Anda di halaman 1dari 43

ASKEP

SEXUALITAS
DALAM
KEPERAWATAN

Tety Mulyati Arofi


ISU-ISU SEKSUALITAS :
Pembicaraan mengenai seksualitas
seringkali
dianggap sebagai hal yang tabu
tidak pantas dibicarakan dalam
komunitas
umum
bersifat pribadi
hanya dikaitkan dengan masalah
hubungan antar lawan jenis.
APA ITU SEX?
BEDAKAH SEX DENGAN
SEKSUALITAS?
DEFINISI
Seksualitas dan sex merupakan hal yang
berbeda
sex --- kata sex lebih menjelaskan ciri jenis kelamin secara
anatomi dan fisiologi pada laki-laki dan perempuan atau
suatu hubungan fisik antar individu (aktivitas seksual
genital).
Seksualitas --- memiliki arti yang lebih luas yakni bagaimana
seseorang merasa tentang diri mereka dan bagaimana
mereka mengkomunikasikan perasaan tersebut kepada
orang lain melalui tindakan yang dilakukannya seperti
sentuhan, pelukan, ataupun perilaku yang lebih halus seperti
isyarat gerak tubuh, cara berpakaian, dan perbendaharaan
kata, termasuk pikiran, pengalaman, nilai, fantasi, emosi.
• Klien tidak terlepas dari aspek
seksualitasnya ketika mereka berada dalam
sistem pelayanan kesehatan.
• Dalam pelayanan kesehatan dengan pendekatan
holistik, semua aspek saling berinteraksi.
• Aspek seksualitas mempengaruhi dan dipengaruhi
oleh aspek biologi, psikologi, sosiologi,
kultural dan spiritual.
• Perawat harus mempunyai dasar pengetahuan,
ketrampilan dalam pengkajian dan komunikasi serta
sikap yang tepat.
• Pengaruh penyuluhan keagamaan, peran jender
secara kultural, keyakinan tentang orientasi
seksual pengaruh sosial dam lingkungan masa
lalu dan saat ini mempengaruhi sistem nilai klien
maupun perawat.
IDENTITAS SEXUAL
• Identitas Biologis --- biologis antara pria dan
wanita ditentukan pada masa konsepsi. Janin
perempuan XX, sedangkan janin laki laki XY
(satu dari setiap orang tuanya).
• Identitas jender --- merupakan perasaan
seseorang tentang jenis kelaminnya, rasa
menjadi feminin atau maskulin.
• Perilaku peran jender --- adalah bagaimana
seseorang berperan sesuai jendernya --- nilai-
nilai yang dianut individu dan
lingkungannya/kultural.
ORIENTASI SEXUAL
• Orientasi seksual adalah ketertarikan emosional,
atau rasa sayang yang bertahan lama terhadap
orang lain.
• Sebagian besar orang termasuk heteroseksual yang
memiliki ketertarikan hanya dengan lawan jenis
• Homoseksual merupakan orang yang mengalami
ketertarikan emosional, romantik, seksual, atau
rasa sayang pada sejenis Kaum homoseksual
disebut gay (bila laki-laki) atau lesbian
(perempuan).
• biseksual merasa nyaman melakukan hubungan
seksual dengan kedua jenis kelamin
VARIASI EXPRESI SEKSUAL
Transeksual adalah orang yang identitas seksual atau
jender nya berlawanan dengan sex biologisnya.
Transvetit biasanya adalah pria heteroseksual
a secara
periodik berpakaian seperti wanita untuk pemuasan
pikologis dan seksual.
Interseks : orang yang memiliki organ seksual gand
(ambiguous) pada saat lahir --- hermaprodit
Transeksual preoperatif adalah seseorang yang
mengalami konflik antara jender dengan
anatominya
Transeksual postoperatif adalah orang yang telah
menjalani operasi untuk mengubah jendernya
PERILAKU SEKSUAL
Perilaku seksual merupakan perilaku yang muncul karena
adanya dorongan seksual atau kegiatan mendapatkan
kesenangan organ seksual melalui berbagai perilaku
Berfantasi : merupakan perilaku membayangkan dan
mengimajinasikan aktivitas seksual yang bertujuan untuk
menimbulkan perasaan erotisme.
