Belum Produktif : diisi dengan areal tanah dan/atau perairan


pedalaman di dalam Wilayah Kerja atau Wilayah Sejenisnya yang secara
nyata dipunyai haknya dan/atau diperoleh manfaatnya oleh subjek pajak
atau Wajib Pajak untuk kegiatan usaha pertambangan Minyak Bumi dan Gas
Bumi, yang belum diusahakan untuk pengambilan hasil produksi
contoh : areal yang dimanfaatkan untuk kegiatan eksplorasi 15
LSPOP Onshore Peruntukan Luas Bumi

3. Areal Tidak Produktif : diisi dengan areal tanah dan/atau perairan


pedalaman di dalam Wilayah Kerja atau Wilayah Sejenisnya yang secara
nyata dipunyai haknya dan/atau diperoleh manfaatnya oleh subjek pajak
atau Wajib Pajak untuk kegiatan usaha pertambangan Minyak Bumi dan Gas
Bumi, yang tidak dapat diusahakan untuk pengambilan hasil produksi
contoh : tebing, jurang, rawa, danau, sungai, areal reklamasi, dll

16
LSPOP Onshore Peruntukan Luas Bumi

4. Areal Emplasemen : diisi dengan areal tanah dan/atau perairan


pedalaman di dalam kawasan yang digunakan untuk kegiatan usaha
pertambangan Minyak Bumi dan Gas Bumi yang secara nyata dipunyai
haknya dan/atau diperoleh manfaatnya oleh subjek pajak atau Wajib Pajak
untuk menujang kegiatan usaha pertambangan Minyak Bumi dan Gas Bumi,
yang di atasnya berdiri bangunan dan sarana pendukungnya, tidak
termasuk Areal Produktif
contoh : kantor, perumahan, pabrik, gudang, jalan, jalur pipa, Onshore Receiving Facility (ORF), dll 17
LSPOP Onshore Peruntukan Luas Bumi

Areal Lainnya : diisi dengan areal tanah dan/atau perairan pedalaman di dalam
Wilayah Kerja atau Wilayah Sejenisnya yang tidak dikenakan PBB
sebagaimana diatur dalam Pasal 3 ayat (1) Undang-Undang Nomor 12 Tahun
1985 tentang Pajak Bumi dan Bangunan sebagaimana telah diubah dengan
Undang-Undang Nomor 12 Tahun 1994, dan/atau yang secara nyata tidak
dipunyai haknya dan tidak diperoleh manfaatnya oleh subjek pajak atau
Wajib Pajak untuk kegiatan usaha pertambangan Minyak Bumi dan Gas
Bumi 18
Isian LSPOP PBB Migas Offshore

19
LSPOP Offshore Peruntukan Luas Bumi

Berisi informasi :
No Formulir : diisi petugas
Tahun Pajak : diisi oleh subjek pajak/Wajib Pajak dengan tahun pajak bersangkutan
1. Jenis Transaksi : diisi petugas
2. NOP : diisi petugas

20
LSPOP Offshore Peruntukan Luas Bumi

Areal Offshore : diisi dengan areal perairan lepas pantai di dalam kawasan yang
digunakan untuk kegiatan usaha pertambangan Minyak bumi dan Gas Bumi,
yang secara nyata dipunyai haknya dan/atau diperoleh manfaatnya oleh
subjek pajak atau Wajib Pajak

21
LSPOP Offshore Peruntukan Luas Bumi

Areal Lainnya : diisi dengan areal perairan lepas pantai di dalam Wilayah Kerja atau
Wilayah Sejenisnya yang tidak dikenakan PBB sebagaimana diatur dalam
Pasal 3 ayat (1) Undang-Undang Nomor 12 Tahun 1985 tentang Pajak Bumi
dan Bangunan sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor
12 Tahun 1994, dan/atau yang secara nyata tidak dipunyai haknya dan
tidak diperoleh manfaatnya oleh subjek pajak atau Wajib Pajak untuk
kegiatan usaha pertambangan Minyak Bumi dan Gas Bumi
22
Isian LSPOP PBB Migas Bangunan
Umum