Pegangan Tangan : Aktivitas ini tidak terlalu menimbulkan
rangsangan seksual yang kuat namun biasanya muncul
keinginan untuk mencoba aktivitas yang lain.
Cium Kering : Berupa sentuhan pipi dengan pipi atau pipi
dengan bibir.
Cium Basah : Berupa sentuhan bibir ke bibir
Meraba : Merupakan kegiatan bagian-bagian sensitif
rangsang seksual,
seperti leher, breast, paha, alat kelamin dan lain-lain.
Berpelukan : Aktivitas ini menimbulkan perasaan
tenang,
aman, nyaman disertai rangsangan seksual
(terutama bila mengenai daerah aerogen/sensitif)
Masturbasi (wanita) atau Onani (laki-laki) : perilaku
merangsang organ kelamin untuk mendapatkan
kepuasan seksual.
Oral Seks : merupakan aktivitas seksual dengan cara
memaukan alat kelamin ke dalam mulut lawan jenis.
Petting : merupakan seluruh aktivitas non intercourse
(hingga menempelkan alat kelamin).
Intercourse (senggama) : merupakan aktivitas seksual
dengan memasukan alat kelamin laki-laki ke dalam alat
kelamin wanita.
KESEHATAN SEKSUAL

• Kesehatan seksual didefinisikan sebagai


pengintegrasian aspek somatik,
emosional, intelektual, dan sosial dari
kehidupan seksual, dengan cara yang
positif yang memperkaya dan
meningkatkan kepribadian, komunikasi
dan cinta (WHO).
• Definisi ini mencakup dimensi biologi,
psikologi dan sosiokultural.
KARAKTERISTIK KESEHATAN SEKSUAL

Kemampuan mengekspresikan potensi


seksual, dengan meniadakan
kekerasan, eksploitasi dan
penyalahgunaan seksual.
Gambaran tubuh positif, ditunjukkan
dengan
kepuasan diri terhadap penampilan
pribadi
Kongruen antara seks biologis, identitas
jender, dan perilaku peran jender
Kemampuan membuat keputusan
pribadi (otonomi) mengenai kehidupan
Kemampuan mengekspresikan seksualitas
melalui
komunikasi, sentuhan, emosional dan cinta
Kemampuan menerina pelayanan kesehatan
seksual untuk mencegah dan mengatasi
semua masalah, dan gangguan seksual
Menerima tanggung jawab yang berkaitan
dengan peran jendernya
Menghargai sistem yang berlaku
Mampu membina hubungan bertanggung
jawab dengan orang lain
FREUD DALAM TEORI PSYCHOSEXUALNYA MEMBAGI
PERKEMBANGAN SEKSUAL SESEORANG DALAM BEBERAPA
TAHAP, YAITU:

Oral stage (0-1 tahun)


Anal stage (1-3 tahun)
Phallic or Oediphal stage (3-6
tahun)
Latency stage (6-11 tahun)
Puberty (Genital Stage)
Adolescence
Definisi
“seks” secara etimologis
•Secara terminologis seks adalah nafsu syahwat
•Suatu kekuatan pendorong hidup yang biasanya
disebut dengan insting/naluri
• Hospitalisasi :
§ Kesepian, tidak lagi memiliki privasi, merasa tidak
berguna.
§ Beberapa klien di rumah sakit mungkin dapat
berperilaku secara seksual melalui pengucapan
kata-kata kotor, mencubit,dll
§ Klien yang mengalami pembedahan dapat merasa
kehilangan harga diri dan perasaan kehilangan
yang mencakup maskulinitas dan femininitas.
Tahap perkembangan seksual
Bayi (0 – 12 bulan )
Penentuan jender laki-laki atau perempuan
Pembedaan diri sendiri dengan orang lain secara
bertahap
Genital eksternal sensitif terhadap sentuhan
Bayi laki-laki mengalami ereksi penis; bayi perempuan
mangalami lubrikasi vagina
Bayi laki-laki mengalami ereksi nokturnal spontan
Stimulasi taktil (sentuhan, menyusu, memeluk,
membuai) --- senang & nyaman berinteraksi dengan
manusia
Todler (1-3 tahun )
Identitas jender berkembang secara kontinyu
(terus menerus)
Mampu mengidentifikasi jender diri sendiri
Mulai menirukan tindakan orang tua yang
berjenis kelamin sama ,misal berinteraksi
dengan boneka, pakaian yang dipakai
Pra sekolah (4-5 tahun )
Kesadaran terhadap diri sendiri meningkat
Mengeksplorasi anggota tubuh sendiri dan teman
bermain
Mempelajari nama anggota tubuh dengan benar
Belajar mengendalikan perasaan dan tingkah laku
Menyukai orang tua yang berbeda jenis
Mempertanyakan mengenai bagaimana seorang bayi
bisa ada
Usia sekolah (6-12 tahun
• Mempunyai ) identifikasi yang kuat dengan orang tua
yang berjenis kelamin sama (misalnya anak
perempuan dengan ibu)
• Senang berteman dengan sesama jenis
• Kesadaran diri meningkat
• Mempelajari konsep dan peran jender
• Mulai menyukai hal yang bersifat pribadi, modis
• Sekitar usia 8-9 tahun mulai memikirkan tentang
perilaku seksual, menstruasi, reproduksi, seksualitas
Remaja (12-18 tahun )
Karakteristik seks mulai berkembang
Mulai terjadi menarke
Mengembangkan hubungan yang menyenangkan
Dapat terjadi aktivitas seksual, misalnya masturbasi
Mengidentifikasi orientasi seksual (homoseks /
heteroseks)
Mencari perawatan kesehatan tanpa ditemani orang
tua
Dewasa awal (18-40 tahun )
Terjadi aktivitas seksual
Gaya hidup dan nilai-nilai yang dianut telah
kuat
Beberapa pasangan berbagi tugas : keuangan,
pekerjaan rumah tangga
Mengalami ancaman terhadap body image
akibat penuaan
Dewasa tengah (40-65 tahun )
Penurunan produksi hormon
Wanita mengalami menopause (umumnya usia
40-55 tahun)
Laki-laki mengalami klimakterik secara bertahap
Mulai memperkokoh stándar moral dan etik
Dewasa akhir (65 tahun keatas )
Aktivitas seksual lebih berkurang
Sekresi vagina berkurang, payudara
mengalami atrofi
Laki-laki menghasilkan sperma lebih sedikit
dan memerlukan waktu lebih lama untuk
dapat ereksi dan ejakulasi
Siklus respon seksual
1. Desire : fantasi seksual & keinginan utk melakukan kegiatan
seksual.
2. Ecitement tubuh memperlihatkan perubahan tanda yang bisa
diperhatikan seperti dimulainya ereksi penis, lubrikasi vagina
3. Orgamse : pencapaian klimaks atau puncak dari ketegangan
seksual. Yang ditandai dengan kontraksi atau mengejangnya otot-
otot tanpa disadari, detak jantung sangat meningkat. Pada laki-laki
umumnya disertai dengan ejakulasi
4. Resolution ; relaksasi dan kembali ke keadaan semula sebelum
mengalami rangsangan seksual. Ereksi penis kembali mengendur,
ereksi klitoris mengendur ke arah normal, lubrikasi berhenti, detak
jantung kembali melambat, tubuh menjadi letih dan lemas. Semua
kembali ke normal dan seringkali menjadi tidur.
RENTANG RESPONS SEKSUAL
Respon adaptif ---------Respon maladaptive
•Prilaku seksual yang memuaskan dengan
menghargai pihak lain
•Gangguan prilaku seksual karena kecemasan yang
disebabkan oleh penilaian pribadi atau masyarakat
•Disfungsi penampilan seksual
•Perilaku seksual yang berbahaya, tidak dilakukan
ditempat tertutup atau tidak dilakukan antara orang
dewasa.