23
LSPOP Bangunan Umum

No. Formulir : diisi oleh petugas


TAHUN PAJAK : diisi dengan tahun pajak
1. JENIS TRANSAKSI : diisi oleh petugas
2. NOP : diisi oleh petugas
3. JML BANGUNAN : diisi jumlah unit bangunan umum sesuai dengan keadaan
yang sebenarnya pada saat formulir diisi, dalam satuan unit
4. LEMBAR KE/JML : diisi lembar ke …/jumlah lembar …
LEMBAR

24
LSPOP Bangunan Umum

5. JENIS PENGGUNAAN : diisi dengan JPB untuk bangunan umum berupa: perumahan/ perkantoran/ toko/
BANGUNAN (JPB) apotik/ ruko/ rumah sakit/ klinik/ olahraga/ rekreasi/ hotel/ resto/ wisma/ gedung
pertemuan/ bangunan parkir/ apartemen/ kondominium/ pompa bensin/ kanopi/
tangki SPBU/ gedung sekolah/ dll
1 Formulir LSPOP untuk 1 JPB
Contoh: 1 Formulir LSPOP untuk JPB Perumahan, 1 Formulir LSPOP untuk JPB
Perkantoran

25
LSPOP Bangunan Umum

6. JENIS PENGGUNAAN : diisi dengan JPB untuk bangunan umum berupa: pabrik/bengkel/gudang
BANGUNAN (JPB) 1 Formulir LSPOP untuk 1 JPB
Contoh: 1 Formulir LSPOP untuk JPB Pabrik, 1 Formulir LSPOP untuk JPB Bengkel

26
Isian LSPOP PBB Migas Bangunan
Khusus

27
LSPOP Bangunan Khusus

No. Formulir : diisi oleh petugas


TAHUN PAJAK : diisi dengan tahun pajak
1. JENIS TRANSAKSI : diisi oleh petugas
2. NOP : diisi oleh petugas
3. JML BANGUNAN : diisi jumlah unit bangunan umum sesuai dengan keadaan
yang sebenarnya pada saat formulir diisi, dalam satuan unit
4. LEMBAR KE/JML : diisi lembar ke …/jumlah lembar …
LEMBAR

28
LSPOP Bangunan Khusus

5. JENIS PENGGUNAAN BANGUNAN: diisi dengan JPB untuk bangunan khusus berupa:
(JPB) a. di onshore: Sumur (Well), GTS, Oil/Gas Processing Plant, Power Plant, WTP, Gas
Boot, Condesate Recovery, CSU, Separator, Scrubber, Pumps, Cooler, Compressor,
Power Generator, Tangki, Tank Tower, Jaringan Pipa, Flare, Oil Metering
b. Di Offshore: Sumur (Well), Jaringan Pipa, Platfor, SBM
c. Bangunan khusus lainnya: Landasan pesawat udara, Jalan diperkeras di lokasi
penambangan dan/atau dalam komplek, Dermaga/pelabuhan khusus, Lainnya
1 Formulir LSPOP untuk 1 JPB
Contoh: 1 Formulir LSPOP untuk JPB Sumur (Well), 1 Formulir LSPOP untuk JPB Jaringan
Pipa
29
Isian LSPOP PBB Migas Tubuh Bumi

30
LSPOP Tubuh Bumi

Berisi informasi :
No Formulir : diisi petugas
Tahun Pajak : diisi oleh subjek pajak/Wajib Pajak dengan tahun pajak bersangkutan
1. Jenis Transaksi : diisi petugas
2. NOP : diisi petugas
31
Informasi Subjek/Wajib Pajak