Pola Fungsi Seksual
Seksual yang Sehat Meliputi :
•Bebas dari gangguan fisik maupun psikologis.
•Bersikap positif terhadap seksual.
•Mempunyai pengetahuan yang akurat tentang
seksualitas
•Kesesuaian antara jenis kelamin, identitas, dan
peran
Karakteristik Kesehatan Seks
• Kemampuan mengekspresikan potensi seksual, dengan
meniadakankekerasan, eksploitasi dan penyalahgunaan
seksual.
• Gambaran tubuh positif, ditunjukkan dengan kepuasan diri
terhadap penampilan pribadi
• Merupakan hubungan biologis yang paling intim antara dua
individu yang mempunyai tujuan
• Mendapatkan keturunan (reproduksi)
• Memenuhi kebutuhan biologis (rekreasi)
• Mampu membina hubungan efektif dengan orang lain
• Kemampuan mengekspresikan seksualitas melalui
komunikasi, sentuhan, emosional dan cinta
Gangguan fungsi seksual
• Disfungsi seksual adalah masalah yang
menghalangi seseorang memiliki hasrat
seksual atau mendapat kepuasan dalam
kegiatan seksual.
• Kondisi ini dapat menimpa wanita maupun
pria, dan risikonya semakin tinggi seiring
pertambahan usia.
Disfungsi seksual
• Disfungsi seksual terjadi, di mana 43 persen
wanita dan 31 persen pria setidaknya pernah
merasakan gangguan atau kesulitan dalam
aktivitas seksual mereka.
• Disfungsi seksual pada wanita meliputi masalah
dalam respon seksual, orgasme dan rasa nyeri
saat berhubungan seksual.
• Disfungsi seksual pada pria menyangkut disfungsi
ereksi atau impotensi, gangguan ejakulasi, dan
kehilangan gairah seksual.
Penyakit seksual
Herpes Kelamin
•Penyakit ini disebabkan oleh virus herpes simplex
•Tanda-tandanya yang paling jelas adalah lecet, bisul, atau luka di
daerah kelamin, namun penyakit ini dapat menjangkiti seseorang
tanpa menunjukkan gejala-gejala.
•Ditularkan pada kontak kulit dengan kulit, bahkan jika seseorang yang
terjangkit tidak menunjukkan peradangan atau lecet.
•Bisul juga dapat berkembang, hilang, dan muncul kembali selama
orang tersebut, masih memiliki virusnya.
•Penyakit ini juga dapat ditularkan ke anak-anak, jika ibunya memiliki
virus saat melahirkan, namun kondisi ini jarang terjadi.
•Selain gejala fisik, herpes juga menyebabkan tekanan psikologis bagi
penderitanya.
Penyakit seksual
Human papillomavirus (HPV) atau kutil kelamin
•Kutil yang berkembang di bagian kelamin disebabkan oleh HPV;
•salah satu penyakit yang mudah ditularkan dan salah satu jenis
penyakit menular seksual yang paling serius.
•Jika tidak diobati, beberapa bentuk HPV dapat menyebabkan kanker
rahim, vulva, vagina, atau penis.
•Kutil ini berwarna seperti daging atau kemerahan dapat tumbuh dan
berkelompok di sekitar organ seksual; bentuknya seperti kembang kol,
baik kecil maupun besar.
•Biasanya tidak menyakitkan, namun bisa sangat gatal dan
mengeluarkan darah, jika digaruk.
•Meskipun penyakit ini lebih dikenal sebagai kutil kelamin, seseorang
dapat memiliki HPV di dalam tubuh tanpa menunjukkan gejala.
Penyakit seksual
Hepatitis B
•adalah penyakit serius yang disebabkan oleh virus yang
ditularkan saat berhubungan seksual.
•Virus Hepa B menyebar melalui mani atau cairan vagina, yang
mirip dengan penularan HIV atau AIDs. Namun, Hepa B lebih
mudah menular, namun yang terinfeksi dapat sembuh
sepenuhnya, tidak seperti kebanyakan penderita HIV.
•Ada kemungkinan ini menjadi masalah yang kronis, terutama
jika pembawa virus tidak mencari bantuan dengan cepat atau
memiliki sistem kekebalan tubuh yang rendah.
•Jika dibiarkan, hepatitis dapat menyebabkan infeksi hati dan
sirosis hati, atau pengerasan hati.
Penyakit seksual
Klamidia
•Sebuah penyakit menular seksual yang paling umum,
klamidia mudah menyebar karena penyakit ini tidak memiliki
gejala yang dapat terlihat.
•Pada kasus yang gejalanya nampak, biasanya muncul
keluarnya cairan putih atau kekuningan dari ujung penis,
sering buang air kecil, sensasi terbakar, testis yang lembek,
dan cairan vagina dengan bau tidak sedap.
•Biasanya, hanya dapat diketahui, jika pasien pergi ke
ginekolog untuk pemeriksaan rutin dengan uji klamidia.
•terutama mereka yang memiliki lebih dari satu pasangan,
untuk melakukan pemeriksaan klamidia, saat pergi ke
ginekolog.
Penyakit seksual
Sifilis
•Sifilis adalah salah satu penyakit menular seksual yang mudah
menjangkit dan disebabkan oleh bakteri Treponam pallidum.
•penyebaran melalui seks anal dan oral, lebih umum, kontak
dengan luka namun, beberapa luka kecil dan tidak terlihat,
yang terinfeksi mungkin tidak menyadari bahwa ia
menyebarkan penyakit.
•Sifilis muncul dalam beberapa tingkatan, pada tingkat awal
hanya menyebabkan satu atau dua luka di sekitar kelamin.
Tingkat kedua, memunculkan ruam merah pada tangan dan
kaki. Tingkat terakhir dapat merusak jantung, otak, saraf dan
menyebabkan kematian, jika tidak diobati.
Penyakit seksual
Gonorea
•Gonorea adalah penyakit yang menyebar lewat cairan tubuh
dari seseorang yang terinfeksi
•Disebabkan oleh bakteri Neisseria gonorrhea, yang tumbuh
subur dan berkembang biak di selaput lendir tubuh dan
bagian tubuh yang hangat serta lembab, seperti leher rahim,
rahim, dan uretra.
•Kondisi ini rumit, tanpa menunjukkan gejala sama sekali,
tetapi terkait dengan gejala seperti konjungtivitis, vulvitis atau
pembengkakan vulva, dan pembengkakan kelenjar di
tenggorokan karena oral seks.
•Hal ini juga menyebabkan keluarnya cairan ringan, yang
seringkali diduga sebagai infeksi jamur.
Penyakit seksual
HIV atau AIDS
•HIV/AIDS adalah penyakit menular seksual yang dianggap
paling mematikan.
•Diketahui sebagai virus yang merusak sistem kekebalan
tubuh, yang biasanya dikenal sebagai AIDS.
•Katarteristiknya adalah melemahkan sistem kekebalan
tubuh, sehingga tidak mampu melindungi diri dari
penyakit atau infeksi.
•Hal ini membuat pasien sangat rentan terhadap penyakit
dan tidak mampu melawan kanker.
•Ini juga merupakan penyakit progresif yang akan
mempengaruhi seseorang sepanjang hidupnya.
Problem seksual termasuk gg fungsi
seksual berhubungan dg :
1. Takut efek coitus diskut serangan jantung
2. Spinal card injuri
3. Perubahan neurologi b/d DM
4. Mengatur body image selilat mastektomi
5. Kurang pengetahuan tentang penularan penyakit kelamin
6. Kehamilan dan takut berdampak ke bayi dengan coitus
7. Kebanyakan minum alkohol
8. Takut tidak adekuat penampilan sexualnya
9. Kurang pengetahuan tentang konsepsi
10. Takut hamil dan kurang pengetahuan tentang kontrasepsi
11. Takut adekuatnya vagina lubri cation
Asuhan Keperawatan
Pengkajian Keperawatan
Riwayat seksual
•Klien yang menerima perawatan kehamilan, PMS, infertility,
kontrasepsi.