3. NAMA OPERATOR : dalam hal subjek/Wajib Pajak menggunakan jasa operator, diisi dengan nama operator
yang bersangkutan
dalam hal subjek/Wajib Pajak tidak menggunakan jasa operator, tidak perlu diisi
4. NOMOR KONTRAK KERJA SAMA : diisi nomor sesuai dengan yang tercantum dalam Kontrak Kerja Sama
5. TANGGAL : diisi tanggal sesuai dengan yang tercantum dalam Kontrak Kerja Sama
6. LUAS WILAYAH : diisi dengan total luas Wilayah Kerja/Blok/Wilayah sejenisnya dalam satuan m2 sesuai
KERJA/BLOK/WILAYAH SEJENISNYA dengan luas yang tercantum dalam Kontrak Kerja Sama
7. BATAS TITIK KOORDINAT WILAYAH : diisi dengan batas titik koordinat terluar yang terdapat dalam peta Wilayah
KERJA/BLOK/WILAYAH SEJENISNYA Kerja/Blok/Wilayah Sejenisnya yang mengacu pada sistem koordinat geodetik (Lintang
Bujur), dalam satuan …° …’ …”
32
Informasi Subjek/Wajib Pajak

8. HASIL PRODUKSI YANG TERJUAL : diisi dengan hasil produksi Minyak Bumi dan/atau Gas Bumi yang terjual setahun
SETAHUN SEBELUM TAHUN PAJAK sebelum tahun pajak
Minyak Bumi dalam satuan barrel
Gas Bumi dalam satuan mmbtu

33
Contoh Simulasi
PT Pertamina EP memiliki WK yang lokasinya berada di Kab. A, Kab. B, dan
Offshore
Maka yang harus dibuat adalah 4 SPOP, yaitu:
1. SPOP + LSPOP Onshore Kab. A (+LSPOP Bang.Umum, +LSPOP Bang.Khusus)
2. SPOP + LSPOP Onshore Kab. B (+LSPOP Bang.Umum, +LSPOP Bang.Khusus)
3. SPOP + LSPOP Offshore (+LSPOP Bang.Khusus)
4. SPOP + LSPOP Tubuh Bumi
SPOP kemudian disampaikan ke:
5. SPOP + LSPOP Onshore Kab. A  ke KPP yang wilayah kerja administrasinya
mencakup kab.A
6. SPOP + LSPOP Onshore Kab. B  ke KPP yang wilayah kerja administrasinya
mencakup kab.B
7. SPOP + LSPOP Offshore  ke KPP Migas
8. SPOP + LSPOP Tubuh Bumi  ke KPP Migas

34
Beberapa Hal Yang Harus Diperhatikan
1. Luasan areal dan luasan bangunan yang diisikan dalam SPOP adalah angka
bulat (bukan angka desimal)
Contoh: luas areal emplasemen = 1.501,25m2, maka diisikan = 1.501m2
2. Hasil produksi yang terjual dalam satu tahun sebelum tahun pajak adalah hasil
produksi sesuai dengan data hasil rekonsiliasi lifting migas ESDM tahun
sebelumnya (angka desimal)
Contoh: untuk SPOP tahun 2015 diisikan rekonsiliasi produksi minyak bumi
tahun 2014 = 1.560.804,78 barrel, maka diisikan = 1.560.804,78
barrel
3. SPOP & LSPOP (Onshore,Offshore,Tubuh Bumi) dicetak dalam ukuran kertas
A4, sedangkan LSPOP Bangunan dicetak dalam ukuran kertas A3
4. Terdapat mekanisme Surat Ketetapan Pajak (SKP) dan sanksi 25% (Pasal 10
UU PBB) apabila:
a. SPOP tidak atau terlambat disampaikan WP, atau
b. berdasarkan hasil pemeriksaan atau keterangan lain ternyata jumlah
yang terutang lebih besar dari jumlah pajak yang dihitung berdasarkan
SPOP
35
Contoh pembebasan
 Luas yang dibebaskan seluas 50.000m2, berupa:
Areal Produktif 7.000m2, Areal Emplasemen 2.000m2,
Areal Belum Produktif 41.000m2

Areal
Areal Belum
Emplasemen
Produktif

Areal Produktif

36
TERIMA KASIH Direktorat Ekstensifikasi dan Penilaian
Gedung Utama Lt.12
Kantor Pusat Direktorat Jenderal Pajak
Jl. Gatot Subroto Kav.40-42
Jakarta
Telp (021) 5250208 ext 51243
Email penilaian.dua@pajak.go.id
migas.djp@gmail.com
37