•Klien yang mengalami disfungsi seksual / problem (impoten, orgasmic
dysfuntion, dll)
•Klien yang mempunyai penyakit-penyakit yang akan mempengaruhi
fungsi seksual(peny.jantung, DM, dll)
•Pengkajian seksual mencakup :
•o Riwayat Kesehatan seksual
•Pertanyaan yang berkaitan dengan seks untuk menentukan apakah
klien mempunyai masalah atau kekhawatiran seksual. Merasa malu
atau tidak mengetahui bagaimana cara mengajukan pertanyaan
seksual secara langsung – pertanyaan isyarat.
Pengkajian fisik
•Inspeksi dan palpasi
Beberapa riwayat kes. yang memerlukan pengkajian fisik misalnya
riwayat PMS, infertilitas,kehamilan, adanya sekret yang tdk normal dari
genital, perubahan warna pada genital,gangguan fungsi urinaria,dll.
•Identifikasi klien yang berisiko
Klien yang berisiko mengalami gangguan seksual
misalnya: adanya gangguan struktur/fungsi tubuh akibat trauma,
kehamilan, setelah melahirkan, abnormalitas anatomi genital
•Riwayat penganiayaan seksual, penyalahgunaan seksual
Kondisi yang tidak menyenangkan seperti luka bakar, tanda lahir, skar
(masektomi) dan adanya ostomi pada tubuh
•Terapi medikasi spesifik yang dapat menyebabkan mslh seksual;
kurangnya pengetahuan/salah informasi tentang fungsi dan ekspresi
seksual
•Gangguan aktifitas fisik sementara maupun permanen ; kehilangan
pasangan
•Konflik nilai-nilai antara kepercayaan pribadi dengan aturan religi
DIAGNOSA KEPERAWATAN
1. Perubahan pola seksualits yang berhubungan
dengan: ketakutan tentang kehamilan, efek
anthipertensif, konflik atau stressor perkawinan,
depresi terhadap kematian atau perpisahan dari
pasangan.
2. Disfungsi seksual berhubungan dengan: cedra
medulla spinalis, penyakit kronis, nyeri, ansietas
terkait hospitalisai.
3. Sindrom trauma perkosaan yang berhubungan
dengan : ketidakmampuan untuk mendiskusikan
pengalaman perkosaan masa lalu.
DIAGNOSA KEPERAWATAN
4. Gangguan citra tubuh yang berhubungan dengan efek
mastektomi atau kolostomi yang baru dilakukan.
– Gangguan harga diri yang berhubungan dengan :
kerentanan yang dirasakan setelah mengalami serangan
infark miokardium, pola penganiayaan ketika masa kecil.
– Kurang pengetahuan yang berhubungan dengan:
aktivitas seksual sebelum menikah, penggunaan
kontrasepsi .
– Konflik pengambilan keputusan yang berhubungan
dengan : aktivtas seksual sebelum menikah,
penggunaan kontrasepsi.
Perencanaan
1. Eksplorasi pengetahuan pasien tentang seksualitas dan praktik
serta prilaku seksual saat ini.
2. Jelaskan pada pasien atau orang terdekat bahwa aktivitas seksual
harus di hentikan hanya bila keadaan area parineal mengalami
inflamasi atau terdapat fistula atau abses
3. Mendapatkan pengetahuan tentang perkembangan dan fungsi
seksual pria dan wanita
4. Mencapai atau mempertahankan secara biologis dan emosional
praktik seksual yang sehat
5. Menetapkan atau mempertahankan kepuasan seksual bagi diri
sendiri dan pasangan
6. Mencapai, mempertahankan atau meningkatkan harga diri yang
positif dengan mengintegrasikan keyakinan cultural, keagamaan,
dan etik
7. Mencapai kembali, mempertahankan, atau mendapatkan fungsi
seksual yang mencukupi untuk menghilangkan ansietas.